BAB I PENGENALAN ASURANSI

dokumen-dokumen yang mirip
PENGENALAN ASURANSI. Sistem Informasi Asuransi dan Keuangan

ASURANSI. a. Insured b. Insurer c. Accident d. Interest

ASURANSI. Definisi Asuransi

A. INSURED B. INSURER C. ACCIDENT D. INTEREST

SISTEM INFORMASI ASURANSI. Materi 1 PENGENALAN ASURANSI

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ASURANSI

STIE DEWANTARA Manajemen Asuransi, Pegadaian & Anjak Piutang

ASURANSI. Created by Lizza Suzanti 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam Kajian Pustaka ini akan dijelaskan mengenai pengertian-pengertian

Asuransi Jiwa

BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN LAIN 151

ASURANSI. Prepared by Ari Raharjo

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam bahasa Belanda kata asuransi disebut Assurantie yang terdiri dari


BAB II KAJIAN PUSTAKA. 2.1 Pengertian Asuransi dalam bahasa Belanda di sebut verzekering yang berarti pertanggungan

PERUSAHAAN ASURANSI ATA 2014/2015 M6/IT /NICKY/

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Tinjauan Umum Tentang Asuransi

RESIKO DALAM ASURANSI

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pandang yang berbeda-beda. Definisi definisi tersebut antara lain : dapat terjadi dengan cara membayar premi asuransi.

BAB II LANDASAN TEORI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH ASURANSI DAN MANAJEMEN RISIKO 2 (FAK EKONOMI - D3 MANAJEMEN KEUANGAN) KODE / SKS

II. LANDASAN TEORI. Pengertian pemasaran sangat luas,banyak ahli yang telah memberikan definisi atas

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

Istilah dan Pengertian Asuransi ASURANSI. 02-Dec-17

SOSIALIASI ASURANSI Dalam Rangka Penggunaan Transaksi Non Tunai Dalam Asuransi TKI. Jakarta, Februari 2015

BAB X ASURANSI A. DEFINISI ASURANSI

BAB IV RISIKO DALAM ASURANSI

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Asuransi dan Pengaturan Asuransi. sehingga kerugian itu tidak akan pernah terjadi.

Istilah dan Pengertian Asuransi ASURANSI. Hubungan antara Risiko dengan Asuransi 11/8/2014

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

FE Unlam Banjarmasin Abdul Hadi, 2010

DASAR-DASAR ASURANSI. Inhouse Training Jakarta, 10 November 2015

DAMPAK ASURANSI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI. Slamet Heri Winarno

BAB II TINJAUAN UMUM PERJANJIAN ASURANSI DAN ASURANSI KREDIT

BAB III JENIS ASURANSI

BAB VI POLIS ASURANSI

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Asuransi Pengertian Asuransi

PENGERTIAN INVESTASI

II. TINJAUAN PUSTAKA. dua belah pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada

I. PENDAHULUAN. Manusia di dalam hidupnya selalu berada dalam ketidakpastian dan selalu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN. Langkah-langkah Penanggulangan Risiko:

BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian pemasaran menurut Philip Kotler dan Amstrong. individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan

BAB I PENDAHULUAN. asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Dimana sebagian besar masyarakat

Manfaat Dan Mekanisme Penyelesaian Klaim Asuransi Prudential. Ratna Syamsiar. Abstrak

BAB II PENGATURAN ASURANSI DI INDONESIA. A. Pengertian dan Dasar Hukum Asuransi. diharapkan. Disamping itu dapat pula berupa peristiwa negatif yang

BAB II RUANG LINGKUP HUKUM ASURANSI Oleh : SURAJIMAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 62. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan pedoman atau petunjuk

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN. Dalam bahasa Belanda kata asuransi disebut Assurantie yang terdiri

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian asuransi menurut UU RI No.2 Tahun 1992, seperti yang dikutip

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG ASAS SUBROGASI DAN PERJANJIANASURANSI

Premi Asuransi BAB V PREMI ASURANSI

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi juga. baik yang telah berdiri maupun yang baru akan berdiri.

BAB I PENDAHULUAN. yang semakin pesat, dan untuk itu masyarakat dituntut untuk bisa mengimbangi

BAB I PENDAHULUAN. dapat dilakukan baik untuk melindungi diri, keluarga dan harta benda. Pada

KARAKTERISTIK ASURANSI

BAB I PENDAHULUAN. kerusakan, kehilangan atau resiko lainnya. Oleh karena itu setiap resiko yang

HUKUM ASURANSI. Lecture: Andri B Santosa

I. PENDAHULUAN. rasa tidak aman yang lazim disebut sebagai risiko. kelebihan. Oleh karena itu manusia sebagai makhluk yang mempunyai sifat-sifat

Kewirausahaan III. Kewirausahaan & Manajemen resiko. Mustika Sari, MMTr. Modul ke: Fakultas Fasilkom. Program Studi Sistem Informasi

DASAR & HUKUM ASURANSI KESEHATAN BAB 4

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembangunan nasional adalah upaya untuk meningkatkan seluruh aspek

Tinjauan Atas Implementasi Asuransi Kredit (Kredit Guna Bhakti) Pada Bank Bjb Cabang Pembantu Ujungberung Bandung

BAB II LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN.

νµθωερτψυιοπασδφγηϕκλζξχϖβνµθωερτ ψυιοπασδφγηϕκλζξχϖβνµθωερτψυιοπα σδφγηϕκλζξχϖβνµθωερτψυιοπασδφγηϕκ χϖβνµθωερτψυιοπασδφγηϕκλζξχϖβνµθ

BAB I PENDAHULUAN. Surety Bond memiliki konsep sebagai penyedia jaminan, merupakan

BAB I PENDAHULUAN. tertanggung terhadap risiko yang dihadapi perusahaan. pertanggungan atas resiko atau kerugian yang dialami oleh tertanggung.

BAB II LANDASAN TEORI. risiko kematian, atau dalam menghadapi risiko atas harta benda yang dimiliki.

BAB II LANDASAN TEORI. dengan sudut pandang yang mereka gunakan dalam asuransi. Adapun definisi

BAB I PENDAHULUAN. perhatian yang serius ialah lembaga jaminan. Karena perkembangan ekonomi akan

Mengenal Hukum Asuransi di Indonesia. Oleh: Mustari Soleman Masiswa Fakultas Hukum Univ.Nasional

I. PENDAHULUAN. dari penjualan polis atau penerimaan premi dapat ditanamkan sebagai investasi yang

MAKALAH HUKUM KOMERSIAL HUKUM ASURANSI. Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Komersial Dosen Pembimbing : Disusun oleh : Kelompok 8

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menjadi informasi keuangan. Proses akuntansi meliputi kegiatan mengidentifikasi,

BAB I PENDAHULUAN. untuk melindungi dirinya sendiri maupun keluarga dari kemungkinan kejadian

Dokumen Perjanjian Asuransi

I. PENDAHULUAN. orang lain dan harta bendanya. Risiko yang dimaksud adalah suatu ketidaktentuan

BAB 4 PEMBAHASAN. Konsep pengenaan pajak atas penghasilan berdasarkan Undang-undang Pajak

LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 27 /SEOJK.05/2017

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah terlepas dari bahaya, Beberapa

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan rumah tangga, baik dalam menghadapi risiko yang mendasar seperti

PENANGGULANGAN RISIKO. 2. Pembiayaan Risiko (Risk financing)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 28

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1992 TENTANG USAHA PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRINSIP UTMOST GOOD FAITH DALAM PERJANJIAN ASURANSI KERUGIAN

Transkripsi:

BAB I PENGENALAN ASURANSI A. Pengertian Asuransi Asuransi ialah: suatu kemauan untuk menetapkan keruguan-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti. Suatu mekanisme pemindahan risiko dari tertanggung (nasabah) kepada penanggung (pihak asuransi) Dengan sejumlah premi yang pasti tertanggung bebas dari ketidakpastian kerugian yang mungkin diderita Banyak definisi yang telah diberikan kepada istilah asuransi, secara sepintas tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan lainnya. Definisi-definisi tersebut antara lain: 1. Definisi asuransi menurut Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) RI, Asuransi atau pertanggungan adalah: suatu perjanjian, dimana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk member pengantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tertentu. Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 (empat) unsur, yaitu: a. Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur. b. Pihak pertanggung (insurer) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tidak tertentu. c. Suatu peristiwa (accident) yang tidak tertentu (tidak diketahui sebelumnya). d. Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 1

2. Definisi asuransi menurut Prof. Mehr dan Cammack Asuransi adalah: alat sosial untuk mengurangi risiko, dengan menggabungkan sejumlah yang memadai unit-unit yang terkena risiko, sehingga kerugian-kerugian individual mereka secara kolektif dapat diramalkan. Kemudian kerugian yang kaan diramalkan itu dipikul merata oleh mereka yang tergabung. 3. Definisi asuransi menurut Prof. Willet Asuransi adalah: alat sosial untuk mengumpulkan dana guna mengatasai kerugian modal yang tidak tentu, yang dilakukan melalui pemindahan risiko dari banyak inidividu kepada seseorang atau kelompok orang. 4. Definisi asuransi menurut Prof. Mark R. Green Asuransi adalah: suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko, dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah objek yang cukup besar jumlahnya, sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu. 5. Definisi asuransi menurut C. Arthur William Jr. dan Richard M. Heins Mendefinisikan asuransi berdasarkan 2 (dua) sudut pandang: a. Asuransi adalah suatu pengamanan terhadap kerugian finansial yang dilakukan oleh seorang penanggung. b. Asuransi adalah suatu persetujuan dimana dua atau lebih orang atau badan mengumpulkan dana untuk menanggulangi kerugian finansial. 6. Definisi asuransi menurut Molengraaff Asuransi kerugian ialah: persetujuan dimana satu pihak, penanggung mengikatkan diri terhadap yang lain yaitu tertanggung, untuk mengganti kerugian yang dapat diderita oleh tertanggung, karena terjadinya suatu peristiwa yang telah ditunjuk dan yang belum tentu serta kebetulan, dimana tertanggung berjanji untuk membayar premi. Definisi asuransi dari sudut pandang badan usaha: Asuransi merupakan suatu rencana yang melibatkan penggabungan sekelompok orang dengan memindahkan risiko yang dipunyai masing-masing. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 2

Dari sudut pandang sosial: asuransi merupakan suatu alat sosial untuk melakukan akumulasi dana dalam mencapai kerugian yang tidak pasti dengan cara memindahkan risiko orang banyak kepada asuradur Definisi asuransi dari sudut pandang ekonomi: Asuransi adalah salah satu cara yang paling ekonomis untuk mengurangi kerugian yang mungkin dihadapi oleh seseorang atau suatu unit badan usaha, dengan membayar sejumlah premi yang relatif kecil akan diperolah hasil yang besar berupa perlindungan terhadap kerugian yang mungkin dialami dari timbulnya risiko yang dijamin. Asuransi merupakan metode untuk mengurangi risiko dengan cara memindahkan dan mengelompokkan ketidak pastian kerugian keuangan Berdasarkan definisi-definisi tersebut diatas kiranya mengenai definisi asuransi yang dapat mencakup semua sudut pandang adalah: Asuransi suatu alat untuk mengurangi risiko yang melekat pada perekonomian, dengan cara menggabungkan sejumlah unit-unit yang terkena risiko yang sama atau hamper sama, dalam jumlah yang cukup besar, agar probabilitas kerugiannya dapat diramalkan dan bila kerugian yang diramalkan terjadi akan dibagi secara proporsional oleh semua pihak dalam gabungan itu. B. Unsur-unsur Dalam Asuransi 1. Pihak tertanggung (insured) Pihak yang berjanji membayar uang kepada pihak penanggung Tertanggung adalah: Orang atau individu atau badan hukum yang memiliki kepentingan keuangan terhadap barang/properti yang dipertanggungkan sehingga ia memiliki hak untuk membeli proteksi asuransi. 2. Pihak penanggung (insurer) Pihak yang berjanji membayar jika peristiwa pada unsur ketiga terlaksana Penanggung adalah: Perusahaan asuransi yang memberikan ganti rugi kepada tertanggung atas kerugian yang dideritanya sesuai dengan polis yang diterbitkannya. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 3

3. Suatu peristiwa (accident) Suatu peristiwa belum tentu akan terjadi (evenement) 4. Kepentingan (interest) Syarat Sahnya Perjanjian Asuransi: 1. Diatur dalam Psl 1320 KUHPdt 2. Ditambah ketentuan Psl 251 KUHD tentang pemberitahuan (notification), yakni tertanggung wajib memberitahukan kepada penanggung mengenai keadaan obyek asuransi. Apabila lalai maka pertanggungan menjadi batal C. Tujuan, Fungsi Utama, Manfaat dan Keuntungan Asuransi Berikut adalah beberapa tujuan dari asuransi: 1. Ekonomi Mengurangi ketidakpastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan 2. Hukum Memindahkan risiko yang dihadapi suatu kegiatan kepada pihak lain 3. Tata Niaga Membagi risiko yang dihadapi kepada semua peserta program 4. Kemasyarakatan Menanggung kerugian secara bersama-sama antar peserta program asuransi Fungsi Utama Asuransi Menempatkan posisi keuangan tertanggung kembali kepada saat sebelum terjadi kerugian/loss. Manfaat Asuransi 1. Rasa aman dan perlindungan 2. Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil 3. Polis dapat dijadikan jaminan kredit 4. Sebagai tabungan dan sumber pendapatan 5. Alat penyebaran risiko 6. Membantu peningkatan kegiatan usaha Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 4

Keuntungan Membeli Jasa Asuransi 1. Mengurangi ketidakpastian risiko 2. Kepastian adanya proteksi asuransi 3. Mengurangi beban keuangan akibat timbulnya kerugian 4. Memperoleh masukan berupa informasi dan saran mengenai cara mengurangi/ meminimalisasi risiko 5. Menjamin ketenangan untuk berusaha/ bekerja. Keuntungan Bagi Perusahaan Asuransi Berasal dari: 1. Premi yang diterima 2. Penyertaan modal di perusahaan lain 3. Hasil bunga dari investasi surat berharga 4. Selisih premi asuransi dengan reasuransi D. Macam-macam Usaha Asuransi Usaha asuransi dapat dibagi menjadi beberapa macam dan berdasarkan berbagai macam segi, yaitu antara lain: 1. Dari segi sifatnya usaha asuransi dapat dibedakan ke dalam: a. Asuransi sosial atau asuransi wajib Dimana untuk ikut serta dalam asuransi tersebut terdapat unsur paksaan atau wajib bagi setiap warga negara. Jadi semua warga negara (berdasarkan kriteria tertentu) wajib menjadi anggota atau membeli asuransi tersebut. Asuransi ini biasanya diusahakan oleh Pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara. Contoh: ASTEK (Asuransi Tenaga Kerja), TASPEN (Tabungan Asuransi Pegawai Negeri), ASABRI (Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) b. Asuransi sukarela Dalam asuransi ini tidak ada paksaan bagi siapa pun untuk menjadi anggota/pembeli. Jadi setiap orang bebas untuk memilih menjadi anggota atau tidak dari jenis asuransi ini. Jenis asuransi ini biasanya diselenggarakan oleh pihak swasta, tetapi ada juga yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Contoh: PT. Jiwasraya (BUMN), PT. Jasa Indonesia (BUMN), AJB, Bumiputera. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 5

2. Dari segi jenis objeknya, asuransi dapat dibedakan ke dalam: a. Asuransi orang, yang meliputi antara lain asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi kesehatan, asuransi bea siswa, asuransi hari tua dll, dimana objek pertanggungannya manusia. b. Asuransi umum atau asuransi kerugian, yang meliputi antara lain asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan barang, asuransi kendaraan bermotor, asuransi penerbangan dll, dimana objek pertanggungannya adalah hak/harta atau milik kepentingan seseorang. E. Perbedaan Asuransi dengan Aktivitas-aktivitas Lain Untuk memahami bagaimana peranan asuransi dalam kehidupan sosial ekonomi maka perlu dipahami perbedaan antara asuransi dengan kegiatan-kegiatan lain, sebagai berikut: a. Perbedaan asuransi jiwa dengan tabungan Asuransi Jiwa Tabungan 1. Besarnya uang yang akan diterima dapat ditentukan sendiri oleh pemegang polis pada saat perjanjian dibuat. 1. Besarnya uang yang akan diterima tergantung pada kemauan penabung, kalau kemauannya makin besar, yang akan diterima makin tinggi. 2. Ada unsur keharusan (wajib) untuk 2. Tidak ada unsur keharusan dalam membayar premi secara teratur. menabung, sukarela, boleh menabung boleh tidak. 3. Berapa besarnya premi yang harus dibayar sudah ditetapkan berdasarkan perhitungan aktuaria, termasuk waktu pembayarannya. 3. Besarnya uang yang ditabung setiap kali menabung tidak tetap, tergantung kemauan penabung. 4. Terdapat fungsi proteksi finansial, yaitu jaminan terima uang yang pasti, sesuai 4. Tidak terdapat fungsi proteksi terhadap risiko. dengan perjanjian. 5. Pada saat tertanggung meninggal dunia, jumlah uang yang diterima sudah pasti, 5. Besarnya uang yang diterima tergantung pada jumlah tabungan ditambah bunga. meskipun baru membayar premi yang lebih kecil. 6. Bersifat kolektif, semua untuk satu 6. Bersifat individual dan bebas. kebebasan terbatas. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 6

b. Perbedaan asuransi dengan perjudian Asuransi 1. Bertujuan mengurangi risiko yang sudah ada. 2. Bersifat sosial terhadap masyarakat, dapat memberikan keuntungan-keuntungan tertentu kepada masyarakat. 3. Besarnya risiko dapat diketahui dan dapat diukur besarnya kemungkinan. 4. Kontraknya tertulis dan mengikat kedua belah pihak. Perjudian 1. Risiko semula belum ada dan baru muncul sesudah orang ikut berjudi. 2. Bersifat tidak sosial, bisa mengacaukan rumah tangga/masyarakat. 3. Besarnya risiko tidak dapat diketahui dan tidak dapat diukur kemungkinannya. 4. Kontrak tidak tertulis dan realisasinya tergantung itikad baik masing-masing pihak yang terlibat. c. Perbedaan asuransi dengan spekulasi Asuransi Spekulasi 1. Kontrak persetujuannya adalah 1. Kontrak persetujuannya adalah jual beli. pertanggungan. 2. Risiko yang ditangani adalah kerugian yang mungkin timbul. 2. Risiko yang ditangani adalah kemungkinan perubahan harga. 3. Transaksi asuransi bagaimanapun juga 3. Risiko tidak berkurang, hanya berpindah lebih menguntungkan (operasinya kepada orang lain yang sanggup berdasarkan hukum bilangan besar), menanggung risiko tersebut. sehingga dapat mengurangi risiko yang ada. Persamaan asuransi dengan spekulasi: 1. Tujuan kontrak sama-sama untuk memindahkan risiko 2. Keduanya tidak mengandung unsur perjudian, karena tidak menimbulkan risiko yang baru d. Perbedaan asuransi dengan bonding Bonding berasal dari kata bond yang artinya suatu akta resmi, dimana salah satu pihak (disebut surety atau penjamin) sepakat untuk memberi ganti rugi kepada pihak lain (disebut obligee atau orang yang mengutangkan) apabila pihak lain tersebut menderita kerugian oleh Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 7

kegagalan orang yang ditanggung (disebut principal atau obligor) dalam memenuhi kewajibannya. Asuransi Bonding 1. Meliputi dua pihak utama. 1. Meliputi tiga pihak utama 2. Pihak penjamin tidak mempunya hak menagih kembali kepada tertanggung. 2. Pihak penjamin/surety mempunyai hak menagih kepada principal terhadap apa yang telah dibayarkan kepada obligee. 3. Tujuan utamanya meyebarkan kerugian 3. Fungsi utamanya peminjaman/ kredit dari diantara sesame kelompok tertanggung. surety kepada principal untuk mendapatkan bunga. 4. Sifat risikonya menutup kerugian 4. Sifat risikonya menjamin kejujuran dan seseorang, tanpa harus mengenal secara pribadi tertanggung. kemampuan seseorang, jadi surety harus mengenal principal secara pribadi. 5. Kontrak dapat dibatalkan oleh penanggung 5. Surety tidak dapat membatalkan bila tertanggung tidak memenuhi kontraknya, meskipun principal tidak kewajibannya sesuai dengan perjanjian. dapat memenuhi kewajibannya kepada surety, surety tetap bertanggung jawab penuh atas kewajibannya terhadap obligee. e. Perbedaan asuransi jiwa dengan anuitas anuitas adalah suatu kegiatan yang tujuannya membentuk dana (funds), agar dapat digunakan di hari tua, pada saat orang sudah tidak mampu lagi mencari penghasilan. Asuransi Jiwa Anuitas 1. Tujuan memperkecil risiko, yaitu risiko keuangan yang mungkin timbul. 1. Tujuannya untuk membentuk dana yang dapat digunakan di hari tua nanti. 2. Memberi jaminan bila seseorang 2. Memberi jaminan bila seseorang belum meninggal dunia sebelum saat tidak mampu mencari penghasilan (pensiun). meninggal dunia pada saat sudah tidak mampu mencari penghasilan. 3. Makin lama tertanggung hdup, makin 3. Makin lama orang yang brsangkutan menguntungkan perusahaan asuransi hidup, makin merugikan pihak (dapat menunda pembayaran kembali premi). penyelenggara anuitas, sebab makin besar pembayaran kepada yang bersangkutan. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 8

F. Prinsip Asuransi 1. Insurable interest (kepentingan terhadap objek) Hak subyektif yang mungkin akan lenyap atau berkurang karena peristiwa tidak tentu. Insurable interest terdiri dari: Jiwa, harta benda, hak dan kepentingan Sesuatu yang dapat dipertanggungkan Memiliki hubungan hukum dengan objek Syarat Insurable interest: a. Loss and Unexpected Kerugian harus dapat diukur/dipastikan waktu dan tempatnya serta sulit diperkirakan kejadiannya b. Reasonable Nilai benda yang dipertanggungkan cukup material c. Catastrophic Risiko harus tidak menimbulkan kerugian yang sangat besar d. Homogeneous Barang yang diasuransikan bukan yang unik melainkan banyak barang serupa atau sejenis 2. Ulmost Good Faith (itikad baik) 3. Indemnity (kembali pada posisi semula/keseimbangan) Pelaksanaan prinsip Indemnity: a. Pembayaran tunai atas suatu klaim dengan penyerahan langsung kepada tertanggung atau kepada pihak ketiga dalam hal tanggung gugat b. Penggantian (replacement) atas barang tertanggung dalam bentuk barang yang sama c. Perbaikan (repair) barang milik tertanggung menjadi bentuk/kondisi semula (kerusakan kendaraan) d. Pembangunan kembali (reinstatement), biasanya pada property insurance Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 9

4. Proximate Cause (sebab akibat yang berantai) Contoh prinsip Proximate Cause: a. Badai menerpa dan menghantam tembok dinding pagar b. Tembok roboh menyebabkan instalasi listrik rusak c. Rusak instalasi listrik menimbulkan korsleting dan percikan api d. Percikan api menimbulkan kebakaran e. Pemadam kebakaran menyemprotkan air f. Air yang disemprotkan menimbulkan kerusakan barang lain yang tidak terbakar 5. Prinsip Follow the Fortunes, berlaku bagi reasuransi 6. Subrogation Menuntut pihak lain yang mengakibatkan kerugian 7. Contribution Pihak penangggung mengajak penangggung lain untuk ikut menanggung G. Istilah-istilah Dalam Asuransi 1. Peril Peristiwa atau kejadian yang menimbulkan kerugian co : kebakaran 2. Hazard Keadaan dan kondisi yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril. Ada beberapa tipe hazard: a. Physical Hazard, keadaan dan kondisi yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril, yang bersumber dari karakteristik secara fisik dari objek, baik yangbisa diketahui atau tidak. Contoh : jalan licin. b. Moral Hazard, Keadaan dan kondisi seseorang yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril, yang bersumber pada sikap mental, pandangan hidup, kebiasaan dari orang yang bersangkutan. c. Morale Hazard, Keadaan dan kondisi seseorang yang memperbesar kemungkinan terjadinya peril, yang bersumber pada perasaan hati orang yang bersangkutan, yang umumnya karena pengaruh dari suatu keadaan tertentu. d. Legal hazard, Perbuatan yang mengabaikan peraturan yang berlaku. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 10

e. Exposure, keadaan atau objek yang mengandung kemungkinan terjadinya peril, sehingga merupakan keadaan yang menjadi obyek dan upaya penanggulangan resiko, khususnya dibidang pertanggungan f. Kemungkinan /Probabilitas, Keadaan yang mengacu pada waktu mendatang tentang kemungkinan terjadinya peristiwa g. Hukum bilangan Besar (The law of the large numbers), Makin besar jumlah exposure yang diramalkan akan semakin cermat hasil peramalan yang diperoleh) SPPA (Surat Permintaan Penutupan Asuransi) SPPA adalah formulir isian yang harus di isi oleh calon tertanggung dalam rangka penutupan Asuransi yang akan di gunakan oleh penanggung untuk mengevaluasi tingkat resiko dari obyek pertanggungan tersebut. Adapun data yang diisi dalam SPPA adalah seputar obyek pertanggungan, kondisi sekitar obyek pertanggungan, data tertanggung, perincian obyek tertanggung, tingkat bahaya, dan lain-lain. Sistem Informasi Asuransi & Keuangan - RDK 11