1.2. TUJUAN PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN I 1

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian

Perencanaan Campuran Beton WINDA TRI WAHYUNINGTYAS

III. METODOLOGI PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC merek

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN. A. Bahan atau Material Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH BAHAN TAMBAHAN PLASTICIZER TERHADAP SLUMP DAN KUAT TEKAN BETON Rika Sylviana

BAB I PENDAHULUAN. Beton merupakan salah satu bahan material yang selalu hampir digunakan pada

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH PERSENTASE BATU PECAH TERHADAP HARGA SATUAN CAMPURAN BETON DAN WORKABILITAS (STUDI LABORATORIUM) ABSTRAK

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

Lampiran. Universitas Sumatera Utara

BAB III PERENCANAAN PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah apa saja yang terdapat

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

4. Gelas ukur kapasitas maksimum 1000 ml dengan merk MC, untuk menakar volume air,

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Hasil Pemeriksaan Bahan

untuk mencapai workabilitas dan nilai slump rencana terhadap kuat tekan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Jurnal Teknik Sipil No. 1 Vol. 1, Agustus 2014

PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK CANGKANG LOKAN SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Hipotesis. Penentuan Bahan Material. Pengujian Bahan Material. Sesuai. Mix Desain. Sesuai. Pembuatan Benda Uji

BAB IV METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Semen yang digunakan pada penelitian ini ialah semen PCC (Portland

PENGARUH PENAMBAHAN METAKAOLIN TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON MUTU TINGGI

BAB 1 PENDAHULUAN. beton. Sebenarnya masih banyak alternatif bahan lain yang dapat dipakai untuk

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGARUH AIR LIMBAH PADA ADUKAN BETON TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH WAKTU PENUANGAN ADUKAN BETON READY MIX KE DALAM FORMWORK TERHADAP MUTU BETON NORMAL

BAB 1 PENDAHULUAN. Beton merupakan material bangunan yang paling umum digunakan dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada masa sekarang, dapat dikatakan penggunaan beton dapat kita jumpai

STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN BETON RECYCLE SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA BETON TERHADAP KUAT TARIK BELAH. DENGAN MUTU RENCANA f c = 25 MPa

STUDI PENGGUNAAN SEMEN PORTLAND POZOLAN (PPC) UNTUK PERENCANAAN BETON STRUKTURAL DENGAN f c = 25 MPa

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. baja. Dewasa ini, beton amat mempengaruhi kehidupan manusia karena

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH VARIASI PERAWATAN BETON TERHADAP SIFAT MEKANIK HIGH VOLUME FLY ASH CONCRETE UNTUK MEMPRODUKSI BETON KUAT TEKAN NORMAL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT DAUR ULANG BETON KEDALAM CAMPURAN BETON K 175 (PENELITIAN)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai material

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV METODE PENELITIAN

Pengaruh Variasi Jumlah Semen Dengan Faktor Air Yang Sama Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Oleh: Mulyati, ST., MT*, Aprino Maramis** Abstrak

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTACT. iii KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN. xii DAFTAR GAMBAR. xiii DAFTAR TABEL. xvi DAFTAR GRAFIK I-1

BAB I PENDAHULUAN. dipakai dalam pembangunan. Akibat besarnya penggunaan beton, sementara material

LAMPIRAN 1 DATA HASIL PEMERIKSAAN AGREGAT

STUDI EKSPERIMEN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN SEMEN PPC DENGAN TAMBAHAN GLENIUM

PENGGUNAAN PASIR SILIKA DAN PASIR LAUT SEBAGAI AGREGAT BETON The Use of Sea and Silica Sand for Concrete Aggregate

Vol.16 No.2. Agustus 2014 Jurnal Momentum ISSN : X

PENGARUH PERSENTASE BAHAN RETARDER TERHADAP BIAYA DAN WAKTU PENGERASAN CAMPURAN BETON

BAB 3 METODOLOGI. penelitian beton ringan dengan campuran EPS di Indonesia. Referensi yang

STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN PECAHAN BETON RECYCLE SEBAGAI AGREGAT KASAR PADA BETON DENGAN MUTU RENCANA f c = 25 MPa

KUAT TEKAN BETON DAN WAKTU IKAT SEMEN PORTLAND POZZOLAN

Laporan Tugas Akhir Kinerja Kuat Lentur Pada Balok Beton Dengan Pengekangan Jaring- Jaring Nylon Lampiran

PENGARUH LIMBAH PECAHAN GENTENG SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN MUTU BETON 16,9 MPa (K.200)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV UJI LABORATORIUM

HUBUNGAN KUAT TEKAN BETON DENGAN JEDA WAKTU PENGECORAN

BAB III METODE PENELITIAN. Metodelogi penelitian dilakukan dengan cara membuat benda uji (sampel) di

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN PASIR DARI BEBERAPA DAERAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON. Abstrak

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

material lokal kecuali semen dan baja tulangan. Pembuatan benda uji, pengujian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENELITIAN AWAL TENTANG PENGGUNAAN CONSOL FIBER STEEL SEBAGAI CAMPURAN PADA BALOK BETON BERTULANG

Viscocrete Kadar 0 %

STUDI EKSPERIMEN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN SEMEN PPC DENGAN TAMBAHAN SIKAMENT LN

TINJAUAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN TRAS JATIYOSO SEBAGAI PENGGANTI PASIR UNTUK PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT)

PERBANDINGAN KUAT TEKAN ANTARA BETON DENGAN PERAWATAN PADA ELEVATED TEMPERATURE & PERAWATAN DENGAN CARA PERENDAMAN SERTA TANPA PERAWATAN

PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT JENUH KERING MUKA DENGAN AGREGAT KERING UDARA

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Penentuan faktor air semen ini menggunakan metode Inggris

Berat Tertahan (gram)

Prosedur penelitian ini dibagi dalam beberapa tahapan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang

BAB I PENDAHULUAN. penggunaannya sehingga mendukung terwujudnya pembangunan yang baik.

KUAT TEKAN BETON CAMPURAN 1:2:3 DENGAN AGREGAT LOKAL SEKITAR MADIUN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Berat Tertahan Komulatif (%) Berat Tertahan (Gram) (%)

BAB 1 PENDAHULUAN. proyek pembangunan. Hal ini karena beton mempunyai banyak keuntungan lebih

Analisis Pemakaian Abu Vulkanik Gunung Merapi untuk Mengurangi Pemakaian Semen pada Campuran Beton Mutu Kelas II

BAB I PENDAHULUAN. dibidang konstruksi. Dalam bidang konstruksi, material konstruksi yang paling disukai dan

III. METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: yang padat. Pada penelitian ini menggunakan semen Holcim yang

PENGARUH VARIASI KADAR LIGHTWEIGHT EXPANDED CLAY AGGREGATE (LECA) TERHADAP KARAKTERISTIK BETON SERAT BAGU

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. mencampurkan semen portland, air, pasir, kerikil, dan untuk kondisi tertentu

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KAJIAN OPTIMASI KUAT TEKAN BETON DENGAN SIMULASI GRADASI UKURAN BUTIR AGREGAT KASAR. Oleh : Garnasih Tunjung Arum

Scanned by CamScanner

Transkripsi:

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Beton merupakan material penting dalam bidang struktur teknik sipil. Beton merupakan campuran semen portland, air, agregat halus, agregat kasar dengan perbandingan tertentu serta rongga-rongga udara dengan atau tanpa bahan tambahan (bahan kimia, serat dan bahan buangan kimia). (Tjokrodimuljo,1996). Kekuatan beton tergantung dari beberapa faktor antara lain, sifat-sifat beton, proporsi material, tingkat hidrasi, faktor penambahan beban dan dan metode yang digunakan untuk menguji spesimen. (Journal ACI,1994). Pada setiap pengecoran beton pada jumlah/volume yang besar, haruslah dibuat benda uji. Pembuatan benda uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah mutu beton/kekuatan beton yang disyaratkan telah tercapai. Pembuatan benda uji tersebut biasanya menggunakan cetakan silinder beton berukuran Ø150mm dan tinggi 300mm (SNI T-15-1991-03), atau menggunakan cetakan kubus beton dengan ukuran 15x15x15cm sesuai standar PBI 1971. Kenyataan di lapangan, pembuatan benda uji dengan ukuran sesuai standar terkadang sulit untuk dilakukan karena tidak tersedianya cetakan yang dimaksudkan. Sehingga benda uji dibuat dengan menggunakan cetakan sesuai dengan bahan dan ukuran yang ada dilapangan, tetapi dengan bentuk sesuai standar. Karena hal tersebut, kami bermaksud untuk meneliti korelasi bentuk terhadap kekuatan beton terukur f c. 1.2. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian adalah : Mempelajari pengetahuan tentang faktor bentuk dari berbagai macam spesimen.

2 Mempelajari faktor ukuran dari spesimen terhadap kekuatan tekan beton. Dengan membandingkan kekuatan tekan beton silinder yang mempunyai ukuran berbeda yaitu diameter 110 mm (4 ) mm tinggi 220 mm (8 ) mm dengan silinder standar berukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. (SNI T-15-1991-03). Juga membandingkan kekuatan tekan beton kubus yang mempunyai ukuran 10x10x10cm terhadap ukuran kubus standar 15x15x15cm (PBI 1971). 1.3. RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH A. RUMUSAN MASALAH Penelitian terhadap : KORELASI BENTUK SPESIMEN TERHADAP KEKUATAN TEKAN BETON (THE CORRELATION OF SPECIMEN SHAPE ON COMPRESSIVE STRENGTH OF CONCRETE ) kami lakukan dengan menggunakan benda uji silinder berukuran Ø110mm (4 ); l=220mm (8 ) dan Ø150mm (6 ); l=300mm (12 ) selain itu di gunakan pula benda uji berupa kubus dengan ukuran 10x10x10cm dan 15x15x15cm. Dari pengujian terhadap kekuatan tekan benda uji akan ditarik hubungan/korelasi terhadap hasil uji kekuatan tekan dengan benda uji berukuran standar. B. BATASAN MASALAH Batasan penelitian kami adalah : Cetakan yang digunakan adalah ukuran standar Ø150 mm tinggi 300mm dengan cetakan diluar ukuran standar yaitu Ø110 mm (4 ) tinggi 220mm (8 ). (SNI T-15-1991-03). Dan cetak kubus beton berukuran 15x15x15cm dan cetakan kubus beton berukuran 10x10x10cm. (PBI 1971) Kekuatan tekan beton yang direncanakan f c = 20 MPa (SNI T-15-1991-03) Semen yang digunakan semen Gresik jenis PPC (data terlampir) Agregat halus digunakan pasir Muntilan (data terlampir)

3 Agregat kasar digunakan batu pecah Pudak Payung dengan ukuran ½ (data terlampir) Metode yang digunakan untuk mix design adalah metode DOE (Departement of Environment) Jumlah spesimen/benda uji untuk masing-masing ukuran adalah 10 buah benda uji. Penelitian didasarkan pada data yang terdapat/diperoleh dari pengujian terhadap material dan kondisi yang ada di lapangan. Waktu uji terhadap benda uji/spesimen dilakukan pada saat beton berumur 28 hari. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini korelasi bentuk terhadap kekuatan tekan beton terukur. 1.4. TAHAPAN PENELITIAN Tahapan dari penelitian kami adalah sebagai berikut : 1. Tahap I Pada tahap yang pertama, kami melakukan studi pustaka terhadap materi penelitian yang akan kami lakukan dan berlanjut sampai dengan selesainya penelitian kami. Studi pustaka kami lakukan dengan cara mencari literatur-literatur yang terkait baik melalui buku-buku maupun melalui internet, serta peraturan dan standart-standar yang biasanya dipakai, pada perpustakaan laboratorium dan perpustakaan yang ada di kampus. 2. Tahap II Tahap yang kedua adalah tahapan persiapan cetakan dan bahan. Pada tahap ini kami melakukan studi, terhadap bahan-bahan serta peralatan-peralatan yang akan kami pergunakan. Selain itu pada tahap ini kami juga melakukan persiapan bahan dan cetakan sebelum dilakukan tahapan pengujian terhadap material-material dasar penyusun beton.

4 3. Tahap III Pada tahap ini kami melakukan studi/pengujian terhadap bahanbahan yang akan kami gunakan dalam mix design. Mix design beton adalah proses pemilihan bahan-bahan yang bermutu / berkualitas dan penentuan kuantitas/banyaknya takaran relatif yang bertujuan untuk menghasilkan beton yang ekonomis tetapi memenuhi persyaratanpersyaratan workabilitas, durabilitas serta persyaratan kekuatan. Pengujian bahan kami lakukan dengan alasan, mengacu pada PBI 1971, N.I.-2 pasal 4.3 ayat 3 yaitu Untuk beton mutu K175 dan mutu-mutu lainnya yang lebih tinggi harus dipakai campuran beton yang direncanakan. Yang diartikan dengan campuran beton yang direncanakan adalah campuran yang dapat dibuktikan dengan data otentik dari pengalaman-pengalaman pelaksanaan beton di waktu yang lalu atau dengan data dari percobaan-percobaan pendahuluan, bahwa kekuatan karakteristik yang disyaratkan dapat tercapai. 4. Tahap IV Tahap yang keempat adalah pembuatan mix design. Pembuatan mix design bertujuan untuk menghitung proporsi yang tepat sesuai dengan data-data bahan dasar yang ada di lapangan, agar dihasilkan beton yang memiliki kekuatan tekan f c=20 MPa dan memenuhi persyaratanpersyaratan workabilitas, durabilitas serta persyaratan kekuatan yang disyaratkan. 5. Tahap V Tahap yang kelima adalah pembuatan benda uji, adapun langkahlangkah yang dilakukan pada tahapan ini antara lain sebagai berikut : Pembuatan adukan beton dengan komposisi bahan sesuai mix design yang direncanakan Pemeriksaan nilai slump. Nilai slump diambil berdasarkan tabel 1.1., yaitu sebagai berikut :

5 Tabel 1.1. Perkiraan Jumlah Air Bebas (agregat dalam kondisi ssd) Untuk Mengaduk 1 m 3 Beton, Untuk Berbagai Derajat Kelecekan, dalam Liter. Kelecekan dengan: Slump dalam mm 0-10 10-30 30-60 60-180 Ve-Be dalam detik lebih 12 6-12 3-6 0-3 Besar butir agregat kasar maksimum mm 10 20 40 Bentuk Agregat Alami 150 180 205 225 Batu Pecah 180 205 230 250 Alami 135 160 180 195 Batu Pecah 170 190 210 225 Alami 115 140 160 175 Batu Pecah 155 175 190 205 Catatan : Bila Agregat kasar dan agregat halus berbeda bentuknya, jumlah air pengaduk diperkirakan sebagai berikut : 1/3 jumlah air agregat halus menurut bentuknya, + 1/3 jumlah agregat kasar menurut bentuknya Pada penelitian kami saat ini, digunakan nilai slump sebesar 60 mm-180 mm. Pembuatan dan pencetakan spesimen pada silinder berukuran Ø150 mm tinggi 300mm dan silinder berukuran Ø110 mm (4 ) tinggi 220mm (8 ). Serta cetakan berbentuk kubus dengan ukuran 150x150x150mm dan 100x100x100mm. 6. Tahap VI Tahapan yang keenam adalah perawatan (Curing time) yaitu dengan cara perawatan direndam dalam bak berisi air bersih selama 28 hari. 7. Tahap VII Tahapan ini adalah tahapan pengujian terhadap kuat tekan beton silinder yang telah dikerjakan/dibuat dan telah direndam dalam bak air selama 28 hari. Pengujian terhadap kuat tekan ini dilakukan dengan alat compression test.

6 8. Tahap VIII Tahap yang selanjutnya adalah menganalisis data. Dimana pada tahap ini akan dicari korelasi antara bentuk spesimen terhadap kekuatan tekan beton. 1.5. SISTIMATIKA PENULISAN Dalam penyusunan tugas akhir dengan judul : KORELASI BENTUK SPESIMEN TERHADAP KEKUATAN TEKAN BETON (THE CORRELATION OF SPECIMEN SHAPE ON COMPRESSIVE STRENGTH OF CONCRETE) akan disampaikan dalam beberapa bab, yaitu sebagai berikut : BAB I : Pendahuluan Pada bab ini berisi latar belakang, tujuan penelitian, rumusan dan batasan masalah, tahapan penelitian dan sistimatika penulisan. BAB II : Tinjauan Pustaka Tinjauan pustaka berisi dasar-dasar teori, peraturan dan standar-standar yang dipakai untuk penelitian dan pengolahan data pada penelitian ini. BAB III : Metodologi Penelitian Membahas metode pelaksanaan pembuatan benda uji didasarkan pada teori yang berhubungan dengan tujuan penelitian. BAB IV : Pelaksanaan Penelitian Bagian ini membahas pelaksanaan penelitian di laboratorium dari pengujian material dasar sampai dengan pembuatan benda uji. BAB V : Analisis Data Berisi hasil pelaksanaan penelitian, pengolahan data penelitian dan hasil pengolahan data. BAB VI : Kesimpulan dan Saran Bagian ini berisi kesimpulan dan saran dari hasil analisis