Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

dokumen-dokumen yang mirip
Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Health and Sport

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

ARTIKEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BERGULING SENAM LANTAI

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLES NON EXAMPLES SISWA KELAS II B

Unnes Journal of Sport Sciences

Joyful Learning Journal

Joyful Learning Journal

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Joyful Learning Journal

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MERODA PADA SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 SIDOHARJO SRAGEN TAHUN AJARAN 2015/2016

PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DENGAN CUTTING ENGINE

Joyful Learning Journal

ARTIKEL PENERAPAN MODEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO-VISUAL

IMPLEMENTASI KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BERGULING SENAM LANTAI

PENERAPAN METODE PEMBERIAN TUGAS PEMBUATAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MATERI GEOGRAFI POLITIK MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL DAN SMALL GROUP DISCUSSION DI KELAS A/B STKIP PGRI PADANG

Journal of Physical Education, Health and Sport

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

MODEL KOOPERATIF STAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BERGULING SENAM LANTAI

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

MODEL KOOPERATIF NHT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BERGULING SENAM LANTAI

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

ARTIKEL JURNAL. Oleh: Ahmad HeruWibowo NIM

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

THE USE OF POSITIVE NEGATIVE CARDS TO INCREASE LEARNING ACHIEVEMENT OF INTEGERS FOR FOURTH GRADE STUDENTS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan penelitian

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XII, No. 1, Tahun 2014 Shinta Agustina Siregar & Sukanti 1-13

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALISATION

MENINGKATKAN KETERAMPILAN HITUNG PENJUMLAHAN PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PERMAINAN BUJUR SANGKAR AJAIB KELAS II SD 1 PEDES ARTIKEL JURNAL

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

ARTIKEL PENELITIAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN

IMPROVEMENT OF SCIENCE LEARNING OUTCOMES THROUGH GROUP INVESTIGATION IN VB

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPS DENGAN PENDEKATAN PETA KONSEP DI SDN 07 GURUN LAWEH NANGGALO PADANG

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSESDI KELAS IV SD NEGERI 22 SALIMPATKABUPATEN SOLOK

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CBSA PADA PESERTA DIDIK KELAS V.A SDN 18 LEMBAH MELINTANG Arjuni 1)

Oleh: Ari Herliyanto, Pendidikan Teknik Elektronika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.

E_journal Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Pendidikan Ganesha (Volume 6, No.3, Tahun 2016)

ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF STAD MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PASSING CONTROL SEPAKBOLA

Joyful Learning Journal

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH SOLVE CREATE SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI 13 PEKANBARU

Economic Education Analysis Journal

PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE GLOBAL PADA SISWA KELAS I SD NEGERI KAPUKANDA ARTIKEL JURNAL

Oleh. Ni Wayan Purni Lestari,

Murniati 1,sainab 2. Kata Kunci : Hasil Belajar Kognitif, IPA Terpadu, Model Pembelajaran Aktif, dan Quiz Team

Meningkatkan Aktivitas, Respon, dan Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR MERAKIT PERSONAL KOMPUTER MENGGUNAKAN STRUCTURED DYADIC METHODS (SDM)

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI TERBIMBING DI KELAS V SD NEGERI TERBAHSARI ARTIKEL SKRIPSI

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS VI SD NEGERI 30 SUNGAI NANAM KABUPATEN SOLOK

PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW DENGAN MEDIA GRAFIS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV JURNAL OLEH

Automotive Science and Education Journal

Joyful Learning Journal

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Fashion and Fashion Education Journal

TEKNIK DASAR LOMPAT JAUH MELALUI MEDIA ALAT PERAGA KOTAK DI SDN 15 BELITANG UBAH ARTIKEL ILMIAH

LINDA ROSETA RISTIYANI K

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTRUKTIVISME DI KELAS V SDN 07 GURUN LAWEH KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN SMASH PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI PEMBELAJARAN GAYA KOMANDO

PENERAPAN TEKNIK BERMAIN KARTU PINTAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA

Penggunaan Modul Pembelajaran

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LONCAT HARIMAU DALAM SENAM LANTAI MELALUI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS X MESIN 1 SMK PGRI 1 SURAKARTA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 003 KOTO PERAMBAHAN

Joyful Learning Journal

LEMPAR LEMBING DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN LEMPAR TURBO DI SEKOLAH DASAR NEGERI 19 SERIRANG

PENERAPAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SMP N 1 BANGUNTAPAN

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MERODA

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

SKRIPSI. Oleh: DWIHARSO LISTIAWAN K FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PENERAPAN PENGAJARAN REMEDIAL INCREASE OF LEARNING ENGLISH THROUGH APPLICATION REMEDIAL TEACHING

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

ARTIKEL IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF NHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SENAM LANTAI

PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING PERMAINAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 05 METRO SELATAN

Penerapan Teknik Modelling dan Latihan untuk Meningkatkan Keterampilan Senam Aerobik dan Senam Lantai

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

Transkripsi:

ACTIVE 4 (5) (2015) Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr PENINGKATAN HASIL BELAJAR GULING DEPAN MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA KELAS VIII SMP NEGERI 5 SEMARANG TAHUN 2013 Riski Amanuloh Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima Februari 2014 Disetujui April 2015 Dipublikasikan Mei 2015 Keywords: audio-visual medium of learning; motivation to learn; learning outcomes Abstrak Penelitian ini bertujuan adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui media audio visual pada pembelajaran senam guling depan di kelas VIII SMP Negeri 5 Semarang. Metode yang digunakan penelitian deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi, dan angket. Pada siklus I diperoleh rerata skor hasil belajar 70,2 kategori (baik) diambil dari 3 aspek kriteria penilaian yaitu psikomotor nilai rerata (71.8), afektif nilai rerata (68.5) dan kognitif nilai rerata (70.4), disimpulkan bahwa hasil belajar siswa sudah cukup baik akan tetapi perlu di tingkatkan lagi. Siklus II diperoleh rerata skor hasil belajar 85,8 kategori (baik) diambil dari 3 aspek kriteria penilaian yaitu psikomotor nilai rerata (88.3), afektif nilai rerata (85.0) dan kognitif nilai rerata (84.2), disimpulkan bahwa hasil belajar siswa sudah baik (Tuntas Semua) sesuai dg KKM yang ditetapkan yaitu (80,00). Disimpulkan terjadi peningkatan skor hasil belajar siswa. Dengan demikian pemanfaatan media pembelajaran audio visual pada pembelajaran senam guling depan dapat meningkatkan motivasi, pemahaman dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Semarang. Abstract The purpose of this research is to improve student learning outcomes through audio-visual media in teaching gymnastics at the front of the class bolsters SMP Negeri 5 Semarang. This study used a descriptive quantitative research methods and types of research is a class action consisting of four stages : planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques used were tests, observation sheets and questionnaires. In the first cycle of learning outcomes obtained a mean score of 70.2 category ( good ) taken from three aspects, namely psychomotor assessment criteria a mean value ( 71.8 ), affective a mean value ( 68.5 ) and cognitive the mean value ( 70.4 ), the results it can be concluded that student learning outcomes are good enough but needs to be improved. While in Cycle II study results obtained mean score of 85.8 category ( good ) taken from three aspects, namely psychomotor assessment criteria with a mean value ( 88.3 ), affective with a mean value ( 85.0 ) and cognitive with the mean value ( 84.2 ), of the results can be concluded that student learning outcomes have been good ( Completed All) in keeping with KKM in the set, namely ( 80.00 ). Can be summed scores increased student learning outcomes. Thus the use of audio-visual media in teaching learning gymnastics forward roll can increase motivation, comprehension and learning outcomes eighth grade students of SMP Negeri 5 Semarang. 2015 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung F2 Lantai 2 FIK Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: amanuloh@gmail.com ISSN 2252-6773 1814

PENDAHULUAN Perkembangan pendidikan dewasa ini semakin dirasakan kemajuannya dalam menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, yang menimbulkan perubahan-perubahan besar dalam bidang tata kehidupan manusia. Hal ini memberi pengaruh besar bagi negara-negara yang sedang berkembang untuk mengejar ketinggalan guna menyesuaikan dengan negara-negara lain. Pemerintah berusaha menyempurnakan sistem pendidikan nasional guna mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dimana pendidikan diharapkan dapat menghasilkan tenaga-tenaga yang terdidik, terlatih dan kreatif untuk dapat mengembangkan prestasinya sesuai dengan tujuan pendidikan. Salah satu upaya dan kebijakan pemerintah untuk mencapai tujuan pendidikan, diantaranya wajib belajar 9 tahun, peningkatan mutu pendidikan guru-guru yang dimaksud sebagai usaha dalam peningkatan kualitas guru dan potensi belajar siswa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Suatu kegiatan belajar mengajar akan lebih baik bila ditunjang oleh kemampuan guru dalam menciptakan suatu interaksi yang dinamis yang mengacu pada pencapaian instruksional khusus merupakan salah satu kriteria keberhasilan dalam proses pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran harus mampu merencanakan, menetapkan tujuan, mempersiapkan materi, memilih metode dan alat bantu yang tepat dalam proses pembelajaran agar proses pembelajaran berjalan efektif, serta tercapainya tujuan pembelajaran. Ukuran keberhasilan siswa, disatu pihak membantu guru untuk dapat memahami seberapa jauh pencapaian tujuan, tatapi kesulitan lainnya adalah ukuran itu berlaku secara merata bagi setiap siswa. Padahal seperti diketahui bahwa para siswa bersifat spesifik sesuai dengan kemampuannya masing-masing bahkan penetapan tujuan dan ukuran keberhasilan yang terlampau sukar dapat mengakibatkan kesan para siswa gagal ketika menyelesaikan tugas-tugas ajar tersebut. Maka tidak heran apabila dalam pemberian pembelajaran senam lantai para siswa dituntut untuk mampu melakukan gerakan tersebut dengan baik seperti pada kompetensi dasar yang ada yaitu (1) mempraktikkan rangkaian senam lantai tanpa alat serta nilai percaya diri, kerja sama, disiplin, keberanian, dan keselamatan, dan (2) mempraktikkan beberapa rangkaian senam lantai, serta nilai keberanian, kedisiplinan, keluwesan dan estetika. Depdiknas (2005:13). Senam yang dikenal dalam bahasa indonesia sebagai salah satu cabang olahraga merupakan terjemahan langsung dari bahasa inggris Gymnastics, atau Belanda Gymnastiek. Gymnastics sendiri dalam bahasa aslinya merupakan serapan kata dari bahasa yunani, gymnos yang berarti telanjang (Agus Mahendra, 2000:7-8).Pembelajaran senam lantai yang sering diajarkan di sekolah adalah guling depan (Forward roll), guling belakang (backward roll), gerakan lenting, sikap kayang, sikap lilin, berdiri tangan (handstand), dan berdiri kepala (kopstand). Dalam hal ini peneliti mengambil satu pokok bahasan saja yaitu guling depan (Forward roll), menurut peneliti siswa masih banyak belum menguasai guling depan dengan baik. Untuk itu peneliti tertarik untuk mengambil materi ini dengan menggunakan media pembelajaran audio visual di kelas VIII SMP Negeri 5 Semarang. Media pembelajaran audio visual ini ini belum pernah diberikan pada saat pembelajaran senam khususnya pada materi guling depan. Selama ini peneliti mengajarkan pembelajaran guling depan dengan metode komando atau metode demostrasi sehingga siswa kurang terbantu dalam memahami setiap gerakan Forward roll (guling depan). Salah satu media yang dapat menampilkan gambar bergerak adalah media video.video yang dapat menghasilkan tayangan gambar bergerak sekaligus menghasilkan suara sehingga diklasifikasikan pula sebagai media audio-visual. Lebih dari itu, tayangan dengan video dapat menampilkan format pembesaran gambar atau zoom, dapat mengendalikan 1815

penayangan seperti mempercepat, memperlambat, memperbesar, menghentikan tayangan, atau mengulang-ulang tayangan yang dianggap perlu. Hal ini menjadikan media video sebagai pilihan alat bantuyang efektif serta dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti ingin mengetahui bagaimana Peningkatan Hasil Belajar Guling Depan Melalui Media Pembelajaran Audio Visual Pada Kelas Viii Smp Negeri 5 Semarang Tahun 2013 METODE Kemmis dan Mc. Taggart (1988) PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut.penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc. Taggart ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) didefinisikan sebagai suatu penelitian tindakan (action research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas) proses pembelajaran di kelasnya malaluitindakan (treatment) tertentu didalam suatu siklus (Kunandar, 2008: 45). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 5 Semarang Kelas VIII C yang berjumlah 25 siswa tahun ajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, lembar observasi, dan angket. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu: (1) Uji Keterampilan, untuk mengetahui kemampuan siswa secara psikomotor. Terdiri dari 4 aspek penilaian pada siklus pertama, dan 4 aspek penilaian pada siklus kedua.(2) Tes Tertulis, untuk mengetahui kemampuan siswa secara kognitif (pemahaman konsep gerak). Terdiri dari 1 soal pada siklus pertama, dan 1 soal pada siklus kedua.(3) Lembar penilaian Afektif, untuk mengetahui sikap siswa selama proses pembelajaran, lembar ini digunakan peneliti untuk menilai siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Lembar penilaian ini terdiri dari 4 aspek/kriteria penilaian afektif siswa.(4) Lembar Observasi Guru, untuk memperoleh data tentang kemampuan guru (peneliti) dan keefektifan media pembelajaran proses pembelajaran (KBM). (5) Angket Siswa, untuk memperoleh data mengenai respon siswa tentang penggunaan media audio visual pada materi guling depan. Dari beberapa data yang telah dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data, maka data tersebut diolah sehingga menjadi data sebenarnya dengan pengolahan melalui analisis data. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif.analisis kualitatif yaitu mendeskripsikan data-data yang terkumpul secara verbal.sedangkan analisis kuantitatif yaitu menganalisis data dengan menggunakan rumus-rumus. Dengan telah dilaksanakan pembelajaran yang menggunakan media audio visual, rangkaian gerakan guling depan kemudian di ujikan kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Batas ketercapaian hasil belajar siswa didasarkan pada KKM yang terdapat di sekolah, yaitu 80.Siswa yang memperoleh nilai diatas 80 dinyatakan lulus. Kriteria kelas dinyatakan tuntas belajar jika 100% hasil belajar siswa melebihi batas KKM dan rata-rata kelas mencapai 80% yang telah ditentukan. Data yang diperoleh dari hasil tes kemudian diolah dan dihitung melalui penyekoran dan menilai setiap siswa dan menghitung rata-rata kelas. Untuk menghitung rata-rata kelas adalah : Rata-rata = (ΣX = Jumlah seluruh nilai siswa, N= Banyaknya Siswa(Sumber: Arikunto: 2009)) Kemudian mencari ketuntasan belajar siswa dengan rumus sebagai berikut: 1816

Skor Riski Amanuloh / Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 4 (5) (2015) Menghitung ketuntasan belajar: TB= ΣN/N x 100% (TB= Ketuntasan Belajar Siswa (%), ΣN = Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM, N= Jumlah Siswa) Untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar siswa, maka dilakukan dengan cara perhitungan seperti dibawah ini: Presentasi Peningkatan = (Jumlah Siswa yang Tuntas (siklus selanjutnya-siklus sebelumnya) / (Jumlah Siswa) x 100% HASIL DAN PEMBAHASAN Pada siklus I diperoleh rerata skor hasil belajar sebesar 70,2 kategori (baik) yang diambil dari 3 aspek kriteria penilaian yaitu psikomotor dengan nilai rerata (71.8), afektif dengan nilai rerata (68.5) dan kognitif dengan nilai rerata (70.4), dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa sudah cukup baik akan tetapi perlu di tingkatkan lagi karena batas minimal KKM yang di tetapkan oleh SMP N 5 Semarang adalah 8,00 maka 6 siswa dinyatakan tuntas dan 19 siswa dinyatakan belum tuntas. Sedangkan pada Siklus II diperoleh rerata skor hasil belajar sebesar 85,8 kategori (baik) yang diambil dari 3 aspek kriteria penilaian yaitu psikomotor dengan nilai rerata (88.3), afektif dengan nilai rerata (85.0) dan kognitif dengan nilai rerata (84.2), dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa sudah baik (Tuntas Semua) sesuai dg KKM yang di tetapkan yaitu (80,00). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan pemanfaatan media pembelajaran audio visual pada siklus I dan siklus II dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.hal tersebut sejalan dengan pengujian yang menunjukan perbedaan yang signifikan antara sebelum intervensi tindakan dilakukan dan setelah dilakukan berbagai desain-desain tindakan dalam pembelajaran. Setelah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran penjasorkes materi guling depan, hasil belajar siswa mengalami peningkatan siklus II yakni sebesar 15,6%. Hal ini menunjukan pemanfaatan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa. 100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Grafik.1 Hasil Belajar Siswa Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada materi guling depan yang terjadi pada siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa dari yang sebelumnya siklus I hanya 24% siswa yang mencapaik KKM meningkat menjadi 100% siswa mencapai KKM pada siklus yang ke II. SIMPULAN Siklus ISiklus II Afektif 68,5 85 Kognitif 70,4 84,2 Psikom otor 71,8 88,3 Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan pada penelitian ini adalah Setelah kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran penjasorkes materi guling depan, hasil belajar siswa mengalami peningkatan siklus II yakni sebesar 15,1%. Hal ini menunjukan pemanfaatan media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada materi guling depan yang terjadi pada 1817

siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa 100% siswa mencapai KKM. Hal ini menunjukan pemanfaatan media konsep gerak yang lebih detail dan konkret sehingga siswa mudah untuk memahami setiap gerakan guling depan yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terdapat pengaruh pemahaman belajar terhadap hasil belajar siswa.yakni semakin tinggi pemahaman belajar siswa semakin tinggi hasil belajarnya, begitupun sebaliknya.hal ini dapat dilihat dari siklus I dan II bahwa hasil siklus I yang motivasinya rendah hasil belajar siswanya hanya mencapai KKM 24%, dan hasil belajar siswa pada siklus II yang motivasinya tinggi hasil belajarnya mencapai KKM sebesar 100%. pembelajaran audio visual pada pembelajaran senam guling depan memperikan pemahaman DAFTAR PUSTAKA Agus Mahendra. 2000. Senam. Departemen Pendidikan Nasional. Kemmis, S & McTaggart, R. 1998.The Action Research Planner, Third Edition. Victoria: Deakin University. Suharsimi Arikunto. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara Kunandar.2010. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS, tersedia di http://balitbang.depdiknas.go.id, diunduh tanggal 22 juni 2010, h.4. 1818