Gambar 8.6-1: Marka Runway designation, centre line and threshold 8-6

dokumen-dokumen yang mirip
Gambar Gambaran bidang permukaan pendekatan(plan view of approach surface)

Jarak pendaratan yang tersedia 800 m hingga, 1200 m hingga, tetapi tidak mencapai 2400 m. Kurang dari 800 meter. Lokasi dan Dimensi.

dan 30 m jika code number runway 1 atau 2. Lihat Gambar Gambar : Runway exit sign

Gambar : Konfigurasi lampu runway threshold pada runway lebar 30 m 9-74

AIRPORT MARKING AND LIGHTING

9.14. Lampu Runway Turn Pad

Gambar : Konfigurasi lampu runway edge untuk runway lebar 45 m

9.23. Lampu Taxiway Centre Line

Gambar 9.7-4: Precision approach category I lighting systems 9-37

Light beams dan sudut pengaturan elevasi PAPI dan APAPI (Light beams and angle of elevation setting of PAPI and APAPI) Gambar 9.

6.4. Runway End Safety Area (RESA)

Contoh marka dan pencahayaan struktur tinggi 8-65

Gambar : Typical apron markings

Gambar 7.2-5: Zona Bebas Obstacle (Obstacle Free Zone)

Gambar : Marka taxiway pavement-strength limit

Gambar : Diagram Isocandela untuk Lampu Threshold Wing Bar Intensitas Tinggi (Sinar Hijau)

mencapai 1200 m Tabel 8.6-2:Standar marka Runway aiming point

The arrangement of a PAPI system and the resulting display. Gambar 9.9-9:

MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

tanpa persetujuan khusus Ditjen Hubud.

Gambar : Bentuk dan proporsi huruf, angka dan simbol yang digunakan pada Movement Area Guidance Sign

9.4. Aerodrome Beacon

Tabel 6.7-7: Jarak pemisah minimum taxiway Garis tengah nonprecision. Code letter. approach runway

Warna Putih (dalam candela) 1 to to to to to

Lokasi, jarak, dan karakteristik lampu apron edge mengacu pada lampu taxiway edge dalam paragraf , dan

Code Letter Minimum Clearance

KRITERIA PENEMPATAN CIRCLING GUIDANCE LIGHT

Gambar8.16-4: Glider is in opera

Ilustrasi category II and III approach lighting system. Diagram Isocandela untuk lampu approach centerline

Keselamatan Pekerjaan Bandar Udara

Pemeliharaan di sekitar Alat Bantu Navigasi

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA. Telepon : (Sentral) PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

TUGAS Topik Khusus Transportasi BANDAR UDARA

d. PAPI harus dipasang di sisi kiri runway, kecuali jika tidak dapat diterapkan Jika lebih dari satu sistem indikator kemiringan visual

Perencanaan Sisi Udara Pengembangan Bandara Internasional Juanda Surabaya

Aircraft stand number designation. Gambar :

9.28. Lampu road-holding position

Apabila ground earthing points disediakan, hambatan ke bumi tidak boleh lebih dari 10,000 ohm.

Petunjuk dalam pemilihan arus hubungan seri (series line currents) untuk berbagai tahap intensitas

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/83/VI/2005 TENTANG

PERENCANAAN BANDAR UDARA. Page 1

Tabel : Karakteristik lampu obstacle

BAB III LANDASAN TEORI. A. Petunjuk Pelaksanaan Perencanaan/ Perancangan Landasan pacu pada Bandar Udara

Gambar : Diagram Isocandela untuk lampu Runway edge Omnidirectional Sistem penerangan runway intensitas rendah

Standar tekanan ban pesawat. MN/m 3 MN/m 3 MN/m 3 MN/m 3. psi kg/cm 2 mpa A B C D A B C D

Kawasan keselamatan operasi penerbangan

3.5. GEDUNG TERMINAL PKP-PK. Material atap Rangka Atap Material Kaca Kabin Ruang Pengawas. v:y

Physical Characteristics of Aerodromes

Reference Code Letter. Tabel8.7-3: Pilot Stop Line

10.5. Contoh Daftar Singkatan NOTAM Aerodrome (Aerodrome Works) Obstacle Penutupan Runway untuk

Apabila ground earthing points disediakan, hambatan ke bumi tidak boleh lebih dari 10,000 ohm.

2.4. Pertentangan dengan Standar Lainnya 2.5. Penggunaan Kode Referensi Bandar Udara ICAO untuk Menetapkan Standar

4.8. Penerbitan NOTAM untuk Mengumumkan secara resmi Register Bandar Udara dan Register Bandar Udara yang melayani angkutan Udara Bukan Niaga

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR: KP.289 TAHUN 2012 TENTANG

Code Letter Minimum Clearance

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Spesifikasi Bandara Radin Inten II

1) Nilai intensitas telah memperhitungkan penerangan latar belakang yang kuat, termasuk kemungkinan berkurangnya cahaya yang dihasilkan akibat debu da

Disurvei 3 m Disurvei Elevasi/altituda/ketinggian (Elevation/altitude/height)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Marka runway yang ditutup karena unserviceablity. Gambar : marka taxiway atau apron yang ditutup karena unserviceability 8-67

Runway Guard Light ditempatkan pada persimpangan taxiway dengan precision approach Runway dan Runwaynya

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. terbang. Panjang runway utama ditentukan oleh pesawat yang memiliki maximum

Menimbang : a. bahwa ketentuan mengenai angkutan udara perintis. Penyelenggaraan Angkutan Udara Perintis;

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR: KP.289 TAHUN 2012 TENTANG

ANALISIS KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN (KKOP) BANDAR UDARA PEKON SERAI DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT. Andius Dasa Putra dan Aleksander Purba 1)

Area tidak dapat digunakan (Unserviceable area)

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 139, Tam

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/114/VI/2002 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/114/VI/2002 TENTANG

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR :KP 238 TAHUN 2014 TENTANG PETUNJUK DAN TATA CARA

ANALISIS PERKERASAN LANDAS PACU BANDARA SOEKARNO-HATTA MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK FAARFIELD

Strip Taxiway Taxiway harus ditempatkan di sebuah taxiway strip, yang mana sisi dalamnya adalah area graded Lebar Strip Taxiway

Runway Level. End Stopway. Lampu dipasang pada kemiringan turun maksimal yang diijinkan untuk mengurangi ketinggian pole di bukit

9.36. Pemberian Lampu pada Daerah yang Ditutup dan Unserviceable

BAB 1 PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pembangunan runway baru yang lokasinya paralel runway eksisting

Selain digunakan untuk operasional penerbangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Dosen Pembimbing. Mahasiswa. Ir. Hera Widyastuti, MT. PhD. Sheellfia Juni Permana TUGAS AKHIR ( RC )

seperti transportasi darat, laut dan udara. Manusia sebagai makluk yang kompleks Bandar Udara Djalaludin Gorontalo merupakan satu-satunya bandara yang

PEDOMAN. Perencanaan Separator Jalan. Konstruksi dan Bangunan DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH. Pd. T B

Perhitungan panjang landasan menurut petunjuk dari. persyaratan yang ditetapkan FAA, dengan pesawat rencana:

BAB III METODOLOGI. (Runway) utara dapat dilihat pada bagan alir dibawah ini.

BAB 1 PENDAHULUAN. laut, maupun udara perlu ditingkatkan. Hal ini bertujuan untuk menjangkau, menggali,

NOTAM Kalimat lengkap untuk semua NOTAM yang direncanakan, terkait dengan pekerjaan aerodrome harus dicantumkan dalam MOWP.

Runway Koreksi Panjang Runway Windrose Runway Strip RESA LDA, TORA, ASDA, TODA Take Off Distance

STUDI PENGEMBANGAN BANDAR UDARA HANG NADIM BATAM

ICAO (International Civil Aviation Organization)

Canadair CL 44. ACNrelatif terhadap. Subgrade perkerasan Rigid (Kaku) Subgrade perkerasan Flexible Standar tekanan. Jenis Pesawat Udara.

Penempatan marka jalan

BAB V ANALISA KEBUTUHAN RUANG BANDARA PADA TAHUN RENCANA

PEDOMAN. Perencanaan Median Jalan DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH. Konstruksi dan Bangunan. Pd. T B

Bandara Aek Godang. Hajj Airport : Tidak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1986), Bandar Udara adalah. operator pelayanan penerbangan maupun bagi penggunanya.

Bandara Muko-muko. Hajj Airport : Tidak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut PP RI No.70 Tahun 2001 tentang Kebandar udaraan, Pasal 1 Ayat

2017, No Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5058); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tah

Transkripsi:

b. Jika threshold runway dipindahkan dari ujung runway, maka sebuah rambu yang menunjukkan runway designation dapat dibuat untuk lepas landas pesawat udara. 8.6.2.3 Karakteristik a. Marka runway designation harus meliputi dua digit nomor dan pada runway paralel harus dilengkapi dengan huruf. b. Pada runway tunggal, runway paralel dual dan triple, dua digit nomor-nya adalah keseluruhan nomor yang terdekat dengan sepersepuluh magnetic north jika dilihat dari arah approach. c. Pada empat atau lebih runway paralel, satu set runway yang berdekatan diberikan nomor yang terdekat dengan sepersepuluh magnetic azimuth dan set runway berdekatan lainnya diberi nomor berikutnya yang terdekat dengan sepersepuluh magnetic azimuth. d. Jika aturan diatas memberikan angka satu digit, maka harus didahului dengan nol. e. Dalam kasus runway paralel, setiap nomor runway designation harus dilengkapi dengan huruf sebagai berikut, dalam urutan yang diperlihatkan dari kiri ke kanan jika dilihat dari arah approach : untuk dua runway paralel: L R ; untuk tiga runway paralel: L C R ; untuk empat runway paralel: L R L R 8.6.2.4 Angka dan huruf harus berada dalam bentuk dan proporsi yang diperlihatkan dalam Gambar 8.6-2. Dimensinya tidak boleh kurang dari yang diperlihatkan dalam Gambar 8.6-2, tetapi jika nomornya disatukan dalam tanda threshold, maka dimensi yang lebih besar dapat digunakan untuk mengisi kerenggangan antara garis-garis tanda threshold. 8-5

Gambar 8.6-1: Marka Runway designation, centre line and threshold 8-6

Gambar 8.6-2 : Bentuk dan proporsi nomor dan huruf untuk marka runway designation Catatan: Semua unit dinyatakan dalam meter 8.6.3 Marka runway centre line 8.6.3.1 Marka runway centre line harus dibuat pada runway yang diperkeras. 8.6.3.2 Marka runway centre line dapat dihilangkan jika lebar runway 18 m dimana terdapat marka runway side stripe. 8-7

8.6.3.3 Marka runway centre line harus dibuat di sepanjang garis tengah runway antara marka runway designation. Lihat Gambar 8.6-1. 8.6.3.4 Marka runway centre line harus terdiri dari garisgaris yang berselang seling dengan panjang sama. Panjang keseluruhan garis putih dan jeda (gap) tidak boleh kurang dari 50 m dan tidak boleh lebih dari 75 m. Panjang setiap garis setidaknya harus sama dengan panjang jeda/gap atau sepanjang 30 m, tergantung mana yang lebih panjang. Garis pertama dimulai 12 m dari runway designation number. 8.6.3.5 Lebar garis harus tidak kurang dari: a. 0,90 m pada precision approach runway kategori II dan III; b. 0,45 m pada non-precision approach runway yang mempunyai kode nomor 3 atau 4, dan precision appproach runway kategori I; dan c. 0,30 m pada non-precision approach runway yang mempunyai code number 1 atau 2, dan pada non-instrument runway. 8.6.4 Marka threshold 8.6.4.1 Marka threshold harus dibuat pada runway instrument yang diperkeras dan runway noninstrument yang diperkeras dengan code number 3 atau 4 dan runway digunakan untuk penerbangan internasional. 8.6.4.2 Marka threshold dapat disediakan pada runway instrument yang diperkeras dan runway noninstrument yang diperkeras dengan code number 3 atau 4 dan runway digunakan untuk selain penerbangan internasional. 8.6.4.3 Jika memungkinkan,marka ini juga digunakan untuk mengindikasikan threshold permanen atau yang dipindahkan secara permanen pada runway dengan permukaan kerikil dan alami. Catatan : Bandar udara Design Manual (Doc 9157), Part 4, menunjukkan bentuk marka slope menurun sebelum threshold. 8.6.4.4 Jika marka threshold normal tidak dapat difungsikan maka rambu runway dapat digunakan untuk menggambarkan ujung unsealed runway. 8.6.4.5 Garis harus diperpanjang secara lateral sampai 3 m dari runway edge atau jarak 27 m di kedua sisi runway centerline, manapun yang menghasilkan jarak lateral yang lebih kecil. Saat marka runway designation ditempatkan dalam marka threshold, harus ada minimal tiga garis-garis pada setiap sisi garis runway centerline. Jika marka runway 8-8

designation ditempatkan di atas marka threshold, garis-garis harus dilanjutkan di runway. Panjang garis harus minimal 30 m dan lebar 1,80 m serta jarak antar garis 1,80 m, kecuali jika garis terus melintasi runway, sebuah spasi ganda harus digunakan untuk memisahkan dua garis terdekat centreline dari runway, dan dalam kasus di mana marka designation termasuk dalam marka threshold maka jarak ini akan menjadi 22,5 m 8.6.4.6 Marka runway threshold harus terdiri dari pola garis-garis memanjang dengan dimensi sama dan ditempatkan secara simetris di sekitar garis tengah runway sebagaimana diperlihatkan dalam Table 8.6.1. Jumlah garis harus sesuai dengan lebar runway sebagaimana berikut : Lebar Landasan Pacu Jumlah garis 18 m 4 23 m 6 30 m 8 45 m 12 60 m 16 Table 8.6-1: Jumlah Garis 8.6.4.7 Marka garis threshold harus berawal 6 m dari ujung runway. Untuk lebih jelas lihat Gambar 8.6-1 Gambar 8.6-3: Marka untuk runway khusus dengan threshold di ujung runway 8.6.4.8 Transverse stripe 8.6.4.8.1 Jika threshold dipindahkan dari ujung runway atau jika ujung runway tidak selaras dengan runway centre line, maka transverse stripe sebagaimana 8-9

diperlihatkan dalam Gambar 8.6-4 (B) harus ditambahkan ke marka threshold. 8.6.4.8.2 Lebar garis melintang tidak boleh kurang dari 1,80 m 8.6.4.9 Threshold permanen atau dipindahkan secara permanen harus diindikasikan dengan garis melintang dengan lebar 1,8 m yang memanjang dari lebar keseluruhan runway di lokasi threshold, dan marka tuts piano yang terdiri dari garis-garis berdekatan dengan jeda yang sama dan panjang 30 m. 8.6.4.10 Jika memungkinkan, marka ini juga harus digunakan untuk mengidentifikasi threshold di runway dengan permukaan kerikil dan alami. 8.6.4.11 Jika threshold yang normal tidak dapat difungsikan maka rambu runway dapat digunakan untuk menggambarkan ujung dari runway yang tidak dilapis (unsealed). Gambar 8.6-4: Marka threshold yang dipindahkan (displaced threshold) 8.6.5 Marka threshold yang dipindahkan (displaced threshold) permanen 8.6.5.1 Saat threshold runway dipindahkan (displaced threshold) secara permanen, panah putih yang sesuai dengan Gambar 8.6-4(B) harus dibuat pada bagian runway sebelum displaced threshold. 8-10

8.6.5.2 Saat threshold runway dipindahkan (displaced threshold) sementara dari posisi normal, maka harus ditandai sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 8.6-4(A) atau 8.6-4(B) dan semua tanda sebelum tanda threshold yang dipindahkah harus digelapkan kecuali tanda garis tengah runway, yang harus diubah menjadi tanda panah putih. Gambar 8.6-5 : Temporarily displaced threshold permanen 8.6.6 Marka temporarily displaced threshold Pada suatu threshold permanen harus ditutup untuk sementara, harus disediakan system baru petunjuk visual, yang antara lain dapat berupa penyediaan marka baru, mengaburkan dan mengubah marka yang ada saat ini, dan menggunakan runway threshold indentification lights (RTILs) yang telah disetujui oleh Ditjen Hubud. 8.6.6.1 Jika temporarily displaced threshold berjarak kurang dari 300 m dari ujung runway, maka tidak dibutuhkan survei tambahan terhadap obstacles. Tetapi jika melebihi jarak ini, maka operator bandar udara harus merujuk permasalahan ini ke Ditjen Hubud. 8.6.6.2 Jika permanent threshold di runway bandar udara internasional dipindah, maka threshold yang baru harus diindentifikasi oleh sistem penandaan sementara yang dijelaskan di bawah dan RTIL (dikaji ulang) juga harus dipasang. 8.6.6.3 Jika dapat dilakukan, RTIL juga hars digunakan untuk threshold yang ditutup pada runway yang tidak melayani angkutan udara international. Jika digunakan, kecuali diarahkan oleh Ditjen Hubud, 8-11

persyaratan untuk menggunakan rambu V Bars dapat diabaikan. Gambar 8.6-6: Marka runway tipe tertentu dengan displaced threshold secara permanen 8.6.6.4 Jika threshold akan dipindahkan selama lebih dari 30 hari, maka threshold sementara harus meliputi garis putih dengan lebar 1,2 m yang melewati lebar keseluruhan runway di garis threshold, berdekatan dengan garis berbentuk kepala panah yang ada saat ini dengan panjang 10 m dan terdiri dari garis putih dengan lebar 1 m. Marka garis tengah yang ada antara dua threshold harus diubah menjadi tanda panah putih sebagaimana diperlihatkan di bawah. Marka threshold permanen dan angka runway designator yang berkaitan harus digelapkan dan dibuat nomor runway designator sementara 12 m dari threshold yang baru. Jumlah tanda panah putih yang digunakan harus sesuai dengan lebar runway. Catatan : Jika marka fixed distance dan touchdown zone dapat menyebabkan kerancuan terhadap lokasi threshold yang baru, maka marka tersebut juga dapat dibuat kabur. 8-12

Gambar 8.6-7: Marka temporarily displaced threshold (lebih dari 30 hari) 8.6.6.5 Jika permanent displaced threshold selama lebih dari 5 hari, tetapi tidak lebih dari 30 hari, atau lebih dari 450 m maka lokasi yang baru harus diindikasikan dengan marka berbentuk balok yang dicat putih dan diposisikan pada setiap sisi runway, bersama dengan marka panah putih yang sama rata, sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 8.6-8. Marka threshold yang ada harus digelapkan. Untuk runway dengan lebar lebih dari 18 m, atau yang mengakomodasi transportasi pesawat udara, maka 2 marka berbentuk balok dan 2 marka panah harus dibuat di setiap sisi runway. Dalam kasus lain, satu marka balok dan panah pada setiap sisi runway dapat diterima. 8-13

Gambar8.6-8: marka displaced threshold sementara (kurang dari 30 hari) 8.6.6.6 Jika threshold akan dipindahkan selama 5 hari atau kurang, dan penggantinya kurang dari 450 m, maka lokasi threshold yang baru harus diindikasikan dengan marka balok yang sama dan marker V sedangkan marka threshold permanen dapat tetap dipertahankan. 8.6.6.7 Jika threshold pada bandar udara dimana diberikan pemanduan lalu lintas penerbangan akan dipindahkan sementara selama 5 hari atau kurang dan penggantinya lebih dari 450 m, maka lokasi threshold yang baru diindikasikan dengan marka sebagaimana diperlihatkan dalam Gambar 8.6-9 tetapi marka threshold permanen dapat dipertahankan. 8-14

Gambar 8.6-9 : marka untuk temporarily displaced threshold karena gangguan pada approach surface selama 5 hari atau kurang dan pengganti yang kurang dari 450 m. 8.6.6.8 Jika threshold pada bandar udara dimana diberikan pemanduan lalu lintas penerbangan akan dipindahkan sementara karena gangguan pada approach surface selama lebih dari 30 hari, maka lokasi threshold baru harus diindikasikan dengan marka di bawah (Gambar 8.6-10). Gambar 8.6-10: marka untuk temporarily displaced threshold karena gangguan pada approach surface selama lebih dari 30 hari. 8.6.6.9 Jika threshold pada bandar udara dimana diberikan pemanduan lalu lintas penerbangan akan 8-15

dipindahkan sementara karena pekerjaan di runway selama lebih dari 30 hari, maka lokasi threshold yang baru harus diindikasikan dengan marka di bawah (Gambar 8.6-12) Gambar8.6-11: Marka untuk temporarily displaced threshold karena pekerjaan pada runway selama 5 hari atau kurang dan pengganti yang tidak lebih dari 450 m. Gambar 8.6-12: Marka temporarily displaced threshold karena pekerjaan di runway selama lebih dari 30 hari. 8-16