STANDAR SNI

dokumen-dokumen yang mirip
DAFTAR ISI... Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 184/ KPTS/1990 BAB I. DESKRIPSI Maksud dan Tujuan... 1

STANDAR SPESIFIKASI UKURAN KAYU UNTUK BANGUNAN RUMAH DAN GEDUNG DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM SK SNI S F SNI

STANDAR SNI

DAFTAR ISI. Halaman. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 306/KPTS/

SPESIFIKASI UKURAN KUSEN PINTU KAYU, KUSEN JENDELA KAYU, DAUN PINTU KAYU DAN DAUN JENDELA KAYU UNTUK BANGUNAN RUMAH DAN GEDUNG

DAFTAR ISI. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 531/KPTS/ Daftar Isi... BAB I DESKRIPSI Maksud dan Tujuan... 1

STANDAR SK SNI S F SNI

SNI. Metode pengambilan contoh campuran beton segar SNI Standar Nasional Indonesia. CS Badan Standardisasi Nasional

SPESIFIKASI KUDA-KUDA KAYU BALOK PAKU TIPE 30/6

SNI SNI Metode pengujian kuat lentur kayu di laboraturium. Standar Nasional Indonesia. Badan Standardisasi Nasional BSN

SISTEM DRAINASE PERKOTAAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN

DAFTAR ISI. Halaman. Daftar Isi... BAB I DESKRIPSI Maksud dan Tujuan Ruang Lingkup Pengertian... 1

TATA CARA PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH SNI

DAFTAR ISI. BAB II. PERSYARATAN - PERSYARATAN Perencanaan Rumah Susun Faktor-faktor Perencanaan... 3

SNI SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA. Metode pengujian kadar air agregat ICS Badan Standar Nasional DAFTAR ISI

Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan

SNI SNI STANDAR NASIONAL INDONESIA. Metode pengujian slump beton ICS Badan Standar Nasional

Metode pengujian kuat tarik kayu di laboratorium

STANDAR SPESIFIKASI BETON TANAH SULFAT. DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Diterbitkan oleh Yayasan LPMB, Bandung SK SNI S SNI

DAFTAR ISI. Halaman. Daftar Isi... BAB I DESKRIPSI Maksud dan Tujuan Maksud Tujuan Ruang Lingkup...

Metode pengujian kuat geser kayu di laboratorium

NOMOR :2 IAI{UN?OOT TENTANG

Metode pengujian kuat tekan kayu di laboratorium

DAFTAR ISI. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 306/KPTS/ DAFTAR ISI...

SNI SNI Standar Nasional Indonesia Metode pengujian analisis saringan Agregat halus dan kasar

SNI Standar Nasional Indonesia. Metode Pengujian Berat Isi Beton

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI

SNI Standar Nasional Indonesia

SPESIFIKASI KADAR ION KLORIDA DALAM BETON

SPESIFIKASI. BETON BERTUlANG KEDAP AIR

SUMUR RESAPAN AIR HUJAN SEBAGAI WAHANA KONSERVASI AIR

SNI BSN. Metode pengujian kuat tekan beton SNI Standar Nasional Indonesia

SNI SNI Metode pengujian elemen struktur beton dengan alat palu beton tipe N dan NR. Standar Nasional Indonesia

SK-SNI M F SNI METODE PENGUJIAN KEAUSAN AGREGAT DENGAN MESIN ABRASI LOS ANGLES

SOLUSI MENGATASI BANJIR DAN MENURUNNYA PERMUKAAN AIR TANAH PADA KAWASAN PERUMAHAN

DAFAR ISI Halaman. Daftar Isi... BAB I DESKRIPSI Maksud dan Tujuan Ruang Lingkup Pengertian... 1 BAB II SPESIFIKASI...

LAMPIRAN : PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 68 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 68 TAHUN 2005 TENTANG

SNI. Metode pengujian jumlah bahan dalam agregate yang lolos saringan nomor 200 (0,0075 mm) SNI Standar Nasional Indonesia

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 68 TAHUN 2005 TENTANG

DAFTAR ISI. Halaman. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 475/KPTS/ Daftar Isi... BAB I DESKRIPSI Maksud dan tujuan...

DRAINASE PERKOTAAN SUMUR RESAPAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

WALIKOTA PROBOLINGGO

Standar Kompetensi Nasional. Metode Pengujian Berat Isi dan Rongga udara dalam agregat

~JaIcana PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG SUMUR RESAPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

DAFTAR ISI. Daftar isi... vii BAB I DESKRIPSI Maksud dan tujuan Maksud Tujuan Ruang lingkup Pengertian...

TATA CARA PENGECATAN LOGAM

Standar Nasional Indonesia. Tata cara pengadukan dan pengecoran beton. Badan Standardisasi Nasional BSN

SNI. Metode pengujian tebal dan panjang rata-rata agregat SNI Standar Nasional Indonesia. CS Badan Standardisasi Nasional

: 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL SUMUR GALI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak sungai,

Syarat Penentuan Lokasi TPA Sampah

Perencanaan Sistem Drainase Pembangunan Hotel di Jalan Embong Sawo No. 8 Surabaya

Dasar-Dasar Rumah Sehat KATA PENGANTAR

ANALISIS REDUKSI LIMPASAN HUJAN MENGGUNAKAN METODE RASIONAL DI KAMPUS I UNVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

Metode pengujian berat jenis dan penyerapan air agregat kasar

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

EFEKTIFITAS SUMUR RESAPAN DALAM MEMPERCEPAT PROSES LAJU INFILTRASI

TEKNOLOGI KONSERVASI AIR TANAH DENGAN SUMUR RESAPAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pengembangan perumahan di perkotaan yang demikian pesatnya,

Perencanaan rumah maisonet

TATA CARA PENGECATAN LOGAM

TESIS RE Oleh: Prisma Yogiswari

KAJIAN PENGEMBANGAN SUMUR RESAPAN AIR HUJAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini, masalah lingkungan telah menjadi isu pokok di kota-kota

T E S I S KAJIAN PENINGKATAN SANITASI UNTUK MENCAPAI BEBAS BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN DI KECAMATAN KARANGASEM BALI

JENIS DAN KOMPONEN SPALD

II. TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM DRAINASE PERMUKAAN

STUDI PENERAPAN SUMUR RESAPAN DANGKAL PADA SISTEM TATA AIR DI KOMPLEK PERUMAHAN

Berfungsi mengendalikan limpasan air di permukaan jalan dan dari daerah. - Membawa air dari permukaan ke pembuangan air.

BAB IV. A. Prinsip Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Air Hujan pada Persil Bangunan Gedung

STRUKTUR ORGANISASI DAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON I dan II KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. TMT 04 November 2014

PETUNJUK TEKNIS TATA CARA PERENCANAAN IPLT SISTEM KOLAM

TENTANG ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS INSTALASI PENGOLAH LIMBAH TINJA (IPLT) PADA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SURABAYA

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

Pengaruh Drainase Terhadap Lingkungan Jalan Mendawai dan sekitar Pasar Kahayan

BAB III METODE ANALISIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Worm dan Hattum (2006), penampungan air hujan adalah

EVALUASI SISTEM DRAINASE JALAN LINGKAR BOTER KABUPATEN ROKAN HULU

PEDOMAN. Penggunaan tailing untuk lapis pondasi dan lapis pondasi bawah DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH. Konstruksi dan Bangunan

1 Kajian Sumur Resapan Antisipasi Genangan Air pada Perumahan Permata Kenali Untuk Pencegahan Banjir

MENGELOLA AIR AGAR TAK BANJIR (Dimuat di Harian JOGLOSEMAR, Kamis Kliwon 3 Nopember 2011)

KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN NOMOR 054/KPTS-II/2000 TENTANG

STRUKTUR ORGANISASI DAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON I dan II KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. TMT 18 Juli 2014

STUDI POTENSI PENERAPAN SISTEM DRAINASE BERWAWASAN LINGKUNGAN PADA KECAMATAN RUNGKUT KOTA SURABAYA

I. PENDAHULUAN. rendah. Studi mengenai aliran air melalui pori-pori tanah diperlukan dan

ABSTRAK PENDAHULUAN. Latar Belakang

KONSEP PENGEMBANGAN SUMUR RESAPAN DI KAMPUNG HIJAU KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG

Studi Campuran Tanah dan Kompos sebagai Media Resapan pada Daerah Genangan

PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERLANGSUNGAN AIR TANAH DI PERKOTAAN DENGAN SISTEM SUMUR RESAPAN

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Dana Rezky Arisandhy (1), Westi Susi Aysa (2), Ihsan (3) Abstrak

STRUKTUR ORGANISASI DAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON I dan II KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DATA PER MEI 2015

Transkripsi:

STANDAR SNI 06 2405 1991 TATA CARA PERENCANAAN TEKNIK SUMUR RESAPAN AIR HUJAN UNTUK LAHAN PEKARANGAN DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM Diterbitkan oleh yayasan LPMB, Bandung

DAFTAR ISI Halaman Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 184/kpts/1990... i Daftar isi... iv BAB I DESKRIPSI... 1 1.1 Maksud dan Tujuan... 1 1.1.1 Maksud... 1 1.1.2 Tujuan... 1 1.2 Ruang Lingkup... 1 1.3 Pengertian... 1 BAB II PERSYARATAN TEKNIS... 2 2.1 Umum... 2 2.2 Pemilihan Lokasi... 2 2.2.1 Keadaan Muka Air Tanah... 2 2.2.2 Permeabilitas Tanah... 2 2.2.3 Penempatan... 2 2.2.4 Langkah Langkah Pembuatan Sumur Resapan Air Hujan... 3 2.3 Jumlah... 4 2.4 Pemeriksaan... 4 Lampiran A : Daftar Nama dan Lembaga... 7

BAB I DESKRIPSI 1.1 Maksud dan tujuan 1.1.1 Maksud Maksud tata cara ini adalah untuk dipakai sebagai acuan bagi perencana dalam merencanakan teknik sumur resapan air hujan yang digunakan di lahan pekarangan terkedapkan. 1.1.2 Tujuan tujuan dari tata cara ini adalah untuk memberikan persyaratan dalam perencanaan, mengurangi lipasan permukaan yang sangat berlebihan/banjir dan sekaligus utuk penambahan potensi air tanah. 1.2 Ruang lingkup tata cara ini memuat pengertian dan persyaratan tekni dalam pemilihan lokasi, jumlah sumur resapan air hujan pada lahan pekarangan. 1.3 Pengertian yang dimaksud dengan : 1) air limbah adalah semua jenis air bekas dai buangan industri maupun domestik/pemukiman; 2) bidang tadah adalah daerah permukaan yang menampung limpasan air hujan dapat berupa atap, permukaan tanah yang terkedapkan; 3) daerah sanitasi lingkungan buruk adalh daerah dengan kondisi saran air lmbah, air hujan, sistem pebuangan sampah tidak memenuhi persyaratan sanitasi; 4) pekarangan terkedapkan adalah pekarangan yang tidak dapat meluruskan air hujan kedalam tanah;

5) permeabilitas tanah adalah kemampuan tanah untuk dapat di rembesi atau dilalui air; 6) sumur resapan air hujan adalah sarana untuk menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah; 7) tanah geluh/lanau aalah jenis tanah yang dalam keadaan kering tidak terasa seperti berlemak mempunyai susut muai kecil dan mempunyai daya iat kecil dalam keadaan basah maupun kering; 8) tinggi muka air tanah adalah kedalaman muka air tanah terhadap permukaan tanah.

BAB II PERSYARATAN TEKNIK 2.1 Umum persyaratan umum yang perlu dipenuhi adalah sebagai berikut: 1) sumur resapan air hujan dibuat pada lahan yang lurus air dan tanah logsor; 2) sumur resapan air hujan harus bebas dari kontaminasi/ pencemaran limbah; 3) air yang masuk ke dalam sumur resapan adalah air hujan; 4) untuk daerah sanitasi lingkungan buruk, sumur resapan air hujan hanya menampung dari atap dan disalurkan melalui talang; 5) mempertimbangkan aspek hidrogeologi, geologi dan hidrologi. 2.2 Pemilhan lokasi 2.2.1 Keadaan Muka Air Tanah sumur resapan dibuat pada awal daerah aliran yang dapat ditentukan dengan mengukur kedalaman dari permukaan air tanah ke permukaan tanah disumur sekitarnya pada musim hujan 2.2.2 Permeabilitas Tanah Permeabilitas tanah yang dapat dipergunakan untuk sumur resapan dibagi 3 kelas sebagai berikut: 1) Permeabilitas tanah sedang (geluh/ lanau, 2,0 6,5 cm/jam); 2) Permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus, 6,5 12,5 cm/jam); 3) Permeabilitas tanah cepat (pasir kasar, lebih besar 12,5 cm/jam). 2.2.3 Penempatan Penempatan sumur resapan air hujan yang dimaksud adalah persyaratan jarak terhadap tangki septik, bidang resapan tangki septik/ cubluk/ saluran air limbah, sumur air bersih dan sumur resapan air hujan lainnya dapat dilihat pada tabel 1.

TABEL 1 JARAK MINIMUM SUMUR RESAPAN AIR HUJAN TERHADAP BANGUNAN JARAK DARI SUMUR NO JENIS BANGUNAN RESAPAN (m) 1. 2. 3. Tangki septik Resapan tangki septik, cubluk, saluran air limbah, pembuangan sampah Sumur Resapan air hujan/sumur bersih 2 5 2 Catatan: jarak diukur dari tepi ke tepi 2.2.4 Langkah langkah Pembuatan Sumur Resapan Air Hujan Langkah langkah yang perlu diperhatikan dalam pembuatan sumur resapan air hujan adalah sebagai berikut PEMERIKSAAN TINGGI MUKA AIR TANAH < 3 meter > 3 meter PERMEABILITAS TANAH < 2 cm/jam 2 cm/jam PERSYARATAN JARAK SUMUR RESAPAN AIR HUAN memenuhi syarat Tidak memenuhi syarat SISTEM PENAMPUNGAN AIR HUJAN TERPUSAT (WADUK, DLL.)

2.3 Jumlah Penentuan jumlah sumur resapan air hujan pada suatu lahan pekarangan ditentukan berdasarkan curah hujan maksimum, permeabilitas tanah dan luas bidang tadah dengan rumus sebagai berikut: H= D.I. A tadah D.k.A sumur A sumur + D.k.L dimana: I = Intensitas hujan (m/jam) A tadah k L = Luas tanah hujan (m 2 ), dapat berupa atap rumah dan atau permukaan tanah yang diperkeras = Permeabilitas tanah (m/jam) = Keliling penampang sumur (m) A sumur = Luas penampang sumur (m 2 ) D = Durasi hujan(jam) H = Kedalaman sumur (m) Hasil perhitungan jumlah sumur resapan dapat dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3. Ukuran sumur resapan air hujan dapat dilihat dalam buku Spesifikasi Sumur Resapan Air Hujan. 2.4 Pemeriksaan Sumur resapan perlu diperiksa secara periodik setiap 6 bulan sekali untuk menjamin kontinuitas operasi dari sumur resapan. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: 1) aliran masuk; 2) bak kontrol; 3) kondisi sumur resapan.

LAMPIRAN A DAFTAR NAMA DAN LEMBAGA 1) Pemrakarsa 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman 2) Penyusun: NAMA LEMBAGA Ir. Rachim Siahaan CES Ir. A. Kartahardja Ir. Lya Meilany Setiawaty Ir. Nurhasanah Azhar Ir. Maman Abdurachman Dra. Sri Astuti M. Edi Nur, B.E. Pusat Litbang Pengairan Pusat Litbang Pengairan 3) Susunan Panitia Tetap Standarisasi JABATAN EX OFFICIO NAMA Ketua merangkap anggota Sekretaris merangkap anggota Kepala Sekretaris Sekretaris Direktorat Jendral Pengairan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Sekretaris Direktorat Jendral Cipta Karya Kepala Biro Hukum Departemen PU Ir. Suryatin Sastromijoyo Dr. Ir. Bambang Soemitroadi Ir. Mamad Ismail Ir. Satrio Ir. Soeratmo Notodipoero Ali Muhammad, S.H.

Kepala Biro Bina Sarana Perusahaan Departemen PU Kepala Pusat Litbang Pengairan Kepala Pusat Litbang Pengairan Kepala Pusat Litbang Pemukiman Ir. Nuzwar Nurdin Ir. Soelastri Djennoedin Ir. Soedarmanto Darmonegoro Ir. S. M. Ritonga 4) Susunan Panitia Kerja Standarisasi JABATAN NAMA INSTANSI Ketua Merangkap anggota Ketua Kelompok Lingkup PLP merangkap anggota Sekretaris merangkap anggota Ir. Soeratmo Notodipoero Ir. Darmawan Saleh Ir. S.M. Ritonga Ir. Budiman Arief Ir. Sri Rejeki Ir. Moh Jihad Dipl.HE Drs. Muh Muhtadi Ir. M. Nasroen Rivai Ir. A. Kartarahardja Tarmizi Moerad, S.H. Djoko Sulistyo, S.H. Poerwanto, S.H. Ir. Lya Meilany Setiawaty Ir. Rachim Siahaan Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Penyehatan Lingkungan pemukiman Direktorat Penyehatan Lingkungan Pemukiman Direktorat Penyehatan Lingkungan Pemukiman Direktorat Penyehatan Lingkungan Pemukiman Biro Hukum Departemen PU Bagian Hukum Cipta Karya

Ir. Rumiati Tobing Nandang Keswara, B.E. Dr. Ir. Kalimardin A. Ir. Sumardjito Raynandi Panggabean Ir. Nini Kusumaatmadja Ir. Budi Sucahyo IATPI P.D. Kebersihan Kodya Bandung Bappeda Kodya Bandung Direktorat Tata Kota & Daerah Consultan 5) Peserta Pra Konsensus NAMA Ir. M. Nasroen Rivai Ir. Nurhasanah Budi Sucahyo Ir. Lya Meilany Setiawaty Ir. Rachim Siahaan CES Dra. Sri Astuti Ir. Maman Abdurachman Ir. Runtiarko, MSc Ir. A. Kartahardja Ir. Ishak Suratman Ir. Bandono MSc. M. Edi Nur BE. Ir. Achmad Basari Ir. Masduki Nandang Keswara B.E. Ir. Ida Yudiarti Sumidjan Ir. Gundhi Marwati LEMBAGA Pusat Litbang Pengairan Pusat Litbang Pengairan Direktorat Penyehatan Lingkungan Pemukiman Institut Teknologi Bandung Dinas Pengawasan Bangunan Kotamadya Bandung Institut Teknologi Bandung

6) Peserta Konsensus NAMA Nano Mulyana, B.E. Ir K. Osman Arwan Ir. Sjarif Sadikin Tarmizi M. S.H. Ir. Gatoto Suratmono Ir. Sofyan Effendy Dra. Sri Astuti Ir. W. Asikin, B.M. Eng. W.S. Witarso, B.E. Ir. Suharto WS. Ir. hadi D. Said Ir.Suhari Ir. Komar Soemaatmadja Ir. Rahim Siahaan, CES. Ir. Nurhasanah Azhar Ir. M. Maliki Moersid Ir. Djumhana Tj. Agoes Sjafroedin, B.E. R. Subarna Wiradimadja, BAE. Ir. Runtiarko, M.Sc. Ir. Maman Abdurachman Ali Muhammad, S.H. LEMBAGA PTIB Jawa Barat DP2K DKI Jakarta Bapair jawa Barat Bank Tabungan Negara Cabang Bandung PT. Pembangunan Perumahan Direktorat penyehatan Lingkungan pemukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Geologi Tata Lingkungan Direktorat Geologi Tata Lingkungan Direktorat Geologi Tata Lingkungan DPU. Kodya DT II Bandung Direktorat penyehatan Lingkungan Pemukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya DPPK DKI Jakarta DPU. Kodya Bandung KANWIL PU Jawa Barat Pusat Litbang Pengairan Pusat Litbang Pengairan Biro Hukum Sekretariat Jendral Departemen PU.

Djoko Sulistyo, S.H. Purwanto, S.H. Ir. Siti Widyastuti S. Ir. R. Panggabean Ir. Rustam Effendi H. Ir. Taufik Kamil Joernalis, BAE. Ir. Made Bagus B. A. Mulyana Ir. M. Djihad, Dipl. HE. Ir. M. Nasroen Rivai Ir. Ema Tb. S. M. Edi Nur, B.E. Ir. Dian Agustina Drs. Prijono Sudibyo Ir. Agus Suhendar Ir. Agan Hariman Ir. M. Masduki Ir. Sari Mustika Ir. Gundhi Marwati Ir. Rumiati Tobing Ir. Lya Meilany Setyawati Biro Hukum Departemen PU. Direktorat Jenderal Cipta Karya Bag. hukum Cipta Karya Biro Bina Sarana Perusahaan Dept PU Bappeda DT. II Kodya Bandung Direktorat penyehatan Lingkungan Pemukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Sub Din Cipta Karya Jawa Barat Bappeda DT. II Kodya Bandung Direktorat Bina Program Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Geologi Tata Lingkungan Direktorat penyehatan Lingkungan Pemukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat tata kota dan Daerah Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat tata kota dan Daerah Direktorat Jenderal Cipta Karya PT. Nata Usaha Abadi Institut Teknologi Bandung Direktorat Air Bersih Direktorat Jenderal Cipta Karya

Drs. Robinson S. Ir. A. Kartahrdja Ir. Soedjono Ir. Felisia Nandang Keswara, B.E. Dr. Ir. Kalimardin Algamar Bambang Utojo, S.H. PPSAB IATPI 7) Peserta pemutakhiran Konsep NAMA JABATAN INSTANSI Dr. Ir. Bambang Soemitroadi Ir. Sahat Mulia Ritonga Ir. Soedarmanto Darmonegoro Ir. Soeratmo Notodipoero Sekretaris Ir. Gundhi Marwati Ir. Nadhiroh Masruri Ir. M. Nasroen Rivai Ir. Rahim Siahaan, CES. Sarbidi, BE. Sutidjan, BA. Ir. Parwoto Ir. Supardiono S Parno, BE. Drs. Beny Achmad Noorwaskito, S. H. Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Nara Sumber / Swasta Pusdata Biro Hukum

Ir. Siti widyastuti Ir. Edi Paminto Ir. Boetje Sinai Dr. Ir. Djamester Simarmata Drs. Muhd. Muhtadi Budiono Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Bukan Biro Bina Sarana Perusahaan Direktorat Jenderal pengairan