Bagian Keempat Bidang Prasarana dan Sarana Pasal 8 (1) Bidang Prasarana dan Sarana mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan

dokumen-dokumen yang mirip
Bagian Kelima Bidang Produksi Pasal 12 (1) Bidang Produksi mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan fasilitasi

Bagian Ketujuh Bidang Pengembangan Usaha Pasal 20 (1) Bidang Pengembangan Usaha mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan

Bidang Produksi Tanaman Hortikultura

SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

GUBERNUR SUMATERA BARAT

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 93 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH

TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

LAPORAN KINERJA 2014 BAB I. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 42 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR,

II. GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

(1), Kepala Dinas mempunyai fungsi sebagai berikut: a. penyusunan rencana strategis dinas, berdasarkan rencana strategis pemerintah daerah; b. perumus

BERITA DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 31 PERATURAN WALIKOTA BANDUNG NOMOR : 429 TAHUN 2010 TENTANG

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN.

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 67 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN KOTA TASIKMALAYA

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 21 TAHUN

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 45 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERKEBUNAN PROVINSI PAPUA

KEPUTUSAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 608 TAHUN 2003 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN DAN KELAUTAN KABUPATEN JEMBRANA BUPATI JEMBRANA,

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 82 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR PAPUA BARAT

Z. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 2 TAHUN 2004 TENTANG

Bagian Keenam Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Pasal 16 (1) Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 64 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN

WALIKOTA MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA 2013

BUPATI MOJOKERTO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 30.N Tahuii 2008

1. Penetapan kebijakan, pedoman, dan bimbingan pengembangan, rehabilitasi, konservasi, optimasi, dan pengendalian lahan pertanian tingkat daerah.

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 23 TAHUN 2010 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN KABUPATEN BANYUMAS

2 bidang pertanian secara transparan, terukur, perlu menetapkan syarat, tata cara, dan standar operasional prosedur dalam pemberian rekomendasi teknis

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI CILACAP NOMOR 117 TAHUN 2017 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 46 TAHUN 2008 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

2. Seksi Pengembangan Sumberdaya Manusia; 3. Seksi Penerapan Teknologi g. Unit Pelaksana Teknis Dinas; h. Jabatan Fungsional.

.000 WALIKOTA BANJARBARU

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 19 TAHUN 2009 T E N T A N G

M. BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

KEPALA DINAS Tugas Pokok:

-2- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Re

Tata Kerja Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Cirebon (Berdasarkan pada Peraturan Walikota No. 37 Tahun 2008)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 26/Permentan/HK.140/4/2015 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 19-P TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERTANIAN WALIKOTA SURAKARTA,

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 25 TAHUN 2017 TENTANG PENJABARAN TUGAS DINAS PERTANIAN DAN PANGAN

Bagian Kesatu Kepala Balai Pasal 94 (1) Kepala Balai mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan kegiatan teknis operasional Dinas

GUBERNUR BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN NOMOR 14 TAHUN 2013

PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN DAERAH 1. Tanaman Pangan dan Hortikultura

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA ACEH,

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

2013, No.6 2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan: 1. Pemberdayaan Peternak adalah segala upaya yang dila

BUPATI KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR 35 TAHUN 2016 TENTANG

PROFIL DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN WONOGIRI

WALIKOTA BANJARBARU PERATURAN WALIKOTA BANJARBARU NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 43 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI JEMBRANA PERATURAN BUPATI JEMBRANA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

Peningkatan Penghargaan Terhadap Kompetensi Penyediaan jasa kebersihan kantor

Z. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

BUPATI BATANG PERATURAN BUPATIBATANG () TAHUN 2012 TENTANG

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN PROFIL ORGANISASI DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA SALATIGA TAHUN 2017

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 68 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK,

GUBERNUR SULAWESI BARAT

BAB I PENDAHULUAN. kolonial Belanda, yaitu tercatat mulai berdiri pada tahun 1932 dengan nama

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 62 TAHUN 2014 TENTANG

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA. Berikut ini merupakan gambaran umum pencapaian kinerja Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur :

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 54 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 60 TAHUN 2016

PROVINSI SUMATERA SELATAN WALIKOTA PAGAR ALAM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN WALIKOTA PAGAR ALAM NOMOR TAHUN 2016

BUPATI TASIKMALAYA PERATURAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 35 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 64 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN PROVINSI BALI

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 59 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PETERNAKAN KABUPATEN SITUBONDO

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR

QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 73 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI

WALIKOTA PAREPAREIKOTA PAREPARE

PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun1992 Nomor

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 84 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

WALIKOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN WALIKOTA PAREPARE NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI

WALIKOTA TASIKMALAYA

Z. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 61 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERTANIAN, KEHUTANAN, KELAUTAN DAN PERIKANAN

GubernurJawaBarat GUBERNUR JAWA BARAT,

DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 1

Transkripsi:

Bagian Keempat Bidang Prasarana dan Sarana Pasal 8 (1) Bidang Prasarana dan Sarana mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengkajian bahan kebijakan teknis dan fasilitasi penataan kawasan, teknologi alat mesin, data dan informasi. pada ayat (1), Bidang Prasarana dan Sarana mempunyai fungsi: a. penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan teknis dan fasilitasi penataan kawasan peternakan dan padang penggembalaan; b. penyelenggaraan pengkajian bahan kebijakan teknis penerapan teknologi dan penggunaan alat dan mesin peternakan serta c. penyelenggaraan pengkajian pengelolaan data statistik dan informasi peternakan. (3) Rincian Tugas Bidang Prasarana dan Sarana: a. menyelenggarakan pengkajian program kerja Bidang Prasarana dan Sarana; b. menyelenggarakan penyusunan perencanaan kebutuhan kawasan budidaya peternakan dan hijauan pakan ternak; c. menyelenggarakan penyusunan perencanaan penetapan peta potensi dan tata ruang peternakan; d. menyelenggarakan bahan penetapan pedoman dan kebijakan teknis operasional pemanfaatan padang penggembalaan, pemanfaatan pengelolaan air, penggunaan alat mesin peternakan, e. menyelenggarakan pembinaan dan fasilitasi dokumen pengolahan analisis mengenai dampak lingkungan/upaya kelola lingkungan dan upaya pengendalian lingkungan (UKL-UPL) serta penataan kawasan pengembangan peternakan; f. menyelenggarakan pengkajian perencanaan kebutuhan teknologi, peternakan,

- 10 - g. menyelenggarakan pengkajian bahan pedoman penerapan standardisasi mutu alat mesin peternakan, kesehatan hewan h. menyelenggarakan fasilitasi pengelolaan bengkel pemeliharaan alat mesin, penerapan teknologi peternakan, kesehatan hewan i. menyelenggarakan pengkajian bahan kerjasama rekayasa teknologi dan prototipe kebutuhan alat mesin peternakan, j. menyelenggarakan pengkajian perencanaan pengembangan sistem informasi dan sumber data statistik; k. menyelenggarakan pengkajian pengelolaan data statistik peternakan komoditas strategis dan informasi pembangunan peternakan; l. menyelenggarakan pengelolaan dan fasilitasi data informasi yang berbasis elektronik agribisnis peternakan; m. menyelenggarakan telaahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan; n. menyelenggarakan koordinasi dengan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah dalam pelaksanaan kegiatan di Kabupaten/Kota; o. menyelenggarakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Bidang Prasarana dan Sarana; p. menyelenggarakan koordinasi dengan unit kerja lain; q. menyelenggarakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan (4) Bidang Prasarana dan Sarana membawahkan: a. Seksi Penataan Kawasan; b. Seksi Teknologi Alat Mesin; c. Seksi Data dan Informasi. Pasal 9 (1) Seksi Penataan Kawasan mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis penataan kawasan peternakan. pada ayat (1), Seksi Penataan Kawasan mempunyai fungsi : a. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis penataan kawasan peternakan; b. pelaksanaan pengelolaan dan fasilitasi teknis pemanfaatan padang penggembalaan. (3) Rincian Tugas Seksi Penataan Kawasan: a. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Penataan Kawasan;

- 11 - b. melaksanakan pengelolaan data bahan penyusunan perencanaan kebutuhan kawasan budidaya peternakan dan hijauan pakan ternak; c. melaksanakan identifikasi, pengelolaan data potensi kesesuaian agro ekosistem sebagai bahan penyusunan perencanaan penetapan peta potensi pengembangan kawasan dan usaha serta usulan penetapan tataruang peternakan; d. melaksanakan penyusunan bahan kebijakan dan pedoman teknis operasional pemanfaatan kawasan peternakan, padang penggembalaan dan pengelolaan air; e. melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi pemanfaatan kawasan peternakan, padang pengembalaan dan pengelolaan air; f. melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi dokumen pengolahan analisis mengenai dampak lingkungan/upaya kelola lingkungan dan upaya pengendalian lingkungan (UKL-UPL) serta penataan kawasan pengembangan peternakan; g. melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Penataan Kawasan; h. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan i. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain; j. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan Pasal 10 (1) Seksi Teknologi Alat Mesin mempunyai tugas pokok menyusun bahan kebijakan teknis dan fasilitasi pengembangan teknologi dan alat mesin peternakan. pada ayat (1), Seksi Teknologi Alat Mesin mempunyai fungsi : a. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis teknologi alat mesin; b. pelaksanaan pengelolaan dan fasilitasi teknis pemanfaatan teknologi alat mesin. (3) Rincian Tugas Seksi Teknologi Alat Mesin: a. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Teknologi Alat Mesin; b. melaksanakan pemantauan, identifikasi dan inventarisasi kebutuhan alat mesin peternakan, kesehatan hewan dan kesmavet; c. melaksanakan penerapan standard mutu alat mesin peternakan, d. melaksanakan penerapan standard dukungan rekayasa teknologi peternakan,

- 12 - e. melaksanakan pembinaan dan pengawasan penerapan standard teknis alat mesin peternakan, f. melaksanakan penyusunan bahan pembinaan dan fasilitasi pengelolaan bengkel kerja pemeliharaan alat mesin peternakan, g. melaksanakan penyusunan bahan dan kerjasama teknologi dengan sumber teknologi; h. melaksanakan penyusunan bahan dan fasilitasi penerapan teknologi dan penggunaan alat mesin peternakan, kesehatan i. melaksanakan penyusunan bahan pertimbangan teknis penerapan pedoman pengawasan produksi, peredaran, penggunaan dan pengujian alat mesin peternakan, kesehatan j. melaksanakan penyusunan bahan, pembinaan dan pengawasan kebijakan teknologi dan alat mesin peternakan, kesehatan k. melaksanakan pembinaan dan pengawasan rekayasa dan pemeliharaan alat mesin peternakan serta kesehatan hewan l. melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Teknologi Alat Mesin; m. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan n. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain; o. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan Pasal 11 (1) Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan bahan kebijakan teknis dan fasilitasi pengembangan data serta penyediaan informasi bidang peternakan. pada ayat (1), Seksi Data dan Informasi mempunyai fungsi : a. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis penyajian data statistik peternakan; b. pelaksanaan penyusunan bahan kebijakan teknis pengembangan sistem informasi peternakan. (3) Rincian Tugas Seksi Data dan Informasi: a. melaksanakan penyusunan program kerja Seksi Data dan Informasi; b. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan perencanaan pengembangan sistem informasi dan sumber data statistik; c. melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis operasional pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data statistik peternakan;

- 13 - d. melaksanakan penyiapan bahan pengolahan dan analisis data komoditas strategis dan data pembangunan peternakan; e. melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan analisis data parameter teknis peternakan sebagai bahan informasi tingkat kinerja ternak; f. melaksanakan penyiapan bahan perumusan pengembangan sistem informasi peternakan dan terminal cyber space; g. melaksanakan pengelolaan teknis pemanfaatan sistem dan terminal cyber space peternakan; h. melaksanakan penyiapan bahan pembinaan dan pengendalian pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data peternakan di Daerah ; i. melaksanakan bimbingan penerapan sistem perstatistikan dan informasi peternakan; j. melaksanakan pembinaan dan pengawasan, pengumpulan, pengelolaan, analisis, penyajian dan pelayanan data dan statistik peternakan; k. melaksanakan pembinaan dan pengawasan manajemen pengumpulan, pengolahan data komoditas/produksi peternakan dan sumberdaya strategis lintas Kabupaten/Kota; l. melaksanakan pelaporan dan evaluasi kegiatan Seksi Data dan Informasi; m. melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf sebagai bahan n. melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain; o. melaksanakan tugas lain sesuai dengan tugas pokok dan