PEMANFAATAN TERBITAN PEMERINTAH DI KANTOR DPRD SUMATERA BARAT

dokumen-dokumen yang mirip
PENGOLAHAN TERBITAN RESMI PEMERINTAH DI PERPUSTAKAAN DINAS PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF PROVINSI SUMATERA BARAT

EVALUASI LAYANAN REFERENSI DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI SUMATERA BARAT

BIBLIOGRAFI BERANOTASI SKRIPSI BERTAJUK ISLAM DI MINANGKABAU TAHUN KOLEKSI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ADAB IAIN IMAM BONJOL PADANG

TINJAUAN TERHADAP SARANA DAN PRASARANA SERTA TATA RUANG DI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN PADANG PARIAMAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN KOPERTIS WILAYAH X

PENYUSUTAN ARSIP DINAMIS INAKTIF DI KANTOR DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) PROVINSI SUMATERA BARAT

SISTEM TEMU KEMBALI KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA BARAT

TINJAUAN TENTANG PENGGUNAAN OPAC DI PERPUSTAKAAN POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

PENGARUH LAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KEPUASAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

SUATU TINJAUAN TENTANG PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN BELAJAR-MENGAJAR DI SMKN 5 PADANG

PROBLEMATIKA KINERJA PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PEMBUATAN BUKU PEDOMAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMA N 1 PAINAN

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN SIRKULASI DI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN KELILING DI KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SUMATERA BARAT

PERAN PUSTAKAWAN DALAM MEMOTIVASI SISWA MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SMK TAMANSISWA PADANG

TEMU KEMBALI BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN STKIP PGRI SUMBAR

PROBLEMATIKA TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMP N 3 PADANG PANJANG

PEMBUATAN INDEKS ENSIKLOPEDI KOLEKSI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG PANJANG

SISTEM LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN SMK TAMANSISWA PADANG

PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN KOPERTIS WILAYAH X

PEMBUATAN BIBLIOGRAFI BERANOTASI TERBITAN BANK INDONESIA KHUSUS KAJIAN EKONOMI REGIONAL TAHUN DI PERPUSTAKAAN KPW BI WILAYAH VIII

Sri Mentari 1, Malta Nelisa 2 Program Studi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas Negeri Padang

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMAN 1 PAINAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP LAYANAN PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG HATTA BUKITTINGGI

OPTIMALISASI PENERAPAN LITERASI INFORMASI DI PERPUSTAKAAN SMA NEGERI 1 PADANG

PEMBUATAN INDEKS BERANOTASI JURNAL SUBJEK EKONOMI DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS EKASAKTI PADANG

PEMANFAATAN LITERATUR DALAM MENUNJANG PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 6 PADANG

PENGARUH SARANA DAN PRASARANA PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT KUNJUNGAN SISWA SMP N 1 BATANG ANAI

PEMBUATAN INDEKS BERANOTASI JURNAL ILMIAH BIDANG HUMANIORA DI PERPUSTAKAAN KOPERTIS WILAYAH X

PENGOLAHAN TERBITAN BERSERI DI PERPUSTAKAAN STMIK INDONESIA PADANG

PEMANFAATAN KOLEKSI UMUM OLEH PEMUSTAKA DI KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP, DAN DOKUMENTASI KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENGEMBANGAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA DI KANTOR ARSIP, PERPUSTAKAAN, DAN DOKUMENTASI KOTA PADANG

PENYIANGAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA DI KANTOR ARSIP, PERPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI KOTA PADANG

FAKTOR PENYEBAB KURANGNYA MINAT GURU MEMANFAATKAN PERPUSTAKAAN SDN 09 AIR TAWAR BARAT

PENGEMBANGAN KOLEKSI PERPUSTAKAAN DI KANTOR ARSIP PERPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI KOTA PADANG

pengamatan (observasi), wawancara mendalam (indept interview) dan dokumentasi dan Pustakawan Bidang Deposit sebagai informannya.

PEMBUATAN INDEKS ARTIKEL SURAT KABAR BERANOTASI MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCES 2010 DI KANTOR ARSIP, PERPUSTAKAAN, DAN DOKUMENTASI KOTA PADANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGADAAN KOLEKSI BAHAN PUSTAKA DI KANTOR ARSIP PERPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI KOTA PADANG

KEBERADAAN LAYANAN REMAJA UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA REMAJA DI BADAN PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI SUMATERA BARAT

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA TINGKAT KUNJUNGAN DI PERPUSTAKAAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG

LAYANAN REFERENSI DAN PROMOSI KOLEKSI REFERENSI

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP KOLEKSI BUKU DENGAN SUBJEK MINANGKABAU DI PUSAT DOKUMENTASI DAN INFORMASI KEBUDAYAAN MINANGKABAU (PDIKM) PADANG PANJANG

PENYIMPANAN ARSIP DINAMIS AKTIF DI BAGIAN TATA USAHA SMA PERTIWI 1 KOTA PADANG

Suci Indah Yaseva 1, Ardoni 2 Program Studi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas Negeri Padang

Melia Hanum 1, Malta Nelisa 2 Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas Negeri Padang

JURNAL ILMU PERPUSTAKAAN Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Halaman 1-5 Online dari http:

Indri Viollita 1, Bakhtaruddin Nst 2 Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas Negeri Padang

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB MAHASISWA KURANG MEMANFAATKAN KOLEKSI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS BUNG HATTA

STRATEGI PROMOSI DI PERPUSTAKAAN BALAI BAHASA PROVINSI SUMATERA BARAT

PEMBUATAN BIBLIOGRAFI BERANOTASI KOLEKSI BAHAN AJAR DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK AKADEMI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

PEMBUATAN ABSTRAK INFORMATIF LAPORAN PENELITIAN KOLEKSI LAYANAN DEPOSIT DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT

Promosi Jasa Pelayanan Referensi Di Perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN DI KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KOTA PAYAKUMBUH

STUDI TENTANG PEMANFAATAN MAJALAH ILMIAH DI UPT PERPUSTAKAAN UNSRAT OLEH MAHASISWA UNSRAT MANADO

BAB IV GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN JURUSAN KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN SILABUS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

PELAKSANAAN PENDIDIKAN PEMAKAI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

DESAIN KATALOG ONLINE DALAM KEPUASAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

PERPUSTAKAAN SEBAGAI PUSAT SUMBER INFORMASI

PERILAKU PENCARIAN INFORMASI PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR NEGERI 48 GANTING KOTO TANGAH PADANG

PEMBUATAN BIBLIOGRAFI BERANOTASI KOLEKSI AUDIO VISUAL DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA PADANG PANJANG

SISTEM PENATAAN ARSIP DINAMIS INAKTIF DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN PADANG PARIAMAN

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

EFEKTIVITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SLB WACANA ASIH PADANG

KEBUTUHAN INFORMASI MASYARAKAT KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN

PERAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR

PEMBUATAN BIBLIOGRAFI BERANOTASI UNTUK SUBYEK KEDOKTERAN MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCESS DI PERPUSTAKAAN KOPERTIS WILAYAH X

PERSEPSI SISWA TERHADAP PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 16 PADANG

PELAYANAN RUJUKAN /REFERENSI Oleh : Sjaifullah Muchdlor, S.Pd

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 44 TAHUN 2000 TENTANG BADAN PERPUSTAKAAN PROPINSI JAWA TMUR

PELAYANAN REFERENSI DI PERPUSTAKAAN

TINJAUAN PENGADAAN BAHAN PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Perpustakaan sekolah

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP FUNGSI PELAYANAN REFERENS DI BADAN PERPUSTAKAAN ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SULAWESI UTARA

STRATEGI PELAYANAN PRIMA DI KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP, DAN DOKUMENTASI KABUPATEN PESISIR SELATAN

HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PUSTAKAWAN DAN PEMUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMK NEGERI 2 PADANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 78 TAHUN 2008 TENTANG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA TINDAKAN VANDALISME DI KANTOR ARSIP PERPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI KOTA PADANG

STRATEGI PENINGKATAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN KHUSUS SEKRETARIAT DPRD PROVINSI SUMATERA BARAT

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

MANFAAT PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA UPT PERPUSTAKAAN UNIMA UNTUK TEMU KEMBALI INFORMASI OLEH MAHASISWA FAKULTAS MIPA

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP KETERSEDIAAN KOLEKSI DI UPT PERPUSTAKAAN KOPERTIS WILAYAH X

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI TERBITAN BERKALA DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS ANDALAS

PERANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 14 LABAN KECAMATAN IV JURAI KABUPATEN PESISIR SELATAN

BUPATI GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI GROBOGAN NOMOR 49 TAHUN 2016 TENTANG

MAKALAH PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DASAR UNTUK KECERDASAN ANAK. Untuk memenuhi Tugas Ujian Akhir Semester Pengelolaan Perpustakaan Pendidikan

PENERAPAN SISTEM CLOSE ACCES PADA LAYANAN SIRKULASI DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK PERTANIAN UNAND PAYAKUMBUH

BAB IV GAMBARAN UMUM PERPUSTAKAAN FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS DIPONEGORO

PERSEPSI PEMUSTAKA PADA LAYANAN SIRKULASI (UMUM ATAU DEWASA) DI PERPUSTAKAAN DAERAH JAWA TENGAH

PENGELOLAAN TERBITAN BERSERI DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ANDALAS (UNAND)

BAB III PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA

2.2. BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KEBUMEN KEPALA BAGIAN HUKUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KEBUMEN Uraian Tugas Kepala Bagian

BAB II KAJIAN TEORI. Koleksi rujukan adalah koleksi bahan pustaka atau contoh-contoh bahan,

PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI KANTOR ARSIP PERPUSTAKAAN DAN DOKUMENTASI (KAPD) KOTA PADANG

Transkripsi:

PEMANFAATAN TERBITAN PEMERINTAH DI KANTOR DPRD SUMATERA BARAT Rahmah Hayati 1, Marlini 2 Program Studi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan FBS Universitas Negeri Padang email: pisces_2491@rocketmail.com Abstract This paper discuss about the beneficial of government publication at DPRD West Sumatera. This study were purpose to describe: (1) the beneficial of government publication within the office of DPRD West Sumatera; (2) the constraints which faced in process of beneficial of government publication at the office of DPRD West Sumatera. The data were collected by direct monitoring and interview with Kabag and Kasubag of the office of DPRD West Sumatera. The analyzing of data by descriptive way. Based on the analyzing of data, that can concluded the things such as. First, the beneficial of government publication at the office of DPRD West Sumatera was unfulfill resembled. Second, the constrain which faced in process of beneficial of government publication at the office of DPRD West Sumatera; (1) the collection of government publication is not on good arrangement yet; (2) the source of human power (SDM) which is less; (3) the responsibility of librarian, and (4) there is no input of data of government publication to computer. Keywords: government publication A. Pendahuluan Terbitan pemerintah biasanya menjadi suatu acuan dalam pengembangan sistem pemerintah. Terbitan pemerintah pada hakikatnya berisi mengenai masalah yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Menurut Saleh (2009: 87) terbitan pemerintah adalah publikasi atau bahan pustaka yang diterbitkan secara resmi oleh pemerintah, melalui lembaga resmi yang berisi informasi mengenai pemerintahan, peraturan-peraturan atau perundangan, dan pengumumanpengumuman resmi. Sedangkan menurut Lasa (1994: 70) terbitan pemerintah merupakan informasi resmi dalam bidang-bidang: pertanian, statistik, peraturan perundangan, pendidikan, dan pertahanan. Menurut Mustafa (2008: 27) terbitan pemerintah adalah setiap penerbitan yang dicetak atas biaya pemerintah, atau diterbitkan oleh badan-badan 1 Mahasiswa penulis makalah Prodi Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, wisuda periode September 2012 2 Pembimbing, Dosen FBS Universitas Negeri Padang 305

Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol. 1, No. 1, September2012, Seri D pemerintah, yang pada umumnya berisi hal-hal yang berkaitan dengan masalahmasalah pemerintahan atau masalah-masalah untuk kepentingan umum. Lebih lanjutyusuf (2009: 436) menerangkan bahwa dokumen pemerintah atau sering disebut dengan terbitan pemerintah adalah karya yang dicetak dan diterbitkan atas biaya dan kewenangan pemerintah atau badan-badan pemerintah. Ditegaskan oleh Suwarno (2011: 66) terbitan pemerintah merupakan jenis buku yang termasuk sebagai bahan rujukan yang diterbitkan secara resmi oleh pemerintah melalui lembaga resmi yang berisi informasi yang berkaitan dengan masalah pemerintahan atau masalah-masalah untuk kepentingan umum. American Library Assosiation Glosary of Iibrary and Information Science membatasi terbitan pemerintah dan badan Internasional sebagai berikut: setiap terbitan yang berasal dari, diterbitkan oleh, atau dengan biaya dan wewenang setiap kantor resmi atau lembaga Internasional. DPRD Sumatera Barat merupakan lembaga yang melakukan proses kegiatan pemerintahan dan menghasilkan berbagai bentuk informasi resmi dari hasil rapat maupun sidang yang dilakukan oleh anggota dewan bersama kepala daerah. Terbitan pemerintah ini berupa peraturan daerah yang telah ditetapkan dalam sidang paripurna anggota dewan dan pemerintah daerah. Terbitan pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua pegawai dalam melakukan proses kegiatan pemerintahan dan mengambil suatu keputusan yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan yang telah ditetapkan. Terbitan pemerintah tergolong pada koleksi referensi yang diterbitkan lembaga pemerintah. Sumardji dalam Rahayuningsih (2007: 105) menerangkan bahwa koleksi referensi adalah kumpulan atau kelompok koleksi pustaka yang terdiri dari bahan pustaka berisi karya-karya yang bersifat memberitahu atau menunjukkan mengenai informasi-informasi tertentu yang disusun secara sistematis (biasanya disusun berdasarkan alfabet) untuk digunakan sebagai alat petunjuk atau konsultasi. Setiap koleksi referensi dapat dibedakan menurut sifat maupun isi informasinya. Menurut Yusuf (2009: 407-439) koleksi referensi terdiri atas beberapa bagian yaitu: (1) kamus; (2) ensiklopedia; (3) buku tahunan; (4) buku pedoman; (5) direktori; (6) almanak; (7) bibliografi; (8) katalog; (9) indeks; (10) abstrak; (11) atlas; (12) terbitan pemerintah; (13) laporan hasil penelitian; (14) sumber informasi geografi, biografi dan petunjuk perjalanan. Lebih lanjut Sulistyo-Basuki (1991: 437-438) menjelaskan bahwa buku referens memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) buku referens ditujukan untuk keperluan konsultasi; (2) buku referens tidak dimaksudkan untuk dibaca seperti buku biasa; (3) buku referens sering kali terdiri dari entri yang terpotong-potong; (4) di perpustakaan, buku referens biasanya tidak dipinjamkan karena buku tersebut diperlukan setiap waktu untuk konsultasi; (5) informasi disusun untuk memudahkan penulusuran secara cepat dan menyeluruh. Susunan ini dapat menurut abjad, judul, subjek, atau kronologis disertai indeks untuk keperluan temu balik. Koleksi terbitan pemerintah yang terdapat di kantor DPRD Sumatera Barat seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan studi dan penelitian serta harus diketahui oleh setiap kelompok masyarakat tertentu yang berupa hasil sidang kabinet, sensus penduduk, pajak, undang-undang lalu lintas, undangundang perkawinan, undang-undang pendidikan. Namun, kenyataannya tidak ada 306

Pemanfaatan Terbitan Pemerintah di Kantor DPRD Sumbar Rahmah Hayati, Marlini masyarakat yang datang ke DPRD Sumatera Barat untuk mencari koleksi terbitan pemerintah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 928) pemanfaatan adalah proses, cara atau perbuatan memanfaatkan. Terbitan pemerintah ini sangat pentingkedudukannya, karena isi dari hasil terbitan merupakan data mengenai kemajuan dan kondisi kenegaraan serta kemasyarakatan yang sangat kompleks. Sedangkan Yusuf (2009: 438) menerangkan gunanya terbitan pemerintah bagi pembaca yaitu sebagai bahan keterangan dan pengetahuan supaya tidak buta terhadap kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah. Peraturan perundangan yang berlaku di suatu negara, keputusan-keputusan pemerintah dan kebijaksanaan pemerintah lainnya, sangat penting diketahui oleh segenap anggota masyarakat. Terbitan pemerintah merupakan koleksi dari perpustakaan, jadi fungsi terbitan pemerintah berkaitan dengan fungsi koleksi perpustakaan secara umum. Menurut Sinaga (2011: 39-41) fungsi koleksi perpustakaan yaitu: (1) fungsi referens adalah koleksi perpustakaan yang bisa memberikan rujukan tentang berbagai informasi secara cepat, tepat, dan akurat; (2) fungsi kurikular adalah bahan-bahan yang mampu mendukung kurikulum; (3) fungsi umum adalah setiap orang yang datang ke perpustakaan mempunyai kebutuhan, apakah dia ingin mengetahui tentang informasi tertentu, bagaimana cara mengerjakan sesuatu, mau meminjam sesuatu, dan (4) fungsi penelitian adalah perpustakaan dapat dijadikan sarana yang menyediakan berbagai sumber informasi yang dibutuhkan pemakai atau peneliti dalam melakukan tugasnya. Penerbitan pemerintah merupakan salah satu penghubung antara pemerintah dengan masyarakat umum mengenai suatu kebijakan. Menurut Adinfafash (2011) sebagai salah satu sarana penerangan dan penyuluhan yang dikelola pemerintah. Penerbitan pemerintah bertujuan untuk membina sikap mental dan sikap hidup manusia yang berasaskan pancasila, baik sebagai perorangan maupun sebagai bangsa dan bergairah untuk membangun. Dengan tujuan tersebut, penerbitan pemerintah harus berfungsi sebagai sarana untuk merangsang motivasi, keikutsertaan dan keterlibatan diri dalam kegiatan pembangunan demi tercapainya cita-cita masyarakat dan bangsa. Selanjutnya penerbitan pemerintah berfungsi pula mengamankan kebijakan pemerintah di forum nasional dan internasional serta membina dan memupuk saling pengertian dan persahabatan antar bangsa. Ada kalanya suatu informasi justru hanya diperoleh pada terbitan pemerintah, karena informasinya tidak terdapat di dalam buku lain yang dapat diperoleh secara bebas atau dijual di toko buku. Oleh sebab itu terbitan pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang memerlukan demi tercapainya tujuan dan manfaat dari penerbitan berbagai jenis terbitan pemerintah tersebut. Tidak adanya masyarakat yang datang ke kantor DPRD Sumatera Barat untuk mencari koleksi terbitan pemerintah, suatu hal yang perlu dikaji dan diteliti. Mengapa masyarakat tidak ada datang ke DPRD Sumatera Barat untuk mencari koleksi terbita pemerintah? Sementara hendaknya masyarakat dapat memanfaatkan koleksi terbitan pemerintah yang ada di DPRD dalam studi maupun penelitian. Hal ini menjadi penting diteliti dan ditemukan alasannya. 307

Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol. 1, No. 1, September2012, Seri D Menurut Mustafa (2008: 29) contoh terbitan pemerintah adalah: (1) Izin perkawinan dan perceraian bagi pegawai bagi pegawai negeri sipil. Surat Edaran Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara Nomor 08/SE/1983. Tgl. 26 April 1983. Departemen penerangan 1983; (2) Undang-undang perpajakan beserta pajak bumi dan bangunan. Surabaya: Pustaka Tinta Mas, 1986. Berisi undang-undang no. 6, 7, 8 tahun 1983 serta Peraturan Pemerintah nomor 35 tahun 1983; (3) Pidato presiden pengantar nota keuangan APBN tahun 1993. Yusuf (2009: 437) juga mengemukakan beberapa contoh penerbitan pemerintah adalah sebagai berikut. (1) Sekretariat Negara. Pidato Kenegaraan RI. Tanggal 16 Agustus 1985. Jakarta. 1985; (2) Universitas Padjajaran. Laporan Rektor pada Dies Natalis XXIX Universitas Padjajaran. Universitas Padjajaran. Bandung. 1986; (3) U.S. Superintendent of Documents. Monthly Catalog of United States Government Publication. Washington. D.C. 1895 sampai sekarang. Bulanan, dan (4) Biro Pusat Statistik. Statistik Indonesia Tahun 1985. Menurut Lasa (1994: 70) secara garis besar terbitan pemerintah mencakup: (1) kegiatan pemerintah yang perlu diketahui oleh masyarakat awam seperti: pemilihan umum, sensus penduduk, dan sidang kabinet; (2) informasi resmi yang dapat dipergunakan sebagai bahan studi maupun penelitian; (3) perundangundangan, peraturan, ketetapan pemerintah yang harus diketahui oleh setiap warga negara maupun kelompok masyarakat tertentu seperti: pajak, undangundang lalu lintas, undang-undang perkawinan, dan undang-undang pendidikan. Sedangkan menurut Yusuf (2009: 437) informasi penting yang dapat diperoleh melalui penerbitan atau dokumen pemerintah ini, antara lain tentang peraturanperaturan pemerintah, undang-undang dan surat keputusan yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemerintah dan masalah lain yang dikeluarkan atas kewenangan dan tanggung jawab pemerintah. Menurut Mustafa (2008: 30) ciri umum terbitan pemerintah adalah sebagai berikut. (1) Diterbitkan dalam jumlah yang sangat banyak dan dibagikan secara cuma-cuma kebanyak pihak, nasional atau internasional sebagai media komunikasi dan penyebaran informasi; (2) selain diterbitkan oleh pemerintah atau kantor pusat, pemerintah daerah atau kantor cabang. Meskipun biasanya di pemerintahan kantor pusat ada bagian penerbitan khusus; (3) kebanyakan terbitan ini tidak dikenal secara umum dan hanya ditemukan di kantor-kantor resmi atau di perpustakaan besar; (4) terbitan jenis ini jarang dicakup dalam bibliografi; (5) katalog resmi terbitan pemerintah sering kurang informatif; (6) terbitan ini jarang ditemukan di toko-toko buku pada umumnya; (7) memungkinkan jenis rujukan satu-satunya mengenai informasi yang dibutuhkan Lebih lanjut Yusuf (2010: 17) menerangkan, terbitan pemerintah dapat dilihat dari dua segi yaitu: dari lembaga yang menerbitkannya, dan dari segi penggunaannya. Dilihat dari lembaga yang menerbitkannya antara lain adalah lembaga-lembaga resmi yang bernaung di bawah pemerintah, baik pusat maupun daerah, seperti sekretariat negara, departemen pemerintahan, dan termasuk lembaga lain yang bersifat komersial di bawah naungan pemerintah. Sedangkan dari segi penggunaannya publikasi dan dokumen pemerintah bisa dikelompokkan ke dalam kategori sebagai berikut. (1) rekaman administrasi negara atau pemerintah; (2) dokumen penelitian para ahli termasuk sejumlah data dan 308

Pemanfaatan Terbitan Pemerintah di Kantor DPRD Sumbar Rahmah Hayati, Marlini statistik yang amat besar nilainya, sampai kepada masalah sains dan bisnis; (3) sumber-sumber informasi yang sifatnya umum. Berdasarkan uraian di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemanfaatan terbitan pemerintah yang ada di kantor DPRD Sumatera Barat dan kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pemanfaatan terbitan pemerintah di kantor DPRD Sumatera Barat. B. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah penelitian yang dilakukan hanya berdasarkan pada fakta yang ada atau fenomena yang secara empiris hidup pada penutur-penuturnya sehingga dihasilkan perian bahasa seperti apa adanya karena penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data yang diperoleh dari informan (Sudaryanto, 1992:62). Penelitian ini mengkaji dan mendeskripsikan pemanfaatan terbitan pemerintah di kantor DPRD Sumatera Barat. Data diperoleh melalui pengamatan secara langsung dan wawancara dengan pegawai kantor DPRD Sumatera Barat. C. Pembahasan Pemanfaatan Terbitan Pemerintah di Kantor DPRD Sumatera Barat Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan di DPRD Sumatera Barat, koleksi perpustakaan yang dimiliki saat ini sekitar 5.500 buku terutamanya koleksi terbitan pemerintah berupa peraturan daerah, lembaran daerah, peraturan pemerintah, dan ensiklopedia. Perpustakaan ini jarang dikunjungi pegawai kantor DPRD maupun anggota dewan. Hal ini disebabkan, karena perpustakaan di DPRD Sumatera Barat masih dalam penataan kembali koleksi-koleksinya, sehingga pegawai maupun anggota dewan yang ingin berkunjung tidak bisa memanfaatkan koleksi yang ada. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kasubag Dokumentasi dan Perpustakaan bahwa pegawai kantor DPRD Sumatera Barat memanfaatkan terbitan pemerintah sesuai kebutuhan dalam menentukan suatu kebijakan dalam kegiatan Dokumentasi dan Perpustakaan. Dalam kegiatan Dokumentasi dan Perpustakaan kantor DPRD berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 tentang Jaringan Dokumentasi dan Hukum. Terbitan pemerintah yang ada di perpustakaan DPRD Sumatera Barat yaitu: peraturan daerah, lembaran daerah, undang-undang, peraturan menteri, dan peraturan presiden. Dalam setahunnya DPRD menghasilkan sekitar 15 terbitan pemerintah. Sedangkan dari hasil wawancara dengan Kabag Publikasi dan Informasiterbitan pemerintah dimanfaatkan dalam rapat atau pun sidang paripurna di DPRD yaitu dengan berpedoman kembali pada peraturan daerah yang telah ditetapkan tahun lalu jika mengalami perubahan. Dalam sidang maupun rapat sudah pasti berpedoman pada undang-undang dan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.tahun 2012 ini DPRD akan menetapkan 20 peraturan daerah seperti peraturan daerah tentang kawasan bebas asap rokok dan mengenai panas bumi. Fungsi koleksi perpustakaan adalah sebagai berikut. (1) fungsi referens adalah koleksi perpustakaan bisa digunakan sebagai rujukan mengenai suatu informasi yang dapat diperoleh secara cepat, dan tepat. Di DPRD Sumatera Barat 309

Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol. 1, No. 1, September2012, Seri D fungsi koleksi perpustakaan sebagai referens sudah terlaksana sebagaimana mestinya. Pegawai DPRD Sumatera Barat memanfaatkan koleksi perpustakaan untuk referensi dalam mencari informasi yang dibutuhkannya dalam kegiatan kantor; (2) fungsi kurikular adalah koleksi perpustakaan yang dapat mendukung kurikulum pendidikan. Fungsi koleksi perpustakaan sebagai fungsi kurikular tidak ada terlaksana di DPRD Sumatera Barat. Seharusnya fungsi kurikular tersebut dapat terlaksana untuk mendukung kurikulum pendidikan; (3) fungsi umum adalah dimana setiap orang yang datang ke perpustakaan mempunyai kepentingan baik itu untuk mencari informasi tertentu, dan meminjam sesuatu. Fungsi ini sudah dilaksanakan di Perpustakaan DPRD Sumatera Barat, dimana pegawai kantor meminjam koleksi perpustakaan untuk mencari suatu informasi; (4) fungsi penelitian adalah perpustakaan sarana yang menyediakan berbagai sumber informasi yang dibutuhkan peneliti dalam melakukan tugasnya. Banyak peneliti yang datang ke DPRD Sumatera Barat untuk melakukan penelitian di Perpustakaan DPRD Sumatera Barat. Agar pemanfaatan terbitan pemerintah dapat berjalan baik hendaknya DPRD Sumatera Barat mensosialisasikan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan anggota dewan dan pemerintah dalam sidang paripurna kepada masyarakat umum. Dengan mensosialisasikan Informasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat umum maka secara otomatis akan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan baru pemerintah yang akan berlaku dan yang sedang diberlakukan. Terbitan pemerintah yang ada di Perpustakaan DPRD Sumatera Barat seharusnya dapat dimanfaatkan bagi seluruh pegawai dan anggota dewan sebagai bahan referensi, penunjang dalam pengambilan keputusan dan penetapan suatu kebijakan.terbitan pemerintah juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan referensi, pedoman dan bahan penelitian.jadi, dari kenyataan yang didapat maka Kantor DPRD Sumatera Barat sebaiknya memperhatikan berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari koleksi referensi terbitan pemerintah. Kendala-kendala yang dihadapi dalam Proses Pemanfaatan Terbitan Pemerintah Adapun kendala yang dihadapi dalam proses pemanfaatan terbitan pemerintah di kantor ini yaitu: (1) koleksi terbitan pemerintah belum tertata dengan rapi. Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan di Perpustakaan DPRD Sumatera Barat koleksi terbitan pemerintah seperti Himpunan Peraturan Daerah, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) belum tertata rapi secara keseluruhan.semenjakterjadinya gempa September 2009 hingga sekarang penataan koleksi terbitan pemerintah belum optimal. Masih banyak tumpukan Peraturan Daerah yang belum disusun di lemari pajang koleksi.kendala selanjutnya yaitu (2) sumber daya manusia (SDM) yang masih kurang. Di kantor ini kendala dalam pemanfaatan terbitan pemerintah adalah kurangnya sumber daya manusia yang berlatar belakang pendidikan ilmu perpustakaan. Sehingga pengelolaan koleksi terbitan pemerintah yang ada di kantor ini berjalan lama. Selain itu, kendala lain yaitu (3) tanggung jawab petugas perpustakaan. Tenaga perpustakaanyang ditunjuk oleh pihak kantorharus memiliki tanggungjawab serta memiliki kemampuan dalam mengelola perpustakaan. 310

Pemanfaatan Terbitan Pemerintah di Kantor DPRD Sumbar Rahmah Hayati, Marlini Tenaga perpustakaan sebanyak 7 orang dan 1 orang pustakawan seharusnya bisa mengelola perpustakaan dengan baik, sehingga koleksi perpustakaan bisa dilayankan dengan cepat. Namun pada kenyataan yang terlihat di Perpustakaan DPRD Sumatera Barat tenaga perpustakaan yang bertugas masih belum mencurahkan kemampuan dan perhatiannya secara penuh terhadap perpustakaan. Petugas perpustakaan di kantor DPRD Sumatera Barat dari pengamatan yang penulis lakukan, pada saat jam kerja tidak ada di dalam ruangan perpustakaan. Hendaknya sebagai tenaga perpustakaan yang telah diberikan tanggung untuk mengelola perpustakaan harus memiliki inisiatif dan aktif dalam melaksanakan tugasnya, agar koleksi terbitan pemerintah yang dimiliki perpustakaan dapat dimanfaatkan sepenuhnya bagi seluruh pegawai. Kendala lain yang ditemukan yaitu (4) belum adanya input data ke komputer semenjak gempa September 2009 mengenai jumlah koleksi terbitan pemerintah yang ada di perpustakaan oleh bagian dokumentasi dan perpustakaan. Hal ini disebabkan karena gedung direnovasi setelah terjadinya gempa. Koleksi perpustakaan disimpan di dalam karung, sehingga tidak diketahui judul terbitan pemerintah yang ada. Oleh sebab itu jika kita ingin mengetahui terbitan pemerintah apa saja yang ada di Perpustakaan DPRD sangat sulit. Hal ini mengakibatkan lambatnya proses temu kembali terbitan pemerintah yang ada di Perpustakaan DPRD Sumatera Barat. Penyimpanan data di komputer sangat diperlukan dalam kegiatan kantor agar memudahkan penelusuran informasi. Dengan adanya input data tersebut bisa diketahui berapa banyak koleksi terbitan pemerintah yang dimiliki perpustakaan setiap tahunnya. D. Simpulan dan Saran Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. (1) pemanfaatan terbitan pemerintah di DPRD Sumatera Barat belum terlaksana secara optimal. Pemanfaatan terbitan pemerintah tersebut dapat dilihat dari segi fungsi koleksi perpustakaan yaitu: fungsi referens, fungsi kurikular, fungsi umum, dan fungsi penelitian. Fungsi referens sudah terlaksana di DPRD Sumatera Barat sebagaimana mestinya yaitu koleksi perpustakaan seperti terbitan pemerintah sudah dimanfaatkan sebagai rujukan bagi pegawai DPRD.Fungsi kurikular belum terlaksana sesuai fungsi dari koleksi perpustakaan tersebut untuk mendukung kurikulum. Sedangkan fungsi umum dari koleksi perpustakaan yang dimanfaatkan pegawai kantor untuk mencari suatu informasi maupun meminjam koleksi terbitan pemerintah. Fungsi penelitian dari koleksi perpustakaan sudah terlaksana yaitu banyak peneliti yang melakukan penelitian di perpustakaan DPRD Sumatera Barat; (2) kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan terbitan pemerintah yaitu: koleksi terbitan pemerintah belum tertata rapi, sumber daya manusia (SDM) yang kurang, tanggung jawab petugas perpustakaan, belum adanya input data terbitan pemerintah ke komputer. Penyimpanan data jumlah koleksi terbitan pemerintah ke komputer sangat diperlukan agar mempermudah penelusuran informasi dan tidak harus memeriksa ke rak koleksi apa yang dicari. Dengan adanya input data ke komputer akan mempercepat proses temu kembali informasi. 311

Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol. 1, No. 1, September2012, Seri D Temuan ini sangat penting dipahami dan dipedomani oleh pegawai kantor DPRD dan masyarakat luas yang akan memanfaatkan terbitan pemerintah itu sendiri. Proses pemanfaatan terbitan pemerintah tersebut akan berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Hal ini didasarkan pada kajian pemanfaatan terbitan pemerintah dan kendala-kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan terbitan pemerintah di kantor DPRD Sumatera Barat. Catatan: artikel ini disusun berdasarkan makalah tugas akhir penulis dengan pembimbing Marlini, S.IPI, MLIS. Daftar Rujukan Adinfafash. 2011. Peran Terbitan Pemerintah dalam http://adinfafash.wordpress.com/2011/11/29/peran-terbitanpemerintah/. Diakses 08 Mei 2012. Lasa. 1994. Jenis-jenis Pelayanan Informasi Perpustakaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Mustafa, Badollahi. 2008. Materi Pokok Bahan Rujukan Umum. Jakarta: Universitas Terbuka. Rahayuningsih, F. 2007. Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Saleh, Abdul Rahman. 2009. Pengantar Kepustakaan: Pedoman Bagi Pengguna Perpustakaan di Lingkungan Perguruan Tinggi. Jakarta: Sagung Seto. Sinaga, Dian. 2011. Mengelola Perpustakaan Sekolah. Bandung: Bejana. Sudaryanto. 1992. Metode Linguistik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Suwarno, Wiji. 2011. Perpustakaan dan Buku: Wacana Penulisan dan Penerbitan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Yusuf, Pawit M. 2010. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah.Jakarta: Kencana. Yusuf, Pawit M. 2009. Ilmu Informasi, Komunikasi, dan Kepustakaan.Jakarta: Bumi Aksara. 312