JUAL-BELI SISTEM DROPSHIPPING

dokumen-dokumen yang mirip
Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Hadits-hadits Shohih Tentang

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Yang Diizinkan Tidak Berpuasa

Hawalah, Dhaman dan Kafalah

PEMBIAYAAN MULTI JASA

Menzhalimi Rakyat Termasuk DOSA BESAR

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Anjuran Mencari Malam Lailatul Qadar

Derajat Hadits Puasa TARWIYAH

Iman Kepada KITAB-KITAB

Tatkala Menjenguk Orang Sakit

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Keutamaan Akrab Dengan Al Qur an

HambaKu telah mengagungkan Aku, dan kemudian Ia berkata selanjutnya : HambaKu telah menyerahkan (urusannya) padaku. Jika seorang hamba mengatakan :

PETUNJUK NABI TENTANG MINUM

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP APLIKASI RIGHT ISSUE DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) SURABAYA

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR:

BAB IV KONSEP SAKIT. A. Ayat-ayat al-qur`an. 1. QS. Al-Baqarah [2]:

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI BARANG SERVIS DI TOKO CAHAYA ELECTRO PASAR GEDONGAN WARU SIDOARJO

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Orang Yang Meninggal Namun Berhutang Puasa

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

FATWA DEWAN SYARI'AH NASIONAL NO: 81/DSN-MUI/III/2011 Tentang

KAIDAH FIQH. Yang Ikut Itu Hukumnya Sekedar Mengikuti. حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf. Publication: 1437 H_2016 M

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Pembiayaan Multi Jasa

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

APA PEDOMANMU DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH TA'ALA?

YANG HARAM UNTUK DINIKAHI

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Tema: Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan

Adab makan berkaitan dengan apa yang dilakukan sebelum makan, sedang makan dan sesudah makan.

TETANGGA Makna dan Batasannya حفظه هللا Syaikh 'Ali Hasan 'Ali 'Abdul Hamid al-halabi al-atsari

ISLAM dan DEMOKRASI (1)

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA MENYEWA POHON UNTUK MAKANAN TERNAK

DOA dan DZIKIR. Publication in PDF : Sya'ban 1435 H_2015 M DOA DAN DZIKIR SEPUTAR PUASA

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan

TAFSIR AKHIR SURAT AL-BAQARAH

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

KAIDAH FIQH. Sama saja antara orang yang merusak milik orang lain baik dengan sengaja, tidak tahu, ataupun lupa

ISLAM IS THE BEST CHOICE

Bagi YANG BERHUTANG. Publication: 1434 H_2013 M. Download > 600 ebook Islam di PETUNJUK RASULULLAH

Adzan Awal, Shalawat dan Syafaatul Ujma ADZAN AWAL, MEMBACA SHALAWAT NABI SAW, DAN SYAFA ATUL- UZHMA

Kaidah Fiqh BERSUCI MENGGUNAKAN TAYAMMUM SEPERTI BERSUCI MENGGUNAKAN AIR. Publication in CHM: 1436 H_2015 M

Sunnah menurut bahasa berarti: Sunnah menurut istilah: Ahli Hadis: Ahli Fiqh:

HADITS TENTANG RASUL ALLAH

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBAYARAN KODE UNIK DALAM JUAL BELI ONLINE DI TOKOPEDIA. A. Analisis Status Hukum Kode Unik di Tokopedia

KAIDAH FIQH. Disyariatkan Mengundi Jika Tidak Ketahuan Yang Berhak Serta Tidak Bisa Dibagi. حفظه هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

Berkahilah untuk ku dalam segala sesuatu yang Engkau keruniakan. Lindungilah aku dari keburukannya sesuatu yang telah Engkau pastikan.

MURA<BAH{AH BIL WAKA<LAH DENGAN PENERAPAN KWITANSI

KOMPETENSI DASAR: INDIKATOR:

KAIDAH FIQH. Jual Beli Itu Berdasarkan Atas Rasa Suka Sama Suka. Publication 1437 H_2016 M. Kaidah Fiqh Jual Beli Itu Berdasarkan Suka Sama Suka

ZAKAT PENGHASILAN. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 3 Tahun 2003 Tentang ZAKAT PENGHASILAN

BAB IV ANALISIS TERHADAP JUAL BELI IKAN BANDENG DENGAN PEMBERIAN JATUH TEMPO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAB IV ANALISIS HUKUM BISNIS ISLAM TERHADAP PENGAMBILAN KEUNTUNGAN PADA PENJUALAN ONDERDIL DI BENGKEL PAKIS SURABAYA

ISLAM DIN AL-FITRI. INDIKATOR: 1. Mendeskripsikan Islam sebagai agama yang fitri

Kaidah Fiqh. Keadaan Darurat Tidak Menggugurkan Hak Orang Lain. Publication: 1435 H_2014 M DARURAT TIDAK MENGGUGURKAN HAK ORANG LAIN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PENGULANGAN PEKERJAAN BORONGAN PEMBUATAN TAS DI DESA KRIKILAN KECAMATAN DRIYOREJO KECAMATAN GRESIK

KAIDAH FIQH. Pengakuan Adalah Sebuah Hujjah yang Terbatas. Publication 1437 H_2016 M. Kaidah Fiqh Pengakuan adalah Sebuah Hujjah yang Terbatas

KAIDAH FIQH. Perubahan Sebab Kepemilikan Seperti Perubahan Sebuah Benda. حفظو هللا Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Lathif

A. Analisis Tentang Tata Cara Akad Manusia tidak bisa tidak harus terkait dengan persoalan akad

Doa dan Dzikir Seputar Musuh dan Penguasa

Jagalah Lisan ك ب ع ا ي س ئ ىل

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

Syarah Istighfar dan Taubat

BAB IV ANALISIS TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENUKARAN UANG DENGAN JUMLAH YANG TIDAK SAMA JIKA DIKAITKAN DENGAN PEMAHAMAN PARA PELAKU

Jangan Mengikuti HAWA NAFSU. Publication : 1437 H_2016 M. Jangan Mengikuti Hawa Nafsu

Qawaid Fiqhiyyah. Niat Lebih Utama Daripada Amalan. Publication : 1436 H_2015 M

Materi Kajian Kitab Kuning TVRI Edisi Ramadhan. Narasumber: DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA Video kajian materi ini dapat dilihat di

BAB IV ANALISIS PENENTUAN NISBAH BAGI HASIL PEMBIAYAAN MUDHARABAH PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM DI BMT BINTORO MADANI DEMAK

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HAK KHIYA>R PADA JUAL BELI PONSEL BERSEGEL DI COUNTER MASTER CELL DRIYOREJO GRESIK

Wa ba'du: penetapan awal bulan Ramadhan adalah dengan melihat hilal menurut semua ulama, berdasarkan sabda Nabi r:

KOMPETENSI DASAR INDIKATOR:

SIFAT WUDHU NABI. 2. Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya)

Hijab Secara Online Menurut Hukum Islam

SUMPAH PALSU Sebab Masuk Neraka

مت إعداد هذا امللف آليا بواسطة املكتبة الشاملة

MUZARA'AH dan MUSAQAH

KAIDAH FIQH. Semua hukum ilmu dan amal tidak sempurna kecuali dengan dua perkara: Terpenuhi syarat dan rukunnya serta tidak ada penghalangnya

Konsisten dalam kebaikan

PANDUAN ISLAMI DALAM MENAFKAHI ISTRI

CARA PRAKTIS UNTUK MENGHAFAL AL-QUR AN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBERIAN KOMISI KEPADA AGEN PADA PRULINK SYARIAH DI PT. PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE NGAGEL SURABAYA

حفظو هللا Oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc, MA. Publication : 1437 H_2016 M. Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

BAB IV PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA HUKUM ISLAM DAN UU NO 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PEMBULATAN HARGA

ة س ى اهو اهر خ اهر خ ى

مت إعداد هذا امللف آليا بواسطة املكتبة الشاملة

مت إعداد هذا امللف آليا بواسطة املكتبة الشاملة

BAB IV ANALISIS METODE ISTINBA<T} HUKUM FATWA MUI TENTANG JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI

ف ان ت ه وا و ات ق وا الل ه ا ن الل ه ش د يد ال ع ق اب

Perkara yang Bermanfaat Bagi Seorang yang Telah Mati PERKARA YANG BERMANFAAT BAGI SEORANG YANG TELAH MATI

FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 4 Tahun 2003 Tentang PENGGUNAAN DANA ZAKAT UNTUK ISTITSMAR (INVESTASI)

Edisi: 11/9/1/1437 KHUTBAH PERTAMA م ع اش ر ال م س ل م ي ن ر ح م ن ي ور ح م ك م الل ه. Alloh Subhanahu wa Ta'ala berkata di dalam Al-Qur'an:

KAIDAH FIQH PENGGABUNGAN HUKUMAN DAN KAFFAROH. Publication 1437 H_2016 M. Kaidah Fiqh Penggabungan HUKUMAN dan KAFFAROH

Hadits Lemah Tentang Keutamaan Surat Az-Zalzalah

مت إعداد هذا امللف آليا بواسطة املكتبة الشاملة

Transkripsi:

JUAL-BELI SISTEM DROPSHIPPING حفظه هللا Ustadz Dr. Muhammad Arifin bin Badri MA Publication : 1436 H_2015 M JUAL-BELI SISTEM DROPSHIPPING حفظه هللا Oleh : Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA Sumber: Majalah Al-Furqon, No. 156 Ed. 9 Th ke-14_1436h/2015m e-book ini didownload dari www.ibnumajjah.com

PENDAHULUAN Hadirnya sistem pemasaran dropshipping bak embusan angin sejuk bagi banyak orang. Betapa tidak, dengan sistem dropshipping, Anda dapat menjual berbagai produk tanpa modal. Yang dibutuhkan hanyalah foto-foto produk yang berasal dari supplier/toko. Anda dapat menjalankannya walau tanpa membeli barang terlebih dahulu. Dan ajaibnya, dropshipper dapat menjualnya ke konsumen dengan harga yang dia tentukan sendiri. Dalam sistem dropshipping, konsumen terlebih dahulu membayar secara tunai atau transfer ke rekening dropshipper. Selanjutnya, dropshipper membayar ke supplier sesuai dengan harga beli dropshipper disertai ongkos kirim barang ke alamat konsumen. Dropshipper berkewajiban menyerahkan data konsumen, yakni berupa nama, alamat, dan nomor telepon kepada supplier. Bila semua prosedur tersebut dipenuhi, supplier kemudian mengirimkan barang ke konsumen. Namun, perlu dicatat, walaupun supplier yang mengirimkan barang, nama dropshipper-lah yang dicantumkan sebagai pengirim barang. Pada transaksi ini, dropshipper nyaris tidak memegang barang yang dia jual. Dengan demikian, konsumen tidak mengetahui bahwa sejatinya ia membeli barang dari supplier bukan dari dropshipper.

KEUNTUNGAN SISTEM DROPSHIPPING Beberapa keuntungan sistem dropshipping: 1. Dropshipper mendapat unhung atau fee (upah) atas jasanya memasarkan barang milik supplier. 2. Tidak membutuhkan modal besar untuk menjalankan sistem ini. 3. Sebagai dropshipper, Anda tidak perlu menyediakan kantor dan gudang barang. 4. Walau tanpa berbekal pendidikan tinggi, asalkan cakap berselancar di dunia maya, Anda dapat menjalankan sistem ini. 5. Anda terbebas dari beban pengemasan dan distribusi produk. 6. Sistem ini tidak kenal batas waktu atau ruang, alias Anda dapat menjalankan usaha ini kapan pun dan di mana pun Anda berada.

HUKUM SISTEM DROPSHIPPING Jangan hanya sebatas memikirkan kemudahan atau besarnya keuntungan. Status halal dan haram setiap jenis usaha yang Anda jalankan harusnya menempati urutan pertama dari semua pertimbangan. Sikap ini selaras dengan do'a Anda kepada Allah Azza wa Jalla: الل ه م اك ف ن ب ح ل ل ك ع ن ح ر ام ك و أ غ ن ن ب ف ض ل ك ع م ن "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Dan jadikanlah aku merasa puas dengan kemurahan-mu sehingga aku tidak mengharapkan kemurahan selain kemurahan-mu." Untuk mengetahui status hukum halal haram pemiagaan, Anda harus melihat tingkat keselarasan sistemnya dengan prinsip-prinsip dasar perniagaan dalam syari'at. Perniagaan yang terbukti menyeleweng dari salah satu atau lebih prinsip syari'at, sepantasnya Anda mewaspadainya. Berikut beberapa prinsip syari'at dalam pemiagaan sistem dropshipping yang perlu Anda cermati.

Prinsip pertama: Kejujuran Untuk mendapat keuntungan dari pemiagaan tidak perlu berdusta. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, dalam beberapa kes-empatan, menekankan pentingnya kejujuran dalam perniagaan, di antara melalui sabdanya: ال ب ي ع ان ب ل خ ي ار م ال م ي ت ف ر ق ا أ و ق ال ح ت ي ت ف ر ق ا ف إ ن ص د ق ا و ب ي ن ا ب ور ك ل م ا ف ب ي ع ه م ا و إ ن ك ت م ا و ك ذ ب م ح ق د ب ر ك ة ب ي ع ه م ا "Kedua orang yang terlibat transaksi jual beli, selama belum berpisah, memiliki hak pilih untuk membatalkan atau meneruskan akadnya. Apabila keduanya berlaku jujur dan transparan maka akad jual beli mereka diberkahi. Namun, apabila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya keberkahan penjualannya hapus." (Muttafaqun 'alaihi) Prinsip kedua: Jangan menjual barang yang tidak Anda miliki Islam sangat menekankan kepada para pemeluknya, kehormatan harta kekayaan. Karena itu, Islam mengharamkan berbagai bentuk tindakan merampas atau memanfaatkan harta orang lain tanpa izin atau keridhaan pemiliknya. Allah Ta'ala berflrman:

ت ار ة ت ك و ن أ ن إ ال ب ل ب اط ل ب ي ن ك م أ م و ال ك م ت ك ل وا ال آم ن وا ال ذ ي ن أ ي ه ا ي م ن ك م ت ر اض ع ن Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. (QS an-nisa' [4]: 29) ال ي ح ل م ال ام ر ئ إ ال ب ط ي ب ن ف س م ن ه "Tidak halal harta orang muslim, kecuali atas dasar keridhaan jiwa darinya." (HR Ahmad, dan lainnya) Begitu besar penekanan Islam tentang hal ini, sehingga Islam menutup segala celah yang dapat menjerumuskan umat Islam kepada praktik memakan harta saudaranya tanpa alasan yang dibenarkan. Prinsip ketiga: Hindari riba dan berbagai celahnya Sejarah umat manusia telah membuktikan bahwa praktik riba senantiasa mendatangkan kehancuran tatanan ekonomi masyarakat. Wajar, bila Islam mengharamkan praktik riba dan berbagai praktik niaga yang dapat menjadi celah terjadinya praktik riba. Di antara celah riba yang telah ditutup dalam Islam ialah pada kasus menjual kembali

barang yang telah Anda beli namun fisik/barang tersebut belum sepenuhnya Anda terima dari penjual. "Belum sepenuhnya Anda terima" bisa jadi: 1. Anda masih satu majelis dengan penjual, atau 2. Fisik barang belum Anda terima walaupun Anda telah berpisah tempat dengan penjual. Pada kedua kondisi tersebut, Anda belum dibenarkan menjual kembali barang yang telah Anda beli. Sebab, pada kedua kondisi tersebut, terdapat celah terjadinya praktik riba. Sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma mengisahkan: ن ه ى أ ن ت ب اع الس ل ع ح ي ث ت ب ت اع ح ت ي و ز ه ا الت ج ار إ ل ر ح ال ه م "Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melarang dari menjual kembali setiap barang di tempat barang itu dibeli, hingga barang itu dipindahkan oleh para pembeli ke tempat mereka masing-masing." (HR Abu Dawud dan al-hakim) Dalam hadis lain, beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda: م ن اب ت اع ط ع ام ا ف ل ي ب ع ه ح ت ي ق ب ض ه. ق ال اب ن ع ب اس و أ ح س ب ك ل ش ي ء ب م ن ز ل ة الط ع ام

"Barang siapa membeli bahan makanan, maka janganlah ia menjualnya kembali hingga ia benar-benar telah menerimanya." Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, "Dan saya berpendapat bahwa segala sesuatu hukumnya seperti bahan makanan." (Muttafaqun 'alaihi) Sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma ditanya lebih lanjut tentang alasan larangan tersebut, lalu beliau menerangkan: ذ اك د ر اه م ب د ر اه م و الط ع ام م ر ج أ "Yang demikian itu karena sebenarnya yang terjadi adalah menjual dirham dengan dirham, sedangkan bahan makanannya ditunda (sekadar kedok belaka)." (Muttafaqun 'alaihi) Sistem dropshipping, pada praktiknya, bisa melanggar ketiga atau salah satu prinsip tersebut sehingga keluar dari aturan syari'at alias haram. Seorang dropshipper bisa saja mengaku sebagai pemilik barang atau sebagai agen, padahal kenyataannya tidak demikian. Karena kebohongan dropshipper tersebut, konsumen menduga ia mendapatkan barang dengan harga murah dan terbebas dari praktik percaloan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Andai konsumen menyadari sedang berhadapan dengan seorang agen atau pihak kedua, bisa saja ia mengurungkan pembeliannya.

Pelanggaran bisa juga berupa dropshipper menawarkan lalu menjual barang yang belum ia terima walaupun ia telah membelinya dari supplier. Dengan demikian, dropshipper melanggar larangan Nabi Shallallahu alaihi wasallam sebagaimana tersebut di atas. Atau, bisa jadi dropshipper menentukan keuntungan melebihi yang diizinkan supplier. Kalau begitu, ulah dropshipper jelas merugikan supplier karena barang dagangan miliknya bisa telat laku atau bahkan kehilangan pasar. S O L U S I Agar terhindar dari berbagai pelanggaran-pelanggaran tersebut, Anda dapat melakukan salah dari beberapa alternatif berikut ini. Alternatif pertama: Sebelum menjalankan sistem dropshipping, terlebih dahulu Anda menjalin kesepakatan kerja sama dengan supplier. Atas kerja sama ini, Anda mendapatkan wewenang untuk turut memasarkan barang dagangan supplier. Atas partisipasi Anda, Anda berhak mendapatkan fee (upah) yang nominalnya telah disepakati bersama. Penentuan upah bisa dihitung berdasarkan waktu kerja sama. Selain itu, bisa juga upah ditentukan berdasarkan jumlah barang yang telah Anda jual. Bila

alternatif ini yang Anda pilih, berarti Anda bersama supplier menjalin akad ju'alah (jual jasa). Ini salah satu model akad jual beli jasa yang upahnya ditentukan sesuai dengan hasil kerja bukan waktu kerja. Alternatif kedua: Anda dapat mengadakan kesepakatan dengan calon konsumen. Atas jasa Anda untuk pengadaan barang, Anda mensyaratkan imbalan dalam nominal tertentu. Dengan demikian, Anda menjalankan model usaha jual beli jasa atau semacam "biro jasa pengadaan barang". Alternatif ketiga: Anda dapat menggunakan skema akad salam. Dengan demikian, Anda berkewajiban menyebutkan berbagai kriteria barang kepada calon konsumen, baik dilengkapi dengan gambar barang atau tidak. Setelah ada calon konsumen yang berminat terhadap barang yang Anda tawarkan dengan harga yang disepakati, barulah Anda mengadakan barang. Skema salam barangkali yang paling mendekati sistem dropshipping. Namun demikian, ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam mempraktikkan akad salam: 1. Dalam skema akad salam, calon konsumen harus membayar tunai alias lunas pada awal akad. 2. Semua risiko selama pengiriman barang hingga barang tiba di tangan konsumen menjadi tang-gung jawab dropshipper bukan supplier.

Alternatif keempat: Anda menggunakan skema akad murabahah lil 'amiri bisysyira' (pemesanan tidak mengikat). Yaitu ketika ada calon konsumen yang tertarik dengan barang yang Anda pasarkan, segera Anda mengadakan barang tersebut sebelum ada kesepakatan harga dengan calon pembeli. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, segera Anda mengirimkannya ke calon pembeli. Setiba barang di tempat calon pembeli, barulah Anda mengadakan negosiasi penjualan dengannya. Calon pembeli memiliki wewenang penuh untuk membeli atau mengurungkan rencananya. Mungkin Anda berkata, "Bila alternatif tersebut [keempat] yang saya pilih, betapa besar risiko yang harus saya pikul. Betapa susahnya kerja saya. Terlebih bila calon pembeli berdomisili jauh dari tempat tinggal saya." Saudaraku, apa yang Anda utarakan benar adanya. Karena itu, mungkin alternatif tersebut yang paling sulit untuk diterapkan. Terutama bila Anda menjalankan bisnis secara online. Walau demikian, bukan berarti risiko besar tidak dapat ditanggulangi. Untuk menanggulanginya, sebagai penjual, Anda dapat mensyaratkan hak khiyar (hak pilih membatal-kan pembelian) kepada supplier dalam batas waktu tertentu. Dengan demikian, bila calon pembeli batal membeli, Anda dapat mengembalikan barang kepada supplier. Sebagaimana Anda juga dapat mensyaratkan kepada calon pembeli bahwa bila batal membeli, ia

menanggung seluruh biaya mendatangkan barang dan mengembalikannya kepada supplier. Semoga dapat menambah khazanah ilmu Anda. Semoga Allah Ta'ala memudahkan dan memberkahi perniagaan Anda. Wallahu Ta'ala a'lamu bishshawab. []