BAB IV ANALISIS DATA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PENYAJIAN DATA

KARATE OLIMPIADE BRAWIJAYA 2014

Makalah Pendidikan Jasmani Olahraga Softball

BAB III PERATURAN DALAM PERTANDINGAN WUSHU

PROBABILITAS TENDANGAN KE ARAH BADAN DAN MUKA TERHADAP PELUANG POIN PADA PERTANDINGAN TAEKWONDO SIMULASI PRA KUALIFIKASI PORDA XI 2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Shella Abdillah Sunjaya, 2013

BAB II KAJIAN TEORITIS

PERATURAN DAN KETENTUAN TURNAMEN FUTSAL ANTAR MADRASAH KABUPATEN SLEMAN

PERATURAN LOMBA 2 3 SEPTEMBER 2016

BAB IV BELA DIRI. 108 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

Sepak Bola. 1. Lapangan dan Peralatan Sepak Bola

PERATURAN SEPAK TAKRAW

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) : Teknik dasar passing atas dalam permainan Bola Voli

PERATURAN LOMBA Desember Diselenggarakan oleh : MONASTANA Speed Skating Club - Jakarta

BULU TANGKIS Guru Pendamping : Bapak Hendra

FEDERASI GRAPPLING INDONESIA PERATURAN & REGULASI

Untuk dapat bermain sepaktakraw dengan baik, seseorang dituntut untuk mempunyai

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN DAN HIPOTESIS TINDAKAN. beregu. Permainan kasti dimainkan dilapangan terbuka. Jika ingin menguasai

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

LARANGAN, PENILAIAN, DAN PENENTU KEMENANGAN.

PERATURAN PERTANDINGAN PEKAN OLAHRAGA ILMU KEPERAWATAN (POKERAN) REGIONAL SEMARANG SALATIGA - KENDAL PSIK-FK UNDIP 2012

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PERATURAN PERTANDINGAN AMATIR (KOMITE) BAB 1 SARANA PERTANDINGAN PASAL 1 ARENA DAN KELENGKAPAN PERTANDINGAN

ETIKA DALAM BERKOMONIKASI

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL SGS PLN JAWA BARAT OPEN MEI 2012

DJARUM SIRKUIT NASIONAL JAWA TIMUR OPEN 2012 Surabaya, November 2012 (RANKING POINT)

PERATURAN BARIS BERBARIS

BAB I PENDAHULUAN. dimana terdiri dari dua tim beranggotakan masing-masing tim terdiri dari enam

Latihan 1: untuk menyiapkan kondisi secara fisiologis maupun psikologis agar dapat melaksanakan latihan gerakan senam dengan baik dan benar

PERATURAN FUTSAL. Seorang pemain hanya boleh bergabung dengan 1 tim saja. Warna baju yang dipakai masing-masing tim tidak boleh sama.

Permainan Bola Voli. 1. Sejarah Permainan Bola Voli. 2. Pengertian Bola Voli. 3. Lapangan Bola Voli

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BALI OPEN 5 10 NOPEMBER 2012

Sejarah Lempar Lembing

LIGA MEDIKA 2018 PERATURAN KHUSUS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Tema/Topik

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. A. Standar Kompetensi B. Kompetensi dasar

Panduan Peraturan. Mile Family Club Line Follower Robot Contest 2016 With Universitas Potensi Utama. Lab Studio, Lantai 1. Food Court, Lantai 5

Ketentuan Kejuaraan Bulutangkis DJARUM SIRKUIT NASIONAL LI NING JAWA TIMUR OPEN 2013 Surabaya, November 2013 (RANKING POINT)

BAB V KEBUGARAN JASMANI. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 117

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Mungkid : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : senam lantai : 2 x 2 x 40 Menit (dua kali pertemuan)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

DRS. HERWIN, M.PD.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. permainan nasional bagi hampir semua negara Eropa, Amerika Selatan, Asia dan

BAB II KAJIAN TEORETIK. Taekwondo terdiri dari tiga kata dasar, yaitu: tae yang berarti kaki, kwon

INFORMASI KONTES ROBOT ELEKTRO FAIR 2018

Lampiran 15. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Passing Bawah

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Latihan Kuatkan Otot Seluruh Badan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Tema/Topik

BAB I PERMAINAN BOLA BESAR. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 1

PERATURAN LOMBA. 7-8 November Diselenggarakan oleh : DISORDA DKI JAKARTA PORSEROSI PENGPROV DKI JAKARTA. Bekerjasama dengan :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Gulat merupakan salah satu cabang olahraga beladiri individu. Olahraga

Ketegaran Mental (Mental Toughness) Oleh: Agus Supriyanto

Melatih Kebugaran. Kecepatan gerak Loncat katak

BAB VIII RENANG. 150 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

TEKNIK DASAR DALAM GERAKAN PENCAK SILAT Disampaikan Sebagai Materi Muatan Lokal Pencak Silat SMA NEGERI ARJASA

EDARAN KEJUARAAN BULUTANGKIS WALIKOTA CILEGON OPEN 2013 SWASTA TINGKAT NASIONAL (RANGKING POINT) 1. NAMA KEJUARAAN : WALIKOTA CILEGON OPEN 2013

BAB 1 PERMAINAN BOLA BESAR

TOR THEME OF REFERENCE

KRITERIA LOMBA INTERN

PERATURAN LOMBA INLINE SKATE OPEN VENI VIDI VICI APRIL 2011 A. PERSYARATAN PESERTA

PERATURAN DAN KETENTUAN PERTANDINGAN CABANG OLAHRAGA TARUNG DERAJAT

PERATURAN KHUSUS CABANG BULUTANGKIS IMSSO LIGA MEDIKA 2017

INFORMASI UMUM FUTSAL CHEMISTRY FESTIVAL AND COMPETITION 2017

2015 PROFIL BANTINGAN LENGAN, BANTINGAN KEPALA DAN TARIKAN LENGAN PADA GAYA ROMAWI- YUNANI CABANG OLAHRAGA GULAT

ISI KANDUNGAN. MAKLUMAT 1.0 Peraturan Am Jurukamera dan Juruvideo 2. PERALATAN 3.0 Pakaian Peralatan 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP

PETUNJUK TEKNIS KOMPETISI DEBAT HUKUM SEKOLAH MENENGAH ATAS ANTAR SISWA SMA TINGKAT NASIONAL SCIENCESATIONAL 2016 BAB I KETENTUAN UMUM.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dua kelompok yang akan saling bertanding, dimana setiap kelompok

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

BAB I PENDAHULUAN BAB II A. LATAR BELAKANG

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

LARI GAWANG OLIMPIADE BRAWIJAYA 2014 II. PERSYARATAN PESERTA UNTUK MASING-MASING FAKULTAS

BAB l PENDAHULUAN. cocok untuk ditonton karena biasa dimainkan di ruang tertutup dan hanya. pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.

Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL JAMBI OPEN 2012 TANGGAL MARET 2012 ( RANKING POINT )

BAB I PENDAHULUAN. tradisional Korea. Taekwondo terdiri dari tiga kata dasar, yaitu: tae berarti kaki

GESTURES MATERI 8 MATA KULIAH ILMU PERNYATAAN KOMUNIKASI KINESIK:

SILABUS MATA KULIAH. B. Tujuan Mata Kuliah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

terdiri dari Langkah Berirama terdiri dari Latihan Gerak Berirama Senam Kesegaran Jasmani

BAB I PENDAHULUAN. pepatah mengatakan didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN. pembelajaran akan berlangsung baik hingga mencapai hasil yang baik pula.

KETENTUAN KEJUARAAN SWASTA NASIONAL 2017 DAIHATSU ASTEC OPEN 2017 (RANKING POINT NASIONAL)

MUHAMMADIYAH LINE TRACER COMPETITION

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh

OLAHRAGA PILIHAN SEPAKTAKRAW

Undang-undang Permainan

KETENTUAN KEJUARAAN BULUTANGKIS DJARUM SIRKUIT NASIONAL BULUTANGKIS SIGER LAMPUNG TANGGAL 8 s/d 13 APRIL 2013 ( RANKING POINT )

Pada olahraga softball, bola dilempar dari bawah ke atas. Sedangkan Baseball dari atas lurus ke arah pemukul (Batter)

PERATURAN LOMBA KATEGORI I LOMBA ROBOTIKA JAWA BARAT

The Food Expert s Rescue

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian Dari hasil penelitian pada UKM Taekwondo Universitas Islam Neseri Sunan Ampel Surabaya, menujukkan bahwa pada dasarnya komunikasi nonverbal pada wasit umumnya terjadi ketika ada even-even turnamen, karena dalam pertandingan taekwondo komunikasi nonverbal bagi wasit adalah sebuah aturan yang harus di jalani. Menurut saudara Noverli yang menjabat sebagai pelatih dan wasit di UKM Taekwondo UIN Sunan Ampel Surabaya, belia menjelaskan bahwa wasit adalah orang yang memiliki kemampuan dalam memimpin jalannya suatu pertandingan dari awal sampai akhir pertandingan dengan penuh disiplin, jujur, tegas, adil, tanpa memihak salah satu kontingen. Peran wasit amatlah penting dalam suatu pertandingan olahraga apapun, karena tanpa wasit pertandingan akan kacau, tidak ada yang mengatur, tidak ada yang memimpin dan tidak ada yang memutuskan kalah dan menang. Oleh karena itu suatu pertandingan olahraga tidak akan berjalan dengan baik atau bahkan sama sekali tidak berjalan tanpa adanya seorang wasit yang memimpin pertandingan Seorang wasit dalam memimpin jalannya turnamen rata-rata dengan menggerakkan anggota tubuhnya (gesture), karena ketika terjadi pertandingan kedua atlit yang sedang bertanding berkonsentrasi untuk 72

73 mengalahkan lawannya dengan penuh emosi, mereka tidak sadar banyak penonton yang melihat mereka di sekitar tempat pertandingan itu. Makanya peran wasit dalam pemakaian bahasa nonverbal saat pertandingan sangat membantu di dalam keselamatan atlitnya. Disamping itu, pesan nonverbal seorang wasit taekwondo tidak akan berjalan lancar apabila atlit-atlitnya masih belum mengetahui betul, makanya seorang atlit di tuntut untuk memahami bahasa-bahasa nonverbal yang digerakkan oleh wasit saat di pertandingan. Ada beberapa pesan nonverbal yang digunakan wasit pada saat di pertandingan, antara lain: 1. Pesan Nonverbal yang Digunakan Oleh Wasit Pada Latihan Taewondo di Surabaya Pesan nonverbal oleh wasit pada atlit antara lain: 1. Memanggil para kontestan 2. aba-aba Cha-ryeot, artinya perhatian dan wasit akan memberi aba-aba lagi yang kedua Kyeong-rye. Artinya beri hormat. 3. Joon-bi artinya siap, (satu langkah ke depan dengan kaki kiri) 4. Shi-jak artinya mulai, (membuka kedua lengan 45 derajat dari bahu dengan telapak tangan terbuka) 5. Kal-yeo (Break), atau Keu-man (selesai) Ulurkan lengan kanan ke bawah dengan telapak tangan ke titik tengah badan, tepat di bawah tulang dada, mengambil sikap Wen-abseogi dapat memberikan perintah lisan Kal-yeo atau Keu-man.

74 6. Kye-sok artinya lanjut Dengan mengambil posisi Wen-abseogi, tekuk lengan kanan ke atas sampai jari telunjuk mendekati telinga kanan, memberikan perintah lisan kye-sok. 7. Pernyataan pemenang Wasit akan mengangkat tangan dari salah satu atlit yang menang Dari pemaparan di atas, bisa di tarik kesimpulan bahwa semua bahasa nonverbal oleh wasit dapat di fahami dan di kenal oleh atlit UIN Sunan Ampel Surabaya, maka pelatih di sini memiliki peranan yang sangat penting, karena pelatih adalah seorang yang paling bertanggung jawab atas penampilan atletnya, selain memberikan teknik-teknik permainan juga harus mampu memotivasi, memperbaiki citra dan keyakinan diri, membentuk sikap atlet, serta membantu atlet dalam memahami bahasa nonverbal dari seorang wasit dalam pertandingan. Semua pembinaan tersebut memiliki tujuan yaitu, agar atlet taekwondo khususnya di UIN Surabaya yang dibina oleh pelatih tersebut mencapai penampilan puncak. 2. Arti Pesan nonverbal yang digunakan Wasit Pada Latihan Taekwondo di Surabaya. Artinya, Taekwondo merupakan prinsip-prinsip perubahan dan pergerakan manusia. Ini juga merupakan prinsip-prinsip hidup, karena hidup terdiri dari gerakan. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan Taekwondo adalah filsafat itu sendiri. Kita bisa memahami filosofi dari

75 Taekwondo dengan melakukan Taekwondo. Misalnya saja di dalam pesan nonverbal yang digunakan oleh wasit yaitu : a). Aba-aba Cha-ryeot, artinya perhatian dan Kyeong-rye. Artinya beri hormat. Hal di atas dapat di artikan, bahwa kehidupan mahasiswa secara umum dan terkhusus mahasiswa UIN Surabaya harus senantiasa memiliki sifat dan karakter yang tegas tidak mudah terombang ambing, karena filosofi dari Cha-ryeot yang artinya perhatian, ini menggambarkan bahwa hidup di dunia pasti punya aturan-aturan yang tegas dan tetap siap siaga dalam kondisi apapun. Begitu juga Kyeongrye artinya beri hormat. Menurut keterangan dari salah satu anggota taekwondo UIN Surabaya, mengartikan kalau kita ingin di hormati orang lain maka kita harus punya pedoman kepada siapa saja kita harus punya sopan santun. Sebisa mungkin kita seperti filosinya pari semakin berisi pari itu maka akan semakin merunduk. b). Joon-bi artinya siap Pesan yang bisa di ambil dari kata Joon-bi adalah hidup di dunia pasti akan menghadapi cobaan-cobaan, di mana rintangan yang kita hadapi ada yang ringan dan ada yang berat, maka seorang anggota taekwondo harus memiliki mental yang kuat tidak mudah putus asa dalam menghadapi rona kehidupan ini bagaikan kita di turnamen taekwondo, ada kalanya kita berhadapan dengan atlit yang tinggi dan

76 kuat, dan dalam even yang lain kita juga akan merasa yang paling tinggi dan kuat di banding lawan kita. c). Shi-jak artinya mulai. Pesan di atas memberi arti bahwa, anggota taekwondo UIN Sunan Ampel, di didik dan di bekali segala macam kompetensi keilmuan baik ilmu umum maupun ilmu agama dengan harapan agar ketika hidup didalam masyarakat tidak merasa minder dan terkesan belum siap. Apabila kata shi-jak bila di artikan secara mendalam memiliki makna yang luas yaitu, memiliki kemampuan (kompetensi) di segala keilmuan sehingga ketika di hadapkan pada persoalan-persoalan dalam kehidupan senantiasa siap dan mampu menguasainya. 3. Cara Wasit Taekwondo Menyampaikan Pesan Nonverbal dalam Komunikasi Interpersonalnya. Pesan nonverbal oleh wasit, bisa dilihat pada saat sebelum mengadakan pertandingan, di mana kedua atlit akan di panggil oleh wasit Chung, Hong artinya (biru. Merah), lalu kedua atlit segera memasuki Contest Area. Keterangan ini sesuai dengan pernyataan mahasiswa UIN Surabaya Rizky Maulana, yang pernah ikut di beberapa pertandingan taekwondo baik salah satunya yang diadakan oleh UKM Taekwondo di Surabaya. Setelah kedua atlit masuk dalam Contest Area maka keduanya saling berhadapan dan bersiap hingga wasit memberi aba-aba Cha-

77 ryeot, artinya perhatian dan wasit akan memberi aba-aba lagi yang kedua Kyeong-rye. Artinya beri hormat. Setelah atlit saling memberi hormat, maka wasit mulai berkomunikasi dengan kedua atlit yang menggunakan bahasa nonverbal yang ditunjukkan dengan gerakan tubuh. Hal serupa juga dijelaskan oleh saudari Ayu Widiastutik, mahasiswi UIN Surabaya. Seperti penjelasan dibawah ini, Pesan nonverbal oleh wasit pada atlit dalam dunia taekwondo sangat besar pengaruhnya terhadap atlit dalam pertandingan, karena wasit senantiasa menggunakan bahasa nonverbal contohnya, Pertandingan di tiap ronde pasti wasit memulainya dengan aba-aba shi-jak yang artinya (mulai), dengan posisi (menarik mundur kaki kiri, dan membuka kedua lengan 45 derajat dengan telapak tangan terbuka) dan di akhiri dengan aba-aba keu-man (lengan kanan ke bawah dengan telapak tangan ke titik tengah badan tepat di bawah tulang dada) lah kalau wasit posisinya seperti ini ning maka artinya (Stop). 1 Pesan nonverbal oleh wasit lagi adalah, ketika ronde terakhir selesai maka wasit akan mengangkat tangan dari salah satu atlit yang menang, sambil mengucapkan Seung artinya pemenangnya. 1 Hasil wawancara dengan peserta atlit, Ayu Widiastutik, 20 April 2014

78 B. Konfirmasi Temuan dengan Teori 1. Pesan Nonverbal Wasit Wasit tertuju pada gerak tubuh (gesture) wasit dalam melakukan pertandingan, gesture wasit meliputi: a. Tangan dikepalkan dan ibu jari diletakkan pada jari tengah dan jari telunjuk diulurkan sampai setinggi telinga menunjukkan bahwasannya wasit memanggil ke arena pertandingan. b. Ulurkan tangan ke bawah menunjuk pada kontestan Chung dengan jari telunjuk tangan dengan memberi perintah lisan kemudian tanda Hong dengan jari telunjuk dengan memberi pperintah lisan dengan memberi tahu posisi atlit di mana tempatnya. c. Bila kedua tangan ke depan titik tengah badan, tepat di bawah tulang dada, dengan telapak tangan ke bawah sambil memberikan perintah lisan Kyeong-rye. Jaga jarak seukuran kepalan tangan antara ujungujung jari kedua tangan dan antara tangan dan badan memberikan isyarat wasit agar saling menghormati antara atlit satu dengan yang lain. 2. Pesan Nonverbal yang disampaikan a. Wasit memanggil kontestan, nama kontestan dipanggil sebanyak tiga (3) kali dimulai tiga puluh (30) menit menjelang pertandingan dengan bahasa nonverbal wasit mengangkat kedua tangan di kepalkan dengan ibu jari diletakkan pada jari tengah dan jari telunjuk diulurkan sampai setinggi telinga.

79 b. Setelah menjalani pemeriksaan, kontestan melanjutkan bersiap di coach s area dengan seorang coach dan seorang dokter tim atau fisioterapis jika ada. Wasit menggunakan nonverbal mengangkat telapak tangan terbuka saling berhadapan dengan ibu jari dilipat kedalam setinggi alis mata jaga lengan tetap berjauhan dari kedua sisi badan pada sudut 45 derajat, memberikan perintah lisan Cha-ryeot. c. Prosedur memulai dan mengakhiri pertandingan. Sebelum pertandingan di mulai, Referee akan memanggil Chung, Hong (Biru atau Merah) lalu kedua kontestan segera memasuki kontes area dengan pelindung kepala dikepit di bawah lengan kirinya. Kode-kode Pertandingan: Wasit menyuruh atlit memakai pelindung kepala dengan perintah lisan Kyeong-rye. Setelah perintah lisan Kyeong-rye, memberikan isyarat mengenakan pelindung kepala sebagai berikut: angkat kedua lengan yang ditekuk 45 derajat dengan telapak tangan terbuka sampai setinggi kepala. Kode-kode Pertandingan Saat Melakukan Pelanggaran: 1. Penalti atas suatu pelangaran diberikan oleh Referee. 2. Ada dua kategori penalti: Kyong-go (peringatan) dan Gamjeom (pemotongan). 3. Dua (2) Kyong-go dihitung sebagai penambahan satu (1) kepada kontestan lawan. Namun sisa Kyong-go yang ganjil tidak diperhitungkan dalam total nilai.

80 4. Gam-jeom dihitung penambahan satu (1) poin kepada kontestan lawan. 5. Jenis pelanggaran: 5.1 Kyong-go a. Keluar boundary line b. Menghindari atau menunda atau mengulur-ulur waktu pertandingan c. Jatuh d. Mencengkeram, memegang atau mendorong lawan e. Menyerang bagian di bawah pinggang f. Menyerang dengan kepala atau lutut g. Memukul muka lawan dengan tangan h. Berkata tau bertindak tidak pantas, baik oleh kontestan atau coach. i. Mengangkat lutut untuk menghindari atau memotong serangan lawan yang sah. 5.2. Gam-jeom a. Menyerang lawan setelah aba-aba Kal-yeo b. Menyerang lawan yang sudah jatuh c. Melempar lawan dengan mencengkeram atau mengait kaki lawan di atas atau mendorong lawan dengan tangan d. Sengaja memukul muka lawan dengan tangan e. Sengaja menyerang bagian di bawah pinggang

81 f. Mengganggu jalannya pertandingan, baik oleh kontestan atau coach. g. Kontestan atau coach berkata atau bertindak sangat tidak pantas h. Sengaja menghindari pertandingan i. Sebelum mulai setiap ronde, Referee harus memeriksa apakah ada indikasi kecurangan dalam memanipulasi sistem skoring atau menaikkan derajat sensitifitas dari kaos kaki bersensor atau hal-hal lainnya. Bila Referee berwenang memberikan Gam-jeom terhadap kontestan yang bersangkutan dan bahkan dapat menyatakan kontestan tersebut kalah karena hukuman penalti, tergantung dari kadar tingkat pelanggarannya. 6. Apabila kontestan sengaja menolak mematuhi peraturan pertandingan attau perintah Referee dapat menyatakan kontestan tersebut kalah karena hukuman, setelah diberi waktu satu (1) menit. 7. Bila kontestan terkena delapan (8) Kyong-go atau empat (4) Gam-jeom atau kombinasi dari keduanya yang berjumlah empat (4) poin, maka Referee langsung menyatakannyya kalah karena penalti. 8. Kyong-go dan Gam-jeom diperhitungkaan pada keseluruhan tiga ronde.

82 Saat Referee menghentikan pertandingan untuk memberikan penaalti Kyong-go atau Gam-jeom, waktu pertandingan dihentikkan sejak Referee menyatakan Shi-gan sampai Kye sok untuk melanjutkan pertandingan. 3. Makna Pesan dari Komunikasi Nonverbal Wasit Memberikan transparansi terhadap proses latihan Taekwondo agar menjadi sportif atau fairplay. Peneliti mengacu pada teori Struktur Kumulatif (Erkman dan Friesen) karena pada teori ini menjelaskan tentang bagaimana makna gerakan tubuh dan ekspresi wajah pada saat proses komunikasi berlangsung. Dalam teori ini juga dibagi menjadi beberapa kategori dalam membahas tentang makna gerakan tubuh. Sehubungan dengan beberapa kategori yang dijelaskan dalam teori Struktur Kumulatif, pesan nonverbal yang bersifat bahasa tubuh dalam teori ini termasuk ke dalam kategori illuatrator. Dalam hal ini terlihat saat wasit Taekwondo latihan Surabaya menggunakan isyarat tangan untuk menggantikan bahasa verbal dalam komunikasi ke atlitnya. Sedangkan tatapan mata yang digunakan oleh wasit dalam kategori affect display yaitu menunjukkan bahwasannya wasit memberikan penekanan ketegasan ke atlit. Dalam penelitian ini, peneliti menemukan teori lain yang relevan dengan temuan peneliti sehubungan dengan pesan nonverbal yang digunakan. Teori tersebut adalah Teori Interaksi Simbolik. Teori

83 Interaksi Simbolik menjelaskan bahwa wasit dan atlit menggunakan komunikasi saling berinteraksi dengan menggunakan simbol-simbol gerakan yang tercipta saat sedang melakukan latihan. Gerakan simbol yang digunakan wasit yang diberikan kepada atlit memberikan makna untuk direspon guna mencapai tujuan yang saling memahami. Pesan nonverbal yang digunakan oleh wasit mempunyai beberapa peran dalam komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal dalam komunikasi didapat dari makna-makna gerakan yang digunakan oleh wasit, baik pesan nonverbal yang berbentuk gerakan paralinguistic atau bahasa. Sehingga temuan ini juga relevan dengan teori Struktur Kumulatif. 4. Pesan Nonverbal Wasit pada Anggota Atlit Taekwondo Pesan nonverbal yang digunakan wasit Taekwondo mempunyai peran yang sangat besar dalam menunjang para anggota atlit yang sedang melakukan pertandingan. Temuan ini relevan dengan teori yang peneliti gunakan yaitu teori Struktur Kumulatif. Setiap pesan nonverbal yang digunakan oleh wasit latihan Taekwondo Surabaya mempunyai makna sesuai dengan apa yang diinginkan atau dilakukan dengan teori Struktur Kumulatif. Berdasarkan makna yang didapat dari pesan nonverbal ini, salah satunya adalah anggota wasit latihan Taekwondo Surabaya bagaimana mereka sedang melakukan pertandingan latihan.