Modul 1: Flowchart & PseudoCode

dokumen-dokumen yang mirip
Lab. Common Computing Universitas Trunojoyo Madura. Praktikum Pengantar Algoritma Pemrograman (ALPRO) [MODUL]

Buku Ajar & Panduan Praktikum STRUKTUR DATA

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

Percabangan dan Perulangan

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Percabangan & Perulangan

Modul 3: Kendali program dan teknik. penyimpanan data

Java Basic. Variabel dan Tipe Data. Lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu informasi (nilai)

Pemrograman. Pertemuan-3 Fery Updi,M.Kom

Perulangan, Percabangan, dan Studi Kasus

Dasar Pemrograman Java

if (ekspresi_boolean) { Pernyataan1; } else { Pernyataan2; }

ALGORITMA, FLOWCHART dan PSEUDO-CODE

BAB 3 TYPE DATA, VARIABLE DAN OPERATOR

MODUL III ARRAYLIST TUGAS PENDAHULUAN

Penyeleksi Kondisi / Percabangan

if (ekspresi_boolean) {

Apa Itu Algoritma? Algoritma berasal dari: ahli

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN

2 TIPE DATA DAN VARIABEL

Modul Praktikum Bahasa Pemrograman 1

Identifier, Keywords, Variabel, Tipe Data Primitif dan Operator PBO. Ramos Somya

TIPE DATA PADA JAVA. Pertemuan (K-04/L-04)

Badiyanto, S.Kom., M.Kom. PBO java

LAB PEMROGRAMAN I (JAVA FUNDAMENTAL) PERTEMUAN 3 Dosen : Bella Hardiyana S. Kom

BAB 1 KONSEP DASAR JAVA

Algoritma Pemrograman Fery Updi,M.Kom

MODUL PRAKTIKUM STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA STACK

Tujuan Instruksional. Mahasiswa mampu :

Bahasa Pemrograman 2.

PERTEMUAN 7 REVIEW (QUIZ)

PSEUDOCODE TIPE DATA, VARIABEL, DAN OPERATOR

Perulangan / Looping

MODUL DUA VARIABEL DAN TIPE VARIABEL

BAB II VARIABEL DAN TIPE DATA

A. TEORI ARRAY 1 DIMENSI

Konstruksi Dasar Algoritma

PERTEMUAN 2 ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN

Struktur Kontrol Pemrograman Java : PERCABANGAN

Algoritma dan Pemrograman

Percabangan & Perulangan

MODUL 2 STRUKTUR KONTROL

BAB 6. Struktur Kontrol

IKG2I4 / Software Project I

Pengenalan Algoritma

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

Tipe Data dan Operator

PERTEMUAN 2 ALGORITMA & PEMROGRAMAN

Algoritma Pemrograman

Tujuan : A. Percabangan Percabangan di dalam Java terdapat 2 macam, yaitu dengan memakai if dan switch.

Merupakan tipe data bilangan pecahan seperti 1.5, 2.1, dsb Tipe data ini memiliki ukuran 32 bit dengan panjang range 3.4 x 1038.

Obyektif : KONTROL ALUR PROGRAM

BAHASA PEMROGRAMAN JAVA PUTU INDAH CIPTAYANI JURUSAN SISTEM INFORMASI STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Elemen Dasar Dalam Bahasa Java

Operator, Statement kondisional, dan Iterasi pada Java

A. TEORI ARRAY 1 DIMENSI

PERTEMUAN II ARRAY, PERCABANGAN, DAN PERULANGAN TUJUAN PRAKTIKUM

Instalasi Code::Blocks, Tipe Data, Variabel, Konstanta, Operator, Input-Output dan Flowchart

Tipe if : If tanpa else (if) If dengan else (if-else) Nested if

Modul Praktikum 3 Pemograman Berorientasi Objek

BAB 6. Struktur Kontrol

Bahasa Pemrograman Java. Yudi Adha. ST. MMSI

MODUL PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA PERTEMUAN 1

PEMAHAMAN DASAR DASAR JAVA

IT234 ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA

Belajar ArrayList di Java

BAB I PENGANTAR ALGORITMA

KENDALI PROSES. Untuk mengatur arus program, pemrograman java menyediakan struktur perulangan (looping), kondisional, percabangan, dan lompatan.

Pertemuan 4 Array pada Java

PEMROGRAMAN JAVA. Yoannita, S.Kom. Input Kondisi (IF-ELSE, SWITCH)

Algoritma & Pemrograman #1. Antonius Rachmat C, S.Kom

6 Modul Praktikum Pemrograman Berorientasi Objek Common Laboratory 2009/2010

PEMROGRAMAN JAVA : VARIABEL DAN TIPE DATA

PEMROGRAMAN JAVA. Petunjuk Penulisan Program Token Aturan Penamaan Identifier Lingkungan /Scope dari variabel Tipe Data (i) Yoannita

PEMBAHASAN UJIAN TENGAH SEMESTER PEMROGRAMAN BERBASIS OBYEK Dosen : Tim Dosen PBO

MATERI PRAKTIKUM STRUKTUR DATA

SEKUEN, PERCABANGAN & PENGULANGAN

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK (JAVA) PERTEMUAN 4 CONTROL FLOW STATEMENT

PENYELEKSIAN /PERCABANGAN & PERULANGAN Part II. 5 th week Estu Sinduningrum ST,MT

Modul Praktikum 4 Pemograman Berorientasi Objek

Modul 1 Dasar Dasar Bahasa Pemrograman C

Algoritma. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah.

Pengantar dalam Bahasa Pemrograman Turbo Pascal Tonny Hidayat, S.Kom

JAVA BASIC PROGRAMMING Joobshet

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan untuk: Menggunakan struktur kendali pencabangan bersyarat dalam bahasa pemrograman.

Algoritma Pemrograman

OPERATOR-OPERATOR DALAM JAVA

Tabel Informasi. Hal di atas dapat dilakukan dengan menambah dan mengambil atribut identifier yang digunakan pada program, melalui tabel informasi.

Pada akhir pembahasan, peserta diharapkan mampu untuk:

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

MODUL A:\VARIABEL, OPERATOR, DAN EKSPRESI

ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN

BAB V. STATEMEN KONTROL

LAPORAN PRAKTIKUM PEMROGRAMAN DASAR TIPE-TIPE FUNGSI ATAU METHOD

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN PEMROGRAMAN ( Implementasi Rekursi Pada Java)

TIPE DATA, VARIABEL DATA DAN OPERATOR

BAHASA PEMROGRAMAN C

NASKAH UTAMA ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Algoritma Pemrograman I

TPI4202 e-tp.ub.ac.id. Lecture 5 Mas ud Effendi

Transkripsi:

Modul 1: Flowchart & PseudoCode Tujuan Instruksi Khusus: Mahasiswa dapat memahami penggunaan standar diagram flowchart Mahasiswa dapat memahami penggunaan diagram flowchart untuk alur algoritma Teori 1.1 Diagram Logika Flowchart Untuk menggambarkan alur logika dalam komputasi digunakan standar dasar pemodelan yaitu menggunakan flowchart. Flowchart menunjukkan aliran proses dari awal sampai penyelesaian komputasi. Dalam standar yang lebih kompleks flowchart juga dapat dimodelkan dalam Unified Modelling Language (UML) yaitu menggunakan diagram activity. Dimana diagram activy adalah flowchart yang melibatkan berbagai interaksi pengguna ataupun domain sistem. Standar model flowchart, Simbol Proses lojik Process Menunjukkan tahapan berjalannya proses komputasi Predefined Process Preparation Menunjukkan subproses atau subrutin dari berjalannya proses, atau proses didalam proses Menunjukkan langkah perulangan dari aliran suatu proses Decision Menunjukkan alternatif pemilihan keputusan proses

Alternate Menunjukkan proses alternatif yang bisa digunakan diluar proses normal Delay Menunjukan penundaan proses Manual Operation Menunjukkan proses manual yang dilakukan oleh pengguna Simbol Koneksi Flow Menunjukkan arah dan hubungan antar proses Terminator Menunjukkan akhir selesainya keseluruhan proses Connector Menunjukkan hubungan antar bagian proses yang terputus Or Menunjukkan proses yang berbeda Sum Menunjukkan campuran proses yang bisa berjalan bersamaan Merge Menunjukan penggabungan proses Extract Menunjukkan pemisahan

Simbol Input-Output Data Memberikan parameter input dan menghasilkan output (I/O) Manual Input Input manual Display Menunjukkan tampilan di Layar Document Menunjukkan output dokumen manual 1.2 Flowchart Algoritma Untuk menunjukkan proses algoritma pemrograman sehingga mudah untuk dimengerti dapat menggunakan standar flowchart. Percabangan, a Percabangan Kondisi Terpenuhi? Y Aksi 1 T Aksi lain b

Contoh logika, Jika suhu panas pakailah T-Shirt berwarna cerah, Jika suhu dingin pakailah jaket berwarna gelap. Perulangan b Selama Kondisi Aksi Kondisi Terpenuhi? T Y c Contoh logika, Selama 10 jam belajarlah didepan laptop untuk menguasai pemrograman. Sejauh 10 langkah kedepan cobalah lihat kanan-kiri untuk mencari kunci motormu yang hilang.

Contoh implementasi, Dari masukan bilangan bulat 1..10 tentukan keluaran bilangan ganjil, dan genap. Mulai Masukan bilangan bulat input 1..10 Selama Kondisi input 1..10 input modulus 2 == 0? T Y Masukkan daftar bilangan genap Masukkan daftar bilangan ganjil Tampilkan bilangan genap Tampilkan bilangan ganjil Input <= 10? Selesai

1.3 PseudoCode Pseudocode adalah metode penulisan bahasa inggris sederhana yang merepresentasikan lojik algoritma pemrograman. Pseudo berarti tiruan, sedangkan Code adalah kode program sehingga pseudocode bisa disebut sebagai kode tiruan dari program sebenarnya yang dituliskan dalam standar bahasa inggris untuk mendekatkan dengan perintah-perintah yang terdapat pada bahasa pemrograman. Pada dasarnya struktur pseudocode hanya dibagi atas 6 perintah yaitu : 1. Sequence, memiliki cakupan perintah yang luas untuk perintah eksekusi proses,contoh diantara kata kunci yang sering digunakan Input: READ, OBTAIN, GET Contoh: READ height; READ Weights; OBTAIN range; GET radius Output: PRINT, DISPLAY, SHOW Perhitungan: COMPUTE, CALCULATE, DETERMINE Inisialisasi: SET, INIT Counter: INCREMENT, DECREMENT, DELAY 2. While, digunakan untuk menyatakan perulangan dengan pengujian kondisi diawal (*lebih sesuai untuk perulangan tanpa batas yang tetap) Contoh: WHILE condition Sequence ENDWHILE 3. If-Then-Else, digunakan untuk menyatakan persyaratan lojik kebenaran atau disebut BOOLEAN. Contoh: IF condition THEN sequence 1 ELSE sequence 2 ENDIF 4. Repeat-Until, digunakan untuk menyatakan perulangan dengan pengujian kondisi akhir. Contoh:

REPEAT Sequence UNTIL condition 5. For, digunakan untuk menyatakan perulangan dengan batasan range sejumlah angka tertentu. Contoh: FOR count=0 TO 10 DO sequence ENDFOR 6. Case, digunakan untuk pilihan kondisi tertentu, Contoh: CASE grade OF A : points = 4 B : points = 3 C : points = 2 D : points = 1 F : points = 0 ENDCASE *Aturan dasar Penulisan pseudocode: Lebih mudah gunakan huruf kapital untuk menyatakan fungsi atau prosedur Gunakan huruh kecil untuk penulisan variable Contoh pseudocode untuk memasak Indomie Goreng: BEGIN SET flavour IN plate OBTAIN pan WITH 1l OF water SET pan IN stove BURN-UP stove DELAY 30 Seconds SET indomie IN pan

FOR 1..5 MINUTE DO STIR-UP indomie ENDFOR FILTER indomie AND water SET indomie IN plate REPEAT MIX indomie AND flavour UNTIL average END Instruksi Praktikum, 1. Pelajari teori terkait pembahasan, gunakan pemodelan sederhana dengan menggunakan M. Word untuk membuat flowchart Tugas Pendahuluan, 1. Jawablah Pertanyaan berikut terkait algoritma: Apa yang dimaksud persyaratan kondisi...?, apa perbedaan pada penggunaan IF-THEN-ELSE dengan CASE. Ilustrasikan kondisi yang sesuai untuk penggunaan kedua pseudocode tersebut. Apa yang dimaksud dengan perulangan, jelaskan perbedaan pada perulangan dengan menggunakan WHILE, REPEAT-UNTIL dan FOR. Ilustrasikan kondisi yang sesuai untuk penggunaannya. Tugas Praktikum, 1. Buatlah Flowchart dan PseudoCode untuk algoritma deret faktorial sebagai berikut, faktorial(5) = 1*2*3*4*5 2. Buatlah Flowchart dan PseudoCode untuk algoritma membuat Omlet Telur. 3. Buatlah Flowchart dan Pseudocode untuk proses disekeliling anda yang anda ketahui.

Modul 2: Pengantar Bahasa JAVA Tujuan Instruksi Khusus: Mahasiswa dapat memahami penggunaan dasar bahasa pemrograman JAVA Mahasiswa dapat mentranslasikan flowcart dan pseudocode kedalam bahasa pemrograman JAVA Bahasa pemrograman yang dijadikan implementasi eksekusi algoritma dalam praktikum ini adalah bahasa JAVA. Bahasa JAVA pada dasarnya adalah bahasa pemrograman berbasis obyek, namun dalam praktikum ini penggunaan obyek diminimalisir. Konsep dasar JAVA yang perlu dikuasai pada modul ini adalah: 1. Pengenalan Tipe Data 2. Lojik persyaratan dan perulangan Teori 1.1 Pengenalan Tipe Data Tipe data merupakan jenis ukuran dan tipe dari register memori yang digunakan oleh variabel untuk menyimpan nilai operan tertentu didalam program. Bentuk dasar tipe data dibagi atas dua jenis yaitu: 1. Tipe data Primitif, Tipe data Primitif mulai dikenal pada bahasa pemrograman prosedural seperti: Pascal, C, atau Basic. Dimana tipe data ini memiliki ukuran memori yang tetap dan pasti, diantaranya: m Integer : byte (8 byte), short (16 b), int (32 b), long (64 b) Floating point: float (32 byte), double(64 b), decimal(128 b), bigdecimal(256 b) Booleans: boolean(1 bit) Characters: char(1 byte)

public class Primitif { public static void main(string[] args) { String s = "Hello Java, I Love You..."; char c = 'a'; int i = 1; double f = 0.5; double d = i/f; System.out.println("Hasil Bagi "+i+" : "+f+" = "+d); 2. Tipe data komplek, Yang digunakan pada praktikum ini hanya koleksi array, matriks dan List. Array dan matriks adalah tipe data koleksi atau deret kelompok yang bersifat statis sedangkan List bersifat dinamis. Array, public class array { public static void main(string[] arg){ int index = 10; int [] ary= new int[index]; ary[0] = 1; ary[1] = 2; ary[3] = 100; System.out.println("Array indeks keempat menyimpan nilai "+ary[3]);

Matriks, public class Matriks { public static void main(string[] arg){ int bar = 10; int kol = 10; double [][] matrik = new double[bar][kol]; matrik[0][0] = 1; matrik[0][1] = 0; matrik[1][0] = 0; matrik[1][1] = 1; List, public class Listi { public static void main(string[] args) { List<Integer> l = new ArrayList(); l.add(1); l.add(2); l.add(1000); for (Integer i : l) { System.out.print(i);

1.2 Lojik Percabangan dan Perulangan Percabangan Lojik percabangan digunakan untuk menentukan pilihan aliran program yang akan dieksekusi sesusi dengan kondisi yang ditentukan. Terdapat dua kombinasi percabangan yaitu IF-THEN- ELSE dan Switch-Case, contoh: IF-THEN-ELSE import java.util.arraylist; import java.util.list; public class percabangan { public static void main(string[] args) { List<Integer> genap = new ArrayList<>(); List<Integer> ganjil = new ArrayList<>(); for(int i=0; i<=100; i++){ if(i%2==0){ System.out.println("genap"); genap.add(i); else{ System.out.println("ganjil"); ganjil.add(i); System.out.println("Daftar bilangan genap: "); for(integer i:genap){ System.out.println(i+","); System.out.println("Daftar bilangan ganjil: "); for(integer i:ganjil){ System.out.println(i+",");

Switch-Case public class switchcase { public static void main(string[] args) { int month = 6; String monthstring; switch (month) { case 1: monthstring = "January"; break; case 2: monthstring = "February"; break; case 3: monthstring = "March"; break; case 4: monthstring = "April"; break; case 5: monthstring = "May"; break; case 6: monthstring = "June"; break; case 7: monthstring = "July"; break; // etc etc default: monthstring = "Invalid month"; break; System.out.println(monthString);

Perulangan Terdapat tiga perulangan yang dapat digunakan di JAVA yaitu: While, do..while, dan For. While public class whileloop { public static void main(string args[]) { int x = 10; while( x < 20 ) { System.out.print("value of x : " + x ); x++; System.out.print("\n"); Do-While public class dowhile { public static void main(string args[]){ int x = 10; do{ System.out.print("value of x : " + x ); x++; System.out.print("\n"); while( x < 20 );

For public class forloop { public static void main(string args[]) { for(int x = 10; x < 20; x = x+1) { System.out.print("value of x : " + x ); System.out.print("\n"); Instruksi Praktikum, 1. Pelajari teori terkait pembahasan, jalankan program contoh di Java IDE Netbeans Tugas Pendahuluan, 1. Jawablah Pertanyaan berikut terkait penulisan bahasa java: Sintaks apa sebagai pembatas BEGIN-END di Java Apa perbedaan operator = dan == di JAVA Apa perbedaan FOR statis dan FOR dinamis 2. Buatlah translasi dari flowchart preparation&decision kedalam penulisan program bahasa java 3. Apa yang dimaksud dengan koleksi, sebutkan dan jelaskan tipe data koleksi tersebut...! Tugas Praktikum, 1. Buatlah program JAVA untuk algoritma deret faktorial sebagai berikut, faktorial(5) = 1*2*3*4*5 faktorial(4) = 1*2*3*4 faktorial(3) = 1*2*3 2. Buatlah program interaksi dengan input dan output untuk algoritma membuat Omlet Telur. 3. Buatlah program sebagaimana kasus pada modul 1 yang anda tentukan sendiri.

Modul 3: Java Matrik Tujuan Instruksi Khusus: Mahasiswa dapat memahami penggunaan algoritma pengolahan data matriks Bahasa pemrograman yang dijadikan implementasi eksekusi algoritma dalam praktikum ini adalah bahasa JAVA. Bahasa JAVA pada dasarnya adalah bahasa pemrograman berbasis obyek, namun dalam praktikum ini penggunaan obyek diminimalisir. Konsep dasar JAVA yang perlu dikuasai pada modul ini adalah: 1. Konsep array 2. Lojik perulangan 3. Pengenalan fungsi Teori 3.1 Pengertian Matriks Matriks adalah himpunan scalar dengan susunan segi empat siku-siku. Bilangan-bilangan dalam susunan tersebut dinamakan entri dalam matriks. Jika A adalah sebuah matriks, maka akan menggunakan aij untuk menyatakan entri yang terdapat di dalam baris i dan kolom j dari matriks A. Secara umum matriks dituliskan sebagai berikut: 3.2 Operasional Matriks Penjumlahan Matriks Operasional Penjumlahan matriks hanya bisa dilakukan untuk atriks dengan ukuran dimensi yang sama. Jika A dan B adalah sembarang dua matriks yang ukurannya sama, maka jumlah adalah matriks yang diperoleh dengan menambahkan bersama-sama entri yang bersesuaian dalam kedua matriks tersebut.

Contoh: Perkalian Matriks Perkalian matriks hanya dapat dilakukan untuk matriks sembarang dengan dimensi kolom matriks pertama sama dengan baris matriks berikutnya. Sedangkan hasil perhalian adalah penjumlahan antar perkalian entri baris matriks pertama dengan kolom matriks berikutnya. Contoh: Perkalian entri antara baris dengan kolom: Baris ke-1 x kolom ke-1, X11 = (1.2) + (3.3) + (4.1) = 15 Baris ke-1 x kolom ke-2, X12 = (1.4) + (3.6) + (4.3) = 34 Baris ke-2 x kolom ke-1, X21 = (3.2) + (2.3) + (5.1) = 17 Baris ke-2 x kolom ke-2, X22 = (3.4) + (2.6) + (5.3) = 39 3.3 Matriks Java Matriks dijava direpresentasikan dalam array dua dimensi, tipe_data [ ][ ] variable = new tipe_data[ukuran baris][ukuran kolom]

contoh: public class Matriks { public static void main(string[] arg){ int bar = 10; int kol = 10; double [][] matrik = new double[bar][kol]; matrik[0][0] = 1; matrik[0][1] = 0; matrik[1][0] = 0; matrik[1][1] = 1; 3.4 Fungsi dan Prosedur Fungsi dalam bahasa pemrograman adalah bagian struktur sub-program atau sub-rutin atau dalam standar flowchart adalah predefined process yang memiliki kegunaan secara spesifik. Pembuatan fungsi dan prosedur digunakan untuk meningkan reusabilitas fungsi program, sehingga penulisan program dapat lebih efisien ketika digunakan kembali. Secara garis besar pembeda fungsi dan prosedur hanya ada dan tidak adanya nilai kembalian, dimana fungsi memiliki nilai kembalian sedangkan prosedur tidak. Fungsi Contoh: public double[][] entri_matriks(){ int m = this.bar; int n = this.kol; double [][] r = new double[bar][kol]; for(int i=0; i<m; i++){ for(int j=0; j<n; j++){ System.out.print("Masukan Baris ke-"+i+" Kolom ke-"+j+" ="); Scanner s = new Scanner(System.in); double x = s.nextint(); r[i][j] = x; return r;

Prosedur public void show_matriks(double[][] matrik){ for(int i=0; i<this.bar; i++){ System.out.print(" "); for(int j=0; j<this.kol; j++){ System.out.print(" "+matrik[i][j]); System.out.println(" "); Instruksi Praktikum, 1. Pelajari teori terkait pembahasan, jalankan program contoh di Java IDE Netbeans Tugas Pendahuluan, 1. Jawablah Pertanyaan berikut terkait penulisan bahasa java: Apa itu fungsi? kapankah fungsi secara tepat digunakan Apa itu prosedur? kapankah prosedur secara tepat digunakan Apa persamaan dan perbedaan antara larik dan matrik Tugas Praktikum, 1. Buatlah flowchart dan pseudocode Penjumlahan matrik 2. Buatlah program dengan komponen fungsi dan prosedur untuk penjumlahan matrik 3. Buatlah program dengan komponen fungsi dan prosedur untuk perkalian matrik