Model Expertise Management System di Universitas Negeri Semarang

dokumen-dokumen yang mirip
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSURATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA JAKARTA

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. ABSTRAK... iv. MOTTO... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR GAMBAR...

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMESANAN PAKET PERNIKAHAN PADA CV. SABILLAH MANDIRI JAKARTA

SISTEM KOMPUTERISASI PSKB (PENJUALAN SPAREPART, SERVIS KENDARAAN BERMOTOR) PADA ANUGRAH MOTOR PURBALINGGA

BAB 1 PENDAHULUAN. bertambah pula fasilitas umum Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum

Yang menjadi rumusan masalah dalam pengerjaan proyek akhir ini adalah sebagai berikut :

ABSTRAK. Kata Kunci : Peramalan, Least Square, Moving Average

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini digunakan landasan teori yang

WEBSITE PT. LUMENINDO GILANG CAHAYA MENGGUNAKAN METODE WATERFALL

2.2.4 Nilai Informasi Pengertian Sistem Informasi Manfaat Sistem Informasi Komponen Sistem Informasi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

KATA PENGANTAR. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:

BAB III PEMBAHASAN. Dalam pembuatan sistem informasi pengarsipan surat ini mempunyai dua

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian adalah cara ilmiah dalam mendapatkan suatu data,

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. CV. Kayu Laris adalah suatu usaha yang bergerak dibidang perdangangan

BAB III LANDASAN TEORI

SISTEM INFORMASI PELAYANAN PERIZINAN DAN PENANAMAN MODAL PADA BP3MD PROVINSI SUMATERA SELATAN

PENGEMBANGAN APLIKASI PENGOLAHAN NILAI SISWA BERBASIS WEB DI SEKOLAH DASAR NEGERI

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KURSUS MUSIK BERBASIS WEB (STUDI KASUS MASTER MUSIC COURSE DI PURWAKARTA)

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii. ABSTRAK... iii. PROLOG... iv. KATA PENGANTAR... v. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR...

RANCANG BANGUN APLIKASI BUKU INDUK SISWA BERBASIS WEB PADA MTs NEGERI KERTAJATI

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

Bab 3. Metode Perancangan

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xxiii BAB I PENDAHULUAN... 1

SISTEM INFORMASI RESERVATION KAMAR HOTEL BERBASIS WEB PADA MESRA BUSINESS & RESORT HOTEL

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di

BAB I PENDAHULUAN. dari pemikiran-pemikiran manusia yang semakin maju, hal tersebut dapat. mendukung bagi pengembangan penyebaran informasi.

SISTEM INFORMASI PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN KUDUS

LAPORAN TUGAS AKHIR... ii. LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... iii. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iv. SURAT PERNYATAAN... v. MOTTO DAN PERSEMBAHAN...

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... viii DAFTAR GAMBAR... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang... 1

PENERAPAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING PADA SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN RUMAH BAGI KONSUMEN PT TERRASSIMA

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Aset IT Pada PT. Tirta Investama Plant Citeureup Berbasis Web

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Perumusan Masalah

DAFTAR ISI. repository.unisba.ac.id

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam

PENGEMBANGAN APLIKASI PENJUALAN DAN PEMBELIAN BAHAN BANGUNAN DI TOKO BAGJA JAYA MENGGUNAKAN METODOLOGI WATERFALL

DAFTAR ISI. LAPORAN TUGAS AKHIR... ii. HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN... iii. LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... iv. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI...

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang


BAB I PENDAHULUAN. yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu

SISTEM INFORMASI PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DI BADAN ARSIP DAERAH SUMATERA SELATAN DI PALEMBANG MENGGUNAKAN DELPHI 2007 DAN SQL SERVER 2008

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Apotek Berbasis Client-Server (Studi Kasus: Apotek Bakita Kubu Raya)

SISTEM PENJADWALAN UJIAN DOKTOR PADA PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO. Rizka Ella Setyani, Sukmawati Nur Endah

3.3 Metode Pengumpulan Data Studi Pustaka ( Library Research Method Wawancara ( Interview

SISTEM INFORMASI PENJUALAN BAHAN BANGUNAN PADA TOKO LUWES SEMARANG

REKAYASA PERANGKAT LUNAK. 3 sks Sri Rezeki Candra Nursari reezeki2011.wordpress.com

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

MAKALAH REKAYASA PERANGKAT LUNAK ( SIKLUS HIDUP PERANGKAT LUNAK )

DAFTAR ISI... HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING... HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI... SURAT PERNYATAAN KARYA ASLI TUGAS AKHIR..

SISTEM PEMESANAN TIKET PADA JOGLOSEMAR EXECUTIVE SHUTTLE BUS SEMARANG

BAB V PENUTUP Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA... 96

Perancangan Sistem Informasi Laboratorium (SILAB) Terintegrasi Di Laboratorium Pelatihan Komputer STKIP PGRI Sumatera Barat

DAFTAR ISI. ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... xii. DAFTAR TABEL...xvii BAB I PENDAHULUAN Tujuan...

BAB III METODE PENELITIAN. Dalam penelitian ini, alat yang di gunakan adalah sebagai berikut: 1. Perangkat Keras (Hardware)

1. Kedua orang tua, dan saudara penulis yang selalu memberikan doa dan semangat untuk penulis.

BAB III PEMBAHASAN. Perancangan Antarmuka meliputi perancangan struktur menu dan perancangan tampilan pada tampilan user.

Angkasa Pura Digital Signage pada Bandar udara Syamsudinnor Banjarmasin

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PARKIR KENDARAAN BERMOTOR RUMAH SAKIT ELISABETH PURWOKERTO MENGGUNAKAN VISUAL BASIC VERSI 6.0

BAB I PENDAHULUAN. mempermudah pekerjaan terutama untuk sebuah instansi pemerintahan atau

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PASIEN PADA RUMAH BERSALIN DAN KLINIK BIDAN JURNALIS MENGGUNAKAN VB.NET

PERANCANGAN APLIKASI PERHITUNGAN GAJI KARYAWAN PADA KAMPUS POLITEKNIK GANESHA MEDAN

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. Jakarta dan sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan pusat bisnis di Ibukota

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek data penulis adalah Sistem Informasi Penjualan Produk untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Semakin berkembangnya teknologi saat ini, memacu Perusahaan PT. DASS

SISTEM INFORMASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP PGRI BATURRADEN

3 METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat 3.2 Tahapan Penelitian

Sistem Informasi Tracer Study Alumni Universitas Negeri Semarang Dengan Aplikasi Digital Maps

PENGEMBANGAN APLIKASI LAYANAN PERTANAHAN BERBASIS WEB PADA KANTOR BPN (BADAN PERTANAHAN NASIONAL) KABUPATEN BADUNG

KATA PENGANTAR. Assalamualaikum wr. wb.

NASKAH PUBLIKASI PROYEK TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN SISTEM APLIKASI TRANSAKSI KOPERASI YUDI JAYA WONOSOBO

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Hendra Kurniawan Jurnal Informatika, Vol. 11, No. 2, Desember 2011

Gambar 4.1 Flowchart

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II LANDASAN TEORI... 7

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN BARANG PADA TOKO USAHA BARU SUMPIUH. Oleh : Wahyu Andri Turdiawan Teknik Informatika,STMIK Amikom Purwokerto

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB I PENDAHULUAN. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung adalah salah

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... vii. DAFTAR GAMBAR... xiii. DAFTAR TABEL... xviii

DAFTAR ISI. SAMPUL DEPAN... i. HALAMAN JUDUL... ii. LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING... iii. LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI... iv. SURAT PERNYATAAN...

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN BERKAS USUL KENAIKAN PANGKAT PADA BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF PADA PT DIHITAL JAYA SOLUSI

SISTEM PENGOLAHAN DATA OPERASIONAL GARDU INDUK PADA PT PLN (PERSERO) UNIT PELAYANAN TRANSMISI SEDUDUK PUTIH

BAB I PENDAHULUAN. berada di berbagai belahan dunia. Melalui media ini, mereka dapat memperoleh

DAFTAR ISI. Halaman ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii. DAFTAR ISI... x. DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xix. DAFTAR LAMPIRAN...

Transkripsi:

Scientific Journal of Informatics Vol. 1, No. 2, November 2014 p-issn 2407-7658 http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/sji e-issn 2460-0040 Model Expertise Management System di Universitas Negeri Semarang Aji Purwinarko 1, YL Sukestiyarno 2 1 Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA, Universitas Negeri Semarang 2 Jurusan Matematika, FMIPA, Universitas Negeri Semarang Email: 1 aji.purwinarko@mail.unnes.ac.id, 2 yarno2009@yahoo.com Abstrak Pemanfaatan sistem informasi sebagai penopang organisasi tidak dapat dipungkiri lagi, dimana setiap bagian dari organisasi diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat dan akurat kepada setiap end user. Salah satu bentuk layanan sistem informasi tersebut adalah Expertise Management System (EMS). EMS dikembangkan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) memiliki kemampuan untuk menyajikan data tentang pakar-pakar yang telah dimiliki UNNES kepada end user. Desain EMS melalui tahap prototype (analisis, perancangan, desain sistem, DFD, ERD, dan desain skema database), pemrograman, pengujian dan pemeliharaan. Melalui EMS ini pula, UNNES dapat menawarkan pakar-pakarnya untuk berkolaborasi dalam penelitian maupun kegiatan lainnya, sehingga dengan sendirinya akan memperkuat posisi UNNES di dalam persaingan tingkat regional maupun global. Kata Kunci: Expertise management system, Expertise, Management system 1. PENDAHULUAN Sebuah sistem informasi bertujuan untuk menyajikan informasi yang diperlukan dalam mengelola organisasi agar berjalan secara efektif dan efisien [1]. Sistem informasi membantu organisasi memfasilitasi pengumpulan, pencatatan, organisasi, pengambilan, dan penyebaran informasi. Pengetahuan yang terkumpul tergabung dalam kebijakan dan prosedur di dalam organisasi kemudian disebarluaskan kepada para `pemangku kepentingan [2]. Salah satu bentuk sistem informasi tersebut adalah melalui Expertise Management System (EMS). Definisi expertise adalah kepakaran [3], keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ahli [4]. Sehingga, EMS merupakan suatu sistem informasi yang menyajikan data mengenai keterampilan atau pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ahli. EMS dapat membantu anggota organisasi menemukan orang lain untuk menjawab pertanyaan serta memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas yang dikerjakan [5]. Melalui EMS yang dikembangkan di lingkungan Universitas Negeri Semarang (UNNES), diharapkan UNNES dapat menyajikan dan menawarkan pakar-pakar yang dimilikinya untuk berkolaborasi dalam penelitian maupun kegiatan lain, sehingga dengan sendirinya akan memperkuat posisi UNNES di dalam persaingan tingkat regional maupun global. Selain itu, EMS juga diharapkan menyajikan data yang akurat dan up to date [6]. 177

Aji Purwinarko, YL Sukestiyarno 2. METODOLOGI Pengembangan EMS dilakukan dengan menggunakan model System Development Life Cycle (SDLC) atau lebih dikenal sebagai waterfall model (model air terjun) [7-8]. Model ini terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut. 2.1. Analisis dan Definisi Persyaratan Batasan dan tujuan ditentukan melalui konsultasi dengan pengguna sistem dan persyaratan yang diperoleh didefinisikan secara rinci serta berfungsi sebagai spesifikasi sistem. 2.2. Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak Perancangan sistem dan perangkat lunak dapat digambarkan melalui beberapa hal berikut. 2.2.1 Data Flow Diagram (DFD) DFD [9] digunakan sebagai model analisis sistem perangkat lunak yang diimplementasikan dengan pemrograman terstuktur. DFD adalah representasi grafik yang menggambarkan aliran informasi dan transpormasi informasi yang diaplikasikan sebagai data yang mengalir dari input (masukan) dan output (keluaran). Berikut penjelasan lain mengenai DFD. (a) DFD Level 0 menggambarkan sebuah sistem yang akan dibuat sebagai suatu entitas tunggal yang akan berinteraksi dengan orang atau sistem yang lain, (b) DFD Level 1 merupakan hasil breakdown DFD Level 0 yang sebelumnya sudah dibuat dan (c) DFD Level 2 merupakan semua proses yang menyusun DFD Level 1. 2.2.2 Entity Relationship Diagram (ERD) ERD [10] merupakan suatu model yang digunakan untuk menggambarkan data dalam bentuk entitas, atribut, dan hubungan antar entitas. ERD tidak mencerminkan bentuk fisik, melainkan hanya bentuk konseptual. Kardinalitas relasi [11] dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka (1 dan 1 untuk relasi satu-ke-satu, satu dan N untuk relasi satu-ke-banyak, atau N dan N untuk relasi banyak-ke-banyak). 2.3. Implementasi dan Pengujian Unit Perancangan perangkat lunak direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasinya. 2.4. Integrasi dan Pengujian Sistem Unit program atau program individual diintegrasikan dan diuji sebagai sistem yang lengkapuntuk menjamin bahwa persyaratan sistem telah terpenuhi. 178 Scientific Journal of Informatics, Vol. 1, No. 2, November 2014

Model Expertise Management System di Universitas Negeri Semarang 2.5. Pemeliharaan Pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai error yang tidak ditemukan pada tahap-tahap terdahulu, perbaikan atas implementasi unit sistem dan pengembangan pelayanan sistem, sementara persyaratan-persyaratan baru ditambahkan. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. DFD Dalam DFD konteks EMS diperlihatkan beberapa hal sebagai berikut. (a) Pengguna yang dapat mengakses EMS adalah Tamu, Dosen dan Admin, (b) Tamu dapat mengakses data pakar, (c) Dosen dapat melakukan login sebagai dosen untuk mengubah kepakaran dan (d) Admin berperan sebagai pengelola EMS dapat login untuk menambahkan pengguna maupun mengubah password. DFD dari EMS seperti terlihat pada Gambar 1. 3.2. ERD Gambar 1. Diagram konteks EMS Di dalam ERD dari EMS diperlihatkan bahwa user mempunyai level, kemudian user dapat mengakses menu sesuai dengan level yang dimilikinya. User yang memiliki level dosen dapat mengubah data bidang ilmu dan sub bidang ilmu sesuai dengan kepakaran yang dimilikinya. User yang memiliki level prodi, dapat mengakses data dosen dalam prodi tersebut. ERD dari EMS ditunjukkan oleh Gambar 2. Scientific Journal of Informatics, Vol. 1, No. 2, November 2014 179

Aji Purwinarko, YL Sukestiyarno 3.3. Skema Database Gambar 2. ERD dari EMS ERD dari EMS sebagai dasar dari pembuatan skema database. Entitas yang terdapat di dalam skema database disesuaikan dengan ERD. Berikut adalah skema database seperti diperlihatkan pada Gambar 3. Gambar 3. Skema database dari EMS 180 Scientific Journal of Informatics, Vol. 1, No. 2, November 2014

Model Expertise Management System di Universitas Negeri Semarang 3.4. Laman EMS Laman EMS terdiri dari beberapa laman utama. Laman login seperti ditunjukkan Gambar 4 merupakan laman yang digunakan untuk masuk ke dalam sistem. Laman pengguna seperti ditunjukkan oleh Gambar 5 digunakan untuk menambah, mengubah maupun menghapus pengguna sistem, laman ini hanya bisa diakses oleh admin. Laman ubah profil seperti terlihat pada Gambar 6 berfungsi untuk mengubah kata kunci pengguna. Laman kepakaran seperti terlihat pada Gambar 7 digunakan oleh dosen untuk mengubah data kepakaran. Laman kepakaran dosen seperti Gambar 8 digunakan oleh prodi untuk melihat kepakaran dosen dalam prodi tersebut. Gambar 4. Laman login Gambar 5. Laman pengguna Scientific Journal of Informatics, Vol. 1, No. 2, November 2014 181

Aji Purwinarko, YL Sukestiyarno Gambar 6. Laman profil Gambar 7. Laman kepakaran 182 Scientific Journal of Informatics, Vol. 1, No. 2, November 2014

Model Expertise Management System di Universitas Negeri Semarang Gambar 8. Kepakaran dosen 4. SIMPULAN Berdasakan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa EMS dapat mendokumentasikan kepakaran seorang dosen, sehingga membantu end user untuk menelusuri dosen dengan kepakaran tertentu. Penelusuran dalam penelitian ini dapat dikembangkan dengan menghubungkan dengan hasil publikasi atau karya ilmiah dosen, sehingga akan mendapatkan kepakaran dosen yang lebih akurat. 5. REFERENSI [1] Sharma, NK. 2012. Management Information System. International Journal of Management, IT and Engineering. Vol. 2: 553-570. [2] Bapat, HB., Soni, V. 2015. Management Information System: Are you missing the Bus?(A Case Research). [3] Echols, JM., Shadily, H. 2000. Kamus Inggris-Indonesia. Gramedia, Jakarta. [4] Merriam-Webster. 2004. Merriam-Webster's collegiate dictionary. Merriam- Webster. [5] Ackerman MS, McDonald D, Lutters W, Muramatsu J. 1999. Recommenders for expertise management. Workshop on" Recommender Systems: Algorithms and Evaluation" at the 1999 ACM International Conference on Research and Development in Information Retrieval (SIGIR'99). Sigir, 1999. [6] Varshney, KR., Chenthamarakshan, V., Fancher, SW., Wang, J., Fang, D., Mojsilović. 2014. A.: Predicting employee expertise for talent management in the enterprise. Proceedings of the 20th ACM SIGKDD. International conference on Knowledge discovery and data mining. ACM, 2014. [7] Pressman, RS. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak II edn. Andi, Yogyakarta. [8] Sommerville, I. 2003. Software Engineering 6 edn. Erlangga, Jakarta. [9] A.S. R, Shalahuddin M. 2013. Rekayasa Perankat Lunak Terstruktur dan Berorientasi Objek. Informatika, Bandung. Scientific Journal of Informatics, Vol. 1, No. 2, November 2014 183

Aji Purwinarko, YL Sukestiyarno [10] Kadir A. 2008. Dasar Perancangan & Implementasi Database Relasi 1 edn. Andi, Yogyakarta. [11] Fathansyah. 2007. Basis Data. Informatika, Bandung. 184 Scientific Journal of Informatics, Vol. 1, No. 2, November 2014