INVESTASI PENGELOLAAN SAMPAH PASAR

dokumen-dokumen yang mirip
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. anorganik terus meningkat. Akibat jangka panjang dari pemakaian pupuk

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. ditanggung alam karena keberadaan sampah. Sampah merupakan masalah yang

PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Sampah masih merupakan masalah bagi masyarakat karena perbandingan antara

BAB III STUDI LITERATUR

III. METODOLOGI PENELITIAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Manusia dalam aktivitasnya tidak terlepas dari kebutuhan terhadap ruang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN JEPARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA.

cair (Djarwati et al., 1993) dan 0,114 ton onggok (Chardialani, 2008). Ciptadi dan

BAB I PENDAHULUAN. PPK Sampoerna merupakan Pusat Pelatihan Kewirausahaan terpadu yang

BAB VI PENGELOLAAN SAMPAH 3R BERBASIS MASYARAKAT DI PERUMAHAN CIPINANG ELOK. menjadi tiga macam. Pertama, menggunakan plastik kemudian

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Pengelolaan Sampah Organik Rumah Pemotongan Hewan, Industri Tahu, Peternakan, dan Pasar di Kecamatan Krian, Kabupaten. Sidoarjo.

pengusaha mikro, kecil dan menegah, serta (c) mengkaji manfaat ekonomis dari pengolahan limbah kelapa sawit.

BAB II DESKRIPSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA PROBOLINGGO Sejarah Singkat Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR

E. Manfaat Penelitian 1. Memberikan informasi mengenai sistem pengelolaan sampah yang dilakukan di

PENGELOLAAN PERSAMPAHAN

I. PENDAHULUAN. Hijauan pakan ternak merupakan sumber pakan utama bagi ternak yang

VI. PENGELOLAAN, PENCEMARAN DAN UPAYA PENINGKATAN PENGELOLAAN SAMPAH PASAR

SATUAN TIMBULAN, KOMPOSISI DAN POTENSI DAUR ULANG SAMPAH PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH TANJUNG BELIT KABUPATEN ROKAN HULU

I. PENDAHULUAN. Masalah sampah memang tidak ada habisnya. Permasalahan sampah sudah

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat

I. PENDAHULUAN Latar Belakang. kapasitas atau jumlah tonnasenya. Plastik adalah bahan non-biodegradable atau tidak

PEMANFAATAN LIMBAH PASAR SEBAGAI PAKAN RUMINANSIA SAPI DAN KAMBING DI DKI JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. dari semua pihak, karena setiap manusia pasti memproduksi sampah, disisi lain. masyarakat tidak ingin berdekatan dengan sampah.

PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH ELI ROHAETI

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

Bagaimana Solusinya? 22/03/2017 PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI KOTA CIAMIS PENGERTIAN SAMPAH

MAKALAH PROGRAM PPM. Pemilahan Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Yang Baik

PENGAMBILAN DAN PENGUKURAN CONTOH TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH BERDASARKAN SNI (STUDI KASUS: KAMPUS UNMUS)

BAB I PENDAHULUAN. yang dianggapnya sudah tidak berguna lagi, sehingga diperlakukan sebagai

PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BRIKET ARANG DAN ASAP CAIR

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada saat ini pandangan perkembangan pertanian organik sebagai salah satu teknologi alternatif untuk menanggulangi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR : 3 TAHUN 2016 TENTANG

Fasilitas Pengolahan Sampah di TPA Jatibarang Semarang

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN

PENDAHULUAN. Pertanian organik di masa sekarang ini mulai digemari dan digalakkan di

Mulai. Sistem Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik. Formulasi Masalah. Menentukan Tujuan sistem. Evaluasi Output dan Aspek

STRATEGI PENGEMBANGAN PERUSAHAAN DAERAH KEBERSIHAN KOTA BANDUNG UNTUK MEWUJUDKAN BANDUNG BERSIH dan HIJAU SECARA BERKELANJUTAN

BAB I PENDAHULUAN 6% 1% Gambar 1.1 Sumber Perolehan Sampah di Kota Bandung

PENDAHULUAN. Sedangkan pads Bokashi Arang Sekam setelah disimpan selama 4 minggu C/N rationya sebesar 20.

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin banyak di Indonesia. Kini sangat mudah ditemukan sebuah industri

B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN

DAMPAK SAMPAH TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DAN MANUSIA

TIMBULAN DAN KOMPOSISI RUMAH POTONG HEWAN, PASAR, DAN PETERNAKAN SAPI DI KECAMATAN TAMAN, KABUPATEN SIDOARJO

TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK

BAB I PENDAHULUAN. dipancarkan lagi oleh bumi sebagai sinar inframerah yang panas. Sinar inframerah tersebut di

I. PENDAHULUAN. Sensus Penduduk 2010 (SP 2010) yang dilaksanakan pada Mei 2010 penduduk

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2012 SERI E.3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

Fasilitas Pengolahan Sampah di TPA Jatibarang Semarang

BAB I PENDAHULUAN. yang belum bisa ditangani dengan tuntas, terutama dikota-kota besar. Rata-rata

PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP

2 seluruh pemangku kepentingan, secara sendiri-sendiri maupun bersama dan bersinergi dengan cara memberikan berbagai kemudahan agar Peternak dapat men

POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI SAWIT-SAPI DI KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU

BAB I PENDAHULUAN. Penampungan Sampah Sementara (TPS) untuk selanjutnya dibuang ke. yang muncul berkepanjangan antara pemerintah daerah dan masyarakat

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Salah satu kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia adalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Volume sampah setiap harinya terus bertambah banyak sampah begitu saja di

INOVASI TEKNOLOGI KOMPOS PRODUK SAMPING KELAPA SAWIT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

USUL PROGRAM IPTEKS BAGI MASYARAKAT (I b M)

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. keadaan penduduk, keadaan sarana dan prasana, keadaan pertanian, dan

INVENTARISASI SARANA PENGELOLAAN SAMPAH KOTA PURWOKERTO. Oleh: Chrisna Pudyawardhana. Abstraksi

RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) KABUPATEN NGAWI

I. PENDAHULUAN. Kabupaten Lampung Barat merupakan salah satu kabupaten penghasil sayuran

SAMPAH POTENSI PAKAN TERNAK YANG MELIMPAH. Oleh: Dwi Lestari Ningrum, SPt

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Bandar Lampung yang dikategorikan sebagai kota yang sedang berkembang,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pemberdayaan Lingkungan untuk kita semua. By. M. Abror, SP, MM

BIOGAS. Sejarah Biogas. Apa itu Biogas? Bagaimana Biogas Dihasilkan? 5/22/2013

P e r u n j u k T e k n i s PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Tanah Datar Bergerak disektor Pertanian dan Peternakan.

Lampiran 1 TAHAP PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR

BUPATI BANGKA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DAN KEBERSIHAN

Sri Arnita Abutani, Darlis, Yusrizal, Metha Monica dan M. Sugihartono 2

BAB 1 PENDAHULUAN. sebagai salah satu cara untuk memantau kinerja produksinya. Pengukuran

EVALUASI PROSES KOMPOSTING DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKSI KOMPOS

KAJIAN PELUANG BISNIS RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

PENGELOLAAN LIMBAH PADAT / SAMPAH ( REDUCE, RECYCLING, REUSE, RECOVERY )

I. PENDAHULUAN. cruciferae yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Sawi memiliki nilai gizi yang

BAB V PEMBAHASAN. 5.1 Temuan Utama

KONSEP PENANGANAN SAMPAH TL 3104

PERATURAN DESA SEGOBANG NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA DESA SEGOBANG,

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

2015 POTENSI PEMANFAATAN KOTORAN SAPI MENJADI BIOGAS SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI DESA CIPOREAT KECAMATAN CILENGKRANG KABUPATEN BANDUNG

Majalah INFO ISSN : Edisi XVI, Nomor 1, Pebruari 2014 BIOGAS WUJUD PENERAPAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT DI TUNGGULSARI TAYU PATI

Sistem Usahatani Terpadu Jagung dan Sapi di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan

Transkripsi:

INVESTASI PENGELOLAAN SAMPAH PASAR Limbah Membawa Berkah Sampah banyak dipandang sebelah mata, sebagai sesuatu yang menjijikkan, dan perlu dihindari. Tidak banyak orang menyadari bahwa sampah pasar bila dikelola dan diolah dapat menjadi barang bernilai ekonomis, terlebih bila manajemen pengelolaon menggunakan teknologi pengolahan yang baik. Investasi di pengelolaon sampah dapat bermanfaat dalam meningkatkan kelestarian lingkungan, menyerap tenaga kerja, dan menambah penghasilan bagi peningkatan kesejahteraan para pengelolanya. Profit Investasi 1

IT INVESTASI PENGELULAAN SAMPAN PASAR 2009 SUMMARY Aspek Des kri psi Produk Kompos pupuk organik Sabut kelapa Bahan-bahan lain yang dijual untukdidaur ulang Pasar Malangbong Pasar Pameungpeuk Investasi Pasartradisional lain mempunyai volume sampah cukup besar Rp. 91. 90O.OOO rvbnfaat Peningkatan kebersihan lingkungan Penyerapan tenaga kerja Pendapatan tambahan Sumber pendanaan Integrasi usaha Terkait Kelayakan usaha Investor individual Pemerintah Kabupaten Peternakan sapi potong Budidaya tanaman organik Pendapatan pertahun Rp. 21.191.667 Rol 4.333 Tahun Profit Investasi 2

DESKRIPSI BISNIS Investasi ini agak berbeda dengan investasi pada umumnya, untuk beberapa kalangan mungkin investasi ini kurang popular dan bahkan tidak prospektif, terlebih dilaksanakan pada skala kecil, yang mengelola sampah pasar dari pasar tradisional yang N.. juga kecil. Dengan demikian maka bisnis ini sesungguhnya tidak sepenuhnya bertujuan bisnis tetapi juga perlu mempunyai motif kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dengan investasi tidak terlalu besar, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan mendapat keuntungan walaupun dalam jumlah yang tidak terlalu fantastic untuk ukuran pengusaha. Investasi pengelolaan sampah sangat bermanfaat untuk mengurangi polusi dan pencemaran dengan konsep zero pollution recycle karena seluruh sampah dimanfaatkan tanpa menyisakan residu. Sebenarnya banyak pihak telah menyadari potensi ekonomi di batik bau busuk sampah, di beberapa negara, pemerintah telah menangani sampah secara sangat serius. Pemerintah negara maju seperti Kanada, Amerika, beberapa negara Eropa, dan sejumlah negara berkembang, seperti RRC yang memiliki tingkat polusi sampah sangat tinggi, telah mengembangkan pabrik pengolah sampah yang sangat efisien. Seluruh sampah diolah secara sempurna, sampah organik menjadi pupuk, sedangkan sampah non-organik didaur ulang. Tidak ada yang tersisa limbah yang semula dianggap bermasalah. Konsep pengelolaan sampah pasar yang ditawarkan adalah menggunakan teknologi terapan yang diaplikasi dari berbagai teknologi canggih berbagai negara agar mendapatkan suatu teknik pengolahan sampah yang benar-benar sempurna dan bermanfaat guns. Salahsatu produkyangdihasilkan adalah

INVESTASI PENGELO LAAN SAMPAH PAS AR 2009 pupuk organik berupa kompos yang sangat dibutuhkan oleh para petani untuk peningkatan produktivitas usaha tani mereka. Dengan menggunakan teknologi bantuan mikroba proses pembuatan pupuk berlangsung selama 3x24jam, jauh lebih singkat dibandingkan dengan pembuatan pupuk konvensional yang memakan waktu 2-3 bulan, pupuk organik dapat dijual per karung dengan harga lebih mahal dibanding pupuk kandang biasa. Selain itu pupuk organik lebih diminati konsumen karena ramah lingkungan. Apalagi jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia yang merusak tanah dan berdampak pads kesehatan manusia akibat akumulasi bahan berbahaya. Untuk meningkatkan nilai tambah pengolahan sampah, perlu diintegrasikan dengan pemeliharaan ternak sapi di lokasi pengolahan sampah, sehingga sampah-sampah sayuran seperti limbah kol, jagung, nangka, pisang masih dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, di sisi lain kotoran pakan temak dapat menjadi bahan campuran pembuatan pupuk kompos/organik. Pada saat yang bersamaan akan diperoleh manfaat reduksi limbah pasar, penjualan pupuk organik dan keuntungan dari pemeliharaan temak sapi yang dijual pada saat harga tinggi. GAMBARAN PENJUALAN PUPUK ORGANIK Penjualan pupuk organik relatif sangat mudah, apalagi di Kabupaten Garut, dimana sektor pertanian masih sangat dominan. Para petani akan datang ke lokasi pengolahan sampah organik, saat ini volume permintaan pupuk organik sangat besar sehingga dapat dipastikan tidak dapat terpenuhi oleh supply lokal. Sebagai gambaran kebutuhan pupuk organik berbagai komoditas adalah sebagai berikut: Jenis Komiditas Padi Tomat Kentang Cabe Kol Kebutu ha n /musim (Kg) 5.000 15.000-20.000 2 5.00 0 2 5.00 0 15.000 Profit Investasi 4

INVESTASI PENGELO IAA N S AMP AH PAS AR 2009 dengan melihat bahwa Kabupaten Garut adalah sentra pertanian di Jawa Barat, maka pengelolaan sampah pasar dan sampah organik lainnya sangat relevan dilaksanakan. GAMBARAN KONDISI SAMPAH DI KABUPATEN GARUT Sarana dan prasarana pengelolaan persampahan yang tersedia di Kabupaten Garut saat ini adalah sebagai berikut: TPA = 1 buah TPS = 46 buah UO Tong Sampah = 400 buah Alat angkat = 41 buah Gerobak/roda dan 3 alat berat Permukiman Volume sampah yang terkumpul dan dikelola oleh pemerintah jumlahnya cukup besar, berdasarkan sumber sampah, volume sampah di Kabupaten Garut cukup besar: sampah penyapuan jalan/fasilitas umum = 51 m3/hari sampah pasar=8lm3/had sampah industri = 291 m3/hari sampah pemukiman = 939.595 3/hari Proporsi sampah masih didominasi oleh sampah permukiman sebesar 54% berikutnya adalah komersial 21% dikuti oleh sampah fasilitas umum dan pasar. Sampah pasar secara kumulatif memang tidak terlalu besar tetapi relatif mudah dikumpulkan karena terkonsentrasi di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Garut GAMBARAN TEKNOLOGI DAN PROSES Pengolahan Sampah Sebaiknya Pengolahan Sampah dimulai sejak awal, yaitu sampah sudah dipilah dan dikemas pada sumbernya, dalam hal ini perumahan, kantor, hotel, restoran, pasar, perusahaan, dan pabrik. Sampah tersebut dipilah dan dikemas menjadi 3 (tiga) Profit Investasi 5

INVESTASI PENGELDLAAN SAMPAH PASAR 2009 kemasan; untuk sampah organik kemasan hijau, sampah anorganik kemasan kuning, dan limbah B-3 (bahan berbahaya/beracun) kemasan merah. Pengelolaan sampah pada sumbernya disebut pengelolaan sistem hikume (hijau-kuning-merah). Sistem hikume ini perlu dikembangkan ke seluruh kota di Indonesia. Sistem hikume ini tidak membuat wadah penampungan sementara menjadi kotor dan sekaligus meredam aroma tak sedap sampah. Selain itu, sistem hikume dapat mencegah kedatangan lalat dan memuclahkan pemuatan sampah ke kendaraan (dump truck), untuk pengangkutan sampah dari Titik Pembuangan sementara (TIPS) Sampah ke Instalasi Pengolahan Sampah. Teknologi Pengolahan Sampah Teknologi Pengolahan Sampah mengutamakan prinsip 4-M (murah, mudah, manfaat, dan massal). Pengolahan Sampah menggunakan bahan lokal, clan secara keseluruhan mampu dikerjakan oleh Putera daerah. Bahan dan teknologi yang akan digunakan antara lain : Bahan bioaktif peredam aroma tak sedap menggunakan mikrobiologi. Pemilahan sampah menggunakan belt conveyor, dalam Skala kecil dapat menggunakan alat secara manual Pembakaran sampah organik menggunakan tungku berfilter. Pencairan (melting) plastik dan polimer menggunakan pemanas. -,' Proses fermentasi sampah organik mikrobiologi. menggunakan -.1 Pembuatan pakan ternak dan briket sampah bahan kimia alami. menggunakan Proses Pengolahan Sampah Pengolahan Sampah menggunakan prinsip zero-waste sistem dilakukan melalui beberapa jenis proses sesuai dengan spesifikasi jenis sampah. Hal tersebut dilakukan supaya sampah dapat Profit Investasi 6

diolah dan dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu, seperti penangkapan emisi pembakaran, pembuatan bata beton, pakan ternak, gas urethan, arang, briket sampah, pupuk, blok beton, dan proses daur ulang. Bahan dan teknologi yang akan digunakan antara lain Proses Pembuatan Pakan Temak Proses Pembuatan Pupuk Kompos Proses Daur Ulang Investasi Instalasi Pengolahan Sampah Investasi pengolahan sampah pasar, meliputi pembiayaan atas item-item berikut ini: Penampungan sementara Mesin pencacah Kandangsapi Tempat pembuatan kompos Tempat penyimpanan kompos Tungku pembakaran Untuk pasar menengah seperti Malangbong clan Pameungpeuk dibutuhkan lahan sekitar 500 M2 LOKASI INSTALASI PENGOLAHAN SAMPAN DAN BIDANG USAHA TERKAIT Lokasi Instalasi Pengolahan Sampah Lokasi Instalasi Pengolahan Sampah dapat dibangun di dekat TPA sampah atau suatu tempat sesuai dengan program pemerintah daerah, supaya keberadaan Instalasi Pengolahan Sampah dapat mengatasi masalah transportasi sampah di Kabupaten Garut. Dengan penetapan lokasi tersebut, diharapkan semua sampah dapat terangkut ke Instalasi Pengolahan Sampah secara merata, dan tidak terjadi penumpukan sampah pada suatu TPS. Beberapa pasar potensial di Kabupaten Garut diantaranya adalah Pasar Guntur, Pasar Malangbong dan Pasar Pameungpeuk. Bidang Usaha Terkait Instalasi Pengolahan Sampah (sebagai usaha inti) terkait erat dengan beberapa jenis usaha lain, balk di Bagian Hulu maupun Hilirnya. Dari Bagian Hulu, sampah, limbah pertanian, dan Profit Investasi 7

limbah budidaya ikan, ayam, burung puyuh, kambing, sapi, Rumah Potong Hewan, dan puing konstruksi dapat diolah menjadi pupuk padat dan cair, pakan ternak, gas methan, bata dan blok beton, serta produk lain nya. Produk Pengolahan Sampah yang ramah lingkungan (pakan ternak) dapat digunakan untuk budidaya burung puyuh, ayam, itik, ikan, dan lain-lain (di Bagian Hulu). Sementara produk pengolahan sampah (pupuk padat dan cair, gas methan, bata dan blok beton) dapat digunakan untuk pertanian, energi, dan bahan konstruksi (di Bagian Hilir). Dengan kata lain, Pengolahan Sampah merupakan suatu usaha saling terkait atau suatu siklus usaha antara usaha hulu dan usaha hilir. Hasil pengolahan Pengolahan Sampah dapat dipakai untuk memenuhi kebutuhan di bidang pertanian, peternakan, konstruksi, dan obyek pariwisata di daerah setempat dan wilayah sekitarnya. Profit Investasi 8

I Sumber Timbulan Sampah Swakelola / Prakarsa Masyarakat Proses Pemisahan Proses Pemilahan i Sampah Organik I 4 I Sampah Anorganik Layak Kompos Tak Layak Kompos Tak Layak Daur Ulang Layak Daur Ulang Abu Pilihan Campuran Kompos Bahan Daur Ulang Gambar 1. Bagan Alur Sampah Profit Investasi 9

KEBUTUHAN INVESTASI NO ITEM BIAYA SPESIFIKASI SATURN VOLUME A LAHAN DAN BANGUNAN HRG SATURN JUMLAH 1 Persiapan lahan dekat pasar M2 1000 5,000 5,000,000 2 Bangunan terbuka M2 150 400,000 60,000,000 a tungku pembakaran standar Unit 1 3,000,000 3,000,000 b kandang sapi 2 ekor U nit 1 400,000 400,000 c los pupuk Unit 1 2,000,000 2,000,000 d Bak Permentasi U nit 1 2,000,000 2,000,000 B PERALATAN DAN MESIN & TERNAK A Alat angkut sampah 72,400,000 1 troll rods 3 standar Unit 2 750,000 1,500,000 2 gerobak sampah lokal Unit 1 2,000,000 2,000,000 3 Timbangan duduk 500Kg standar Unit 1 1,500,000 1,500,000 4 alat penjahit karung standar Unit 1 750,000 750,000 6 Sekop dan Cangkul standar Buah 2 250,000 500,000 7 Instalasi Air standar Unit 1 1,500,000 1,500,000 7,750,000 B Mesin dan ternak 1 Mesin Pencacah Sampah ra kita n Unit 1 4,000,000 4,000,000 2 Ternak sapi 2 ekor 1 19,500,000 TOTAL INVESTASI 91,904000 Profit Investasi 10

PERHITUNGAN KELAYAKAN INVESTASI DASAR PERHITUNGAN ANALISIS KELAYAKAN A LAHAN 1 Status Lahan Milik Pemerintah 2 Lokasi Dekat Pasar 3 Pengamanan Pagar sederhana B KAPASITAS 1 Volume sampah 1,000 kg/hari 30,000 kg/bulan 365,000 kg/hari 2 Jenis sampah : Campuran 3 Prosentase pupuk 25% berat sampah belum diolah 4 Bahan tambahan 300% clibanding sampah organik C PENGELOLAAN 1 Status 2 Penghasilan 3 Masa aktif MoU 4 Retribusi sampah MoU dengan Pemerintah dan Pengurus Pasar Retribusi Sampah Pedagang Penjualan kompos Penjualan sapi Penjualan barang daur ulang Sesuai dengan kesepakatan penghasilan tambahan pekerja D HARGA-HARGA 1 harga kompos 300/kg 2 Harga bahan baku tidak ada 0 Profit Investasi 11

INVESTASI PENGELO LAAN SAMPAH PAS AR 2009 RUGI LABA PER TAHUN No item satuan volume harga satuan Jumlah A PENDAPATAN 1 Penjualan pupuk kg 273,750 300 82,125,000 2 Penjualan barang daur ulang paket 12 500,000 6,000,000 3 Penjualan sapi penggemukan kg 1,100 17,000 18,700,000 106,825,000 B BIAYA 1 Tenaga Kerja a Tenaga terampil mm 12 600,000 7,200,000 b Tenaga pengumpul/pemilah mm 24 450,000 10,800,000 18,000,000 2 Pembuatan Pupuk Organik a Starter mikroba paket 12 100,000 1,200,000 b Karung Plastik 50 Kg Lembar 5,475 2,000 10,950,000 c Operasionalisasi mesin bulan 12 1,000,000 12,000,000 d Biaya overhead lainnya bulan 12 200,000 2,400,000 e Pembelian bahan kompos lain kg 182,500 100 26,550,000 53,100,000 C Modal ternak pembelian sapi kg 500 17,000 8,500,000 Jumlah Biaya 79,600,000 D LABA KOTOR 27,225,000 E PENYUSUTAN tahun 1 6,033,333 6,033,333 F LABA BERSIH 21,191,667 Rol 4.337 Tahun Profit Investasi 12