: : :

dokumen-dokumen yang mirip
Menggugurkan Kandungan (Aborsi) dan Hukum-Hukum Terkait

BAB III ABORSI PERSPEKTIF FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA DAN UNDANG-UNDANG NO.32 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN

dari Ibnu Mas ud bahwa dia menafsirkan kalimat diatas dengan menyatakan, Nutfah yang memancar kedalam rahim bila Allah menghendaki untuk dijadikan

Hukum Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Bahaya Zina dan Sebab Pengantarnya

Pentingnya Menyambung Silaturahmi

BAB IV. A. Analisis tentang Ketentuan Aborsi dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. ajaran Islam sangat mementingkan pemeliharaan terhadap lima hal, yaitu

Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan

HAL-HAL YANG MEMBATALKAN KEISLAMAN

BAB IV ANALISIS PENDAPAT HUKUM TENTANG IDDAH WANITA KEGUGURAN DALAM KITAB MUGHNI AL-MUHTAJ

BAB IV KELAHIRAN TANGGAL KHUSUS SEBAGAI ALASAN SECTIO CAESAREA PADA PASIEN TANPA INDIKASI KEDARURATAN MEDIS

قام بعملية تغي جلنس من رجل ىل امرأة فهل ل خللوة بالنساء. Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajid مد صالح ملنجد

MATAN. Karya Syaikh Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab

BAB IV. Berdasarkan Hasil Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama dalam menetapkan. hukum aborsi terkait dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 61

Kaidah-Kaidah Tibbun Nabawi

B A B I P E N D A H U L U A N. Puasa di dalam Islam disebut Al-Shiam, kata ini berasal dari bahasa Arab

Hukum Berkabung Atas Kematian Raja dan Pemimpin

ANALISIS ABORSI DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SEMARANG NO.538/PID.B/2006/PN.SMG MENURUT HUKUM PIDANA ISLAM

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan

Bab 26 Mengadakan Perjalanan Tentang Masalah Yang Terjadi dan Mengajarkan kepada Keluarganya

BAB V PENUTUP. sebelumnya, maka Penulis berkesimpulan sebagai berikut: Seksual Terhadap Anak dalam Hukum Pidana Indonesia

Otopsi Jenazah Dalam Tinjauan Syar'i

Fatwa Tentang Hakikat Sihir

Hukum Merokok Dan Menjualnya

Berkawan dengan Orang Shalih

Ceramah Ramadhan 1433 H/2012 M Orang-orang yang Berhalangan Puasa

IMA>MIYAH TENTANG HUKUM MENERIMA HARTA WARISAN DARI

DAFTAR TERJEMAH. Lampiran 1. No Hal Bab Terjemahan

Hukum orang yang memanfaatkan Islam untuk kepentingan pribadi

A. Analisis Terhadap Tinjauan Aborsi Menurut PP. Nomor 61 Tahun Menurut ketentuan yang ada dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana

Aborsi pada Kehamilan akibat perkosaan: Ketentuan perundangundangan dan Fikih Islam

Penetapan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal

Beribadah Kepada Allah Dengan Mentauhidkannya

Al-Wadud Yang Maha Mencintai Hamba-Hamba-Nya Yang Shaleh

Kemana Tujuan Hidupmu?

S U R G A. Diterjemahkan dari: Where do I Start oleh Bint. Mhahmood Islam4Kids.com. Alih Bahasa: Ummu Abdullah

Diterjemahkan oleh : Abu Sa id Neno Triyono. KARYA : Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rohimahullah

BAB III ABORSI BAGI IBU HAMIL PENDERITA HIV/AIDS DALAM HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Jangan Taati Ulama Dalam Hal Dosa dan Maksiat

المملكة العربية السعودية الرياض المكتب التعاوني للدعوة والا رشاد وتوعية الجاليات بالربوة ٢٠٠٩ م ١٤٣٠ ه فتاوى حول ما ساة غزة x א א z : : :

Kasih Sayang Nabi Muhammad? Kepada Umatnya

Khutbah Jumat: Hakikat Takwa Kepada Allah

PERBANDINGAN TINDAK PIDANA ABORSI MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA DAN HUKUM ISLAM S K R I P S I

TAWASSUL. Penulis: Al-Ustadz Muhammad As-Sewed

Tegakkan Shalat Dengan Berjamaah

Renungan Jum'at : Kewajiban Persendian Kita

Hukum Orang yang Melakukan Nadzar

I TIKAF. Pengertian I'tikaf. Hukum I tikaf. Keutamaan Dan Tujuan I tikaf. Macam macam I tikaf

Berani Berdusta Atas Nama Nabi? Anda Memesan Sendiri Tempat di Neraka

Para wanita di bulan ramadhan

Khutbah Jumat Masjid Nabawi: Bagaimana Setelah Ramadhan?

Syariat Adalah Amanah

[ Indonesia Indonesian

Kehidupan Seorang Pembelajar

RISALAH DOA. Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Takwa dan Keutamaannya

Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA. Urgensi Menjaga Lisan

PANDANGAN ISLAM TENTANG HAK KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI. Oleh: Duski Samad. Ketua MUI Kota Padang

Jangan Samakan Yang Baik dan Yang Buruk

$! " # %& ' ( ) * &+, -. /0 1 & ! "#$

Agar Nabi Muhammad Mencintai Kita

Mengimani Nama Allah, Ar-Raqib

CONTOH IJTIHAD DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Istri-Istri Rasulullah? Adalah Ibunya Orang-Orang Beriman

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG IMPLIKASI TEKNOLOGI USG TERHADAP IDDAH

Penetapan Awal Ramadhan dan Syawal

Ebooks. ا ا ا ل ال

Kekhususan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Tidak Dimiliki Oleh Umatnya

Fatwa-Fatwa Ramadhan untuk Wanita. 1. Pertanyaan: Apakah hukumnya menunda qadha puasa hingga setelah Ramadhan tahun depan?

Pentingnya Menyambung Silaturahmi

SUJUD SAHWI Syaikh Muhammad bin Shalih Al- Utsaimin

Carilah Rezeki Yang Halal dan Jauhi Yang Haram

Tahapan Penciptaan Manusia

BAB IV ANALISIS TERHADAP STATUS NASAB DAN KEWAJIBAN NAFKAH ANAK YANG DI LI AN AYAHNNYA MENURUT HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA INDONESIA

KUMPULAN FATWA. Hukum Membagi Agama Kepada Isi dan Kulit. Penyusun : Syekh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Terjemah : Muh. Iqbal Ahmad Gazali

: The Prostration of Forgetfulness : Syaikh Muhammad bin Shalih al-utsaimin

??????????????????????????????????????????????? :????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.

Rasulullah saw. memotong tangan pencuri dalam (pencurian) sebanyak seperempat dinar ke atas. (Shahih Muslim No.3189)

Surat Untuk Kaum Muslimin

BAB III ANALISIS PERBANDINGAN PENGANIYAAN TERHADAP IBU HAMIL YANG MENGAKIBATKAN KEGUGURAN JANIN ANTARA HUKUM PIDANA ISLAM DAN HUKUM PIDANA POSITIF

Al-Ilmu, ILMU MENDAHULUI AMAL Pentingnya menggali ilmu sebagai awal pelaksanaan amalan Ibadah Dirangkum oleh : Yulia Dwi Indriani

Di antara jalan untuk mencapai ketenangan jiwa dan hati yang dituntukan oleh syariat adalah menikah. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

Sejumlah ulama berpendapat bahwa menjalankan shalat berjamaah mengandung banyak nilai kebaikan, diantaranya berikut;

BAB IV ANALISIS FIQH JINAYAH TERHADAP PEMBELAAN TERPAKSA YANG MELAMPAUI BATAS MENURUT PASAL 49 KUHP

3 Wasiat Agung Rasulullah

Menjual Rokok HUKUM SEORANG PEDAGANG YANG TIDAK MENGHISAP ROKOK NAMUN MENJUAL ROKOK DAN CERUTU DALAM DAGANGANNYA.

BAB IV DASAR PERTIMBANGAN MAHKAMAH AGUNG TERHADAP PUTUSAN WARIS BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

HUKUM WANITA BEKERJA SEBAGAI GUIDE WISATA ح م عمل ملرأة مرشدة سياحية

APAKAH ITU MAHRAM. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda:

Janganlah Berlaku Zalim

BAB I PENDAHULUAN. Allah adalah Maha Pencipta makhluk (al-khaliq). Allah menciptakan

Sucikan Diri Benahi Hati

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Belakangan ini banyak sekali ditemukan kasus-kasus tentang

Mengenai Buku Ini

Potensi Muslimah Muslimah Berpotensi

Berhati-Hati Dalam Menjawab Permasalahan Agama

BAB IV. Setelah mempelajari putusan Pengadilan Agama Sidoarjo No. 2355/Pdt.G/2011/PA.Sda tentang izin poligami, penulis dapat

Transkripsi:

[ ] :

: : :

Bagaimana Hukum Aborsi? Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Hafidzahullah menjawab: Wahai Muslimah!, ALLAH Ta ala telah menciptakan makhluk di dalam rahimmu melalui kehamilan sebagai amanat syar i bagimu dan merupakan sunnatullah. Untuk itu janganlah kamu tutup -tutupi amanat tersebut, sebagaiman firman-nya : Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. [Al-Qur an surat Al-Baqarah ayat : 228] Janganlah kamu mencari alasan untuk menggugurkan kandunganmu dan menghindar darinya dengan cara apapun, karena ALLAH Ta ala memberikan keringanan padamu dengan berbuka di bulan Ramadhan bilamana puasa itu menyusahkan dirimu atau puasa itu dapat membahayakan kehamilanmu. Sungguh, perbuatan aborsi (menggugurkan kandungan) tidak asing lagi di zaman ini. Padahal perbuatan ini adalah perbuatan yang diharamkan. Apabila ruh (nyawa) telah ditiupkan ke dalam kandungan dan janin itu kemudian mati karena aborsi, maka hal itu merupakan pembunuhan yang diharamkan oleh ALLAH Ta ala dan termasuk pembunuhan jiwa tanpa hak. Ini termasuk dalam rangkaian Hukum Pertanggungjawaban Pidana, pihak yang telah melakukan pembunuhan berkewajiban membayar diyat sesuai perincian ketentuan yang ada. Menurut sebagaian imam, seseorang yang membunuh janin berkewajiban membayar kafarat yaitu dengan memerdekakan budak perempuan yang mukmin, jika tidak mendapatkannya maka berpuasa selama 2 bulan berturut-turut. Sebab sebagian ulama

menyamakan perbuatan ini dengan al-ma udatu ash-shughra (bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup). Syaikh Muhammad bin Ibrahim Rahimahullahu Ta ala berkata di dalam Majmu Al-Fatawa (11/151) : Adapun usaha untuk menggugurkan kandungan, maka hal itu tidak boleh, karena belum ada hak kematiannya. Namun jika ia sudah pasti mati, maka diperbolehkan. Di dalam keputusan Majelis Ulama Besar No. 140, tanggal 20-6-1407 H tentang permasalahan pengguguran kandungan (aborsi) disebutkan : 1. Tidak boleh menggugurkan kandungan dalam berbagai usia, kecuali ada sebab (alasan) syar i yang dibenarkan dan dengan ketentuan yang sangat ketat sekali. 2. Apabila usia kandungan berada di masa pertama yaitu 40 hari, sedang penggugurannya adalah maslahah syar iyyah atau untuk mencegah bahaya, maka diperbolehkan menggugurkannya. Namun pengguguran pada masa sekarang karena (alasan) takut akan kesulitan dalam mendidik anak, atau takut akan kelemahan (kekurangan) dalam memenuhi kebutuhan hidup dan mengasuhnya, atau karena berkaitan dengan masa depan mereka, atau karena tidak ada kesanggupan bagi suami-istri untuk mencukupi kebutuhan hidup anak-anaknya, maka hal-hal tersebut tidak diperbolehkan (dijadikan sebagai illat /alasan,-pent.) 3. Tidak diperbolehkan menggugurkan kandungan, walaupun kandungan itu baru berbentuk alaqah (segumpal darah) atau mudhghoh (segumpal daging), sampai diputuskan oleh tim dokter yang dipercaya bahwa kelanjutannya akan membahayakan, seperti bila diteruskan mengakibatkan kematian bagi sang ibu, maka boleh menggugurkan kandungan, itupun setelah mencari berbagai cara untuk menghindari bahaya tersebut.

4. Setelah masa bulan ketiga dan telah sempurna 4 bulan usia kandungan, tidak diperbolehkan penggugurannya sampai diputuskan oleh tim dokter spesialis yang dipercaya, bahwa adanya janin di dalam perut ibunya akan menyebabkan kematian (ibunya) dan hal itu setelah berupaya mencari berbagai cara untuk menyelamatkan hidupnya. Maka keringanan dalam mendahulukan pengguguran dengan syarat-syarat ini adalah mencegah yang lebih besar dari dua bahaya dan menghimpun yang lebih besar dari dua maslahat. Diharapkan tim dokter yang ada-dalam setiap keputusannya- agar berlandaskan (wasiat) takwa kepada ALLAH dan berkeyakinan bahwa ALLAH-lah yang Maha Benar dan semoga shalawat dan salam ALLAH limpahkan atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan shahabatnya. Dijelaskan di dalam Risalatu Ad-Dima i Ath-Thabi iyah lin-nisa (Risalah Darah-darah Alami bagi Wanita) karya Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin : Apabila yang dimaksudkan pengguguran janin ini adalah penghilangannya, maka jika dilakukan setelah ruh (nyawa) ditiupkan ke dalamnya adalah haram tanpa keraguan, sebab termasuk pembunuhan jiwa tanpa hak. Dan pembunuhan jiwa yang diharamkan adalah haram menurut Al-Qur an, As-Sunnah dan Ijma Ulama. [Lihat hal.60. dari risalah tersebut] Imam Ibnul Qayyim Al-Jauzi berkata di dalam kita Ahkamu An- Nisaa (halaman. 108-109) pada judul Nikah adalah Upaya untuk Melestarikan Keturunan : Dan tidak setiap air (yang memancar, pent.) menjadi anak, maka apabila bertemu (kawin) telah sampailah pada apa yang dimaksud. Sedangkan keyakinan terhadap pengguguran adalah bertentangan dengan maksud tujuannya.

Apabila aborsi dilakukan di awal kehamilan yakni sebelum ruh (nyawa) ditiupkan ke dalam (janin) tersebut- adalah dosa besar. Karena ia akan menginjak pada tahap penyempurnaan yang kemudian berlanjut kepada penyelesaian, kecuali bahwa hal tersebut lebih kecil dosa besarnya daripada yang telah ditiupkan ruh (nyawa) ke dalamnya. Maka keyakinan pengguguran terhadap janin yang telah ada ruh di dalamnya adalah sama seperti pembunuhan terhadap seorang mukmin. Dan ALLAH Ta ala telah berfirman : Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa Apakah Dia dibunuh. [Al-Qur an surat At-Takwir ayat : 8-9] Maka, takutlah kamu kepada ALLAH, wahai wanita muslimah!. Janganlah kamu dahulukan atas dosa (pelanggaran) ini karena maksud-maksud tertentu. Janganlah kamu membohongi dengan alasan-alasan yang meyesatkan dan ikut-ikutan tanpa dasar yang tidak berlandaskan pada agama ataupun akal. Allahu a lam bish-shawab Buku : Panduan Fiqih Praktis bagi Wanita, penulis : Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan; penerjemah : Muhtadin Abrori, Editor : Ayip Syafrudin, Abu Ziyad Abdullah Majid ; Penerbit : Pustaka Sumayyah, Cet. Ke-3. Hal. : 45-49.