LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN : 2000 NOMOR : 18 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 6 TAHUN 2000 TENTANG RETRIBUSI PARKIR DITEPI JALAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BERAU, Menimbang : a. bahwa dengan meningkatnya jumlah Kendaraan Bermotor dalam wilayah Kabupaten Berau, dipandang perlu adanya penertiban dan pembinaan perparkiran yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi untuk kelancaran lalu lintas jalan serta mewujudkan kota yang aman dan tertib ; b. bahwa pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab atas penertiban dan pembinaan perparkiran diwilayahnya yang pada hakekatnya merupakan pelayanan umum, untuk itu perlu dilaksanakan secara lebih berdaya guna dan berhasil guna ; c. bahwa dalam penyelenggaraan pelayanan umum dimaksud, Pemerintah Daerah mempunayi hak memungut Retribusi Parkir yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah ;
- 2 - d. bahwa Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 1994 tentang Retribusi Parkir Kendaraan Bermotor Dalam Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Berau dipandang tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini, sehingga perlu diadakan perubahan. Mengingat : 1. Undang - Undang Nomor 27 Tahun 1959 ( Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 72) tentang Penetapan Undang- Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Tahun 1953 Nomor 9) Sebagai Undang - Undang (Memori Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Nomor 1820) ; 2. Undang - Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3480); 3. Undang - Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685), 4. Undang - Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah (Lembaran Negara Tahun 1988 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3373);
- 3-6. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1990 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintah Dalam Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kepada Daerah Tingkat I dan Daerah Tingkat II ( Lembaran Negara Tahun 1990 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3410 ) ; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas ( Lembaran Negara Tahun 1993 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3529 ); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1997 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3692) ; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952) ; 10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 1980 tentang Pedoman Pengelolaan Perparkiran di Daerah ; 11. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 66 Tahun 1993 tentang Fasilitas Parkir Untuk Umum ; 12. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 4 Tahun 1994 tentang Tata Cara Parkir Kendaraan Bermotor di Jalan ; 13. Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Berau Nomor 3 Tahun 2000 tentang Persetujuan Penetapan 7 ( Tujuh ) Buah Raperda Menjadi Peraturan Daerah Kabupaten Berau ;
- 4 - Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BERAU MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU TENTANG RETRIBUSI PARKIR DI TEPI JALAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Daerah Kabupaten Berau ; b. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta Perangkat Daerah Otonom yang lain sebagai Badan Eksekutif Daerah ; c. Kepala Daerah adalah Bupati Berau; d. Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Berau; e. Badan adalah suatu bentuk badan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau daerah dengan nama dan bentuk apapun, persekutuan perkumpulan, firma, kongsi, koperasi, yayasan, atau organisasi yang sejenis, lembaga, dana pensiun, bentuk usaha tetap serta bentuk badan usaha lainnya ;
- 5 - f. Jalan adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum ; g. Kendaraan adalah kendaraan bermotor ; h. Kendaraan Bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan tehnik yang berada pada kendaraan itu ; i. Kendaraan umum adalah setiap kendaraan bermotor yang disediakan untuk dipergunakan oleh umum dengan dipungut bayaran ; j. Kendaraan Bukan Umum adalah setiap kendaraan bermotor yang dipergunakan untuk kepentingan pribadi atau dinas tanpa dipungut bayaran, k. Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang tidak bersifat sementara ; l. Tempat Parkir adalah di tepi jalan umum atau tempat yang disediakan Pemerintah Daerah, kecuali tempat tempat yang dilarang untuk parkir ; m. Retribusi Parkir adalah pungutan yang dikenakan pada setiap kendaraan bermotor yang menggunakan tempat parkir. BAB II NAMA OBYEK DAN SUBYEK RETRIBUSI Pasal 2 Dengan nama Retribusi Parkir dipungut retribusi atas jasa usaha yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.
- 6 - Pasal 3 Obyek Retribusi adalah setiap kendaraan. Pasal 4 Subyek Retribusi adalah setiap pemilik dan atau pemakai kendaraan. BAB III PENYELENGGARAAN PARKIR Pasal 5 (1) Pemerintah Daerah berwenang menyelenggarakan Parkir ; (2) Kepala Daerah berwenang menetapkan tempat parkir. (3) Pemerintah Daerah dalam menyelenggarakan parkir dapat bekerjasama dengan orang atau badan hukum. Pasal 6 a. Setiap kendaraan yang akan diparkir harus ditempatkan di tempat parkir ; b. Di tempat tempat parkir sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini ditugaskan juru parkir yang ditetapkan oleh Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk ; Pasal 7 Tempat Parkir dilengkapi dengan rambu / marka.
- 7 - Pasal 8 Instansi / Dinas yang diberikan kewenangan melaksanakan pemungutan Retribusi Parkir ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. BAB IV KETENTUAN TARIF RETRIBUSI Pasal 9 (1) Besarnya tarif retribusi kendaraan untuk setiap kali parkir : a. Mobil Bus Rp. 500,- b. Mobil Barang Truck Rp. 500,- c. Mobil Barang Pick UP Rp. 400,- d. Mobil Tangki Rp. 500,- e. Mobil Penumpang Rp. 400,- f. Sepeda Motor Rp. 200,- (2) Besarnya tarif retribusi kendaraan sistem berlangganan jangka waktu bulanan : a. Mobil Bus Rp. 10.000,- b. Mobil Barang Truck Rp. 10.000,- c. Mobil Barang Pick UP Rp. 8.000,- d. Mobil Tangki Rp. 10.000,- e. Mobil Penumpang Rp. 8.000,- f. Sepeda Motor Rp. 4.000,-
- 8 - (3) Besarnya tarif retribusi kendaraan sistem berlangganan jangka waktu 1 (satu) tahun : a. Mobil Bus Rp. 72.000,- b. Mobil Barang Truck Rp. 72.000,- c. Mobil Barang Pick UP Rp. 58.000,- d. Mobil Tangki Rp. 72.000,- e. Mobil Penumpang Rp. 58.000,- f. Sepeda Motor Rp. 29.000,- Pasal 10 (1) Bukti pembayaran untuk setiap kali parkir diberikan karcis ; (2) Bukti pembayaran sistem langganan bulanan dan tahunan diberikan sticker dan tanda terima ; (3) Pengadaan karcis, sticker dan tanda terima dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan. (4) Hasil pungutan sebagaimana dimaksud Pasal 9 Peraturan Daerah ini disetorkan ke Kas Daerah melalui Dinas Pendapatan. BAB V KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 11 (1) Penyidik Pegawai Negeri Sipil bertugas dan berwenang untuk melakukan penyidikan terhadap siapapun yang melakukan tindak pidana pelanggaran atas ketentuan - ketentuan dalam Peraturan Daerah yang berlaku dalam wilayah hukum di tempat Penyidik ditempatkan ;
- 9 - (2) Dalam melakukan tugas Penyidik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Penyidik Pegawai Negeri Sipil mempunyai wewenang : a. Menerima laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana ; b. Melakukan tindakan pertama pada saat itu ditempat kejadian serta melakukan pemeriksaan ; c. Menyuruh berhenti seseorang tersangka dari kegiatannya dan memeriksa tanda pengenal diri Tersangka ; d. Melakukan penyitaan benda dan / atau surat ; e. Mengambil sidik jari dan memotret seseorang Tersangka ; f. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai Tersangka atau saksi ; g. Mendatangkan orang ahli yang dibutuhkan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara ; h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana ; i. Mengadakan penghentian penyidikan setelah mendapat petunjuk dari Kepolisian Republik Indonesia bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui Kepolisian Republik Indonesia memberitahukan hal tersebut kepada Kejaksaan Negeri kepada Tersangka atau keluarganya ; j. Mengadakan tindakan lainnya menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.
- 10 - BAB VI KETENTUAN PIDANA Pasal 12 (1) Pelanggaran terhadap ketentuan ketentuan dalam Peraturan Daerah ini diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda sebanyak - banyaknya Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah) (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini adalah pelanggaran. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 13 Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 1994 tentang Retribusi Parkir Kendaraan Bermotor dalam Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Berau dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 14 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai pelaksanaannya diatur kemudian dengan Keputusan Kepala Daerah.
- 11- Pasal 14 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Berau. Disahkan di Tanjung Redeb Pada tanggal 9 Nopember 2000 BUPATI BERAU, ttd Drs. H. MASDJUNI. Diundangkan di Tanjung Redeb Pada tanggal 14 Nopember 2000 SEKRETARIS DAERAH, ttd Drs. H. SYARWANI SYUKUR. PEMBINA TK. I NIP. 010 055 469 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU TAHUN 2000 NOMOR 18