w tp :// w ht ja.r a w.g.b ps ab tk pa am o. id
STATISTIK DAERAH KECAMATAN WAIGEO BARAT 2014
STATISTIK DAERAH KECAMATAN WAIGEO BARAT 2014 ISSN : - No. Publikasi : 91080.14.45 Katalog BPS : 1101001.9108.050 Ukuran Buku : 17.6 cm x 25 cm Jumlah Halaman : vi + 11 halaman Naskah : Koordinator Statistik Kecamatan Waigeo Barat Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Gambar Kulit : Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Diterbitkan Oleh : Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Boleh dikutip dengan menyebutkan Sumbernya
Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat 2014 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kecamatan Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat yang dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pembangunan serta potensi yang ada di Kecamatan Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat. Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat 2014diterbitkan untuk melengkapi publikasi-publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis. Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat 2014 memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat KATA PENGANTAR dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan. Kritik dan saran konstruktif berbagai pihak kami harapkan untuk penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu memenuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Waisai, September 2014 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat Oktofianus Antaribaba, S.E NIP. 19591013 198203 1 006 Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 iii
Penjelasan Teknis Daerah administrasi adalah wilayah administrasi yang sudah memiliki dasar hukum yang sah menurut Departemen Dalam Negeri. Angka Kematian Bayi adalah probabilita bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun, dinyatakan dalam per seribu kelahiran. Desa pesisir/tepi laut adalah desa/kelurahan termasuk nagari atau lainnya yang memiliki wilayah yang berbatasan langsung dengan garis pantai/laut (atau merupakan desa pulau). Desa bukan pesisir adalah desa/kelurahan termasuk nagari atau lainnya yang tidak berbatasan langsung dengan laut atau tidak mempunyai pesisir. Kepadatan Penduduk adalah jumlah penduduk di suatu daerah dibagi dengan luas daratan daerah tersebut, biasanya dinyatakan sebagai penduduk per Km 2. Laju pertumbuhan penduduk adalah rata-rata tahunan laju perubahan jumlah penduduk di suatu daerah selama periode waktu tertentu. Angkatan Kerja adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja atau sementara tidak bekerja, dan yang sedang mencari pekerjaan. Angka Kematian Balita adalah probabilita bayi meninggal sebelum mencapai usia lima tahun, dinyatakan dalam per seribu kelahiran. Angka Harapan Hidup pada waktu lahir adalah perkiraan lama hidup rata-rata penduduk dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas menurut umur. Angka Reproduksi Neto adalah rasio bayi wanita yang hidup sampai usia ibunya dikalikan dengan angka reproduksi bruto. Angka Kelahiran Total adalah setiap wanita di Indonesia secara hipotesis akan melahirkan anak hingga masa berakhir reproduksinya (15 49) tahun. Angka Melek Huruf Dewasa adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis, dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja adalah perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan jumlah penduduk usia kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka adalah perbandingan antara jumlah pencari kerja dengan jumlah angkatan kerja. Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah perbandingan antara jumlah penduduk kelompok usia sekolah (7-12 th; 13-15 th; 16-18 th) yang bersekolah terhadap seluruh penduduk kelompok usia sekolah (7-12 th; 13-15 th; 16-18 th). Bersekolah adalah mereka yang perlu mengikuti pendidikan di jalur formal (SD/MI, SMP/MTs, SMA/ SMK/MA atau PT) maupun non formal (paket A, paket B atau paket C). Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 iv
IPM adalah indeks komposit dari gabungan 4 (empat) indikator yaitu angka harapan hidup, angka melek huruf, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran per kapita. Industri Pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi atau setengah jadi atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih kepada pemakai akhir. Angka Koefisien Gini adalah ukuran kemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. Angka koefisien Gini terletak antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nol mencerminkan kemerataan sempurna dan satu menggambarkan ketidakmerataan sempurna. Garis kemiskinan adalah besarnya nilai rupiah pengeluaran per kapita setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan dasar minimum makanan dan nonmakanan yang dibutuhkan oleh seorang individu untuk tetap berada pada kehidupan yang layak. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) merupakan tinggi ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin. Indeks Harga Konsumen adalah angka/indeks yang menunjukkan perbandingan relatif antara tingkat harga (konsumen/eceran) pada saat bulan survei dan harga tersebut pada bulan sebelumnya. Inflasi adalah indikator yang dapat memberikan informasi tentang dinamika perkembangan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu wilayah dalam suatu periode tertentu. Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita adalah Produk Domestik Regional Bruto dibagi dengan penduduk pertengahan tahun. ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masingmasing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin PDRB Harga Berlaku adalah nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. PDRB Harga Konstan adalah nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai tahun dasar. Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 v
Daftar Isi Kata Sambutan i Kata Pengantar Statistik Kunci Penjelasan Teknis Daftar Isi 1 Geografi dan Iklim 1 2 Pemerintahan 3 3 Kependudukan 4 4 Pendidikan 5 5 Kesehatan 6 6 Perumahan dan Lingkungan 7 7 Pertanian 9 8 Transportasi dan Komunikasi 10 9 Perdangan 11 ii iii v vi Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 vi
GEOGRAFI DAN IKLIM Kecamatan Waigeo Barat merupakan Kecamatan dengan luas wilayah terluas dari kecamatan lain yang ada di Kabupaten Raja Ampat 1 Kecamatan atau distrik Waigeo Barat terletak pada bagian barat pulau Waigeo, salah satu dari 4 pulau besar yang dimiliki Kabupaten Raja Ampat. Ketiga pulau besar lainnya adalah pulau Salawati, Batanta, dan Misool yang dimiliki oleh Kabupaten Raja Ampat. Secara geografis letak Kecamatan Waigeo Barat berada di daerah sekitar ekuator, yaitu tepatnya pada koordinat 0 º,12 hingga 34º,0 Lintang Selatan dan 130º,22 hingga 130º 35 Bujur Timur. Batas-batas wilayah kecamatan ini adalah sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan/ Distrik Supnin Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan/ Distrik Tiplol Mayalibit Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan/ Distrik Waigeo Barat Kepulauan dan Kofiau Seberah Barat berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara Kecamatan Waigeo Barat memiliki lima kampung, yaitu Kampung Waisilip, Kampung Selpele, Kampung Salio, Kampung Bianci, dan Kampung Mutus. Sedangkan untuk Ibukota kecamatan ditetapkan di Kampung Waisilip. Kecamatan Waigeo Barat merupakan Kecamatan dengan luas wilayah terluas dari kecamatan lain yang ada di Kabupaten Raja Ampat, yaitu 1264,58 Km², atau sekitar 20,78 % dari luas Kabupaten Raja Ampat. Tetapi tingkat kepadatan penduduknya hanya 1 orang/km 2. Gambar 1.1 Peta Provinsi Papua Barat Gambar 1.2 Persentase Luas Wilayah Distrik Waigeo Barat per Desa Waisilip 13% Salio 15% Bianci 6% Selpele 37% Mutus 29% Tahukah Anda? Kecamtan/Distrik Waigeo Barat merupakan Kecamatan dengan luas wilayah terluas dari kecamatan lain yang ada di Kabupaten Raja Ampat, dan Desa Selpele merupakan desa yang memiliki wilayah paling terluas Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 1
GEOGRAFI DAN IKLIM TOPOGRAFI DISTRIK WAIGEO BARAT ADALAH PERBUKITAN Dan sebagian besar letak desa adalah di pesisir. Tetapi hanya sebagian kecil saja yang memanfaatkan daratan untuk pertanian, dan lebih banyak yang lebih menggantungkan pen caharian di laut. 1 Data curah hujan bulanan dalam jangka waktu 1 tahun terakhir (2013) dapat dilihat pada Tabel 1.1., dimana terlihat curah hujan sangat bervariasi yaitu curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Mei yang mencapai ketinggian 661 mm, diikuti pada bulan Juli yang mencapai 491 mm. Sementara itu curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus, yaitu sekitar 122 mm. Berdasarkan topografi wilayah, wilayah Kecamatan Waigeo Barat sebagian besar terdiri dari daerah perbukitan. Tetapi jika dilihat dari lokasi perumahan penduduk, semua penduduk memilih tinggal di daerah pesisir, sehingga mempengaruhi jenis mata pencaharian penduduk, yaitu dimana sebagian besar mata pencaharian para penduduk hampir sepenuhnya bergantung pada laut sebagai nelayan. Hanya sebagian kecil saja yang bercocok tanam dan beternak. Gambar 1.3 Persentase Desa/Kelurahan Berdasarkan Topografi Wilayah 2011 Waisilip Salio Bianci Selpele Mutus Dataran (%) Perbukitan (%) Pegunungan (%) 25 25 30 95 100 Sumber: Sensus Potensi Desa (PODES), 2011 75 75 70 0 0 50 Tabel 1.1 Statistik Geografi dan Iklim Kabupaten Raja Ampat Uraian Satuan 2012 Luas km 2 1264,58 Rata 2 Suhu Udara Min. 24,2 Rata 2 Suhu Udara Max. 31,2 Rata 2 Suhu Udara 27,1 Hari Hujan Hari 274 Curah Hujan Mm 3.349 Rata 2 Tekanan Udara Mbs 1.008,6 Rata 2 Kelembaban % Udara 86,3 Kecepatan Angin Knot - Penyinaran Matahari % 45,8 Sumber: Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong 2013 0 0 Tahukah Anda? Mayoritas penduduk di Distrik/ Kecamatan Waigeo Barat bermata pencaharian sebagai nelayan, hanya sedikit saja yang bertani. Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 2
PEMERINTAHAN DISTRIK WAIGEO BARAT DIMEKARKAN TAHUN 2003 Pemekaran distrik ini bersamaan dengan pemearan Kabupaten Raja Ampat dari Kabupaten induk, yaitu Kabupaten Sorong.berdasarkan Undang-undang No. 26 Tahun 2002 2 Kecamatan Waigeo Barat dimekarkan bersamaan dengan pembentukan Kabupaten Raja Ampat. Hal ini berdasarkan dalam Undang-Undangan No. 26 Tahun 2002, dimana Kabupaten Raja Ampat dimekarkan pertama kali pada tahun 2003. Dipimpin oleh seorang Kepala Wilayah Kecamatan (Camat/ Kepala Distrik) sebagai koordinator pemerintahan yang dibantu oleh Kepala Polisi Sektor. Berdasarkan tingkat perkembangan LKMK-nya, kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Waigeo Barat terdiri dari: Swadaya (Kategori I) Swakarya (Kategori II) : 5 desa : tidak ada Swasembada (Kategori III) : tidak ada Untuk kelengkapan organisasi pemerintahan, pada masing-masing kelurahan di Kecamatan Waigeo Barat telah terbentuk RT (Rukun Tetangga) dan RW (Rukun Warga), sebagaimana yang disajikan pada Tabel 2. 2. Dimana jumlah RT terbanyak adalah desa Selpele dan Salio. Tabel 2.1. Keadaan Klasifikasi Kelurahan di Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2013 Desa Swadaya Swakarsa Swasemba da Mutus Selpele Bianci Salio Waisilip Jumlah 5 - - Sumber : Kantor Distrik Tabel 2.2 Jumlah Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) menurut Desa Desa RW RT Mutus Selpele Bianci Salio Waisilip 1 2 1 2 1 Sumber : Kantor Desa - - - - - 3 4 2 4 2 - - - - - Tahukah Anda? Jumlah pegawai negeri terbanyak di kecamatan Waigeo Barat adalah di desa Mutus, dimana status pegawai negerinya adalah sebagai guru. Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 3
KEPENDUDUKAN Penduduk di Kecamatan Waigeo Barat pada akhir Tahun PENDUDUK 2013 tercatat 3 sejumlah 1.425 jiwa. Dimana jumlah penduduk terbanyak ada di Desa Mutus, dan diikuti Desa Selpele. Ada tiga faktor yang menjadi tolak ukur untuk melihat perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah, yaitu fertilitas (tingkat kelahiran), mortalitas (tingkat kematian), dan migrasi atau perpindahan penduduk. Penduduk di Kecamatan Waigeo Barat pada akhir Tahun 2012 berdasarkan hasil proyeksi penduduk, tercatat sejumlah 1.458 jiwa. Dimana jumlah penduduk terbanyak ada di Desa Mutus, yaitu 457 jiwa, dan jumlah penduduk paling sediktit ada di Desa Bianci, dengan jumlah penduduknya adalah sebesar 153 jiwa. Dengan luas wilayah 1264,58 Km², maka kepadatan penduduk di daerah ini sebesar 1 orang/ Km². Jika dilihat dari jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki di Kecamatan Waigeo Barat lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan, dimana sex rasio laki-laki terhadap perempuan adalah sebesar 11,98. Desa Bianci memiliki sex rasio terbesar, yaitu sebesar 14,29, dan sex rasio terkecil adalah Desa Salio yaitu sebesar 10,72. Jumlah rumah tangga di Kecamatan Waigeo Barat sebesar 343 rumah tangga, dimana jumlah rumah tangga terbesar adalah di Desa Mutus, yaitu sebesar 99 rumah tangga. Dan Desa Bianci memiliki jumlah rumah tangga terkecil, yaitu sebesar 35 rumah tangga. Jika dilihat rata-rata jumlah anggota rumah tangga pada kecamatan ini, maka rata-rata penduduk per rumah tangga adalah 4 jiwa per rumah tangga. Tabel 3.1. Indikator Kependudukan pada Kecamatan Waigeo Barat Jumlah Penduduk 1.425 Kepadatan Penduduk (orang/km 2 ) Sex Rasio (L/P ) 11,58 Jumlah Rumah Tangga Rata-rata ART/Ruta 4 1 335 Sumber : Kantor Kecamatan Waigeo Barat Gambar 3.1. Grafik Penduduk per Desa di Distrik Waigeo Barat Salio; 310 Bianci; 149 Waisilip; 187 Mutus; 446 Selpele; 333 Sumber : Proyeksi Penduduk 2013 Tahukah Anda? Jika dilihat dari jenis kelamin, jumlah penduduk di Distrik Waigeo Barat yang berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan, ini dapat dilihat dari sex rasio laki-laki terhadap perempuan, yaitu sebesar 11,58. Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 4
PENDIDIKAN Belum Seluruh Desa/Kelurahan Memiliki Fasilitas PENDIDIKAN Sekolah Dasar Dari sekitar 1.361 desa/kelurahan di Papua Barat, jumlah sekolah SD yang telah berdiri hanya sebanyak 853 unit sekolah. Artinya belum seluruh desa/kelurahan memiliki Sekolah Dasar. 4 Jumlah gedung sekolah di Kecamatan Waigeo Barat adalah 7 gedung. Dimana ada 5 gedung SD, terdiri dari 3 gedung SD Negeri, dan 2 gedung SD Swasta, 1 gedung SMP Negeri, dan 1 gedung SMA Negeri. Semua desa di Kecamatan Waigeo Barat telah memiliki gedung sekolah tingkat SD. Untuk gedung sekolah tingkat SMP, hanya ada di Desa Mutus, sedangkan gedung sekolah tingkat SMA, ada di ibukota kecamatan, yaitu Desa Waisilip. Jumlah murid di kecamatan ini sekitar 422 siswa. Dimana terdiri dari 332 siswa SD, 65 siswa SMP, dan 25 siswa SMA. Sedangkan jumlah guru di kecamatan ini berjumlah 33 orang. Dimana ada 17 guru SD, 8 guru SMP, dan 8 guru SMA. Jika dilihat dari rasio murid terhadap sekolah, maka dapat diperkirakan bahwa, untuk 1 sekolah tingkat SD memiliki sekitar 332 murid SD, 1 sekolah tingkat SMP memiliki sekitar 65 murid, dan untuk sekolah tingkat SMA memiliki sekitar 25 murid. Sedangkan jika dilihat dari rasio murid terhadap guru, maka untuk satu guru SD memiliki murid sekitar 19,53 orang, sedangkan untuk guru SMP memiliki murid sekitar 8,13 orang, dan untuk guru SMA memiliki murid sekitar 3,13 orang. Tabel 4.1 Indikator Pendidikan 2013 Uraian SD/MI SLTP/MTs SMU/MA/SMK Jumlah Sekolah 5 1 1 Jumlah Guru 17 8 8 Jumlah Murid 332 65 25 Rasio Murid Sekolah 66,4 65 25 Rasio Murid Guru 19,53 8,13 3,13 Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat Gambar 4.1. Foto SD Persiapan Desa/ Kampung Bianci, Waigeo Barat Tahukah Anda? Desa Bianci yang paling tinggi tingkat Rasio murid terhadap guru. Ini dikarenakan, hanya satu guru saja yang mengajar di SD Persiapan Desa/ Kampung Bianci. Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 5
KESEHATAN KESEHATAN WAIGEO BARAT MEMILIKI SATU PUSKESMAS DI DESA WAISILIP Puskesmas terletak di ibukota kecamatan, yaitu di Desa Waisilip. Sedangkan pustu yang dimiliki kecamatan ini berjumlah empat gedung, yang terletak di Desa Selpele, Desa Mutus, Desa Bianci, dan Desa Salio 5 Kecamatan Waigeo Barat hanya memiliki 1 gedung puskesmas yang letaknya di ibukota kecamatan, yaitu di Desa Waisilip. Sedangkan pustu yang dimiliki kecamatan ini berjumlah empat gedung, jadi telah semua desa memiliki gedung pemerikasaan kesehatan. Untuk tenaga medis, sudah semua desa memiliki. Dan untuk memerikasa kesehatan, ada yang menuju desa Waisilip, atau juga ke ibukota kabupaten (Waisai), dan ada yang langsung ke kota Sorong, dimana kota sorong memiliki Rumah Sakit yang memiiki fasilitas lebih lengkap. Kecamatan ini memiliki 8 tenaga medis, yang terdiri dari 2 orang bidan, dan 5 orang mantri kesehatan. Dan juga kecamatan ini memiliki 10 dukun bayi. Untuk program Keluarga Berencana (KB), tiap-tiap desa di kecamatan ini memiliki 5 orang Kader Posyandu yang rutin melakukan kegiatan posyandu sesuai dengan kelender kegiatan. Dimana tiap kegiatan ada yang didampingi oleh tenaga medis. Tabel 5.1. Jumlah Tenaga Medis dan Gedung Kesehatan di Kecamtan Waigeo Barat Uraian 2013 Jumlah Puskesmas 1 Jumlah Pustu 4 Jumlah Dokter - Jumlah Bidan 2 Jumlah Mantri Kesehatan 5 Jumlah Dukun Bayi 10 Jumlah Kader Posyandu 25 Sumber: Kantor Distrik Waigeo Barat Gambar 5.1. foto seorang tenaga kesehatan dengan Kepala Kampung Bianci Tahukah Anda? Hanya Desa Selpele di Kecamatan Waigeo Barat yang tidak memiliki Tenaga Medis. Sehingga mereka berobat ke desa terdekat atau ke ibukota kabupaten (Waisai), atau ke Kota Sorong Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 6
PERUMAHAN DAN DAN LINGKUNGAN Secara Umum Kualitas Perumahan Mengalami Perbaikan Dimana dengan bantuan dari pemerintah daerah dan propinsi berupa pembangungan rumah sosial yang hampir merata di semua desa di kecamatan Waigeo Barat 6 Perumahan atau tempat tinggal yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar hidup manusia. Rumah dikategorikan sebagai kebutuhan dasar karena pengaruhnya sangat krusial bagi kelangsungan hidup seseorang. Salah satu indikator untuk penghitungan garis kemiskinan adalah kebutuhan dasar akan tempat tinggal. Rumah dikatakan tidak layak huni jika memenuhi kriteria: (1) Luas lantai per kapita < 4 m 2 untuk perkotaan dan < 10 m 2 untuk perdesaan; (2) Jenis atap rumah terbuat dari daun atau lainnya; (3) Jenis dinding rumah terbuat dari bambu atau lainnya; (4) Jenis lantai tanah; (5) Tidak memiliki fasilitas buang air besar (WC) sendiri; (6) Sumber penerangan bukan listrik; dan (7) Jarak sumber air minum utama ke tempat pembuangan tinja kurang dari 10 meter. Secara umum kondisi perumahan tahun 2013 di kecamatan ini telah mengalami perbaikan. Hal ini dimungkinkan dengan adanya program bantuan dari pemerintah berupa perumahan sosial yang ukuran umumnya sekitar 36 m 2. hanya sebagaian kecil saja yang belum mendapatkan rumah sosial ini. Hampir semua desa telah mendapatkan Program Air Bersih, berupa pembuatan sumur umum di beberapa tempat tinggal penduduk, dan pembuatan tempat-tempat penampungan air di daerah yang memiliki potensi sumber air (sungai dan mata air). Juga telah dibangun sarana sanitasi berupa MCK di lingkungan rumah penduduk. Gambar 6.1. Rumah Penduduk di Desa Salio Gambar.2. Kondisi jalan di Desa Mutus Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 7
PERUMAHAN DAN LINGKUNGAN Secara Umum Kualitas Perumahan Mengalami Perbaikan Dimana dengan bantuan dari pemerintah daerah dan propinsi berupa pembangungan rumah sosial yang hampir merata di semua desa di kecamatan Waigeo Barat 6 Tidak ada perubahan pola penggunaan bahan bakar untuk memasak di kecamatan Waigeo Barat. Dimana pada umumnya masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Hanya sekitar 1 % saja yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar memasak. Hal ini disebabkan karena kayu bakar mudah diperoleh dan tanpa dibeli, dan sulitnya memperoleh minyak tanah. Untuk fasilitas penerangan, semua desa yang ada di kecamatan ini telah mendapatkan bantuan Generator Set (Genset) dari pemerintah kabupaten Raja Ampat. Besarnya kapasitas Genset adalah 10 KWatt. Sehingga mampu untuk menyuplai listrik ke semua penduduk di desa tersebut. Sedangkan untuk bahan bakar Genset ini, di tiap desa dibuat iuaran bulanan listrik, tetapi ada juga yang disubsidi dari perusahaan yang berdomisili di wilayah desa tersebut. Seperti perusahaan budidaya mutiara, Cendana, mensubsidi bakar Genset ke desa Salio dan Selpele. Gambar 6.3. Keadaan Penduduk di Desa Selpele Gambar 6.4. Keadaan Penduduk di Desa Selpele Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 8
PERTANIAN PERTANIAN RELATIF KECIL DIPENGARUHI OLEH FAKTOR LUAR Pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang diharapkan akan dapat bertahan dalam situasi ekonomi yang kurang menguntungkan, karena sektor ini pada umumnya relatif kecil dipengaruhi oleh faktor luar 7 Pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang diharapkan akan dapat bertahan dalam situasi ekonomi yang kurang menguntungkan, karena sektor ini pada umumnya relatif kecil dipengaruhi oleh faktor luar yang dapat berakibat memburuknya produksi ataupun harga dari komoditas tersebut. Tanaman bahan makanan yang diusahakan oleh warga desa di Kecamatan Waigeo Barat adalah tanaman jagung, ubi kayu, keladi, dan ubi jalar. Sedangkan untuk tanaman sayuran paling banyak adalah kangkung. Disamping sub sektor pertanian tanaman pangan, sektor perkebunan juga tidak lepas dari perhatian masyarakat dan pemerintah untuk tetap dipertahankan dan bahkan untuk dikembangkan menjadi lebih baik. Tanaman perkebunan yang diusahakan di wilayah ini adalah tanaman kelapa dan kakao. Tanaman perkebunan yang paling besar diusahakan warga di kecamatan ini adalah tanaman kepala. Untuk bidang peternakan, yang diusakahan oleh masyarakat di kecamatan ini adalah ternak Babi dan Kambing. sedangkan untuk Jenis ternak unggas, jenis unggas yang diternakkan adalah jenis Ayam Kampung dan Entok Tabel 7.1. Jumlah Produksi Menurut Jenis Tanaman di Kecamatan Waigeo Barat Jenis Luas Panen (Ha) Jumlah Produksi (Ton) Rata-Rata Produksi (Ton/Ha) Jagung 17 72,25 4,25 Keladi - - - Kacang tanah 3,4 23,8 7 Sayuran 3,4 23,8 7 Ubi Kayu 7 31,5 4,5 Ubi Jalar 1 1,5 1,5 Jumlah 31,8 152,85 24,25 Sumber : Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Raja Ampat Tabel 7.2. Luas Area Tanaman Perkebunan Menurut Jenis Area (Ha) di Kecamatan Waigeo Barat Sumber : Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Raja Ampat Komoditas Luas Area (Ha) Produksi (Ton) Kelapa 770 975 Kakao 3 1 Sagu - - Jumlah 773 976 Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 9
TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI TRANSPORTASI LAUT MENJADI ANDALAN DI KECAMATAN WAIGEO BARAT Hal ini dikarenakan oleh letak desa-desa di kecamatan ini yang berada di daerah pesisir, merupakan transportasi utama di kecamatan ini 8 Sarana trasnportasi laut masih sangat diandalkan oleh warga desa yang ada di Kecamatan Waigeo Barat. Hal ini dikarenakan letak desa di kecamatan ini yang berada di daerah pesisir. Sehingga dermaga menjadi sangat penting bagi desa untuk membantu kelancaran masuk dan keluarnya angkutan warga. Untuk Desa Waisilip, Salio, dan Bianci saja yang memiliki dermaga dalam kondisi baik. Sedangkan Desa Selpele, keadaan dermaganya sudah rusak, sehingga perlu adanya perbaikan. Untuk sarana komunikasi, hanya dua desa saja yang memiliki radio SSB, yaitu Desa Selpele dan Desa Waisilip. Sedangkan untuk sinyal telepon, desa-desa yang berada di kecamatan ini belum dapat terjangkau oleh sinyal telepon seluler baik GSM dan CDMA. Tetapi untuk sinyal gelombang radio jenis SW dan MW dari RRI (Radio Republik Indonesia) Sorong dapat ditangkap oleh perangkat radio warga di kecamatan Waigeo Barat. Gambar 8.1. Banyaknya sarana komunikasi menurut jenisnya di Kecamatan Waigeo Barat Desa SSB Telepon Mutus 1 - Selpele 1 - Bianci 1 - Salio 1 - Waisilip 1 - Sumber : kantor Kecamatan Desa Gambar 8.1. Keadaan Dermaga Menurut Desa Baik Sumber: Kantor Kecamatan Keadaan Rusak Ringan Rusak Parah Mutus 1 - - Selpele - - 1 Bianci 1 - - Salio 1 - - Waisilip 1 - - Tahukah Anda? Hanya Desa Selpele yang keadaan Dermaga dalam keadaan rusak Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 10
9 PERDAGANGAN Kios atau warung merupakan tempat pertukaran uang umum Dimana, belum adanya pasar dan merupakan tempat untuk melakukan pembelian produk yang tidak dapat diproduksi oleh warga desa yang ada di kecamatan ini Tempat untuk melakukan kegiatan proses pertukaran uang atau jasa yang ada di Kecamatan Waigeo Barat rata-rata dilakukan di tempat pedagang eceran, atau sering disebut Kios. Kios menjadi tempat untuk melakukan transaksi, dimana untuk memenuhi kebutuhan warga desa akan produk-produk yang tidak dapat diproduksi oleh warga desa. Desa-desa di kecamatan ini belum memiliki pasar dan toko. Pada umumnya warga di kecamatan ini tidak selalu menukar barang yang akan dibeli dengan uang, ada juga yang dilakukan dengan menukar atau barter dengan barang juga. hampir merata penyebaran kios di desa-desa pada kecamatan ini, dan pada umumnya hanya menjual kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat saja. Gambar 9.1. Banyaknya Toko, Kios, dan Pasar yang ada di Kecamatan Waigeo Barat Desa Toko Kios Jumlah Mutus - 4 4 Selpele - 3 3 Bianci - 2 2 Salio - 4 4 Waisilip - 2 2 Sumber: Kantor Kecamatan Tahukah Anda? Desa-desa yang ada di Kecamatan Waigeo Barat tidak memiliki pasar, hanya ada kios. Dan hanya di Desa Selpele saja yang memiliki pangkalan minyak tanah dan bensin Statistik Daerah Kecamatan Waigeo Barat Tahun 2014 11