Kewajiban Menunaikan Amanah

dokumen-dokumen yang mirip
Takwa dan Keutamaannya

Persiapan Menuju Hari Akhir

Menerima dan Mengamalkan Kebenaran

Syariat Adalah Amanah

*** Tunaikanlah Amanah

Perayaan Tahun Baru Islam

Ikutilah Sunnah dan Jauhilah Bid'ah

Nilai Harta Seorang Muslim

Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Khutbah Jumat: Peringatan dari Bahaya Godaan Harta

Kewajiban Pemerintah dan Rakyat

Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal

Bahaya Zina dan Sebab Pengantarnya

Pendidikan Anak Dimulai dari Rumah

Islam, Satu-satunya Agama yang Benar

Keistimewaan Hari Jumat

Hak-hak Persaudaraan (Ukhuwah) Sesama Muslim

3 Wasiat Agung Rasulullah

*** Syarat Amal Diterima

Berhati-Hati Dalam Menjawab Permasalahan Agama

*** Bahaya Vonis Kafir

Tiga Ibadah Penting Dalam Bulan Ramadhan

Mengenal Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah

Kewajiban Haji dan Beberapa Peringatan Penting dalam Pelaksanaannya

Menahan Amarah. Menahan Marah. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ????????????????????????????????????????????

Tanda-Tanda Cinta Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam

Al-Wadud Yang Maha Mencintai Hamba-Hamba-Nya Yang Shaleh

Cahaya di Wajah Orang-Orang Yang Memahami Ilmu Agama

Khutbah Jumat: Hakikat Takwa Kepada Allah

Shalat Berjamaah Tidak di Rumah

Umrah dan Haji Sebagai Penebus Dosa

Menjauhi Sifat Munafik

Motivasi Untuk Bertaubat

????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? *** Fitnah Akhir Zaman

Memperhatikan dan Menasihati Pemuda Untuk Shalat

Jika Beragama Mengikuti Kebanyakan Orang

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin

Motivasi Agar Istiqomah

Kewajiban Seorang Muslim Terhadap Alquran

Merasakan Manisnya Keimanan

Sikap Seorang Muslim Terhadap Ahli Maksiat

Sifat Allah Al-Hayiyyu, Yang Maha Pemalu

Dusta, Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Khutbah Jumat Manfaatkan Nikmat Kehidupan

Luasnya Rahmat (kasih sayang) Allah Subhanahu wa Ta ala

Bukti Cinta Kepada Nabi

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya

Keutamaan Bulan Ramadhan

Surat Untuk Kaum Muslimin

Khutbah Jumat: Istiqamah yang Benar

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan

Kultum Ramadhan: Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga

Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua

Renungan Pergantian Tahun

Peringatan Agar Tidak Tertipu dengan Kenikmatan Dunia

Bersegera Menuju Masjid di Hari Jumat dan Meninggalkan Aktivitas Duniawi

Perbandingan Antara Dunia dan Akhirat

Pengobatan dan Pemurnian Akidah

Muhasabah dan Muraqabah, Jalan Menuju Takwa

Hadits-Hadits Yang Menjelaskan Tentang Kenikmatan Iman

Adillah dalam Memperlakukan Anak

Seribu Satu Sebab Kematian Manusia

Nasehat Bagi Orang Yang Melalaikan Shalat

Bersama Orang Tua Menuju Surga

Mendidik Anak di Zaman Yang Sulit

Mengimani Kehendak Allah

Istiqomah. Khutbah Pertama:

Macam-Macam Dosa dan Maksiat

Khotbah yang Menggelisahkan

Memacu Diri Agar Istiqomah Beribadah

Meraih Kebahagiaan Hakiki dengan Syukur, Sabar, dan Istighfar

Hukum Seputar Zakat Fitrah

Ujian Dunia dan Ujian Akhirat

Memohon Agar Tidak Sesat dan Menyesatkan

Tauhid Yang Pertama dan Utama

Dan kemarahan itu sering menimbulkan perkara-perkara negatif, berupa perkataan maupun perbuatan yang haram.

Al-Matiin, Yang Maha Kokoh

Berkawan dengan Orang Shalih

Tiga Yang Diridhai Allah dan Tiga Yang Dia Benci

Adab dan Keutamaan Hari Jumat

Pentingnya Menyambung Silaturahmi

Tantangan Alquran. Khutbah Pertama:

Melanggengkan Ketaatan Pasca Ramadhan

Urgensi (Pentingnya) Tauhid dan Pembagiannya. Urgensi (Pentingnya) Tauhid dan Pembagiannya

Sucikan Diri Benahi Hati

Engkau Bersama Orang Yang Kau Cintai

Dosa Memutuskan Hubungan Kekeluargaan

Berani Berdusta Atas Nama Nabi? Anda Memesan Sendiri Tempat di Neraka

??????????????????????????????????????????????? :????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Tidak Mungkin Beriman Kecuali dengan Izin Allah

Allah Al-Ghalib (Maha Menang) dan An-Nashir (Maha Penolong)

TAKWA DAN KEUTAMAANNYA

Indahnya Mengikuti Sunnah

Hikmah dan Pelajaran dari Ibadah Haji

Keutamaan Bulan Dzul Hijjah

??????????????????????????????????:?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

*** Buah Kesabaran ????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Transkripsi:

Kewajiban Menunaikan Amanah Khutbah Jumat ini menerangkan tentang wajibnya menunaikan amanah yang telah dibebankan kepada kita serta ancaman bagi orang-orang menyia-nyiakan amanah, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Alquran dan sunnah. Semoga nasihat dalam khutbah Jumat ini memberikan manfaat bagi kita, biidznillah. [Redaksi KhotbahJumat.com] *** KHUTBAH PERTAMA?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? Ma asyiral muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah ini kami berwasiat pada diri kami pribadi dan seluruh hadirin untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta ala. Yaitu agar kita menjaga dan membentengi diri dari kemarahan serta siksa Allah Subhanahu wa Ta ala. Dan hal ini adalah dengan menjalankan perintah-perintah-nya sekuat kemampuan kita, serta dengan menjauhi segala larangan-nya. Saudara-saudaraku kaum muslimin yang mudah-mudahan senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa Ta ala, Di antara bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta ala adalah dengan menjalankan dan menjaga amanah yang dipikulnya. Baik amanah yang berkaitan dengan kewajiban kepada Allah Subhanahu wa Ta ala seperti shalat, berwudhu, membayar zakat dan yang lainnya, maupun yang berkaitan dengan kewajiban kepada sesama manusia. Sehingga seseorang perlu memahami bahwa amanah itu sangat luas cakupannya. Dan amanah yang diemban oleh setiap orang tidak selalu sama dengan yang lainnya. Namun, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta ala nanti atas pelaksanaan amanah yang dipikulnya. Perlu diketahui, bahwa menjalankan amanah dan menjaganya bukanlah perkara yang bisa dilakukan semudah membalik tangan. Allah Subhanahu wa Ta ala telah menjelaskan tentang beratnya amanah di dalam firman-nya,??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? 1 / 7

???????? Sesungguhnya, Kami telah menawarkan amanah (yaitu menjalankan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta ala dan meninggalkan seluruh larangan-nya) kepada seluruh langit dan bumi serta gunung-gunung. Maka, semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu banyak berbuat dzalim dan amat bodoh. (Al-Ahzab: 72) Di dalam ayat tersebut kita mengetahui, bahwa makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta ala yang sangat besar tidak bersedia menerima amanah yang ditawarkan kepada mereka. Yaitu amanah yang berupa menjalankan syariat yang Allah Subhanahu wa Ta ala turunkan melalui utusan-nya. Mereka enggan untuk menerima amanah tersebut bukan karena ingin menyelisihi Allah Subhanahu wa Ta ala. Bukan pula karena mereka tidak berharap balasan Allah l yang sangat besar dengan menjalankan amanah tersebut. Akan tetapi, mereka menyadari betapa beratnya memikul amanah. Sehingga, mereka khawatir akan menyelisihi amanah tersebut yang berakibat akan terkena siksa Allah Subhanahu wa Ta ala yang sangat pedih. Hanya saja, manusia dengan berbagai kelemahannya, memilih untuk menerima amanah tersebut. Sehingga kemudian terbagilah manusia menjadi tiga kelompok. Kelompok yang pertama adalah orang orang yang menampakkan dirinya seolah-olah menjalankan amanah. Yaitu dengan menampakkan keimanannya namun sesungguhnya mereka tidak beriman. Mereka itulah yang disebut orang orang munafik. Kelompok kedua adalah orang-orang yang dengan terang-terangan menyelisihi amanah tersebut. Yaitu mereka tidak mau beriman baik secara lahir maupun batin. Mereka adalah orang-orang kafir dan musyrikin. Sedangkan kelompok ketiga adalah orang-orang yang menjaga amanah yaitu orang-orang yang beriman baik secara lahir maupun batin. Dua kelompok pertama yang kita sebutkan tadi akan diazab dengan azab yang sangat pedih. Sedangkan kelompok yang ketiga yaitu mereka yang beriman secara lahir dan batin, merekalah orang-orang yang akan mendapatkan ampunan, serta rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta ala. Hal ini sebagaimana tersebut dalam ayat berikutnya dalam firman-nya,??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? Sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab: 73) Amanah yang berkaitan dengan menjalankan syariat Allah Subhanahu wa Ta ala atau ibadah ini, harus dilakukan dengan memenuhi dua syarat. Kedua syarat tersebut sesungguhnya merupakan realisasi dari dua kalimat syahadat yang selalu kita ucapkan. Kedua syarat tersebut, yang pertama adalah ikhlas dan 2 / 7

yang kedua adalah harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Oleh karenanya, wajib bagi kita untuk hanya mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta ala semata dalam menjalankan peribadatan kepada-nya. Hal ini ditandai dengan istiqamahnya kita dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta ala baik ketika sendirian maupun ketika bersama orang lain. Sehingga kita tidak menjadi orang yang taat ketika dilihat orang lain, namun bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta ala ketika sendirian. Janganlah kita lupa bahwa Allah Subhanahu wa Ta ala mengetahui segala perbuatan dan mengetahui seluruh yang ada di dalam hati kita. Ingatlah firman Allah Subhanahu wa Ta ala,??????????????????????????????????????????????????????????????????? Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? (Al-Baqarah: 77) Hadirin yang mudah-mudahan senantiasa dirahmati Allah Subhanahu wa Ta ala, Sedangkan untuk menjalankan syarat yang kedua, wajib bagi kita untuk berilmu dulu sebelum beramal. Sehingga kita tidak boleh seenaknya sendiri atau sekadar ikut-ikutan dalam tata cara peribadatan kepada Allah Subhanahu wa Ta ala. Kita harus melakukannya dengan aturan dan tata cara yang telah ditentukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Karena kalau tidak demikian, maka akan berakibat tidak diterimanya amalan kita. Lihatlah bagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan seseorang untuk mengulangi wudhunya karena ada bagian anggota wudhu yang tidak terkena air. Begitu pula beliau shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan seseorang untuk mengulangi shalatnya karena tidak thuma ninah ketika menjalankannya. Semua ini menunjukkan bahwa ibadah itu telah ditentukan aturannya oleh Allah Subhanahu wa Ta ala. Sehingga kita harus senantiasa mengingat bahwa shalat, puasa, membayar zakat, menunaikan haji dan yang lain-lainnya dari bentuk-bentuk ibadah adalah amanah yang kita harus menjalankannya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan Allah Subhanahu wa Ta ala. Saudara-saudaraku, kaum muslimin rahimakumullah, Adapun amanah yang berhubungan dengan muamalah, yaitu yang berkaitan dengan menjalankan kewajiban kepada sesama manusia, Allah Subhanahu wa Ta ala telah memerintahkan kita untuk menjalankannya dalam firman-nya,????????????????????????????????????????????????????????????? Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. (An-Nisa`: 58) Sedangkan cara untuk menjalankan amanah ini, adalah dengan kita senantiasa menginginkan agar orang lain mendapatkan kebaikan sebagaimana kita menginginkan kebaikan itu pada diri kita. Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, 3 / 7

????????????????????????????????????????????????????????????????? Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (H.R. Al-Bukhari dan Muslim) Sehingga seseorang yang bermuamalah dengan orang lain, semestinya melihat dan bercermin pada dirinya. Baik dalam hal jual beli, sewa-menyewa, bekerja pada pihak lain atau instansi tertentu, dan yang lainnya. Yaitu dia tidak ingin memperlakukan saudaranya dengan perlakuan yang tidak baik sebagaimana dia tidak ingin perlakuan tersebut menimpa dirinya. Oleh karena itu, seseorang yang menjual barang, misalnya, maka dia harus menjualnya dengan menjaga amanah. Tidak boleh bagi seorang penjual untuk mengkhianati pembelinya dengan berbuat curang dalam menimbang atau menakar. Dan tidak boleh baginya untuk berbuat dzalim dengan meninggikan harga karena si pembeli tidak mengetahui harga atau dengan menyembunyikan kerusakan atau cacat yang ada pada barang tersebut. Begitu pula sebaliknya, tidak boleh bagi pembeli untuk mengkhianati penjual dengan berdusta untuk mengurangi harga yang sesungguhnya. Atau dengan menunda-nunda pembayaran barang yang dibelinya padahal dia memiliki kemampuan untuk membayarnya. Tidak boleh pula bagi seorang yang menyewakan tempat, kendaraan, dan yang lainnya untuk berkhianat kepada orang yang menyewa miliknya itu. Misalnya menipu orang yang menyewa dengan meninggikan biaya sewanya, atau menyewakan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dia tawarkan. Dan sebaliknya, tidak boleh bagi orang yang menyewa untuk menipu sehingga biaya sewanya lebih murah dari biaya yang semestinya, atau dia menggunakan barang sewaannya dengan tidak hati-hati sehingga berakibat rusaknya barang tersebut. Begitu pula orang yang bekerja pada sebuah perusahaan. Tidak boleh baginya untuk datang dan pulang seenaknya, tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, atau melakukan kesibukan lain di tempat kerjanya sehingga melalaikan dia dari tugas utamanya. Saudara-saudaraku yang semoga dirahmati Allah Subhanahu wa Ta ala, Termasuk dari menjaga amanah adalah yang berkaitan dengan pendidikan. Seorang pengajar harus berusaha menjaga amanah yang dipikulnya. Dia harus berusaha untuk menjadi contoh yang baik bagi anak didiknya. Karena terkadang anak didik lebih banyak melihat kepada sikap dan tingkah laku pengajar daripada apa yang disampaikan kepada mereka. Begitu pula dia berusaha menyampaikan ilmu yang bermanfaat dengan cara yang mudah dipahami oleh anak didiknya serta tidak memaksakan diri untuk menyampaikan pelajaran yang belum dikuasainya yang berakibat dirinya akan terjatuh pada perbuatan berbicara tanpa ilmu. Terutama yang terkait dengan masalah agama. Semuanya harus dilakukan dengan menjaga amanah. Termasuk menjaga amanah adalah yang berkaitan dengan tanggung jawab terhadap orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pemeliharaannya. Semakin banyak atau semakin luas lingkup kekuasaannya maka semakin besar tanggung jawabnya. Maka, seorang penguasa bertanggung jawab atas warga negaranya dan seorang pemimpin bertanggung jawab terhadap bawahannya. Begitu pula seorang 4 / 7

suami bertanggung jawab atas keluarganya, dan seterusnya. Sudah semestinya bagi pemimpin rumah tangga untuk memelihara keluarganya dari hal-hal yang membahayakan mereka baik yang berkaitan dengan urusan dunia apalagi akhiratnya. Terlebih pada saat kerusakan dan kemaksiatan tersebar di mana-mana. Sebagaimana setiap orang tentu akan lebih berusaha menjaga hartanya ketika dia mendengar bahwa pencurian dan yang semisalnya tengah merajalela. Bahkan, menjaga keluarga dan anak-anaknya dari kerusakan yang ada di sekitarnya semestinya lebih diutamakan dari menjaga harta. Karena, melalaikan kewajiban ini akan menyebabkan munculnya generasi mendatang yang akan berbuat kerusakan di muka bumi ini. Juga karena setiap orangtua tentunya tidak menginginkan dirinya masuk ke dalam surga sementara anak-anaknya diazab di api neraka. Oleh karena itu, semestinya kita berusaha menjaga amanah ini, sehingga mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta ala menyelamatkan kita semua dan keluarga kita dari api neraka serta mengumpulkan kita dan keluarga kita di dalam surga-nya. Sebagaimana tersebut dalam firman-nya,????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? Dan orang-orang yang beriman dan yang keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami kumpulkan keturunan mereka dengan mereka di dalam surga dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. (Ath-Thur: 21) KHUTBAH KEDUA??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????: Ma asyiral muslimin rahimakumullah Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta ala. Karena dengan bertakwa kepada- Nya, maka Allah Subhanahu wa Ta ala akan memudahkan segala urusan kita. Sebagaimana tersebut dalam firman-nya,???????????????????????????????????????????????? Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Ath-Thalaq: 4) 5 / 7

Saudara-saudaraku kaum muslimin rahimakumullah, Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta ala di samping menyebutkan di dalam firman-nya perintah untuk menjalankan amanah, juga menyebutkan kepada kita larangan untuk berbuat khianat. Sebagaimana tersebut dalam firman-nya,??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian dalam keadaan mengetahui. (Al-Anfal: 27) Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta ala memberitakan kepada kita dalam ayat-nya bahwa mengkhianati amanah adalah sifat orang-orang Yahudi, yang kita dilarang untuk meniru akhlak mereka. Hal ini sebagaimana tersebut dalam firman-nya,???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? Dan di antara mereka (orang-orang Yahudi) ada orang yang jika kamu memercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. (Ali Imran: 75) Begitu pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberitakan kepada kita bahwa mengkhianati amanah adalah sifat orang-orang munafik. Sebagaimana dalam sabdanya,?????????????????????????:??????????????????????????????????????????????????????????????. Tanda-tanda orang munafiq ada tiga: jika berbicara berdusta, bila berjanji tidak menepati janjinya, dan apabila diberi amanah mengkhianatinya. (H.R. Muttafaqun alaih) Dalam riwayat Al-Imam Muslim rahimahullah disebutkan, Meskipun dia shalat dan puasa serta mengaku dirinya muslim.?????????????????????????????????????????? Maka, sudah semestinya bagi kita untuk berusaha menjaga amanah yang telah kita terima. Baik yang berkaitan dengan kewajiban kita kepada Allah Subhanahu wa Ta ala, maupun kepada sesama manusia. Akhirnya, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta ala menjadikan kita sebagai orang-orang yang bisa mengamalkan ilmu yang telah sampai kepada kita dan mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta ala dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang telah kita dengar. Dan mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta ala menjadikan kita sebagai orang-orang yang senantiasa 6 / 7

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org) Khotbah Jumat - Khutbah Jum'at Terbaik menjaga amanah yang ada di pundak-pundak kita.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????????????????.?????????????????????????????????????????????????????????.???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????. Download Naskah Materi Khutbah Jum'at [download id="1"] Info Naskah Khutbah Jum'at Penulis: Ustadz Saifuddin Zuhri, Lc. Disalin dari kumpulan Khutbah Jumat Majalah Asy-Syariah Edisi 38 disertai penyuntingan bahasa dan seidkit perubahan oleh Tim Redaksi KhotbahJumat.com Artikel www.khotbahjumat.com 7 / 7