ARTIKEL PENELITIAN. Pemberian Bolus 7,5 ml Poligelin pada Ruang Epidural untuk Menurunkan Kejadian Postdural Puncture Headache pada Anestesi Spinal

dokumen-dokumen yang mirip
ARTIKEL PENELITIAN. Kejadian Post Dural Puncture Headache dan Nilai Numeric Rating Scale Pascaseksio Sesarea dengan Anestesi Spinal

BAB I PENDAHULUAN. selama berabad-abad. Bagaimanapun, kemajuan tehnik anestesi modern. memungkinkan operasi menjadi lebih aman. Ahli anestesi yang

BAB 2 2 TINJAUAN PUSTAKA

ARTIKEL PENELITIAN. Abstrak. Abstract. Jurnal Anestesi Perioperatif

PERBANDINGAN INSIDENSI POST DURAL PUNCTURE HEADACHE SETELAH ANESTESIA SPINAL DENGAN JARUM 27G QUINCKE DAN 27G WHITACRE TESIS.

ARTIKEL PENELITIAN. Abstrak. Abstract. Jurnal Anestesi Perioperatif

ARTIKEL PENELITIAN. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

KEJADIAN POSTDURAL PUNCTURE HEADACHE

Tempat/Tgl Lahir : Banda Aceh,26 Februari : Jl. Sei Bahorok Gg. Keplor No.30 Medan. : dr. Nadi Zaini Bakri, SpAn

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ARTIKEL PENELITIAN. Abstrak. Abstract. Jurnal Anestesi Perioperatif

SKRIPSI PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP KESTABILAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN SPINAL ANESTESI

BAB I PENDAHULUAN. abdomen dan uterus untuk mengeluarkan janin. 1 Prevalensi terjadinya sectio. keadaan ibu dan janin yang sedang dikandungnya.

LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TRAMADOL DENGAN KOMBINASI TRAMADOL + KETOLORAC PADA PENANGANAN NYERI PASCA SEKSIO SESAREA

ARTIKEL PENELITIAN. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

ABSTRAK. EFEK KOMBINASI JUS STROBERI (Fragraria vesca) DAN JUS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola Linn.) TERHADAP TEKANAN DARAH NORMAL WANITA DEWASA

BAB I PENDAHULUAN. Pada kasus-kasus pembedahan seperti tindakan operasi segera atau elektif

ARTIKEL PENELITIAN. Efek Ondansetron Intravena terhadap Tekanan Darah dan Laju Nadi pada Anestesi Spinal untuk Seksio Sesarea

BAB I PENDAHULUAN. Tindakan bedah pada pasien menunjukkan peningkatan seiring tumbuhnya

EFIKASI PATIENT CONTROLLED ANALGESIA MORFIN SUBKUTAN TERHADAP PATIENT CONTROLLED ANALGESIA MORFIN INTRAVENA PASCAOPERASI SEKSIO SESAREA

GAMBARAN KEJADIAN KAKU LEHER PADA PASIEN PASCA SEKSIO SESAREA DENGAN ANASTESI SPINAL DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU

ARTIKEL PENELITIAN. Bagian Anestesiologi Rumah Sakit Agung Manggarai,

BAB I PENDAHULUAN. seluruh proses kelahiran, dimana 80-90% tindakan seksio sesaria ini dilakukan dengan anestesi

GAMBARAN ANGKA KEJADIAN KOMPLIKASI PASCA ANESTESI SPINAL PADA PASIEN SEKSIO SESARIA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

OLEH: dr. YUNITA DEWANI NIM: Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan syarat rahim

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Mencapai derajat sarjana S-1. Diajukan Oleh : Yunita Ekawati J Kepada : FAKULTAS KEDOKTERAN

BAB I PENDAHULUAN. Dari data antara tahun 1991 sampai 1999 didapatkan bahwa proses

PERBEDAAN TEKANAN DARAH PASCA ANESTESI SPINAL DENGAN PEMBERIAN PRELOAD DAN TANPA PEMBERIAN PRELOAD 20CC/KGBB RINGER ASETAT MALAT

BAB I PENDAHULUAN. anestesi yang dilakukan terhadap pasien bertujuan untuk mengetahui status

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Oleh: Esti Widiasari S

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di instalasi rekam medik RSUP dr. Kariadi Semarang,

Bagian Anestesesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

BAB 1 PENDAHULUAN. penyesuaian dari keperawatan, khususnya keperawatan perioperatif. Perawat

ABSTRAK. EFEK DAUN TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PRIA DEWASA

NI MADE AYU SRI HARTATIK

BAB I PENDAHULUAN. modalitas sensorik tetapi adalah suatu pengalaman 1. The

KEHAMILAN NORMAL DENGAN PREEKLAMSI BERAT SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TEKANAN DARAH DAN DERAJAT PROTEINURIA

ARTIKEL PENELITIAN. Abstrak. Abstract. Jurnal Anestesi Perioperatif

ARTIKEL PENELITIAN. Efek Penggunaan Leg Wrapping terhadap Kejadian Hipotensi Selama Anestesi Spinal pada Pasien Seksio Sesarea

RINI ASTRIYANA YULIANTIKA J500

ARTIKEL PENELITIAN. Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Rumah Sakit Bayukarta Karawang,

BAB I PENDAHULUAN. Usia bersifat irreversibel dan merupakan fenomena fisiologis progressif

BAB 4 METODE PENELITIAN

PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER

ARTIKEL PENELITIAN. Penambahan Natrium Bikarbonat 8,4% pada Lidokain 2% untuk Mengurangi Nyeri Saat Infiltrasi Anestetik Lokal

ABSTRAK HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP ANGKA KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA RUMAH SAKIT SUMBER KASIH CIREBON PERIODE JANUARI 2015 SEPTEMBER 2016

ABSTRAK. GAMBARAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN RAWAT INAP RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE 1 JANUARI - 31 DESEMBER 2010

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

ABSTRACT THE EFFECT OF CALCIUM AND VITAMIN D TOWARDS HISTOPATHOLOGICAL CHANGES OF WISTAR MALE RAT S KIDNEY WITH THE INDUCED OF HIGH LIPID DIET

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK. Lidya K S Arung, 2015 Pembimbing Utama : Dani, dr., M.Kes. Pembimbing Pendamping: Dr. Philips Onggowidjaja, S.Si.,M.Si.

ARTIKEL PENELITIAN. Rumah Sakit Tentara Tingkat IV Singkawang Kalimantan Barat,

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

ARTIKEL PENELITIAN. Abstrak. Abstract. Jurnal Anestesi Perioperatif

ARTIKEL PENELITIAN. Angka Kejadian Delirium dan Faktor Risiko di Intensive Care Unit Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyebabkan perubahan hemodinamik yang signifikan.

ARTIKEL PENELITIAN. Abstrak. Abstract. Jurnal Anestesi Perioperatif

ELEVASI KAKI EFEKTIF MENJAGA KESTABILAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN SPINAL ANESTESI

PERBEDAAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH ARTERI RERATA ANTARA PENGGUNAAN DIAZEPAM DAN MIDAZOLAM SEBAGAI PREMEDIKASI ANESTESI

ABSTRAK. PENGARUH KONSUMSI PISANG AMBON (Musa acuminata Colla) TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA DEWASA PADA COLD STRESS TEST

Alfiani Sofia Qudsi 1, Heru Dwi Jatmiko 2

PERBANDINGAN KADAR MIKROALBUMINURIA PADA STROKE INFARK ATEROTROMBOTIK DENGAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DAN PASIEN HIPERTENSI

PENGARUH PEMBERIAN ANALGESIK PREEMTIF TERHADAP DURASI ANALGESIA PASCA ODONTEKTOMI LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT ATRIAL SEPTAL DEFECT DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG, PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2009

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE 1 JANUARI DESEMBER 2012

Kata kunci: Belimbing wuluh, tekanan darah, wanita dewasa.

PENGARUH KELAS HYPNOBIRTHING TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS RAWAT INAP KOTA YOGYAKARTA

ARTIKEL PENELITIAN. SMF Anestesi Rumah Sakit Umum Daerah SMC Kab. Tasikmalaya,

JURNAL KOMPLIKASI ANESTESI VOLUME 2 NOMOR 3, AGUSTUS 2015 TINJAUAN PUSTAKA

ABSTRAK. EFEK PISANG RAJA (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PRIA DEWASA

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANTARA LIDOKAIN 0,50 mg/kgbb DENGAN LIDOKAIN 0,70 mg/kgbb UNTUK MENGURANGI NYERI PENYUNTIKAN PROPOFOL SAAT INDUKSI ANESTESIA

HUBUNGAN ASUPAN MAGNESIUM DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI PENDERITA ANEMIA DI SUKOHARJO SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

ABSTRAK. PERBANDINGAN EFEK SEDUHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN KOPI ARABICA (Coffea arabica) TERHADAP TEKANAN DARAH WANITA DEWASA

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR RISIKO PERDARAHAN DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2012 SKRIPSI

ARTIKEL PENELITIAN. Instalasi Anestesi dan Rawat Intensif Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap,

ABSTRAK PENGARUH MENYUSUI TERHADAP TEKANAN DARAH IBU

PENGARUH PEMBERIAN KLOROFIL TERHADAP KENAIKAN KADAR HEMOGLOBIN PADA TIKUS MODEL ANEMIA

Nyeri. dr. Samuel Sembiring 1

ABSTRAK PERBANDINGAN KADAR RET HE, FE, DAN TIBC PADA PENDERITA ANEMIA DEFISIENSI FE DENGAN ANEMIA KARENA PENYAKIT KRONIS

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan berdasarkan Ilmu Anestesi. Waktu pengumpulan data dilakukan setelah proposal disetujui sampai

ABSTRAK. EFEK SARI KUKUSAN KEMBANG KOL (Brassica oleracea var. botrytis DC) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS KOLON PADA MENCIT MODEL KOLITIS

ABSTRAK. Vincent Halim, 2008; Pembimbing I : Ellya Rosa Delima.dr., M.Kes Pembimbing II : Rosnaeni, dra., Apt.

LAPORAN PENDAHULUAN SEFALGIA

BAB 1 PENDAHULUAN. di negara berkembang. Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita subur

ABSTRAK. PENGARUH BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH NORMAL

ABSTRAK. EFEK SAMBILOTO (Andrographis paniculata, Nees.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH

ABSTRAK. PERBANDINGAN KADAR PROTHROMBIN TIME (PT) DAN ACTIVATED PARTIAL THROMBOPLASTIN TIME (aptt) ANTARA PASIEN HIPERTENSI DAN NOMOTENSI

ABSTRAK. Gambaran Ankle-Brachial Index (ABI) Penderita Diabetes mellitus (DM) Tipe 2 Di Komunitas Senam Rumah Sakit Immanuel Bandung

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA KANKER PARU DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2011

Jurnal Keperawatan, Volume VIII, No. 2, Oktober 2012 ISSN

ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPT PUSKESMAS PASUNDAN KOTA BANDUNG PERIODE

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan penelitian ini meliputi Ilmu Penyakit Gigi dan

BAB I PENDAHULUAN. beberapa dekade terakhir ini, namun demikian perkembangan pada

Transkripsi:

Jurnal Anestesi Perioperatif [JAP. 2013;1(3): 151 7] ARTIKEL PENELITIAN Pemberian Bolus 7,5 ml Poligelin pada Ruang Epidural untuk Menurunkan Kejadian Postdural Puncture Headache pada Anestesi Spinal I. B. Krisna Jaya Sutawan, 1 Erwin Pradian, 2 Tinni T. Maskoen 2 1 Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda Denpasar Bali, 2 Departemen Anestesiologi dan Terapi intensif Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung Abstrak Post dural puncture headache (PDPH) mengakibatkan morbiditas pada ibu yang menjalani seksio sesarea dengan anestesi spinal. PDPH disebabkan karena penurunan tekanan intratekal akibat kebocoran cairan serebrospinalis. Bolus poligelin pada ruang epidural diharapkan secara sementara meningkatkan tekanan ruang epidural dan mengurangi kebocoran cairan serebrospinalis sehingga dapat menurunkan kejadian PDPH. Penelitian dilakukan dengan uji klinis single blind randomized controled trial pada 90 wanita hamil yang menjalani seksio sesarea dengan anestesi spinal pada Oktober sampai Desember 2011 di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Sampel dikelompokkan secara random menjadi kelompok bolus 7,5 ml poligelin dan kelompok kontrol, selanjutnya dilakukan penilaian PDPH sampai hari kelima pascaanestesi spinal. Analisis statistik berdasarkan Uji Eksak Fisher memperlihatkan bahwa angka kejadian PDPH pada kedua kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan bermakna secara statistik (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah bolus poligelin pada ruang epidural dapat menurunkan angka kejadian PDPH pada pasien yang menjalani operasi seksio sesarea dengan anestesi spinal. Kata kunci: Anestesi spinal, poligelin, post dural puncture headache, ruang epidural Bolus of 7.5 ml Polygeline into the Epidural Space in Reducing the Incidence of Post dural Puncture Headache on Spinal Anesthesia Abstract Post dural puncture headache (PDPH) may cause morbidity in women undergoing caesarean section with spinal anesthesia. PDPH is caused by a reduction of intrathecal pressure due to leakage of cerebrospinal fluid. Polygeline bolus into the epidural space is expected to temporarily increase the pressure of the epidural space therefore reduces cerebrospinal fluid leakage so that it may reduce the incidence of PDPH. The study conducted was a single-blind randomized clinical trial on 90 pregnant women undergoing caesarean section with spinal anesthesia from October until December 2011 in Dr. Hasan Sadikin Hospital Bandung. Samples were randomly divided into the bolus of 7.5 ml polygeline group and the control group. Evaluation of PDPH was performed until 5 th day post-spinal anesthesia. Statistical analysis using Fisher's Exact Test, showed that the incidence of PDPH in both treatment groups showed a statistically significant difference (p<0.05). The conclusion of this study is polygeline bolus into the epidural space may decrease the incidence of PDPH in patients undergoing caesarean section with spinal anesthesia. Key words: Epidural space, polygeline, post dural puncture headache, spinal anesthesia Korespondensi: IB. Krisna Jaya Sutawan, dr., SpAn, M.Kes, RSIA PURI BUNDA, Jl Gatot Subroto VI no 19, Denpasar Bali, Tlpn/Fax (0361) 437999 (0361) 433988, mobile 08123836470, email krisnasutawan@gmail.com 151

152 Jurnal Anestesi Perioperatif Pendahuluan Post dural puncture headache (PDPH) adalah salah satu komplikasi akibat tindakan anestesi yang selalu menarik untuk dibicarakan dari masa ke masa. Nyeri kepala yang disebabkan oleh PDPH ini dapat meningkatkan mobiditas persalinan ibu hamil baik dari segi ekonomi, sosial, maupun psikologik. 1 3 Bergantung berat ringan gejala sakit kepala yang ditimbulkan, ibu yang mengalami PDPH mungkin tidak dapat secara adekuat menjaga diri sendiri dan juga bayinya sampai sakit kepala tersebut sembuh. 1 Kondisi ini sering menyebabkan pemanjangan rawat inap untuk ibu serta bayi sehingga akan meningkatkan biaya persalinan. 1 Keadaan ini didukung oleh penelitian mengenai tuntutan malpraktik terhadap ahli anestesi di bidang obstetrik bahwa sebanyak 12% tuntutan karena PDPH. 4 Angka insidensi PDPH di Inggris disarankan kurang dari 1%, terutama insidensi di rumah sakit pendidikan. 4 Penelitian observasional mengenai PDPH di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung terhadap 115 wanita hamil didapatkan angka insidensi PDPH akibat anestesi spinal sebesar 23,8% untuk jarum quincke no. 25 dan 15,9% untuk jarum quincke no. 27. 1 Angka insidensi ini selaras dengan hasil penelitian-penelitian lain mengenai kejadian PDPH di dunia. Hal ini menunjukkan bahwa angka insidensi PDPH ternyata masih tinggi bila dibandingkan dengan harapan, terutama jika menggunakan jarum ukuran besar. Menurut International Headache Society, pada International Classification of Headache Disorders 2 nd edition, PDPH ditandai dengan nyeri kepala khas yang muncul kurang dari 5 hari setelah pungsi dura, memburuk dalam 15 menit setelah duduk atau berdiri dan membaik dalam 15 menit setelah tiduran. Selain itu, sakit kepala tersebut juga harus diikuti oleh salah satu gejala, seperti kekakuan pada leher, tinitus, fotofobia, atau mual. 5,6 Patofisiologi yang menjelaskan mekanisme PDPH sampai sekarang masih dihubungkan dengan kebocoran dari cairan serebrospinalis melalui perforasi duramater akibat penusukan jarum spinal, yang selanjutnya menurunkan tekanan dan volume cairan serebrospinalis. Pemberian bolus salin atau koloid di ruang epidural adalah salah satu metode pengobatan PDPH yang bersifat invasif, metode ini biasanya dipilih karena dipercaya secara teoritis dapat menyebabkan efek yang sama dengan epidural blood patch (EBP) sehingga mengembalikan tekanan cairan serebrospinalis tetapi tidak menyebabkan komplikasi seperti EBP. 2 Dewasa ini teknik penggunaan koloid untuk mencegah terjadi PDPH terus berkembang yang didukung laporan-laporan kasus keberhasilan penggunaan baik salin maupun koloid sebagai patch untuk mengatasi PDPH. Sebagai contoh keberhasilan penggunaan epidural dekstran 40% untuk mengatasi hipotensi intrakranial spontan, keberhasilan penggunaan dekstran 40% sebagai patch pada pasien HIV dan sikcle cell anemia yang mengalami PDPH. 7,8 Poligelin merupakan salah satu jenis cairan koloid yang dapat digunakan sebagai material alternatif epidural patch. Pemberian poligelin di ruang epidural juga dapat memberikan efek peningkatan tekanan intratekal yang sama dengan pemberian darah pada ruang epidural walaupun dengan durasi yang lebih pendek. Salah satu hal yang harus dipertimbangkan pada waktu memilih material alternatif untuk tindakan epidural patch adalah kemungkinan untuk terjadi absorbsi cairan poligelin tersebut ke dalam ruang intratekal. Untuk mengetahui dampak yang mungkin terjadi akibat absorbsi cairan poligelin, maka dilaksanakan penelitian untuk mengetahui perbandingan efek samping baik secara klinis maupun seluler terhadap pemberian poligelin dengan pemberian salin secara intratekal selama 1 bulan. 9 Pada penelitian tersebut yang dibandingkan adalah perubahan histologi, fisiologi, dan juga klinis/perilaku setelah terpapar oleh poligelin atau salin, karena faktor-faktor tersebut yang akan mengalami perubahan jika terjadi nerve root atau spinal cord toxicity. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa tidak didapatkan perbedaan manifestasi histologi, fisiologi, dan klinis antara tikus yang diberikan poligelin dan salin. 9

Pemberian Bolus 7,5 ml Poligelin pada Ruang Epidural untuk Menurunkan Kejadian Postdural Puncture Headache pada Anestesi Spinal 153 Subjek dan Metode Penelitian ini merupakan uji klinis rancangan acak lengkap tersamar tunggal (single blind randomized controlled trial). Cara pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling dengan alokasi subjek ke dalam salah satu kelompok dilakukan dengan cara random blok permutasi. Penelitian ini telah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan RSHS Bandung. Kriteria inklusi adalah ibu hamil yang akan menjalani prosedur seksio sesarea, berusia 18 35 tahun, dan memiliki status fisik ASA II (American Society of Anesthesiologist). Kriteria eksklusi adalah subjek yang memiliki riwayat migrain atau nyeri kepala kronik dan terdapat kontraindikasi untuk dilakukan anestesi spinal. Penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai Desember 2011. Subjek penelitian dikelompokkan menjadi 2 (dua), yaitu kelompok bolus poligelin 7,5 ml 45 orang dan kelompok kontrol 45 orang. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah sistol, diastol, laju nadi, serta saturasi oksigen. Selanjutnya, dilakukan pemasangan jalur vena no. 18G dan diberi cairan pratindakan dengan koloid gelatin sebanyak 10 ml/kgbb selama 20 menit. Setelah tindakan sterilisasi, pada kelompok bolus 7,5 ml poligelin dilakukan identifikasi ruang epidural di lumbal 3 4 menggunakan tipe jarum quincke no. 25 dengan teknik loss of resistent menggunakan spuit 3 ml dengan posisi pasien duduk membungkuk. Tahapan berikutnya, mandrin dipasang kembali setelah diberikan bolus 7,5 ml poligelin pada ruang epidural lalu dilakukan identifikasi letak ruang subaraknoid yang ditandai dengan keluarnya cairan serebrospinalis. Selanjutnya, diberikan anestetik lokal ruang subaraknoid tersebut. Pada kelompok kontrol, setelah tindakan sterilisasi dilakukan identifikasi letak ruang subaraknoid dilanjutkan dengan pemberian anestesi lokal pada posisi duduk membungkuk memakai jarum quincke no. 25 pada lumbal 3 4. Tekanan darah, laju nadi, serta saturasi oksigen (SpO 2 ) diukur tiap 2,5 menit setelah suntikan selama operasi. Bila terjadi hipotensi yaitu tekanan darah turun lebih dari 20% dari pemeriksaan awal, diberikan cairan kristaloid 300 500 ml atau kalau diperlukan efedrin 5 mg intravena. Bila terjadi bradikardia, diberi sulfas atropin 0,5 mg intravena. Setelah operasi, setiap pasien disarankan untuk tirah baring sampai fungsi motorik pulih. Pasien diberikan analgetik postoperasi berupa drip petidin dengan dosis 1 mg/kgbb. Observasi pasien dilakukan oleh pengambil data sampai hari ke-5 dengan menggunakan kriteria dari International Headache Society, berdasarkan International Classification Of Headache Disorders 2 nd edition. Hasil Karakteristik subjek penelitian menurut usia, pekerjaan, pendidikan, dan body mass index (BMI) antara kelompok poligelin dan kontrol menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05; Tabel 1), sehingga kedua kelompok dianggap homogen dan dapat dibandingkan. Perbandingan angka penurunan tekanan darah sistol, rata-rata, dan diastol dalam waktu 15 menit pertama antara kelompok poligelin serta kontrol secara statistik tidak berbeda bermakna (p>0,05; Tabel 2). Kejadian PDPH pada kelompok bolus 7,5 ml poligelin tidak ditemukan, sedangkan pada kelompok kontrol PDPH terjadi pada 6 dari 45 orang sampel yang diambil. Analisis statistik untuk membandingkan kelompok perlakuan dilakukan dengan Uji Eksak Fisher. Hasil Uji Eksak Fisher didapatkan bahwa kedua kelompok perlakuan berbeda bermakna (p<0,05; Tabel 3). Hari kejadian PDPH pada kelompok kontrol adalah pada hari ke-2 (4 kasus) dan hari ke-3 (2 kasus). Pembahasan Mekanisme pasti terjadi nyeri kepala PDPH sampai dengan saat ini belumlah pasti, namun demikian ada beberapa teori yang dipercaya

154 Jurnal Anestesi Perioperatif Tabel 1 Karakteristik Subjek Penelitian Menurut Usia, Pendidikan, Pekerjaan, dan BMI pada Pasien Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal Karakteristik Bolus 7,5 ml Poligelin Kontrol Nilai p*) Usia (tahun) 0,800 <25 9 11 25 29 13 14 30 35 23 20 Rata-rata (SD) 28,9 (4,7) 28,7 (5,6) Median 30 29 Rentang 19 35 18 35 Pekerjaan 0,192 Ibu rumah tangga 40 41 Peg. negeri 0 2 Peg. swasta 5 2 Pendidikan 0,426 SD 6 6 SMP 19 18 SMA 14 19 Ak/PT 6 2 Body mass index (BMI) 0,151 Rata-rata (SD) 25,72 (0,9) 25,15 (3,2) Median 25,89 25,4 Rentang 22 28 5 29 Hemoglobin 0,232 Rata-rata (SD) 10,6 (10,2) 10,3 (9,8) Median 10,6 9,9 Rentang 8,2 12,6 8,0 14,2 Keterangan: *) berdasarkan uji chi-kuadrat kecuali untuk BMI dan Hemoglobin dengan Uji Mann-Whitney oleh para ahli. Dari beberapa teori mengenai mekanisme PDPH, ada tiga teori yang sangat terkenal yaitu teori penarikan struktur sensitif, dokrin Monro-Kellie, serta hipersensitivitas terhadap substansia P. 6 Pada teori pertama, terjadi nyeri kepala diduga karena penarikan ke bawah struktur sensitif nyeri ketika pasien pada posisi tegak. Pada saat volume cairan serebrospinalis yang rendah, kemudian pasien dalam posisi tegak maka cairan serebrospinalis akan berpindah ke kantung dura (dural sac) akibat gravitasi. Sebagai akibatnya, otak akan bergeser (sagging) dan juga secara bersamaan menyebabkan ketegangan pada meningen serta struktur sensitif nyeri lainnya seperti pembuluh darah dan saraf, sehingga terjadi nyeri kepala. 6 Selain rasa nyeri kepala, pasien PDPH juga mengalami mual, gangguan pendengaran, dan juga nyeri tengkuk. Mual disebabkan karena traksi nervus vagus yang merangsang kemoreseptor daerah medula. 10 Gangguan pendengaran diduga terjadi karena

Pemberian Bolus 7,5 ml Poligelin pada Ruang Epidural untuk Menurunkan Kejadian Postdural Puncture Headache pada Anestesi Spinal 155 Tabel 2 Simpangan Deviasi dan Perubahan Tekanan Darah Rata-rata dalam Persen pada 15 Menit Pertama Setelah Anestesi Spinal Variabel Waktu (menit) Bolus 7,5 ml Poligelin Kontrol Nilai p Sistol 1 7,8 (1,8) 8,3 (1,2) 0,052 2,5 16,7 (6,5) 17,2 (5,6) 0,392 5 18,8 (4,8) 19,4 (5,3) 0,672 7,5 16,0 (6,7) 16,1 (6,7) 0,904 10 12,3 (5,1) 13,4 (3,8) 0,083 12,5 12,5 (4,1) 12,3 (3,6) 0,749 15 9,9 (2,5) 10,7 (2,6) 0,083 Diastol 1 8,2 (3,9) 7,2 (1,7) 0,336 2,5 13,5 (6,4) 12,6 (5,4) 0,701 5 15,5 (6,7) 14,3 (6,4) 0,410 7,5 14,4 (6,7) 12,6 (6,2) 0,163 10 12,2 (5,2) 11,4 (4,5) 0,588 12,5 11,5 (4,6) 10,8 (4,6) 0,359 15 9,4 (5,0) 9,9 (3,5) 0,099 Rata-rata 1 8,0 (2,4) 7,7 (1,1) 0,952 2,5 14,9 (5,5) 14,7 (4,3) 0,729 5 17,0 (4,2) 16,6 (4,7) 0,678 7,5 15,2 (5,5) 14,2 (5,6) 0,420 10 12,3 (3,8) 12,4 (3,5) 0.837 12,5 12,0 (3,0) 11,5 (3,4) 0,319 15 9,9 (3,5) 10,3 (2,3) 0,077 Keterangan: *) berdasarkan Uji Mann-Whitney, kecuali untuk sistol menit 12,5 dan rata-rata menit 5 menggunakan uji-t penurunan tekanan cairan serebrospinalis yang ditranmisikan pada telinga bagian dalam melalui aqueduct cochlear, sedangkan nyeri tengkuk disebabkan oleh ketegangan nervus Tabel 3 Kejadian PDPH Setelah Anestesi Spinal pada Pasien Seksio Sesarea berdasarkan Kelompok Perlakuan Perlakuan Kejadian PDPH Positif Negatif Bolus 7,5 ml 0 45 Poligelin Kontrol 6 39 Keterangan: p (Uji Eksak Fisher) = 0,013 C1 3. 10 Pada teori kedua, PDPH terjadi karena dokrin Monro-Kellie yang menyatakan bahwa tekanan intrakranial dipertahankan konstan, pada saat terjadi penurunan volume cairan serebrospinalis maka akan terjadi vosodilatasi kompensasi untuk mempertahankan volume intrakranial tetap konstan. Vasodilatasi arteri dan juga vena serebral inilah yang selanjutnya mengarah pada PDPH dan gejala lain. 6 Teori ketiga melibatkan hipersensitivitas terhadap substansia P dihubungkan dengan up-regulation reseptor neurokinin 1. Menurut penelitian kadar substansia P yang rendah di dalam cairan serebrospinalis dihubungkan dengan peningkatan angka insidensi PDPH

156 Jurnal Anestesi Perioperatif sampai 3 kali. 6 Dua dari tiga teori yang paling populer saat ini mengenai mekanisme PDPH berhubungan erat dengan terjadi penurunan volume cairan serebrospinalis yang selanjutnya menurunkan tekanan cairan serebrospinalis sebagai akibat pungsi lumbal. Keadaan ini sesuai dengan penelitian pada tikus yang menyatakan terjadi penurunan tekanan cairan serebrospinalis sebesar 3,6±0,2 mmhg yang akan bertambah setelah pungsi lumbal. 11 Hubungan volume cairan serebrospinalis yang hilang dengan kejadian PDPH bervariasi sesuai dengan karateristik individual masingmasing. Namun demikian, dipercaya bahwa PDPH biasanya muncul jika terjadi kehilangan kurang lebih 10% dari perkiraan total cairan serebrospinalis. 6 Pada beberapa pasien PDPH tekanan cairan serebrospinalis daerah lumbal 1,7 mmhg pada posisi lateral dekubitus, jauh di bawah normal yaitu 5,1 13,2 mmhg. 11 Pemberian cairan ke dalam ruang epidural merupakan metode penanganan PDPH yang bersifat invasif. Mekanisme kerja dari teknik ini identik dengan mekanisme kerja mekanik epidural blood patch, dengan meningkatkan tekanan di dalam ruang epidural. Pada tahun 1967, dilakukan pengukuran besar tekanan serebrospinalis di daerah lumbal pada pasien PDPH yang diberikan bolus 20 ml salin dan didapatkan peningkatan tekanan dalam ruang epidural yang bermakna. 11 Lalu, penelitian ini diulang pada tahun 2002 pada model tikus yang diinjeksi 100 microliter salin, koloid, dan darah yang ekuivalen dengan 15 ml bila pada manusia. Setelah diekuivalenkan ke manusia, terjadi peningkatan tekanan epidural sebesar kurang lebih 7,2 mmhg dan juga peningkatan tekanan pada ruang epidural ini sama antara salin, koloid, dan darah. Namun demikian, lama peningkatan tekanan di dalam ruang epidural sebelum kembali ke base line berbeda-beda sesuai dengan jenis cairan yang dimasukkan, yaitu ±7,8 menit pada salin, ±20 menit pada koloid, dan 240 menit pada whole blood. 11 Pada penelitian ini dilakukan pemberian cairan ke dalam ruangan epidural sebelum tindakan anestesi spinal yang bertujuan untuk meningkatkan tekanan pada ruang epidural sehingga akan menurunkan besar kebocoran cairan serebrospinalis serta meminimalkan penurunan tekanan cairan serebrospinalis. Pemilihan volume 7,5 ml adalah berdasarkan penelitian yang dilakukan pada ibu hamil di Taiwan yang mengalami PDPH, volume EBP 7,5 ml sama efektif dengan 15 ml whole blood untuk mengatasi PDPH. 12 Pada penelitian ini pemilihan koloid poligelin sebagai cairan patch adalah berdasarkan penelitian pada tahun 2002, bahwa koloid meningkatkan tekanan pada ruang epidural lebih lama dibandingkan dengan salin. 11 Selain itu, poligelin juga terbukti tidak menyebabkan kelainan baik secara klinis maupun seluler jika masuk ke dalam ruang subaraknoid. 9 Pada penelitian ini, pemberian poligelin 7,5 ml pada ruang epidural sebelum anestesi spinal ternyata menurunkan angka kejadian PDPH sebesar 13,3%. Angka kejadian PDPH pada kelompok yang diberikan bolus poligelin 7,5 ml ternyata 0% dan kelompok yang tidak diberikan cairan pada ruang epidural angka kejadian PDPH sebesar 13,3% yaitu 6 dari 45 subjek penelitian. Penurunan ini bermakna secara statistik (p<0,05). Pada penelitian ini, angka insidensi PDPH pada kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberikan cairan pada ruang epidural adalah 13,3%. Dengan kata lain, hanya 6 dari 45 subjek tersebut yang mengalami PDPH. Angka ini cukup rendah bila dibandingkan dengan angka PDPH yang didapatkan dari penelitian observasional pada tahun 2010 di RSHS. Pada penelitian tersebut didapatkan angka kejadian PDPH untuk tipe jarum quincke no. 25 adalah 23,8%, jadi perbedaannya 10,5%. Perbedaan hasil ini mungkin karena perbedaan definisi operasional, pada penelitian ini definisi PDPH berdasarkan The Internasional Classification of Headache Disorders mengenai Diagnostic Criteria for Post-dural Puncture Headache yang baru saja dikeluarkan pada akhir tahun 2010. Hal ini sesuai dengan review mengenai PDPH tahun 2010 yang menyatakan bahwa angka kejadian PDPH akan lebih rendah jika diagnosis PDPH ini ditegakkan menggunakan kriteria dari The Internasional Classification of Headache Disorders Diagnostic Criteria for

Pemberian Bolus 7,5 ml Poligelin pada Ruang Epidural untuk Menurunkan Kejadian Postdural Puncture Headache pada Anestesi Spinal 157 Post-dural Puncture Headache. 6 Simpulan Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian bolus 7,5 ml poligelin pada ruang epidural dapat menurunkan angka kejadian PDPH pada pasien yang menjalani operasi seksio sesarea dengan anestesi spinal. Daftar Pustaka 1. Apfel C, Saxena A, Cakmakkaya OS, Gaiser R, George E, Radke O. Prevention of postdural headache after accidental dural puncture: a quantitative systematic review. Br J Anaesth. 2010;105(3):255 63. 2. Turnbull DK, Shepherd DB. Post-dural puncture headache: pathogenesis, prevention and treatment. Br J Anaesth. 2003;91(5):718 29. 3. Irawan D. Post dural puncture headache dan nilai numeric rating scale pada pasien pascaseksio sesarea dengan anestesia spinal di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung [Tesis]. Bandung: Universitas Padjadjaran; 2010. 4. Chohan U, Hamdani GA. Post dural puncture headache. J Pak Med Ass. 2003;53(8):11 9. 5. Headache Classification Subcommittee of the International Headache Society. The international classification of headache disorders. Cephalalgia. 2004:1 160. 6. Bezov D, Lipton RB, Ashina S. Postdural puncture headache: part I diagnosis, epidemiology, etiology, and pathophysiology. Headache. 2010;50: 1144 52. 7. Bel I, Alfonso L, Gomar C. Epidural dextran 40 and paramethasone injection for treatment of spontaneous intracranial hypotension. Can J Anesth. 2006;53:591 4. 8. Chiron B, Laffon M, Ferrandiere M, Pittet JF. Postdural puncture headache in a parturient with sickle cell disease: use of an epidural colloid patch. Can J Anesth. 2003;50:812 4. 9. Chanimov M, Berman S, Cohen M, Friedland M, Weissgarten J, Averbukh Z, dkk. Dextran 40 (rheomacrodex) or polygeline (haemaccel) as an epidural patch for post dural puncture headache: a neurotoxicity study in a rat model of dextran 40 and polygeline injected intrathecally. Eur J Anaesth. 2006;23(9):776 80. 10. Lavi R, Rowe JM, Avivi I. Lumbar puncture: it is time to change the needle. Euro Neurol. 2010;64:108 13. 11. Kroin JS, Subhash KS, Nagalla, Buvanendran A, McCarthy RJ, Tuman KJ, dkk. The mechanisms of intracranial pressure modulation by epidural blood and other injectates in a postdural puncture rat model. Anest Analg. 2003;95:423 9. 12. Chen LK, Huang CH, Lu WHJCW, Lin CJ, Sun WZ. Effective epidural blood patch volumes for postdural puncture headache in Taiwanese women. J Formos Med Assoc. 2007;106(2):134 40.