IDENTIFIKASI MASALAH

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian pajak dan pandangan para ahli dalam bidang tersebut

BAB I PENDAHULUAN. pengeluaran pemerintah dan pembangunan. Penerimaan pajak digunakan

BAB I PENDAHULUAN. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. Pajak merupakan sumber penerimaan negara. Oleh karena itu, pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. dalam penerimaan negara. Perkembangan kontribusi penerimaan pajak terhadap. Tabel 1. 1

BAB I PENDAHULAN. perundang undangan. Setiap wajib pajak dituntut untuk memahami. semua aturan perpajakan yang berlaku. Tetapi tidak semua semua wajib

BAB I PENDAHULUAN. Sumber penerimaan negara berasal dari berbagai sektor, baik sektor internal

BAB I PENDAHULUAN. pemerintah dan masyarakat, hal ini ditujukan agar pembangunan tersebut berjalan

BAB I PENDAHULUAN. dan sumber dana yang penting bagi pembiayaan nasional. Kepatuhan wajib pajak (tax compliance) dapat diidentifikasi dari

BAB I PENDAHULUAN. nasional berasal dari penerimaan pajak yang menyumbang sekitar 70% dari

BAB I PENDAHULUAN. berkontribusi di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara sekitar 70-80%.

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus melakukan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang yang melakukan pembangunan

Bab I: Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesejahteraan warganya, pembangunan menentukan negara tersebut

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pajak merupakan sumber penerimaan pemerintah yang digunakan untuk

BAB I PENDAHULUAN. dalam negeri dan luar negeri. Sektor pajak merupakan salah satu sumber

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu tumpuan bagi pembangunan suatu negara. Penerimaan pajak

BAB I PENDAHULUAN. oleh penerimaan negara yang bersumber dari pajak. Pajak dipungut oleh negara baik

BAB I PENDAHULUAN. sejak saat itulah Indonesia menganut Self Assessment System. di Indonesia memberi kepercayaan kepada pengusaha kena pajak dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dari tahun ke tahun kontribusi pajak pada penerimaan negara terus

BAB I PENDAHULUAN. untuk meningkatkan penerimaan dari sektor pajak sangatlah penting, karena dana

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan pemerintah yang berlangsung secara berkesinambungan. Tentunya

BAB I PENDAHULUAN. yang berasal dari dalam negeri. Pajak merupakan salah satu yang menjadi sumber

BAB I PENDAHULUAN. untuk pembangunan negara (Soemitro dalam Handayani dan Supadmi, 2012). Salah

BAB I PENDAHULUAN. non migas. Siti Kurnia Rahayu (2010) mengungkapkan bahwa Pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. tujuan tersebut, maka pemerintah perlu banyak memperhatikan masalah

BAB I PENDAHULUAN. salah satu kewajiban kenegaraan dalam rangka kegotong-royongan nasional sebagai

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, oleh karena itu negara menempatkan perpajakan sebagai perwujudan

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan nasional. Pembangunan nasional adalah kegiatan yang berlangsung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pajak merupakan salah satu penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan

BAB I PENDAHULUAN. jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukan, dan yang

BAB I PENDAHULUAN. baik negara maju maupun negara berkembang. Karena jika Wajib Pajak

BAB I PENDAHULUAN. Pajak merupakan tulang punggung penerimaan negara dan digunakan untuk

ABSTRAK. Kata Kunci : Pengetahuan Perpajakan, Modernisasi Perpajakan, Kesadaran dan Kepatuhan Wajib Pajak. ABSTRACT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menjelaskan suatu kondisi dimana seseorang taat terhadap perintah atau

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan penerimaan dari sektor pajak sangatlah penting, karena dana yang

BAB I. Pajak merupakan sumber penerimaan negara yang paling potensial. Pemasukan dari pajak diharapkan terus meningkat salah satunya dengan membuat

B a b I P e n d a h u l u a n 1 BAB I PENDAHULUAN. Pajak memegang peranan penting dalam perekonomian negara kita. Hal ini dikarenakan

Disusun Oleh: EINVRI ARDIAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

PENGARUH PENERAPAN e-spt DAN PENGETAHUAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK (Survey Pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karees Bandung)

BAB I PENDAHULUAN. Sumber-sumber penerimaan Negara Indonesia berasal dari berbagai sektor,

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, sesuai

RANGKUMAN TUGAS AKHIR

SURVEY KEPATUHAN WAJIB PAJAK PENGUSAHA UKM DI KOTAMADYA DEPOK

BAB I PENDAHULUAN. dimana semua hasil penerimaan tersebut akan digunakan untuk membiayai

Transkripsi:

PENGARUH PENGETAHUAN PAJAK DAN MODERNISASI SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (Studi Kasus Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bandung Karees) LISNAWATI 21108122

IDENTIFIKASI MASALAH 1. Rendahnya kepatuhan wajib pajak disebabkan oleh pengetahuan sebagian besar wajib pajak tentang pajak masih rendah 2. Kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak masih kurang 3. Pemahaman masyarakat mengenai modernisasi sistem administrasi perpajakan masih rendah, sehingga akan mempengaruhi tingkat kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak 4. Masih adanya wajib pajak yang kurang mengetahui dan memahami benar mengenai e-system dan cara penggunaannya 5. Sering terjadi kendala dari segi teknis dalam sistem online

X1 Y TEORI PENGHUBUNG X2 Y Menurut Fallan dalam Siti Kurnia Rahayu (2010:141) menyatakan bahwa : Pentingnya aspek perpajakan bagi wajib pajak sangat mempengaruhi sikap wajib pajak terhadap sistem perpajakan yang adil. Dengan kualitas pengetahuan yang semakin baik akan memberikan sikap memenuhi kewajiban dengan benar melalui adanya sistem perpajakan suatu negara yang dianggap adil. Kesadaran wajib pajak akan meningkat bilamana dalam masyarakat muncul persepsi positif terhadap pajak. Dengan meningkatnya pengetahuan perpajakan masyarakat melalui pendidikan perpajakan baik formal maupun non formal akan berdampak positif terhadap pemahaman dan kesadaran wajib pajak dalam membayar pajak. Dengan penyuluhan perpajakan secara intensif dan kontinyu akan meningkatkan pemahaman wajib pajak tentang kewajiban membayar pajak sebagai wujud gotong royong nasional dalam menghimpun dana untuk kepentingan pembiayaan pemerintahan dan pembangunan nasional. Menurut Djazoeli Sadhani (2005:60) menyatakan bahwa : Modernisasi administrasi perpajakan adalah suatu proses reformasi pembaharuan dalam bidang administrasi pajak yang dilakukan secara komprehensif, meliputi aspek teknologi informasi yaitu perangkat lunak, perangkat keras, dan sumber daya manusia dengan tujuan mencapai tingkat kepatuhan perpajakan dan tercapainya produktivitas kinerja aparat perpajakan yang tinggi, sehingga diharapkan dapat mengurangi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

PENELITIAN SEBELUMNYA

Judul Penelitian/Penulis Hasil Penelitian Pengaruh Pengetahuan Pajak dan Persepsi Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Supriyati & Nur Hidayati :2008) Vol.7 No 1 Bahwa pengetahuan mengenai perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.salah satu penyebab berpengaruhnya pengetahuan perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak adalah mulai bertambahnya tingkat pengetahuan wajib pajak yang diperoleh langsung dari petugas pajak ataupun sosialisasi yang dilakukan oleh DJP. Tax Knowledge and Tax compliance determinants in self assessment system in Malaysia (Moch. Rizal Palil :2010) Hasil penelitian ini dapat menginformasikan kepada para pembuat kebijakan bahwa pengetahuan pajak adalah penting dalam sistem penilaian diri dan dapat mempengaruhi kepatuhan. Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Sri Rahayu & Ita Salsalina Lingga :2009) Vol.1 No.2 Bahwa modernisasi dalam sistem administrasi perpajakan secara positif signifikan mempengaruhi kepatuhan wajib pajak.

PARADIGMA PENELITIAN Pengetahuan Pajak (X1) Kepatuhan Wajib Pajak (Y) Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan (X2)

OBJEK DAN METODE PENELITIAN Objek Penelitian Metode Penelitian Pengetahuan Pajak, Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan, Kepatuhan Wajib Pajak Metode deskriptif dan verifikatif Populasi Penelitian Sampel Penelitian Wajib Pajak Orang Pribadi pada KPP Pratama Bandung Karees sebanyak 67.831 orang Wajib Pajak Orang Pribadi Pada KPP Pratama Bandung Karees sebanyak 100 orang.

OPERASIONALISASI VARIABEL

Variabel Konsep Indikator Skala Pengetahuan Pajak (X1) Pengetahuan pajak adalah informasi pajak yang dapat digunakan wajib pajak sebagai dasar untuk bertindak, mengambil keputusan, dan untuk menempuh arah atau strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajibannya dibidang perpajakan (Veronica Carolina, dkk,2009). 1. Pengetahuan mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan 2. Pengetahuan mengenai fungsi perpajakan 3. Pengetahuan mengenai sistem perpajakan di Indonesia (Siti Kurnia Rahayu,2010) Ordinal Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan (X2) Modernisasi administrasi perpajakan adalah suatu proses reformasi pembaharuan dalam bidang administrasi pajak yang dilakukan secara komprehensif,melalui aspek teknologi informasi (Djazoeli Sadhani,2005) 1. Sistem Administrasi 2. Kinerja 3. Efektivitas Pengawasan 4. SDM Profesional (Sony Devano & Siti Kurnia Rahayu,2010) Ordinal Kepatuhan Wajib Pajak (Y) Kepatuhan wajib pajak adalah sebagai suatu iklim kepatuhan dan kesadaran pemenuhan kewajiban perpajakan (Siti Kurnia Rahayu,2010:138). 1. Kepatuhan wajib pajak dalam mendaftarkan diri 2. Kepatuhan untuk menyetorkan kembali surat pemberitahuan (SPT) 3. Kepatuhan dalam penghitungan dan pembayaran pajak terutang, dan 4. Kepatuhan dalam pembayaran tunggakan (Siti Kurnia R,2010) Ordinal

PEMBAHASAN Pengaruh Pengetahuan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Rendahnya pengetahuan pajak disebabkan oleh pengetahuan sebagian besar wajib pajak tentang pajak masih rendah. Kurangnya sosialisasi ini berdampak pada rendahnya kesadaran masyarakat yang pada akhirnya menyebabkan rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara kontinyu dan petugas pajak harus lebih memotivasi wajib pajak untuk membaca buku panduan perpajakan. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan pajak pada KPP Pratama Bandung Karees dapat dikatakan baik. Hal ini tercermin dari adanya kinerja baik dari indikator pengetahuan mengenai ketentuan umum dan tata cara perpajakan, pengetahuan mengenai fungsi perpajakan, dan pengetahuan mengenai sistem perpajakan di Indonesia.

PEMBAHASAN Pengaruh Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai modernisasi sistem administrasi perpajakan akan mempengaruhi tingkat kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak. Seperti masih adanya wajib pajak yang kurang mengetahui dan memahami benar mengenai e-system dan cara penggunaannya, serta sering terjadi kendala dari segi teknis dalam sistem online masih terjadi bertumpuknya data yang pada akhirnya sistem online tersebut mengalami hambatan yang mengakibatkan proses dalam e-system menjadi terhambat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modernisasi sistem administrasi perpajakan pada KPP Pratama Bandung Karees dapat dikatakan baik. Hal ini tercermin dari adanya kinerja yang baik dari indikator sistem administrasi, efektivitas pengawasan dan SDM Profesional.

PEMBAHASAN Pengaruh Pengetahuan Pajak dan Modernisasi Sistem Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Rendahnya kepatuhan peserta wajib pajak karena minimnya sosialisasi yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada KPP Pratama Bandung Karees dapat dikatakan baik. Hal ini tercermin dari adanya kinerja yang baik dari indikator yang digunakan. Kecuali indikator kepatuhan dalam menyetorkan kembali SPT masih rendah. Sehingga pihak KPP harus selalu mengingatkan wajib pajak agar menyetorkan kembali SPT tepat pada waktunya.

SIMPULAN & SARAN SIMPULAN 1. Pengetahuan pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. 2. Modernisasi sistem administrasi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. 3. Pengetahuan pajak dan modernisasi sistem administrasi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. SARAN 1. Mengenai pengetahuan pajak, alangkah lebih baik jika pihak KPP melakukan sosialisasi dan memberikan pemahaman kepada wajib pajak tentang pentingnya membayar pajak 2. Mengenai modernisasi sistem administrasi perpajakan, alangkah lebih baik jika pihak KPP mengadakan sosialisasi kepada wajib pajak mengenai e-system dan teknologi informasi 3. Mengenai kepatuhan wajib pajak, alangkah lebih baik jika pihak KPP selalu mengingatkan wajib pajak agar menyetorkan kembali SPT tepat pada waktunya.