INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP LAYANAN INFORMASI ARSIP STATIS

dokumen-dokumen yang mirip
INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP PENYEDIAAN INFORMASI ARSIP DINAMIS

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP ALIH MEDIA ARSIP

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP PENGOLAHAN ARSIP STATIS

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP AKUISISI ARSIP

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 13/IT3/PK/2012 Tentang KEBIJAKAN KEARSIPAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR REKTOR INSTITUT

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP PEMINDAHAN ARSIP INAKTIF

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP PEMUSNAHAN ARSIP

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

BERITA DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 7 TAHUN TENTANG

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

WALI KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BANDUNG,

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMBUATAN DAN PENGUMUMAN DAFTAR PENCARIAN ARSIP (DPA)

-2- MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS KOMISI PEMILIHAN UMUM. BAB I KETENTUAN UMUM

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BOGOR dan BUPATI BOGOR

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

- 1 - PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

1. TUJUAN 3. DEFINISI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Arsip Nasional Republik Indonesia

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

RANCANGAN PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI PERGURUAN TINGGI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 31 B 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 31 B TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI BADUNG PROVINSI BALI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 58 TAHUN 2014 TENTANG TATA KEARSIPAN PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 75 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN AKSES DAN LAYANAN ARSIP STATIS

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG

KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK dalam kerangka MANAJEMEN ARSIP

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 39 TAHUN 2013

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 51/Menhut-II/2011 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN KEMENTERIAN KEHUTANAN

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 64 TAHUN 2016 TENTANG

INSTITUT PERTANIAN BOGOR UNIT ARSIP PENGOLAHAN ARSIP INAKTIF

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA RI

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ARSIP FOTO

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LEMBAGA KEARSIPAN DAERAH (PROVINSI) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN

SALINAN PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR Nomor : 05/I3/HM/2010 Tentang PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK INSTITUT PERTANIAN BOGOR REKTOR INSTITUT

pemerintah maupun hak-hak keperdataan masyarakat maka penyelenggaraan kearsipan di lingkungan Kota Pangkalpinang harus dikelola secara komprehensif, d

NOMOR : 2 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI TAHUN 2014 BUPATI BEKASI PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN BEKASI NOMOR : 2 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 046 TAHUN 2017 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN PERUNDANGAN UNDANGAN

BUPATI MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT

PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 22/IT3/HM/2015 TENTANG PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK INSTITUT PERTANIAN BOGOR REKTOR INSTITUT

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 46 Tahun : 2015

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2016 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 49 TAHUN 2017 TENTANG

STANDAR OPERASIONAL LAYANAN DAN MANFAAT ARSIP

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PENELUSURAN, PENILAIAN, DAN VERIFIKASI ARSIP STATIS. Oleh : Anna Nunuk Nuryani, Dra

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG JADWAL RETENSI ARSIP FASILITATIF NON KEUANGAN DAN NON KEPEGAWAIAN

BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 31A 2010 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 31 A TAHUN 2010 TENTANG

KETENTUAN MENGENAI TOLOK UKUR DAN TATA CARA PENILAIAN KINERJA PIMPINAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.724, 2010 KEMENTERIAN PERTAHANAN. Kearsipan. Penyelenggaraan. Pedoman.

2017, No d. kearsipan untuk mendukung tata kelola organisasi yang baik; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huru

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 28 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN

JADWAL PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEARSIPAN TAHUN 2014 ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

PROVINSI JAWA BARAT KABUPATEN TASIKMALAYA PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2014 NOMOR 22

BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 93 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SISTEM PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PEMERINTAH DAERAH

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS PADJADJARAN NOMOR 70 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PENGELOLA UNIVERSITAS PADJADJARAN

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 48 TAHUN 2017 TENTANG

Tahapan Penyerahan Arsip Statis (Lengkap)

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN MALANG NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN

BAB I PENDAHULUAN. dinamis (fungsi administrasi) arsip juga sebagai memori kolektif (fungsi statis),

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 40 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN TATA KEARSIPAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG

Transkripsi:

NOMOR POB: 09/UA/2014 Uraian Nama Jabatan Tanda Tangan Disusun oleh Diperiksa oleh Disahkan oleh Kabid Layanan Arsip dan Pembinaan Kearsipan Kabid Akuisisi dan Pengolahan Arsip Kepala Unit Arsip Institut Pertanian Bogor 1 Oktober 2014 13 Oktober 2014 1 Desember 2014 Status Dokumen No. Distribusi Terkendali / Tidak Terkendali Hal 1 dari 10

SEJARAH PERUBAHAN DOKUMEN FRM/UA/2014 1 Desember 2014 Catatan Perubahan Alasan Perubahan Hal 2 dari 10

1. Tujuan Mengatur proses layanan informasi arsip di Unit Arsip IPB untuk menjamin proses layanan informasi publik dengan baik. 2. Ruang Lingkup Arsip yang dilayankan meliputi arsip inaktif yang mempunyai retensi 10 tahun keatas, maupun arsip statis baik tekstual maupun elektronik. Proses pelayanannya meliputi layanan keanggotaan, layanan peminjaman, layanan pemesanan, layanan scanning, dan layanan fotocopy, baik secara datang langsung ataupun tidak langsung (melalui telpon, sms, emali, faks, atau surat) 3. Istilah / Definisi (1). Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (2). Arsip inaktif adalah adalah arsip yang frekuensi penggunaannya telah menurun. (3). Arsip statis.adalah arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan. (4). Informasi publik adalah informasi yang dihasilkan,disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang- Undang ini serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. Hal 3 dari 10

4. Referensi / Acuan (1). Undang-Undang 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik. (2). Undang-Undang 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan, pasal 36 ayat (4). (3). Peraturan Pemerintah RI 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan. (4). Permendikbud 60 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Arsip dan Dokumentasi serta Informasi Publik di lingkungan Kemendikbud. (5). Peraturan Kepala ANRI 24 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kearsipan di Lingkungan Perguruan Tinggi. (6). Peraturan Rektor IPB 05/I3/HM/2010 Tentang Pengelolaan Informasi Publik IPB. (7). Peraturan Rektor IPB 13/IT3/PK/2012 Tentang Kebijakan Kearsipan IPB. 5. Ketentuan Umum (1). Layanan arsip inaktif hanya diberikan kepada pegawai IPB untuk kepentingan dinas. (2). Layanan arsip statis diberikan kepada semua kalangan sesuai peraturan yang tentang keterbukaan informasi publik. (3). Batas waktu peminjaman atau penggunaan arsip inaktif paling lama 5 (lima) hari kerja. (4). Layanan arsip statis hanya mencakup melihat/membaca, penggandaan, pemesanan dan tidak melayani peminjaman. (5). Berdasarkan hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan arsip statis sudah dapat dibuka (principle of legal authorization); (6). Ketersediaan sarana bantu penemuan kembali arsip statis (finding aids), baik manual maupun elektronik; Hal 4 dari 10

(7). Kondisi fisik dan informasi arsip statis yang akan diakses dan diberikan kepada pengguna arsip statis dalam keadaan baik; (8). Akses dan layanan arsip statis harus mempertimbangkan keamanan dan pelestarian, atau terhindar dari risiko kerusakan, kehilangan, dan vandalisme pengguna arsip statis; (9). Akses arsip statis dilaksanakan secara wajar, dengan pelayanan paling mendasar, tanpa biaya, kecuali dinyatakan lain/diatur dengan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak); (10). Ketersedian akses arsip statis dilakukan melalui prosedur yang jelas (transparan) kepada semua pengguna arsip statis tanpa membedakan (diskriminasi) apapun kebangsaannya, latar belakang, usia, kualifikasi atau kepentingan penelitiannya; (11). Prosedur akses harus sederhana mungkin untuk menjamin perlindungan arsip statis dan penghilangan, pengubahan, pemindahan atau perusakan. 6. Pengguna arsip statis Pengguna arsip statis di lingkungan perguruan tinggi adalah: (1) Pengguna internal A. Unit Administrasi, yang memiliki akses terhadap arsip statis, seperti kantor rektor, kantor pembantu rektor, kantor dekan, kantor kemahasiswaan, kantor registrasi, kantor keuangan, dan kantor pengelolaan fasilitas perguruan tinggi, kantor promosi, hubungan masyarakat, perizinan. Unit Administrasi umumnya membutuhkan layanan arsip statis yang berkaitan dengan: bukti transaksi-transaksi dan keputusan-keputusan penting bagifungsi-fungsi institusi; aktivitas-aktivitas kantor yang bertanggung jawab terhadap pengumpulan uang dan program untuk publik; Hal 5 dari 10

memorabilia yang mendukung interaksi penting dengan lulusan dari perguruan tinggi tersebut (misalnya oleh alumni yang pada prinsipnya bertanggung jawab untuk memelihara hubungan) dengan menyediakan akses terhadap arsip, yang membuat dan mendokumentasikan pengalaman mahasiswa program sarjana dan program pascasarjana. B. Mahasiswa dan dosen, yang berhubungan dengan institusi melalui pembelajaran tentang sejarah dan penempatan mereka dalam konteks tersebut. Akses terhadap arsip statis yang mendukung kurikulum dan pengenalan mereka terhadap penelitian kegembiraan dan kekerasan yang meningkatkan pengalaman edukasi. C. Majelis wali amanah (MWA), majelis guru besar (MGB) senat akademik, yang berhubungan dengan pengelolaan institusi perguruan tinggi oleh rektor atau sebutan nama lain; D. Fakultas, yang berhubungan dengan penelitian dari khazanah yang memberikan bahan-bahan unik, yang menarsiptasikan berbagai sejarah intelektual; catatan kontribusi individu; dan proses-proses penciptaan arsip seperti yang digambarkan dalam arsip-arsip institusi; E. Unit pelayanan teknis (UPT) atau sebutan nama lain, yang berhubungan dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. (2) Pengguna eksternal A. Alumni, yang memelihara hubungan lama dan membangun hubungan baru dengan institusi mereka melalui akses arsip. LKPT menyegarkan kembali pengetahuan mereka tentang sejarah dan misi institusi yang dirasakan oleh banyak alumni sebagai faktor penting dalam pengembangan diri mereka. B. Peneliti, mulai dari mereka yang baru pertama kali menulis hingga cendekiawan dengan banyak publikasinya mengambil manfaat dari Hal 6 dari 10

kekayaan dan keandalan khazanah arsip statis yang ada. Dengan mendukung komponen kearsipan dalam misi pendidikan, suatu institusi LKPT dapat mencapai dan melayani komunitas peneliti lebih luas. C. Publik, perseorang, kelompok orang, badan hukum di luar satuan kerja/organ perguruan tinggi dan civitas akademika yang menggunakan dan memanfaatkan arsip statis di LKPT. 7. Kontrol pengguna arsip statis Penggunaan arsip statis oleh pengguna internal maupun eksternal pada LKPT harus senatiasa dikontrol dengan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain. (1) menginformasikan kebijakan dan peraturan LKPT kepada pengguna dan meminta tanda tangan mereka sebagai tanda persetujuaan untuk mengikuti peraturan-peraturan tersebut; (2) meminta identitas (termasuk foto) pengguna arsip statis dan memintanya untuk melengkapi formulir registrasi yang berisi nama, alamat, dan arsip statis yang diminta. Formulir ini harus disimpan untuk mengantisipasi adanya pencurian atau penyalahgunaan arsip dan untuk statistik LKPT; (3) penggunaan arsip statis hanya diberikan di dalam ruang baca; (4) pengguna arsip statis hanya menggunakan satu folder atau boks setiap kali peminjaman/penggunaan; (5) pengguna arsip statis tidak boleh merokok, makan, minum, atau menggunakan peralatan audio yang akan mengganggu pengguna yang lain; (6) Petugas harus: mengembalikan arsip ke tempat penyimpanan sementara segerasetelah digunakan; membatasi pengkopian, pencetakan foto, atau pemindaian arsip arsip statis untuk menjamin preservasi dan keamanan, mematuhi peraturan hak cipta, dan penggunaan yang bijaksana terhadap Hal 7 dari 10

sumber daya yang ada; membatasi orang yang dapat masuk ke dalam tempat penyimpanan arsip (dalam hal ini hanya staf yang diperbolehkan). 8. Layanan arsip statis (1) Layanan Administratif LKPT memberikan beberapa layanan dasar kepada administrasi, mahasiswa, dewan pengurus, dan unit-unit kampus lain, misalnya alumni, pengembangan, gedung fisik, dan hubungan masyarakat: a) memberikan jawaban terhadap pertanyaan tentang sejarah, kebijakan, prosedur, dan proses pengambilan keputusan institusi, akademik, dan program serta layanan dukungan, dan individu yang ada di sana; b) memberikan kopi arsip, gambar, dan arsip statis lain; c) memberikan finding aids untuk memfasilitasi akes terhadap informasi tertentu; d) menemukan kembali dan mengembalikan bagian-bagian seri arsip statis ke penciptanya; e) pada institusi tanpa program pengelolaan arsip dinamis, LKPT memberikan fungsi-fungsi dasar pengelolaan arsip dinamis; f) LKPT harus memberikan infomasi kepada semua kantor tentang sifat dan tingkat arsiptasi arsip statis, kebijakan dan prosedur akses, dan layanan referensi. LKPT bukan hanya sumber informasi, tetapi juga membantu perguruan tinggi secara terus-menerus sebagai repositori untuk arsip statis dari pengelolaan arsip dinamis sebelumnya dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi; dengan memberikan arsip statis kepada dosen, mahasiswa, alumni (civitas akademika), dan relasi mereka untuk memperkuat tali emosional dengan perguruan tinggi mereka. Hal 8 dari 10

(2) Layanan Pendidikan dan Penelitian LKPT memberikan sumber-sumber informasi tentang institusi perguruan tinggi bagi mereka yang memiliki ketertarikan akan hal itu. Ruang lingkup layanan ruang baca akan bervariasi sesuai dengan jumlah dan jenis permintaan; namun paling tidak harus memberikan pedoman mengenai sumber informasi yang memungkinkan dan bagaimana menggunakan sumber itu. LKPT juga harus memberikan laboratorium pendidikan untuk mahasiswa dan dosen dapat belajar prosedur dan teknik yang baik dalam menggunakan arsip statis untuk proyek penelitian mereka. (3) Publisitas dan Program untuk Publik Ada beberapa kemungkinan jenis program untuk publik yang dapat dilakukan oleh LKPT seperti: A. brosur handout umum atau tematik mengenai LKPT; B. petunjuk langsung yang menarik dan jelas untuk memberikan pedoman kepada pengguna dalam menggunakan arsip statis; C. pertemuan dan program kelompok Pengguna Arsip, apabila ada ruang yang memungkinkan; D. pameran subyek atau arsip statis di LKPT dan brosur pameran, khususnya ketika pameran dikaitkan dengan perayaan tertentu. Pameran itu juga dapat merupakan layanan arsip statis dan fungsi pendidikan. Pameran dapat dilakukan di kantor senat perguruan tinggi/fakultas/mahasiswa atau lokasi lain yang mudah terjangkau dan terlihat, serta di perpustakaan LKPT; E. media penyiaran kampus (radio atau televisi) atau publikasi seperti katalog, buku petunjuk, koran, handbooks perpustakaan, dan media lain untuk menjelaskan tentang khazanah arsip statis dan layanan atau menyediakan sketsa sejarah; Hal 9 dari 10

F. jaringan (web site LKPT); basisdata regional, basisdata nasional, seperti sarana akses publik, jurnal kearsipan atau publisitas arsip bibliografi, pedoman repositori, finding aids, atau catatan mengenai akuisisi arsip statis, penemuan-penemuan atau publikasi yang menggunakan arsip statis. Hal 10 dari 10

Layanan Informasi Arsip Staf Administrasi atau Arsiparis Kabid Layanan Arsip dan Pembinaan Kearsipan Kepala Unit Arsip Mulai Jadwal Layanan Arsip Piket layanan arsip sesuai jadwal Mengisi absen piket layanan Ya Ada pengunjung? Tidak Layani pengunjung Rapikan arsip