Kata Kunci :Kemandirian belajar, prestasi belajar, motor starter, problem based learning

dokumen-dokumen yang mirip
Penerapan Metode Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE STAD DALAM PEMBELAJARAN KELISTIKAN OTOMOTIF DI SMK CIPTA KARYA PREMBUN

: Irfangi,Suyitno Program studi Pendidikan Teknik Otomotif FKIP Universitas Muhamadiyah Purworejo. :

PENERAPAN METODE PQ4R UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MATA PELAJARAN SISTEM PENDINGIN DI SMK MA ARIF 4 KEBUMEN

146 Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif_Universitas Muhammadiyah Purworejo. Vol.09/No.02/Januari 2017 ISSN:

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT PERAGA PADA SISTEM STARTER MOBIL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK CIPTA KARYA PREMBUN

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT WIRAUSAHAWAN MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

Chairul Huda Atma Dirgatama 1, Djoko Santoso Th 2 1 Program Studi Magister Pendidikan Ekonomi UNS 2. FKIP UNS Surakarta

Muhammad Iqbal Baihaqi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Balitar

ABSTRAK. Kata Kunci: Keaktifan Belajar, Model Pembelajaran talking stick.

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan pengalaman peneliti mengajar mata pelajaran fisika di. kelas VIII salah satu SMP negeri di Bandung Utara pada semester

PENGARUH KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI PROGRAM STUDI TKR SMK NEGERI 4 PURWOREJO TAHUN 2014/2015

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

Vol.10/No.01/Juli 2017 ISSN:

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ADMINISTRASI KEPEGAWAIAN SISWA MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DENGAN MEDIA SOFTWARE PREZI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXPLICIT INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X MA. HIDAYATUSSIBYAN NW

BAB I PENDAHULUAN. Sesuai dengan paparan mengenai pendidikan tersebut maka guru. mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam dirinya.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NU GRESIK

MENINGKATKAN HASIL DAN PROSES BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA PGRI 6 BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE

Hasbiati SDN 002 Tanah Grogot

Key words: media, motivation, learning achievement

Vol.09/No.02/Januari 2017 ISSN:

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR CHASSIS PEMINDAH TENAGA DENGAN PENGGUNAAN MACROMEDIA FLASH SISWA KELAS XI TKR SMK TAMTAMA KROYA

PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA DI SMK PANCA BHAKTI BANJARNEGARA

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE

Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, PAIKEM A. PENDAHULUAN

RAHMI Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau Kepulauan

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERINTEGRASI PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA

PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM PENDINGIN MENGGUNAKAN PORTABLE COOLER ENGINE

UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER

Vol.09/No.01/Januari 2017 ISSN:

Penerapan Pembelajaran Kooperatif

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI METODE DISCOVERY

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE TGT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI KELAS IVSDN BINJAI TIMUR

Vol. 4, No. 1, Maret 2017 ISSN:

Reni Rasyita Sari Program Studi Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Key words: method, activity, achivement i

UPAYA MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR DASAR OTOMOTIF MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING

Naskah Publikasi Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

PENINGKTAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH SISWA KELAS V SD KARTIKA XX-1 KOTA MAKASSAR

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI ANTARA PBL DAN MAM DENGAN MEMPERHATIKAN MOTIVASI BELAJAR

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V-A DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SD NEGERI 09 KAYU ARO KOTA PADANG

Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang

A. Minat Belajar B. Prestasi Belajar... 8 C. Metode Diskusi D. Mata Pelajaran IPS SD BAB III TUJUAN DAN MANFAAT

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNINGUNTUKMENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SISWA KELASX-9 SMA NEGERI EBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Kata kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT), Motivasi, Hasil Belajar.

UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE KANCING GEMERINCING

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kualitas. pembelajaran IPS di kelas IVB SDN Nanggulan Sleman.

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi, dibutuhkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN

PENGGUNAAN STRATEGI JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEJALA ALAM (IPA) SISWA KELAS III SD NEGERI 1 JOMBORAN KLATEN TENGAH TAHUN PELAJARAN

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Oleh: Asis Nuansa Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Yogyakarta 2015 ABSTRAK

Oleh: Drajat Rilo Pambudi Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas Muhammadiyah Purworejo.

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHITUNG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME. Dina Hikmah Safariyah

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Eksperimen Pada Siswa Kelas IV MIS Margapura Kecamatan Bolano Lambunu

ARTIKEL. Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Mengikuti Ujian Sarjana Pada Fakulats Ekonomi Dan Bisnis Universitas Negeri Gorontalo

Pembelajaran Ekspositori pada Tema Bermain di Lingkunganku Kelas II SD Negeri 63 Banda Aceh

MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGGAMBAR DESAIN POSTER MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS XI DKV SMK NEGERI PACITAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Mariaman Situmorang dan Lisyanto (Tutor Bimbel Medika dan Dosen Pendidikan Teknik Mesin)

Meningkatkan Kemampuan Siswa melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut

BAB I PENDAHULUAN. dengan pendidikan. Menurut UU No. 20 Pasal 1 Tahun 2003 tentang Sistem

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE NUMBERED HEADS TOGETHER

SKRIPSI. Oleh : JULIANA WIDYOWATI NPM : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL INQUIRY PADA MATA PELAJARAN IPA

Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen dengan Metode Video Animasi Tahun Pelajaran 2013/2014.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kata kunci: efektivitas, metode, berotasi, pembelajaran, tim. Vol.06/No.02/Juni 2015 ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pembangunan

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA POWER POINT

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah aktivitas atau upaya sadar dan terencana, dirancang untuk

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah, dalam kaitannya dengan pendidikan sebaiknya dijadikan tempat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIF NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) Abstrak

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS X MATA DIKLAT OTOMOTIF DASAR MELALUI METODE PRODUCTION BASED TRAINING

PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

ABSTRAK. Kata kunci: hasil belajar, model pembelajaran Think-Pair-Share

Transkripsi:

MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR KOMPETENSI MOTOR STARTER DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING KELAS XI TKR A SMK MA ARIF 4 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2014/2015 Oleh : Fatkhurohman Program studi :Pendidikan teknik otomotif Email :faturlien@yahoo.com Abstark Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar dan prestasi belajar siswa pada kompetensi dasar motor starter dengan metode Problem Based Learning siswa kelas XI TKR A SMK Ma rif 4 Kebumen Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian yang digunakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas XI TKR A SMK Ma arif 4 Kebumen yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan obsevasi dan metode tes. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan soal tes berbentuk pilihan ganda pada tiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini mengalami peningkatan yaitu pada kondisi awal, siklus I dan siklus II. Rata-rata hasil lembar observasi kemandirian belajar pada kondisi awal yaitu 59,85% (60%), lembar observasi pada siklus I menjadi 72,10 %, dan pada siklus II menjadi 81,94% (82%). Kemudian rata-rata nilai pada kondisi awal tes teori nilai yang diperoleh yaitu 71,15 setelah dilaksanakan siklus I naik menjadi 81,58 dan pada akhir siklus II naik menjadi 86,61.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dapat meningkatkan kemandirian belajar dengan ditandai meningkatnya prestasi belajar. Kata Kunci :Kemandirian belajar, prestasi belajar, motor starter, problem based learning PENDAHULUAN Pada era kemajuan dalam berbagai bidang saat ini, pendidikan telah menjadi peran yang sangat penting dalam mengembangkan mutu atau kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Salah satu upaya untuk membangun sumber daya manusia atau keterampilan manusia, yaitu dengan menyelenggarakan pendidikan kejuruan atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menurut peraturan menteri pendidikan nasional No. 23 Tahun 2006 Penyelenggaraan 101

pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan siap bekerja sesuai dengan bidangnya serta menguasai kompetensi program keahlian dan kewirausahaan baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya. Berdasarkan uraian di atas, SMK adalah lembaga atau sekolah yang bertujuan untuk menciptakan lulusan yang siap bekerja atau masuk ke dunia industri. SMK Ma arif 4 Kebumen adalah salah satu SMK swasta yang ada di Kebumen yang berbasis teknologi dan rekayasa yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja dalam bidang tertentu,dan dituntut untuk memiliki keterampilan yang berkualitas dalam memasuki dunia kerja serta mampu mengembangkan sikap yang profesional dalam bidangnya. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yaitu dengan menumbuhkan kemandirian belajar siswa agar menghasilkan siswa yang mandiri. Kemandirian akan mendorong siswa untuk berprestasi dan berkreasi. Untuk meningkatkan kemandirian belajar sekaligus meningkatkan prestasi belajar siswa. Adapun salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar dan prestasi belajar siswa yaitu pembelajaran Problem Based Learning (PBL). PBL adalah sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Dalam kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah, peserta didik bekerja dalam tim untuk memecahkan masalah dalam dunia nyata (real world). Pembelajaran PBL sangat cocok, karena memiliki kelebihan diantaranya PBL akan terjadi pembelajaran bermakna, artinya peserta didik dapat memecahkan masalah maka mereka akan menerapkan pengetahuan yang dimilkinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukan. Dalam situasi PBL, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis, menumbuhkan inisiatif, dapat meningkatkan kemandirian belajar dan dapat mengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok. Berdasarkan latar belakang tersebut peneliti bermaksud untuk berupaya meningkatkan kemandirian belajar dan prestasi belajar kompetensi dasar motor starter dengan metode Problem Based Learning kelas XI TKR A SMK Ma arif 4 Kebumen tahun pelajarn 2014/2015. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di kelas XI TKR A SMK Ma arif 4 Kebumen selama 5 (lima) bulan. Dimulai dari bulan Januari 2015sampai dengan bulan Mei 2015.Subjek penelitian ini adalah siswa SMK Ma arif 4 Kebumen kelas XI TKR A tahun ajaran 2014/2015, yang berjumlah 33 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui proses pengkajian dengan beberapa siklus.teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan metode tes. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan soal tes berbentuk pilihan ganda pada tiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN 102

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri pengamatan (observasion) dan metode tes. Instrumen penelitian ini berupa lembar observasi dan soal tes. Dengan metode ceramah kemandirian belajar dan prestasi siswa pada kompetensi dasar motor starter juga belum maksimal, terbukti dari pengamatan awal kegiatan belajar siswa di kelas XI TKR A dapat diketahui kemandirian belajar secara klasikal adalah 59,85% dan dari hasil nilai rata-rata pra tindakan yang masih tergolong rendah yaitu 71,15 dari KKM 75,00. Dari hasil lembar observasi dan pra tindakan yang dilakukan peneliti, ternyata nilai kemandirian belajar hanya 60% dan nilai rata-rata teori motor starter yang diperoleh siswa hanya mencapi 71 dan kemudian peneliti menerapkan metode problem based learninguntuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada tindakan Siklus I dilaksanakan melalui 3 kali pertemuan yaitu pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 25 April 2015. Pada pertemuan yang pertama ini kegiatan belajar mengajar masih ada kendala karena siswa belum terbiasa dan belum dapat menyesuaikan diri dengan model pembelajaran ini. Kemudian pertemuan yang ke 2 dilaksanakan pada tanggal 30 April 2015, siswa secara perlahan dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran ini sehingga kegiatan belajar mengajar berjalan dengan lancar, tertib dan siswa begitu antusias mengikuti pembelajaran yang diterapkan dengan menggunakan metode problem based learninghingga akhir jam pelajaran, dan pertemuan yang ke 3 dilaksanakan pada tanggal 02 Mei 2015. Pada pertemuan ini dilaksanakan evaluasi tes teori motor starter berupa soal pilihan ganda untuk mengetahui seberapa besar peningkatan prestasi belajar siswa setelah penerapan metode problem based learning pada siklus I. Setelah dilaksanakan penerapan model ini pada siklus I dapat diketahui lembar observasi kemandirian belajar meningkat menjadi 72% dan nilai rata-rata prestasi belajar siswa meningkat, dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa mencapai 82 dengan diberikan tes teori berbentuk pilihan ganda sebanyak 15 soal. Pada tindakan siklus I kegiatan belajar siswa dapat belajar dengan baik, namun siswa masih belum mampu melaksanakan tugas secara maksimal baik individu maupun kelompok. Maka dari itu dilaksanakan siklus II untuk pendalaman materi yang dilakukan peneliti untuk dapat meningkatkan kemandirian belajar dan prestasi belajar siswa dengan hasil yang diharapkan akan lebih baik lagi. Dalam pelaksanaan tindakan siklus II masih sama seperti pada siklus I yaitu melalui 3 kali pertemuan. Pertemuan yang pertama dilaksanakan pada tanggal 07 Mei 2015, proses kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik, tertib dan siswa begitu semangat dalam mengikuti pelajaran hingga akhir jam pelajaran. Kemudian pertemuan yang ke 2 dilaksanakan pada tanggal 09 Mei 2015 dan pertemuan yang ke 3 dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2015, pada pertemuan yang ke 3 ini diadakan evaluasi tes teori motor starter berupa soal pilihan ganda untuk mengetahui seberapa besar peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode problem based learningpada akhir siklus II. Setelah tindakan siklus II terlaksana kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik dan tertib maka didapat hasil tes evaluasi siklus II, dari hasil mengisi lembar observasi 103

kemandirian belajar diperoleh rata-rata nilai kemandirian belajar meningkat dari 72% pada siklus I menjadi 82% pada siklus II dan evaluasi didapat nilai rata-rata prestasi belajar siswa meningkat yang awalnya pada siklus I diperoleh nilai rata-rata hasil belajar 82 menjadi 87 pada silkus II, sehingga sudah mencapai nilai standar KKM yang diterapkan di SMK Ma arif 4 Kebumen yaitu 75,00. Dengan penerapan metode problem based learningini siswa menjadi lebih termotivasi untuk dapat belajar dengan lebih baik lagi dan dengan tercapainya hasil belajar yang baik pula. Hasil penelitian ini mengalami peningkatan yaitu kemandirian belajar dan prestasi belajar siswa hingga rata-rata mencapai standar KKM yaitu 75,00 dan presentase siswa mencapai 90,91% dari jumlah siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 75,00. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasilpenelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada kompetensi motor starter kelas XI TKR A SMK Ma arif 4 Kebumen, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode problem based learningdapat meningkatkan kemandirian belajardan prestasi belajar. Penerapan metode problem based learning dapat meningkatkan kemandirian belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Guru menjelaskan kompetensi yang akan ingin dicapai dan menyebutkan saran atau alat pendukung yang dibutuhkan; 2) Guru membantu siswa mendefisinikan dan mengorganisasikan tugas belajar; 3)Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipoteis, pemecahan masalah; 4) Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu berabagi tugas dengan temannya; 5) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap ekperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Peningkatan kemandirian belajar siswa meningkat, dengan rata-rata pada observasi awal yaitu 60%, observasi pada siklus I menjadi 72% dan pada siklus II menjadi 82%. Peningkatan prestasi belajar pada siklus I kondisi awal yaitu 71 dengan presentase 39,40%, setelah dilaksanakan siklus I meningkat menjadi 82 dengan persentase kelulusan 75,76 % dan pada akhir siklus II terjadi peningkatan menjadi 87 dengan persentase kelulusan 91,90 %. Hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan kemandirian belajar dan prestasi belajar teori kompetensi motor starter. Bagi guru Diharapkan membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran untuk dapat meningkatkan kemandirian belajar dan prestasi belajar siswa SMK.Bagi pihak sekolah Perlu dilakukan sosialisasi metode problem based learning padamata pelajaran yang lain, sehingga keberhasilan dapat bersama-samadicapai oleh semua pihak.bagi SiswaHendaknya siswa ikut berperan aktif dalam kompetensi motor starter, sehingga metode ini dapat dilaksanakan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi dkk. 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Djamarah, Syaiful, Bahri. 2012. Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional. 104

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hawadi, Reni. 1999. Akselerasi. Jakarta : Pt.Garsindo Modul Diklat. 2008.Perbaikan Motor Starter dan Pengisian.Jakarta Selatan: Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Dan Produktivitas. Purwanto, Ngalim. (2009). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Sugiyono.2010. Metode Penilitian Pendidikan.Bandung : Alfabeta. Suhartanta. 2008. Model Pembelajaran Inovatif. Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Yogyakarta. Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wardiman, Djojonegoro. 1998. Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jakarta : PT Jayakarta Agung Offset 105