BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
Dalam Pokok bahasan ini akan diuraikan secara ringkas berbagai pendekatan dan bentuk

PHC (Primary Health Care) Tri Niswati Utami

PRIMARY HEALTH CARE PELAYANAN KESEHATAN PRIMER ) AYU NAVY FRANSISKA F.L, S.ST

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan ketertiban dunia yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk terciptanya kesadaran, kemauan

BAB I PENDAHULUAN. prioritas (Nawa Cita) dimana agenda ke-5 (lima) yaitu meningkatkan kualitas

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian

BAB I PENDAHULUAN. (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing (UU No. 17/2007).

Revisi PP.38/2007 serta implikasinya terhadap urusan direktorat jenderal bina upaya kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

BAB I PENDAHULUAN. maupun sosial yang memungkinkan setiap orang dapat hidup produktif secara sosial

Makalah Tentang Masalah Kesehatan

Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011.

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA STANDAR PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan hal yang paling penting dalam setiap kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Primary Health Care (PHC) di Jakarta pada Agustus 2008 menghasilkan rumusan

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDMK. Kepala Badan PPSDM Kesehatan Jakarta, 26 September 2012

RENCANA STRATEGIS DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. organisasi kesehatan sedunia World Health Oganization (WHO) tahun 1948 dan

BAB III PROFIL PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN. tentang perlunya melakukan Primary Health Care Reforms. Intinya adalah

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan rakyat Indonesia? Visi Indonesia sehat 2010 bertujuan untuk meningkatkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan.

Usaha-usaha Kesehatan Masyarakat. Contact: Blog: suyatno.blog.undip.ac.id Hp/Telp: /

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 26 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS KESEHATAN

RPJMN dan RENSTRA BPOM

BAB I PENDAHULUAN. membangun manusia Indonesia yang tangguh. Pembangunan dalam sektor kesehatan

SAMBUTAN DAN PENGARAHAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN

PEMERINTAH KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN DINAS KESEHATAN UPTD PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT CIKAMPAK JLN. Lintas Sumatera-Riau kode Pos 21465

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

BAB I PENDAHULUAN. pemecahannya harus secara multi disiplin. Oleh sebab itu, kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN. kepada pandangan terhadap konsep sehat dengan perspektif yang lebih luas. Luasnya

Syarifah (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara) Fotarisman Zaluchu (Badan Penelitian & Pengembangan Provinsi Sumatera Utara)

KEBIJAKAN NASIONAL PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Disampaikan Oleh : BADAN PPSDM KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN. Jakarta 12 Maret Materi 1. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

BUPATI LUWU UTARA PROVINSI SULAWESI SELATAN

RENCANA STRATEGIS CARA MENCAPAI TUJUAN/SASARAN URAIAN INDIKATOR KEBIJAKAN PROGRAM KETERANGAN. 1 Pelayanan Kesehatan 1.

BAB 1 PENDAHULUAN. Perbaikan kualitas manusia di suatu negara dijabarkan secara internasional

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BAB I PENDAHULUAN. besar terhadap kesejahteraan manusia. Setiap kegiatan dan upaya untuk

URAIAN PROGRAM PUSKESMAS

2017, No Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Neg

Keynote Speech. Nila Farid Moeloek. Disampaikan pada Mukernas IAKMI XIV Manado, 18 Oktober 2017

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi

Tabel 4.1 INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KERINCI TAHUN Formulasi Penghitungan Sumber Data

RENCANA KINERJA TAHUNAN KEGIATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PROMOSI KESEHATAN TAHUN 2016

KURIKULUM PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT STIKES HELVETIA MEDAN KURIKULUM MANAJEMEN PEMBANGUNAN KESEHATAN

KEBIJAKAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI DIY DINAS KESEHATAN DIY

BAB I PENDAHULUAN. rawan terhadap masalah gizi. Anak balita mengalami pertumbuhan dan. perkembangan yang pesat sehingga membutuhkan suplai makanan dan

KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PUSKESMAS DAN KLINIK

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Campak merupakan salah satu penyakit yang sangat menular (Infeksius) dan dapat mengakibatkan kesakitan yang

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

Daftar Isi. Bab 1 : Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari

BAB III PEMBANGUNAN KESEHATAN PROVINSI GORONTALO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

SEJARAH PUSKESMAS Puskesmas

Perencanaan Pembangunan Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau

Administrasi dan Kebijakan Upaya Kesehatan Perorangan. Amal Sjaaf Dep. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, FKM UI

Oleh. Dr.Lili Irawati,M.Biomed

BAB I PENDAHULUAN. untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. Pada tanggal 1 Maret 1945 diumumkan pembentukan Badan

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembangunan kesehatan di Indonesia diarahkan seutuhnya untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB 1 PENDAHULUAN. sehat bagi semua orang agar terwujud derajat kesehatan. masyarakat yang optimal merupakan tujuan pembanguan

Model / Proto Type PKMD

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Manajemen Pelayanan di Puskesmas

BAB I PENDAHULUAN. Partisipasi atau peran serta masyarakat mempunyai arti yang sangat luas, yang pada

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Kebijakan Peningkatan Pembinaan Produksi dan Distribusi Kefarmasian

PERENCANAAN STRATEGIS, PENGEMBANGAN & BISNIS PEMASARAN PELAYANAN KESEHATAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang. menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai upaya kesehatan telah diselenggarakan. Salah satu bentuk upaya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

PERINGATAN HARI GIZI NASIONAL KE JANUARI 2017 TEMA : PENINGKATAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH NUSANTARA MENUJU MASYARAKAT HIDUP SEHAT

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PERBAIKAN GIZI

KONSEP DASAR ASKEB KELOMPOK KHUSUS

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU DI DESA BARU KECAMATAN SUNGAI TENANG KABUPATEN MERANGIN TAHUN 2014

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

V. IMPLEMENTASI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN

PENJELASAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NOMOR : 11 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEHATAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan merupakan suatu upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa untuk mewujudkan status kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya, meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat yang ditujukan kepada seluruh anggota masyarakat. Sebelum Deklarasi Alma Ata tahun 1978 tentang Perawatan Kesehatan Utama (PHC), Indonesia telah mengembangkan berbagai bentuk Puskesmas di beberapa daerah. Berdasarkan penelitian pada tahun 1976 diketahui bahwa 200 kegiatan kesehatan berbasis (CBHA) telah diterapkan dan dilaksanakan dalam masyarakat Seiring waktu, Puskesmas telah berkembang pesat dalam berbagai bentuk CBHA dan salah satu dari itu dicatat sebagai Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). Aktivitas itu meliputi lima program utama, yaitu keluarga perencanaan, kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, imunisasi dan diare pencegahan. Selain Posyandu, ada rumah sakit bersalin desa (VMH) yang dikelola oleh bidan desa sebagai cara untuk membuat kesehatan ibu dan anak dekat dengan masyarakat jasa CBHA dapat tumbuh secara progresif karena didukung oleh pusat kesehatan. Namun, CBHA mengalami penurunan ketika krisis moneter pada tahun 1997 meledak yang mengakibatkan multi-dimensi krisis. Krisis menciptakan reformasi total dalam banyak aspek, termasuk di sektor kesehatan. Meskipun penting, desentralisasi menguasai aspek yang paling pembangunan, Termasuk sektor kesehatan. Ini telah benar-benar mengubah model perencanaan, yang sebelumnya adalah sentralisasi menjadi tergantung pada masing-masing kabupaten. Ini memiliki implikasi pada prioritas pengaturan masing-masing kabupaten. Banyak perhatian lebih pada 1 P r i m a r y H e a l t h C a r e

pemerintah daerah aspek kuratif daripada promotif dan tindakan pencegahan. Setelah euforia demokrasi berakhir, semua sektor termasuk kesehatan mulai menghidupkan kembali dan merevisi prioritas mereka untuk skala yang lebih baik. Pada tingkat visi misi pusat dan nilai-nilai Depkes dirumuskan dan dijelaskan ke 4 strategi utama yaitu: 1. Untuk mengaktifkan dan memberdayakan masyarakat hidup sehat 2. Untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berkualitas 3. Untuk meningkatkan sistem informasi surveilans, monitoring dan kesehatan 4. Untuk meningkatkan pembiayaan kesehatan Semua strategi di atas terkait dengan Primary Health Care, dua yang pertama pada nomor 1 dan 2 erat terkait dengan perawatan kesehatan primer. Hal itu menunjukkan peran pentingnya Primary Health Care dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Oleh sebab itu, maka kami merangkum berbagai hal yang terkait dengan konsep Primary Health Care ini bertujuan untuk membuka wawasan para pembaca yang membutuhkan informasi ini yang sekaligus dalam rangkuman ini membahas tentang bagaimana aplikasi Primary Health Care itu sendiri di Indonesia. B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Primary Health Care (PHC)? 2. Bagaimana penerapan Primary Health Care (PHC) di Indonesia? C. Tujuan Masalah 1. Untuk mengetahui definisi Primary Health Care (PHC). 2. Untuk mengetahui penerapan Primary Health Care (PHC) di Indonesia. 2 P r i m a r y H e a l t h C a r e

BAB 2 PEMBAHASAN A. PRIMARY HEATH CARE 1. Perkembangan Konsep Primary Health Care (PHC) PHC merupakan hasil pengkajian, pemikiran, pengalaman dalam pembangunan kesehatan dibanyak negara yang diawali dengan kampanye masal pada tahun 1950-an dalam pemberantasan penyakit menular, karena pada waktu itu banyak negara tidak mampu mengatasi dan menaggulangi wabah penyakit TBC, Campak, Diare dan sebagainya. Pada tahun 1960 teknologi Kuratif dan Preventif dalam struktur pelayanan kesehatan telah mengalami kemajuan. Sehingga timbulah pemikiran untuk mengembangkan konsep Upaya Dasar Kesehatan. Pada tahun 1972/1973, WHO mengadakan studi dan mengungkapkan bahwa banyak negara tidak puas atas sistem kesehatan yang dijalankan dan banyak isu tentang kurangnya pemerataan pelayanan kesehatan di daerahdaerah pedesaan. Akhirnya pada tahun 1977 dalam Sidang Kesehatan Sedunia ( World Health Essembly ) dihasilkan kesepakatan Health For All by The Year 2000 atau Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000, dengan Sasaran Semesta Utamanya adalah : Tercapainya Derajat Kesehatan yang Memungkinkan Setiap Orang Hidup Produktif Baik Secara Soial Maupun Ekonomi. Sebagai tindak lanjut, pada tahun 1978 Konferensi Alma Ata menetapkan Primary Health Care ( PHC ) sebagai Strategi Global atau Pendekatan untuk mencapai Health For All by The Year2000 (HFA 2000) atau Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000 ( KBS 2000 ). 3 P r i m a r y H e a l t h C a r e

2. Definisi PHC Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination). 3. Prinsip PHC Pada tahun 1978, dalam konferensi Alma Ata ditetapkan prinsipprinsip PHC sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua. Lima prinsip PHC sebagai berikut : a. Pemerataan upaya kesehatan Distribusi perawatan kesehatan menurut prinsip ini yaitu perawatan primer dan layanan lainnya untuk memenuhi masalah kesehatan utama dalam masyarakat harus diberikan sama bagi semua individu tanpa memandang jenis kelamin, usia, kasta, warna, lokasi perkotaan atau pedesaan dan kelas sosial. b. Penekanan pada upaya preventif Upaya preventif adalah upaya kesehatan yang meliputi segala usaha, pekerjaan dan kegiatan memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan dengan peran serta individu agar berprilaku sehat serta mencegah berjangkitnya penyakit. c. Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan Teknologi medis harus disediakan yang dapat diakses, terjangkau, layak dan diterima budaya masyarakat (misalnya penggunaan kulkas untuk vaksin cold storage). d. Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian Peran serta atau partisipasi masyarakat untuk membuat penggunaan maksimal dari lokal, nasional dan sumber daya yang tersedia 4 P r i m a r y H e a l t h C a r e

lainnya. Partisipasi masyarakat adalah proses di mana individu dan keluarga bertanggung jawab atas kesehatan mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka dan mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Partisipasi bisa dalam bidang identifikasi kebutuhan atau selama pelaksanaan. Masyarakat perlu berpartisipasi di desa, lingkungan, kabupaten atau tingkat pemerintah daerah. Partisipasi lebih mudah di tingkat lingkungan atau desa karena masalah heterogenitas yang minim. e. Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan Pengakuan bahwa kesehatan tidak dapat diperbaiki oleh intervensi hanya dalam sektor kesehatan formal; sektor lain yang sama pentingnya dalam mempromosikan kesehatan dan kemandirian masyarakat. Sektor-sektor ini mencakup, sekurang-kurangnya: pertanian (misalnya keamanan makanan), pendidikan, komunikasi (misalnya menyangkut masalah kesehatan yang berlaku dan metode pencegahan dan pengontrolan mereka); perumahan; pekerjaan umum (misalnya menjamin pasokan yang cukup dari air bersih dan sanitasi dasar) ; pembangunan perdesaan; industri; organisasi masyarakat (termasuk Panchayats atau pemerintah daerah, organisasi-organisasi sukarela, dll). 4. Ciri-Ciri PHC Adapun cirri-ciri PHC adalah sebagai berikut : a. Pelayanan yang utama dan intim dengan masyarakat b. Pelayanan yang menyeluruh c. Pelayanan yang terorganisasi d. Pelayanan yang mementingkan kesehatan individu maupun masyarakat e. Pelayanan yang berkesinambungan f. Pelayanan yang progresif 5 P r i m a r y H e a l t h C a r e

g. Pelayanan yang berorientasi kepada keluarga h. Pelayanan yang tidak berpandangan kepada salah satu aspek saja 5. Unsur Utama PHC Tiga unsur utama yang terkandung dalam PHC adalah sebagai berikut : a. Mencakup upaya-upaya dasar kesehatan b. Melibatkan peran serta masyarakat c. Melibatkan kerjasama lintas sektoral 6. Tujuan PHC a. Tujuan Umum Mencoba menemukan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan, sehingga akan dicapai tingkat epuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan. b. Tujuan Khusus : 1) Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayanai 2) Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani 3) Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani 4) Pelayanan harus secara maksimum menggunkan tenaga dan sumber sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 7. Fungsi PHC PHC hendaknya memenuhi fungsi-fungsi sebagai berikut : a. Pemeliharaan Kesehatan b. Pencegahan Penyakit c. Diagnosis dan Pengobatan d. Pelayanan Tindak lanjut e. Pemberian Sertifikat 6 P r i m a r y H e a l t h C a r e

8. Elemen-Elemen PHC Dalam pelaksanaan PHC harus memiliki 8 elemen essensial yaitu : a. Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya b. Peningkatan penyedediaan makanan dan perbaikan gizi c. Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar d. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB e. Imunisasi terhadap penyakit-penyakit infeksi utama f. Pencegahan dan pengendalian penyakit endemic setempat g. Pengobatan penyakit umum dan ruda paksa h. Penyediaan obat-obat essensial 9. Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan Dalam PHC Tanggung jawab tenaga kesehatan dalam PHC lebih dititik beratkan kepada hal-hal sebagai berikut : a. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan dan implementasi pelayanan kesehatan dan program pendidikan kesehatan b. Kerjasama dengan masyarakat, keluarga, dan individu c. Mengajarkan konsep kesehatan dasar dan teknik asuhan diri sendiri pada masyarakat d. Memberikan bimbingan dan dukungan kepada petugas pelayanan kesehatan dan kepada masyarakat e. Koordinasi kegiatan pengembangan kesehatan masyarakat. 10. Hal-Hal Yang Mendorong Pengembangan Konsep Primary Health Care : 1. Kegagalan penerangan teknologi pelayanan medis tanpa disertai orientasi aspek social-ekonomi-politik. 2. Penyebaran konsep pembangunan yang mengaitkan kesehatan 7 P r i m a r y H e a l t h C a r e

dengan sektor pembangunan lainnya serta menekankan pentingnya keterpaduan, kerjasama lintas sektor dan pemerataan/perluasan daya jangkau upaya kesehatan. 3. Keberhasilan pembangunan kesehatan dengan pendekatan peran serta masyarakat di beberapa negara. B. IMPLEMENTASI PHC DI INDONESIA Primary Health Care (PHC) diperkenalkan oleh World Health Organization (WHO) sekitar tahun 70-an, dengan tujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Di Indonesia, PHC memiliki 3 (tiga) strategi utama, yaitu : 1. Kerjasama multisektoral. 2. Partisipasi masyarakat. 3. Penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dengan pelaksanaan di masyarakat. Menurut Deklarasi Alma Ata (1978) PHC adalah kontak pertama individu, keluarga, atau masyarakat dengan sistem pelayanan. Pengertian ini sesuai dengan definisi Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2009, yang menyatakan bahwa Upaya Kesehatan Primer adalah upaya kesehatan dasar dimana terjadi kontak pertama perorangan atau masyarakat dengan pelayanan kesehatan. Dalam mendukung strategi PHC yang pertama, Kementerian Kesehatan RI mengadopsi nilai inklusif, yang merupakan salah satu dari 5 nilai yang harus diterapkan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan, yaitu pro-rakyat, inklusif, responsif, efektif, dan bersih. Strategi PHC yang kedua, sejalan dengan misi Kementerian Kesehatan, yaitu : 1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani; 8 P r i m a r y H e a l t h C a r e

2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan; 3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan; dan 4. Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. Di Indonesia, pelaksanaan Primary Health Care secara umum dilaksanakan melaui pusat kesehatan dan di bawahnya (termasuk sub-pusat kesehatan, pusat kesehatan berjalan) dan banyak kegiatan berbasis kesehatan masyarakat seperti Rumah Bersalin Desa dan Pelayanan Kesehatan Desa seperti Layanan Pos Terpadu (ISP atau Posyandu). Secara administratif, Indonesia terdiri dari 33 provinsi, 349 Kabupaten dan 91 Kotamadya, 5.263 Kecamatan dan 62.806 desa. Untuk strategi ketiga, Kementerian Kesehatan saat ini memiliki salah satu program yaitu saintifikasi jamu yang dimulai sejak tahun 2010 dan bertujuan untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan masyarakat terhadap obat-obatan. Program ini memungkinkan jamu yang merupakan obat-obat herbal tradisional yang sudah lazim digunakan oleh masyarakat Indonesia, dapat teregister dan memiliki izin edar sehingga dapat diintegrasikan di dalam pelayanan kesehatan formal. Untuk mencapai keberhasilan penyelenggaraan PHC bagi masyarakat, diperlukan kerjasama baik lintas sektoral maupun regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Dalam penerapannya ada beberapa masalah yang terjadi di Indonesia. Permasalahan yang utama ialah bagaimana primary health care belum dapat dijalankan sebagaimana semestinya. Oleh karena itu, ada beberapa target yang seharusnya dilaksanakan dan dicapai yaitu: a. Memantapkan Kemenkes berguna untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan dan mencegah kesalahpahaman antara pusat keehatan dan masyarakat b. Pusat Kesehatan yang bersahabat merupakan metode alernatif untuk menerapkan paradigma sehat pada pelaksana pelayanan kesehatan. c. Pelayanan kesehatan primer masih penting pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan. 9 P r i m a r y H e a l t h C a r e

d. Pada era desentralisasi, variasi pelayanan kesehatan primer semakin melebar dan semakin dekat pada budaya lokal. Untuk lebih jelasnya, setelah adanya perang kemerdekaan, beberapa point pembangunan kesehatan di Indonesia, yaitu : 1. Pelayanan preventif yang melengkapi pelayanan kuratif 2. Konsep Bandung Plan yang merupakan embrio konsep Puskesmas. Selanjutnya lahir UU No. 9 Thn 1960 Tentang pokok-pokok Kesehatan yang pada intinya mengatakan bahwa : Tiap-tiap warga Negara berhak mencapai derajat kesehatan yang setinggitingginya dan wajib di ikut sertakan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Rencana pembangunan Indonesia awalnya dibagi dalam beberapa pelita seperti : Pelita I : Perbaikan Kesehatan rakyat dipandang sebagai upaya yang meningkatkan produktivitas penduduk. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Pelayanan kesehatan melalui Puskesmas. Pelita II : Trilogi pembangunan isinya meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan Jangkauan Kesehatan. 10 P r i m a r y H e a l t h C a r e

Kesadaran akan ketertiban partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan. Pengembangan PKMD sebagai wujud operasional dari PHC Pelita III : Tahun 1982 lahir Sistem Kesehatan Nasional menekankan pada pendekatan kesisteman, kemasyarakatan, kerja sama lintas sektoral, melibatkan peran serta masyarakat, menekankan pada pendekatan promotif dan preventif. Pelita IV : PHC /PKMD diwarnai dengan prioritas untuk menurunkan tingkat kematian bayi, anak dan ibu serta turunnya tingkat kelahiran. Menyelenggarakan program posyandu disetiap Desa. Pelita V : Meningkatkan mutu Posyandu. Melaksanakan 5 kegiatan Posyandu (Panca Krida Posyandu). Sapta krida Posyandu. Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) Seperti yang terlah tertulis pada pelita III, PKMD adalah bentuk pengembangan operasional dari PHC di Indonesia. PKMD mencakup 11 P r i m a r y H e a l t h C a r e

serangkaian kegiatan swadaya masyarakat berazaskan gotong royong, yang didukung oleh pemerintah melalui koordinasi lintas sektoral dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan atau yang terkait dengan kesehatan, agarmasyarakat dapat hidup sehat guna mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan yang lebih baik. Upaya Kesehatan Dasar PKMD mempunyai 8 upaya kesehatan dasar yang mencakup: 1. Pendidikan masyarakat tentang masalah kesehatan dan upaya penanggulangannya. 2. Pemberantasan dan pencegahan penyakit endemik setempat. 3. Program Imunisasi 4. Kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana 5. Pengadaan obat esential 6. Pengadaan pangan dan gizi 7. Pengobatan penyakit umum dan cedera 8. Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan Program PKMD mencakup kegiatan seperti: 1. Asuransi kesehatan 2. Pos obat desa (POD) 3. Tanaman obat keluarga (TOGA) 4. Pos kesehatan 5. Pondok bersalin Desa (Polindes) 6. Tenaga kesehatan sukarela 7. Kader kesehatan 8. Kegiatan peningkatan pendapatan (perkreditan, perikanan, industri rumah tangga) Program PKMD merupakan bagian integral dari pembangunan 12 P r i m a r y H e a l t h C a r e

pedesaan yang menyeluruh, dibawah naungan LKMD, sekarang namanya BPD (Badan Perwakilan Desa). BPD bertanggung jawab terhadap sepuluh sisi pembangunan, termasuk kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Hubungan PHC, PKMD dan Posyandu Pendekatan PHC dimantapkan oleh adanya prioritas untuk menurunkan tingkat kematian bayi, ibu dan tingkat kelahiran. Strategi ini ditandai dengan pembangunan jaringan pelayanan ke tingkat masyarakat melalui Posyandu. Posyandu mencakup tiga unsur utama PHC, yang meliputi peran serta masyarakat, kerjasama lintas sektoral dan perluasan jangkauan upaya kesehatan dasar. Posyandu dengan lima kridanya merupakan bentuk PHC atau PKMD yang berprioritas. Apabila selanjutnya memungkinkan untuk melengkapi krida (kegiatan) Posyandu dengan kebutuhan dasar yang lain yaitu sanitasi dasar dan penyediaan obat esensial sehingga menjadi sapta krida Posyandu, lengkaplah upaya kesehatan dasar yang dilaksanakan melalui Posyandu untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat penduduk guna mencapai kesehatan bagi semua tahun 2000 13 P r i m a r y H e a l t h C a r e

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Berdasarkan dari apa yang telah dijabarkan pada pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Primary Health Care (PHC) adalah suatu program yang timbul karena adanya berbagai masalah penyakit menular seperti Diare, TBC, Campak, dsb. yang banyak terjadi di berbagai negara, sehingga muncul gagasan tersebut karena adanya keinginan untuk merombak atau membuat suatu perubahan dalam pembangunan kesehatan dunia melalui sebuah kampanye besar-besaran pada tahun 19950-an, pembangunan kesehatan itu sudah mulai berjalan dengan beberapa program yang diusung. Namun, ditahun-tahun berikutnya, sekalipun teknologi kesehatan sudah mulai berkembang, masih ada banyak negara yang kurang puas tentang hal tersebut sehingga pada Konferensi Alma Ata ditetapkan Primary Health Care (PHC) sebagai Strategi Global atau Pendekatan untuk mencapai Health For All by The Year2000 (HFA 2000) atau Kesehatan Bagi Semua Tahun 2000 ( KBS 2000 ). Dengan kata lain, Primary Health Care ( PHC ) adalah pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan teknologi praktis, ilmiah dan sosial yang dapat diterima secara umum baik oleh individu maupun keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya, serta dengan biaya yang dapat terjangkau oleh masyarakat dan negara untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri (self reliance) dan menentukan nasib sendiri (self determination). Primary Health Care ini memiliki prinsip dalam terselenggaranya program PHC ini, yakni : a. Pemerataan upaya kesehatan. b. Penekanan pada upaya prefentif c. Penggunaan teknologi tepat guna dalam upaya kesehatan. 14 P r i m a r y H e a l t h C a r e

d. Peran serta masyarakat dalam semangat kemandirian. e. Kerjasama lintas sektoral dalam membangun kesehatan Di Indonesia sendiri, PHC dikenalkan oleh WHO sekitar pada tahun 1970-an. Pada aplikasinya, PHC bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas. Strategi PHC ketika itu didukung oleh Kementrian Kesehatan RI. Dalam mendukung strategi PHC yang pertama, Kementerian Kesehatan RI mengadopsi nilai inklusif, yang merupakan salah satu dari 5 nilai yang harus diterapkan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan, yaitu pro-rakyat, inklusif, responsif, efektif, dan bersih. Pelaksanaan Primary Health Care secara umum dilaksanakan melaui pusat kesehatan dan di bawahnya. Strategi PHC yang kedua, sejalan dengan misi Kementerian Kesehatan, seperti ; Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani. Yang kedua adalah untuk melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata bermutu dan berkeadilan. Selanjudnya untuk menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan, dan yang terakhir adalah untuk menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik. Untuk strategi ketiga, Kementerian Kesehatan saat ini memiliki salah satu program yaitu saintifikasi jamu yang dimulai sejak tahun 2010 dan bertujuan untuk meningkatkan akses dan keterjangkauan masyarakat terhadap obat-obatan. Program ini memungkinkan jamu yang merupakan obat-obat herbal tradisional yang sudah lazim digunakan oleh masyarakat Indonesia, dapat teregister dan memiliki izin edar sehingga dapat diintegrasikan di dalam pelayanan kesehatan formal. Untuk mencapai keberhasilan penyelenggaraan PHC bagi masyarakat, diperlukan kerjasama baik lintas sektoral maupun regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Namun dalam pelaksanaan strategi tersebut, tentu ada kendala yang ditemui para penyelenggaranya. Sehingga, muncul target-target yang disusun 15 P r i m a r y H e a l t h C a r e

guna untuk menanggulangi kendala tersebut seperti dengan menciptakan citra Pusat Kesehatan yang bersahabat dan merupakan metode alernatif untuk menerapkan paradigma sehat pada pelaksana pelayanan kesehatan, dll. Adapun contoh dari bentuk operasional dari PHC di Indonesia adalah PMKD. PKMD mencakup serangkaian kegiatan swadaya masyarakat berazaskan gotong royong, yang didukung oleh pemerintah melalui koordinasi lintas sektoral dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan atau yang terkait dengan kesehatan, agar masyarakat dapat hidup sehat guna mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan yang lebih baik. B. SARAN Dengan adanya tulisan ini, diharapkan bisa bermanfaat bagi pembaca dengan dapat lebih memahami apa itu Primary Health Care dan bagaimana penerapannya di Indonesia. 16 P r i m a r y H e a l t h C a r e

DAFTAR PUSTAKA.. Dikutip dari http://ompuheso.wordpress.com/2012/11/05/primaryhealth-care-phc/. Diakses tanggal 30 September 2013, pukul 23:19 WIB Suparyanto. 2010. Dikutip dari http://dr-suparyanto.blogspot.com/2010/01/phcprimary-health-center.html. Diakses tanggal 30 September 2012, pukul 23:25 WIB.. http://kamarudin.blogdetik.com/2009/04/12/pelayanan-kesehatanprimer-primary-health-care-phc/. Diakses tanggal 2 Oktober 2013, pukul 18:40 WIB.. http://artikelprofesikesehatan.blogspot.com/2012/11/konsepprimary-health-care-phc.html. Diakses tanggal 4 Oktober 2013, pukul 17:20 17 P r i m a r y H e a l t h C a r e