Hercules si Perusak Tanaman Pala dan Cengkeh



dokumen-dokumen yang mirip
untuk meneliti tingkat predasi cecopet terhadap larva dan imago Semoga penelitian ini nantinya dapat bermanfaat bagi pihak pihak yang

Tetratichus brontispae, PARASITOID HAMA Brontispa longissima

HAMA KUMBANG BIBIT Plesispa reichei PADA TANAMAN KELAPA. Amini Kanthi Rahayu, SP. POPT Ahli Pertama

PENYEBAB LUBANG HITAM BUAH KOPI. Oleh : Ayu Endah Anugrahini, SP BBPPTP Surabaya

Segera!!!...Potong Tunggul Kelapa Yang Mati

TINJAUAN PUSTAKA. Biologi Phragmatoecia castaneae Hubner. (Lepidoptera : Cossidae)

TINJAUAN PUSTAKA. Telur berwarna putih, berbentuk bulat panjang, dan diletakkan

II. TINJAUAN PUSTAKA

Penggerek Pucuk Tebu dan Teknik Pengendaliannya

TINGKAT SERANGAN HAMA PBK PADA KAKAO DI WILAYAH PROPINSI JAWA TIMUR BULAN SEPTEMBER Oleh : Amini Kanthi Rahayu, SP dan Endang Hidayanti, SP

TINJAUAN PUSTAKA. Biologi Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) Menurut Kalshoven (1981) hama Penggerek Buah Kopi ini

TINJAUAN PUSTAKA. Chilo Sachhariphagus Boj. (Lepidoptera: Crambidae)

CENGKEH - RIWAYATMU KINI. Oleh: Erna Zahro in. Cengkeh pernah jadi primadona, kini keberadaannya mengkhawatirkan karena serangan hama dan penyakit.

PERKEMBANGAN SERANGAN PENYAKIT CACAR DAUN CENGKEH (Phyllosticta sp.) PADA TANAMAN CENGKEH TRIWULAN II TAHUN 2013 WILAYAH KERJA BBPPTP SURABAYA

Status Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Sebagai Hama

TINJAUAN PUSTAKA. Berbentuk oval sampai bulat, pada permukaan atasnya agak datar. Jumlah telur

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981), hama walang sangit dapat di klasifikasikan sebagai

HASIL DAN PEMBAHASAN

HAMA Cricula trifenestrata PADA JAMBU METE DAN TEKNIK PENGENDALIANNYA

Gambar 1. Gejala serangan penggerek batang padi pada stadium vegetatif (sundep)

TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi hama penggerek batang berkilat menurut Soma and Ganeshan

SERANGAN RHYNCOPHORUS FERRUGENIUS DI WILAYAH JAWA TIMUR

AGROTEKNOLOGI TANAMAN LEGUM (AGR62) TEKNOLOGI PENGELOLAAN JASAD PENGGANGGU DALAM BUDIDAYA KEDELAI (LANJUTAN)

TINJAUAN PUSTAKA. A. Biologi dan Morfologi Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) kelapa sawit di Indonesia adalah kumbang tanduk O. rhinoceros.

Rintisan Metode Pengamatan Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr.) di Kabupaten Dairi Propinsi Sumatera Utara.

TINJAUAN PUSTAKA. Serangga Hypothenemus hampei Ferr. (Coleoptera : Scolytidae). Penggerek buah kopi (PBKo, Hypothenemus hampei) merupakan serangga

II. TINJAUAN PUSTAKA. pada 8000 SM yaitu ke Pulau Solomon, Hebrida Baru dan Kaledonia Baru.

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) biologi hama ini adalah : Setelah telur diletakkan di dalam bekas gerekan, lalu ditutupi dengan suatu zat

I. PENDAHULUAN. Tanaman jagung di Indonesia (Zea mays L.) merupakan komoditas tanaman

Alternatif pengendalian terhadap si Helopeltis sp. Oleh : Vidiyastuti Ari Y, SP POPT Pertama

TINJAUAN PUSTAKA. Telur serangga ini berwarna putih, bentuknya mula-mula oval, kemudian

BAB I PENDAHULUAN. untuk melakukan peremajaan, dan penanaman ulang. Namun, petani lebih tertarik BAB II TUJUAN

BAB I PENDAHULUAN. negri (ekspor). Sudah sejak lama tanaman pala dikenal sebagai tanamn rempah

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Chilo sacchariphagus Boj. (Lepioptera: Crambidae) Bentuk telur jorong dan sangat pipih, diletakkan dalam 2-3 baris tersusun

Bedanya Serangan Kwangwung atau Ulah Manusia pada Tanaman Kelapa

TINJAUAN PUSTAKA. (Ostrinia furnacalis) diklasifikasikan sebagai berikut:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1. Telur P. castanae Hubner. Bentuk telur oval dan dapat menghasilkan telur sebanyak butir perbetina.

Pengorok Daun Manggis

I. TINJAUAN PUSTAKA. Kopi (Coffea spp.) adalah spesies tanaman berbentuk pohon. Tanaman ini

ANCAMAN Lasioderma serricorne PADA GUDANG TEMBAKAU

RAKITAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA KEONGMAS PENDAHULUAN

TINJAUAN PUSTAKA. berkelompok (Gambar 1). Kebanyakan telur ditemukan di bawah permukaan daun,

II. TINJAUAN PUSTAKA Morfologi dan Biologi Kutu Perisai Aulacaspis tegalensis

setelah peletakan dan menetas pada umur hari. Dalam penelitian yang telah

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) ulat grayak diklasifikasikan sebagai berikut:

TINJAUAN PUSTAKA. energi pada kumunitasnya. Kedua, predator telah berulang-ulang dipilih sebagai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Kopi (coffea sp.) adalah tanaman yang berbentuk pohon termasuk dalam famili

PENCAMPURAN MEDIA DENGAN INSEKTISIDA UNTUK PENCEGAHAN HAMA Xyleborus morstatii Hag. PADA BIBIT ULIN ( Eusideroxylon zwageri T et.

TINJAUAN PUSTAKA. Chilo sacchariphagus Bojer (Lepidoptera: Crambidae) diletakkan secara berkelompok dalam 2-3 baris (Gambar 1). Bentuk telur jorong

PENYAKIT VASCULAR STREAK DIEBACK (VSD) PADA TANAMAN KAKAO (THEOBROMA CACAO L) DAN. Oleh Administrator Kamis, 09 Februari :51

TINJAUAN PUSTAKA. Chilo saccharipaghus Bojer (Lepidoptera: Pyralidae) mengkilap. Telur berwarna putih dan akan berubah menjadi hitam sebelum

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981), Setothosea asigna di klasifikasikan sebagai

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Agro inovasi. Inovasi Praktis Atasi Masalah Perkebunan Rakyat

I. PENDAHULUAN. Indonesia di pasaran dunia. Kopi robusta (Coffea robusta) adalah jenis kopi

Pengendalian serangga hama. Silvikultur Fisik mekanik Hayati : (predator, parasitoid, patogen) Genetik Kimiawi Perundangan PHT

Berburu Kwangwung Di Sarangnya

KAJIAN BUDIDAYA TANAMAN PALA (Myristica fragrans Houtt) DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

FLUKTUATIF SERANGAN Hypothenemus hampei WILAYAH KERJA BALAI BESAR PERBENIHAN DAN PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN (BBPPTP) SURABAYA PADA TRIWULAN II 2013

Kumbang Sagu (Rhynchophorus, sp) Penyebab Kematian Tanaman Kelapa

SERANGAN PENGGEREK BATANG TEBU Chilo sacchariphagus DI SENTRA TEBU JAWA TIMUR. Oleh: Erna Zahro in,sp dan Effendi Wibowo,SP

TINJAUAN PUSTAKA. anthesis (mekar) seperti bunga betina. Tiap tandan bunga memiliki

Si Pengerat Musuh Petani Tebu..

TINJAUAN PUSTAKA. antara telur dan tertutup dengan selaput. Telur mempunyai ukuran

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Biologi Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae)

TINJAUAN PUSTAKA. miring. Sycanus betina meletakkan tiga kelompok telur selama masa hidupnya.

Teknologi Perbanyakan Benih Mangga melalui Sambung Pucuk

BUDIDAYA DURIAN PENDAHULUAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi ulat kantong Mahasena Corbetti :

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) Spodoptera litura F. dapat diklasifikasikan

HAMA URET PADA TANAMAN KAPUR (Dryobalanops lanceolata Burck)

Zeuzera coffeae pada Tanaman Kopi di Wilayah Jawa Timur

TINJAUAN PUSTAKA. Adapun morfologi tanaman tembakau adalah: Tanaman tembakau mempunyai akar tunggang terdapat pula akar-akar serabut

TATA CARA PENELITIAN

1 Menerapkan pola tanam yang teratur dan waktu tanam yang serempak (tidak lebih dari 2 minggu)

TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kalshoven (1981) diterangkan bahwa klasifikasi hama Oryctes

Oleh Kiki Yolanda,SP Jumat, 29 November :13 - Terakhir Diupdate Jumat, 29 November :27

I. TINJAUAN PUSTAKA. Setothosea asigna, Setora nitens, Setothosea bisura, Darna diducta, dan, Darna

Manfaat NPV Mengendalikan Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

MENGENAL LEBIH DEKAT PENYAKIT LAYU BEKTERI Ralstonia solanacearum PADA TEMBAKAU

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. Bibit Sungkai (Peronema canescens) Sungkai (Peronema canescens) sering disebut sebagai jati sabrang, ki

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tebu merupakan tanaman asli daerah tropika basah. Tanaman ini dapat tumbuh

INVENTARISASI KLON UNGGUL LOKAL TANAMAN KAKAO DI PROPINSI SULAWESI TENGGARA Badrul Munir, S.TP, MP PBT Ahli Pertama BBPPTP Surabaya

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Chilo sacchariphagus Bojer. (Lepidoptera: Crambidae) Imago betina meletakkan telur secara berkelompok pada dua baris secara

Identifikasi dan Klasifikasi Hama Aphid (Kutu Daun) pada tanaman Kentang

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BUDIDAYA DAN TEKNIS PERAWATAN GAHARU

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Peluang Produksi Parent Stock Jagung Hibrida Nasional di Provinsi Sulawesi Utara

ASPEK BIOLOGI TANAMAN KOPI Oleh : Abd. Muis, SP.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

No Komoditi Luas Areal (ha) Produksi (ton) 1 Sawit Perkebunan Rakyat Barsela Menuju Sentral Perkebunan Aceh

BAB I PENDAHULUAN. dengan nama latin Syzygium aromaticum atau Eugenia aromaticum. Tanaman

Benih kelapa dalam (Cocos nucifera L. var. Typica)

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1

Transkripsi:

Hercules si Perusak Tanaman Pala dan Cengkeh I. Latar Belakang Tanaman pala merupakan tanaman keras yang dapat berumur panjang hingga lebih dari 100 tahun. Tanaman pala tumbuh dengan baik di daerah tropis. Selain di Indonesia terdapat pula di Amerika, Asia dan Afrika. Pala termasuk Famili Myristicaceae yang terdiri dari 15 genus dan 250 spesies. Dari 15 genus tersebut, 5 genus berada di daerah tropis Amerika, 6 genus di daerah tropis Afrika, dan 4 genus di daerah tropis Asia (Rismunandar, 1990). Pala dikenal sebagai tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis dan multiguna karena setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan dalam berbagai industri makanan dan minuman. Di Indonesia, Maluku merupakan pusat asal tanaman pala dengan keragaman yang tinggi. Pada tahun 1748 tanaman pala mulai dikembangkan ke daerah Sulawesi Utara, Minahasa dan Kepulauan Sangir Talaud, Sumatra Barat dan Bengkulu, kemudian menyusul di Jawa, Aceh dan Lampung (Anonim, 2011). Kabupaten Aceh Selatan terkenal dengan daerah pala karena daerah ini juga dikenal sebagai penghasil pala terbesar kedua di Indonesia setelah Provinsi Maluku (Mulyono, 1997 dalam Muttaqin HM, 2010). Tanaman pala merupakan tanaman primadona (tanaman unggulan lokal), di daerah Aceh Selatan, karena tanaman ini hampir merata dibudidayakan oleh masyarakat. Hasilnya mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi serta cukup berarti sebagai sumber pendapatan utama sebagian besar petani maupun sebagai salah satu sumber pendapatan daerah (Dishutbun Aceh Selatan, 2003). Luas areal tanaman pala sebelumnya mencapai 11,245 Ha (1994) dengan produksi 8,647 ton, terjadi pengurangan areal seluas 1,402 Ha dengan produksi 3,710 ton, penurunan areal ini akibat terjadi serangan hama penggerek batang dan serangan penyakit busuk buah, sehingga dalam waktu yang singkat telah mengubah sebagian hamparan pala rakyat menjadi ranting kering di Kabupaten Aceh Selatan (Dishutbun Aceh Selatan, 2003).

Tingkat serangan hama tersebut telah berada di atas ambang ekonomi yang mengakibatkan kehilangan panen atau penurunan produksi pala rata-rata pertahun ± 463,75 ton selama 8 tahun (1994-2002). Perhitungan kehilangan panen di maksud setara dengan kerugian atau kehilangan pendapatan petani pada tingkat tenaga minimal saat ini Rp. 20.000,-per kg, bila keadaan ini tidak segera di kendalikan maka kerugian yang diderita oleh petani dan kehilangan salah satu sumber pendapatan daerah (Dishutbun Aceh Selatan 2003). Hama yang ditemukan menyerang tanaman pala di beberapa pulau penghasil pala di Indonesia adalah penggerek batang (Batocera hercules : Cerambycidae) (Kalshoven, 1981 dalam Rumakamar dkk, 2012). Beberapa berita online juga menyebutkan bahwa hama Batocera hercules banyak menyerang pertanaman pala di beberapa daerah di Maluku, gejala yang timbul akibat serangan hama Batocera hercules adalah pada batang-batang pohon pala terdapat luka dengan tanda lubang di semua batang pohon. Berdasarkan informasi warga dari sejumlah pulau di Seram Bagian Timur, populasi jenis hama ini sudah menguasai hampir seluruh lahan perkebunan pala di pulau Watubela, Teor, Amarsekaru dan Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur. Dikatakan, hama tersebut sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Namun populasinya masih terbilang sedikit dan warga menilai hama Batocera hercules bukan hama yang membahayakan. Namun ceritanya jadi lain setelah beberapa tahun kemudian, bahkan terdapat desa yang gagal panen pala (Dinas Pertanian Propinsi Maluku,2013). Gambar 1. Gejala serangan hama Batocera hercules a. Cabang, b. Batang Pala Sumber : Rumakamar, dkk, Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman, Vol. 1 No.2. Oktober 2012

II. Mengenal Hama Batocera hercules Menurut Kalshoven (1981) hama penggerek batag pala di Klasifikasikan sebagai berikut : Filum : Artrhopoda Kelas : insecta/hexapoda Ordo : Coleopteray Famili : Cerambycidae Genus : Batocera Species : Hercules Nama ilmiah : Batocera hercules Stadia larva hama Batocera hercules dapat mencapai 3 tahun, sehingga pohon yang terserang dapat rusak parah bila pada pohon tersebut terdapat beberapa ekor larva saja. Pohon yang terserang hama Batocera hercules dapat dikenali dengan adanya lubang-lubang gerekan sebesar 2,5-3 cm, kumbang ini banyak ditemukan di daerah Aceh dengan intensitas kerusakan sebesar 15-40%. Batocera hercules juga telah dilaporkan oleh Munaan (1991) di daerah Sulawesi Utara dengan intensitas serangan 17-24% dan dapat menurunkan produksi pala sampai 24% (Harni, 2011). Larva penggerek batang (Batocera hercules) yang masih baru menetas atau larva instar pertama memiliki warna putih dengan ukuran 9-13 mm. Larva yang baru keluar dari telur menghadap kebawah (thorax menghadap kebawah), kemudian larva tersebut akan memutar tubuhnya, sehingga posisi thorax menghadap keatas dan kemudian larva tersebut akan mengerek masuk kedalam antara kulit dan batang tanaman cengkeh. Larva Batocera hercules akan menggerek permukaan batang dibawah kulit tanamana cengkeh (gerekan antara kulit dan batang) sampai beberapa bulan hingga larva tersebut tumbuh menjadi larva berukuran besar dan siap berubah menjadi pupa. Larva yang telah berukuran besar berwarna putih agak coklat, ukuran dapat mencapai 6-10 cm, pada tubuh larva mempunyai ruas berjumlah ± 9 ruas. Larva ini membuat lubang vertikal dan hanya terdapat satu larva pada satu lubang. Setelah larva instar terakhir dan siap berubah menjadi pupa, larva akan menggerek

batang keras tanaman cengkeh lebih dalam dan akan menjadi pupa di dalam lubang tersebut. Lubang gerekan pada batang dalam tanaman cengkeh mempunyai kedalaman ± 3,3 cm. Selain itu, larva tersebut akan membuat lubang sebagai jalan keluar, sehingga apabila pupa telah berubah menjadi imago maka imago tersebut akan keluar melalui lubang yang telah disiapkan tersebut. Lubang masuk larva berada dibawah lubang keluar setelah berubah menjadi imago. Apabila batang yang digerek dibuka akan tampak bekas serbuk kasar pada gerekan antara kulit dan batang, juga terdapat serbuk halus sebagai hasil dari gerekan pada batang keras tanaman cengkeh yang mempunyai warna coklat kehitaman. Kumbang dewasa berukuran besar berwarna coklat, berukuran 4-6 cm, dan mempunyai antenna yang memiliki panjang melebihi panjang tubuhnya. bersifat nokturnal, akan mengeluarkan bunyi-bunyian (mencicit) bila diganggu. Bentuk kumbang muda sangat khas, antena panjang dan berwarna abu-abu. Selain itu, hama ini juga mempunyai alat mulut dan tungkai yang kuat. Alat mulut dan tungkai yang kuat akan berguna pada waktu imago akan meletakkan telur, yaitu dengan cara menggerek kulit batang tanaman pala atau cengkeh dan mengungkit gerekan tersebut dengan tungkainya sampai kulit batang terangkat. Kumbang betina meletakkan telur pada kulit kambium yang sebelumnya telah dilukai tersebut. Seekor kumbang betina dapat hidup sampai enam bulan dan selama hidupnya mampu bertelur antara 170-270 butir. Telur dari Batocera hercules berbentuk lonjong, berwarna putih sampai coklat muda (jika telur akan menetas), berukuran 8-11 mm, diletakkan menghadap ke bawah, sehingga setelah telur menetas, larva Batocera hercules akan menghadap ke bawah (thorax berada dibawah).

Gambar 2. Empat stadium hama Batocera hercules a. Telur, b. Larva, c. Pupa, d. Imago Sumber : Patty J., Jurnal Budidaya Pertanian, Volume 9 No.1, Juli 2013 III. Hama Batocera hercules juga Menyerang Tanaman Cengkeh Alasan mengapa hama utama pada tanaman pala ini kemudian menyerang tanaman cengkeh belum diketahui secara jelas. Tanaman cengkeh yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian, seperti terjadi pada tanaman pala pada umumnya. Tanaman cengkeh yang terserang Batocera hercules berumur lebih dari 25 tahun. Gejalanya terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0,5 1 cm, di mana didapat serbuk kayu. Gejala awal serangan hama Batocera hercules yaitu daun yang menguning dan layu kemudian daun akan gugur/rontok, ranting mengering, pada akhirnya tanaman mati akibat terganggunya metabolisme tanaman. Selain itu tanda lainnya adalah pada bagian kulit batang atau cabang yang digerek terdapat lubang gerekan yang mengeluarkan cairan atau gom dan serbuk kotoran dari bekas gerekan. Hal ini terjadi karena larva membuat lubang dengan cara menggerek hingga ke bagian dalam batang atau cabang tanaman. Gerekan pada kulit batang tanaman cengkeh mempunyai panjang ± 36 cm, dan gerekan pada batang dalam tanaman cengkeh mempunyai panjang ± 15,5 cm. Sedangkan lubang gerekan pada batang dalam tanaman cengkeh mempunyai kedalaman ± 3,3 cm, dan kedalaman total lubang gerekan yang diukur dari kulit tanaman cengkeh berukuran ± 4 cm. Didalam setiap lubang gerekan tersebut hanya ditemukan satu larva. Lubang gerekan berbentuk vertikal, dimana

serbuk gerekan selalu berada dibawah lubang untuk menutup lubang masuk. Namun, terkadang ditemukan pula gerekan Batocera hercules melingkari batang, sehingga saluran makanan dari bawah keatas menjadi terputus. Gerekan larva menyebabkan distribusi hara dan air terganggu. Apabila batang yang digerek dibuka akan tampak bekas gerekan berwarna coklat kehitaman. Serangan Batocera hercules pada tanaman pala, bila diketuk akan berbunyi yang menandakan kulit telah terlepas dengan batang, tetapi berbeda dengan serangan Batocera hercules pada tanaman cengkeh. Bila kulit batang pada tanaman cengkeh yang terserang diketuk tidak akan mengeluarkan bunyi, seakan kulit masih menyatu dengan batang padahal jika antara kulit dan batang tanaman cengkeh dikupas akan terlihat serbuk kasar sebagai hasil dari gerekan hama tersebut. Bagian batang dan dahan yang terserang berat akan mudah patah ketika tertiup angin (Setyolaksono, 2013). IV. Pengendalian Hama Batocera hercules Team dari Balitri merekomendasikan pencegahan hama dalam jangka pendek yaitu dengan cara : a. Melakukan gerakan massal pengendalian hama pada tanaman yang tersisa. b. Memotong tajuk antar pohon pala yang saling bersinggungan c. Melakukan sanitasi lingkungan dengan membersihkan vegatasi liar di sekitar tanaman pala termasuk pemusnahan bekas pohon terserang d. Dari hasil penelitian pengendalian hama penggerek Batocera Hercules dengan memanfaatkan semut sebagai predator hama tersebut Pengendalian jangka panjang dapat dilakukan dengan cara : a. Pembibitan pala dengan menggunakan benih yang berasal dari pohon induk yang menunjukkan ketahanan terhadap hama atau penyakit. b. Penanaman baru pada lahan yang sudah bebas dari sumber penyakit dengan jarak tanam yang diatur sehingga tidak memungkinkan tajuk tanaman bersinggungan dengan tanaman lain jika sudah besar. c. Melatih para petani tentang budidaya pala termasuk cara pengendalian hama

dan penyakit seperti pembuatan agensia hayati/pestisida nabati. d. Melakukan tumpang sari, monitoring secara berkala oleh petani dan segera melakukan tindakan pengendalian secara dini jika ditemukan serangan hama atau penyakit (Anonim, 2011).

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2011. Balitri : Gunakan Semut untuk Basmi Hama Batocera. Dikutip dari http://aceh.tribunnews.com/2011/09/21/balitri-gunakan-semut-untuk-basmihama-batocera. Diakses pada tanggal 2 April 2014. Anonim. 2011. Budidaya Tanaman Pala Aceh. Dikutip dari http://www.forpala.org/detail/3275/1367082000/budidaya-tanaman-pala-aceh. Diakses pada tanggal 17 Maret 2014. Dinas Pertanian Propinsi Maluku. 2013. Petani Cengkeh Merugi Rp. 17,07 Milyar/Musim Akibat Hama. Dikutip dari http://www.rakyatmaluku.com/wawancara/petani-cengkeh-merugi-rp1707- milyarmusim-akibat-hama. Diakses pada tanggal 3 Maret 2014. Dishutbun Aceh Selatan. 2003. Pedoman Pengamatan Dan Pengendalian Hama Pada Tanaman Pala. Dinas Perkebunan Dan Kehutanan. Aceh Selatan Muttaqin H.M. 2010. Inventarisasi Hama Dominan Pada Tanaman Pala (Myristica Fragrans Houtt) Di Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Dikutip dari http://aqinhpt.blogspot.com/2010/10/inventarisasi-hama-dominan-padatanaman.html. Diakses pada tanggal 11 Maret 2014. Patty J. 2013. Kerusakan Tanaman Pala Akibat Hama dan Penyakit Di Karloming, Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur. Jurnal Budidaya Pertanian. Volume 9. No. 1. Rismunandar. 1990. Teknologi Pengolahan Pala. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Pertanian. Jakarta Rita Harni. 2011. Pengendalian Terpadu Hama Dan Penyakit Utama Pala. Edisi 23 Pebruari - 1 Maret 2011 No.3394 Tahun XLI Agroinovasi. Badan Litbang Pertanian. Rumakamar dkk. 2012. Kerusakan Tanaman Pala Akibat Serangan Hama Penggerek Batang (Batocera hercules). Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman. Volume 1. No. 2.

Setyolaksono, M.P. 2013. Batocera sp., Sekarang Menyerang Juga Pada Tanaman Cengkih. Dikutiup dari http://ditjenbun.deptan.go.id/bbpptpambon/berita-273- batocera-sp-sekarang-menyerang-juga-pada-tanaman-cengkih.html. Diakses pada tanggal 2 April 2014. Zuliyanti. A. 2011. Hama-Hama Pada Tanaman Pala, Kemiri dan Jahe. Departemen Agroekoteknologi-HPT. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Oleh : Asri Maria W., SP POPT Pertama BBPPTP Surabaya