QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN ACEH TIMUR

BUPATI BENER MERIAH QANUN KABUPATEN BENER MERIAH NOMOR 03 TAHUN 2014

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

MEMUTUSKAN : BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT BAITUL MAL KABUPATEN ACEH TENGAH

PERATURAN DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA MAKASSAR

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 91 TAHUN : 2008 SERI : D PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 10 TAHUN 2008 TENTANG

4. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Re

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT

PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA CIMAHI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RANCANGAN QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR TAHUN 2013 TENTANG

QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN PONOROGO

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI GAYO LUES QANUN KABUPATEN GAYO NOMOR 4 TAHUN 2013

TENTANG ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA SURABAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SURABAYA,

BUPATI SIMEULUE PEMERINTAH ACEH QANUN KABUPATEN SIMEULUE NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 29 TAHUN 2005

Mengingat. 1. Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Sumatera Tengah Jis Undang-Undang Nomor 21 Drt. Tahun 1957 Jo Undang- 2.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 07 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN, ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN TAPIN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2008 NOMOR : 9 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR : 3 TAHUN : 2005 SERI : D NOMOR : 3

QANUN KABUPATEN PIDIE NOMOR 5 TAHUN 2013 T E N T A N G BUPATI PIDIE,

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI BARAT

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA BENGKULU dan WALIKOTA BENGKULU MEMUTUSKAN:

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN JEPARA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN ACEH TIMUR PROVINSI ACEH QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG POLA ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BREBES

PEMERINTAH KABUPATEN TANGGAMUS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN,

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN KETAPANG

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA TASIKMALAYA

QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 05 TAHUN 2005 T E N T A N G ORGANISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Kecil dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Selatan (Lembaran Negara RI Tahun 1956 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 1091) ; 3.

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

PEMERINTAH KOTA PROBOLINGGO

QANUN KABUPATEN PIDIE JAYA NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATAKERJA KECAMATAN DALAM KABUPATEN PIDIE JAYA

QANUN KABUPATEN PIDIE JAYA NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATAKERJA KECAMATAN DALAM KABUPATEN PIDIE JAYA

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2008

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan U

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BUPATI DONGGALA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI DONGGALA,

PEMERINTAH KOTA MADIUN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 06 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

BUPATI BINTAN PERATURAN BUPATI BINTAN NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 1 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA PONTIANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG NOMOR 05 TAHUN 2008

BUPATI KARANGANYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR : 64 TAHUN 2001 TENTANG

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 139 TAHUN 2016 TENTANG

QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN SEKRETARIAT DAERAH Jalan Jenderal Sudirman No.5 Telepon K I S A R A N

QANUN KOTA SABANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATAKERJA KECAMATAN DALAM KOTA SABANG

KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH KABUPATEN ACEH BARAT DAYA

BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 37 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS, FUNGSI, KEWENANGAN, HAK DAN KEWAJIBAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DALAM KABUPATEN ACEH TIMUR BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA NOMOR : 8 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

WALIKOTA BUKITTINGGI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

KABUPATEN ACEH UTARA QANUN KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI SUMBAWA BARAT

PROVINSI ACEH QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH UTARA QANUN KABUPATEN ACEH UTARA NOMOR 10 TAHUN 2006 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

LEMBARAN DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 64 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS DAN FUNGSI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN SITUBONDO

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA BALIKPAPAN

BUPATI BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN

QANUN KOTA LANGSA NOMOR 18 TAHUN 2004 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA LANGSA

NOMOR 5 TAHUN 2008 BUPATI MUSI RAWAS,

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 99 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA INSPEKTORAT ACEH

PEMERINTAH KABUPATEN PURBALINGGA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 24 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH KOTA MADIUN PERATURAN DAERAH KOTA MADIUN NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

PERATURAN DAERAH KOTA BANDAR LAMPUNG NOMOR 4 TAHUN 2008

Transkripsi:

1 QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI ACEH TENGAH, Menimbang : a. bahwa dengan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 21 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 3 Tahun 2009 telah ditetapkan Susunan Organisasi dan Tatakerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Aceh Tengah; b. bahwa berdasarkan hasil evaluasi dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan di Kabupaten Aceh Tengah, maka dipandang perlu dilakukan perubahan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 21 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi dan Tatakerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Aceh Tengah ; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dan huruf b perlu menetapkan dalam suatu qanun. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 7 (drt) Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Kabupaten-kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Sumatera Utara jo.undang-undang Nomor 4 Tahun 1974, tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Tenggara (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1107); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 3. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 172, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3893); 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 4389 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 10); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 tentang Pemerintahan Daerah. (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 6. Undang-Undang...

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4633); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 89); 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 10. Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pembentukan Qanun; 11. Qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Aceh Tengah sebagaimana telah diubah dengan Qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Aceh Tengah. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN ACEH TENGAH dan BUPATI ACEH TENGAH MEMUTUSKAN : Menetapkan : QANUN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS QANUN KABUPATEN ACEH TENGAH NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH Pasal I Beberapa ketentuan dalam qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 21 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Aceh Tengah, diubah sebagai berikut : 1. Ketentuan bagian ketiga diubah sehingga bagian ketiga berbunyi sebagai berikut : Bagian Ketiga BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN PEMERINTAHAN KAMPUNG 2. Ketentuan Pasal 14 ayat (1) diubah dan diantara sub e dan sub f disisipkan 1 (satu) sub baru yaitu sub e.1, Ayat (4) diubah serta ditambah 1 (satu) ayat baru yaitu ayat (6), sehingga Pasal 14 ayat (1), ayat (4) dan ayat (6) berbunyi sebagai berikut : Pasal 14 (1) Susunan Organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung terdiri dari : a. Kepala Badan; b. Sekretariat; 2 c. Bidang...

c. Bidang Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat; d. Bidang Penguatan Kelembagaan Masyarakat; e. Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Kampung dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna; e.1 Bidang Pemerintahan Kampung dan Mukim; f. UPTB; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional. (4) Bidang Penguatan Kelembagaan Masyarakat, terdiri dari : a. Sub Bidang Penataan Kelembagaan; dan b. Sub Bidang Pengembangan Partisipasi Masyarakat dan Sosial Budaya. (6) Bidang Pemerintahan Kampung dan Mukim : a. Sub Bidang Pendapatan dan Kekayaan Kampung/ Mukim; dan b. Sub Bidang Tata Pemerintahan, Perangkat dan Administrasi Kampung/ Mukim; 3. Ketentuan Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17 dan Pasal 18 diubah sehingga Pasal 15, Pasal 16, Pasal 17 dan Pasal 18 berbunyi sebagai berikut : Pasal 15 (1) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung adalah Perangkat Daerah sebagai unsur pendukung pemerintahan daerah di bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung; (2) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui SEKDA. Pasal 16 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung mempunyai tugas melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan di bidang pemerintahan kampung/mukim, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan sumber daya kampung dan pemanfaatan teknologi tepat guna sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 17 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 16, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung mempunyai fungsi: a. pelaksanaan urusan ketatausahaan Badan; b. penyusunan program kerja tahunan jangka menengah dan jangka panjang badan; c. penyelenggaraan tugas di bidang pemerintahan kampung/mukim, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan sumber daya kampung dan pemanfaatan teknologi tepat guna; d. pelaksanaan pembinaan pengawasan dan pengendalian terhadap penyelenggaraan tugas di bidang pemerintahan kampung/mukim, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan sumber daya kampung/mukim dan pemanfaatan teknologi tepat guna; e. perumusan kebijakan teknis dalam lingkup pengembangan usaha ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan sumber daya kampung dan pemanfaatan teknologi tepat guna; f. pelaksanaan... 3

f. pelaksanaan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lainnya di bidang pemerintahan kampung/mukim, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan sumber daya kampung dan pemanfaatan teknologi tepat guna; g. pembinaan UPTB; dan h. pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya. Pasal 18 Untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana dimaksud pada Pasal 17, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung mempunyai kewenangan: a. merumuskan dan menyiapkan kebijakan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan kampung/mukim; b. merumuskan dan menyiapkan kebijakan di bidang usaha pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan kampung/mukim; c. merumuskan dan menyiapkan kebijakan di bidang pemanfaatan teknologi tepat guna dan sumber daya alam; d. merumuskan dan menyiapkan kebijakan program, koordinasi serta penyusunan perencanaan di bidang pemerintahan kampung/mukim, pengembangan usaha ekonomi masyarakat, penguatan kelembagaan masyarakat, pemberdayaan sumber daya kampung/mukim dan pemanfaatan teknologi tepat guna; dan e. melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan. 4. Ketentuan Pasal 44 sub c, sub d dan sub e diubah, sehingga Pasal 44 berbunyi sebagai berikut : Pasal 44 Susunan Organisasi Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah, terdiri dari : a. Kepala Satuan; b. Sub Bagian Tata Usaha; c. Seksi Penegakan Kebijakan Daerah dan Syari at Islam; d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban; e. Seksi Hubungan Antar Lembaga; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional 5. Ketentuan Pasal 45, Pasal 46 dan Pasal 47 diubah sehingga Pasal 45, Pasal 46 dan Pasal 47 berbunyi sebagai berikut : Pasal 45 (1) Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah adalah unsur pendukung pemerintahan daerah di bidang penegakan kebijakan daerah, Syari at Islam, ketentraman, ketertiban umum dan hubungan antar lembaga; dan Pasal 46... 4

Pasal 46 Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah mempunyai tugas memelihara ketentraman, ketertiban umum, menegakkan kebijakan daerah, melakukan sosialisasi, pengawasan, pembinaan, penyidikan dan pelaksanaan hukuman sesuai dengan Peraturan Perundang- Undangan. Pasal 47 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada Pasal 46, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah mempunyai fungsi : g. pelaksanaan urusan ketatausahaan; h. penyusunan program kerja tahunan, jangka menengah dan jangka panjang; i. pelaksanaan ketentraman, ketertiban umum, penegakan kebijakan daerah dan hubungan antar lembaga; j. pelaksanaan koordinasi pemeliharaan ketentraman, ketertiban umum, penegakan kebijakan daerah dan hubungan antar lembaga dengan aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan Aparatur lainnya; k. pengawasan terhadap masyarakat agar mematuhi dan mentaati kebijakan daerah dan pelaksanaan Syari at Islam. l. pelaksanaan sosialisasi kepada seseorang atau kelompok orang tentang adanya peraturan perundang-undangan di bidang Syari at Islam; m. pelaksanaan upaya-upaya aktif untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, kesadaran, serta pengamalan masyarakat (seseorang dan kelompok orang) terhadap ketentuan dalam qanun-qanun atau peraturan perundang-undangan di bidang Syari at Islam; n. pengkoordinasian kesatuan-kesatuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah; dan o. pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya. 6. Ketentuan Pasal 49 sub d diubah, sehingga keseluruhan Pasal 49 berbunyi sebagai berikut Pasal 49 Susunan Organisasi Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, terdiri dari : a. Kepala Kantor; b. Sub Bagian Tata Usaha; c. Seksi Pembinaan Masyarakat dan Kesatuan Bangsa; d. Seksi Kesiagaan dan Perlindungan Masyarakat; e. Seksi Pembinaan Partai Politik dan Organisasi Kemasyarakatan; dan f. Kelompok Jabatan Fungsional 7. Diantara... 5

7. Ketentuan Pasal 78 ayat (1) dan ayat (2) disisipkan 2 (dua) ayat baru yaitu ayat (1.a) dan ayat (2.a) sehingga Pasal 78 berbunyi sebagai berikut : Pasal 78 (1.a) Bagan struktur organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah dan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan sebagaimana tercantum dalam lampiran I, II dan III qanun ini; (2.a) Rincian Tugas Pokok Fungsi Pemangku Jabatan Struktural dan Uraian Jabatan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung, Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah dan Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati; Pasal II (1) Dengan berlakunya qanun ini, maka qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Aceh Tengah sebagaimana telah diubah dengan qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 3 Tahun 2009 masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan qanun ini. (2) Qanun ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan qanun ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah. Disahkan di Takengon pada tanggal 26 Nopember 2010 M 19 Dzulhijjah 1431 H BUPATI ACEH TENGAH, NASARUDDIN Diundangkan di Takengon pada tanggal 29 Nopember 2010 M 22 Dzulhijjah 1431 H Sekretaris Daerah, Drs. H. KHAIRUL ASMARA Pembina Utama Madya Nip.19570427 198102 1 002 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2010 NOMOR : 44 6