PEMBIMBING : Dr. Cut Maisyarah Karyati, SKom, MM, DSER.

dokumen-dokumen yang mirip
PEMBIMBING : Dr. Cut Maisyarah Karyati, SKom, MM, DSER.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI METODE CANNY DAN SOBEL UNTUK MENDETEKSI TEPI CITRA

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

PRAKTIKUM PENGOLAHAN CITRA DIGITAL MODUL 1 PERBAIKAN KUALITAS CITRA

3.2.1 Flowchart Secara Umum

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENERAPAN METODE SOBEL DAN GAUSSIAN DALAM MENDETEKSI TEPI DAN MEMPERBAIKI KUALITAS CITRA

IMPLEMENTASI METODE HARMONIC MEAN FILTERDAN CANNY UNTUK MEREDUKSI NOISEPADA CITRA DIGITAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV IMPLEMENTASI DAN HASIL PENGUJIAN

KONSEP DASAR PENGOLAHAN CITRA

Analisa Hasil Perbandingan Metode Low-Pass Filter Dengan Median Filter Untuk Optimalisasi Kualitas Citra Digital

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... x. DAFTAR TABEL... xii I. PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah...

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN APLIKASI PENGURANGAN NOISE PADA CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE FILTER GAUSSIAN

BAB I PENDAHULUAN. teknologi pengolahan citra (image processing) telah banyak dipakai di berbagai

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Universitas Sumatera Utara

BAB II LANDASAN TEORI

APLIKASI TAPIS LOLOS RENDAH CITRA OPTIK MENGGUNAKAN MATLAB

PENDETEKSIAN TEPI OBJEK MENGGUNAKAN METODE GRADIEN

Image Filtering. Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS-ITS 2005

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN PROGRAM APLIKASI

BAB III METODE PENELITIAN

APLIKASI PENGOLAHAN CITRA PERBAIKAN KUALITAS IMAGE CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE HARMONIC MEAN FILTER

APLIKASI PENDETEKSI TEPI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE CANNY

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

LAPORAN TUGAS MATA KULIAH PENGOLAHAN CITRA DIGITAL Aplikasi Filter pada Domain Spasial

Konvolusi. Esther Wibowo Erick Kurniawan

BAB III PENGOLAHAN DATA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISA. 4.1 Analisa teknik pengolahan citra

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II Tinjauan Pustaka

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PROSEDUR DAN METODOLOGI. Pada bab ini kita akan melihat masalah apa yang masih menjadi kendala

BAB III METODE PENELITIAN

FERY ANDRIYANTO

ANALISIS EDGE DETECTION CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE ROBERT DAN CANNY

LANDASAN TEORI. 2.1 Citra Digital Pengertian Citra Digital

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

DETEKSI GERAK BANYAK OBJEK MENGGUNAKAN BACKGROUND SUBSTRACTION DAN DETEKSI TEPI SOBEL

PENDETEKSI TEMPAT PARKIR MOBIL KOSONG MENGGUNAKAN METODE CANNY

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III METODE ROBERTS DAN SOBEL DALAM MENDETEKSI TEPI SUATU CITRA DIGITAL

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Pendeteksian Tepi Citra CT Scan dengan Menggunakan Laplacian of Gaussian (LOG) Nurhasanah *)

BAB 2 LANDASAN TEORI

Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya PENS-ITS 2005

DAFTAR ISI. Lembar Pengesahan Penguji... iii. Halaman Persembahan... iv. Abstrak... viii. Daftar Isi... ix. Daftar Tabel... xvi

Suatu proses untuk mengubah sebuah citra menjadi citra baru sesuai dengan kebutuhan melalui berbagai cara.

IMPLEMENTASI METODE RETINEX UNTUK PENCERAHAN CITRA

1 BAB I PENDAHULUAN. Pengajaran yang diperoleh dari sekolah adalah pengenalan dan pemahaman akan

PERANCANGAN APLIKASI MENENTUKAN EFEK RESOLUSI BERDASARKAN JUMLAH PIXEL PADA CITRA MENGGUNAKAN METODE RETINEX

BAB III METODE PENELITIAN. ada beberapa cara yang telah dilakukan, antara lain : akan digunakan untuk melakukan pengolahan citra.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III PERANCANGAN SISTEM

IDENTIFIKASI TANDA TANGAN DENGAN DETEKSI TEPI DAN KOEFISIEN KORELASI

SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA WATERSHED DAN LOWPASS FILTER SEBAGAI PROSES AWAL ( November, 2013 )

APLIKASI DEBLURING (DEBLURRING APPLICATION) MENGGUNAKAN MATLAB DENGAN METODE BLIND DECONVOLUTION

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

EDGE DETECTION MENGGUNAKAN METODE ROBERTS CROSS

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGABURAN GAMBAR

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

Simulasi Teknik Image Enhancement Menggunakan Matlab Yustina Retno Wahyu Utami 3)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 4 HASIL DAN ANALISA

IMPLEMENTASI LOWPASS FILTERING DAN HIGHPASS FILTERING UNTUK PERBAIKAN KUALITAS CITRA DIGITAL

Implementasi Edge Detection Pada Citra Grayscale dengan Metode Operator Prewitt dan Operator Sobel

BAB II SISTEM PENENTU AXIS Z ZERO SETTER

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengembangan Sistem Pengenalan Wajah 2D

APLIKASI TRANSFORMASI WATERSHED UNTUK SEGMENTASI CITRA DENGAN SPATIAL FILTER SEBAGAI PEMROSES AWAL

BAB I PENDAHULUAN. semakin berkembang. Semakin banyak penemuan-penemuan baru dan juga

DETEKSI TEPI MENGGUNAKAN OPERATOR ISOTROPIK DENGAN PENGOLAHAN AWAL MENGGUNAKAN PENGATURAN INTENSITAS

BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Pengolahan Citra adalah pemrosesan citra, khususnya dengan menggunakan

Analisa Perbandingan Metode Edge Detection Roberts Dan Prewitt

PERBANDINGAN METODE ROBERTS DAN SOBEL DALAM MENDETEKSI TEPI SUATU CITRA DIGITAL. Lia Amelia (1) Rini Marwati (2) ABSTRAK

BAB I PERSYARATAN PRODUK

PENGOLAHAN CITRA DIGITAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PENGENALAN POLA SIDIK JARI

PENGGUNAAN latar belakang dalam proses pembuatan VIDEO COMPOSITING MENGGUNAKAN POISSON BLENDING. Saiful Yahya, Mochamad Hariadi, and Ahmad Zaini,

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DEKOMPOSISI NILAI SINGULAR DAN DISCRETE FOURIER TRANSFORM UNTUK NOISE FILTERING PADA CITRA DIGITAL

BAB 1 PENDAHULUAN. Grafika komputer merupakan salah satu topik dalam bidang informatika.

Transkripsi:

PROSES PENYARINGAN PENGOLAHAN CITRA DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAUSSIAN, LOW PASS FILTERING DAN HIGH PASS FILTERING NAMA : DWI PUTRI ANGGRAINI NPM : 12112301 PEMBIMBING : Dr. Cut Maisyarah Karyati, SKom, MM, DSER.

LATAR BELAKANG MASALAH Penggunaan PC (Personal Computer) sekarang ini bukan hanya digunakan untuk mengolah kata (word processing) tetapi bisa digunakan untuk mengolah citra (image processing). Filtering citra merupakan salah satu proses restorasi citra dengan cara menghaluskan dan menghilangkan noise yang ada pada citra. Perbandingan ketiga metode dalam proses penyaringan citra, yaitu menggunakan metode Gaussian, Low Passs Filtering, dan High Pass Filtering. RUMUSAN MASALAH Apakah ada perbedaan dalam proses penerapan metode Gaussian, Low Pass Filtering, dan High Pass Filtering? Apakah aplikasi pengolahan citra dapat mempermudah pengguna untuk proses peyaringan suatu gambar? Apakah pengguna mendapatkan informasi mengenai metode mana yang pemrosesannya tercepat dalam memfilter gambar?

BATASAN MASALAH Sistem informasi yang dibuat hanya membahas tentang aplikasi pengolahan citra dengan menggunakan tiga metode, yaitu Metode Gaussian, Metode Low Pass Filtering, dan Metode High Pass Filtering. Aplikasi dibuat untuk data yang tidak terfilter dan hanya akan memfilter suatu gambar dengan format data TIF, BMP, dan TIFF. Aplikasi ini akan menampilkan gambar sebelum dan sesudah terfilter dari masing-masing metode. Sistem informasi ini tidak membahas lebih lanjut mengenai masalah filtering diluar Metode Gaussian, Metode Low Pass Filtering, dan Metode High Pass Filtering dan diluar format data TIF, BMP, dan TIFF.

TUJUAN PENULISAN Membuat aplikasi proses penyaringan pengolahan citra menggunakan Matlab R2013a, untuk memberikan informasi mengenai metode mana yang tercepat dalam memfilter suatu gambar, apakah Metode Gaussian, Metode Low Pass Filtering, dan Metode High Pass Filtering. Dapat memberikan informasi kepada pengguna mengenai proses filtering citra pada tampilan suatu citra digital yang memiliki noise. Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat mempermudah pengguna dalam proses memfilter suatu gambar.

STRUKTUR NAVIGASI CAMPURAN

DIAGRAM FLOWCHART

RANCANGAN TAMPILAN APLIKASI Desain Aplikasi Tampilan Menu Awal Tampilan Proses Penyaringan

RANCANGAN TAMPILAN APLIKASI Tampilan Metode LPF Tampilan Metode HPF Tampilan Metode Gaussian Tampilan Menu Tentang Tampilan Menu Keluar

TAHAP PROSES PENYARINGAN

CITRA INPUT Proses citra input yang digunakan berupa citra grayscale yang terdapat pada folder yang telah disimpam dalam file manager berjumlah 10 citra, dengan 4 buah citra berformat TIF, 4 buah citra berformat BMP, dan 2 buah citra dengan format TIFF.

GAUSSIAN FILTERING Algoritma 1. Proses penyaringan metode gaussian filtering Input : Citra grayscale Output : Citra gaussian (terfilter dengan hasil image dibagi 256) 1. Baca citra input. 2. Munculkan noise yang ada pada citra asli dengan metode gaussian : - Tentukan tepi menggunakan operator derivatif - Terdapat zero-crossing antara gradien positif dan negatif pada tiap piksel - Lakukan konvolusi dengan matriks Gx dan Gy dari derivatif parsial persamaan Gaussian H(x,y)= e x 2 +y 2 2 2 - Tentukan magnitude citra dengan rumus magnitude

- Didapat matriks Gx dan Gy pada persamaan gaussian dalam jendela 3x3 3. Tampilkan citra gaussian yang telah dihasilkan dari perhitungan cut-off dimunculkan dengan nilai gaussian = out/256. LOW PASS FILTERING 255) Algoritma 2. Proses penyaringan metode low pass filtering Input : Citra grayscale Output : Citra low pass filtering (terfilter dengan hasil image dibagi 1. Baca citra input 2. Deklarasikan penyaringan dua dimensi dengan tipe penyaringan rata-rata [3 3] dengan metode low pass filtering :

- LPF semua nilainya positif dan jumlah dari semua nilainya sama dengan satu dan - Lakukan penyaringan dengan komponen yang berfrekuensi tinggi - Lakukan konvolusi dengan matriks average low pass filtering 3. Munculkan hasil dari proses filtering ke-2 dengan nilai dari i2 / 255. HIGH PASS FILTERING Algoritma 3. Proses penyaringan metode high pass filtering Input : Citra grayscale Output : Citra high pass filtering (image bw dengan pedge/255,0.3)

1. Baca citra input 2. Deklarasikan penyaringan dengan nilai px & py = [-1 0 1; -1 0 1; -1 0 1]; dengan metode low pass filtering : - HPF semua nilainya terdiri dari positif, nol dan negatif, dan jumlah dari semua nilainya sama dengan nol - Lakukan proses filtering ke-2 dengan nilai py, yang cara kerjanya sama dengan menghitung nilai px. - Tampilkan komponen berfrekuensi tinggi dan komponen berfrekuensi rendah tidak diproses 3. Hitung nilai dari kedua proses yaitu nilai px dan nilai py dengan matriks 4. Tampilkan image bw dari hasil proses perhitungan pedge filter 255/0,3

HISTOGRAM Algoritma 4. Mencari nilai histogram Input : Citra hasil penyaringan Output : Grafik Histogram 1. Lakukan proses penyaringan terlebih dahulu dari masing-masing metode untuk mendapatkan hasil perbandingannya. 2. Citra masukan mempunyai 256 derajat keabuan yang nilai-nilainya dari 0 sampai 255. - Simpan intensitas pixel dalam image [0..N-1][0..M-1], sedangkan histogram disimpan di dalam tabel histogram [0..255] - Baca citra yang memiliki derajat keabuan 8bit (nilai derajat keabuan dari 0 sampai 255). 3. Hitung matematis histogram citra dengan rumus :

ni = jumlah pixel yang memiliki derajat keabuan i n = jumlah seluruh pixel di dalam citra - Peluang suatu pixel memiliki derajat keabuan lebih kecil atau sama dengan derajat keabuan tertentu adalah jumlah hi untuk 0 i j atau 4. Tampilkan histogram dari jumlah seluruh pixel n=n*m WAKTU PROSES PENYARINGAN Algoritma 5. Mencari hasil waktu proses penyaringan Input : Citra asli dan citra hasil penyaringan masing-masing metode Output : Waktu proses penyaringan citra perdetik 1. Lakukan proses penyaringan terlebih dahulu dari masing-masing metode. 2. Hitung waktu proses filtering :

- Waktu proses mulai dihitung pada saat citra asli telah diinput - Waktu proses mulai dihentikan pada saat waktu proses mulai ditampilkan pada form edit. N0 = Nilai Awal Waktu Proses = N1(FE) N0(FE) Form edit N1 = Nilai Akhir FE = Form Edit 4. Tampilkan waktu proses penyaringan dalam hitungan detik. Format Citra Proses Waktu Tercepat Proses Waktu Terlama tif bmp tiff Low Pass tif3.tif 0,00287398 Low Pass bmp2 0,00408199 Low Pass tiff1.tiff 0,0038074 Gaussian tif1.tif 0,0690001 Gaussian bmp3.bmp 0,174459 Gaussian tiff1.tiff 0,0640731

CITRA OUTPUT Algoritma 6. Menghasilkan citra output Input : Citra asli Output : Citra JPG 1. Baca citra asli (citra grayscale) 2. Lakukan proses penyaringan dari masing-masing metode. 3. Tampilkan hasil grafik histogram dan waktu proses dari hasil proses penyaringan. 4. Simpan citra output sebagai hasil citra yang sudah terfilter dengan format JPG. - Kurangi bagian-bagian dari gambar asli untuk memblok pixel - Baca pixel citra dengan citra 8bit satu pixel berukuran 1 byte, ekstraksi byte setiap pixel P1, P2 Pn - Simpan dalam tiga matriks berbeda untuk setiap komponen RGB. - Konversikan setiap nilai chaotic menjadi integer k1, k2 kn. - Hasil setiap Pn dengan kn menggunakan persamaan Ci = (Pn + kn) mod 256

HASIL PERBANDINGAN PROSES PENYARINGAN tif3.tif : bmp2.bmp : Citra Asli Gaussian High Pass Low Pass tiff1.tiff : Citra Asli Gaussian High Pass Low Pass Citra Asli Gaussian High Pass Low Pass

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN 1. Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap data citra grayscale, spesifikasi data citra yang akan di filtering, sangat tergantung pada : Format citra, yaitu TIF yang merupakan format terbaik untuk data RGB; BMP merupakan format yang tergantung pada resolusi dan mempunyai ukuran file lebih besar; TIFF merupakan format yang mudah digunakan untuk transfer antar program dengan kualitas gambar yang sangat tinggi. Besarnya ukuran data citra, yaitu semakin besarnya ukuran data citra maka semakin lama waktu proses penyaringan. Kualitas data citra, yaitu jika kualitas citra sudah lembut maka noise yang ada lebih sedikit.

2. Proses penyaringan dengan menggunakan metode Low Pass Filtering menghasilkan citra lembut/halus, dan metode LPF merupakan metode tercepat dalam memfiter gambar, lain halnya dengan metode High Pass Filtering yang mengambil frekuensi tinggi dan membuang frekuensi rendah, sehingga menyebabkan gambar hanya menampilkan daerah-daerah pada tepi gambar. Untuk metode Gaussian menghasilkan citra blur/kabur dan tersebar diseluruh bagian citra, tetapi tepian dari citra masih terlihat dan metode Gaussian merupakan metode terlama dalam memfiter gambar dibanding dua metode yang lain. 3. Hasil histogram dari intensitas cahaya yang baik yaitu berada dititik pusat normal 0,5 (0<0,5<1) yang artinya tidak terang namun tidak dominan gelap juga.

SARAN Metode yang saat ini penulis gunakan hanya menggunakan 3 jenis metode, kedepannya diharapkan dapat menambahkan metode filtering lainnya, seperti mean filtering. Penulis belum melakukan perhitungan persentase hasil noise yang telah berkurang dalam proses penyaringan ini. Sehingga diharapkan penelitian ini dilanjutkan untuk proses perhitungan hasil noise yang telah berkurang setelah dilakukannya proses penyaringan. Diharapkan pada penelitian selanjutnya mengenai format citra yang digunakan dapat diperbanyak lagi, tidak hanya tif, bmp, dan tiff. Namun dapat dikembangkan dengan format dcm atau yang lainnya.