Model Proses : 1. Sequential Process / bergantian 2. Multiprogramming 3. CPU Switching peralihan prosedur dalam mengolah 1 proses ke proses lainnya.

dokumen-dokumen yang mirip
PENGATURAN PROSES. Proses adalah program yang sedangdieksekusi atau sofware yang sedang dilaksanakan.

Struktur Sistem Komputer

MANAJEMEN PROSES. Satu Empat Model program counter program counter Proses

BAB II MANAJEMEN PROSES

MODUL 5 MANAJEMEN PROSES (2) (PENJADWALAN PROSES)

STRUKTUR CPU. Arsitektur Komputer

Struktur Sistem Komputer

Process Control Block (PCB) Masing-masing proses Direpresentasikan oleh Sistem Operasi dengan menggunakan Process Control Block (PCB),

1.Proses control block dalam istilah lain Taks controlling block, Taks struct, atau Switchframe. Jelaskan dan berikan gambaran proses control block?

Struktur Fungsi CPU. Mata Kuliah Arsitektur Komputer Program Studi Sistem Informasi 2013/2014 STMIK Dumai -- Materi 03 --

MODUL 4 KONSEP PROSES, KONKURENSI, MANAJEMEN PROSES (1) M. R A J A B F A C H R I Z A L - S I S T E M O P E R A S I - M O D U L 4

Oleh: 1. Singgih Gunawan Setyadi ( ) 2. Handung Kusjayanto ( ) 3. Wahyu Isnawan ( )

STRUKTUR FUNGSI CPU. Menjelaskan tentang komponen utama CPU. Membahas struktur dan fungsi internal prosesor, organisasi ALU, control unit dan register

Perbedaan Proses dan Program

Organisasi Komputer. Candra Ahmadi, MT

Proses Control Block. Tugas Sistem Operasi

TI2043 Organisasi dan Arsitektur Komputer Tugas 2 Interrupt Driven I/O

SINYAL INTERUPSI. 1. Latar Belakang

Sistem Operasi PENGATURAN PROSES

Oleh : Agus Priyanto, M.Kom

MANAJEMEN PROSES. Pointer State proses Keadaan proses: Keadaan mungkin, new, ready, running, waiting, halted, dan juga banyak lagi.

MATERI 7 SISTEM OPERASI

KONSEP PROSES STATUS PROSES

Recap. Proses. Proses. Multiprogramming. Multiprocessing 9/16/2016. Ricky Maulana Fajri

Rahmady Liyantanto liyantanto.wordpress.com

Pertemuan ke - 6 Struktur CPU

DASAR KOMPUTER. Dukungan Sistem Operasi

3. ALU. Tugas utama adalah melakukan semua perhitungan aritmatika dan melakukan keputusan dari suatu operasi logika.

Sistem Operasi - PCB (process control block)

Tipe Sistem Operasi. Stand alone Network Embedded

Pertemuan ke - 12 Unit Masukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST

Pertemuan 2 Organisasi Komputer II. Struktur & Fungsi CPU (I)

Struktur CPU 3/23/2011

Struktur Central Processing Unit Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Proses. - yaitu program yang sedang dieksekusi Proses merupakan satuan kerja terkecil yang secara individual dijadwalkan oleh sistem operasi

STRUKTUR SISTEM OPERASI

Struktur Sistem Operasi

Organisasi & Arsitektur Komputer

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar deskripsi dan kontrol pada proses

STRUKTUR SISTEM OPERASI

Rangkuman Materi Presentasi AOK. Input/Output Terprogram, Intterupt Driven dan DMA. (Direct Memory Access)

Struktur Sistem Operasi

PENGANTAR ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER SISTEM INPUT OUTPUT

INPUT / OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

Mahasiswa dapat memahami konsep dasar deskripsi dan kontrol pada proses

Komponen sistem operasi modern : 1. Managemen Proses. 2. Managemen Memori Utama. 3.Managemen

Direktori yang diperlihatkan pada gambar 1. tersebut adalah untuk satu unit (mis. disk pack atau tape reel) dari penyimpanan sekunder. Labelnya berisi

4 Implementasi Proses

Sistem Operasi. Proses dan Thread

Sistem Operasi AGUS PAMUJI. Teknik Informatika

PENGANTAR ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER CENTRAL PROCESSING UNIT

Disusun oleh: 1. Dito Aditya Yudistira ( ) 2. Rendy Pratama ( ) 3. Teguh Budi Rachmanto ( ) 4. Ika Yuniarti ( )

Andi Gustanto M / Kelas 22 / TI

CPU PERKEMBANGAN ARSITEKTUR CPU. ( Central Processing Unit )

P10 Media I/O Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Deskripsi Penjadwalan Proses

Konsep Proses. Proses adalah suatu program yang sedang diesekusi (running) Pada saat proses berlangsung :

MODUL 2 KOMPONEN, LAYANAN SISTEM OPERASI M. R A J A B F A C H R I Z A L - S I S T E M O P E R A S I - C H A P T E R 2

Perangkat Keras Masukan/Keluaran. Kelompok : Intan Sari H. H. Z Verra Mukty

SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

ORGANISASI DAN ARSITEKTUR KOMPUTER TUGAS KELOMPOK

Struktur Central Processing Unit Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Sistem Operasi Terdistribusi

Bab 3 - Manajemen Proses 3.1

Input : Memasukkan data dari luar kedalam mikroprosesor Contoh: Keyboard, mouse

Organisasi SistemKomputer, Pelayanan Sistem Operasi. Ptputraastawa.wordpress.com

Aditya Wikan Mahastama

Input : Memasukkan data dari luar kedalam mikroprosesor Contoh: Keyboard, mouse

INPUT/OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

BAB 8 PENGENALAN KONTROL INPUT/OUTPUT

Pertemuan Ke-8 Unit I/O (Unit Masukan dan Keluaran)

Dukungan Sistem Operasi :

INPUT/OUTPUT. Fungsi : Memindahkan informasi antara CPU atau memori utama dengan dunia luar

Struktur Sistem Komputer

intruksi kepada CPU untuk mengakses sistem operasi. BIOS tersimpan pada Read Only

Konsep Dasar Sistem Operasi

PROSES DAN THREADS DALAM SISTEM OPERASI

Organisasi & Arsitektur Komputer

ORGANISASI KOMPUTER ORGANISASI INPUT/OUTPUT MATA KULIAH:

Konsep Dasar Sistem Operasi

1 Tinjau Ulang Sistem Komputer

BAB I MANAJEMEN PROSES

Hal-hal yang perlu dilakukan CPU adalah : 1. Fetch Instruction = mengambil instruksi 2. Interpret Instruction = Menterjemahkan instruksi 3.

Pengantar Teknologi Informasi. Evangs Mailoa (evangsmailoa.wordpress.com) Fakultas Teknologi Informasi UKSW

KELOMPOK 1 PERANGKAT LUNAK SISTEM

2 Konsep Dasar Sistem Operasi

BAB III TEKNIK PENJADWALAN PROSESOR

1.PCB (process control block)

BAB 2 STRUKTUR SISTEM OPERASI. Komponen Sistem Operasi

PROSES. Sistem Terdistribusi

Arsitektur Sistem Komputer. Operasi Sistem Komputer. Struktur Sistem Komputer. Review:

Penjadwalan Process. Konsep Dasar Penjadwalan Proses. Preemptive & Non-Preemtive Scheduling. Dispatcher.

Pengantar Teknologi Informasi A. Pertemuan 7. Prossesor & Memori

Struktur Sistem Komputer. Abdullah Sistem Informasi Universitas Binadarma

Sistem Operasi Pertemuan 3 Deskripsi & Kendali Proses. H u s n i Lab. Sistem Komputer & Jaringan Teknik Informatika Univ.

Overview Penjadwalan (1)

Hanif Fakhrurroja, MT

MODUL 3 STRUKTUR SISTEM OPERASI M. R A J A B F A C H R I Z A L - S I S T E M O P E R A S I - C H A P T E R 2

4. Apa yang dimaksud dengan user mode?(nilai 3) Jawab: Adalah kondisi pada saat program user (job) sedang dieksekusi oleh prosesor.

Nama : Didit Jamianto NIM : Kelas/Prodi : 22 / TI. Tugas Sistem Operasi

Transkripsi:

Nama : Windy Lia Safitri Nim : 1111465649 Tugas Mandiri 2 Interupsi pada system operasi Proses adalah sebuah program yang sedang dieksekusi. Sedangkan program adalah kumpulan instruksi yang ditulis ke dalam bahasa yang dimengerti sistem operasi. Sebuah proses membutuhkan sejumlah sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. Sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, alamat memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat M/K. Sistem operasi mengalokasikan sumber daya-sumber daya tersebut saat proses itu diciptakan atau sedang diproses/dijalankan. Ketika proses tersebut berhenti dijalankan, sistem operasi akan mengambil kembali semua sumber daya agar bisa digunakan kembali oleh proses Konsep dasar : 1. Multiprogramming Melakukan proses satu persatu secara bergantian dalam waktu yang sangat cepat / bersamaan (hardware level). Setiap proses mempunyai satu virtual CPU. 2. Pseudoparallelism Melakukan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan / pseudoparallelism (user level). Model Proses : 1. Sequential Process / bergantian 2. Multiprogramming 3. CPU Switching peralihan prosedur dalam mengolah 1 proses ke proses 3. Status proses / bagian keadaan proses : 1. Running / kerja, benar-benar menggunakan CPU pada saat itu (sedang mengeksekusi instruksi proses itu). 2. Blocked / terhenti, tidak dapat berjalan sampai kegiatan eksternal terlaksana (proses menunggu kejadian untuk melengkapi tugasnya) Bisa berupa proses menunggu : Selesainya operasi perangkat I/O; Tersedianya memori; Tibanya pesan jawaban 3. Ready / siap, proses siap dikerjakan tetapi menunggu giliran dengan proses lain yang sedang dikerjakan (bisa berjalan, sementara berhenti untuk memungkinkan proses lain dikerjakan) Transisi Status >

1. Proses di blok untuk melayani input karena sumber daya yang diminta belum tersedia / meminta layanan I/O sehingga menunggu kejadian muncul. 2. Penjadwalan mengambil proses lain. 3. Penjadwalan mengambil proses ini (baru). 4. Input telah tersedia. Implementasi Proses : * Untuk mengimplementasikan model proses, sistem operasi menggunakan suatu tabel / array yang disebut tabel proses dengan 1 entry per-proses. * Setiap entry berisi tentang : status proses, program counter, stack pointer, alokasi memori, status file, informasi schedulling / penjadwalan informasi, dll dari status kerja ke status siap. Interupsi : Kerja prosesor pada suatu proses terhenti oleh pensaklaran konteks. Pensaklaran konteks : perubahan kegiatan prosesor dari proses ke proses yang terjadi diantara proses sistem / proses aplikasi Konteks : kegiatan prosesor terhadap sesuatu hal, berasal dari sistem operasi, sistem bahasa dan sistem utilitas. Blok kendali proses : suatu bagian memori untuk mencatat keadaan proses, yang terbagi atas wilayah dimana setiap wilayah untuk mencatat informasi yang berbeda. 2. cara interupsi pada processor : 1. Interupsi langsung Berasal dari luar prosesor (peripheral / alat mengirim sinyal kepada prosesor untuk meminta pelayanan) 2. Interupsi Tanya / Polling Berasal dari prosesor (prosesor secara bergiliran mengecek apakah ada peripheral yang memerlukan pelayanan atau tidak) Interupsi dapat di-enable dan disable tergantung pada levelnya. Pembangkit interupsi dapat berasal dari : Program, di dalam program telah dirancang pada bagian tertentu akan terjadi pensaklaran konteks, yang menimbulkan interupsi, contohnya pada saat penggunaan alat / prosesor secara bergantian. Prosesor, prosesor sendiri dapat membangkitkan interupsi, yang biasa mengolah logika dan aritmatika. Jika melampoi ukuran tampung register di dalam prosesor, maka terjadi kekeliruan yang akan menginterupsi kerjanya sendiri dan menyerahkan kendali prosesor pada sistem operasi. Misalnya pembagian dengan bilangan nol. Satuan kendali, tugas untuk melaksanakan interupsi terletak pada satuan kendali, sehingga satuan kendali dapat membangkitkan interupsi. Misalnya kekeliruan instruksi Kunci waktu / clock, menggunakan interupsi berkala. Misalnya pada program looping yang tak terhingga, diinterupsi pada setiap selang waktu 60 detik. Peripheral I/O, I/O jika akan bekerja memberitahukan pada prosesor dengan interupsi

prosesor dan juga ketika pekerjaan selesai atau pada saat terjadi kekeliruan paritas. Memori, karena terjadi kekeliruan, misalnya ketika prosesor ingin mencapai alamat memori yang terletak di luar bentangan alamat memori yang ada. Sumber daya lain, misal dibangkitkan oleh operator sistem komputer yang mengerti cara interupsi. Interupsi vector : Berisi alamat prosedur service interupsi Penerimaan interupsi dan interupsi berganda : ada kalanya interupsi ditolak oleh prosesor atau interupsi yang datang tidak hanya satu sehingga diperlukan prioritas. Tindak lanjut interupsi : 1. Penata interupsi / interrupt handler Jika terjadi interupsi, maka kendali prosesor diserahkan ke bagian penata interupsi pada sistem operasi, maka penata interupsi inilah yang melaksanakan interupsi. a. Instruksi yang sedang diolah oleh prosesor dibiarkan sampai selesai program. b. Penata interupsi merekam semua informasi proses ke dalam blok kendali proses. c. Penata interupsi mengidentifikasi jenis dan asal interupsi. d. Penata interupsi mengambil tindakan sesuai dengan yang dimaksud interupsi. e. Penata interupsi mempersiapkan segala sesuatu untuk pelanjutan proses yang diinterupsi. 2. Penata keliru / error handler Yaitu interupsi karena kekeliruan pada pengolahan proses dan bagian pada sistem operasi yang menata kegiatan akibat kekeliruan adalah penata keliru. a. Pemulihan, komputer telah dilengkapi dengan sandi penemuan dan pemulihan kekeliruan, contohnya telah dilengkapi dengan sandi Hamming sehingga ketika menemukan kekeliruan sandi akan mengoreksi kekeliruan itu, proses pulih ke bentuk semula sebelum terjadi kekeliruan. b. Pengulangan, mengatur agar proses yang membangkitkan interupsi keliru dikerjakan ulang, jika kekeliruan dapat diatasi maka proses akan berlangsung seperti biasa, jika tidak teratasi maka interupsi akan menempuh tindak lanjut keluar dari proses. c. Keluar dari proses, penata keliru menyiapkan tampilan berita keliru dari monitor, setelah itu prosesor keluar dari proses, ini adalah tindakan terakhir jika tidak dapat menolong proses yang keliru tersebut. Tindak lanjut interupsi menurut Peterson & Silberschatz : Keterangan : 1. Rampung Program selesai dilaksanakan oleh prosesor sehingga penyerahan kendali proses ke pekerjaan baru / perintah baru karena proses yang dikerjakan oleh prosesor telah selesai.

2. Keliru Jika menemukan kekeliruan akan ditampilkan, kemudian kendali prosesor diserahkan pada perintah berikutnya. 3. Permintaan bukan dari alat I/O Setelah interupsi selesai dilayani, kendali prosesor dikembalikan pada proses semula, misalnya interupsi berkala. 4. Permintaan dari alat I/O Setelah interupsi selesai dilayani, kendali prosesor dikembalikan pada proses sebelumnya, tetapi ada kalanya prosesor ikut campur dalam kerja alat I/O sehingga pengembalian kendali proses semula, tidak berlangsung segera / tunggu. 5. Rampung dari alat I/O Setelah interupsi selesai dilayani dan tanda rampung dicatat, kendali prosesor dikembalikan ke proses semula. Biasanya untuk alat I/O yang tidak diikut campuri oleh prosesor. Catt : 1 & 2 tidak mengembalikan prosesor ke proses yang terinterupsi, sedangkan 3,4,5 mengembalikan prosesor ke proses yang terinterupsi. Langkah-langkah yang dilakukan sistem operasi pada saat terjadi interupsi : 1. hardware memasukkan program counter, dll. memasukkan ke dalam stack pencacah program 2. Hardware memuatkan (load) program counter baru dari vector interrupsi 3. Prosedur bahasa rakitan menyimpan isi register 4. Prosedur bahasa rakitan men-set stack yang baru 5. Prosedur C menandai proses servis siap (ready) 6. Scheduler / penjadwalan menentukan proses mana yang akan jalan berikutnya 7. Prosedur C kembali ke modus bahasa rakitan 8. Prosedur bahasa rakitan memulai proses yang sedang dilaksanakan. Komunikasi antar proses (Inter Process Communinication / IPC) : Komunikasi Proses Proses * Beberapa proses biasanya berkomunikasi dengan proses * Contohnya pada shell pipe line : output dari proses pertama harus diberikan kepada proses ke dua dan seterusnya. * Pada beberapa sistem operasi, proses-proses yang bekerja bersama sering sharing (berbagi) media penyimpanan, dimana suatu proses dapat membaca dan menulis pada shared storage (main memory atau files) Sehingga dapat disimpulkan Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti: * Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses. Sistem operasi bertugas mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan oleh sebuah proses dan kemudian mengambil sumber daya itu kembali setelah proses tersebut selesai agar dapat digunakan untuk proses * Menunda atau melanjutkan proses. Sistem operasi akan mengatur proses apa yang harus dijalankan terlebih dahulu berdasarkan berdasarkan prioritas dari proses-proses yang ada. Apa bila terjadi 2 atau lebih proses yang mengantri untuk dijalankan, sistem operasi akan mendahulukan proses yang memiliki prioritas paling besar. * Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi. Sistem operasi akan mengatur jalannya beberapa proses yang dieksekusi bersamaan. Tujuannya adalah menghindarkan terjadinya

inkonsistensi data karena pengaksesan data yang sama, juga untuk mengatur urutan jalannya proses agar setiap proses berjalan dengan lancar * Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi. Sistem operasi menyediakan mekanisme agar beberapa proses dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi (contohnya berbagi sumber daya antar proses) satu sama lain tanpa menyebabkan terganggunya proses * Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock. Deadlock adalah suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti karena setiap proses memiliki sumber daya yang tidak bisa dibagi dan menunggu untuk mendapatkan sumber daya yang sedang dimiliki oleh proses lain. Saling menunggu inilah yang disebut deadlock(kebuntuan). Sistem operasi harus bisa mencegah, menghindari, dan mendeteksi adanya deadlock. Jika deadlock terjadi, sistem operasi juga harus dapat memulihkan kondisi sistemnya.