PERANCANGAN SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perancangan Simulasi Supervisory Control and Data Acquisition pada Prototipe Sistem Listrik Redundant

BAB I PENDAHULUAN. PLC (Programmable Logic Controller) suatu alat kendali yang berbasis

APLIKASI REDUNDANT SYSTEM

Sistem Kontrol - 12 Computer Aided Control System. Dimas Firmanda Al Riza

Abstrak. Susdarminasari Taini-L2F Halaman 1

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN PENGISI DAN PENUTUP BOTOL OTOMATIS BERBASIS SISTEM SCADA

DAFTAR ISI ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Web SCADA untuk Mengendalikan Miniatur Pintu Air

Kontrol Modular Production System Berbasis PLC Siemens S7-300 Dengan Menggunakan HMI Touch Panel

BAB I PENDAHULUAN. industri menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) sebagai sistem

STUDI SISTEM KOMUNIKASI DATA PADA SCADA DI PT GAJAH TUNGGAL, Tbk PROPOSAL SKRIPSI

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB II LANDASAN TEORI. Programmable Logic Controller (PLC) diperkenalkan pertama kali pada tahun

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perancangan dan Realisasi Blok Komunikasi Dial-Up PLC Modicon M340 untuk Pengamatan secara Real-Time Menggunakan HMI/SCADA

II Protokol Remote Link II Protokol Modbus II Request Read N Bits. 16 II Request Read N Words. 16 II

PENDAHULUAN. Dalam otomasi industri ini dibutuhkan adanya sistem pengawasan kendali untuk. serta manajemen informasi yang cepat dan akurat.

PERANCANGAN SISTEM SCADA BEBAN PENERANGAN PADA PROTOTYPE GEDUNG A TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

SIMULASI SISTEM KERJA FILTER BARANG DARI MESIN STEMPEL MENGGUNAKAN APLIKASI CX-SUPERVISOR

Bab I. Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PERANCANGAN PROGRAM SISTEM PENGENDALI UNTUK OTOMATISASI PROSES PENGEPAKAN TEH MENGGUNAKAN PLC OMRON CP1E DI PT.PN VIII UNIT SINUMBRA

ALAT UJI MCB OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ABSTRAK

RANCANG BANGUN ELECTRICITY MANAGEMENT SYSTEM UNTUK BEBAN PENERANGAN DAN PENDINGINAN PADA RUANG B.301 TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO

APLIKASI SCADA BERBASIS WEB PADA SIMULATOR GREENHOUSE ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I. PENDAHULUAN. satu bentuk pengendalian terhadap suatu plant. Sistem ini banyak digunakan dalam

RANCANG BANGUN SISTEM PENGENDALIAN TINGGI PERMUKAAN AIR DAN SUHU CAIRAN BERBASIS PLC SCADA. Tugino, Yohanes Purwanto, Tri Handayani

AKUISISI DATA PADA SLOT READER MENGGUNAKAN KOMPUTER UNTUK MEMONITOR

DAFTAR ISI. Halaman Judul. Lembar Pengesahan Pembimbing. Lembar Pernyataan Keaslian. Lembar Pengesahan Penguji. Halaman Persembahan.

Kata Kunci : PLC, Webserver, Website, monitoring, mengontrol, KWH.

Pembuatan Web SCADA Software untuk Pengendalian Miniatur Rumah Cerdas Berbasis PLC Omron

PERANCANGAN APLIKASI OMRON SYSMAC CPM1A PADA SISTEM OTOMATISASI POMPA AIR UNTUK PENGISIAN WATER TANK DI APARTEMENT GRIYA PRAPANCA

BAB 7. PLC = Programmable Logic Controller

PEMBUATAN ANTARMUKA MESIN MANUSIA PADA MODUL LATIH PLC BERBASIS PERANGKAT LUNAK CX DESIGNER

2013 MODUL LATIH SISTEM KENDALI MOTOR AC 3 PHASA BERBASIS PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) TERINTEGRASI HMI (HUMAN MACHINE INTERFACE)

PINTU PEMBERITAHU KEGIATAN RUANGAN MENGGUNAKAN HMI SCADA BERBASIS MODUL MIKROKONTROLER (HARDWARE SISTEM ALARM DAN KUNCI OTOMATIS)

TUGAS AKHIR. Diajukan guna melengkapi sebagai syarat dalam mencapai gelar Sarjana Strata Satu (S1) Disusun Oleh :

PERANCANGAN HUMAN MACHINE INTERFACE ( HMI ) PADA MODEL KONVEYOR PENGANGKUTAN MATERIAL

Aplikasi Kamera Pemantau & Electrical Appliance Remote. Berbasis PC Menggunakan Microcontroller. Arduino Uno & LAN Connection

CARA MEMBUAT SIMULASI LEVEL CONTROL

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini membahas tentang latar belakang, identifikasi masalah, tujuan, pembatasan masalah, serta sistematika penulisan tugas akhir.

Pengembangan RTU (Remote Terminal Unit) untuk Sistem Kontrol Jarak Jauh berbasis IP

Implementasi Programable Logic Control Dan Wonderware Intouch Untuk Otomasi Smart Home

TUGAS AKHIR -TE Sistem Monitoring Pengemasan Air Minum Botol Menggunakan Kontrol PLC

BAB I SISTEM KONTROL TNA 1

RANCANG BANGUN SISTEM PENCAHAYAAN OTOMATIS BERBASIS PEMROGRAMAN LADDER PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER) ZELIO

BAB III PERANCANGAN SISTEM. menggunakan media filter untuk memisahkan kandungan partikel-partikel yang

Sistem Redundant PLC (Studi Kasus Aplikasi Pengontrolan Plant Temperatur Air)

PEMBUATAN APLIKASI SCADA GSM UNTUK PEMONITORAN SISTEM PLANT JARAK JAUH

SCADA BERBASIS WONDERWARE IN TOUCH 10.5 DENGAN PLC SIEMENS S300 SEBAGAI PENGENDALI SISTEM PERAKITAN KALENG

PEMBUATAN SOFTWARE TELEMETRI SISTEM MONITORING DAYA LISTRIK PANEL SEL SURYA MENGGUNAKAN JARINGAN Wi-Fi TUGAS AKHIR

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

APLIKASI PLC OMRON CPM 1A 30 I/O UNTUK PROSES PENGEPAKAN BOTOL SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK

BAB III METODE DAN PERANCANGAN

PEMBUATAN SISTEM ANTARMUKA DAN AKUISISI DATA MENGGUNAKAN CIMON SCADA PADA MODEL SUNGKUP PLTN TIPE PWR

Bab 3 PLC s Hardware

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Peran teknologi dewasa ini dalam dunia industri telah berkembang dengan pesat.

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

Makalah Seminar Kerja Praktek PERANCANGAN APLIKASI PLC OMRON SYSMAC CPM1A PADA MODUL SISTEM SILO

PERANCANGAN SISTEM ANTARMUKA BERBASIS HMI ( HUMAN MACHINE INTERFACE ) PADA MESIN AUTO BALLPRESS PLANT DI PT.APAC INTI CORPORA

MINI SCADA BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 32 DENGAN KOMUNIKASI MODBUS RS 485 DAN SISTEM MONITORING MENGGUNAKAN VISUAL BASIC

APLIKASI WEB EMBEDDED MICROCONTROLLER UNTUK PENGINFORMASIAN KONDISI LALU LINTAS BERUPA TULISAN MENGGUNAKAN WEB BROWSER MELALUI JARINGAN GPRS

Implementasi Sistem SCADA Redundant (Study kasus: Proses Pengendalian Plant Temperatur Air)

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan Programmable Logic Controller (PLC) dalam dunia industri

KONTROL OTOMATIS AIR CONDITIONER SHELTER BTS BERBASIS MICROCONTROLLER JOURNAL

Programmable Logic Controller (PLC) Pendahuluan

Perancangan dan Realisasi Prototipe Sistem Smart House dengan Pengendali Menggunakan Smart Phone Berbasis Android. Disusun Oleh:

BAB I PENDAHULUAN. Rancang bangun Smart home ini dibuat untuk mengendalikan dan

BAB I PENDAHULUAN. suatu arah perubahan yang lebih baik dan memudahkan dalam manusia

Gambar 3.1 Diagram Blok Alat

SATUAN ACARA PENGAJARAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan

SIMULASI DATA ACQUISITION ALAT UJI FLIGHT CONTROL ACTUATOR PESAWAT MENGGUNAKAN SOFTWARE LABVIEW

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM SCADA. Untuk memudahkan penggunaan user maka dibuat beberapa halaman penting

BAB II SISTEM PEMANASAN AIR

DAFTAR ISI. Halaman Judul... i. Lembar Pengesahan Pembimbing... ii. Lembar Pengesahan Penguji... iii. Lembar PernyataanKeaslian...

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

BAB III METODE PENELITIAN

Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana ISSN:

PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) SUATU PEMAHAMAN DASAR PERALATAN PENGENDALI DI INDUSTRI BAGI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI

RANCANG BANGUN SISTEM SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION (SCADA) UNTUK PENGONTROL LEVEL AIR MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK TUGAS AKHIR

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

MODUL PEMANFAATAN JALUR KOMUNIKASI RS 485 UNTUK SIMULASI KENDALI JARAK JAUH PLC MASTER K 10S1

PERANCANGAN SISTEM KONTROL DAN AKUISISI DATA MENGGUNAKAN PROGRAM ANTARMUKA PADA MODEL MESIN SIZING DENGAN KOMUNIKASI SERIAL NIRKABEL

PERANCANGAN SISTEM SCADA BEBAN PENERANGAN PADA PROTOTYPE GEDUNG A TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO

ABSTRAK. Kata kunci: Arduino, Switch, Access Point, LED, LCD, Buzzer, . i Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN PENGENDALIAN KETINGGIAN CAIRAN DALAM BENTUK LEVEL SIMULATOR BERBASIS AVR 8535 YANG DIKENDALIKAN MELALUI JARINGAN TCP/IP

MENGOPERASIKAN SCADA SISTEM PENGOPERASIAN UNIT GENERATOR PEMBANGKIT. Menjelaskan operasional SCADA. Teknik Pembangkit Listrik 1 st Class Semester 2

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III TINJAUAN UMUM SISTEM SCADA DALAM KOMUNIKASI RADIO

Teknik Otomasi [PengenalanPLC]

BAB III RANCANG BANGUN ALAT

BAB III PERANCANGAN. Sebelum membuat suatu alat atau sistem, hal yang paling utama adalah

Transkripsi:

PERANCANGAN SUPERVISORY CONTROL AND DATA ACQUISITION (SCADA) MENGGUNAKAN SOFTWARE CX-SUPERVISOR 3.1 PADA SIMULASI SISTEM LISTRIK REDUNDANT BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) OMRON CP1E NA-20-DRA Almuhtarom, Priyo Sasmoko Program Studi Diploma III Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro ABSTRACT Almuhtarom, Priyo Sasmoko, in this paper explain that the existence of electrical energy for human needs can not be separated, the electrical energy used by all humans on this planet of small-scale (household) to large-scale industry. Demand the amount of electrical energy and the quality of the electricity transmission system has increased over time. Disruptions in electricity transmission system could be fatal for the electrical components or the operating loss in an industry. SCADA is proposed to accommodate this problem. SCADA is able to monitor and control the disturbances in electrical systems redundant. The purpose of this final project is to simulate a SCADA system to eliminate redundant electric power transmission network failures such as opencircuit, short circuit, and overload that can be controlled directly from the plant or via an interface on the computer. Ladder diagram programming languages used to design the PLC system. Hardware and software to support this thesis, such as plant redundant electrical systems, Omron PLC CP1E NA-20-DRA, Laptop, CX One 9.3 software for programming the PLC and the CX Supervisor 3.1 for building HMI. The test results indicate that the current sensor can be used to detect if an interruption occurs in the form of overload and short circuit simulate disturbances. Plant redundant electrical system can be monitored and controlled through input-output of the plant, computer interface, and the World Wide Web. There is a relay on a plant that can connect to the electricity grid cut power lines when an interruption occurs. If an interruption occurs in the form of an open circuit, short circuit or overload, alarm and disturbance indicators will be active. Keywords: SCADA, PLC, open circuit, short circuit, overload. PENDAHULUAN Latar Belakang Dewasa ini perkembangan dunia otomasi dan sistem kontrol jarak jauh pada sebuah plant, menimbulkan kebutuhan akan aplikasi SCADA. Adanya SCADA membuat pengontrolan dan monitoring mudah dilakukan, cukup melalui control room seorang operator dapat dengan mudah memantau peralatan yang berada pada plant yang jauh. Dari waktu ke waktu kebutuhan akan kuantitas energi listrik dan kualitas sistem transmisi listrik semakin mengalami peningkatan. Kegagalan dalam sistem transmisi listrik bisa berakibat fatal bagi kerusakan komponen listrik maupun kerugian operasional pada sebuah industri. Untuk mengakomodasi masalah tersebut dibangun sebuah sistem yang mampu memonitoring dan mengendalikan gangguan berupa Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) pada sistem listrik redundant berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Diharapkan dengan melibatkan aspek otomatisasi berupa sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dapat meningkatkan aspek safety dan easy pada plant yang dikontrol. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mensimulasikan SCADA pada plant sistem listrik redundant yang dapat dikendalikan langsung dari plant maupun melalui interface komputer dari gangguan yang terjadi pada jalur transmisi listrik seperti gangguan hubung buka, hubung singkat, dan overload. Batasan Masalah Dalam penelititan ini, penulis membatasi masalah sebagai berikut: Software CX-Supervisor 3.1 digunakan sebagai perancangan perangkat lunak untuk interface di komputer. Microsoft Office Access sebagai database untuk menyimpan data dari proses akuisisi terhadap plant sistem listrik redundant. Komunikasi serial hanya menggunakan kabel USB (Universal Serial Bus) Peripheral 2.0. CX-Programmer digunakan untuk membuat diagram ladder PLC. DASAR TEORI Sistem Listrik Redundant Sistem Listrik Redundant adalah kemampuan suatu sistem untuk tetap berfungsi dengan normal walaupun terdapat elemen yang tidak berfungsi. Hal ini biasanya dicapai dengan memiliki komponen backup yang berfungsi sama dengan elemen sistem. Redundant system dapat juga dibuat secara modular yaitu dalam sebuah sistem terdapat beberapa elemen dengan fungsi yang sama yang berguna sebagai 88 GEMA TEKNOLOGI Vol. 18 No. 2 Periode Oktober 2014 - April 2015

modul backup. Adapun beberapa konsep redundant system, diantaranya adalah sebagai berikut: Redundant 1+1 Pada arsitektur redundant 1+1 berarti setiap elemen memiliki masing-masing satu elemen backup. Pada arsitektur ini, jika terjadi kegagalan (failure) pada satu elemen atau lebih, maka sistem secara keseluruhan masih dapat berfungsi seperti keadaan sebelumnya (tidak terjadi failure). Redundant seperti ini sering disebut dengan active-standby. Operator Field Device HMI MTU RTU/PLC Communication System1 (low data rate) Communication System2 (high data rate) Gambar 3 Arsitektur sistem SCADA umum Gambar 1. Arsitektur Redundant 1+1 Redundant N+1 Pada arsitektur redundant N+1 berarti sekumpulan elemen yang berfungsi sama untuk melayani beban pada saat bersamaan, memiliki sebuah elemen backup. Arsitektur ini didesain untuk tetap tidak terpengaruh oleh kegagalan pada satu elemen dan memiliki harga (cost) yang efektif karena tidak memiliki banyak elemen backup. Gambar 2 Arsitektur Redundant N+1 Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) adalah Sistem kendali industri berbasis komputer yang dapat melakukan pengawasan, pengendalian dan akuisisi data terhadap sebuah plant. Dalam terminologi kontrol, supervisory control sering mengacu pada kontrol yang tidak langsung, namun lebih pada fungsi koordinasi pengawasan. Dengan kata lain, pengendali utama tetap dipegang oleh PLC (atau pengendali lainnya) sedang kontrol pada SCADA hanya bersifat koordinatif dan sekunder. SCADA merupakan sistem yang terdiri dari banyak komponen penyusun. Dalam aplikasinya, Subsistem penyusun SCADA terdiri dari: Operator Operator (manusia) mengawasi sistem SCADA dan melakukan fungsi supervisory control untuk operasi plant jarak jauh. Human Machine Interface (HMI) HMI menampilkan data pada operator dan menyediakan input kontrol bagi operator dalam berbagai bentuk, termasuk grafik, skematik, dan lain sebagainya. HMI merupakan sebuah software pada computer berbasis grafis yang berfungsi untuk mempermudah pengawasan (Supervisory) kepada sang operator. HMI mengubah data-data dan angka kedalam animasi, grafik/trend, dan bentuk yang mudah diterjemahkan oleh sang operator. Master Terminal Unit (MTU) MTU merupakan unit master pada arsitektur master/slave. MTU berfungsi menampilkan data pada operator melalui HMI, mengumpulkan data dari tempat yang jauh, dan mengirimkan sinyal kontrol ke plant yang berjauhan. Kecepatan pengiriman data dari MTU dan plant jarak jauh relatif rendah dan metode kontrol umumnya open loop karena kemungkinan terjadinya waktu tunda dan flow interruption. Communication System Sistem komunikasi antara MTU-RTU ataupun antara RTU-field device diantaranya berupa: o USB 2.0 (USB to Peripheral) o RS 232 o Private Network (LAN/RS-485) o Switched Telephone Network o o Internet Wireless Communication System Wireless LAN GSM Nettwork Radio modems Remote Terminal Unit (RTU) RTU merupakan unit slave pada arsitektur master/slave. RTU mengirimkan sinyal kontrol pada peralatan yang dikendalikan, mengambil GEMA TEKNOLOGI Vol. 18 No. 2 Periode Oktober 2014 - April 2015 89

data dari peralatan tersebut, dan mengirimkan data tersebut ke MTU. Kecepatan pengiriman data antara RTU dan alat yang dikontrol relatif tinggi dan kode kontrol yang digunakan umumnya close loop. Sebuah RTU mungkin saja digantikan oleh Programmable Logic Controller (PLC). Beberapa kelebihan PLC dibanding RTU adalah: o Solusi yang ekonomis o Serbagguna dan fleksibel o Mudah dalam perancangan dan instalasi o Kontrol yang canggih o Berukuran kecil secara fisik Field device Merupakan plant di lapangan yang terdiri objek yang memiliki berbagai sensor dan aktuator. Nilai sensor dan aktuator inilah yang umumnya diawasi dan dikendalikan supaya objek/plant berjalan sesuai dengan keinginan yang dikehendaki oleh pengguna. PLC OMRON CP1E NA20DR-A Berdasarkan standar NEMA (National Electrical Manufactures Association) ICS3-1978 part ICS3-304 definisi PLC (Programmable Logic Controller) adalah sebagai berikut : PLC adalah suatu peralatan elektronika yang bekerja secara digital, memiliki memori yang dapat diprogram, menyimpan perintah-perintah untuk melakukan fungsi-fungsi khusus seperti logic, sequencing, timing, counting dan arithmatic untuk mengontrol berbagai jenis mesin atau proses melalui modul input/output analog atau digital. PLC yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini adalah PLC OMRON jenis CP1E NADR-A dan diprogram dengan CX-Programmer 9.4. Gambar 4 merupakan bagian-bagian komponen dari CP1E NA20DR-A. PERANCANGAN APLIKASI Blok Diagram Alur Kerja Aplikasi SCADA Perancangan atau pembuatan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) menggunakan CX-Supervisor 3.1 ini dibuat menjadi sebuah aplikasi yang akan berguna sebagai user interface antara pengguna dengan komputer. Nantinya aplikasi ini akan digunakan untuk memonitoring kondisi dari suatu simulsi plant sistem listrik redundant berbasis PLC CP1E NA20DR-A. Gambar 5 adalah blog diagram alur kerja aplikasi SCADA. OPERATOR PLANT SISTEM LISTRIK REDUNDANT APLIKASI SCADA PADA KOMPUTER PLC/RTU Gambar 5 Diagram alur kerja aplikasi SCADA Dari gambar diagram alur kerja aplikasi SCADA diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi SCADA ini dapat menerima masukan (input) dari operator (dengan cara menekan (klik) pada tombol input yang ada pada aplikasi SCADA) ataupun masukan (input) dari plant sistem listrik redundant apabila terjadi gangguan. Perancangan Diagram State Sistem SCADA Perancangan diagram ladder pada Penelitian Tugas Akhir ini menggunakan pendekatan dengan diagram state. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah dalam mendesain ladder diagram pada PLC. Gambar 6 merupakan tampilan Diagram state simulasi plant sistem listrik redundant. FS OL S0 PB_START S1 OL S5 SHORT HB_1 HB_1' HB_2 HB_2' SHORT S4 S2 S3 Gambar 4. Komponen-komponen PLC CP1E NA20DR-A Dari bagian-bagian komponen PLC CP1E NA20DR-A terdapat fasilitas untuk melakukan hubungan komunikasi dengan komputer melalui port USB (Universal Serial Bus) Peripheral. Gambar 6 Diagram state plant sistem listrik redundant Berdasarkan diagram state diatas dapat direalisasikan kedalam diagram ladder seperti yang ada pada gambar 7. 90 GEMA TEKNOLOGI Vol. 18 No. 2 Periode Oktober 2014 - April 2015

Halaman Plant Halaman Plant digunakan untuk memonitoring dan mengendalikan plant sistem listrik redundant. Berikut ini adalah tampilan halaman plant. Gambar 9 Halaman Plant Halaman About Halaman About berisi informasi pembuat aplikasi dan waktu pembuatan apilasi. Gambar 10 Halaman About Gambar 7 Realisasi diagram ladder dari persamaan state PEMBUATAN APLIKASI Halaman Utama (Home Page) Halaman utama adalah halaman yang akan muncul ketika aplikasi SCADA dijalankan (runtime). Pada halaman utama terdiri dari halaman MENU dan halaman HOME. Aplikasi SCADA ini dirancang menggunakan software CX-Supervisor 3.1. gambar 8 menunjukan tampilan Home Page Aplikasi. Pembuatan Database Pembuatan database ini menggunakan Microsoft Office Access, Terdapat dua buah tabel dalam database yang dibuat. Yaitu tabel LOGIN dan PLANT. Masing-masing di dalam tabel terdapat kolom-kolom. Berikut merupakan kolom yang terdapat pada masing-masing database: Tabel LOGIN Tardapat kolom ID, Date, Time, User dan Security_Level. Tabel PLANT Terdapat kolom NO, DATE, TIME, START, STOP, HB_1, HB_2, SHORT_CIRCUIT, OVERLOAD, RL1_DAN_RL2, RL3_DAN_RL4, RL5_DAN_RL6, RL7_DAN_RL8, RL9_DAN_RL12, RL10, DAN RL11. PENGUJIAN APLIKASI Pengujian dilakukan melalui komputer maupun melalui plant sistem listrik redundant. Gambar 8 Home Page Aplikation Pengujian pada State nol (S0) State nol (S0) merepresentasikan kondisi saat sistem mati, yakni tidak ada relay dan lampu indikator yang hidup (ON). Dengan demikian Beban tidak mendapatkan suplai energi listrik. Gambar 11 merupakan saat kondisi pada State nol (S0). GEMA TEKNOLOGI Vol. 18 No. 2 Periode Oktober 2014 - April 2015 91

Ketika tombol hubung buka 1 (HB_1) ditekan kembali maka dari state dua (S2) akan kembali ke state satu (S1). Gambar 11 Halaman Plant saat kondisi State nol (S0) Pengujian pada State satu (S1) Dari state nol (S0) akan berpindah ke state satu (S1) bila ditekan tombol PB_Start yang ada di SCADA maupun yang ada di Plant. State satu (S1) merepresentasikan kondisi saat sistem hidup dengan kondisi normal, yakni tidak ada lampu indikator yang hidup (ON). Adapun untuk relay yang hidup adalah relay 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan 12. Dengan demikian, beban L1, L2 dan L3 mendapatkan suplai energi listrik. Berikut tampilan pada halaman Plantnya. Pengujian pada State tiga (S3) Dari state satu (S1) akan berpindah ke state tiga (S3) bila ditekan tombol hubung buka 2 (HB_2) yang ada di SCADA maupun yang ada di Plant. State tiga (S3) menyatakan kondisi saat sistem hidup dengan adanya gangguan pada hubung buka 2, dan pada lampu indikator HB_2 dan Buzzer akan hidup (ON). Adapun untuk relay yang hidup adalah relay 1, 2, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12. Dengan demikian, beban L1, L2 dan L3 mendapatkan suplai energi listrik. Gambar 14 merupakan saat kondisi state berada pada State tiga (S3). Gambar 14 Halaman Plant saat kondisi State tiga (S3) Ketika tombol hubung buka 2 (HB_2) ditekan kembali maka dari state dua (S3) akan kembali ke state satu (S1). Gambar 12 Halaman Plant saat kondisi State satu (S1) Pengujian pada State dua (S2) Dari state satu (S1) akan berpindah ke state dua (S2) bila ditekan tombol hubung buka 1 (HB_1) yang ada di SCADA maupun yang ada di Plant. State dua (S2) menyatakan kondisi saat sistem hidup dengan adanya gangguan pada hubung buka 1, dan tidak ada lampu indikator yang hidup, hanya Buzzer yang ON. Adapun untuk relay yang hidup adalah relay 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, dan 12. Dengan demikian, beban L1, L2 dan L3 mendapatkan suplai energi listrik. Pengujian pada State empat (S4) Dari state satu (S1) akan berpindah ke state empat (S4) dengan mengatur nilai tahanan potensiometer sebagai gangguan Short-circuit pada plant atau menekan tombol Short-circuit pada SCADA. State empat (S4) mempresentasikan kondisi saat sistem hidup dengan adanya gangguan pada Short-circuit. pada saat gangguan seperti ini maka lampu indikator Short-circuit dan Buzzer akan hidup (ON). Adapun untuk relay yang hidup adalah relay 1, 2, 5, 6, 9, 10, 11, dan 12. Dengan demikian, beban L1, L2 dan L3 mendapatkan suplai energi listrik. Gambar 15 merupakan saat kondisi state berada pada State empat (S4). Gambar 13 Halaman Plant saat kondisi State dua (S2) Gambar 15 Halaman Plant saat kondisi State empat (S4) 92 GEMA TEKNOLOGI Vol. 18 No. 2 Periode Oktober 2014 - April 2015

Ketika tombol short_circuit ditekan kembali maka dari state empat (S4) akan kembali ke state satu (S1). Pengujian pada State lima (S5) Dari state satu (S1) akan berpindah ke state lima (S5) dengan mengatur nilai tahanan potensiometer sebagai gangguan Overload (OL) pada plant atau menekan tombol Overload pada SCADA. State lima (S5) mempresentasikan kondisi saat sistem hidup dengan adanya gangguan pada Overload (OL). dan pada lampu indikator Overload (OL) dan Buzzer akan hidup (ON). Adapun untuk relay yang hidup adalah relay 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, dan 12. Dengan demikian, beban L1 dan L3 saja yang mendapatkan suplai energi listrik. Gambar 16 berikut merupakan tampilan halaman plant pada saat state berada pada state lima (S5). Gambar 16 Halaman Plant saat kondisi State empat (S4) Pengujian Database Microsoft Office Access Setelah melakukan pengujian masing-masing state pada halaman plant. Selanjutnya melakukan pengujian database dengan cara membuka file Microsoft Office Access yang ada di folder database. Gambar 17 merupakan tampilan database Tabel LOGIN dan gambar 18 merupakan tampilan database Tabel PLANT. Gambar 17 Tampilan database Tabel LOGIN Gambar 18 Tampilan database Tabel PLANT Didalam tabel PLANT saat kondisi hidup (ON) database akan menampilkan angka (-1) dan ketika dalam kondisi mati (OFF) database akan menampilkan anka (0). PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pengujian dan analisis yang dilakukan pada plant sistem listrik redundant, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Plant sistem listrik redundant dapat dilihat dan dikendalikan melalui input-output pada plant secara langsung maupun dikendalikan melalui SCADA (interface) pada komputer. Pada program PLC terdapat 6 state yang menggambarkan kondisi sistem sesungguhnya, yaitu sistem off (S0), sistem normal (S1), sistem saat gangguan hubung buka 1 (S2), sistem saat gangguan hubung buka 2 (S3), sistem saat Short_circuit (S4), dan sistem saat gangguan overload (S5). Aplikasi SCADA yang dibuat memiliki fungsi antara lain: monitoring (mengawasi kondisi plant), take action (mengendalikan proses pada plant) dan menampilkan database. Halaman Login (Security) digunakan untuk melindungi sistem dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Ketika User belum melakukan Login dan akan mengakses halaman Plant pada SCADA maka akan muncul peringatan untuk login terlebih dahulu. Saran Untuk pengembangan sistem lebih lanjut ada beberapa saran yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut: PLC yang digunakan sebaiknya menggunakan PLC yang memiliki jumlah input-output lebih banyak. Untuk lebih memperpanjang jarak komunikasi, dapat digunakan komunikasi lewat internet atau modem. DAFTAR PUSTAKA 1. Kurniawan, dkk. 2012. Perancangan Simulasi Supervisory Control and Data Acquisition pada Prototipe Sistem Listrik Redundant. TRANSMISI, 14(1), 7-12. 2. Saputra, Yudha Ariyanto Dwi. 2014. Implementasi Human Machine Interface (HMI) Menggunakan Visual Basic 6.0 Pada Monitoring Traffic Light Jarak Jauh Menggunakan Modul KYL 1020U Berbasis Mikrokontroler Atmega 16, Semarang: Universitas Diponegoro. 3. Wicaksono, Handy. 2012. SCADA Software dengan Wonderware InTouch. Yogyakarta: Graha Ilmu. 4. Widyaningrum, Widi. 2012. Aplikasi Programmable Logic Controller (PLC) GEMA TEKNOLOGI Vol. 18 No. 2 Periode Oktober 2014 - April 2015 93

Omron CPM1A-10CDR Pada Sistem Pemanas Mesin Penggiling Biji Kopi Otomatis, Semarang: Universitas Diponegoro. 5. ----------, CX-Supervisor User manual, http://www.omron.com, Juli, 2011. 6. ----------, OMRON introduces CP1E Micro Programmable Controllers, http://www.ia.omron.com/information/2009/ap r/01/007/, April, 2009. 94 GEMA TEKNOLOGI Vol. 18 No. 2 Periode Oktober 2014 - April 2015