Think out of the box

dokumen-dokumen yang mirip
Kamis, 25 Februari Kuliah Kewirausahaan BERPIKIR KREATIF & INOVATIF

Mobil-mobil Jepang (Honda, Toyota,dll) sulit masuk ke Eropa, harus bersaing dengan Mobil-mobil eropa (BMW, Marcedez, Volvo,dll)

Membangun Ide dengan Design Thinking

Ekonomi Bisnis Manajemen

BAB I PENDAHULUAN. Industri kreatif saat ini sangat berkembang pesat dan dapat memberikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. terjadi di antara berbagai perusahaan yang sejenis. Oleh karena itu semua perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian suatu bangsa yang sedang berkembang. Kemajuan atau

BAB 1 Mengenal Kebangkrutan

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS. Judul : Kreatifitas Desain Kaos dan Baju

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan masalah yang cukup kompleks dalam kehidupan

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, persaingan semakin ketat dan

06FEB. Kewirausahaan 1. Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan

KEWIRAUSAHAAN II MENYUSUN BUSINESS PLAN. Melisa Arisanty. S.I.Kom, M.Si. Modul ke: Fakultas FASILKOM. Program Studi TEKNIK INFORMATIKA

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pesaing adalah perusahaan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yang sama

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok

IV. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BUDAYA ORGANISASI. oleh : Retno Dayu Wardhani BDK Cimahi

Transkrip Video Modul 2.2. Kursus Membaca Cepat Online

KEWIRAUSAHAAN I. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan I HARTRI PUTRANTO,SE.MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen

MERANCANG STRATEGI KOMUNIKASI UNTUK MEMPEROLEH DUKUNGAN PEMILIH DAN KELOMPOK

STUDI KASUS PERENCANAAN STRATEGI BARU PEPSI-COLA

BAB I PENDAHULUAN. Di era perdagangan bebas seperti sekarang ini persaingan usaha diantara

BAB I PENDAHULUAN. Segi kepraktisan merupakan hal penting yang menjadi pertimbangan dalam

BAB I PENDAHULUAN. cepat tak terkecuali di Indonesia sendiri. Beragamnya produk yang memasuki

BAB I PENDAHULUAN. yaitu TPA, Playgroup dan PAUD sejenis (Posyandu). Pendidikan formal yaitu. Taman Kanak-kanak (TK) maupun Raudhatul Athfal (RA).

BAB I PENDAHULUAN. yang akan dipasarkan. Dalam era teknologi informasi, keberhasilan suatu

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini, bisnis bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk

Kewirausahaan. Inovasi dan Kreativitas. Taufan Pamungkas Kurnianto S.S.T., M.A., M.Sc. Modul ke: Fakultas Ilmu Komunikasi

Sinopsis Buku Montessori Mafia

KEWIRAUSAHAAN 1 KREATIVITAS DAN INOVASI DALAM WIRAUSAHA. Ir. Agung Wahyudi B, M.T., M.M. Modul ke: Fakultas TEKNIK. Program Studi Teknik Mesin

MENULIS ITU BERCERITA!

MATERI 2 KONSEP PRODUK

MAKALAH PEMANFAATAN KOMPUTER DALAM PENDIDIKAN DAN BISNIS

Anak Dicap Bodoh di Sekolah Sebenarnya Adalah Anak Genius!

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perusahaan keluarga merupakan suatu fenomena tersendiri dalam dunia

Bab I. Penulisan Paragraf

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Bahan ajar inovatif dan interaktif dibutuhkan oleh siswa dan guru agar

1. Creative Manager 2. Marketing 3. Photographer & Videographer 4. Graphic Design 5. Video Editor

Marketing Communication Management

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Mahasiswa dipandang oleh masyarakat sebagai golongan elit


IMPIAN FOTOGRAFER PEMULA

BAB III STRATEGI KOMUNIKASI DAN KONSEP VISUAL

PELUANG USAHA TERNAK AYAM POTONG

BAB I PENDAHULUAN. konsumen makin kritis dalam memilih produk. Agar dapat unggul dalam

BAB I PENDAHULUAN. seolah-olah hasrat mengkonsumsi lebih diutamakan. Perilaku. kehidupan dalam tatanan sosial masyarakat.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. yang lainnya. Merek merupakan intangible asset yang nilainya lebih mahal dan lebih

DESAIN LOGO. TEKNIK DESAIN LOGO Mulok TKJ: COREL DRAW GRAPHIC SUIT

LAMPIRAN: STRUKTUR ORGANISASI SUMBER BAHAGIA PRINTING. Pemilik

BAB I PENDAHULUAN. mendidik anak-anak bangsa untuk taat kepada hukum (Azizy, 2003: 3).

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Reni Febriyenti, 2015

06Ilmu. Kreativitas dan Inovasi. Dalam Berwirausaha KEWIRAUSAHAAN - 1. Galih Chandra Kirana, SE.,M.Ak. Komunikasi. Modul ke: Fakultas

BAB I PENDAHULUAN. Kemunculan usaha rumah produksi atau biasa disebut dengan production house

BAB I PENDAHULUAN. pertama adalah gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi

BAB 1 PENDAHULUAN. membuat setiap bisnis film di bioskop tetap eksis dan mulai mampu bersaing

BAB I PENDAHULUAN. beragam dimulai dari isu-isu lingkungan di bumi yang semakin merebak,

BAB I PENDAHULUAN. yang bermunculan khususnya pada bidang yang serupa. Hal tersebut

BAB I PENDAHULUAN. data Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan Dan Minuman Indonesia

Kasus Leverage Buyout (LBO) DELL MENJADI PERUSAHAAN PRIVAT

BAB I PENDAHULUAN. Teh Hijau merupakan jenis teh tertua yang dalam pembuatannya mengalami

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. membuat manusia terus berpikir di dalam hidupnya. Kemampuan berpikir ini

Mendayagunakan Kreativitas Untuk Menciptakan Peluang Usaha dan Memperoleh Penghasilan

ANDRI HELMI M, SE., MM BISNIS INTERNASIONAL

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yakni

HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DAN KEYAKINAN DIRI (SELF-EFFICACY) DENGAN KREATIVITAS PADA SISWA AKSELERASI

1. Produk yang Sudah Ada Produk yang sudah beredar di pasaran dapat dijadikan sumber gagasan untuk berusaha usaha dengan jalan meniru produk

BAB I PENDAHULUAN. keras untuk memasarkan produknya dikarenakan persaingan yang semakin ketat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi yang penuh persaingan, konsumen dihadapkan pada

Workbook. Menggali Rahasia Sukses. copyright, Menjadi Pengusaha.com

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS SUKSES BERWIRAUSAHA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Persaingan pemasaran produk atau jasa di era globalisasi ini semakin

I. PENDAHULUAN. terhadap dunia investasi di Indonesia. Di samping itu, pemerintah juga. internasional adalah Cina dan Mexico (Deperindag, 2002).

BAB I PENDAHULUAN. berkembang dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Peserta didik saat

memberi kebebasan kepada para pihak. Hakikat dari pengertian franchise adalah

I. PENDAHULUAN. Perkembangan zaman dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menghadapi persaingan khususnya dalam bidang IPTEK. Kemajuan IPTEK yang

BAB I PENDAHULUAN. mendapatkan ilmu pengetahuan dari guru dalam proses belajar-mengajar. membimbing dan memfasilitasi siswa dalam kegiatan belajar.

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

BAB I PENDAHULUAN. perubahan hampir pada semua aspek kehidupan manusia. Perubahan tersebut

Metode SUPER GREAT MEMORY For Students (3 sd 3 SMA)

BAB 1 PENDAHULUAN. pemilihan produk untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh perkembangan

Melihat perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat diikuti dengan

PENULISAN PR EKSTERNAL

PELUANG BISNIS MASA DEPAN

Commercial / Advertising Photography

Cara Membangun Daftar Nama Yang Akan Memasukkan Uang Terus Menerus Ke Rekening Bank Anda, Sekali Anda Tahu Bagaimana Caranya!

BAB I PENDAHULUAN. pertempuran persepsi konsumen dan tidak lagi sekedar pertempuran produk. Bagi

BAB I PENDAHULUAN. memasarkan produknya. Hal ini di sebabkan oleh banyaknya industri baru yang

BAB I PENDAHULUAN. Di Era globalisasi saat ini, kondisi pemasaran produk yang dinamis, membuat para

Transkripsi:

Think out of the box Lakukan kreativitas! Tidakkah Anda sering mendengar ini? Kreativitas, dalam kerangka apa pun dibutuhkan. Bahkan ilmu matematika yang kelihatan kaku itu pun butuh kreativitas. Apalagi menjalankan usaha niaga yang melibatkan banyak hal. Kerangka berpikir kreatif menuntut orang untuk menyeleweng dari rutinitas. Ya, rutinitas. Dan kata inilah lawan frasa out of the box. Jangan katakan Anda menyatakan diri sebagai orang yang berpikir out of the box ketika acuan yang Anda pakai adalah contekan yang persis sama dengan orang lain. Singkirkan pula label out of the box apabila sistem Anda yang telah berjalan baik selama tahunan masih tetap sama persis dengan ketika Anda mengawali bisnis ini. Harap diingat, ketika sesuatu yang awalnya 'kreatif' itu juga sudah menjadi bagian dalam rutinitas, maka hal itu sudah masuk dalam area 'inside of the box'. Anda pun masuk kotak lagi karena daya jelajahnya tidak berkembang. Dalam proses penjelajahan, kita bisa menerapkan strategi yang mengatur lajur kreativitas itu. Selain itu, stimulus juga diperlukan untuk menciptakan lingkungan dan sistem kerja yang kondusif. Dalam proses kreatif para pekerja di biro iklan, misalnya, kreativitas jelas dibutuhkan. Bahkan beberapa tim membuat program khusus untuk membuat proses kreatif berjalan dengan lebih mudah. Ada yang melakukan rapat di taman atau bahkan menonton film bersama terlebih dulu. Tapi, ketika mereka selalu menonton film bersama atau ke taman, maka proses kreatif itu pun terhambat. Mereka telah masuk dalam rutinitas. Contoh tadi memang untuk pekerja di bidang kreatif. Jangan pula Anda katakan berpikir 'out of the box' itu hanya milik industri bidang kreatif saja. Pelaku bisnis bisa menerapkannya dan tentunya dengan koridor yang berbeda. Lalu, bagaimana caranya menuangkan cara berpikir kreatif itu dalam kerangka bisnis sebuah perusahaan? Apalagi perusahaan itu sudah berjalan puluhan tahun dan aman-aman saja. Apakah masih diperlukan 'out of the box'? halaman 1 dari 7

Dulu, ketika dunia perbankan Indonesia masih sederhana dan belum begitu banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya bank, Bank Central Asia (BCA) mengeluarkan terobosan dengan bank keliling. Umumnya, bank berada di satu tempat yang pasti dan kalau bisa berada di tempat yang memiliki kelas. Dengan adanya bank keliling ini, konsep itu diubah. BCA memanfaatkan mobil untuk keliling kota agar orang mau menabung. Anda bisa mengatakan bahwa konsep ini mencontoh perpustakaan keliling atau kantor pos keliling. Dalam hal ini, bisa dikatakan anggapan itu benar. Di sisi lain, bank dan perpustakaan memiliki ciri dan gaya berbeda. Perpustakaan keliling tidak membutuhkan pengamanan ketat karena idealnya adalah layanan sosial dengan buku sebagai komoditasnya. Sedangkan bank, jelaslah berhubungan dengan uang. Risikonya lebih besar dengan konsumen yang berbeda pula. Sikap mencontek seperti ini tidak ada salahnya. Anda masih bisa mengklaim diri kreatif. Adaptasi sistem yang dilakukan oleh BCA tadi bukan tanpa usaha keras. Arahan yang dilakukan tidak serta merta berjalan dengan hasil yang sama karena produk yang dijadikan komoditas juga berbeda. Harus diakui juga, kreativitas seperti ini sedikit meringankan karena tidak memulai dari awal dan ada contoh kasus yang bisa diambil pelajarannya. Kreativitas lainnya adalah kisah sukses seorang pengusaha dari Slawi, Jawa Tengah. Ia dulu suka menjajakan teh dengan menggunakan mobil. Teh itu diletakkan dalam wadah besar. Sayang, jalanan tidak terlalu mulus sehingga mobil suka goncang sana goncang sini. Sebagian teh itu tumpah. Untuk memudahkannya, ia akhirnya memanfaatkan botol. Dengan botol berisi teh itulah ia kemudian bisa menanggulangi teh tumpah akibat jalan bergelombang. Anda mungkin sudah tahu kisah siapa ini. Ya, inilah kisah Teh Botol Sosro yang kini menjadi raja di bisnis minuman ringan. Konon, di seluruh dunia ini Coca-Cola merajai pasar minuman dalam kemasan botol kecuali di Indonesia. Dari dua contoh di atas, kita bisa menyimak bagaimana kreativitas datang dari masalah yang mereka temui di lapangan. Bagi BCA, tingkat kesadaran masyarakat akan perlunya bank menjadikan mereka mencari akal dengan menjemput bola menggunakan halaman 2 dari 7

layanan bank keliling. Sedangkan pada Sosro, inovasi datang dari kondisi fisik jalanan yang rusak yang membuat mereka 'berkorban' modal dengan menggunakan botol. Kalau mereka berpikir untuk menyalahkan faktor eksternal, maka kondisinya tentu berbeda. Dalam dua kasus ini, faktor internallah yang harus menyelesaikan dari problem eksternal. Kreativitas mereka membuat produk berada di jalur baru yang unik. Cara melihat faktor eksternal ini merupakan pijakan yang menuju satu titik yang justru menggembirakan. Masih ingat dengan catatan di awal bab ini, bukan? Krisis kecil akibat faktor eksternal justru membawa berkah yang membuka jalur untuk bersikap kreatif. Modal yang diperlukan untuk melakukan perubahan ini memang terhitung berarti dalam skala bisnis masing-masing usaha niaga tadi. Langkah-langkah tadi dilakukan karena memiliki kemampuan finansial untuk melakukannya. Bagaimana jika modalnya terbatas? Mari kita simak kisah berikutnya. Inilah kreativitas gaya 'pedagang' yang dilakukan Michael Dell, mahasiswa jurusan komputer yang memiliki modal terbatas. Ia melihat pangsa pasar komputer yang menggiurkan. Di pasaran, produk bermerek dijual dengan harga mahal. Dengan berbasiskan distribusi konvensional, produk memang menjadi mahal. Apalagi jika ditambah dengan biaya riset. Sementara usia produk komputer tidaklah terlalu lama. Dalam hitungan dua-tiga tahun, komputer desktop sudah dianggap ketinggalan zaman. Ia kemudian menggunakan keahliannya dalam merakit komputer. Komputer rakitan ini tentu lebih murah. Biaya riset bisa ditekan. Pada tahap awal, ia semakin menekan harga komputer dengan melakukan distribusi melalui jalur orang per orang. Langkah ini cukup membuat produknya laku di pasaran. Setelah beberapa lama mengukuhkan produknya di pasar, Dell pun kemudian membangun sistem kerja komputer yang baru dengan divisi-divisi seperti perusahaan komputer lain. Kalau langkah ini tidak dilakukan, maka bisa jadi komputer yang dijual Dell memiliki citra yang rendah di mata konsumen. halaman 3 dari 7

Kadangkala kreativitas sederhana seperti yang dilakukan Dell ini disepelekan orang. Entah sudah berapa banyak orang yang mungkin telah berpikiran sama dengan Dell. Dalam kasus ini, Michael Dell yang melakukannya dan sukses. Jangan dikira kalau kasus menyepelekan ini hanya terjadi pada ide yang sepele juga. Seringkali, kesalahan tidak terjadi pada sisi kreativitasnya tetapi pada pengambil keputusannya. Pemimpin perusahaan dituntut untuk mencari visi yang jelas dari suatu kreativitas. Contoh sukses memang banyak, tetapi yang gagal pun lebih banyak lagi. Sikap kehati-hatian ini memang perlu tapi jangan sampai menyepelekan. Kasus menyepelekan ini juga terjadi pada kreativitas luar biasa. Suatu hari di kantor Xerox, tim riset berwajah sumringah masuk ke ruang rapat. Mereka yakin, inovasi kali ini hebat. Tapi, setelah pemegang tampuk pimpinan perusahaan menyimak presentasi, wajahnya tampak kecewa. Buat apa benda seperti ini untuk mesin fotokopi? Kira-kira seperti itulah kalimat penolakan yang mereka sampaikan. Benda itu menjadi pemandu dengan memanfaatkan bola kecil di bawahnya untuk mengontrol tampilan pada layar digital. Pengoperasiannya dengan menekan tombol bagian atasnya. Ada perusahaan lain yang melihat manfaat ini. Xerox memberikannya dengan suka rela. Dengan perangkat itulah Steve Jobs melengkapi komputer Lisa yang ia buat. Perangkat itu adalah mouse' (tetikus) yang kemudian menjadi langkah mulus komputer Mac untuk menjadi raja di pasar komputer grafis. Kreativitas tim riset Xerox kurang bisa dipahami oleh perusahaannya. Bisa jadi juga tim riset ini gagal dalam melakukan presentasi. Atau, mereka terlalu 'out of the box' dalam melakukan tugasnya sehingga tidak melihat relevansinya dengan produk utama. Kesalahan bisa datang dari kedua belah pihak. Yang tidak melakukan kesalahan dalam hal ini adalah Steve Jobs yang tengah mendirikan Apple. Perusahaan ini masih terlalu muda waktu itu. Secara finansial, Xerox bisa saja mengeluarkan dana untuk membuat perusahaan yang lebih siap daripada Apple. Akan tetapi, fakta berkata lain. Perusahaan mesin photocopy itu tampaknya cukup ketat dalam menjaga core business. halaman 4 dari 7

Kesalahan dalam menangkap ide ini terjelaskan dalam teori yang dikemukakan oleh Hans-Georg Gadamer tentang dialog. Dalam proses komunikasi, pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah mapan atau komoditas jadi yang diraih. Secara sederhana, teori ini ingin menunjukkan bahwa dalam proses komunikasi, kedua belah pihak aktif dalam menangkap pesan. Itulah sebabnya, makna bisa memiliki penjelasan yang berbeda antara satu individu dengan individu lain dalam kerangka komunikasi yang sama. Sistem saja tidak cukup. Tiap individu dituntut untuk aktif menangkap pesan. Seberapa aktif Anda dalam menangkap pesan bisa menunjukkan seberapa bagus Anda dalam melakukan kreativitas. Pengertian 'pesan' di sini lebih mengacu pada definisi yang lebih longgar. Anda bisa memaknai 'pesan' sebagai kondisi pasar, lingkungan kerja, laporan keuangan. Untuk memaksimalkan penangkapan pesan, Anda membutuhkan variasi. Itulah sebabnya rutinitas disingkirkan terlebih dahulu. Anda bisa membayangkan seperti seorang fotografer yang tengah membidik objek foto. Seorang fotografer profesional akan melihat dari berbagai sisi visual dari objek yang akan difoto. Kondisi ini seperti sebuah sistem, atau anggaplah rutinitas yang lain. Kenyataannya, objek foto selalu berubah. Dalam kerangka bisnis, objek foto bisa diandaikan dengan laporan riset pasar. Cobalah melihat dari berbagai sisi. Carilah 'sudut' yang paling kreatif. Temukan pesan yang paling menarik. Setelah didapat, segera dieksekusi dengan tepat sebelum momentumnya hilang. Sudut pandang kreatif ini memang seperti diberikan secara gratis oleh Tuhan kepada orang-orang tertentu saja. Pada kenyataannya, orang-orang yang dianggap kreatif itu terus-menerus memperbaiki sisi kreatifnya. Itulah yang menjadi bekal Thomas Alfa Edison dalam mencari kreativitas. Ia terus mengasah otaknya untuk mencari solusi. Kesuksesan tidak membuatnya terlena dengan sikap santai. Anda tentu paham cerita tentang Edison yang mengerami sendiri telor ayam, bukan? Tindakan ini muncul dari sudut pandang yang berbeda. Orang lain akan menganggap tindakan itu aneh. Orang lain merasa sudah selayaknya induk ayam mengerami telur-telurnya. Cara pandang biasa ini tidak ditempuh Edison kecil. halaman 5 dari 7

Ketika Edison sukses, maka kebanyakan orang pun bertepuk tangan kagum dan serta merta mengukuhkannya sebagai orang kreatif. Sudah, berhenti di titik itu saja tanpa bertanya pada diri sendiri apakah mereka juga bisa bersikap kreatif seperti Edison. Sudut pandang kreatif ini sebenarnya bisa dilatih. Cara kreatif bisa dicapai manakala Anda mencoba untuk keluar sejenak dari apa yang biasa Anda lakukan. Bahkan, kalau Anda berminat, telah ada jurusan khusus desain untuk pengusaha di beberapa universitas di Amerika Serikat. Sekolah ini menyebutnya sebagai D-School (design school) sebagai pembeda dengan B-School (business school). Orientasinya adalah melakukan proses kreatif dalam kerangka pengembangan bisnis. Para manajer puncak disodori cara berpikir 'out of the box'. Bukan berarti pula Amerika Serikat digjaya dibandingkan negara lain dalam hal inovasi. Laporan Business Week menunjukkan, Cina terunggul dalam hal inovasi. Fakta ini menepis anggapan bahwa Negeri Tirai Bambu ini hanya jago plagiat. Ternyata, tindakan plagiat yang biasa mereka lakukan membawa berkah dengan menuntut mereka melakukan inovasi. Dengan sumber daya finansial yang lebih terbatas dibandingkan Amerika Serikat, orang-orang Cina harus berpikir lebih keras untuk 'mengakali' produk agar memiliki kelebihan. Dari tahun 2004-2007, paten dari Cina yang terdaftar di US Patent & Trademark Office (USPTO) berkembang pada 27% setiap tahunnya. Jika tren ini terus berlanjut, pada 2020, jumlah paten yang dimiliki Cina melebihi jumlah gabungan paten dari Jerman, Inggris, Perancis, dan Italia. Angka ini juga diamini oleh laporan dari Thomson Reuters yang meneliti perkembangan teknologi sadar lingkungan. Dari tahun 2006 ke 2008, Cina memiliki jumlah paten terbanyak di bidang energi angin, matahari, dan kelautan dibandingkan Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman. Siapa sih yang meragukan otak orang Jepang, Amerika Serikat, dan Jerman? Mereka sudah dikenal lama sebagai bangsa berotak encer. Laboratorium dan sistem pendidikan negara-negara itu telah terbukti memiliki andil yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kenyataannya? Cina bisa menyusulnya. halaman 6 dari 7

Peluang kreativitas ini, menjadi tren yang tak terelakkan dari kondisi bisnis global. Kesuksesan Cina ini menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang dari kondisi yang vakum. Ketika dunia bergerak, bisnis pun harus bergerak. Kondisi saat ini bisa berubah karena dunia juga berubah. Apa yang harus dilakukan adalah mencoba keluar dari rutinitas Anda dan temukan bagaimana mencari sisi yang berbeda dari apa yang yang selama ini Anda jalani. Kenyataan tadi menunjukkan bahwa kreativitas bisa diorganisir. Bahkan, lebih bagus jika kreativitas itu terorganisir dengan baik. Dengan menuliskan rencana kerja kreatifitas dalam suatu dokumen rencana kerja (activity plan), kita bisa memonitor proses kreatifitas kita, demikian pula kita bisa mengevaluasi dampak kreatifitas dari suatu departemen terhadap departemen lainnya, keterkaitan antar satu kreatifitas dengan kreatifitas lainnya, sehingga terjalin sinergi kreafitas menuju suatu perubahan besar yang diperlukan oleh perusahaan, untuk membuat perusahaan menjadi lebih baik. Untuk memahami lebih detil mengenai cara mengendalikan energi kreatifitas perusahaan, anda bisa membacanya dalam Bab V mengenai activity plan, rencana kerja untuk mencapai target. Dicuplik dari buku Menguak Rahasia Perbaikan Perusahaan Imanuel Iman Sentral Sistem Consulting halaman 7 dari 7