SITOSKELETON DAN MOTILITAS SEL Biologi Sel Dasar BI-100A
Sitoskeleton adalah protein struktural yang membangun sistem membran dan komponen sitoplasmiknya
Komponen sitoskeleton: 1. mikrotubul 2. mikrofilamen 3. filamen intermediate 4. MTOC IF (4-5) = cell adhesion and support ACTIN (1-4) = maintains cell shape and generates force for movement Sitoskeleton berperan dalam: 1. menentukan bentuk sel dan ketahanan sel 2. penempatan berbagai organel dalam sel. 3. pergerakan materi-materi dan organel dalam sel 4. pergerakan sel 5. tempat untuk anchoring mrna dan membantu translasi mrna jadi polipeptida 6. komponen penting dalam pembelahan sel
Monomer-polimer : 1. Mikrotubul : Tubulin 2. Filamen : Actin 3. Int.Filamen : fibrous protein Fungsi : 1. Filamen : struktural dan pergerakan 2. Mikrotubul : pengaturan organel dan transport antar sel 3. I.Filamen : kekuatan mekanis dan interaksi sel
MICROTUBUL Struktur dan komposisi : berbentuk pipa(tubul) terdapat pada hampir semua sel eukaryota peran dalam mitosis dan pergerakan silia dan flagella tersusun dari proto -filamen sejajar sepanjang sumbu tubulus. Protofilamen terdiri atas 2 macam molekul tubulin : α dan β
Berikatan dengan MAP (microtubule associated protein) PERAN lain : Mekanis fisik + Memberi bentuk Pada sel saraf : Jalur pergerakan vesikula & partikel sitoplasmik Pada embrio : menjaga bentuk memanjang dari akson Sel tumbuhan tidak berperan secara langsung untuk bentuk sel. Mikrotubul berada di dekat membran plasma pergerakan enzim Pembentuk selulose pergerakan dan bentuk sel Mempertahankan organisasi internal dari sel Senyawa-senyawa yang mengganggu mikrotubul : - nokodazol cegah polimerisasi senyawa berikatan dengan tubulin cegah penambahan pada ujung + - kolkisin - depolimerisasi - vinblastin & vincristin depolimerisasi mikrotubul - taxol meningkatkan stabilitas mikrotubul
Mikrotubul berperan dalam motilitas intraselular : transport material Protein motor : myosin, kinesin, dinein myosin filamen intermediat kinesin pergerakan vesikula dan organel dari sel ke terminal sinaptik & transport organel dinein pergerakan silia dan flagella
General model of kinesin and dynein mediated transport Cooperation of myosin and kinesin at the cell cortex
Microtubule-Organizing center (MTOC): tempat terjadinya nukleasi molekul penyusun mulai tersusun dan terjadi elongasi sentrosom, basal body Sentrosom - hanya pada sel hewan - terdiri atas 2 sentriol & pericentriolar material - mikrotubul dari silia dan flagel bermula dari basal body
Organization of MT around the MTOC and spindle poles
Contoh : Transpor akson - Badan sel : inti, RE, Golgi sintesis protein - Akson transpor neurotransmitter oleh mikrotubul anterograde Pergerakan mikrotubul oleh protein motor menghasilkan tenaga
Contoh : Struktur silia dan flagella Flagela lebih panjang daripada silia Terdiri atas axonem (pusat) yang dikelilingi 9 mikrotubul ganda MTOC : basal body Pergerakan dibantu molekul dinein
Mikrofilamen berperan untuk: motilitas, perubahan bentuk sel dan sitokinesis terdiri atas protein aktin (β,γ) & tropomiosin filamen A.Anti-parallel bundles+myosin = contraction (EX: cytokinesis, cell migration) B.2D gel = structural support C.Parallel fibers = protrusions interaksi dengan myosin assembly dan disassembly bergantung ATP senyawa yang dapat depolimerisasi :sitokalasin, A B C faloidin meningkatkan stabilitas mikrofilamen Actin binding proteins create different actin arrays in a crawling cell
Pergerakan sel : Actin Actin polymerization menghasilkan Pergerakan dalam sel Perubahan bentuk sel Pergerakan dibantu oleh miosin - Pergerakan vesikula (pd actin filaments) - Contractile bundles (eg:cytokinesis) - Thick and thin filaments (eg.kontraksi sel otot) Pergerakan sel: membrane extension, cell-substrate adhesion, cell body tranlocation, breaking cell attachments 2. Sinyal dr luar merangsang migrasi sel
Motor proteins transition/cycle between different conformations: one step is driven by the hydrolysis of ATP, thereby making the cycle essentially irreversible and movement unidirectional
Gambaran terjadinya penutupan luka pada pembuluh darah Injury to lining of blood vessel exposes connective tissue; platelets adhere Platelet plug forms Fibrin clot traps blood cells Platelet releases chemicals that make nearby platelets sticky Platelets Clotting factors from: Damaged cells Prothrombin Thrombin Fibrinogen Fibrin
Filamen intermediat Resisten terhadap tekanan, misalnya pada sel epitel menanduk pada kulit IF kulit tahan udara, air dan resisten terhadap bakteri atau zat kimia penyusunan dan disassembly terjadinya fosforilasi dan defosforilasi subunit
Mutan keratin gen menyebabkan terkelupas/luka pada kulit Epidermolysis bullosa simplex)