BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
Pengertian Mawaris. Al-miirats, dalam bahasa Arab adalah bentuk mashdar (infinitif) dari kata waritsa-yaritsuirtsan-miiraatsan.

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

Standar Kompetensi : 7. Memahami hukum Islam tentang Waris Kompetensi Dasar: 7.1 Menjelaskan ketentuan-ketentuan hukum waris 7.2 Menjelaskan contoh

BAHASA PEMROGRAMAN 2 PENGENALAN GAMBAS

BAB I PENDAHULUAN. Segi kehidupan manusia yang telah diatur Allah dapat dikelompokkan

pusaka), namun keduanya tidak jumpa orang yang mampu menyelesaikan perselisihan mereka. Keutamaan Hak harta Simati

3.1 Gambaran Umum Perancangan Aplikasi Pembuatan Folwchart a) Master Database b) Rekam Medis

SERIAL KAJIAN ULIL ALBAAB No. 22 By : Tri Hidayanda

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG HARTA WARISAN

Waris Tanpa Anak. WARISAN ORANG YANG TIDAK MEMPUNYAI ANAK Penanya: Abdul Salam, Grabag, Purworejo. (disidangkan pada hari Jum'at, 10 Februari 2006)

BAB III LANDASAN TEORI

Sistem Informasi Pengolahan Data Pembagian Harta Warisan Menurut Hukum Islam Pada Pengadilan Agama Kota Palopo

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. penelitian terutama dari penelitian-penelitian sebelumnya.

AZAS-AZAS HUKUM WARIS DALAM ISLAM

BAB 2 LANDASAN TEORI. adalah perintah yang dimengerti oleh komputer untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

II. TINJAUAN PUSTAKA. Salah satu bentuk pengalihan hak selain pewarisan adalah wasiat. Wasiat

IMA>MIYAH TENTANG HUKUM MENERIMA HARTA WARISAN DARI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II. Tinjauan Teori Mengenai Hukum Waris Islam. A. Tinjauan Umum Tentang hukum Waris Islam

PEMBAGIAN WARISAN. Pertanyaan:

2.5 Sekilas tentang Visual Basic Keistimewaan Visual Baic 6.0

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa Latin Computare yang berarti

BAB I PENDAHULUAN. Hukum Islam telah menerangkan dan mengatur hal-hal ketentuan yang

BAB IV. PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PUTUSAN NOMOR 732/Pdt.G/2008/PA.Mks DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. hartanya kepada para ahli warisnya. Hal ini tidak bisa dipungkiri atau diingkari oleh

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

1. MENGENAL VISUAL BASIC

DASAR MENGGUNAKAN VISUAL BASIC 6.0

BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN. A. Sejarah Penyusunan Buku II Tentang Kewarisan Dalam Kompilasi

BAB IV ANALISIS TERHADAP PRAKTEK PEMBAGIAN WARISAN KEPADA AHLI WARIS PENGGANTI

Pemrograman dengan C++ Builder 2004 Taryana S Pendahuluan C++ Builder adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk pengembangan dengan

BAB II LANDASAN TEORI

Bab I Pengenalan Visual BASIC

TINJAUAN YURIDIS ANAK DILUAR NIKAH DALAM MENDAPATKAN WARISAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG KEWARISAN MAZHAB SYAFI I. kewarisan perdata barat atau BW dan kewarisan adat. mengikat untuk semua yang beragama Islam.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Pembahasan perwalian nikah dalam pandangan Abu Hanifah dan Asy-

Visual Basic (VB) Tatik yuniati. Abstrak.

PERANCANGAN APLIKASI MOBILE AL-FARAIDH (PENGHITUNGAN HAK WARIS) BERBASIS SISTEM ANDROID

BAB I PENDAHULUAN. Berbicara tentang warisan menyalurkan pikiran dan perhatian orang ke arah suatu

BAB IV ANALISIS PENDAPAT IMAM AL-SYAFI I TENTANG KEWARISAN KAKEK BERSAMA SAUDARA. A. Analisis Pendapat Imam al-syafi i Tentang Kewarisan Kakek Bersama

BAB IV ANALISIS. A. Ahli Waris Pengganti menurut Imam Syafi i dan Hazairin. pengganti menurut Hazairin dan ahli waris menurut Imam Syafi i, yaitu:

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

MENGENAL PERKAWINAN ISLAM DI INDONESIA Oleh: Marzuki

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Amir Syarifudin, Hukum Kewarisan Islam, Fajar Interpratama Offset, Jakarta, 2004, hlm.1. 2

BAB III PEMBAGIAN WARISAN DAN WASIAT DALAM PERSPEKTIF CLD KHI

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN. informasi yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu seorang pakar, dan

BAB IV PEMERATAAN HARTA WARISAN DI DESA BALONGWONO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAB 2 LANDASAN TEORI

HUKUM WARIS ISLAM DAN PERMASALAHANNYA

BAB I PENDAHULUAN. menimbulkan kewajiban orang lain untuk mengurus jenazahnya dan dengan

MAKALAH PESERTA. Hukum Waris dalam Konsep Fiqh. Oleh: Zaenab, Lc, M.E.I

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG HAK WARIS BAITUL MAL DALAM HUKUM ISLAM

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PENARIKAN KEMBALI HIBAH OLEH AHLI WARIS DI DESA SUMOKEMBANGSRI KECAMATAN BALONGBENDO KABUPATEN SIDOARJO

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG WARIS DAN AHLI WARIS

MEMBANGUN KELUARGA YANG ISLAMI BAB 9

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I Pengenalan Visual Basic pada Pemrograman Akuntansi 1

BAB IV ANALISIS TERHADAP ANAK TEMUAN (AL-LAQITH) MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. ( dalam hal ini adalah Hukum Perdata ), sering ditemukan beberapa praduga

Aplikasi Perhitungan Mawaris Untuk Kasus Standar Dan Kasus Al-Gharawain Berbasis Desktop Menggunakan C++ Qt

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Istilah komputer (computer) berasal dari bahasa latin computere yang berarti

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FIQH MAWARITS DI MADRASAH ALIYAH

Pembagian Warisan 2 PEMBAGIAN WARISAN (2)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PEMBAHASAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

APLIKASI PEMBAGIAN HARTA WARIS BERDASARKAN HUKUM ISLAM BERBASIS WEB

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II HUKUM KEWARISAN DALAM ISLAM

Endi Dwi Kristianto

PENGHALANG HAK WARIS (AL-HUJUB)

Membangun Keluarga yang Islam

BAB 2 LANDASAN TEORI. Perangkat lunak adalah perintah ( program komputer ) yang bila dieksekusi

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG WARIS. Kata waris berasal dari kata bahasa Arab mirats. Bentuk jamaknya adalah

AZAS-AZAS HUKUM WARIS DALAM ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. setiap manusia akan mengalami peristiwa hukum yang dinamakan kematian.

MEMBUAT LAPORAN (DATA REPORT)

BAB 2 LANDASAN TEORI. Jogiyanto (2008, hal : 34) Suatu sistem dapat didefenisikan sebagai kumpulan

PENGENALAN VISUAL BASIC 6.0

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG WARISAN

BAB I PENDAHULUAN. pusaka peninggalan mayit kepada ahli warisnya. 1

BAB IV DASAR PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG TERHADAP PUTUSAN WARIS BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAB 2 DASAR TEORI. Aplikasi berasal dari kata application yang artinya penerapan ; lamaran ;

BAB II LANDASAN TEORI TENTANG HUKUM KEWARISAN ISLAM. Kata waris berasal dari bahasa Arab Al-mīrath, dalam bahasa arab

Spirit Keadilan Dalam Warisan :Dirasah Hadis Edisi 37

BAB III LANDASAN TEORI. compansation), dan kompensasi secara tidak langsung (indirect compensation).

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI Untuk memasuki pembasahan lebih lanjut, agar diperoleh suatu gambaran, maka dalam bab ini akan diuraikan beberapa pengertian dan istilah istilah yang berkaitan dengan masalah warisan dan bahasa pemrograman Gambas. 2.1 Pengenalan Gambas Gambas merupakan salah satu bahasa pemrograman yang berorientasi pada grafis dan visual. Bahasa pemrograman yang bersifat object oriented dan berjalan dilingkungan linux ini dapat juga untuk membuat program text oriented ( berjalan di konsol ). Model bahasa yang dimiliki Gambas, mirip dengan bahasa pemrograman Visual Basic karena pada dasarnya Gambas memang dibuat sebagai interpreter bahasa basic. Walaupun mirip dengan Visual Basic dan file file bagian program memiliki kesamaan, Gambas tidak bisa membaca program yang dibuat dengan Visual Basic. Menurut pembuatnya, hal tersebut takkan pernah dilakukan. Arti Gambas itu sendiri adalah Gambas Almost Means Basic. Secara prinsip, Gambas sangat berbeda dengan Visual Basic. Walaupun memiliki kemiripin namun Gambas diturunkan ataupun merupakan cloning dari Visual Basic. Sedangkan perbedaan antara keduanya, dapat dirinci sebagai berikut : Visual Basic a. Berjalan pada system operasi Windows b. Merupakan program dengan lisensi proprietary atau komersil. Artinya untuk dapat menggunakan produk ini, programmer harus membeli atau membayar lisensi secara resmi. Bila programmer menggunakan produk bajakan, maka programmer bisa terkena sanksi hukum yang berlaku. c. Merupakan program yang bersifat tertutup, artinya program ini tidak dilengkapi kode sumbernya. 4

5 Gambas a. Berjalan pada sistem operasi linux b Merupakan program yang bersifat open source, pengguna diperbolehkan untuk memodifikasi hal hal yang diperlukan. c. Untuk mendapatkan program ini, pengguna tidak harus membeli. d. Programmer boleh menjual program karyanya yang dibuat dengan Gambas tanpa harus membayar lisensi ke pembuat Gambas, dan itu legal. Berdasarkan kemampuan yang dimiliki oleh keduanya, maka perbedaan antara visual basic dengan gambas adalah : Visual Basic a. Programmer dapat mengedit kode program ketika project sedang di run, tanpa harus mengakhiri project terlebih dahulu. b. Label dapat dibuat transparasi pada form. c. Tanda + dapat digunakan untuk menggabungkan 2 buah string. d. VB dapat menggunakan tanda titik dua (:) sebagai akhir baris perintah. e. VB menerima karakter garis bawah. Gambas a. Untuk dapat mengedit kode, harus keluar dahulu dari mode run. c. Label pada Gambas tidak dapat dibuat transparan. d. Tanda + pada Gambas dipakai untuk operasi penjumlahan. e. Untuk menuliskan perintan baru, harus menuliskan di baris baru. f. Untuk membuat jendela ke bentuk gambar yang mempunyai area transparan, tidak memerlukan API. g. Dapat membentuk control dan menu yang bersifat dinamis.

6 Versi Gambas yang keluar saat penulisan ini ditulis adalah Gambas versi 1.9.10 dan merupakan versi yang stabil. Gambas seperti ini memiliki kelebihan kelebihan sebagai berikut : a.. Memiliki tampilan interface GUI yang familiar dan simple. b. Lingkungan Gambas dibuat dengan Gambas itu sendiri. c. Gambas dapat dijadikan dubagger yang baik. d. Komponen program Gambas diletakan dalam satu direktori, sehingga bila ingin menghapus Gambas dari system, bisa dilakukan hanya dengan menghapus direktori tempat gambas berada. e. Gambas sangat mudah untuk dapat diterjemahkan ke bahasa apapun. f. Gambas mampu mendukung database SQL, seperti PostgreSQL dan MySQL. Komponen yang diperlukan Gambas, yang harus ada dalam system linux : a.. Paket X11 Development b. Paket Qt3 Development c. Paket KDE Development d. Paket Database development untuk PoetgreSQL, MySQL, SQLite atau ODBC. e. Paket Libcurl versi 7.10.7 ke atas, bila ingin bisa membangun komponen jaringan. f. Paket SDL an SDL_mixer development, bila ingin membangun komponen SDL. g. Paket GTK+ development, bila ingin membangun komponen GTK+. 2.2 Komponen Gambas Pemrograman Gambas mempunyai komponen dan fungsi yang hampir serupa dengan Visual Basic yaitu : a. Startup Dialog, yaitu suatu tampilan pesan pada saat akan memulai bekerja pada gambas, dimana dalam pesan tersebut terdapat beberapa menu utama yaitu :

7 1. New Project, digunakan untuk memulai membuat suatu project baru Gambas. 2. Open Projek, digunakan untuk membuka objek yang telah dibuat sebelumnya. 3. Recent Projek, berisi objek objek lama yang oernah dibuka. 4. Example, berisi daftar projek projek contoh yang dibuat dengan Gambas. 5. Quit, digunakan untuk menutup atau keluar dari Gambas secara langsung. Berikut ini adalah gambar dari Startup Dialog : Gambar 1. Startup Dialog Gambas b. Menu bar, merupakan area kerja utama pembuatan aplikasi. Pada jendela ini terdapat menu File untuk membuat projek baru, membuka dan menyimpan projek. Menu Project adalah area kerja untuk melakukan kompilasi, package program dan penambahan komponen. Untuk melakukan fasilitas jendela lainnya dapat dilakukan melalui menu View, menu Help membantu kita untuk mempelajari lebih jauh tentang penggunaan Gambas.

8 Gambar 2. Menu bar Gambas c. Jendela Toolbox, adalah tempat untuk memilih objek yang akan digunakan dalam aplikasi, seperti label, text, table, combo, radio button, dll. Gambas secara default akan menyertakan paket komponen yang terdiri dari kelompok Special Form, Container dan Network. Gambar 3. Toolbox Gambas d. Properti, merupakan jendela untuk menyeting nilai suatu objek, jendela property dimiliki oleh kontrol kontrol yang terdapat dalam toolbox yang dimasukan

9 kedalam form, missal ukuran, warna, posisi, nama objek dll. Tiap objek dalam toolbox memiliki property yang belum tentu sama dengan objek lain, hal ini dikarenakan tiap objek memiliki fungsi yang berbeda dengan objek lainnya.. Gambar 4. Propertis Gambas e. Form deigner, adalah sebuah tempat untuk mendesain tampilan atau interface dari aplikasi yang sedang dibangun. Pada form desain ini, dapat ditambahkan kontrol kontrol yang terdapat dalam toolbox, grafis maupun teks yang bentuk dan ukurannya dapat diubah sesuai dengan keinginan dan gaya pemrogram menampilkan data hasil operasi,dengan kontrol yang mendukung untuk itu.. Gambar 5. Form designer

10 2.3 Diagram Alur ( Flowchart ) Yang banyak di pakai untuk membuat algoritma program adalah Diagram Alur ( Flowchart ). Diagram Alur dapat menunujukan secara jelas setiap langkah program atau procedure. Dalam urutan yang tepat, flowchart digunakan untuk memecahkan masalah ke dalam segment segment yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternative alternative dalam pengoperasian. Symbol symbol yang digunakan pada flowchart diantaranya adalah : Gambar 6 Simbol input dan output Gambar 7 ( Simbol arus flow ) Simbol penghubung antar Procedure atau proses Gambar 8.Simbol konektor untuk keluar atau masuk procedure atau proses pada halaman yang sama Gambar 9. Simbol konektor pindah halaman ( halaman yang berbeda ) symbol sub program adalah symbol untuk memanggil sub program Gambar 10 Gambar 11 Simbol proses / symbol yang menunjukan pengolahan yang dilakukan oleh computer.

11 symbol dokumen atau kertas Gambar 12 Gambar 13 symbol decision atau symbol untuk kondisi yang memungkinkan untuk menghasilkan beberapa jawaban atau aksi. Gambar 14 Terminal awal atau akhir. 2.4 Pengertian Ilmu Waris dan Warisan Adanya warisan disebabkan oleh peristiwa matinya seseorang yang meninggalkan harta harta benda kepunyaannya dan ahli warisnya yang masih hidup. Pengertian warisan menurut Wirjono Projo Dikoro : warisan adalah soal apakah dan bagaimanakah perbagai hak hak dan kewajiban tentang kekayaan seseorang pada waktu ia meninggal dunia akan beralih kepada orang lain yang masih hidup.(pembagian Waris Meunurut Islam Hal : 33 ) Ilmu waris adalah ilmu yang membahas tentang cara pembagian warisan yang telah ditentukan dalam al - Qur an dan Al Hadist. Ilmu waris disebut juga ilmu faraidh yaitu ilmu yang membahas bagian bagian tertentu dalam membagi harta pusaka. Untuk dapat menerima warisan harus memenuhi beberapa rukun. Rukun waris ada 3 : a. Muwarrits / Pewaris, yakni orang yang meninggal dunia baik mati haqiqi maupun mati hukmi ( kematian yang dinyatakan oleh keputusan hakim ), dan ahli warisnya berhak untuk mewarisi harta peninggalannya.

12 b. Warits / Ahli waris, yakni mereka yang berhak menerima harta peninggalan pewaris dikarenakan adanya ikatan kekeluargaan, perkawinan, dan perwalian dengan si pewaris. c. Mauruts / Harta warisan, segala jenis benda atau kepemilikian yang ditinggalkan pewaris baik berupa uang, tanah dan sebagainya setelah diambil untuk biaya perawatan, melunasi hutang, dan melaksanakan wasiat. 2.5 Hukum Waris Ayat al Qur an yang menerangkan waris adalah : Firman Allah SWT dalam surat Annisa Allah mensyariatan bagimu tentang ( pembagian pusaka untuk ) anak anakmu. Yaitu, bagian seorang anak laki laki sama dengan dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari s\dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dab untuk dua orang ibu bapak, bagi masing masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal mempunyai anak; jika yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. ( pembagian pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhiwasiat yang ia buat atau ( dan ) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang ) orang tuamu dan anak anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih dekat ( banyak ) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( An-Nisa : 11) Ayat Al Qur an yang menerangkan tentang pembagian Waris adalah : Surat An-Nisa ayat : 7, 8, 12, 33, 176 Surat Al Anfal ayat : 72, 75 Surat Al Ahzab ayat : 33

13 Hadist hadist mawaris : Diriwaatkan oleh Usamah ibn Zaid ra, bahwa belia berkata : Sesugguhnya Nabi Muhammad SAW telah bersabda : Orang mukmin tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang muslim. ( HR. Al Bukhori dan Muslim). Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa beliau berkata : Rosululloh SAW bersabda : berikan harta pusaka kepada pemiliknya ( orang yang menerima fardlu). Sisa dari hartanya diberikan kepada orang lelaki yang paling dekat kepada orang yang meninggal. ( HR. Al Bukhori dan Muslim). Masih banyak Hadist Hadist yang lainnya. 2.6 Sebelum Harta Waris Dibagikan Sebelum dilaksanakan pembagian warisan terlebih dahulu harus di selesaiakn beberapa hak yang ada sangkut pautnya dengan harta peninggalan itu. a. semua keperluan dan pebiayaan pemakaman pw\ewaris hendaknya menggunakan harta miliknya, dengan catatan tidak boleh berlebihan. Keperluan keperluan pemakaman tersebut menyangkut segala sesuatu yang dibutuhkan mayit, sejak wafatnya hingga pemakamannya. Diantaranya biayay memandikan, pembelian kain kafan, biaya pemakaman, dan sebagainya hingga mayit sampai tempat peristirahatannya terakhir. b. Hutang piutang pewaris yang masih ditanggung pewaris ditunaikan terlebih dahulu. Artinya, seluruh harta peninggalan pewaris ridak dibenarkan dibagikan kepada ahli warisnya sebelum hutang piutangnya ditunaikan terlebih dahulu. c. wajib menunaikan seluruh wasiat pewaris selama tidak melebihi jumlah sepertiga dari seluruh harta peninggalannya. 2.7 Syarat Syarat Harta Waris Dibagikan 1. Matinya Muwarrist / pewaris, sebagai akibat kematian muwarrist adalah bahwa harta warisannya akan beralih dengan sendirinya kepada ahli warisnya. Untuk

14 menentukan kematian yang dimaksud disini, maka para ulama membaginya menjadi 3 macam yaitu : a. Mati Haqiqi ( sejati ), kematian yang dapat disaksikan oleh panca indra dan dapat dibuktikan dengan alat pembuktian, tanpa membutuhkan keputusan hakim. b. Mati Hukmy ( menurut keputusan hakim ), kematian muwarrist atas dasar keputusan hakim, baik pada hakikatnya seseorang benar benar masih hidup, maupun dalam dua kemungkinan antara hidup dan mati. Misalnya vonis mati terhadap orang murtad yang melarikan diri dan bergabung kepada musuh. Vonis mengharuskan demikian, karena menurut syariat islam, selama 3 hari ia tidak bertaubat, harus dibunuh. Begitu juga vonis mati terhadap orang yang hilang tanpa diketahui dimana keberadaannya setalah ditunggu beberapa tahun lamanya, maka harta benda kedua orang tersebut dapat diwarisi oleh ahlinya warisnya. c. Mati Taqdiri ( menurut dugaan ), kematian yang berdasarkan dugaan keras. Misalnya seorang ibu hamil dipkul perutnya atau dipaksa minum racun, maka kematian bayi terseut diduga keras akibat pemukulan atau terkena racun. 2. Hidupnya Waris di saat kematian Muwarits, Ahli waris yang akan menerima harta warisan disyaratkan ia benar benar hidup pada saat muwaritsnya meninggal dunia, baik mati haqiqi, hukmi maupun taqdiri. Masalah orang yang hilang yang sampai kematian muwarits belum mendapatkan vonis yang tetap dari hakim tentang kematiannya, makapenerimaan warisannya ditahan dahulu sampai batas yang telah ditentukan. 3. Diketahui Pertalian antara Pewaris dengan Muwarits, Diketahuinya hubungan abdara pewaris dengan muwarits akan memudahkan dalam memberi (menetukan) muwarits, seperti tidak terhalang oleh pewari lainnya.

15 2.8 Sebab Sebab Menjadi Ahli Waris 1. Pernikahan yaitu terjadinya akad nikah yang legal ( syar i ) antara seorang laki laki dan perempuan, sekalipun belum atau tidak terjadi hubungan intim antara keduanya, apabila diantara keduanya ada yang meninggal dunia pada waktu perkawinannya masih utuh atau dianggap utuh ( talak raj i yang masih dalam masa iddah ), maka perkawinan ini menyebabkan adanya saling mewarisi antara suami dan istri. 2. Kekerabatan/ Nasab, ialah hubungan nasab antara orang yang mewariskan dengan orang yang mewarisi yang isebabkan oleh kelahiran. Sebab sebab kekerabatan yang akan mendapatkan harta warisan dikelompkan dalam tiga kategori, yaitu a. Pertalian Ushul, yaitu pertalian kekerabatan lurus ke atas dari si mati seperti Ibu, nenek, Ayah, kakek, dan seterusnya. b. Pertalian Furu, yaitu pertalian lurus kebawah, yaitu anak turun si mati seperti anak, cucu, cicit dan seterusnya. c. Pertalian Hawasy, yaitu pertalian menyampng dari si mati seperti saudara, paman, keponakan dan seterusnya. 3. Wala, yaitu kekerabatan menurut hukum yang timbul karena membebaskan budak yang dilakukan oleh seseorang. Apabila seseorang pemilik budak telah membebaskan budaknya, berarti ia telah merubah status hokum orang yang semula tidak cakap bertindak menjadi cakap bertindak, termasuk memiliki dan mengelola harta bendanya sendiri. 2.9. Penghalang Seseorang Tidak Dapat Harta Waris Orang yang termasuk golongan ahli waris dari serang yang meninggal dunia tidak semuaya mendapat pusaka. Hijab secara syariat artinya menghalangi orang orang tertentu dari yang menerima pusaka semuanya atau bagiannya karena ada seseorang yang lain. Sebab yang menghalangi menurut hokum waris islam ada tiga yaitu :

16 a. Budak, seseorang yang berstatus sebagai budak tidak mempunyai hak untuk mewarisi sekalipun dari saudaranya. Sebab segala sesuatu yang dimiliki budak, secara langsung menjadi milik tuannya.baik budak itu sebagai Qinnun (budak murni), Mudabbar ( budak yang telah dinyatakan merdeka jika tuannya meninggal ), atau Mukatab ( budak yang telah menjalankan perjanjian pembebaskan dengan tuannya, dengan persyaratan yang disepakati kedua belah pihak ). b. Pembunuhan, apabila seorang ahli waris membunuh pewaris ( misalnya seorang anak membunuh ayahnya ), maka ia tidak berhak mendapatkan warisan. Hal ini berdasarkan sabda Rosul ulloh SAW : Tidaklah seorang pembunuh berhak mewarisi harta orang yang dibunuhnya. c. Perbedaan Agama, seorang muslim tidak dapat mewarisi ataupun diwarisi oleh orang non muslim, apapun agamanya. Hal ini telah ditegaskan oleh Rosululloh SAW dalam sabdanya : Tidaklah orang muslim mewarisi orang kafir, tidak pula orang kafir mewarisi muslim. ( HR. Bukhori dan Muslim) 2.10 Perincian Ahli Waris Perincian ahli waris di dasarkan pada Qs Annisa 7, 11, 12 serta hadist hadist Rosululloh, ahli waris terdiri laki laki dan perempuan. a. Ahli waris kelompok laki laki terdiri dari : 1. Anak laki laki. 2. Anak laki laki dari anak laki laki ( cucu laki laki ). 3. Ayah. 4. Ayah dari Ayah ( kakek). 5. Saudara laki laki seayah seibu.. 6. Saudara laki laki seayah. 7. Saudara laki laki seibu. 8. Anak Laki laki dari saudara laki laki seayah seibu ( keponakan ). 9. Anak Laki laki dari saudara laki laki seayah.

17 10. Saudara laki laki Ayah yang seayah seibu ( paman ). 11. Saudara laki laki ayah yang seayah ( paman ). 12. Anak laki laki paman yang seayah seibu dengan ayah ( saudara sepupu ). 13. Anak laki laki paman yang seayah dengan ayah ( saudara sepupu ). 14. Suami dari yang meninggal dunia. 15. Laki laki yang memerdekan orang yang meninggal. Jika kek 15 ahli waris ini ada maka yang memperoleh bagian hanya tiga ahli waris saja yaitu : Anak laki laki, Ayah dan Suami. b. Ahli waris kelompok perempuan terdiri dari 1. Anak perempuan 2. Anak perempuan dari anak laki laki ( cucu perempuan ) 3. Ibu 4. Ivu dari ayah 5. Ibu dari ibu 6. Saudara perempuan seayah seibu 7. Saudara perempuan seayah 8. Saudara perempuan seibu 9. Istri yang meninggal Perempuan yang memerdekakan yang meninggal Jika kesepuluh waris rersebut ada maka yang akan memperoleh bagian hanya lima ahli waris saja yaitu : 1. Istri 2. Anak Perempuan 3. Cucu Perempuan ( anak perempuan dari anak laki laki ) 4. Ibu 5. Saudara perempuan seayah seibu Dengan demikian jumlah daru keseluruh ahli waris adalah sebanyak 25 orang, dan seandainya ke 25 orang ahli waris itu masih hidup maka akan memperoleh bagian hanya lima saja yaitu :

18 1. Suami 2. Ayah 3. Ibu 4. Anak laki laki 5. Anak perempuan 2.11. Hikmah Warisan Setiap pengalaman hukum islam senantiasa mengandung hikmah atau manfaat, untuk individu ataupun masyarakat. Demikian juga pelaksanaan hukum waris banyak mengandung hikmah dan manfaat bagi individu yang menerimanya meupun umat islam yang menerimanya. Diantara hikmah tersebut adalah : 1. Persamaan hak Yaitu laki laki dan perempuan sama sama mendapat warisan. 2. Mempererat persaudaraan Dengan meratanya pembagian harta warisan kepada ahli waris sesuai dengan hukum sayara maka ahli waris satu sama lain semakin merasakan ikatan saudara senasab. 3. Menjauhkan diri dari sifat serakah Dengan adanya system pembaguan harta warisan yang adil berdasarkan islam, maka masing masing ahli waris harus patuh pada ketentuan tersebut. Pada sistem ini masing masing ahli waris tidak mungkin mementingkan diri sendiri. 4. Menjunjung tinggai perintah Allah dan rosulnya. 5. Mewujudkan keadilan berdasarkan syariat islam.