E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

dokumen-dokumen yang mirip
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI BERMAIN PANCING ANGKA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PKn DENGAN MODEL GROUP INVESTIGATION DI SDN 05 PADANG PASIR KOTA PADANG

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BAB I PENDAHULUAN. memahami setiap materi pelajaran yang diberikan, (3) selalu bersikap aktif

Oleh: Eni Musrifah SLB Setya Darma Surakarta ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS IV SEMESTER 2 SD

PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN PERKALIAN MENGGUNAKAN MEDIA KOTAKMATIKA DI KELAS IV SEKOLAH DASAR ARTIKEL PENELITIAN OLEH MISLAH NIM F

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG MELALUI METODE JARIMATIKA PADA SISWA TUNANETRA. Oleh: Siti Rachmawati ABSTRAK

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI PENDEKATAN GUIDED DISCOVERY LEARNING SISWA KELAS XE SMA NEGERI1 TANJUNGSARI, GUNUNG KIDUL TAHUN AJARAN 2012/2013

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN PEMBELAJARAN DENGAN METODE EKSPERIMEN IPA DI KELAS IV SDN 20 GUNUNG TULEH PASAMAN BARAT

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN MELALUI METODE PEER TUTORIAL (TUTOR SEBAYA) ANAK TUNARUNGU KELAS DASAR II DI SLB WIYATA DHARMA 1 SLEMAN

METODE BUZZ GROUP DISERTAI MEDIA KELERENG SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SD NEGERI BINJAI UTARA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN

PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS X.8 DENGAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN SISWA KELAS 2 SDN 003 RANTAU PULUNG MENGGUNAKAN ALAT PERAGA KELERENG DAN BATU KERIKIL

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DI SEKOLAH DASAR

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMPULKAN MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN IPA

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2 No 1, Maret 2014

Serambi Akademica, Volume IV, No. 2, November 2016 ISSN :

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Dwi Ratnasari Dewi SMP Negeri 11 Madiun

Riwa Giyantra *) Armis, Putri Yuanita **) Kampus UR Jl. Bina Widya Km. 12,5 Simpang Baru, Pekanbaru

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

Jurusan Pedidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya Jl. Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya )

Oleh: Dewi Sri Yuliati 1, Zuhri D 2, Sehatta Saragih 3

PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI METODE LATIHAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 009 AIR EMAS KECAMATAN UKUI

Kata Kunci: metode inkuiri, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar, kegiatan ekonomi

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI MEDIA KALUNG BERANGKA PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN PADA SISWA KELAS III SD

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN IPA TERPADU DENGAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS VIII-1 SMP NEGERI 8 TEBING TINGGI

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN PENDEKATAN BRAIN BASED LEARNING DI SDN 20 KURAO PAGANG

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAME TOURNAMENT

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION MATA PELAJARAN PKN SD KOTA TEBING TINGGI

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS V SD N KARANGMOJO BANTUL

E-JUPEKhu (JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KHUSUS)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY UNTUK MENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN TENTANG KEBEBASAN BERORGANISASI

PENGGUNAAN PENDEKATAN DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN 26 LUBUK ALUNG

Penerapan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Kelas V SD Negeri 111 Pekanbaru

PENGGUNAAN METOE TANYA JAWAB DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1-20 MENGGUNAKAN METODE PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA TUNARUNGU KELAS I DASAR SLB NEGERI 2 BANTUL

ARTIKEL PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN SISWA KELAS II MELALUI ALAT PERAGA SEDOTAN DAN KANTONG BILANGAN DI SDN 13 BANGKO KABUPATEN SOLOK SELATAN

PENERAPAN METODE JARIMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN. Khotna Sofiyah

STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LISTENING BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IX.E SMP NEGERI I BAJENG

MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD

Ngatiyem SD Negeri 3 Kemiling Permai ABSTRACT

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE GLOBAL PADA SISWA KELAS I SD NEGERI KAPUKANDA ARTIKEL JURNAL

Peningkatan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas V Dengan Menggunakan Metode Inkuiri. Zaiyasni PGSD FIP UNP Padang

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV A PADA PEMBELAJARAN IPS MELALUI MODEL SCRAMBLE DI SDN 03 KOTO PULAI PESISIR SELATAN.

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI METODE PQ4R

MENINGKATKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI MEDIA MANIK-MANIK BAGI ANAK TUNANETRA KELAS D-4 SLB TUNANETRA PAYAKUMBUH

PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SIAWA KELAS X5 DENGAN MENGGUNAKAN METODE SRT (SEARCH REWRITE AND TEST

UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA ANAK DENGAN PERMAINAN ULAR TANGGA DI KB ABC BLORONG

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPSI MENGGUNAKAN METODE KARYAWISATA UNTUK ANAK TUNARUNGU KELAS X DI SLB NEGERI PURBALINGGA

PENERAPAN MODEL MASTERY LEARNING BERBANTUAN LKPD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DI KELAS VIII.3 SMP NEGERI 4 KOTA BENGKULU

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG

ARTIKEL. PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN PKn MELALUI METODE LEARNING STARTS WITH A QUESTION DISDN 10 SANGKIR AGAM OLEH:

ARTIKEL PENELITIAN. oleh. RiaParamita NPM

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKANALAT PERAGA PADA SISWA KELAS III SEMESTER II SD NEGERI 67 PAGARALAM

Meningkatkan Kemampuan Berhitung dengan Alat Peraga Kelereng bagi Siswa Kelas II SD N Pungai Tahun Ajaran 2013/2014

MANAJEMEN PEMBELAJARAN PKN DENGAN MODEL PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) BAGI SISWA SMK

PENGGUNAAN ALAT PERAGA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 29 PAGARALAM TENTANG SIFAT-SIFAT BANGUN RUANG

PENINGKATAN PARTISIPASI BELAJAR SISWA KELAS IV DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SD NEGERI 22 LUBUK MINTURUN

Volume 7 Nomor 1 Juli 2017 P ISSN : E ISSN :

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENGGUNAAN STRATEGI DIRECTED READING THINKING ACTIVITY (DRTA) SISWA TUNARUNGU

PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MASTERY LEARNING

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI ASAM DAN BASA DENGAN MENGGUNAKAN INQUIRY BASED LEARNING (IBL) PADA KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 5 MAKASSAR

PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBERIAN TUGAS DI SMK

UNION: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No 2, Juni Darmiyanto 1) dan A.A. Sujadi 2) 1), 2) Program Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP

Penggunan Model Pembelajaran Team Games Tournament Dan Picture And Picture

MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR BILANGAN BULAT SISWA KELAS V MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BAMBOO DANCING. Dyah Tri Wahyuningtyas

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD

Transkripsi:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERKALIAN BILANGAN BULAT 6-10 MELALUI METODE JARIMATIKA BAGI ANAK TUNARUNGU Oleh : Sri Mulyani Sri Mulyani: Increases Ability Integer Multiplication 6 s / d 10 through Jarimatika Methods for Deaf Children in Class V SLB Tanjungpinang Affairs. ThesisPLBFIPUniversitasPadangDistrict.This research background in which deaf children experience difficulties in fifth grade arithmetic operations of multiplication number six and above. This is because children get bored and switch attention to enumerate through the media sticks or lines and abacus seeds too much. Thus the aim of this research is to improve the ability of multiplication for deaf children in class V SLB Tanjungpinang Affairs. Type of research is a classroom action research (action research) is done in the form of collaboration with classroom teachers. This action is done to the seven children who were the subject of research that deaf children class V SLB Tanjungpinang Affairs. The results showed that six sessions in the learning process which begins with jarimatika jarimatika forwarded using the arithmetic multiplication operation showed good results. Based on the average value obtained by the students at the end of the first cycle can be seen that reaches an average of 60%, average of reaches an average of 100%. It was concluded that the method could improve the ability of multiplication jarimatika Kata kunci: Metode Jarimatika dapat meningkatkan: kemampuan belajar matematika: bagi Anak Tunarungu SLB N Tanjungpinang PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Aturan tentang pentingnya seseorang dalam hal pendidikan tercantum pada UUD 1945 pasal 31 ayat 1 yang berbunyi Setiap warganegara berhak mendapatkan pengajaran. Pasal tersebut menjelaskan bahwa seluruh warga negara tanpa terkecuali anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan kemampuan, bakat, minat dan kebutuhan belajar. Anak tunarungu merupakan salah satu bagian dari anak berkebutuhan khusus. Dalam proses pendidikannya, anak tunarungu mengalami kesulitan dalam bidang akademik karena keterbatasan dalam berbahasa, untuk itu mereka memerlukan layanan pendidikan yang khusus agar dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik. Layanan pendidikan khusus ini diberikan dikarenakan anak tunarungu mempunyai gangguan pada pendengarannya. Gangguan tersebut dikarenakan ketidakmampuan dalam menangkap bunyi bahasa hingga pada akhirnya menunjukkan kesan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Dampak ini tentu saja berakibat pada Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 150

kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas pada umumnya.. Ditingkat sekolah luar biasa (SLB) penanaman konsep dasar pengetahuan pada tahap awal ini terdiri dari membaca, menulis, dan menghitung.kemampuan menghitung ini merupakan bagian integral yang diperoleh anak pada mata pelajaran matematika. Fenomena sekarang adalah anak tunarungu kurang menyadari potensi yang masih dimiliki. Walaupun pendengaran mereka tidak berfungsi, kemampuan intelektual mereka tetap harus difungsikan. Apabila kemampuan intelektual mereka dikembangkan secara optimal, mereka tidak akan mengalami kesulitan dalam belajar. Permasalahan yang nyata dihadapi anak tunarungu sekarang adalah mereka sangat sulit memahami suatu konsep, karena keterbatasan dan kemampuan yang dimiliki oleh anak tunarungu sangat membutuhkan kemampuan guru dalam memberikan pembelajaran matematika sangat menentukan keberhasilan siswa.salah satu faktor penentu keberhasilan belajar matematika pada aspek menghitung perkalian bilangan bulat bagi anak tunarungu adalah pemilihan dan penggunaan media belajar yang tepat. Tetapi soal perkalian bilangan bulat 6 sampai 10 belum mampu mengerjakan soal-soal perkalian terbukti dari hasil asesmen soal 10 MS hanya dapat memperoleh 30%, dan RN dari soal 10 dapat memperoleh 35%, NY dari soal 10 dapat dapat memperoleh 40%, NT dari soal 10 dapat memperoleh 50%, RL dari 10 soal dapat memperoleh 60%, EG dari soal 10 dapat memperoleh 60%, SV dari soal 10 dapat memperoleh 65%. Dalam pembelajaran menghitung perkalian bilangan bulat ada beberapa media yang bisa digunakan. Namun dalam menggunakan media belajar ini tidak bisa digunakan begitu saja tanpa melihat keadaan anak dan kedalaman materi itu sendiri. Berdasarkan study pendahuluan dikelas dasar V /B di SLB N Tanjungpinang siswa anak tunarungu mengalami kesulitan dalam menghitung perkalian bilangan bulat 6 sampai 10 Berdasarkan hasil study pendahuluan yang peneliti lakukan di SLB Negeri Tanjungpinang kelas V tunarungu yang terdiri dari 7 orang. Kemampuan berhitung mereka sudah cukup bagus terutama penjumlahan dan pengurangan juga perkalian dalam bilangan kecil yaitu 1 sampai 5 yang peneliti amati di buku catatan dan buku tulis mereka. Hal ini semakin meyakinkan peneliti ketika peneliti mengajarkan materi perkalian. Berdasarkan hasil study pendahuluan tersebut peneliti bersama teman sejawat, yaitu seorang guru yang saat ini mengajar di kelas tersebut ingin berkolaborasi mencoba mengatasi permasalahan di atas dengan menggunakan metode jarimatika dalam pembelajaran perkalian bilangan enam sampai bilangan sepuluh. Metode jarimatika merupakan salah satu metode yang tepat bagi anak Tunarungu, karena metode ini Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 151

sederhana, murah, menyenangkan dan tidak memberatkan memori anak.secara sepintas nampaknya metode jarimatika ini memang rumit, tetapi dengan kreatifitasnya guru dapat menyederhanakannya bagi anak tunarungu. Misalnya sesuai dengan rumus formasi jarimatika bahwa jari tangan yang dilipat menjadi puluhan kita jumlahkan dan jari tangan yang tidak dilipat menjadi satuan dikalikan. Kemudian hasil dari penjumlahn dan perkalian dijumlahkan, kita pasti berpikir bagaimana mungkin anak tunarungu bisa melakukan hal yang sedemikian rumit. Tetapi bila disederhanakan dan diajarkan dengan santai tanpa adanya paksaan anak senang dan bersemangat sehingga yang tidak mungkin akan menjadi kenyataan.cara untuk menyederhanakannya adalah jari yang dilipat langsung dihitung menjadi puluhan misalnya 7x8 berarti jari yang dilipat di tangan kanan adalah jari kelingking dan jari manis dan yang dilipat di tangan kiri adalah jari kelingking, jari manis dan jari tengah, jadi jari yang dilipat semuanya ada 5 menjadi 50 karena dia puluhan, angka 50 sebagai puluhan ini ditulis di kertas buram atau di lembar kerja supaya anak tidak lupa karena salah satu karakteristik anak tunarungu adalah anak tunarungu akan lebih cepat merespons dan menangkap makna melalui visualnya. Kemudian jari yang tidak dilipat yaitu jari tengah, jari telunjuk dan jari jempol tangan kanan dikalikan dengan jari yang tidak dilipat di tangan kiri yaitu jari telunjuk dan ibu jari berarti 3x2=6 kemudian ditambahkan dengan angka yang ditulis di kertas buram atau di lembar kerja tadi yaitu 50+6=56, dengan demikian metode jarimatika yang kelihatannya rumit dan abstrak dapat menjadi lebih sederhana dan dikongkritkan dengan cara menuliskannya. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (Classroom action research). Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan untuk memperbaiki mutu praktek pengajaran di kelas. Suharsimi (08:2) mengemukakan bahwa penelitian tindakan kelas yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar yang berupa sebuah tindakan sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut dilakukan oleh guru atau diarahkan oleh guru yang dilakukan oleh siswa. Sejalan dengan pendapat tersebut Rochiati (05:13) menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang dilakukan oleh sekelompok guru untuk mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penelitian tindakan kelas seperti Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 152

yang dikemukan oleh Suharsimi (06:12) antara lain:1)penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian yang mengiku sertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.2)kegiatan perenungan, pemikiran dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional, mantap dan valid guna melakukan perbaikan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi. 3)Tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran yang dilakukan sesegera mungkin dan bersifat praktis. Penelitian ini peneliti lakukan bersama teman sejawat dan bekerja bersama-sama Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu. Dari pendapat para ahli di atas maka dapat diambil satu kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kualitas bidang pendidikan dengan memberikan suatu tindakan yang dalam pelaksanaannya sangat memperhatikan proses dan hasilnya. Impliksinya sangat positif bagi keprofesionalan praktisi yang bersangkutan.tujuan utama dari penelitian tindakan kelas ini seperti yang dikemukakan oleh Suharsimi (0:12) yaitu untuk memecahkan masalah nyata yang terjadi di kelas, yang bertujuan tidak saja untuk memecahkan masalah tetapi sekaligus mencari jawaban mengapa masalah itu dapat dipecahkan melalui tindakan yang dilakukan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penelitian tindakan kelas seperti yang dikemukan oleh Suharsimi (06:12) antara lain:(1)penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian yang mengiku sertakan secara aktif peran guru dan siswa dalam berbagai tindakan.(2)kegiatan perenungan, pemikiran dan evaluasi yang dilakukan berdasarkan pertimbangan rasional, mantap dan valid guna melakukan perbaikan dalam upaya memecahkan masalah yang terjadi.(3)tindakan perbaikan terhadap situasi dan kondisi pembelajaran yang dilakukan sesegera mungkin dan bersifat praktis. Penelitian ini peneliti lakukan bersama teman sejawat dan bekerja bersama-sama (kolaborator). Peneliti sebagai guru kelas yang melaksanakan tindakan sementara teman sejawat menjadi pengamat dan mencatat hasil pengamatan selama proses pelaksanaan kegiatan berlangsung. Kerjasama peneliti dengan teman sejawat dimulai sejak merumuskan masalah sampai pelaporan hasil penelitian. Diawali dengan kondisi anak secara objektif yaitu ke tujuh orang anak tunarungu yang belum bisa menjawab soal matematika tentang berhitung bilangan bulat dengan benar. Melihat atau mengamati hasil dari tindakan yang dilakukan. Observasi dilakukan setelah anak diberikan latihan berulang-ulang. Aspek yang Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 153

diamati adalah kemampuan anak dalam mengerjakan sejumlah soal yang diberikan. Kriteria penilaian dalam penelitian ini meliputi penjelasan kriteria sebagai berikut: Sebagai rencana tindakan adalah penggunaan metode jarimatika untuk meningkatkan kemampuan menghitung penjumlahan bilangan bulat. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut :1)Metode jarimatika untuk meningkatkan kemampuan menghitung perkalian bilangan bulat.2)menyusun program pembelajaran atau menempatkan materi. Membagi giliran anak untuk mempraktekkan menggunakan jarimatika untuk perkalian. Keterangan: BS TB : Bisa, jika siswa dapat menghitung dan menuliskan hasil perkalian dengan benar : Tidak bisa, jika siswa tidak bisa sama sekali. Berdasarkan tabel di Lampiran hasil peningkatan pembelajaran siswa dari siklus I hasil pembelajaran siswa baru mencapai 72,85 %, pada siklus II meningkat 92,85 %. Hasil akhir pembelajaran siswa dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan 68,57 %. Hasil penilaian kemampuan belajar siswa RN = 12 x 100 % = 60 % NY = 13 x 100 % = 65 % MS = 12 x 100 % = 60 % NT = 15 x 100 % = 75 % RL = 17 x 100 % = 85 % EG = 16 x 100 % = 80 % SV = 17 x 100 % = 85 % Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 154

HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil pelaksanaan penelitian yang dilakukan pada ke tujuh siswa kelas V tunarungu di SLB Negeri Tanjungpinang tentang pelaksanaan pembelajaran perkalian bilangan 6 s/d 10 melalui metode jarimatika dapat dideskripsikan sebagai berikut:adapun hasil pelaksanaan pembelajaran kelas V Tunarungu dapat dideskripsikan Tahap perencanaan,tahap Tindakan, thap observasi,tahap Analisis dan thap Refleksi untuk mengetahui perkembangan belajar siswa. 1. Perencanaan Adapun perencanaan pembelajaran pada siklus II ini adalah mengulangi materi pembelajaran pada siklus I yang belum berhasil, baik dalam materi mengenal bentuk angka jarimatika dalam perkalian bilangan 6 s/d 10, menjelaskan langkah penggunaan angka jarimatika dalam perkalian dan menghitung perkalian dengan metode jarimatika, baik dalam menjumlahkan puluhan, mengalikan satuan dan menjumlahkan hasil jumlah puluhan dan hasil perkalian satuan. 2. Tindakan Tindakan yang dilakukan pada siklus II ini adalah memberikan layanan dan bimbingan secara individual kepada siswa yang masih mengalami kesulitan dalam menghitung perkalian bilangan 6 s/d 10 dengan metoda jarimatika. Tindakan yang diberikan sama seperti pada tindakan yang diberikan pada siklus I, bedanya dalam proses kegiatan pembelajaran peneliti menggunakan gambar bentuk angka jarimatika dan langkah-langkah penggunaan angka jarimatika dalam perkaliantung bilangan 6 s/d 10, kegiatannya masih sama menghitung puluhan, mengalikan satuan dan menjumlahkan hasil puluhan dengan hasil perkalian satuan serta menuliskan hasilnya, tetapi dalam pelaksanaannya peneliti lebih banyak memberi motivasi dan penguatan berupa pujian seperti bagus, tos tangan, atau hebat supaya siswa tidak jenuh dan terus semangat untuk belajar. 3. Observasi Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh kolaborator, penelitian ini telah berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan. Kegiatan pembelajaran sudah terlaksana dengan baik, siswa sangat tertarik untuk belajar perkalian dengan metode jarimatika, Siswa, bersemangat sekali menjawab jika ditanya walaupun jawabannya salah, pada dasarnya kemampuannya sudah meningkat walaupun kadang- Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 155

kadang masih keliru, yang sebenarnya jari yang dilipat dihitung puluhan ini dihitung satuan, yang aturan sebenarnya jari tangan yang dibuka dikalikan ini ditambahkan. Pada pelaksanaan pembelajaran, peneliti dalam menyampaikan materi pembelajaran dan layanan kepada siswa belum merata, kemampuan siswa dalam belajar perkalian sudah meningkat dari 60% menjadi 80% kecuali RN masih perlu diberikan latihan berulang-ulang, setelah diberikan latihan berulang-ulang lama kelamaan RN juga paham, terbukti pertanyaan- pertanyaan yang diberikan dijawab dengan benar walaupun tidak semuanya bisa dikerjakan dengan benar. 4. Refleksi Dari hasil pengamatan kolaborator, peneliti dan kolaborator melakukan perenungan dan berdiskusi terhadap hasil tindakan yang telah dilakukan. Peneliti dan kolaborator menyimpulkan bahwa secara umum kemampuan belajar siswa dalam perkalian bilangan 6 s/d 10 pada siklus II sudah berhasil. Berdasarkan tabel di Lampiran hasil peningkatan pembelajaran siswa dari siklus I hasil pembelajaran siswa baru mencapai 72,85 %, pada siklus II meningkat 92,85 %. Hasil akhir pembelajaran siswa dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan 68,57 %. Tabel I.Hasil Penilaian Kemampuan Belajar Siswa Siklus I S/D II No Nama HASIL PENILAIAN Siklus I Siklus II 1 RN 60 % 80 % 2 NY 65 % 90 % 3 MS 60 % 80 % 4 NT 75 % 100 % 5 RL 85 % 100 % 6 EG 80 % 100 % 7 SV 85 % 100 % RATA-RATA 72,85 % 92,85 % Dari hasil pengamatan kolaborator, peneliti dan kolaborator melakukan perenungan dan berdiskusi terhadap hasil tindakan yang telah dilakukan. Peneliti dan kolaborator menyimpulkan bahwa secara umum kemampuan belajar siswa dalam perkalian bilangan 6 s/d 10 pada siklus II sudah berhasil. Berdasarkan tabel di Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 156

Lampiran hasil peningkatan pembelajaran siswa dari siklus I hasil pembelajaran siswa baru mencapai 60 %, pada siklus II meningkat ada 100%. Hasil akhir pembelajaran siswa dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan 68,57 %. PEMBAHASAN Berdasarkan identifikasi masalah bahwa anak tunarungu kelas V mengalami kesulitan dalam belajar perkalian bilangan 6 s/d 10. Kemampuan anak dalam belajar perkalian bilangan 6s/d10 hanya mampu menghitung dengan cara mengelompok lompokkan lidi/ kerikil dan menghitungnya satu persatu, tetapi ditengah-tengah menghitung anak lupa berapa yang telah dihitungnya, akhirnya diulangi dari awal lagi dan itu terusmenerus dan terjadi berulang-ulang, akhirnya latihan tidak terselesaikan, anak bosan akhirnya tidak mau belajar Penelitian ini dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dengan guru kelas. Peneliti bertindak sebagai pemberi tindakan dan kolaborator sebagai pengamat. Sebagai subyek penelitian adalah siswa kelas V tunarungu yang terdiri dari 7 orang siswa yang 1 anak laki-laki dan 6 siswa perempuan yaitu RN, NY,MS, EG,RL.SV dan NT Untuk meningkatkan kemampuan perkalian bagi anak tunarungu, maka pada pembelajaran perkalian satuan dengan satuan bilangan enam sampai bilangan sepuluh digunakan metode jarimatika. Berdasarkan tujuan penelitian ini maka ada dua hal yang perlu diperhatikan sesuai dengan pertanyaan penelitian yaitu: 1) proses pelaksanaan pembelajaran perkalian bilangan enam sampai sepuluh dengan metode jarimatika dan 2) peningkatan hasil belajar dari pembelajaran perkalian bilangan enam sampai sepuluh dengan menggunakan metode jarimatika. Maka berikut ini akan dibahas hasil dari penelitian tersebut, yaitu (1). Proses pelaksanaan pembelajaran perkalian bilangan enam sampai bilangan sepuluh dengan metode jarimatika bagi anak tunarungu. Pada pelaksanaan pembelajaran perkalian bilangan enam sampai bilangan sepuluh dengan metode jarimatika peneliti sudah berusaha menjadi guru yang dapat melaksanakan proses pembelajaran perkalian semaksimal mungkin sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan bersama. Hasil dari usaha terebut ternyata sangat bagus sekali dimana berdasarkan analisis tentang kualitas tindakan diketahui bahwa selalu ada peningkatan kualitas tindakan dari siklus I dan siklus II. Hal ini jelas karena adanya upaya perbaikan di setiap siklus.(2). Hasil belajar perkalian bilangan enam sampai bilangan sepuluh melalui metode jarimatika bagi anak tunarungu kelas V. Berdasarkan hasil penelitian selama sembilan kali pertemuan menunjukkan bahwa ada peningkatan Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 157

kemampuan perkalian bilangan enam sampai bilangan sepuluh baik deret ke samping bagi anak tunarungu kelas V melalui metode jarimatika. Hal ini terlihat dimana anak sudah mampu menyelesaikan soal perkalian bilangan enam sampai bilangan sepuluh tanpa bantuan. Peningkatan kemampuan siswa secara keseluruhan juga dapat dilihat dari nilai ketuntasan belajar yaitu telah mencapai nilai 80% sampai 100%. Siswa yang dijadikan subjek penulisan ini walaupun umur mereka berbeda namun kemampuan dalam materi perkalian bilangan enam sampai bilangan sepuluh tidak jauh berbeda. Ini kelihatan dari nilai tes kemampuan awal yang mereka peroleh selama sembilan kali pertemuan. Namun dalam pembelajaran berikutnya Siswa lebih cepat menghapal formasi jarimatika dan menggunakan metode jarimatika tersebut dalam pemecahan masalah perkalian. Tetapi karena pada pertemuan berikutnya mereka yang agak lambat ini diberi perhatian khusus dengan memberikan banyak latihan baik secara bersama maupun individu akhirnya di siklus II nilai mereka tidak jauh berbeda. Semua siswa sudah mencapai nilai ketuntasan belajar atau minimal mendapat nilai yang sangat baik dan tanpa bantuan sedikitpun. Semua siswa sudah menguasai dan terampil menggunakan metode jarimatika, sudah mencapai kemandirian dalam belajar dan semua mengalami peningkatan yang sangat baik. Dalam tulisan ini peneliti tidak menyertakan semua lembar kerja siswa karena terlalu banyak. Maka sebagai contoh, peneliti menyertakan dua lembar tugas untuk setiap siswa yaitu lembar tugas pertama di siklus I dan lembar kerja terakhir di siklus II, dalam lampiran. Peneliti berharap dapat mewakili lembar kerja siswa secara keseluruhan telah dirangkum dalam hasil tes kemampuan perkalian setelah menggunakan metode jarimatika di siklus I dan hasil tes kemampuan perkalian setelah menggunakan metode jarimatika di siklus II. KESIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan pada siklus I, II dengan melalui metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan perkalian bilangan 6 s/d 10 bagi anak tunarungu. Dari hasil tes anak pada siklus I ke siklus II hasil pembelajaran siswa dapat meningkat.perolehan hasil peilaian pembelajaran pada siklus I tingkat keberhasilan pembelajaran siswa baru mencapai 72,85 %. Pada siklus II, hasil pembelajaran siswa sudah mengalami peningkatan, hasil pembelajaran siswa mencapai rata-rata yang terendah 92,85 % sudah mencapai standar kreteria yang ditentukan, Berdasarkan hasil penilaian Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 158

pembelajaran siswa diatas bahwa dengan melalui metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan perkalian bilangan 6 s/d 10 bagi anak tunarungu. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus, dan pada proses pembelajarannya dengan menggunakan metode jarimatika ini, maka kemampuan anak dalam menghitung perkalian bilangan 6 s/d 10 dapat ditingkatkan, ini terbukti bahwa dari hasil penilaian pada tes yang diberikan dari siklus I ke siklus II sudah berhasil. Ini berarti dengan melalui metode jarimatika kesulitan anak dalam menghitung perkalian bilangan 6 s/d 10 dapat diatasi.pelaksanaan penelitian ini mempunyai dampak positif langsung baik bagi guru dan anak tunarungu untuk peningkatan kemampuan dalam menghitung perkalian bilangan 6 s/d 10 dengan menggunakan metode jarimatika, bagi guru dengan menerapkan metode jarimatika akan mendapatkan pengalaman dalam pembelajaran perkalian. Dengan menggunakan metode jarimatika, anak dalam menghitung perkalian bilangan 6 s/d 10 dapat lebih cepat dan mudah. Saran Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disarankan kepada berbagai pihak di sekolah :Dalam proses pembelajaran khususnya dalam mengajarkan perkalian bilangan 6 s/d 10, guru hendaknya menggunakan metode jarimatika karena dengan metode ini anak akan lebih mudah dan cepat dalam menghitung perkalian bilangan 6 s/d 10 jika dibandingkan dengan menggunakan garis bilangan dan lidi.bagi siswa tunarungu diharapkan untuk mendalami dan menerapkan metode jarimatika dalam pembelajaran matematika khususnya dalam menghitung perkalian 6 s/d 10 karena dengan menggunakan metode jarimatika dalam menghitung perkalian akan lebih mudah dan cepat selesai, serta tidak perlu lagi membawa alat bantu ke dalam kelas. Berdasarkan simpulan di atas, maka peneliti mengajukan beberapa saran untuk dipertimbangkan :Bagi kepala sekolah hendaknya dapat memotovasi dan membina guru untuk menggunakan metode bermain peran dalam pembelajaran di sekolah kepala sekolah betul-betul mampu melaksanakan dan mengimplementasikan kepada guru-guru untuk mau mencari metode yang tepat secara sungguh-sungguh dalam arti siap membimbing guru dalam memajukan pendidikan dengan menggunakan metodemetode yang tepat. Guru hendaknya metode bermain peran dapat dijadikan sebagai salah satu alternative dalam pembelajaran dan sebagai suatu metode yang membangkitkan siswa untuk pembelajaran yang aktif dan menyenangkan serta meningkatkan hasil belajar siswa. Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 159

DAFTAR PUSTAKA Departemen Pendidikan Nasional (06). Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan SDLB Tunarungu (SDLB-B), Jakarta: Depdiknas. Depdikbud (04). Buku Pembuatan dan Penggunaan Alat Peraga Matematika Alternatif untuk SD/MI, Jawa Timur: Depdikbud.. Moh. Amin (1995) Orthopaedagogik Anak Luar Biasa, Jakarta: Depdikbud P2TG Mulyono Abdurrahman (03). Pendidikan Bagi Anak dengan Problema Belajar, Jakarta: Depdikbud. Nurul Zuriah (03), Penelitian Tindakan Kelas dalam Bidang Pendidikan dan Sosial, Malang: Bayumedia. Permanarian Somad (1996). Pendidikan Anak-Anak Tunarungu, Jakarta: Depdikbud Dikti Proyek Tenaga Guru. Septi Peni Wulandani ( 08: 5 ), metoda berhitung dengan metode jari. Sucjihati Somantri (06). Psikologi Anak Luar Biasa, Bandung: Refika Aditama. Suharsimi Arikunto (08). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:Bumi Aksara. Supratiningsih (05). Dasar-Dasar Matematika dalam Pembelajaran di SD, Jakarta: Rajawali Pers. Tarmansyah (06). Pengembangan Strategi Pembelajaran Matematika bagi Siswa Tunarungu di Sekolah Luar Biasa, Bandung: Program Studi Pendidikan Kebutuhan Khusus Pasca Sarjana UPI. Tesis tidak diterbitkan. Sutjihati, Soemantri. 1996. Psikologi Anak Luar Biasa. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi. Syaiful, Bahri Djamarah. 06. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta United. Panduan Dalam Menrapkan, Memantau dan Mengevaluasi Rencana Pas Yang Tanggap Gender. Wiriatmadja, Rochiati. 07. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Remaja Rosdakarya. Sri Mulyani Jurusan PLB FIP UNP 160