ANALISIS DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG

dokumen-dokumen yang mirip
d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek

STUDI DESAIN STRUKTUR BETON BERTULANG TAHAN GEMPA UNTUK BENTANG PANJANG DENGAN PROGRAM KOMPUTER

DAFTAR NOTASI. xxvii. A cp

PERHITUNGAN DAN PENGGAMBARAN DIAGRAM INTERAKSI KOLOM BETON BERTULANG DENGAN PENAMPANG PERSEGI. Oleh : Ratna Eviantika. : Winarni Hadipratomo, Ir.

DESAIN TAHAN GEMPA BETON BERTULANG PENAHAN MOMEN MENENGAH BERDASARKAN SNI BETON DAN SNI GEMPA

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL BANDUNG

DAFTAR NOTASI. = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balok-kolom (mm²) = Luas penampang tiang pancang (mm²)

L p. L r. L x L y L n. M c. M p. M g. M pr. M n M nc. M nx M ny M lx M ly M tx. xxi

ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR TAHAN GEMPA DENGAN SISTEM BALOK ANAK DAN BALOK INDUK MENGGUNAKAN PELAT SEARAH

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR PERPAJAKAN PUSAT KOTA SEMARANG

BAB III LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

xxv = Kekuatan momen nominal untuk lentur terhadap sumbu y untuk aksial tekan yang nol = Momen puntir arah y

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG PERPUSTAKAAN PUSAT YSKI SEMARANG

PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA BAJA BRESING TAHAN GEMPA

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembahasan hasil penelitian ini secara umum dibagi menjadi lima bagian yaitu

ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR FLAT PLATE BETON BERTULANG UNTUK GEDUNG EMPAT LANTAI TAHAN GEMPA

ANALISIS KOLOM BAJA WF MENURUT TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG ( SNI ) MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL 2002

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gedung dalam menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Dalam. harus diperhitungkan adalah sebagai berikut :

DESAIN BALOK SILANG STRUKTUR GEDUNG BAJA BERTINGKAT ENAM

DAFTAR NOTASI. = Luas yang dibatasi oleh keliling luar penampang beton, mm² = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balokkolom

D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Eksentrisitas dari pembebanan tekan pada kolom atau telapak pondasi

DAFTAR NOTASI. Luas penampang tiang pancang (mm²). Luas tulangan tarik non prategang (mm²). Luas tulangan tekan non prategang (mm²).

Henny Uliani NRP : Pembimbing Utama : Daud R. Wiyono, Ir., M.Sc Pembimbing Pendamping : Noek Sulandari, Ir., M.Sc

LEMBAR PENGESAHAN Tugas Akhir Sarjana Strata Satu (S-1)

EVALUASI PERBANDINGAN KONSEP DESAIN DINDING GESER TAHAN GEMPA BERDASARKAN SNI BETON

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembebanan yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan

PERENCANAAN GEDUNG BETON BERTULANG BERATURAN BERDASARKAN SNI DAN FEMA 450

DAFTAR NOTASI. = Luas yang dibatasi oleh keliling luar penampang beton, mm² = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balokkolom

1.6 Tujuan Penulisan Tugas Akhir 4

= keliling dari pelat dan pondasi DAFTAR NOTASI. = tinggi balok tegangan beton persegi ekivalen. = luas penampang bruto dari beton

PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA BAJA BERATURAN TAHAN GEMPA BERDASARKAN SNI DAN FEMA 450

BAB III LANDASAN TEORI

MODUL KULIAH STRUKTUR BETON BERTULANG I LENTUR PADA PENAMPANG 4 PERSEGI. Oleh Dr. Ir. Resmi Bestari Muin, MS

DAFTAR ISTILAH. Al = Luas total tulangan longitudinal yang memikul puntir

STRUKTUR BETON BERTULANG II

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA UNIMUS

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

PERILAKU KERUNTUHAN BALOK BETON BERTULANG TULANGAN GANDA ABSTRAK

ANALISIS LENDUTAN SEKETIKA dan LENDUTAN JANGKA PANJANG PADA STRUKTUR BALOK. William Trisina NRP : Pembimbing : Daud Rahmat Wiyono, Ir.,M.Sc.

DAFTAR NOTASI BAB I β adalah faktor yang didefinisikan dalam SNI ps f c adalah kuat tekan beton yang diisyaratkan f y

DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan Surat Pernyataan Kata Pengantar DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR NOTASI DAFTAR LAMPIRAN

PERENCANAAN STRUKTUR UNIT GEDUNG A UNIVERSITAS IKIP VETERAN SEMARANG

TUGAS AKHIR DESAIN ALTERNATIF STRUKTUR GEDUNG YAYASAN PRASETIYA MULYA DENGAN LANTAI BETON BERONGGA PRATEGANG PRACETAK

PERANCANGAN ULANG STRUKTUR GEDUNG BANK MODERN SOLO

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BANK MANDIRI JL. NGESREP TIMUR V / 98 SEMARANG

DAFfAR NOTASI. = Luas total tulangan longitudinal yang menahan torsi ( batang. = Luas dari tulangan geser dalam suatu jarak s. atau luas dari tulangan

Denley Martin Sudewo NRP : Pembimbing : Djoni Simanta., Ir.,MT FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG

DAFTAR NOTASI. A cp. = Luas yang dibatasi oleh keliling luar penampang beton, mm² = Luas efektif bidang geser dalam hubungan balokkolom

DETEKSI DINI POLA KERUNTUHAN STRUKTUR PORTAL GEDUNG H UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA AKIBAT GEMPA. Tugas Akhir

1 HALAMAN JUDUL TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TRI TUNGGAL SEMARANG

ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR BETON BERTULANG UNTUK GEDUNG TINGKAT TINGGI

LENTUR PADA BALOK PERSEGI ANALISIS

PENGGAMBARAN DIAGRAM INTERAKSI KOLOM BAJA BERDASARKAN TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG (SNI ) MENGGUNAKAN MATLAB

BAB IV EVALUASI KINERJA DINDING GESER

Kata Kunci : beton, baja tulangan, panjang lewatan, Sikadur -31 CF Normal

BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan

ANALISIS DAN DESAIN DINDING GESER GEDUNG 20 TINGKAT SIMETRIS DENGAN SISTEM GANDA ABSTRAK

BAB III LANDASAN TEORI. dibebani gaya tekan tertentu oleh mesin tekan.

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI DAN SIMBOL

STUDI PERILAKU MEKANIK KEKUATAN BETON RINGAN TERHADAP KUAT LENTUR BALOK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT TERHADAP KUAT LENTUR BETON DENGAN f c = 40 MPa PADA BENDA UJI BALOK 600 X 150 X 150 mm 3

ANALISIS PENENTUAN TEGANGAN REGANGAN LENTUR BALOK BAJA AKIBAT BEBAN TERPUSAT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB III LANDASAN TEORI

STUDI DAKTILITAS DAN KUAT LENTUR BALOK BETON RINGAN DAN BETON MUTU TINGGI BERTULANG

BAB III LANDASAN TEORI. beban hidup dan beban mati pada lantai yang selanjutnya akan disalurkan ke

PERANCANGAN STRUKTUR BANGUNAN RUMAH SUSUN DI SURAKARTA

OPTIMASI STRUKTUR FLAT-PLATE BETON BERTULANG

KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU BALOK BETON TULANGAN TUNGGAL BERDASARKAN TIPE KERUNTUHAN BALOK ABSTRAK

TUGASAKHffi PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR Y.KP.P. DENGAN SISTEM PRACETAK. Luas bagian penampang antara muka serat lentur tarik dan titik berat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang aman. Pengertian beban di sini adalah beban-beban baik secara langsung

PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

EVALUASI SENDI PLASTIS DENGAN ANALISIS PUSHOVER PADA GEDUNG TIDAK BERATURAN

DESAIN PENULANGAN SHEAR WALL, PELAT DAN BALOK DENGAN PEMROGRAMAN DELPHI

Yogyakarta, Juni Penyusun

2.5.3 Dasar Teori Perhitungan Tulangan Torsi Balok... II Perhitungan Panjang Penyaluran... II Analisis dan Desain Kolom...

PERANCANCANGAN STRUKTUR BALOK TINGGI DENGAN METODE STRUT AND TIE

KATA PENGANTAR. telah melimpahkan nikmat dan karunia-nya kepada penulis, karena dengan seizin-

Verifikasi Hasil Penulangan Lentur Balok Beton SAP2000

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH (DEKRANASDA) JL. KOLONEL SUGIONO JEPARA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perancangan Struktur Atas P7-P8 Ramp On Proyek Fly Over Terminal Bus Pulo Gebang, Jakarta Timur. BAB II Dasar Teori

STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT LENTUR BETON RINGAN ALWA MUTU RENCANA f c = 35 MPa

NOTASI DAFTAR. Luas bagian penampang antara muka serat lentur tarik dan titik berat. penampang bruto

ANALISIS PERENCANAAN DINDING GESER DENGAN METODE STRUT AND TIE MODEL RIDWAN H PAKPAHAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERILAKU BALOK BETON BERTULANG DENGAN PERKUATAN PELAT BAJA DALAM MEMIKUL LENTUR (Penelitian) NOMI NOVITA SITEPU

PERENCANAAN STRUKTUR PROYEK PEMBANGUNAN BANK DANAMON JL PEMUDA-JEPARA

DESAIN DINDING GESER TAHAN GEMPA UNTUK GEDUNG BERTINGKAT MENENGAH. Refly. Gusman NRP :

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG CONDOTEL MATARAM CITY YOGYAKARTA. Oleh : KEVIN IMMANUEL KUSUMA NPM. :

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.2) Kolom Tampang L a) Kondisi Regangan Berimbang b) Kondisi Tekan Menentukan c) Kondisi Tarik Menentukan BAB III.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS LENDUTAN SEKETIKA DAN JANGKA PANJANG PADA STRUKTUR PELAT DUA ARAH. Trinov Aryanto NRP : Pembimbing : Daud Rahmat Wiyono, Ir., M.Sc.

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS STUDENT PARK APARTMENT SETURAN YOGYAKARTA

Transkripsi:

ANALISIS DAKTILITAS BALOK BETON BERTULANG Bobly Sadrach NRP : 9621081 NIRM : 41077011960360 Pembimbing : Daud Rahmat Wiyono, Ir., M.Sc FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG ABSTRAK Untuk mendesain struktur tahan gempa ada tiga metode yaitu rangka pemikul khusus, menengah, dan biasa. Masing-masing metoda ini dipengaruhi oleh faktor daktilitasnya. Faktor daktilitas adalah kemampuan struktur berdeformasi sesudah melewati batas lelehnya. Disini dicari daktilitas kelengkungan dan faktor daktilitas dari balok dimana balok merupakan elemen struktur yang dituntut memiliki daktilitas yang tinggi karena pada balok terjadi sendi plastis. Pada elemen balok terdapat dua macam daktilitas yaitu daktilitas kelengkungan dan faktor daktilitas. Pada desain bangunan tahan gempa harus memenuhi persyaratan daktilitasnya untuk menjamin bangunan itu tidak runtuh ketika gempa kuat terjadi. Dari studi kasus yang dilakukan terhadap beberapa penampang balok, didapatkan semakin besar nilai rasio tulangan, ρ, dan mutu baja, f y, semakin kecil daktilitas kelengkungan dan faktor daktilitasnya. Sedangkan dengan semakin besarnya mutu beton, f c, semakin kecil daktilitas kelengkungan dan faktor daktilitasnya. iii

DAFTAR ISI Halaman SURAT KETERANGAN TUGAS AKHIR...i SURAT KETERANGAN SELESAI TUGAS AKHIR...ii ABSTRAK...iii PRAKATA...iv DAFTAR ISI...vi DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN...viii DAFTAR GAMBAR...xii DAFTAR TABEL...xiv DAFTAR LAMPIRAN...xvi BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latarbelakang Masalah...1 1.2 Tujuan Penulisan...2 1.3 Ruang lingkup Pembahasan...3 1.4 Sistematika Penulisan...3 BAB 2 Tinjauan Pustaka 2.1 Hubungan Antara Momen-Kelengkungan...5 2.1.1 Lengkungan Pada Suatu Balok...5 2.1.2 Penentuan Teori Momen-Lengkungan...10 2.2 Lendutan Lateral Dalam Keadaan Post Elastis Dan Persyaratan Lengkungan...16 vi

2.2.1 Mekanisme Kolom...16 2.2.2 Mekanisme Balok...18 2.3 Daktilitas Kelengkungan Balok Beton Bertulang...20 2.3.1 Daktilitas Kelengkungan Balok Beton Bertulangan Tunggal...21 2.3.2 Daktilitas Kelengkungan Balok Beton Bertulangan Rangkap...22 2.3.3 Daktilitas Kelengkungan Balok Beton Bertulang Dengan Sengkang...24 2.4 Analisis Struktur Untuk Balok Kantilever...25 2.4.1 Deformasi Ultimate Dihitung Dari Lengkungan...27 BAB 3 STUDI KASUS 3.1 Perhitungan Rasio Tulangan Dan Daktilitas Kelengkungan...32 3.2 Perhitungan Faktor Daktilitas Balok Beton Bertulang...41 3.3 Pembahasan Hasil Perhitungan...45 BAB 4 KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan...47 4.2 Saran...48 DAFTAR PUSTAKA...49 LAMPIRAN...50 vii

DAFTAR TABEL Halaman Tabel 2.1 Parameter - parameter tekanan pada balok lentur yang di- peroleh PCA pada pengujian balok tanpa sengkang... 12 Tabel 3.1 Hasil perhitungan daktilitas kelengkungan berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 40/70 dengan menaikkan mutu betonnya... 36 Tabel 3.2 Hasil perhitungan daktilitas kelengkungan berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 40/70 dengan menaikkan mutu bajanya... 36 Tabel 3.3 Hasil perhitungan daktilitas kelengkungan berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 40/70 dengan menambah jarak sengkangnya... 37 Tabel 3.4 Hasil perhitungan daktilitas kelengkungan berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 30/50 dengan menaikkan mutu betonnya... 39 Tabel 3.5 Hasil perhitungan daktilitas kelengkungan berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 30/50 dengan menaikkan mutu bajanya... 40 Tabel 3.6 Hasil perhitungan daktilitas kelengkungan berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 30/50 dengan menambah jarak sengkangnya... 40 xiv

Tabel 3.7 Hasil perhitungan faktor daktilitas berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 40/70 dengan menaikkan mutu betonnya... 42 Tabel 3.8 Hasil perhitungan faktor daktilitas berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 40/70 dengan menaikkan mutu bajanya... 42 Tabel 3.9 Hasil perhitungan faktor daktilitas berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 40/70 dengan menambah jarak sengkangnya... 43 Tabel 3.10 Hasil perhitungan faktor daktilitas berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 30/50 dengan menaikkan mutu betonnya... 44 Tabel 3.11 Hasil perhitungan faktor daktilitas berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 30/50 dengan menaikkan mutu bajanya... 44 Tabel 3.12 Hasil perhitungan faktor daktilitas berdasarkan rasio tulangan pada balok ukuran 30/50 dengan menambah jarak sengkangnya... 45 xv

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2.1 Deformasi Akibat Lendutan Balok... 6 Gambar 2.2 Defleksi Akibat Beban Pada Balok Lentur... 7 Gambar 2.3 Hubungan Momen - Lengkungan Pada Balok Dengan Tulangan Tunggal... 8 Gambar 2.4 Kurva Tekanan-Regangan Pada Beton Silinder... 9 Gambar 2.5 Kurva Momen-Lengkungan Untuk Tulangan Tunggal... 10 Gambar 2.6 Hubungan Tekanan - Regangan Pada Baja, Beton, dan Diagram Distribusi Regangan... 11 Gambar 2.7 Distribusi Tekanan Pada Daerah Tekan... 12 Gambar 2.8 Teori Hubungan Momen-Lengkungan... 15 Gambar 2.9 Mekanisme Keruntuhan... 16 Gambar 2.10 Distribusi Kelengkungan Kolom Kondisi Leleh... 17 Gambar 2.11 Deformasi Plastis Pada Mekanisme Balok... 18 Gambar 2.12 Distribusi Regangan Balok Tulangan Tunggal... 21 Gambar 2.13 Regangan Balok Tulangan Rangkap... 22 Gambar 2.14 Hubungan Tegangan-Regangan Penampang Beton Dengan Sengkang... 24 Gambar 2.15 Pengaruh Kualitas Sengkang Terhadap Hubungan Tegangan-Regangan Beton... 24 Gambar 2.16 Defleksi Dalam Kaitan Deformasi Lentur Pada Sebuah Balok... 26 xii

Gambar 2.17 Distribusi Kelengkungan Sepanjang Balok Pada Saat Momen Batas... 29 Gambar 2.18 Aktual Dan Idealisasi Momen-Lengkungan Pada Retakan... 29 Gambar 2.19 Diagram Momen dan Distribusi Lengkungan... 30 xiii

DAFTAR NOTASI DAN SINGKATAN a = tinggi balok tegangan tekan persegi ekivalen, mm. A s = luas tulangan tarik nonprategangan, mm 2. A s = luas tulangan tekan, mm 2. b C c = lebar penampang balok, mm. = gaya tekan beton. c d = jarak dari serat tekan terluar ke garis netral, mm. = jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tarik, mm. d = jarak dari serat tekan terluar ke pusat tulangan tekan, mm. dx EI E s = panjang dari suatu unsur kecil balok. = kekakuan lentur. = modulus elastisitas baja tulangan, MPa. f c ' = kuat tekan beton, MPa. f s = tegangan dalam tulangan pada beban kerja, MPa. f y = tegangan leleh baja tulangan yang disyaratkan, MPa. f yv = tegangan leleh baja tulangan sengkang, MPa. h = tinggi total penampang balok, mm. I = momen inersia penampang yang menahan beban luar terfaktor, mm 4. I cr = momen inersia penampang retak (inersia cracking), mm 4. I e = momen inersia efektif untuk perhitungan lendutan, mm 4. I g = momen inersia penampang bruto beton terhadap garis sumbunya, dengan viii

Mengabaikan tulangannya, mm 4. k kd l l b = faktor panjang efektif serat tekan. = jarak dari serat tertekan ke garis netral, mm. = panjang balok, mm. = panjang antara sendi-sendi plastis balok, mm. l c = panjang kolom, mm. l pc = panjang sendi plastis bawah kolom, mm. l pc = panjang sendi plastis atas kolom, mm. M = gaya momen, Nmm. M cr = momen yang menyebabkan terjadinya retak lentur pada penampang akibat beban luar, Nmm. M y = tahanan momen yang disumbangkan oleh tulangan kepala geser, Nmm. M u = momen terfaktor pada penampang, Nmm. n = Es Ec rasio modulus elastisitas. P = Gaya aksial balok, N. r R = tingkat (lantai), floor level. = jari-jari kelengkungan balok lentur yang diukur dari titik pusat ke garis netral, mm. S = f s As = besar gaya kekuatan baja, N. α β 1 = faktor tekan pada serat tekan. = faktor reduksi tinggi balok tegangan tekan ekivalen balok. u = deformasi pada saat ultimate. ix

y = deformasi pada saat yield. ε c = regangan beton. ε cm = regangan maksimum serat tekan. ε cu = regangan maksimum. ε s = regangan baja. ε y = regangan leleh baja. γ δ = faktor pusat luasan. = deformasi plastis. µ = faktor daktilitas simpangan. ρ = A s bd ρ = A s ' bd = rasio penulangan tarik non-prategangan. = rasio penulangan tekan non-prategangan. ρ b = rasio tulangan pada keadaan seimbang regangan (rho balance). ρ max = rasio penulangan maximum. ρ min = rasio penulangan minimum. ρ v = perbandingan volume tulangan sengkang dan tulangan tekan terhadap volume beton yang diberi sengkang. θ pc = rotasi plastis. θ pb = rotasi sendi plastis momen posotif. θ pb ϕ = rotasi sendi plastis momen negatif. = derajat kelengkungan. ϕ u = kelengkungan pada keadaan batas. x

ϕ uci = kelengkungan batas pada ujung bawah kolom yang ditinjau. ϕ uci = kelengkungan batas pada ujung atas kolom yang ditinjau. ϕ y = Kelengkungan pada keadaan leleh pertama pada baja. ϕ yci = kelengkungan kolom dalam keadaan leleh pertama pada ujung bawah kolom yang ditinjau. ϕ yci = kelengkungan kolom dalam keadaan leleh pertama pada ujung atas kolom yang ditinjau. xi

DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1 Tabel Daktilitas Kelengkungan dan Faktor Daktilitas Berdasarkan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Beton (Balok 40/70)... 51 Lampiran 2 Grafik Hubungan Daktilitas Kelengkungan dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Beton (Balok 40/70). 53 Lampiran 3 Grafik Hubungan Faktor Daktilitas dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Beton (Balok 40/70)... 54 Lampiran 4 Tabel Daktilitas Kelengkungan dan Faktor Daktilitas Berdasarkan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 40/70)... 55 Lampiran 5 Grafik Hubungan Daktilitas Kelengkungan dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 40/70).. 57 Lampiran 6 Grafik Hubungan Faktor Daktilitas dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 40/70)... 58 Lampiran 7 Tabel Daktilitas Kelengkungan dan Faktor Daktilitas Berdasarkan Rasio Tulangan Dengan Menambah Jarak Sengkang (Balok 40/70)... 59 Lampiran 8 Grafik Hubungan Daktilitas Kelengkungan dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 40/70). 60 Lampiran 9 Grafik Hubungan Faktor Daktilitas dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Jarak Sengkang (Balok 40/70)... 61 xvi

Lampiran 10 Tabel Daktilitas Kelengkungan dan Faktor Daktilitas Berdasarkan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Beton (Balok 30/50)... 62 Lampiran 11 Grafik Hubungan Daktilitas Kelengkungan dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Beton (Balok 30/50). 64 Lampiran 12 Grafik Hubungan Faktor Daktilitas dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Beton (Balok 30/50)... 65 Lampiran 13 Tabel Daktilitas Kelengkungan dan Faktor Daktilitas Berdasarkan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 30/50)... 66 Lampiran 14 Grafik Hubungan Daktilitas Kelengkungan dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 30/50).. 68 Lampiran 15 Grafik Hubungan Faktor Daktilitas dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 30/50)... 69 Lampiran 16 Tabel Daktilitas Kelengkungan dan Faktor Daktilitas Berdasarkan Rasio Tulangan Dengan Menambah Jarak Sengkang (Balok 30/50)... 70 Lampiran 17 Grafik Hubungan Daktilitas Kelengkungan dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Tegangan Baja (Balok 30/50). 71 Lampiran 18 Grafik Hubungan Faktor Daktilitas dan Rasio Tulangan Dengan Menambah Jarak Sengkang (Balok 30/50)... 72 Lampiran 19 Grafik Hubungan Daktilitas Kelengkungan dan Faktor Daktilitas... 73 xvii