DOKUMEN. SD No. 2 Kelurahan Tanjung Benoa

dokumen-dokumen yang mirip
MEMAHAMI PERINGATAN DINI TSUNAMI

PROSEDUR KESIAPAN TANGGAP DARURAT

Perencanaan Evakuasi

KRONOLOGI DOKUMEN Penyesuaian dengan PP No 50 Tahun 2012 DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SISTEM PERINGATAN DINI TSUNAMI BPBD KABUPATEN TASIKMALAYA

MATRIKS SANDINGAN PERUNDANG-UNDANGAN DALAM PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA 1 BNPB KEMENDAGRI KEMENSOS CATATAN. Pemerintahan Daerah

BAB V PEMBAHASAN. PT. INKA (Persero) yang terbagi atas dua divisi produksi telah

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

TUGAS POKOK & FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) PROVINSI SUMATERA BARAT

LAMPIRAN. Kuesioner Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Becana Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana

INSTRUKSI GUBERNUR JAWA TENGAH

BAB 1 PENDAHULUAN. bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Undang- bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial.

CHECKLIST KEGAWATDARURATAN RUMAH SAKIT. Belum Terlaksana

BAB 1 : PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN. Samudera Pasifik yang bergerak kearah barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 10

BAB 1 : PENDAHULUAN. Berdasarkan data dunia yang dihimpun oleh WHO, pada 10 dekade terakhir ini,

PENANGGULANGAN BENCANA (PB) Disusun : IdaYustinA

BAB I PENDAHULUAN. bencana. Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MITIGASI BENCANA ALAM TSUNAMI BAGI KOMUNITAS SDN 1 LENDAH KULON PROGO. Oleh: Yusman Wiyatmo ABSTRAK

1. Anda saat ini sedang berada dilantai 2 puskesmas Bogor Timur 2. Di gedung ini ada beberapa pintu, pintu keluar adalah disebelah kiri

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

KEMENTERIAN AGAMA RI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SALATIGA

BUPATI BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH

BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 2004 yang melanda Aceh dan sekitarnya. Menurut U.S. Geological

BAB 1 PENDAHULUAN. Bencana alam dapat terjadi secara tiba-tiba maupun melalui proses yang

PROSEDUR KEADAAN DARURAT KEBAKARAN B4T ( BALAI BESAR BAHAN & BARANG TEKNIK)

Finalisasi RENCANA AKSI PENGURANGAN RESIKO BENCANA KABUPATEN PESISIR SELATAN (PESSEL) TAHUN KALENDER : JANUARY - DECEMBER 2016

BAB V. RENCANA PROGRAM, KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan uraian-uraian yang telah penulis kemukakan pada bab

Alternatif Menghadapi Gempa dengan "Segitiga Kehidupan"

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.. 10

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

EMERGENCY PLANING AND EVACUATION LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGHADAPI BAHAYA KEBAKARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2011 NOMOR 32 SERI E

PROSEDUR PENANGANAN GEMPA BUMI (KODE HIJAU)

DAFTAR USULAN KEGIATAN PEMBANGUNAN MUSRENBANG KABUPATEN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI TAHUN ANGGARAN 2014

PENDAHULUAN Latar Belakang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 43 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM PERINGATAN DINI DAN PENANGANAN DARURAT BENCANA TSUNAMI ACEH

BUPATI PURBALINGGA PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 26 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH

Penyusun: Willy Wicaksono, Project Manager KOGAMI Tim Editor: Dr. Eng. Febrin Anas Ismail Ir. Revanche Jefrizal UNESCO Office, Jakarta Buku Saku ini d

BAB I PENDAHULUAN. dan dikepung oleh tiga lempeng utama (Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik),

PEMERINTAH PROVINSI PAPUA

BAB I PENDAHULUAN. langsung maupun tidak langsung mengganggu kehidupan manusia. Dalam hal

Pedoman Pelayanan Peringatan Dini Tsunami InaTEWS Versi Ringkasan Juni 2013

PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK

DAFTAR PERTANYAAN AUDIT KESELAMATAN KEBAKARAN GEDUNG PT. X JAKARTA

25/02/2015. Manajemen bencana Perencanaan,kedaruratan dan pemulihan. Jenis Bencana (UU 24/2007) Terjadinya Bencana. Potensi Tsunami di Indonesia

RENCANA AKSI PENGURANGAN RESIKO BENCANA KABUPATEN SUMBAWA ( 2016 S/D 2021 )

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENANGANAN KEDARURATAN BENCANA AKIBAT LIMBAH B3. Oleh : Yus Rizal (BNPB)

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 83 TAHUN 2017

PELATIHAN TEKNIK PENYELAMATAN DIRI DARI DAMPAK BENCANA ALAM GEMPABUMI BAGI KOMUNITAS SLB B KARNNA MANOHARA YOGYAKARTA

2011, No Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 N

xvii Damage, Loss and Preliminary Needs Assessment Ringkasan Eksekutif

BAB IV RENCANA AKSI DAERAH PENGURANGAN RESIKO BENCANA KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN

Dicetak ulang oleh: UPT Loka Uji Teknik Penambangan dan Mitigasi Bencana, Liwa Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2014

KODE UNIT : O JUDUL UNIT

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia dengan keadaan geografis dan kondisi sosialnya berpotensi rawan

BAB 1 PENDAHULUAN. mengenai bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.

PERATURAN BUPATI LANDAK NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG

BAB I LATAR BELAKANG. negara yang paling rawan bencana alam di dunia (United Nations International Stategy

BAB I PENDAHULUAN. letaknya berada pada pertemuan lempeng Indo Australia dan Euro Asia di

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 SERI D.4 PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

RANCANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI,

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB VII KESIMPULAN DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 7. MENGANALISIS MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAMLATIHAN SOAL 7.1

Lampiran 1 DENAH INSTALASI ICU. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG

STANDARD OPERATING PROCHEDURE (SOP) KEDARURATAN DI TEKNIK KELAUTAN ITB

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 7 TAHUN 2017 TENTANG

2015 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA BUKITTINGGI

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 6 TAHUN 2011

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 2019

Powered by TCPDF (

BUPATI BENER MERIAH QANUN KABUPATEN BENER MERIAH NOMOR 06 TAHUN 2014 TENTANG

ALGORITMA FLOYD WARSHALL UNTUK MENENTUKAN JALUR TERPENDEK EVAKUASI TSUNAMI DI KELURAHAN SANUR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

DOKUMEN PROSES PERENCANAAN EVAKUASI TSUNAMI UNTUK TINGKAT SEKOLAH SD No. 2 Kelurahan Tanjung Benoa Langkah ke 1 : Memulai perencanaan REFERENSI DAPS - HAL 5 1. Apa yang perlu dilakukan oleh sekolah? a. Mengerti dan memahami rencana evakuasi di Kelurahan Tanjung Benoa b. Mengumpulkan referensi / dokumen-dokumen peta tsunami, peringatan dini tsunami dan dasar Hukum UU No. 24/2007 dan Perpres RI No.8 2008 Langkah ke 2 : Menentukan faktor-faktor yang perlu di pertimbangkan HAL 6 2. Apakah sekolah terletak di Zona Bahaya? Ya : Zona merah untuk Bahaya Tsunami 3. Dimana Tempat aman? Bangunan bertingkat, minimal berlantai 2 : Rencana A: apabila bangunan sekolah tidak roboh setelah terjadi gempa Tempat aman 1. SD 2 Tanjung Benoa; Tempat aman 2. Hotel Novotel Jarak 60 m waktu tempuh 5 menit Rencana B: apabila bangunan sekolah roboh setelah gempa Tempat aman 1. Hotel Novotel Jarak 60 m waktu tempuh 5 menit Tempat aman 2. Penginapan Panca Setia Jarak 400 m waktu tempuh 10 menit 1

4. Menentukan jalur evakuasi? Untuk Rencana A: Menuju Jl. Taman Sari, depan sekolah ke timur masuk Jl. Pratama ke selatan ke bangunan sebelah yaitu Hotel Novotel Untuk Rencana B: Menuju Jln. Taman Sari, depan sekolah ketimur menuju Jl. Pratama ke selatan (sasaran Hotel Novotel dan Penginapan Panca Setia ) 5. Siapa saja kelompok rentan disekolah? 1. Semua siswa adalah kelompok rentan, tapi lebih di prioritaskan siswa kelas 1-3 2. Ibu Guru Hamil : (Ni Nyoman Adnyani Astuti, Ni Nyoman Artini, Lud Gardispati) 6. Apa saja infrastruktur dan peralatan kritis yang ada disekitar sekolah? Tempat parkir : rawan roboh Bangunan barat yang kosong : rawan roboh Pengeras suara : letak dan posisi harus jelas pada saat digunakan pada waktu darurat Langkah ke 3: Menentukan strategi untuk evakuasi (membuat rencana evakuasi) HAL 8 1. Uraikan mengenai cara memahami peringatan dini dan pengambilan keputusan di sekolah anda? Semua anggota sekolah mengerti dan memahami tanda-tanda peringatan alam seperti : - gempa bumi, - air laut mendadak surut, bau air laut amis / asin, - tiba-tiba angin mendadak kencang dari arah laut Semua anggota sekolah mengerti dan memahami bahwa bunyi sirene dari Banjar Tengah adalah peringatan arahan untuk segera evakuasi. Petugas koordinator informasi dan komunikasi mencari informasi apakah gempa yang terjadi berpotensi tsunami atau tidak dari radio, televisi atau dengan menelepon : - Kantor PUSDALOPS PB ( Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) Provinsi No. Telp. 0361 251177 - PMI Denpasar No. Telp. 0361 483465/486937 2

- Anggota Sibad Kelurahan Tanjung Benoa - Kantor Kelurahan Tanjung Benoa No. Telp. 0361 776370 Setelah mendapat informasi gempa yang terjadi berpotensi tsunami. Pengambilan keputusan dilakukan oleh Kepala Sekolah menggunakan pengeras suara memberi komando untuk semua anggota sekolah menuju tempat aman yaitu Rencana A atau Rencana B. 2. Uraikan alasan memilih lokasi aman yang dituju yang sudah ditentukan? - Tempat Aman Rencana A : SD 2 Tanjung Benoa, siswa tidak perlu menempuh jarak jauh, langsung evakuasi vertical ke bangunan sekolah, Hotel Novotel : letaknya hanya bersebelahan dengan SD 2, sehingga bisa menjadi tempat aman - Tempat Aman Rencana B: Hotel Novotel letaknya di samping sekolah dan Penginapan Puri Panca Setia, bangunan berlantai 3, dan jarak 400 m dari SD 2 dapat ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu 10 menit. Lokasi ini sesuai dengan dokumen rencana evakuasi tingkat Kelurahan Tanjung Benoa 3. Uraikan jalur evakuasi mana yang akan dilalui dan alasan memilih jalur tersebut? Untuk Rencana A: Menuju Jl. Taman Sari, depan sekolah ke timur masuk Jl. Pratama ke selatan ke bangunan sebelah yaitu Hotel Novotel Alasan bangunan Hotel Novotel hanya terletak disamping sekolah. Rencana B: Menuju Jln. Taman Sari, depan sekolah ketimur menuju Jl. Pratama ke selatan (sasaran Hotel Novotel dan Penginapan Panca Setia ) Alasan, jarak 400 m dan bisa ditempuh dalam waktu 10 menit dengan akses jalan yang lebar 4. Sarana dan prasarana apa saja yang diperlukan untuk penanganan kelompok rentan di sekolah, jelaskan? Untuk kelompok Ibu guru hamil diperlukan pendamping pada saat evakuasi Untuk semua siswa, masing-masing coordinator kelas wajib mendampingi siswanya 3

5. Tuliskan prosedur tetap untuk sekolah anda secara lengkap? PROSEDUR SAAT MERASAKAN GEMPA GEMPA JANGAN PANIK, SELAMATKAN DIRI; MERUNDUK, BERLINDUNG, BERPEGANGAN DAN LARI MENUJU HALAMAN SEKOLAH KEADAAN BANGUNAN MENCARI INFORMASI APAKAH GEMPA BERPOTENSI TSUNAMI ATAU TIDAK dari RADIO/TELEVISI TELP. KE PUSDALOPS: (0361) 251177 Bangunan Tidak Roboh: SEMUA SISWA TETAP TENANG DAN BERLINDUNG TUNGGU INSTRUKSI SELANJUTNYA Bangunan Roboh: SEMUA SISWA TETAP TENANG DAN BERLINDUNG, EVAKUASI YANG TERLUKA KE HALAMAN SEKOLAH UNTUK DIBERI PERAWATAN P3K 4

PROSEDUR SETELAH MERASAKAN GEMPA MENCARI INFO DARI SIRENE, TV, RADIO, TELP KE PUSDALOPS, memperhatikan tanda-tanda alam. Koordinator: NI WAYAN EKA BUDASTRI APA GEMPA BERPOTENSI TSUNAMI? TIDAK YA 1. MASING-MASING WALI KELAS MEMBAWA KELUAR SISWANYA MENUJU HALAMAN SEKOLAH LANTAI 1 : KELAS I, II, III LANGSUNG MENUJU HALAMAN SEKOLAH LANTAI 2: KELAS V DAN VI LEWAT TANGGA TIMUR KELAS IV LEWAT TANGGA BARAT 2. TIM P3K MENGAMBIL PERLENGKAPAN KOORDINATOR: IMAM RIFA I 3. MEMASTIKAN SEMUA WARGA SEKOLAH SUDAH KELUAR RUANGAN KOORDINATOR: I MADE KUMARDIKA 4. PENGECEKAN KONDISI SISWA KOORDINATOR : I KETUT SUNARKA 5. PETUGAS PENCARI BANTUAN KOORDINATOR : I KETUT SUNARKA RENCANA A: (JIKA GEDUNG TIDAK ROBOH) 1. GURU KELAS I, II, III MEMBAWA SISWANYA KE LANTAI 2 GEDUNG SEKOLAH 2. GURU KELAS IV, V, VI MEMBAWA SISWANYA KE HOTEL NOVOTEL RENCANA B : (JIKA GEDUNG ROBOH) 1. GURU KELAS I,II,III MEMBAWA SISWANYA MENUJU HOTEL NOVOTEL 2. GURU KELAS III,IV, VI MEMBAWA SISWANYA MENUJU HOTEL PURI PANCA SETIA Langkah ke 4 : Membuat perencanaan sosialisasi rencana evakuasi HAL 10 5

1. Siapa saja tim kerja di sekolah? (nama) - Nyoman Kertyasa (Kepsek) (Pengambil Keputusan) - Imam Refa I (Koor. P3K) - I Wayan Karta (Penyedia Obat-obatan) - Komang Juniartawan (Koor. Pendataan Siswa) - Gede Gunawan (Koor. Pengarahan Siswa) - I Ketut Sunarka (Koor. Mencari Bantuan) - Ni Wayan Eka Budastri (Koor. Informasi dan Kamunikasi) - Ngakan Nyoman Partamayasa (Koor. Pembawa Perlengkapan Darurat) - I Nyoman Sudala (Koor. Kelas 1) - Ida Ayu Puspawati (Koor. Kelas 2) - Ni Ketut Suci (Koor. Kelas 3) - Ni Nyoman Supiati (koor. Kelas 4) - Ni Made Mastika (koor. Kelas 5) - Ni Wayan Tiram (Koor. Kelas 6) - I Made Kumardika (Kord. Clear Area) - Ni Ketut Katri (Pembantu Umum) - Ni Wayan Sri Handayani (Pembantu Umum) - Aderewati (Pembantu Umum) - 2. Apa tujuan; hasil yang diharapkan, dan berapa lama sosialisasi akan dilakukan? Tujuan : - Meningkatkan kesiapsiagaan komunitas sekolah akan bahaya bencana tsunami - Adanya sistem yang sudah terstrukstur di SD No. 2 Tanjung Benoa Hasil - Agar informasi mengenai rencana evakuasi tsunami dapat dipahami secara bersama oleh warga sekolah - Meminimalisir korban bencana tsunami - Sebagai umpan balik yang sudah direncanakan sehingga menjadi lebih sempurna Waktu : - Setiap 6 bulan, 2 jam dalam sekali pertemuan 3. Siapa saja target sosialisasi? Seluruh warga sekolah termasuk orang tua siswa 4. Metode apa yang akan digunakan dalam sosialisasi di lingkungan sekolah anda? - Metoda ceramah - Penugasan - Simulasi - Penggunaan media atau alat peraga 5. Siapa saja petugas sosialisasi, tugas dan tanggungjawabnya? (nama) - I Gede Gunawan 6

- I Wayan karta - Komang Juniartawan - Imam Rifa i - I Ketut Sunarka - Ni Wayan Eka Budastri Langkah ke 5 : Membuat perencanaan latihan evakuasi (drill evakuasi) HAL 11 1. Siapa saja tim kerjanya? (nama) 2. Nyoman Kertyasa (Kepsek) (Pengambil Keputusan 3. Imam Refa I (Koor. P3K) 4. I Wayan Karta (Penyedia Obat-obatan) 5. Komang Juniartawan (Koor. Pendataan Siswa) 6. Gede Gunawan (Koor. Pengarahan Siswa) 7. I Ketut Sunarka (Koor. Mencari Bantuan) 8. Ni Wayan Eka Budastri (Koor. Informasi dan Kamunikasi) 9. Ngakan Nyoman Partamayasa (Koor. Pembawa Perlengkapan Darurat) 10. I Nyoman Sudala (Koor. Kelas 1) 11. Ida Ayu Puspawati (Koor. Kelas 2) 12. Ni Ketut Suci (Koor. Kelas 3) 13. Ni Nyoman Supiati (koor. Kelas 4) 14. Ni Made Mastika (koor. Kelas 5) 15. Ni Wayan Tiram (Koor. Kelas 6) 16. I Made Kumardika (Kord. Clear Area) 17. Ni Ketut Katri (Pembantu Umum) 18. Ni Wayan Sri Handayani (Pembantu Umum) 19. Lud Gardispati (Pembantu Umum) 20. Ni Nyoman Adnyani Astuti (Pembantu Umum) 21. Ni Nyoman Artini (Pembantu Umum) 22. Aderewati (Pembantu Umum) 23. Apa tujuan latihan evakuasi dan hasil yang diharapkan? - Meningkatkan kesiapsiagaan komunitas sekolah akan bahaya bencana tsunami - Adanya sistem yang sudah terstrukstur di SD No. 2 Tanjung Benoa - Membiasakan warga sekolah mengikuti prosedur yang telah disepakati - Peningkatan respon siswa terhadap bencana tsunami 24. Siapa target peserta latihan evakuasi untuk yang pertama, kedua atau lainnya? 7

- Pertama : guru-guru dan pegawai - Kedua : siswa - Ketiga : Orang tua atau Wali siswa 25. Metode latihan evakuasi tersebut kapan bisa dilaksanakan, dan hambatan apa saja yang mungkin timbul dalam pelaksanaannya? - Waktu : setiap tahun ajaran baru - Hambatan : kesulitan dalam pengarahan anak dan penghadiran orangtua siswa serta pendanaan 26. Siapa saja petugas yang diperlukan dalam latihan evakuasi, identifikasi masing-masing beserta tanggungjawabnya? (nama/lembaga/dll) - GTZ - PMI - BMKG - SIBAD Tanjung Benoa - Kelurahan Tanjung Benoa - Tokoh Masyarakat - Pelaku pariwisata/hotel - Dan seluruh komponen sekolah 27. NAMA SEKOLAH : SD No. 2 Tanjung Benoa 28. Jumlah Guru : 21 29. Jumlah siswa : 602 orang 30. Jumlah Kel. Rentan : siswa 602 orang Ibu hamil 3 orang 31. Staff lain : 1 orang 32. No. Telp Sekolah : (0361) 775 407, Hp. 085 737 643 379, Kepsek. 081 238 290 40 33. Keterangan lain : luas tanah sekolah 323,7 m2 - Perlu koordinasi dengan Hotel Novotel difasilitasi oleh Kelurahan Tanjung Benoa - Perlu simulasi dengan Hotel Novotel sekali setahun 8

34. Lampiran Denah Rencana Evakuasi TSUNAMI SD No.2 Tanjung Benoa 9

10