1 of 5 02/09/09 11:51

dokumen-dokumen yang mirip
PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 20 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PELALAWAN

1 of 5 02/09/09 11:50

1 of 5 02/09/09 11:53

1 of 5 02/09/09 11:41

1 of 5 02/09/09 10:53

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 26 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PASAR KABUPATEN PELALAWAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG

1 of 5 02/09/09 11:04

1 of 5 02/09/09 11:32

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG

1 of 6 02/09/09 11:57

1 of 5 02/09/09 12:02

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 09 TAHUN 2002 TENTANG

1 of 6 02/09/09 11:44

1 of 5 02/09/09 11:28

1 of 5 02/09/09 11:48

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 17 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERKEBUNAN KABUPATEN PELALAWAN

1 of 7 02/09/09 11:17

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 24 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 16 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 28 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 11 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PERTANAHAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 18 TAHUN 2002 TENTANG

1 of 6 02/09/09 11:52

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 06 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENGAWAS DAERAH KABUPATEN PELALAWAN

1 of 6 02/09/09 11:59

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 21 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PELALAWAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 25 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN

1 of 6 02/09/09 12:03

1 of 6 02/09/09 11:55

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 03 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN PELALAWAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 29 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS TENAGA KERJA KABUPATEN PELALAWAN

1 of 8 02/09/09 12:08

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI NOMOR : 7 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PELALAWAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 01 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN PELALAWAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI NOMOR : 6 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI NOMOR : 2 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 31 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI JAWA TENGAH

TUGAS & FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUMENEP

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 17 TAHUN 2004 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 47 TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARIMUN NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI JEPARA NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 13 TAHUN : 2005 SERI : D NOMOR : 13

- 1 - BUPATI KEPULAUAN SANGIHE PROVINSI SULAWESI UTARA PERATURAN BUPATI KEPULAUAN SANGIHE NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN SIAK

1 of 6 02/09/09 12:01

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PERHUBUNGAN

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839 );

PEMERINTAH PROPINSI RIAU PERATURAN DAERAH PROPINSI RIAU NOMOR 6 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATAKERJA DINAS PERHUBUNGAN

WALIKOTA TASIKMALAYA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 23 TAHUN 2001 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI LEMBAGA TEKNIS DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

BUPATI PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 27 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KEHUTANAN KABUPATEN PELALAWAN

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 66 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 6 TAHUN 2001 TENTANG

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 53 TAHUN 2016

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 66 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI PROVINSI BALI

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 24 TAHUN 2008 T E N T A N G

PEMERINTAH KOTA DUMAI

PERATURAN DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 26 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KOTA MAKASSAR

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG

1 of 6 02/09/09 12:04

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 74

PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 60 TAHUN 2011 TENTANG URAIAN TUGAS DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI, DAN INFORMATIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN SIAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2009 T E N T A N G

Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 1968 tentang Berlakunya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 dan Pelaksanaan Pemerintahan di Propinsi

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2000 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI ROKAN HILIR PERATURAN DAERAH KABUPATEN ROKAN HILIR NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR TAHUN 2017 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKALIS NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BENGKALIS

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 57 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA

PERATURAN DAERAH PROPINSI ISTIMEWA ACEH NOMOR 28 TAHUN 2001 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN SIAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

BUPATI TOLITOLI PROVINSI SULAWESI TENGAH

BUPATI NATUNA PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH KABUPATEN NATUNA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LANDAK,

BAB IV GAMBARAN UMUM DINAS PERHUBUNGAN DAN SUB DINAS PERHUBUNGAN LAUT KABUPATEN ROKAN HILIR

Transkripsi:

Home Galeri Foto Galeri Video klip Peraturan Daerah Tahun 2001 Tahun 2002 Tahun 2003 Tahun 2004 Tahun 2005 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 20 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PELALAWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PELALAWAN, Menimbang : Mengingat : a. bahwa dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang menganut prinsip penyelenggaraan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab, maka untuk kelancaran penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Pelalawan perlu adanya penataan kembali perangkat Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah; b. bahwa dalam rangka melaksanakan maksud di atas, serta untuk menunjang pelaksanaan otonomi dipandang perlu penetapan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dengan Peraturan Daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Pelalawan 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam lingkungan Daerah Propinsi Sumatra Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 25); 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3641); 3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60); 4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72); 5. Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890); 6. Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 181. Tambahan Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 3902 ); 7. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2000 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam ( Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3968); 8. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom; 9. Peraturan Pemerintah RI Nomor 84 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah; 10. Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Undang-Undang, Rancangan Peraturan Pemerintah, dan Rancangan Keputusan Presiden (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 70); 11. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 50 Tahun 2000 tentang Pedoman Susunan Organisasi Perangkat Daerah. Menetapkan : Dengan Persetujuan DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN PELALAWAN MEMUTUSKAN : PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN PELALAWAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud : 1. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat daerah otonom yang lain sebagai eksekutif daerah Kabupaten Pelalawan. 2. Daerah Otonom adalah Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota sebagaimana yang dimaksud dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah. 3. Kepala Daerah adalah Bupati Pelalawan. 4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pelalawan selanjutnya disebut DPRD adalah Badan Legislatif Daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Peraturan Daerah Nomor 84 Tahun 2000. 5. Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan selanjutnya disebut SEKDA sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999. 6. Perangkat Daerah adalah Organisasi/Lembaga pada Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dan membantu Kepala Daerah dalam penyelenggaraan Pemerintahan yang terdiri atas Sekretariat Daerah, Dinas Daerah dan Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan dan Kelurahan sesuai dengan kebutuhan daerah. 7. Dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang dari Pemerintah kepada Bupati sebagai wakil Pemerintah dan/atau perangkat pusat di daerah. 8. Otonomi Daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 9. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan. 10. Cabang Dinas Perhubungan adalah unsur pelaksana Dinas yang mempunyai wilayah kerja meliputi satu atau beberapa Kecamatan. 11. Unit Pelaksana Teknis Dinas ( UPTD ) adalah unit organisasi dilingkungan Dinas yang melaksanakan tugas teknis operasional yang diberikan oleh Kepala Dinas. 12. Kelompok Jabatan Fungsional adalah suatu kelompok jabatan yang mempunyai tugas khusus sesuai dengan bidang 1 of 5 02/09/09 11:51

keahlian dan kebutuhan; BAB II PEMBENTUKAN Pasal 2 Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan. BAB III ORGANISASI Bagian Pertama Kedudukan,Tugas Pokok dan Fungsi Pasal 3 1. Dinas Perhubungan adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah dibidang Perhubungan; 2. Dinas Perhubungan dipimpin oleh seorang Kepala. Pasal 4 Dinas Perhubungan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pemerintahan dan pembangunan dibidang perhubungan yang diserahkan (desentralisasi) dan yang diperbantukan kepada daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pasal 5 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut, Dinas Perhubungan menyelenggarakan fungsi : a. Pengumpulan dan pengolahan data, menyusun rencana dan program dibidang perhubungan kabupaten; b. Penyiapan perumusan kebijaksanaan pelaksanaan dibidang perhubungan kabupaten; c. Koordinasi, pengendalian dan pengawasan serta evaluasi pelaksanaan tugas dibidang perhubungan laut; d. Koordinasi, pengendalian dan pengawasan serta evaluasi pelaksanaan tugas dibidang pos dan telekomunikasi; e. Pelaksanaan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, hukum dan hubungan masyarakat, tata usaha serta rumah tangga Dinas Perhubungan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 6 1. Dinas Perhubungan terdiri dari : a. Kepala Dinas; b. Bagian Tata Usaha; c. Sub Dinas Perencanaan dan Program; d. Sub Dinas Perhubungan Darat; e. Sub Dinas Perhubungan Laut; f. Sub Dinas Pos dan Telekomunikasi; g. UPTD. 2. Bagan Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini. Bagian Ketiga Bagian Tata Usaha Pasal 7 Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pemberian pelayanan administrasi kepada semua satuan organisasi dilingkungan Dinas Perhubungan kabupaten. Pasal 8 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pelaksanaan urusan perencanaan dan program; b. Pelaksanaan urusan kepegawaian; c. Pelaksanaan urusan keuangan; d. Pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, dokumentasi hukum serta kehumasan; e. Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan serta perlengkapan dinas. Bagian Tata Usaha terdiri dari : a. Sub Bagian Kepegawaian; b. Sub Bagian Keuangan; c. Sub Bagian Hukum dan Humas; d. Sub Bagian Rumah Tangga. Pasal 9 Pasal 10 1. Sub Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian dan surat menyurat di lingkungan Dinas Perhubungan. 2. Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas melakukan urusan administrasi keuangan Dinas Pehubungan. 3. Sub Bagian Hukum dan Humas mempunyai tugas melakukan urusan penyiapan perumusan rancangan peraturan, pemberian pertimbangan dan bantuan hukum, serta kehumasan. 4. Sub Bagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan kerumahtanggaan Dinas Perhubungan. Bagian Keempat Sub Dinas Perencanaan dan Program Pasal 11 Sub Dinas Perencanaan dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan dan pengolahan data, menyusun rencana dan program jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek perhubungan di kabupaten serta melaksanakan analisis dan evaluasi, dan menyusun laporan. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut, Sub Dinas Perencanaan dan program menyelenggarakan fungsi: a. Pengumpulan, pengolahan, penyajian data dan informasi; b. Penyusunan rencana dan program jangka panjang, menengah dan pendek bidang perhubungan di Kabupaten/Kota; c. Pelaksanaan analisis dan evaluasi serta penyusunan Laporan Dinas Perhubungan. Sub Dinas Perencanaan dan Program terdiri dari : a. Seksi Data dan Informasi; b. Seksi Penyiapan Rencana; c. Seksi Penyiapan Program. Pasal 13 2 of 5 02/09/09 11:51

Pasal 14 1. Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dan informasi perhubungan kabupaten. 2. Seksi Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan penyusunan rencana jangka panjang, menengah dan pendek bidang perhubungan kabupaten. 3. Seksi Penyiapan Program mempunyai tugas melakukan penyusunan program kegiatan rutin dan pembangunan bidang perhubungan kabupaten. Bagian Kelima Sub Dinas Perhubungan Darat Pasal 15 Sub Dinas Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian penyelengaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas, angkutan, prasarana serta keselamatan bidang perhubungan darat. Pasal 16 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut, Sub Dinas Perhubungan Darat menyelenggarakan fungsi : a. Penysunan rencana dan program penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas; b. Penyusunan rencana dan program pelayanan angkutan di dalam Daerah Kabupaten Pelalawan; c. Penyusunan rencana dan program prasarana perhubungan darat di dalam Daerah Kabupaten/Kota; d. Penyusunan rencana dan program keselamatan lalu lintas dan angkutan di dalam Daerah Kabupaten/Kota. Sub Dinas Perhubungan Darat terdiri dari : a. Seksi Lalu Intas; b. Seksi Angkutan; c. Seksi Prasarana; d. Seksi Keselamatan. Pasal 17 Pasal 18 1. Seksi Lalu Lintas mempunyai tugas melakukan penyiapan penyusunan dan penetapan jaringan transportasi jalan kabupaten serta penyiapan kebijakan tatanan dan perizinan dermaga sungai dan danau lintas di dalam kabupaten, dan penetapan lintas penyeberangan di dalam kabupaten. 2. Seksi Angkutan mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan perizinan, pelayanan dan pengendalian kelebihan muatan, penetapan standar batas maksimum muatan dan berat kendaraan pengangkutan barang di dalam kabupaten. 3. Seksi Prasaran mempunyai tugas melakukan pemantauan dan analisis unjuk kerja operasional prasarana perhubungan darat dan pengawasan teknis penyelengaraan prasaran perhubungan darat di kabupaten. 4. Seksi Keselamatan mempunyai tugas melakukan penyiapan penetapan lokasi pemasangan dan pemeliharaan alat pengawasan dan alat pengamanan (rambu-rambu) lalu lintas jalan kabupaten serta bimbingan keselamatan, analisis daerah rawan kecelakaan lalu lintas, dan program penanggulangan kecelakaan lalu lintas, serta penetapan dan pengolahan uji berkala kendaraan bermotor. Bagian Keenam Sub Dinas Perhubungan Laut Pasal 19 Sub Dinas Perhubungan Laut mempunyai tugas melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan angkutan laut, kepelabuhan, dan penunjang keselamatan pelayaran. Pasal 20 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut, Sub Dinas Perhubungan Laut menyelenggarakan fungsi : a. Pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional angkutan laut di wilayah Kabupaten/Kota; b. Pengendalian dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan di pelabuhan lokal Kabupaten/Kota; c. Pengendalian dan pengawasan kegiatan penunjang keselamatan pelayaran. Sub Dinas Perhubungan Laut terdiri dari : a. Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut; b. Seksi Kepelabuhan; c. Seksi Penunjang Keselamatan Pelayaran. Pasal 21 Pasal 22 1. Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut mempunyai tugas pemberian Izin Usaha Perusahaan Pelayaran (SIUPP) dan Surat Izin Perusahaan Pelayaran Rakyat (SIUPER) serta izin perusahaan penunjang angkutan laut (EMKL, PBM, Tally, Depo Peti Kemas/Container) lintas Kabupaten/Kota, penetapan besaran tarif angkutan laut penumpang kelas ekonomi Kabupaten dalam Propinsi, pengusulan trayek angkutan laut perintis. 2. Seksi Kepelabuhan mempunyai tugas pelaksanaan rekomendasi pelabuhan terbuka, pelabuhan umum dan pelabuhan khusus antar Kabupaten dalam Propinsi, penetapan lokasi, pembangunan, pengoperasian pelabuhan umum dan khusus lokal Kabupaten, penetapan pengelolaan dermaga untuk kepentingan sendiri di pelabuhan lokal Kabupaten, penetapan daerah lingkungan kerja (DJKR)/Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKP) bagi pelabuhan lokal, pelaksanaan rekomendasi tatanan kepelabuhan nasional, regional dan wilayah, pelaksanaan rancang bangun fasilitas pelabuhan bagi pelabuhan dengan pelayanan lokal Kabupaten, pelaksanaan dan pengawasan sistem prosedur (SISPRO) pelayanan jasa pelabuhan dengan pelayanan lokal Kabupaten dan tarif angkutan laut penumpang lintas Kabupaten dalam Propinsi, pengusulan besaran tarif jasa pelabuhan dengan pelayanan lintas lokal Kabupaten, pelaksanaan pungutan tarif jasa pelabuhan untuk pelayanan lokal Kabupaten dan disetor ke Kas Negara, pelaksanaan rekomendasi DLKR/DLKP bagi pelabuhan-pelabuhan antar Kabupaten, pengembangan dan pembangunan serta pengolahan terhadap pelabuhan yang diusahakan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Seksi Penunjang Keselamatan Pelayaran mempunyai tugas penetapan rencana induk dan rencana pengembangan pelabuhan lokal Kabupaten, pemberian izin kerja kerum lebih kecil dari 50.000 M3 dan reklamasi lebih kecil dari 2 Ha., izin usaha kegiatan salvage termasuk persetujuan kegiatan penyelaman bawah air dalam Propinsi, pelaksanaan dan pengawasan pengukuran serta pendaftaran kapal berukuran isi kotor GT lebih kecil dari 7, pelaksanaan pembangunan sarana bantu navigasi pelayaran dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pelaksanaan penanggulangan pencemaran, patroli dan bantuan SAR di pelabuhan dengan memperhatikan peraturan perundangundangan yang berlaku. Bagian Ketujuh Sub Dinas Pos dan Telekomunikasi Pasal 23 Sub Dinas Pos dan Telekomunikasi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian kegiatan pelayanan usaha jasa pos dan telekomunikasi. Pasal 24 3 of 5 02/09/09 11:51

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana tersebut, Dinas Perhubungan menyelenggarakan fungsi : a. Pengendalian dan pengawasan kegiatan usaha jasa Pos; b. Pengendalian dan pengawasan kegiatan usaha Telekomukasi. Sub Dinas Pos dan Telekomunikasi terdiri dari : a. Seksi Pos; b. Seksi Telekomunikasi. Pasal 25 Pasal 26 1. Seksi Pos mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha jasa pos. 2. Seksi Telekomunikasi mempunyai tugas melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan usaha jasa telekomunikasi. Bagian Kedelapan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pasal 27 1. Unit Pelaksana Teknis Dinas mempunyai kedudukan sebagai unsur pelaksana teknis operasional Dinas Perhubungan. 2. Unit Pelaksana Teknis Dinas dipimpin oleh oleh seorang Kepala yang berada dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan. 3. Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Dinas berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Bagian Kesepuluh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 28 1. Jabatan Fungsional Dinas mempunyai tugas melakukan kegiatan teknis sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. 2. Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana tersebut pada ayat (1) diatas, dipimpin oleh seorang Tenaga Fungsional Senior selaku Ketua Kelompok yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. 3. Kelompok Jabatan Fungsional dapat dibagi kedalam Sub-sub Kelompok sesuai dengan kebutuhan. 4. Jumlah Tenaga Fungsional ditentukan berdasarkan sifat, jenis dan beban kerja. 5. Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB IV TATA - KERJA Pasal 29 1. Dinas Perhubungan dipimpin oleh Kepala Dinas, dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Bupati Pelalawan melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Pelalawan. 2. Bagian Tata Usaha dipimpin oleh Kepala Bagian Tata Usaha, dalam menjalankan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan. 3. Sub Dinas dipimpin oleh Kepala Sub Dinas, dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan. 4. Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi, dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Sub Dinas sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. 5. Sub Bagian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian, dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Tata Usaha sesuai dengan bidang tugasnya. 6. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, setiap unit kerja dilingkungan Dinas Perhubungan wajib memperhatikan, melaksanakan, dan menerapkan prinsip organisasi dan manajemen, koordinasi, integrasi, singkronisasi, simplikasi, efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas publik. 7. Setiap unit kerja dilingkungan Dinas Perhubungan wajib meyampaikan laporan pelaksanaan tugas secara berkala kepada atasannya. 8. Setiap unit kerja dilingkungan Dinas Perhubungan wajib mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku serta hirarki, prosedur serta tata kerja yang ditetapkan. 9. Setiap unsur pimpinan bertanggung jawab terhadap pembinaan, pendayagunaan dan pengawasan terhadap pegawai, keuangan, perlengkapan, organisasi dan tata laksana dilingkungan kerjanya masing-masing. BAB V PEMBIAYAAN Pasal 30 Segala biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau Bantuan dari Pemerintah Pusat dan Lembaga lain diluar Pemerintah Kabupaten/Kota yang sah. BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 31 Jenjang jabatan dan kepangkatan serta susunan kepegawaian diatur sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 32 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini ditetapkan lebih lanjut oleh Bupati Pelalawan sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya. Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Pasal 33 Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Pelalawan. Disahkan di Pangkalan Kerinci pada tanggal 11 Jan 2002 BUPATI PELALAWAN, Dto. T. AZMUN JAAFAR 4 of 5 02/09/09 11:51

5 of 5 02/09/09 11:51