Basis Data (Database) Entity-Relationship Model (ERM)

dokumen-dokumen yang mirip
Entity Relationship Model

ENTITY RELATIONSHIP MODEL

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

MODUL 1 SEPUTAR PERANCANGAN DATABASE. 1.1 Entity-Relationship Model (ER Model) dan Entity Relationship Diagram (ERD)

Sistem Basis Data. Chapter 5: Logical Database Design and the Relational Model Andronicus Riyono, M.T.

PEMODELAN DATA (ER-D) Basis Data -1 / Dian Dharmayanti

ASSALAMU ALAIKUM WR.WB

Copyright 2005 PENS-ITS C H A P T E R

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. SiBaDa Sesi 4

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Hanif Fakhrurroja, MT

ER-DIAGRAM (ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM)

Pertemuan 2-3 ER-MODEL

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. By Tim Dosen

OVERVIEW BASIS DATA RELASIONAL. Oleh: Ir. M. Ramadhan, MT

C H A P T E R. Copyright 2005 PENS-ITS

Adri Priadana. ilkomadri.com

Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP

PERANCANGAN SISTEM DATABASE

MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM. Basis data

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

Model Data. Universitas Darwan Ali Kalimantan Tengah. Author : Minarni, S.Kom.,MM

PERTEMUAN 6 & 7 ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

ERD, EERD DAN PEMETAAN KE MODEL RELASIONAL

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM SISTEM BASIS DATA

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

Basis Data. Pemodelan Database dengan ER Diagram (Entity Relationship Diagram) Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

PERTEMUAN 4 ENTITY-RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) JUM AT,

Pertemuan 4. Entity-Relationship Diagram (ERD)

Desain Data Base. Proses Desain Data Base

PERANCANGAN BASIS DATA. Alif Finandhita, S.Kom

C H A P T E R DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : KONSEP DASAR PERANCANGAN DATABASE

Model Entity Relationship Bagian II

TUGAS I BERKAS DAN BASIS DATA E-R Diagram

TEKNIK ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)

KODE MK : ST 126 UT3. Pemodelan Data. Agus Romadhona

Pemodelan Basis Data Entity-Relationship Diagram (contoh kasus 2) Yusuf 2010

MEMAHAMI KONSEP DATABASE. Oleh : Yuhefizar, S.Kom

Pertemuan Transformasi ER-MODEL INDIKATOR. 1. Memahami ER model 2. Menerapkan transformasi ER- Model ke Model Relasional.

ER (ENTITY RELATIONSHIP) MODEL

Sistem Basis Data ( )

PERTEMUAN 8 & 9 MODEL ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) KONSEP DASAR MODEL ENTITY RELATIONSHIP

SISTEM BASIS DATA (Lanjutan) :

Database Design. Pemodelan data & Model Entity-Relationship. Pertemuan 4. Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom

Pertemuan III Entity Relationship Diagram Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

II. LANDASAN TEORI. spesifikasi pada komputer yang berdasarkan pada sistem informasi.

BASIS DATA. Model Data Relational. Fakultas Ilmu Komputer UDINUS

MODEL ENTITY-RELATIONSHIP

ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD) Basis data

Sistem Basis Data BAB 8 MODEL DATA DAN ENTITY RELATIONSHIP MODEL. Komponen model data dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) bagian yang meliputi:

E-R Diagram Kusnawi, S.Kom, M.Eng

Entity Relationship Model

Kontrak Kuliah. Entity Relationship Diagram Bagian 1. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Mahasiswa dapat melakukan perancangan basis data dengan model entity relationship

BASIS DATA MODEL RELASIONAL

Pertemuan 4 ENTITY RELATIONSHIP ENTITY RELATIONSHIP

Pertemuan 6-7. UML (Unified Modeling Language) (Software Design 2) Muhamad Alif,S.Kom Teknik Informatika UTM 17 Oktober 2012

C H A P T E R. DUKUNGAN DATABASE DALAM PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI : Konsep Dasar PERANCANGAN Database. Information Technology, EEPIS-ITS

MODEL ENTITY-RELATIONSHIP

Model Data Dalam SBD

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

ER (Entity-Relationship) Model dan Mapping ke Model Relasional. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Pengenalan Basis Data

Perancangan Basis Data

SISTEM BASIS DATA 1 Imam Asrowardi, S.Kom.

Relational Database & Pemodelan Data [Review]

Entity Relationship Diagram.

Pertemuan 11. Donny Yulianto, S.Kom

Modul 3 Konsep Perancangan Basis Data

ER (ENTITY RELATIONSHIP) MODEL

Model Data: Model data merupakan kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik (makna) data dan batasan data Jenis

Entity Relationship Model

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dewasa ini pemakaian komputer sebagai alat bantu khususnya yang berkaitan

BAB III LANDASAN TEORI

Tabel dan Key dalam Database Tipe data dan Karakter pada Database. Author : Minarni, S.Kom.,MM

SOAL KUIS. 3. Data aktual yang disimpan pada tiap elemen atau atribute: a. Atribute d. Enterprise b. Data Value e. Tuple c. File

BAB V. dimengerti, mudah dipelihara, mudah memprosesnya, dan mudah untuk dikembangkan sesuai kebutuhan baru

Bab 2 Pemodelan Data Menggunakan

MUHAMMAD ZEN S. HADI, ST. MSC.

MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL)

PERTEMUAN 2 MODEL DATA MODEL ENTITY RELATIONSHIP ( MODEL E-R)

BAB III LANDASAN TEORI

Pemodelan Data (1) Week 2

Entity Relationship Diagram. Rima Dias Ramadhani, S.Kom., M.Kom Wa:

MODEL RELASIONAL. Model Data adalah kumpulan bentukanbentukan deskripsi data level tinggi yang menyembunyikan rincian penyimpanan data level rendah.

Model Relasional Basis Data

PERANCANGAN SISTEM TERINCI DATABASE

BAB 2 MODEL RELASI ENTITAS (E-R MODEL)

Basis data ERD. Entity. Atribut ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM 13/10/2015 TIU TIK. Entity

ENTITY RELATIONAL MODEL. Dr.Budi Setiyono, MT

Pertemuan Sistem Informasi SI adalah suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan

P7 Perancangan Database

Perancangan Basis Data

PERANCANGAN DATABASE 04/07/ :53

KRS. MHS NIM (PK) Nama Alamat TmpLahir TglLahir KdJurusan ThnMasuk Status. NoKrs (PK1) (FK) NIM (PK2) (FK) ThAkad Semester StatusStudi

Modul ke: Pertemuan - 8. Model Relasi Entitas. Fakultas Ilmu Komputer. Ariefah Rachmawati. Program Studi Sistem Informasi.

PERTEMUAN 4 Model Data Relational

BAB III LANDASAN TEORI. yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan tertentu. operasional atau teknis yang menjelaskannya.

Review Basis Data 1. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Pemodelan Database. Pengolahan Basis Data

Transkripsi:

Basis Data (Database) Entity-Relationship Model (ERM)

Entity-Relationship (ER) pada awalnya disampaikan oleh PETER di tahun 1976 sebagai suatu cara untuk menyatukan jaringan dan menggambarkan relational database. ER adalah sebuah model konseptual dari data yang menggambarkan keadaan sebenarnya dari entities dan relationship.

Hasil akhir dari proses ERM adalah entityrelationship diagram (ERD). Model data membutuhkan notasi grafik untuk mempresentasikannya. ERD adalah tipe dari model data konseptual atau semantic data model. Ada 2 (dua) jenis penggambaran ERD, yaitu: Binary relationships (ada lebih dari satu entitas) Recursive relationships (hanya ada satu entitas).

Macam-macam relasi antar entitas didalam ERD binary relationships One-to-one. Satu elemen di entitas (A) tepat berasosiasi dengan satu elemen di entitas (B). Contoh: Pegawai dengan Workstation. One-to-many. Satu elemen di entitas (A) berasosiasi dengan nol, satu atau lebih elemen yang ada di entitas (B), tetapi untuk satu elemen di entitas (B) hanya berelasi dengan satu elemen di entitas (A). Contoh: Departemen dan Projek. Many-to-many. Satu elemen di entitas (A) berasosiasi dengan nol, satu atau lebih elemen di entitas (B), dan satu elemen di entitas (B) berasosiasi dengan nol, satu atau lebih elemen di entitas (A). Contoh: Pegawai dengan Projek.

One-to-one, one-to-many dan many-to-many sering disebut dengan derajat kardinalitas (cadinality degree). The Cardinality mendefinisikan relasi di antara sejumlah entitas.

Notasi Kardinalitas berdasarkan Crows foot: 1 1 atau lebih 0,1 atau lebih 0 atau 1 banyak

Notasi Kardinalitas lainnya 1 Satu M Satu atau lebih (many) Lambang M (many) bisa digantikan dengan N.

Lambang Notasi ERD Entitas (Entity) Entitas Relasi (Relationship) Relasi Atribut (Attribute) Atribut Gartis Penghubung (Link links) Penghubung

Entitas (Entities) Entity adalah sebutan lain dari record Entities atau set entity adalah sebutan lain dari file.

Tipe Entitas Aturan (Roles) Kejadian (Events) Lokasi (Locations) Sesuatu yang nyata (tangible things) Konsep (Concepts)

Pegawai Aturan penggajian Buku Nyayian Teori matematika Uang kuliah Mata kuliah Dan sebagainya. Contoh Entitas

Klasifikasi Entitas Mandiri (Independent). Yang tidak menggantungkan diri pada entitas lain nya untuk mengidentifikasinya. Bergantung (Dependent). Entitas yang tergantung pada entitas lainnya untuk mengidentifikasinya. Dengan kata lain, keberadaannya tidak ada artinya tanpa adanya independent entity).

Entity occurance (disebut juga dengan instance) adalah kejadian individual dari sebuah entitas. Kejadian tersebut dianalogikan sebagai sebuah baris didalam tabel relasional.

Setiap entitas (kecuali entitas lemah) harus memiliki kunci atribut (entity`s primary key). Entitas lemah adalah entitas yang keberadaanya tergantung dari entitias lain.

Contoh Di Enterprise SEKOLAH ada entitas yang wajib ada, yakni MURID. Karena ada sebentuk laporan dari pihak sekolah ke pihak penanggung-jawab murid diluar kelas, dalm hal ini orang-tua atau wali, maka ada ORANG_TUA. Keberadaan entitas ORANG_TUA tergantung dari keberadaan entitas MURID. Sebuah weak entity set digambarkan dengan garis kotak tebal (bold retangle) atau garis ganda kotak yang berhubungan dengan garis penghubung menuju ke relasi (dengan lambang belah ketupat) ORANG_TUA

Relasi (Relationships) Relasi adalah keterhubungan atau keterkaitan antara satu entitas dengan satu atau lebih entitas lain. Contoh : DOSEN dan MAHASISWA. Kardinalitas (cardinality) didefinisikan sebagai banyaknya kejadian (occurence) dari sebuah entitas atas satu kejadian dari entitas lain yang berhubungan.

Menentukan derajat kardinalitas Contoh: DOSEN dan MAHASISWA. Keadaan Awal: DOSEN Mengajar MAHASISWA Letakkan angka 1 di antara DOSEN dan Mengajar, selanjutnya dibaca : Seorang DOSEN mengajar... MAHASISWA. Titik-titik itu berisi angka 1 atau huruf M yang menandakan lebih dari 1. tentu saja seorang DOSEN mengajar banyak (lebih dari 1 yang dilambangkan dengan M) MAHASISWA, sehingga gambarnya menjadi:

Menentukan derajat kardinalitas Contoh: DOSEN dan MAHASISWA. 1 M DOSEN Mengajar MAHASISWA Belum selesai, sekarang, baca terbalik Seorang MAHASISWA diajar oleh... DOSEN. Titik-titik itu juga harus diisi 1 atau M. Tentulah, dalam kejadian sehari-hari, umumnya kalimat tersebut akan berbunyi : Seorang MAHASISWA akan diajar oleh banyak DOSEN (Karena ia mengambail banyak mata kuliah) sehingga gambarnya menjadi: 1 M DOSEN Mengajar MAHASISWA M 1 Selanjutnya, pilih yang terbesar antara yang diatas garis penghubung dan yang ada di bawah girs penghubung, hasilnya:

Menentukan derajat kardinalitas Contoh: DOSEN dan MAHASISWA. DOSEN Mengajar MAHASISWA M M Tampaklah, bahwa relasi antara DOSEN dan MAHASISWA dalam proses belajarmengajar adalah many-to-many. Dalam kaidah matematik, M = M. Pertanyaan yang muncul adalah, Jika nilai M = 10, apakah pasti 10 DOSEN mengajar 10 MAHASISWA? karena tidak maka salah satu penulisan kardinalitas (many diganti dengan N, dan penulisannya disejajarkan diatas garis penghubung. Gambar Akhirnya adalah : M N DOSEN Mengajar MAHASISWA

Atribut (Attribute) Atribut atau Field adalah suatu karakteristik yang biasa untuk menggambarkan seluruh atau sebagian dari record. Kata lain dari atribut adalah elemen data. Contoh : elemen data untuk MAHASISWA terdiri dari Nama, Alamat, Tempat dan Tanggal Lahir, NIM dan sebagainya; Yang diperlukan di suatu universitas.

Primary Key Primary Key (Kunci Primer) atau Pengidentifikasi (Identifier) merupakan sebuah atribut atau kombinasi dari beberapa atribut yang dapat mengidentifikasi secara unik (tunggal dan hanya satu) dari seluruh record yang ada. Atribut dengan kunci primer *NIM Atau NIM Atribut dengan kunci tamu **NIM Atau NIM

Atribut di Model ER Multi-valued(Bernilai banyak) Composite (Bernilai banyak) Derived (Perolehan)

Multi-valued (Bernilai banyak) Digambarkan dengan elips bergaris ganda (double-line ellips) Atribut Multivalue HOBI

Composite (Bernilai banyak) Composite adalah atribut yang memiliki dua atau lebih atribut (lain) yang masing-masing berkontribusi padanya. Digambarkan sebagai atribut yang dihubungkan dengan atribut utamanya. Composite Attribute NM_DEPAN NM_TENGAH NM_AKHIR NAMA

Derived (Perolehan) derived adalah atribut yang nilainya tergantung pada atribut lain. Digambarkan dengan garis terputus-putus membentuk elips(dashed ellipses). Atribut Derived IPK

Generalization Kadang kala dua atau lebih entitas memiliki subtipe yang lebih khusus dari tipe entitas pada umumnya. Kekhususan tersebut karena di dunia nyata mereka memiliki kemiripan (similarity) kategori sehingga dapat digambarkan secara general (generalization) menuju ke tingkat lebih tinggi yang disebut dengan supertype atau entitas generik (generic entity).

Contoh Programmers dan Pemasar memiliki kemiripan karena mereka adalah tipe dari pegawai (supertype) di perusahaan software. Untuk mengindikasikan ini, dilambangkanlah segitiga (triangle) dengan tulias ISA di dalamnya. Di atas lambang yang bertuliskan ISA disebut dengan entitas high-level dan yang di bawah disebut dengan entitas lower-level atau subtype.

Generalization NAMA ALAMAT *NO_KTP ORANG ISA MAHASISWA DOSEN STAF *NIM *NID *NOPEG

Aggregation Sebuah relasi yang keseluruhannya berpartisipasi dengan entitas dapat diperlakukan sebagai sebuah entitas. Selanjutnya entitas yang terbentuk tersebut direlasikan kembali dengan entitas lain. Proses semacam ini disebut sebagai koleksi atau pengumpulan (Aggregation). Aggregation digambarkan dengan kotak yang garisnya terputus-putus (dotted rectangle) mengelilingi aggregated entities dan relationships.

Aggregation Relationship NAMA NM_MK MAHASISWA AMBIL MT_KULIAH SKS *NPM *KD_MK IKUT NM_PRAK PRAKTIKUM *KD_PRAK *SKS_PRAK

Degree of a Relationship Derajat dari relasi adalah banyaknya entitas yang berasosiasi dengan relasi, Relasi N-ary adalah bentuk umum untuk derajat n. Khusus di binary dan ternary, derajatnya adalah 2 dan 3, asosiasi antara dua entitas adalah yang biasa terjadi di dunia nyata. Sebuah pengulangan (recursive) di binary relationship terjadi ketika sebuah entitas berelasi dengan dirinya sendiri.

Sebuah entitas berelasi dengan dirinya sendiri M PEMAIN 1 PILIH KAPTEN Sebagai contoh, Pemain sepak bola memilih rekannya sendiri menjadi kapten kesebelasan.

Sebuah ternary relationship menggunakan tiga entitas dan digunakan ketika binary relationship tidak cukup untuk menggambarkannya. Banyak model hanya menggunakan binary relationship. Relasi ternary atau n-ary dibuat dalam dua atau lebih relasi binary.

Contoh Penggambaran Diagram ER (1) Penggambaran Toko Elektronik. Maka hal-hal yang perlu disiapkan adalah: 1. Entitas. Jika entitas kita konotasikan sebagai master file, apa saja master file yang ada ditoko tersebut. Kita peroleh ada. a) PEGAWAI b) BARANG c) DISTRIBUTOR d) PEMBELI e) RAK tempat meletakkan barang.

Contoh Penggambaran Diagram ER (2) Penggambaran Toko Elektronik. Maka hal-hal yang perlu disiapkan adalah: 2. Relasi. Apa saja relasi yang terjadi di toko tersebut. Kita peroleh relasinya adalah a) PEMBELI membeli BARANG b) DISTRIBUTOR menyuplai BARANG c) PEGAWAI menjual BARANG d) BARANG diletakkan di RAK.

Contoh Penggambaran Diagram ER (3) Penggambaran Toko Elektronik. Maka hal-hal yang perlu disiapkan adalah: 3. Atribut. Atribut-atribut yang diperlukan harus ada di setiap entitasnya. Misal : Untuk entitas PEGAWAI, atribut-atributnya adalah: a) NOKAR (nomor karyawan, sebagai kunci primer) b) NAMA c) ALAMAT d) TGL_MASUK

Contoh Penggambaran Diagram ER (4) Untuk entitas BARANG, atribut-atributnya adalah: a) KD_BRG (kode barang, sebagai kunci primer) b) NM_BRG c) SATUAN d) HARGA_SATUAN e) STOCK f) MEREK g) KD_DISTR h) JENIS_BRG

Contoh Penggambaran Diagram ER (5) Untuk entitas DISTRIBUTOR, atribut-atributnya adalah: a) KD_DIST (kode distributor, sebagai kunci primer) b) NM_DIST c) ALAMAT_DIST d) NM_CONTACT (nama contact person) e) NM_PEMILIK

Contoh Penggambaran Diagram ER (6) Untuk entitas PEMBELI, bila memang perlu dicatat biodatanya (ada sistem keanggotaan), maka atribut-atributnya adalah: a) KD_PEMBELI (kode pembeli, sebagai primary key) b) NM_PEMB c) ALAMAT_PEMB Tetapi apabila tidak ada sistem keanggotaan maka atribut yang bisa digunakan adalah a) NOMOR KUITANSI

Contoh Penggambaran Diagram ER (7) Untuk entitas RAK, atribut-atributnya adalah: a) KD_RAK (kode rak, sebagai kunci primernya) b) NOMOR_RAK c) LOKASI (lokasi rak)

Setelah semua selesai maka langkah berikutnya adalah menggambarkan transaksi atau relasi yang terjadi: 1. Relasi pertama untuk PEMBELI membeli BARANG NO_KWITANSI JML_BAYAR NM_BRG KD_DISTR KD_BRG PEMBELI M MEMBELI N BARANG STOCK JENIS_BRG TGL_BELI SATUAN MEREK

Notasi ER (ER Notation) lainnya Sebetulnya tidak ada standar dalam menggambarkan objek data di diagram ER. Setiap metodologi model menggunakan notasi sendirisendiri. Notasi asli yang digunakan oleh Chen secara luas digunakan di buku-buku pelajaran dan jurnaljurnal, tetapi jarang dilihat di publikasi umum lainnya yang non-akademis. Kini banyak notasi yang digunakan. Tiga diantaranya adalah : Bachman Crow`s foot IDEFIX

Berikut notasi dan catatan lain yang dikemukakanoleh Martin. Simbolsimbol dasar yang digunakan untuk menggambarkan ER adalah: Entitas. Adalah yang dilambangkan dengan kotak (retangle). Nama kotak adalah entitas. Nama entitas berupa sebuah kata benda (singular noun) Relasi. Direpresentasikan dengan garis tebal (solid line) yang menghubungkan dua entitas. Nama dari relasi ditulis di atas garis tersebut. Nama relasi merupakan kata kerja (verb). Attribut. Jika ikut digambarkan, dimasukkan di dalam kotak entitas. Atribut yang digunakan sebagai pengidentifikasi record (primary key) ditulis dengan garis bawah (underlined). Nama atribut berupa kata benda tunggal (singular noun). Kardinalitas dari kata many direpresentasikan dengan akhir garis (line ending) di crow`s foot. Jika crow`s foot dihilangkan maka kardinalitasnya bernilai satu. Keberadaan (existance) direpresentasikan dengan penempatan sebuah lingkaran atau garis tegak lurus pada garis. Keberadaan yang merupakan keharusan (mandatory existance) digambarkan dengan batang. Keberadaan yang boleh ada dan boleh tidak ada (optional existance) diperlihatkan dengan menempatkan lingkaran berikutnya menuju entitas yang opsional.

Contoh ERD versi Martin Entity Name Relationship Name Departemen DeptID one Manages many Project ProjectID Entity Mandatory existance Relationship Optional existance Attribute Name

Peran di Diagram E-R (1) Fungsi yang diperankan oleh entitas di relationship disebut dengan peran(role). Peran bisanya digambarkan secara eksplisit dan tidak spesifik. Meraka akan berguna jika apa yang diinginkan di dalam relationship diklarifikasi terlebih dulu. Misalkan pada relasi : MAHASISWA mengambil MATAKULIAH. kata Mengambil harus di klarifikasi terlebih dahulu, apakah mahasiswa yang bersangkutan mengambil mata kuliah pertama kali atau sudah mengulang (jika perbedaan ini nantinya akan diperlakukan secara berbeda, misalkan kelas yang dibatasi jumlah mahasiswanya, dan sebagainya).

Peran di Diagram E-R (2) Peran tersebut akan sangat berguna ketika relasi yang dikehendaki membutuhkan klarifikasi. Sebagai contoh, entitas dari relasi yang tidak dibedakan, relasi works-for berikut ini dilakukan oleh pasangan dari pekerja (employee), yaitu manager dan pegawai biasa (worker). Di E-R diagram hal ini dapat digambarkan dengan cara menuliskan di garis penghubung antara entitas dengan relationships.

E-R diagram dengan role indicators Employee-name Phone-number Manager EMPLOYEE WORKS- FOR Worket

Weak Entity Sets di E-R Diagrams Sebuah entitas lemah digambarkan dengan kotak dengan garis ganda. Misalkan, keberadaan entitas orang-tua sangat tergantung (dependent) pada keberadaan entitas kuat (strong entity set) mahasiswa. *NIM nama Nm_ortu MAHASISWA M 1 Memiliki ORANG-TUA E-R diagram dengan weak entity set

Nonbinary Relationships Relasi bisa saja tidak hanay bercabang dua (non-binary relationship), misalkan bercabang tiga seperti contoh berikut ini: MAHASISWA RUANG- KULIAH DOSEN MATA_KULIAH E-R diagram dengan ternary relationship E-R diagram tersebut menggambarkan bahwa MAHASISWA ketika berhubungan dengan DOSEN dan MATA_KULIAH (dalam proses belajar-mengajar) membutuhkan RUANG-KULIAH. Begitu juga dengan DOSEN, ketika berhubugan dengan MAHASISWA dan MATA KULIAH (dalam proses belajar mengajar) membutuhkan ruang kuliah.

Software Penggambar ER Diagram ConceptDraw Dia Kivio PowerDesigner Microsoft Visio AllFusion Erwin Data Modeler ER/Studio SmartDraw

Relationships Sebuah relasi (relationship) adalah sebuah asosiasi (hubungan) di antara dua atau lebih tabel. Relasi di ekspresikan di nilai data dari kunci primer (primary key) dan kunci tamu (foreign key). Sebuah primary key adalah seubah atau lebih kolom di dalam tabel yang memiliki nilai unik untuk mengidentifikasi setiap baris didalam sebuah tabel. Foreign key adalah sebuah atau lebih kolom yang nilainya smaa dengan primary key di tabel lain. Kita dapat berkata bahwa sebuah foreign key adalah salinan dari primary key dari tabel lain yang berelasi. Relasi dibuat diantara dua tabel yang saling berelasi dengan mencocokkan nilai dari foreign key di satu tabel dengan primary key di tabel lainnya.

Keys Key adalah dasar dari konsep relational databases karena dengan itu berbagai tabel bisa saling berelasi di antara mereka didalam database. Keberhasilan relational database tergantung dari kemampuan primary key untuk mengidentifikasi baris yang spesifik di dalam sebuah tabel. Keberhasilan untuk mengaitkan (merelasikan) antar satu tabel dengan tabel lain membutuhkan foreign key yang tepat dan konsisten dalam mereferensikan nilai-nilai dari primary key.

Data Integrity (Integritas Data) Data integrity adalah ketepatan dan ke konsistenan dalam navigasi dan memanipulasi tabel-tabel di dalam database. Berikut dua kaidah dasar untuk memastikan data integrity: Entity integrity Referential integrity

Entity Integrity Entity integrity memiliki kaidah, nilai dari primary key-nya tidak boleh kosong (null value). yang dimaksud dengan nilai kosong berbeda dengan spasi (blank). Dalam variabel string. Nilai kosong dilambangkan dengan dan nilai blank dilambangkan dengan. Karena primary key digunakan untuk mengidentifikasi baris secara unik di relational table, nilainya harus selalu khusus dan tidak pernah tidak diketahui. Kaidah integrity membutuhkan operasi-operasi insert, update, dan delete untuk memelihara keunikan dan keberadaanya dari seluruh primary key. Aturan dari referential integrity adalah jika relational table memiliki foreign key, maka nilai foreign key tersebut juga harus tidak kosong (not null) atau harus cocok dengan primary key yang ada di entitasnya.