BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2011 NOMOR : 3 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2007 NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 10 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2007 NOMOR : 3 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 14 TAHUN 2003 TENTANG

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 83 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 40 TAHUN 2013

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 36 TAHUN

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2008 NOMOR : 62 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 62 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TASIKMALAYA

BERITA DAERAH KOTA DEPOK

PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 3 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI KECAMATAN DALAM LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 70 TAHUN 2016 TENTANG

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 3 TAHUN 2004 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 52 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN BADAN PENANAMAN MODAL KOTA BATU

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

BERITA DAERAH KOTA SURAKARTA TAHUN 2011 NOMOR 50 PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 15-T TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN SUMBAWA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 8 TAHUN 2004 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 6 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 15-B TAHUN 2011

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 34 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS SOSIAL

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA O G K A R T A PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 28 TAHUN 2015

PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR 5 TAHUN 2016 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL, KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PERUSAHAAN

TENTANG RINCIAN TUGAS DAN FUNGSI KECAMATAN KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA,

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA SEMARANG

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 4 TAHUN 2004 TENTANG

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 22 TAHUN 2016 TENTANG STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

BUPATI GARUT PERATURAN BUPATI GARUT NOMOR 559 TAHUN 2012 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KELURAHAN KABUPATEN GARUT

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BERITA DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 124 TAHUN 2016 WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 124 TAHUN 2016

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 7 TAHUN 2007 SERI D ================================================================

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 108 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU WALIKOTA PEKANBARU,

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI PASURUAN NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DESA

PROVINSI JAMBI PERATURAN WALIKOTA JAMBI

NO SERI. E PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA BARAT NO SERI. D. 6 Nopember 2008

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI KELURAHAN DALAM LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA TASIKMALAYA

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2008 NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 2 TAHUN 2008 T E N T A N G

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG INSPEKTORAT KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 61 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 56 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG PEMBENTUKAN FORUM KABUPATEN SEHAT KABUPATEN BELITUNG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 51 TAHUN 2016 TENTANG

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 1 TAHUN 2004 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 9 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA KELURAHAN DI KOTA BANJAR

BUPATI LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI LAMONGAN NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR 65 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 8 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN BUPATI TOLITOLI NOMOR 16 TAHUN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO UTARA,

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 27 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR ARSIP DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN SUMBAWA

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2008 NOMOR 28 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 50 TAHUN 2008 TENTANG

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 11 TAHUN 2004 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 16 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN

Bupati Pandeglang PERATURAN BUPATI PANDEGLANG NOMOR 12 TAHUN 2008

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGAWI NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

WALIKOTA MAKASSAR, PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KOTA MAKASSAR NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN

LEMBARAN DAERAH KOTA CIREBON

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 113 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN SRAGEN

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 30 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS TENAGA KERJA

WALIKOTA SURAKARTA PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

WALIKOTA TASIKMALAYA

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 77 TAHUN 2016

Transkripsi:

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2011 NOMOR : 3 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA CILEGON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CCSR) DI KOTA CILEGON WALIKOTA CILEGON, Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam rangka meningkatkan partisipasi perusahaan dalam pelaksanaan pembangunan daerah, perlu diciptakan kesinergian yang terintegrasi antara program dan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan program dan kegiatan prioritas Pemerintah Kota Cilegon yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cilegon; b. bahwa dalam rangka efektifitas pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR), perlu adanya lembaga independen sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), yang dikelola secara bersamasama, transparan, dan akuntabel; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Walikota tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR) di Kota Cilegon. : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3828); 2. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 70, tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4297); 3. Undang...

-2-3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421). 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 67, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4724); 7. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 106, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4756); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 9. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Yang Menjadi Kewenangan Kota Cilegon (Lembaran Daerah Kota Cilegon Tahun 2008 Nomor 4); 10. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Sekretariat Daerah Dan Sekretariat DPRD Kota Cilegon (Lembaran Daerah Kota Cilegon Tahun 2008 Nomor 5); 11. Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Cilegon Tahun 2005 2025 (Lembaran Daerah Kota Cilegon Tahun 2010 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah Kota Cilegon Tahun 2010 Nomor 59). Memperhatikan...

-3- Memperhatikan :1. Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan; 2. Kesepakan Bersama tentang Integrasi Program Antara Pemerintah Kota Cilegon dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) melalui Pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility (CSR), tanggal 29 september 2010, di Hotel Permata Cilegon. M E M U T U S K A N : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA CILEGON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CCSR) DI KOTA CILEGON. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksudkan dengan : 1. Daerah adalah Kota Cilegon; 2. Pemerintah Daerah adalah Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah; 3. Walikota adalah Walikota Cilegon; 4. Corporate Social Responsibility yang selanjutnya disebut CSR adalah komitmen perusahaan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perusahaan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya; 5. Cilegon Corporate Sosial Responsibility yang selanjutnya disebut CCSR adalah lembaga independen non pemerintah yang mensinkronisasikan dan mengintegrasikan program dan kegiatan CSR dengan RPJMD Kota Cilegon; 6. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Cilegon yang selanjutnya disebut RPJMD Kota Cilegon adalah dokumen perencanaan Kota Cilegon untuk periode 5 (lima) tahun; 7. Anggaran

-4-7. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah; 8. Dunia Usaha adalah perusahaan yang beraktifitas dibidang industri, perdagangan, jasa dan pertanian; 9. Perusahaan adalah organisasi berbadan hukum yang mengadakan transaksi usaha di bidang pengelolaan, perdagangan, jasa dan lain sebagainya, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, yang tergabung atau tidak tergabung dalam CCSR, dan berkedudukan di Kota Cilegon; 10. Dewan Penasehat adalah kumpulan dari unsur para pemangku kepentingan (stakeholder) yang ditetapkan oleh Walikota yang terdiri dari unsur perusahaan, unsur pemerintah daerah, unsur profesional, dan unsur tokoh masyarakat, yang membantu memberikan arahan, nasehat, gagasan, dan saran kepada CCSR; 11. Rapat Umum Penyandang Dana Cilegon Corporate Social Responsibility yang selanjutnya disebut RUPD CCSR adalah Organ CCSR yang beranggotakan perwakilan seluruh perusahaan, unsur pemerintah daerah, dan unsur tokoh masyarakat, yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Dewan Pengawas, Pengurus CCSR, dan Direktur Eksekutif dalam batas yang ditentukan dalam Peraturan Walikota ini dan/atau Anggaran Dasar; 12. Dewan Pengawas CCSR yang selanjutnya disebut Dewan Pengawas adalah organ CCSR yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus terhadap pengurus CCSR sesuai dengan Anggaran Dasar; 13. Pengurus CCSR adalah organ CCSR yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas Pengurusan CCSR sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya untuk kepentingan CCSR sesuai dengan maksud dan tujuan CCSR; 14. Anggaran Dasar adalah landasan operasional dalam menjalankan kegiatan CCSR yang ditetapkan dan disahkan oleh RUPD CCSR; 15. Ketua adalah Ketua CCSR; 16. Wakil Ketua adalah Wakil Ketua CCSR; 17. Sekretaris adalah Sekretaris CCSR; 18. Direktur...

-5-18. Direktur Eksekutif adalah Kepala Pelaksana harian pada CCSR; dan 19. Karyawan adalah staf pelaksana yang membantu Pengurus dan Direktur Eksekutif CCSR dalam menjalankan teknis operasional CCSR. BAB II PEMBENTUKAN Pasal 2 Dengan Peraturan Walikota ini dibentuk Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR). BAB III KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, DAN FUNGSI Bagian Pertama Kedudukan Pasal 3 (1) CCSR merupakan lembaga independen non pemerintah yang berkedudukan di Kota Cilegon; (2) CCSR dipimpin oleh seorang Ketua yang dipilih melalui musyawarah yang bertanggungjawab kepada RUPD CCSR; (3) Dalam pelaksanaan tugasnya, RUPD CCSR dibantu dan diarahkan oleh Dewan Penasehat. Bagian Kedua Tugas Pokok Pasal 4 CCSR mempunyai tugas pokok sebagai mitra Pemerintah Daerah dan dunia usaha dalam mensinergikan pelaksanaan CSR dengan RPJMD Kota Cilegon. Bagian Ketiga Fungsi Pasal 5 Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, CCSR menyelenggarakan fungsi : a. melakukan edukasi dan sosialisasi CSR; b. melayani dan memfasilitasi perusahaan untuk mengaktualisasikan CSR; c. mendata, mencatat, mendokumentasikan, dan publikasi seluruh kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan; d. melakukan...

-6- d. melakukan mediasi/konsultasi yang diperlukan perusahaan dalam implementasi CSR; dan e. memberikan apresiasi/penghargaan terhadap perusahaan yang telah menjalankan CSR secara nyata dan efektif, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (1) Organ CCSR terdiri atas : a. RUPD CCSR; b. Dewan Pengawas; c. Pengurus CCSR; dan d. Direktur Eksekutif. BAB IV ORGANISASI Pasal 6 (2) Pengurus CCSR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdiri atas : a. Ketua; b. Wakil Ketua; c. Sekretariat; d. Divisi Perencanaan dan Evaluasi; e. Divisi Operasi dan Pengendalian; dan f. Divisi Keuangan dan Pelaporan. BAB V BIDANG TUGAS ORGANISASI Bagian Pertama RUPD CCSR Pasal 7 RUPD CCSR memiliki tugas dan tanggung jawab : a. membahas dan menetapkan Anggaran Dasar CCSR; b. memilih dan memberhentikan Dewan Pengawas dan Pengurus CCSR; c. menetapkan kebijakan/program umum CCSR setelah disesuaikan dengan RPJMD; d. mengesahkan laporan keuangan CSR; e. menyetujui laporan tahunan Pengurus CCSR yang disahkan/diketahui Dewan Pengawas; f. menyetujui...

-7- f. menyetujui laporan hasil pengawasan dari Dewan Pengawas; dan g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diatur dalam Anggaran Dasar CCSR. Bagian Kedua Dewan Pengawas Pasal 8 Dewan Pengawas mempunyai tugas pokok dan tanggung jawab : a. melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pengelolaan CCSR; dan b. membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan. Bagian Ketiga Ketua Pasal 9 Ketua mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan, mengendalikan, mengelola, dan mengembangkan CCSR. Pasal 10 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Ketua menyelenggarakan fungsi : a. penyelenggaraan perencanaan program CCSR yang telah ditetapkan oleh RUPD CCSR; b. perumusan program dan kegiatan skala prioritas yang diintegrasikan dengan RPJMD Kota Cilegon; c. penyelenggaraan administrasi kegiatan CCSR; d. penyelenggaraan program dan kegiatan CCSR; e. penyelenggaraan pengendalian program dan kegiatan CCSR; f. pengkoordinasian program dan kegiatan dengan instansi terkait, perusahaan penyandang dana CSR, Dewan Pengawas, dan Dewan Penasehat; g. penyelenggaraan pertanggungjawaban kegiatan CCSR kepada RUPD CCSR melalui Dewan pengawas dengan tembusan Dewan Penasehat dan Walikota; dan h. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan kegiatan CCSR. Bagian...

-8- Bagian Kedua Wakil Ketua Pasal 11 1) Wakil Ketua mempunyai tugas pokok membantu Ketua dalam memimpin, mengkoordinasikan, mengendalikan, mengelola, dan mengembangkan CCSR. 2) Wakil Ketua sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II. Pasal 12 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Wakil Ketua menyelenggarakan fungsi : a. pembantuan pengkoordinasian penyusunan program dan kegiatan CSR dengan tiap-tiap Divisi dan Direktur Eksekutif; b. pembantuan pengkoordinasian dan pensinkronisasian tugas, program, dan kegiatan-kegiatan tiap-tiap Divisi dan Direktur Eksekutif; c. pembantuan pengendalian dan monitoring kegiatan yang dilaksanakan oleh tiap-tiap Divisi dan Direktur Eksekutif; dan d. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan seluruh kegiatan Wakil Ketua. Bagian Ketiga Sekretariat Pasal 13 (1) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan keuangan, ketatausahaan, dan umum CCSR; (2) Dalam melaksanakan tugasnya, Sekretaris dibantu oleh seorang Wakil Sekretaris. Pasal 14 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13, Sekretariat menyelenggarakan fungsi : a. pengadministrasian dan pendokumentasian seluruh kegiatan CCSR; b. penyelenggaraan pengelolaan rumah tangga dan perlengkapan CCSR; c. penyelenggaraan pengelolaan keuangan CCSR; d. pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan laporan pertanggungjawaban (akuntabilitas) dan kinerja CCSR secara periodik;dan e. pelaksaan evaluasi dan pelaporan Sekretariat. Bagian...

-9- Bagian Keempat Divisi Perencanaan dan Evaluasi Pasal 15 Divisi Perencanaan dan Evaluasi dipimpin oleh seorang Ketua Divisi yang mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, dan menyelenggarakan kegiatan di Divisi Perencanaan dan Evaluasi. Pasal 16 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Ketua Divisi Perencanaan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi.: a. pengkoordinasian program Pemerintah Daerah yang tertuang dalam RPJMD dengan pihak penyandang dana CSR; b. perumusan dan pensinkronisasian program CCSR dengan kebutuhan yang diusulkan oleh masyarakat dan perusahaan; c. perumusan program yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dengan perusahaan; d. pelaksanaan penyusunan rencana kegiatan sesuai dengan skala prioritas yang tertuang dalam RPJMD Kota Cilegon dan program yang disusun CCSR; dan e. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan di Divisi Perencanaan dan Evaluasi. Bagian Kelima Divisi Operasi dan Pengendalian Pasal 17 Divisi Operasi dan Pengendalian dipimpin oleh seorang Ketua Divisi yang mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, dan menyelenggarakan kegiatan di Divisi Operasi dan Pengendalian. Pasal 18 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, Ketua Divisi Operasi dan Pengendalian menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan inventarisasi kegiatan skala prioritas berdasarkan kelompok sasaran penerima manfaat di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan; b. pelaksanaan koordinasi dengan pihak terkait, baik pemerintah maupun perusahaan; c. penyelenggaraan...

-10- c. penyelenggaraan distribusi CSR kepada kelompok sasaran penerima manfaat melalui Direktur Eksekutif, baik barang maupun kegiatan lainnya di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan; d. penyelenggaraan dokumentasi data kelompok sasaran penerima manfaat; e. pengendalian dan supervisi kegiatan yang dilaksanakan;dan f. penyusunan laporan hasil kegiatan di Divisi Operasi dan Pengendalian. Bagian Keenam Divisi Keuangan dan Pelaporan Pasal 19 Divisi Keuangan dan Pelaporan dipimpin oleh seorang Ketua Divisi yang mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengkoordinasikan, dan menyelenggarakan kegiatan di Divisi Keuangan dan Pelaporan. Pasal 20 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19, Ketua Divisi Keuangan dan Pelaporan menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan administrasi keuangan dana CSR yang dikelola CCSR; b. penyelenggaraan inventarisasi usulan kegiatan dari Divisi Perencanaan dan Evaluasi sesuai dengan kebutuhan; c. pelaksanaan verifikasi setiap usulan kegiatan berdasarkan skala prioritas yang ditetapkan berdasarkan keputusan Pengurus CCSR dan disetujui oleh Dewan Pengawas; d. pendistribusian alokasi dana sesuai keputusan Pengurus CCSR kepada Divisi Operasi dan Pengendalian; e. penyelenggaraan laporan administrasi keuangan dana CSR; dan f. penyelenggaraan laporan kegiatan di Divisi Keuangan dan Pelaporan. Bagian Ketujuh Direktur Eksekutif Pasal 21 Direktur Eksekutif mempunyai tugas pokok memimpin, mengkoordinasikan, mengendalikan, dan mengelola kegiatan harian CCSR. Pasal...

-11- Pasal 22 Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21, Direktur Eksekutif menyelenggarakan fungsi : a. perumusan perencanaan teknis operasional harian CCSR berdasarkan kebijakan Pengurus CCSR; b. pelaksanaan teknis operasional kegiatan CCSR; c. pengkoordinasian dengan instansi terkait dan perusahaan;dan d. penyelenggaraan evaluasi dan pelaporan kegiatan teknis operasional CCSR. BAB VI TATA KERJA Bagian Pertama Umum Pasal 23 (1) Hal-hal yang menjadi tugas pokok CCSR merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan; (2) Pengurus CCSR bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional maupun administrasi CCSR; (3) Pelaksanaan fungsi CCSR secara teknis operasional harian diselenggarakan oleh Direktur Eksekutif beserta karyawan; dan (4) Setiap pimpinan di lingkungan CCSR dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan simplifikasi. Bagian Kedua Pelaporan Pasal 24 (1) Dewan Pengawas memberikan laporan tahunan bidang pengawasan kepada RUPD CCSR dan laporan CCSR lainnya jika dibutuhkan oleh RUPD CCSR: (2) Pengurus CCSR melalui Ketua wajib memberikan laporan tentang pelaksanaan tugasnya secara berkala, jelas, dan tepat waktu kepada Dewan Pengawas; (3) Pengurus...

-12- (3) Pengurus CCSR melalui Ketua wajib memberikan laporan tahunan tentang pelaksanaan secara jelas dan tepat waktu kepada RUPD CCSR yang disahkan/diketahui oleh Dewan Pengawas dengan tembusan Dewan Penasehat dan Walikota; (4) Pengurus CCSR melalui Ketua wajib memberikan laporan pertanggungjawaban keuangan untuk operasional CCSR yang bersumber dari APBD kepada Walikota;dan (5) Pengaturan mengenai jenis laporan dan tata cara penyampaian diatur lebih lanjut berdasarkan Anggaran Dasar. Bagian Ketiga Hal Mewakili Pasal 25 (1) Dalam hal Ketua berhalangan, maka Wakil Ketua, Sekretaris, atau Ketua Divisi dapat mewakili sesuai dengan kewenangannya; (2) Dalam hal Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, atau Ketua Divisi berhalangan, maka Direktur Eksekutif dapat mewakili. BAB VII PENGELOLA Bagian Pertama Pengurus Pasal 26 (1) Dewan Pengawas dan Pengurus CCSR dipilih dan diberhentikan oleh RUPD CCSR; (2) Dewan Pengawas dan Pengurus CCSR ditetapkan oleh Walikota berdasarkan hasil pemilihan dalam RUPD CCSR; (3) Dewan Pengawas dan Pengurus CCSR dilantik atau dikukuhkan oleh Walikota; (4) Direktur Eksekutif diangkat dan diberhentikan oleh Ketua CCSR berdasarkan usulan Pengurus CCSR lainnya; (5) Masa kerja Dewan Pengawas, Pengurus CCSR, dan Direktur Eksekutif selama 3 (tiga) tahun, dan dapat dipilih kembali berdasarkan hasil pemilihan dalam RUPD CCSR. Bagian.

-13- Bagian Kedua Karyawan Pasal 27 (1) Dalam menjalankan teknis operasional CCSR, para Pengurus dan Direktur Eksekutif CCSR dapat dibantu oleh karyawan; (2) Hal-hal lain yang menyangkut karyawan diatur lebih lanjut berdasarkan Anggaran Dasar. BAB VIII PEMBIAYAAN Pasal 28 Pembiayaan operasional CCSR berasal dari APBD Kota Cilegon serta sumber penerimaan lainnya yang sah dan tidak mengikat. BAB IX KETENTUAN PENUTUP Pasal 29 Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pasal 30 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan peraturan ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Cilegon. Ditetapkan di Cilegon Pada tanggal 12 Januari 2011 WALIKOTA CILEGON, Diundangkan di Cilegon Pada tanggal 12 Januari 2011 ttd Tb. IMAN ARIYADI SEKRETARIS DAERAH KOTA CILEGON, ttd ABDUL HAKIM LUBIS BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN 2011 NOMOR 3

- 14 - BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA CILEGON CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CCSR) R U P D LAMPIRAN : PERATURAN WALIKOTA CILEGON Nomor : 3 Tahun 2011 Tanggal : 12 Januari 2011 Tentang : PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA CILEGON CORPORATE SOCIAL Dewan Penasehat RESPONSIBILITY (CCSR) Dewan Pengawas Ketua Wakil Ketua Sekretariat Divisi Perencanaan dan Evaluasi Divisi Operasional dan Pengendalian Divisi Keuangan dan Pelaporan Direktur Eksekutif WALIKOTA CILEGON, ttd Tb. IMAN ARIYADI