A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENGEMBANGAN KTSP. A. Rasional

Kurikulum SD Negeri Lecari TP 2015/ BAB I PENDAHULUAN

Prinsip Pengembangan Kurikulum. Aris Fajar Pambudi

BAB II KAJIAN PUSTAKA

UNDANG UNDANG NO. 20 TH.2003 Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi

DASAR & FUNGSI. Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Prinsip Prinsip Pengembangan Kurikulum

DASAR & FUNGSI. PENDIDIKAN NASIONAL BERDASARKAN PANCASILA DAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

DIKLAT/BIMTEK KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL HALAMAN 1

PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENGELOLAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

DAFTAR ISI. Kata Pengantar 1. Daftar Isi 2

MATERI PELATIHAN KTSP 2009 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

MATA KULIAH PEMBELAJARAN TERPADU (PSD SKS)

D S A A S R A R & & FU F N U G N S G I S PE P N E D N I D DI D KA K N A N NA N S A I S ON O A N L A

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN BIDANG PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BSNP PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

PENGEMBANGAN KURIKULUM (CURRICULUM DEVELOPMENT) I Gde Wawan Sudatha 1

BAB I LANDASAN KURIKULUM AL-ISLAM, KEMUHAMMADIYAHAN DAN BAHASA ARAB DENGAN PARADIGMA INTEGRATIF-HOLISTIK

Landasan Yuridis SI, SKL dan KTSP menurut UU No 20/2003 tentang Sisdiknas

PENGEMBANGAN KTSP PERT KE-11

Landasan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)

PEDOMAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN BERDASARKAN STANDAR ISI DAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

Bab I Pendahuluan. A. Latar Belakang

MAKALAH. Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum. Dosen: Manvan Drajat, M.Ag.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PROFIL SEKOLAH Sunday, 27 June :50. A. Latar Belakang

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG

Universitas Pendidikan Indonesia Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Copyright by Asep Herry Hernawan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan pondasi kemajuan suatu negara, maju tidaknya

KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 50 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Pendidikan adalah sebuah salah satu upaya dalam mencerdaskan. kehidupan bangsa. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional juga

KURIKULUM Pedoman Implementasi Kurikulum

IMPLEMENTASI KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (Struktur dan Kendalanya) Farid Firmansyah

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DAN MONEV PELAKSANAANNYA. Makalah

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 50 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 51 D. UNSUR YANG TERLIBAT 51 E. REFERENSI 51 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 51

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) SULIT DITERAPKAN DI INDONESIA. Kunaryo

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.

SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TANGGAL 4 MARET 2009

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

REVIEW UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008 TENTANG

PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PENYUSUNAN KTSP. Sosialisasi KTSP 1

PENYUSUNAN PENYUSUN KTSP

Landasan Pengembangan Kurikulum. Farida Nurhasanah, M.Pd Sebelas Maret University Surakarta-2012

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan adalah suatu proses belajar mengajar yang dilakukan dengan

BABI PENDAHULUAN. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan. sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan

PengembanganKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2013 PUSAT LAYANAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

I. STANDAR ISI. hal. 1/61. Instrumen Akreditasi SMP/MTs

BAB I PENDAHULUAN. Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 6 SEMARANG

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN OLEH PEMERINTAH DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 40 B. TUJUAN 40 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 40 D. UNSUR YANG TERLIBAT 41 E. REFERENSI 41 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 41

Lamp 1. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

INSTRUMEN VERIFIKASI/VALIDASI DOKUMEN KTSP

BAB I PENDAHULUAN. antara pendidikan dengan tingkat perkembangan bangsa tersebut yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia

MAKALAH 8 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KAPITA SELEKTA

Unit-6 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) PENDAHULUAN Tentu Anda sering bertanya mengapa Indonesia menggunakan KTSP?

PENGELOLAAN DAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

TERM OF REFERENCE NAMA KEGIATAN : STUDI KEBIJAKAN DAN PENGUATAN KOLABORASI INTERNASIONAL

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG KURIKULUM MUATAN LOKAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

IMPLIKASI PENGEMBANGAN KTSP TERHADAP TUGAS GURU MATEMATIKA SMP/MTs

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG

BAB I PENDAHULUAN. kuat, dalam bentuk landasar filosofis, landasan yuridis dan landasan empiris.

Program Kerja BK/SMA.07/Seveners/Mr.Bands BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KATA PENGANTAR. menengah.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG

Sistem Pendidikan Nasional

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. besar dan kecil mempunyai berbagai keragaman. Keragaman itu menjadi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum yang

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Era globalisasi yang terjadi saat ini menuntut peningkatan dalam berbagai

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DINIYAH TAKMILIYAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 dikemukakan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sementara itu pada Pasal 36 disebutkan bah wa pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selain itu, dalam Pasal 38 ayat (2) disebutkan kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 16 disebutkan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang beragam dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan sebagaimana dikemukakan dalam PP No 19 Tahun 2005 mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari delapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi 1 / 14

(SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulumnya. Untuk memenuhi amanat Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan pendidikan sekolah pada khususnya, SMA Negeri 1 Kendari sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melalui KTSP ini s ekolah dapat melaksanakan program pendidikannya sesuai dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan peserta didik. Untuk itu, dalam pengembangannya melibatkan seluruh stakeholder SMA Negeri 1 Kendari berkoordinasi dengan Komite Sekolah dan Dinas Pendidikan. Dokumen KTSP SMA Negeri 1 Kendari yang selanjutnya disebut Kurikulum SMA Negeri 1 Kendari mencakup komponen: (a) Visi, Misi, dan Tujuan SMA Negeri 1 Kendari, (b) Struktur dan Muatan Kurikulum, (c) Kalender Pendidikan, (d) Silabus, dan (e) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Keseluruhan dokumen tersebut disusun, direvieu, direvisi oleh Tim Pengembang KTSP yang dibentuk dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Kepala SMA Negeri 1 Kendari Nomor: 421.3/482/2006 tanggal 1 Agustus 2006 dan Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam rangka analisis konteks yang dibentuk dan dikukuhkan dengan Surat Penunjukkan Kepala SMA Negeri 1 Kendari Nomor: 421.3/449/2006 tanggal 8 Juli 2006. Sebagai dokumen sekolah, Kurikulum SMA Negeri 1 Kendari dijilid dalam dua (2) bentuk, yaitu: Dokumen I, Kurikulum SMA Negeri 1 Kendari dan Dokumen II, Silabus dan RPP. Dokumen pertama digunakan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan/pengelolaan sekolah secara keseluruhan, sedangkan dokumen kedua digunakan oleh guru dalam menyelenggarakan pembelajaran dan penilaian sesuai mata pelajaran yang dibina dan atau layanan konseling yang menjadi tanggung jawabnya. 1. Kondisi nyata pada SMA Negeri 1 Kendari 2 / 14

SMA Negeri 1 Kendari yang berdiri pada tanggal 1 Agustus 1962, dan berstatus Negeri pada tanggal 23 September 1963 berdasarkan SK Menteri P dan K No. 24/SK/B.III/1963. Keberadaan SMA Negeri 1 Kendari sebagai sekolah tertua, letaknya yang strategis, dan selalu tampil terdepan disetiap ifen kegiatan baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler menjadikan SMA Negeri 1 Kendari menjadi tumpuan siswa untuk melanjutkan pendidikannya. Dukungan orang tua siswa dalam bentuk finansial dalam rangka kemajuan sekolah ini sangatlah mendukung hal ini disebabkan karena tingkat pendidikan orang tua siswa, pemahaman orang tua tentang pendidikan dan penghasilan orang sangatlah mendukung untuk kemajuan sekolah ini. Setiap tahunnya tamatan SMAN 1 Kendari dapat bersaing pada jenjang yang lebih tinggi, berdasarkan data statistik terjadi perkembangan yang signifikan yang cukup berarti. Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, bukan berarti SMA Negeri 1 Kendari tanpa hambata n dalam pengembangan peningkatan mutu siswa dan peningkatan kualitas gurunya, berikut tantangan yang menjadi masalah a.l : a). Tantangan kualitas : Saat ini GSA baru mencapai + 0,5 ; GSA yang diiginkan + 1,5, jadi tantangan nyata sebesar + 1,0. b). Belum terpenuhinya ruang kelas yang memadai. c). Belum terpenuhinya ruang penunjang yang representatif, seperti ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, ruang TU, ruang wakasek, ruang dewan guru, ruang laboratorium komputer, dan Aula. d). Siswa yang melanjutkan kejenjang pendidikan tinggi 75%, yang diiginkan 95 %, jadi tantangan nyata sebesar 20 %. 3 / 14

e). Tenaga pendidik belum mencapai 30% yang berpendidikan S2 terakreditasi A f). Kurangnya guru dalam penguasaan TIK dalam pembelajaran sesuai tuntutan RSBI g). Kurangnya penguasaan guru dalam pembelajaran berbahasa Inggris sesuai tuntutan RSBI h). Kurang pedulinya pemerintah daerah dalam membantu pengadaan sarana i). Tenaga kependidikan bukan dari sarjana administrasi dan belum memiliki KTU yang permanen j). Belum memilki tenaga laboran yang memadai k). Belum memiliki kepala Tata Usaha yang representatif 2. Kondisi Ideal yang diharapkan Seiring dengan perkembangan zaman, tentunya SMA Negeri 1 Kendari masih perlu pembenahan, baik pembenahan sarana maupun peningkatan kualitas siswa dan tenaga kependidikan, berikut kondisi ideal yang diharapkan : a. GSA siswa minimal + 1,0 4 / 14

b. Tersedianya ruang belajar yang memadai c. Tersedianya ruang penunjang yang representatif d. Jumlah lulusan yang melanjutkan ke jenjang pendidikan 95 %. e. Adanya tenaga pendidik berpendikan S2 minimal 30% f. Tenaga pendidik mampu menguasai TIK g. Adanya kepedulian Pemda dalam membantu sarana dan peningkatan kualitas guru. h. Memiliki tim lomba yang dapat berbicara diajang tingkat nasional i. Penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran j. Sekolah harus memilki sertifikat ISO dan sister school k. Adanya kepala TU yang representatif l. Terciptanya kondisi pendidikan karakter bangsa 5 / 14

3. Potensi dan Karakteristik SMA Negeri 1 Kendari Letaknya yang sangat strategis menjadikan SMA Negeri 1 Kendari sangat berpotensi untuk dikembangkan ke lebih baik lagi. Animo siswa untuk masuk ke SMAN 1 Kendari sangat tinggi. Karakteristik siswa yang bersekolah di SMAN 1 Kendari orientasinya adalah dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi terkemuka dan ternama, sehingga semangat dan motivasi belajar sangat tinggi. B. Landasan SMA Negeri 1 Kendari sebagai salah satu sekolah yang menyelenggarakan program RSBI dan Akselerasi dan meletakkan landasan hukum penyelenggaraan sekolah berdasarkan: a. UUD 1945 ( amandemen) Pasal 31 : Ayat (1) : Setiap warga negara berhak mendapat pengajaran Ayat (2) : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya b. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 6 / 14

Pasal 5 : Ayat (1) : setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu Ayat (2) : warga negara yang mempunyai kelainan fisika, emosional, mental, intelektual dan /atau berhak memperoleh pendidikan khusus Ayat (4) : Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus Pasal 50 : Ayat (3) : Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi sekolah yang bertaraf internasional. c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 1 ayat (5),(13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); pasal 7 ayat (1),(2),(3),(4),(5),(6),(7),(8); Pasal 8 ayat (1),(2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2),(3); Pasal 11 ayat (1),(2),(3),(4); Pasal 13 ayat (1),(2),(3),(4); Pasal 14 ayat (1),(2),(3); Pasal 16 ayat (1), (2),(3),(4),(5); Pasal 17 ayat (1),(2); Pasal 18 ayat (1),(2),(3) d. Peraturan Mendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi, Bab III yang mengatur tentang beban belajar, telah mengatur : 7 / 14

Program percepatan belajar dapat diselenggarakan untuk mengakomodasi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. e. Peraturan Mendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. f. Peraturan Mendiknas Nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23. g.pedoman penyusunan dan contoh KTSP yang dikeluarkan BSNP h.seri petunjuk teknis Pengembangan KTSP edisi 2010 i. Peraturan daerah yang berkaitan dengan pendidikan C. Tujuan Penyusunan Kurikulum SMA Negeri 1 Kendari Tujuan penyusunan KTSP SMA Negeri 1 Kendari adalah : a. Mengoperasionalisasikan standar isi, standar lulusan nasional, dan untuk mengakomodasi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: - beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 8 / 14

- beraklak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan - menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. b. Meletakkan dasar pemikiran dan perkembangannya dalam bentuk visi dan misi serta keunggulan sekolah. c. Mengakomodasi bentuk layanan khusus terhadap potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang dimiliki siswa d. Mengoptimalisasi sumber daya sekolah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan e. Sebagai pedoman pelaksanaan peningkatan kualitas pendidikan D. Prinsip Pengembangan Kurikulum SMA Negeri 1 Kendari Kurikulum SMA Negeri 1 Kendari dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan provinsi Sulawesi Tenggara. Penyusunan kurikulum ini berpedoman pada SI dan SKL dan seri petunjuk teknis pengembangan KTSP SMA serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. 9 / 14

Kurikulum SMA Negeri 1 Kendari ini dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, 10 / 14

kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar substansi. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dun ia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional. 11 / 14

5. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. 6. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah 12 / 14

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Bab 2 hal... 13 / 14

14 / 14