BAB 7 BERKAS SORT DAN MERGE

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 7 BERKAS SORT DAN MERGE

BERKAS SORT DAN MERGE STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1

BERKAS SORT DAN MERGE

BAB VI SORTIR ATAU PENGURUTAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BERKAS KODE / SKS : KK /3 SKS

BAB 1 SISTEM FILE. Klasifikasi Data. KLasifikasi File

SISTEM BERKAS KONSEP DASAR SISTEM BERKAS

SISTEM BERKAS 2IA KONSEP DASAR. helen.staff.gunadarma.ac.id

ALGORITMA PEMROGRAMAN 1A** (PP :S1-KA) Pertemuan 7. Ahmad Hidayat

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BERKAS DAN AKSES MATERI KULIAH

S O R T I R 6.1 SORTIR TERHADAP RECORD

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH SISTEM BERKAS * KODE: KK

4.5 Menggabungkan (Joining), Menghubungkan (Relating), dan Menyatukan (Merging) Data

BAB 1 SISTEM FILE. 4. Item data elementer adalah Bagian yang lebih kecil dari item data. 5. Record adalah kumpulan item data yang saling berhubungan

PDF Compressor Pro SISTEM FILE. SUDIRMAN S.Kom Website :

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH BERKAS DAN AKSES (MI) KODE / SKS : KK / 2 SKS

BAB 3 ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL

SEARCHING & SORTING. Pendahuluan

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

7. PENERAPAN KONSEP TABEL

Struktur Data dan Analisa Algoritma

ORGANISASI BERKAS MULTI KEY STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1

SISTEM FILE. Hani Irmayanti, M.Kom

ANALISIS PERBANDINGAN METODE ALGORITMA QUICK SORT DAN MERGE SORT DALAM PENGURUTAN DATA TERHADAP JUMLAH LANGKAH DAN WAKTU

Pengertian Sistem Berkas Konsep Dasar Berkas

Pemrosesan File. Jatnika 1. Kumpulan atau koleksi item yang tersimpan dalam media penyimpanan sekunder Processor.

Organisasi File Multi Key y( (Index)

MEDIA PENYIMPANAN BERKAS STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1

BAB 8 MANIPULASI DATA

MEDIA PENYIMPANAN BERKAS

Konsep Dasar Sistem Berkas. Rudi Susanto

Silabus. 3. Media Penyimpanan Berkas. 6. Organisasi File. 7. Collision. 2. Manajemen Data dan Konsep Database

MEDIA PENYIMPANAN BERKAS

Langkah Mudah Belajar Struktur Data Menggunakan C/C++

Pengertian Berkas Sequential Adalah merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas.

KONSEP DASAR STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1

Sistem Berkas & Basis Data (CS2323)

Storage P g eripherals

Analisis Sistem Materi Kuliah. Analisis Sistem

BAB 3 ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL

ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL

Algoritme dan Pemrograman

Media Penyimpanan Berkas. Rudi Susanto

IKI 20100: Struktur Data & Algoritma

Disk & Memory Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika.

ORGANISASI BERKAS SEKUENSIAL

STT.WASTUKANCANA PURWAKARTA

Sistem Terdistribusi. Sistem Operasi Terdistribusi oleh : Musayyanah, S.ST, MT

STRUKTUR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN. struktur SIM 1

Array (Tabel) bagian 2

PENGENALAN STATEMEN BASIC. Pertemuan VIII

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL

BAB III 3. LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan kearsipan meliputi : data, SDM/ arsiparis, fasilitas dan dana.

adalah : Q.1) Suatu susunan/kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Atribut Deskripsi data yang bisa mengidentifikasikan entitas Missal : entitas mobil adalah no. mobil merk mobil, wrna mobil dsb

SEQUENTIAL SEARCH 11/11/2010. Sequential Search (Tanpa Variabel Logika) untuk kondisi data tidak terurut

Pengenalan Basis Data (lanjutan)

ALGORITMA PENGURUTAN & PENCARIAN

Kompleksitas Algoritma Pengurutan Selection Sort dan Insertion Sort

Pengurutan pada Array. Tim PHKI Modul Dasar Pemrograman Fakultas Ilmu Komputer UDINUS Semarang

BAB 2 MEDIA PENYIMPANAN BERKAS

Classify dan Summarize

Direktori yang diperlihatkan pada gambar 1. tersebut adalah untuk satu unit (mis. disk pack atau tape reel) dari penyimpanan sekunder. Labelnya berisi

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

STRUKTUR DATA. By : Sri Rezeki Candra Nursari 2 SKS

POLITEKNIK CALTEX RIAU

Analisa dan Perancangan Algoritma. Ahmad Sabri, Dr Sesi 1: 9 Mei 2016

A. TUJUAN 1. Memecah program dalam fungsi fungsi yang sederhana. 2. Menjelaskan tentang pemrograman terstruktur.

File Organization. IKI20410 Basis Data Aniati Murni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

Struktur Data & Algoritme (Data Structures & Algorithms)

ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL STRUKTUR & ORGANISASI DATA 1

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BIRO PERENCANAAN DAN KERJASAMA LUAR NEGERI

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 2 LANDASAN TEORI

Basis Data. Gentisya Tri Mardiani,S.Kom.,M.Kom

Yaitu proses pengaturan sekumpulan objek menurut urutan atau susunan tertentu Acuan pengurutan dibedakan menjadi :

PENDAHULUAN. Pertemuan 1 1

TIPE DATA ABSTRAK MENGGUNAKAN BAHASA C

BAHASA PEMROGRAMAN 1 (PERTEMUAN 3)

BAB I PENDAHULUAN. dalam storage lebih sedikit. Dalam hal ini dirasakan sangat penting. untuk mengurangi penggunaan memori.

Mengelola Data Excel dengan Sort dan Filter

Struktur SIM. Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma 2014

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET BAHASA PEMROGRAMAN Fungsi : Passing Parameter by Value & Semester 3

1. Mana di bawah ini yang bukan termasuk dalam kelompok pengendalian umum:

BAB 6 MANIPULASI DATA

12/26/2011 ILKOM IPB 1. Algoritme dan Pemrograman. Sorting. Data untuk sorting. Contoh. Algoritme #1: BUBBLE SORT.

04/11/2012. Perangkat Keras (Hardware). Perangkat Lunak (Software) Manusia(Brainware).

BERKAS DAN AKSES MATERI KULIAH

Perbandingan Algoritma Pengurutan Merge Sort, Quick Sort dan Heap Sort Dilihat dari Kompleksitasnya

BAB 2 MEDIA PENYIMPANAN BERKAS

ORGANISASI FILE (OPERASI FILE SEQUENTIAL)

Transkripsi:

BAB 7 BERKAS SORT DAN MERGE Pengertian Berkas Sort Dan Merge Dalam sistem penyortiran dikenal 2 metode, yaitu : Metode Sort Internal Metode Sort Eksternal Perbedaannya : Pada metode sort internal, semua record yang akan diproses dimuat ke dalam memori komputer lalu diproses sort (sortir). Pada metode sort eksternal, record-record yang diproses tidak semuanya dapat dimuat ke dalam memori komputer, karena keterbatasan memori komputer. Metode sort eksternal di dalam penerapannya nanti, menggunakan pula metode sort internal. Contoh : Sebuah file berisi 2000 record harus disortir ke dalam memori yang hanya dapat menampung 1000 record sekaligus. Untuk itu digunakan metode sort eksternal. Langkah-langkah penyortiran ini adalah : Record-record dibagi ke dalam beberapa file agar dapat ditampung sekaligus di memori komputer, lalu masing-masing bagian disortir internal. Bagian-bagian file yang terlah tersortir ini disebut sorted sublist. Maka didapat : Sorted sublist 1 (record 1 1000) dan Sorted sublist 2 (record 1001 2000) Setelah itu kedua sorted sublist ini (RUN) digabung (merge), sehingga didapat berkas gabungan (merge file) yang record-recordnya telah disortir. Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 1

Sorted sublist 1 (records 1 1000) MERGE Merge List (Sorted list of records 1 2000) Sorted sublist 2 (records 1001 2000) Maka dapat disimpulkan langkah-langkah untuk metode sort eksternal ini adalah : o Sort internal, dimana file dibagi menjadi beberapa bagian file, kemudian disortir. o Merge, dimana bagian-bagian file ini (sorted sublist) digabung menjadi satu atau lebih file gabungan. File-file gabungan kemudian digabung lagi sampai akhirnya didapatkan sebuah file gabungan yang berisi semua record-record yang telah disortir. o Output, yang menyalin file gabungan yang telah tersortir ke media storage terakhir. Faktor-faktor yang mempengaruhi metode sort eksternal : Jumlah record yang akan disortir Ukuran record (panjang record) Jumlah storage yang digunakan Kapasitas internal memori Distribusi nilai key dalam input file Teknik sort/merge file ini berbeda satu dengan yang lainnya dalam hal : Metode sort internal yang digunakan Jumlah main memori yang disediakan untuk sort internal Distribusi dari sorted sublist di secondary storage menjadi satu atau lebih file gabungan dalam satu langkah gabungan (merge pass) Ada 4 teknik dalam sort/merge file, yaitu : Natural Merge Balanced Merge Polyphase Merge Cascade Merge Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 2

Natural Merge Merge yang menangani 2 input file sekaligus disebut 2 way natural merge. Merge yang menangani M input file sekaligus disebut M way natural merge. M menunjukkan derajat merge. Pada natural merge terbagi lagi menjadi : 2 way natural merge 3 way natural merge : : M way natural merge Pada M way natural merge, dapat didefinisikan sebagai merge dengan : M input file dan hanya 1 output file. Contoh : Sebuah file yang terdiri dari 6000 record hendak disortir ke dalam memori komputer yang kapasitasnya 1000 record. Buatlah dengan menggunakan 2 way natural merge! Lihat gambar 1 Lihat pula contoh 3 way natural merge, yang ditunjukkan pada : Gambar 2 Lihat pula contoh 2 way natural merge dengan kapasitas memori 500 record. Gambar 3 Lihat pula contoh 3 way natural merge dengan kapasitas memori 500 record. Gambar 4 Balanced Merge Dari metode natural merge kita lihat bahwa, jika kita gunakan M input file, maka file seluruhnya yang kita gunakan adalah M + 1 file. Sedangkan pada balanced merge, jika kita gunakan M input file, maka file seluruhnya yang dipakai adalah 2 M file. Pada balanced merge terbagi lagi menjadi : 2 way balanced merge 3 way balanced merge : : M way balanced merge Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 3

Pada balanced merge, jumlah input file sama dengan jumlah output file, walaupun pada akhirnya tak ada lagi keseimbangan antara input dan output file. Lihat gambar 5 Polyphase Merge Pada M way polyphase merge digunakan 2 M-1 input file dengan 1 output file. Jadi kita menggunakan 2 way polyphase merge, maka banyaknya input file yang digunakan ada 3 input file. Contoh : Setelah phase sort internal, misalkan kita mempunyai 17 subfile atau 17 run yang akan didistribusikan ke input file. Jika kita menggunakan 2 way polyphase merge, berarti 17 run tersebut harus didistribusikan ke dalam 3 input file. Dari pendistribusian tersebut, maka diperoleh : Lihat gambar 6 Cascade Merge Jenis lain dari unbalanced merge yang berusaha mengurangi penyalinan/copy dari record-record disebut cascade merge. Cascade merge dengan derajat M menggunakan : 2 M-1, 2 M-2, 2 M-3,, kemudian 2 input file selama merge Setiap merge pass dimulai dengan merge dari : 2 M-1 input file ke 1 output file Pada cascade merge, pendistribusian run-nya sama dengan pendistribusian run pada polyphase merge, hanya berbeda pada phase merge-nya. Lihat gambar 7 Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 4

Gambar 1 Gambar 2 Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 5

Gambar 3 dan Gambar 4 Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 6

Gambar 5 Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 7

Gambar 6 Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 8

Gambar 7 Struktur & Organisasi Data 1(BAB 7) 9