BAB 4 PROSES PENGEMBANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 4 PROSES PENGEMBANGAN

Tutorial Membuat Website dengan Photoshop CS2

BAB 5 PROSES EDITING 5.1. EDITING AWAL

Slamet Riyanto

TIK CERDA S. Adobe Photoshop MODUL ADOBE PHOTOSHOP TIK CERDAS. TIK CERDAS Surabaya, Indonesia

Membuat Gambar Kolase Menggunakan Blending Mode

MODUL 5 MACROMEDIA FIREWORKS

3. Klik Horizontal Type Tool yang ada dalam toolbox 4. Lihat option bar, lalu pilih dan atur nilai-nilai pada option bar sehingga seperti:

Tampilan slide presentasi untuk industri kreatif dengan tema fresh

Dasar-Dasar Menggambar dengan Flash (Objek dan Teks) Oleh: Ali Mahmudi

Membuat Tombol Enter dengan Menggunakan Adobe Photoshop Oleh : Tomy Meilando

6.1 Praktek Penggunaan Panel Layer

Langkah pembuatan efek foto blending dengan Photoshop

MACROMEDIA FLASH. 1.1 Mengenal interface Macromedia Flash 8. Panel. Timeline Stage. Properties. Animasi Sederhana dengan Macromedia Flash 1

Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 238 hlm Harga: Rp Terbit pertama: Agustus 2005 Sinopsis singkat:

ADOBE PHOTOSHOP PENGENALAN TOOLS

Mengekspos Sinar Matahari dan Bulan

Macromedia Dreamweaver. Tatik Retno Murniasih, S.Si., M.Pd.

LATIHAN SOAL MID SEMESTER 1 MATA PELAJARAN TIK KELAS XII IPA DAN IPS Oleh : Gianto, SPd

BAB I PENDAHULUAN PHOTOSHOP CS2

BAB III ANALISA DAN PEMBAHASAN MASALAH

1. MELIHAT AREA KERJA

Editing Video Menggunakan Adobe Premiere Pro

Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 288 hlm Harga: Rp Terbit pertama: Juni 2005 Sinopsis singkat:

Menggunakan Tool. Seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya bahwa terdapat beberapa tambahan tool dan perubahan perintah pada versi terbaru.

Membangun Web Statis Menggunakan Dreamweaver Oleh : Mochamad Subecha, SE

FLASH, FRAME, BEHAVIOR

KATA PENGANTAR. Assalamualaikum Wr. Wb.

DESAIN BROSUR SUPERMARKET MENGGUNAKAN ADOBE PHOTOSHOP CS Gianto, SPd - SMAN 113 Jakarta

babastudio.com babastudio.com

DESIGN IKLAN SEPATU. 1. Buka aplikasi Photoshop CS5, kemudian atur kanvas sehingga berukuran 1024 x 768 px dan pilih warna putih sebagai background.

PERTEMUAN IV MEMBUAT JUDUL (TITLE)

Macromedia Flash 8. Untuk dapat memahami dasar-dasar dari software macromedia flash 8 kita akan melewati beberapa tahapan belajar, yaitu:

BAB IV. APLIKASI PROGRAM ANIMASI (MACROMEDIA FLASH )

BAB II Pengantar Layers

Spesifikasi: Ukuran: 11x18 cm Tebal: 246 hlm Harga: Rp Terbit pertama: Maret 2005 Sinopsis singkat:

Kreasi Bingkai Gokil

Bekerja dengan Layers

Standar Kompetensi : 1. Menggunakan peerangkat lunak pembuat grafik. Kompetensi Dasar

Komunikasi Multimedia

Bab 2 Editing Foto. Tool Menggambar

PROGRAM STUDI D3 JURUSAN TEKNIK KOMPUTER POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG TK Computer 1 (Multimedia) Hand On Lab 1 Konsep Layer dan Tool Dasar

PERANGKAT LUNAK DESAIN GRAFIS

PENGENALAN ADOBE PHOTOSHOP

SIMPLE TUTORIAL - ADOBE DREAMWEAVER CS 5 Oleh: H. Heri Istiyanto, S.Si., M.Kom.

PANDUAN BELAJAR BAGIAN KEDUA. Dibuat oleh : K A M A L U D I N

Menambahkan Efek Cuaca pada Gambar

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI MENGGUNAKAN. Program Pengayaan SMA N 1 SRAGEN 2008/2009 Bekti Ratna Timur Astuti,S.Kom

MODUL #1 Membuat Kartu Nama dengan CorelDraw

MEMBUAT WABSITE. Pertama tentunya membuka photoshop. Buat halaman baru pada File > New dan akan tampil sbb

1. Buat dokumen baru pada photoshop ( CTRL +N) dengan pengaturan opsi sebagai berikut

PENGGUNAAN SLICE. Tujuan Instruksional

MENGGUNAKAN PROGRAM PENGOLAH GRAFIS

DAFTAR ISI BAB 1 Menyeleksi Menjadi Lebih Mudah... 1 BAB 2 Seleksi Cara Tradisional... 5

Slamet Riyanto

BAHAN PRAKTIKUM FLASH. Digunakan Untuk matakuliah Pengembangan Media Pembelajaran Matematika

MODUL III. VIDEO (Part 3) A. TUJUAN Mahasiswa mengerti cara memberikan animasi motion/grafhics dan membuat title

Ada beberapa persiapan yang harus di lakukan sebelum membuat sebuah Company Profile

Menyusun Materi dalam Bentuk Buku dengan Adobe InDesign

Daftar Isi. Pendahuluan

Aplikasi Komputer. Ms. Powerpoint 2010 MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

MEMBUAT JAM ANALOG. By : gapra27

Graphic Desaign dengan Adobe Photoshop

Fendy Novafianto

PENGENALAN INTERFACE MACROMEDIA DITECTOR MX

Spesifikasi: Ukuran: 11x18 cm Tebal: 200 hlm Harga: Rp Terbit pertama: September 2005 Sinopsis singkat:

PENGENALAN MACROMEDIA FLASH 8

Ali Salim

Cloudy Morning. Project 2

Modul ke: Aplikasi Komputer. Microsoft Word. Fakultas TEKNIK. Muhammad Rifqi, S.Kom, M.Kom. Program Studi. Ilmu Komputer.

E-trik Adobe Illustrator CS2

Membuat situs sederhana dengan Dreamweaver *)

Membuat Kalender Meja dengan Photoshop

Mengenal Photoshop. 2.1 Mengenal Interface

BAB II MEMBUAT OBJEK DASAR PADA GIMP

PENGENALAN PHOTOSHOP. Oiya, biar mudah, sekalian saya tuliskan shortcutnya Supaya lebih cepat dan terlihat jago saat mengoperasikannya.

Mengelola Bagian. Website Sekolah. Mengelola bagian utama Website Sekolah dibagi menjadi 3

3. Mengapa dengan Powerpoint?

Mengenal Lingkungan Kerja Adobe Photoshop CS5

PRAKTIKUM 03: TOMBOL DAN APLIKASINYA

Ketika ingin mengambil salah satu objek dalam sebuah foto/gambar tentu merasa kesulitan. Objek yang diambil sebesar objek tersebut.

Latihan 1 Illustrator Pengenalan Perangkat kerja

Tutorial Singkat Membuat Desain Header di CMS Balitbang.

1 Photoshop Tutorial Ari Saputro S. Kom. Adobe PHOTOSHOP

Latihan Menggunakan Polygonal Lasso Tool Latihan Menggunakan Quick Mask Mode Latihan Menggunakan Filter Extract...77

Desain cover buku PENDAHULUAN

MICROSOFT POWERPOINT. Pendahuluan

PRAKTIKUM MULTIMEDIA MODUL VI CREATING A SIMPLE COMPANY PROFILE AND QUIZ IN FLASH WITH ACTIONSCRIPT. Disusun Oleh : Munengsih Sari Bunga

Area kerja. Gambar 1. Tampilan awal MS FrontPage

Bab 3 Menulis Teks di dalam Kanvas

Latihan 1: Mengoperasikan Excel

Transforming & Retouching

Membuat Layout Desain Awal dengan Photoshop

Memanipulasi & Editing Image dengan Adobe Photoshop

Bab 11- Manipulasi Gambar Dengan Photoshop. Oleh: Liharman Pandiangan

Cara Mengelola Isi Halaman Web

Membuat Desain Kartu Nama Dengan menggunakan Aplikasi Desain Photoshop

MENGELOLA TEKS DALAM KOLOM DAN TABEL

MODUL V DESAIN DENGAN OBYEK FOTO

Transkripsi:

BAB 4 PROSES PENGEMBANGAN Pada bagian ini kita akan membahas tentang teknik pengembangan situs sesuai dengan sketsa yang telah dibuat sebelumnya. Proses pengembangan diawali dengan pembuatan layout halaman menggunakan Adobe Photoshop, kemudian diolah dalam Macromedia Dreamweaver untuk menambahkan isi (content) dan sedikit tambahan menu pop up (pull down) menggunakan Javascript. Untuk studi kasus, pertama kali kita akan mencoba membuat situs pribadi. Dalam hal pemilihan warna, terserah para pembaca. Saya sebagai penulis hanya memberikan teknik membuat bentuk layout halaman website profesional. 4.1. SITUS PRIBADI Gambar 4.1.1. Bentuk Layout yang akan disempurnakan 49

Dengan melihat bentuk layout tersebut di atas, akan lebih mudah proses pengembangannya dalam Adobe Photoshop. Sebelum membuat dokumen baru, kita harus mengetahui bahwa tidak semua resolusi monitor pengguna sama dengan yang kita miliki. Sebagai contoh, resolusi monitor kita menggunakan ukuran 1024 x 768 pixel sedangkan pengguna (user) hanya memiliki resolusi 800 x 600 pixel. Apabila Anda membuat ukuran dokumen 900 x 600 pixel maka menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung karena harus sering menggulung halaman website akibat ukuran dokumen terlalu lebar. Sebaiknya lebar tidak melebihi 800 pixel. 4.1.1. Membuat Dokumen Baru Diasumsikan Anda menggunakan Adobe Photoshop CS maupun CS2. Jalankan program Adobe Photoshop kemudian ikuti beberapa petunjuk berikut ini. 1. Buatlah dokumen baru dengan ukuran 800 x 600 pixel. Mode warna RGB, resolusinya 72 pixel, mode warna RGB 8 bit dan latar belakang white. Beri nama dokumen baru tersebut (misal: Situs Pribadi), setelah selesai klik OK. Gambar 4.1.1.1. Kotak dialog dokumen baru 2. Untuk mempermudah proses pembuatan interface situs, ada baiknya memasukkan gambar bentuk layout ke dalam dokumen Adobe Photoshop. Anda dapat menduplikasi (copy dan paste) ke dalam dokumen tersebut. 50

Gambar 4.1.1.2. Sketsa yang telah dibuka dengan Photoshop 3. Klik Set Foreground color untuk memilih warna sebagai latar belakang. Gambar 4.1.1.3. Set Foreground color 4. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode warna # 0066cc pada kotak kode. Gambar 4.1.1.4. Kotak dialog Color Picker 51

5. Tekan tombol Alt+Backspace secara bersama-sama untuk memberi warna pada layer Background. Gambar 4.1.1.5. Layer Background yang telah diberi warna 6. Buatlah layer baru dengan nama Up kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool dan buatlah seleksi seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 4.1.1.6. Membuat seleksi berbentuk kotak. 7. Tekan huruf D pada keyboard untuk mengubah warna default Foreground dan Background (Hitam dan Putih) kemudian tekan huruf X untuk membalik warna tersebut. Tekan tombol 52

Alt+Backspace secara bersama-sama untuk memberi warna putih pada layer Up. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi. Gambar 4.1.1.7. Memberi warna putih sebagai tempat navigasi. 4.1.2. Membuat Interface Bentuk interface yang bagus dapat membangkitkan gairah para pengguna untuk tetap menikmati berbagai berita dan informasi yang disajikan. Keunikan bentuk interface memiliki nilai tersendiri karena tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menciptakan bentuk tersebut. Berikut ini akan membahas salah bentuk interface yang modern. 1. Pertama kali, aktifkan tool Pen. Gambar 4.1.2.1. Pen tool. 2. Pada menu option di bagian atas, pilih Shape Layers. 53

Gambar 4.1.2.2. Menu Option Pen tool. 3. Klik Set Foreground Color untuk memilih warna. Gambar 4.1.2.3. Kotak dialog Color Picker untuk memilih warna. 4. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode warna #ff5d6c pada kotak yang disediakan. Gambar 4.1.2.4. Kotak dialog Color Picker 5. Buatlah Shape menggunakan Pen tool dengan bentuk seperti nampak pada gambar 4.1.2.5. 6. Aktifkan Convert Point tool untuk membuat efek lengkung. (Lihat gambar 4.1.2.6.). 54

Gambar 4.1.2.5. Bentuk Shape yang diinginkan. 7. Aktifkan Convert Point tool untuk membuat efek lengkung. Gambar 4.1.2.6. Mengaktifkan Convert Point tool 8. Klik pada segmen yang ingin diberi efek lengkung. Klik dan tahan sambil menggeser salah satu convert point ke kanan secara perlahan agar membentuk lengkungan yang diinginkan. Gambar 4.1.2.6. Membuat bentuk lengkung 9. Selanjutnya memilih segmen yang lain. Klik dan tahan sambil menyeret pointer ke kanan secara perlahan agar membentuk objek yang diinginkan. Gambar 4.1.2.7.Membuat bentuk lengkung 55

10. Jika telah selesai maka akan terbentuk sebuah asesoris modern seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 4.1.2.8. Bentuk asesoris modern 11. Aktifkan layer Shape 1, buatlah duplikat layer tersebut dengan cara mengklik dan tahan sambil menggerakkan ke ikon Create New Layer. Gambar 4.1.2.9. Membuat duplikat layer 12. Jika berhasil, pada Palet Layer akan muncul hasil duplikasi layer tersebut dengan nama Shape 1 copy. (Lihat gambar 4.1.2.10.). 13. Aktifkan layer Shape 1 copy kemudian tekan Ctrl+T untuk mentransformasikan. Klik tombol mouse kanan dan pilih Flip Horizontal. Setelah selesai klik tombol Commit pada option bar 56

atau dapat juga menekan tombol Enter. (Lihat gambar 4.1.2.11.). Gambar 4.1.2.10. Duplikat layer telah muncul Gambar 4.1.2.11. Mentransformasikan objek 14. Kurangi tingkat kepekatan (opacity) dengan cara menggeser slider pada menjadi 50%. Gambar 4.1.2.12. Mengurangi tingkat kepekatan (opacity) 57

15. Aktifkan Direct Selection tool. Gambar 4.1.2.13. Mengaktifkan Direct Selection tol 16. Buatlah seleksi untuk memilih dua buah segmen yang akan dipindahkan secara bersama-sama. Gambar 4.1.2.14. Membuat seleksi menggunakan Direct Selection tool 17. Gunakan tombol panah ke kiri untuk menggeser dua buah segmen tersebut. Gambar 4.1.2.15. Memindahkan posisi segmen 18. Langkah selanjutnya adalah membuat ilustrasi yang sama untuk memperindah tampilan. Buatlah duplikat layer Shape 1 sekali lagi dengan cara menggeser layer tersebut ke ikon Create New Layer. Kemudian modifikasi bentuknya 58

menggunakan Convert Point tool sehingga akan membentuk sebuah latar belakang yang modern. Ubahlah opacity-nya menjadi 20%. Gambar 4.1.2.16. Bentuk shape sebagai latar belakang 19. Berikutnya, aktifkan Pen tool dan buatlah Shape yang berbentuk seperti gambar berikut. Gambar 4.1.2.17. Membuat Shape lain 20. Seperti biasa, aktifkan Convert Point tool untuk membuat bagian yang lengkung. Gambar 4.1.2.18. Mengatur lengkungan dengan Convert Point 59

21. Sehingga akan didapatkan sebuah bentuk interface yang modern. Gambar 4.1.2.19 Bentuk sederhana layout Situs Pribadi 22. Duplikasi Shape 2 dengan cara menyeret layer tersebut ke ikon Create New Layer. Kemudian ubahlah bentuknya agar lebih menarik lagi. Untuk memodifikasi, gunakan Convert Point tool dan Direct Selection tool. Jika mengikuti petunjuk buku ini, bentuk shape akan seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 4.1.2.20. Bentuk layout setelah dimodifikasi 60

23. Terakhir, aktifkan Rectangle tool. Gambar 4.1.2.21. Memilih Rectangle tool 24. Kemudian buatlah Shape berbentuk kotak memanjang. Jangan lupa memberi warna Shape tersebut dengan kode warna #ea1c30. Gambar 4.1.2.22. Membuat shape baru 4.1.3. Membuat Tombol Setelah sebelumnya membuat bentuk interface untuk halaman situs, langkah selanjutnya adalah membuat tombol yang eksklusif. 1. Pertama kali, aktifkan Rectangle Rounded tool. Gambar 4.1.3.1 Memilih Rounded Rectangle tool 61

2. Buatlah sebuah tombol berbentuk kotak. Gambar 4.1.3.2. Bentuk shape baru 3. Aktifkan Direct Selection tool kemudian buatlah seleksi untuk memilih empat buah segmen di bagian bawah. Gambar 4.1.3.3. Memilih beberapa segmen 4. Geser ke kanan sebanyak 10 kali menggunakan tombol tanda panah ke kanan. Gambar 4.1.3.4. Memindahkan segmen 5. Berilah efek bayangan (Drop Shadow) dengan cara mengklik ikon Layer Style (f) di bagian bawah Palet Layers. (Lihat Gambar 4.1.3.5.). 6. Setelah kotak dialog Layer Style muncul, aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada gambar 4.1.3.6. Setelah selesai klik OK. 62

Gambar 4.1.3.5. Memilih style Drop Shadow Gambar 4.1.3.6. Setting untuk efek Drop Shadow 7. Langkah selanjutnya adalah membuat beberapa duplikasi tombol tersebut dengan cara menggesernya ke ikon Create New Layer. 63

Gambar 4.1.3.7. Bentuk tombol yang sudah jadi 8. Buatlah tiga buah tombol lagi dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Anda dapat menduplikasi tombol yang sudah ada atau membuat tombol baru lagi. Jika Anda telah membuat tiga buah tombol, kira-kira bentuknya seperti gambar berikut ini. Gambar 4.1.3.8. Tampilan layout halaman muka sudah terbentuk 4.1.4. Menambahkan Efek Khusus Interface tersebut mungkin masih sangat sederhana, kita perlu memberi efek khusus agar terlihat menarik. Ada beberapa teknik ketika membuat efek khusus pada tombol (button) yaitu memberi warna putih agar kelihatan seperti button gel atau hanya memberikan efek shadow saja. 64

Kita akan mencoba memberi efek khusus pada bentuk interface terlebih dulu. 1. Pertama kali aktifkan layer yang bentuk objeknya seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 4.1.4.1. Mengaktifkan salah satu shape 2. Menuju ke palet Path, ubahlah path tersebut menjadi seleksi dengan cara mengklik tombol ikon Load path as selection di bagian bawah palet Path. Gambar 4.1.4.2. Mengubah path menjadi seleksi 3. Buatlah layer baru dengan nama Light. Kemudian aktifkan Brush tool, pilihlah ukurannya 9 pixel. Pada option bar, kurangi opacity menjadi sekitar 6% saja. Tekan huruf D lalu huruf X. Gambar 4.1.4.3. Menu Option bar 4. Goreskan pada bagian yang lengkung secara perlahan-lahan sehingga akan terbentuk warna seperti nampak pada gambar berikut. 65

Gambar 4.1.4.4. Membuat efek khusus 5. Sekarang tekan tombol Ctrl+Shift+I atau pilih menu Select > Inverse untuk membalikkan posisi seleksi. Tekan huruf X untuk memilih warna Foreground menjadi Hitam. 6. Arsirlah secara perlahan-lahan pada bagian yang lengkung menggunakan Brush tool sehingga akan memiliki efek bersinar dan muncul bayangan. Gambar 4.1.4.5. Hasil akhir penambahan efek 4.1.5. Membuat Heading Umumnya judul utama sebuah situs pribadi maupun perusahaan berada di bagian atas. Nama Domain dapat dijadikan sebagai judul heading dengan tujuan untuk lebih mengingatkan kepada pengunjung tentang alamat situs. Sebagai contoh, nama domain Anda : cantikclara.com. Ambillah nama domain tersebut sebagai judul heading. 66

1. Untuk membuat sebuah heading, pertama kali aktifkan Horizontal Type tool. Gambar 4.1.5.1. Mengaktifkan Horizontal Type Tool 2. Kemudian, klik ikon Foreground Color untuk menentukan warna teks. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode warna # ea1c30. Gambar 4.1.5.2. Icon Foreground and Background 3. Ketiklah judul heading, misal: Dixs-um.com, pilihlah jenis huruf (font) yang tidak berkait (Sans Sherif). Gambar 4.1.5.3. Membuat judul heading 4. Buatlah layer baru dengan nama Color-head, kemudian buatlah seleksi berbentuk kotak menggunakan Rectangle Marquee tool. Gambar 4.1.5.4. Membuat seleksi dengan Rectangle Marquee tool 67

5. Aktifkan Gradient tool, kemudian pada option bar pilihlah tipe Linier ( ). Aturlah warna Foreground (#ea5765), dan Background (#ffffff). 6. Letakkan pointer di atas dan tarik ke bawah untuk membuat warna gradasi. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi. Gambar 4.1.5.5. Membuat efek gradasi 4.1.6. Menambahkan Image/Gambar Gambar yang ditampilkan dalam sebuah situs dapat berupa foto maupun clipart. Pada umumnya, ilustrasi yang digunakan dalam bentuk fotografi karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya, warna realistis, bentuknya sesuai dengan objek sesungguhnya, lebih alami, dan masih banyak lagi kelebihannya. Oleh karena yang akan kita buat adalah situs pribadi, tidak ada salahnya menempatkan gambar (foto) pribadi seseorang dalam halaman utama. Baiklah, langsung saja kita akan mencoba melakukannya. 1. Pertama kali bukalah foto yang akan dijadikan ilustrasi di halaman muka situs (lihat gambar 4.1.6.1). 2. Pilih menu Window > Arrange > Tile Vertically untuk menampilkan dua buah dokumen (lihat gambar 4.1.6.2). 3. Aktifkan layer yang bergambar orang, klik dan tahan sambil menyeret layer tersebut ke dokumen Situs Pribadi (lihat gambar 4.1.6.3). 4. Jika gambarnya terlalu besar, ubahlah ukurannya dengan cara menekan tombol Ctrl+T kemudian seretlah salah satu titik pegangan (handle) ke tempat tujuan (lihat gambar 4.1.6.4). 68

Gambar 4.1.6.1. Gambar sebagai ilustrasi utama Gambar 4.1.6.2. Mengatur jendela dokumen Gambar 4.1.6.3. Memasukkan gambar dengan cara click and drag 69

Gambar 4.1.6.4. Mengubah ukuran gambar 5. Aktifkan Horizontal Type tool, dan ketikkan beberapa kata sebagai identitas situs tersebut. Gambar 4.1.6.5. Menambahkan teks sebagai identitas situs 4.1.7. Menambahkan Teks untuk Menu Tombol-tombol yang telah dibuat tersebut belum dapat berfungsi sebagai menu karena tidak ada teksnya. Nah, pada bagian berikut ini 70

kita akan mencoba menambahkan teks pada beberapa tombol yang telah dibuat agar dapat berfungsi sebagai menu. Menu tersebut dapat berupa mouse over maupun menu pull down. Jadi sebaiknya Anda memikirkan sejak awal sebelum memutuskan untuk memilih bentuk yang diinginkan. Apabila Anda mengikuti petunjuk dalam buku ini, bentuk menu yang akan dibuat adalah menu pull down. 1. Langkah yang pertama, aktifkan Horizontal Type tool kemudian buatlah area teks dengan cara mengklik pada tempat tombol sambil ditahan dan menyeretnya ke bagian lain membentuk kotak teks. Gambar 4.1.7.1. Membuat area teks 2. Buatlah teks sebagai menu (misal: Home, Profile, Gallery, News, dan Contact). Anda bebas memilih jenis huruf (font), penulis menggunakan jenis font Myriad Pro 10 point. Gunakan warna putih untuk teks tersebut. Gambar 4.1.7.2. Membuat teks sebagai menu 3. Lakukan hal yang sama untuk membuat menu di bagian lain. Gambar 4.1.7.3. Menambahkan teks untuk menu di bagian lain 71

4.1.8. Memotong Gambar (Slice) Adobe Photoshop memang dapat diandalkan dalam segala hal, terbukti beberapa bidang sangat memerlukan software yang satu ini diantaranya untuk keperluan fotografi, percetakan, animasi, periklanan, maupun untuk membuat website. Salah satu keunggulan Adobe Photoshop dalam membuat sebuah halaman web adalah adanya teknik Slice. Dengan fasilitas tersebut, gambar akan secara otomatis terpotong sesuai dengan garis Slice. Anda tidak perlu memotong secara manual kemudian menyimpan potongan gambar tersebut satu per satu. Hal yang perlu diperhatikan ketika memotong gambar adalah membaginya sesuai keperluan saja. Artinya, jika gambar tersebut akan digunakan sebagai tombol menu maka sebaiknya dipotong sesuai masing-masing judul menu tersebut. Misal menu Home harus terpisah dari menu Profile. Jangan memotong gambar yang memiliki dua menu karena akan mengalami masalah ketika mengeditnya dalam Macromedia Dreamweaver. 1. Sebelum memotong gambar menggunakan Slice tool, kita memerlukan beberapa garis bantu untuk menandai bagian mana saja yang akan dipotong. Letakkan pointer pada ruler guide di sebelah kiri tangan Anda, klik dan tahan sambil menyeret ke kanan. Gambar 4.1.8.1. Cara membuat garis bantu 72

2. Buatlah beberapa garis bantu untuk menandai bagian yang akan dipotong. Apabila mengikuti pentunjuk dalam buku ini, kurang lebih seperti gambar berikut. Gambar 4.1.8.2. Beberapa garis bantu vertical yang telah dibuat 3. Sekarang buatlah garis bantu secara horisontal dengan cara mengambilnya dari ruler guide di atas (horizontal ruler), sehingga hasilnya akan nampak seperti gambar berikut ini. Gambar 4.1.8.3 Membuat garis Bantu horisontal 4. Setelah tersusun beberapa garis bantu, langkah selanjutnya adalah memotong gambar tersebut menggunakan Slice tool. 73

Kita harus memilih bagian mana saja yang perlu dipisahkan, dan umumnya semua tombol harus dipisahkan karena memiliki fungsi yang berbeda. Sedangkan untuk bagian yang akan digunakan sebagai latar belakang, sebaiknya tidak perlu dipisahkan. Untuk memotong bagian tersebut, pertama kali aktifkan Slice tool. Perlu diingat, setelah mengaktifkan Slice tool secara otomatis akan muncul angka 1 di sudut kiri atas. Hal itu memiliki arti gambar tersebut telah siap dipotong. Gambar 4.1.8.4. Kode penggunaan Slice tool 5. Letakkan pointer di sudut kiri atas. Gambar 4.1.8.5. Meletakkan pointer Slice tool di atas 6. Kemudian klik dan tahan sambil menyeret ke sebelah kanan sesuai luas yang diinginkan. Gambar 4.1.8.6. Posisi akhir pointer Slice tool 7. Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akan muncul angka 2. Gambar 4.1.8.7. Penomoran image secara otomatis 74

8. Letakkan pointer di atas angka 2, klik dan tahan sambil menyeret ke kanan untuk memotong gambar. Gambar 4.1.8.8. Memotong dengan Slice tool 9. Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akan muncul angka 3 dan 4. Hal ini dikarenakan Adobe Photoshop secara otomatis memotong pada bagian lain agar bentuknya tetap utuh. Anda dapat memotong gambar pada area yang telah ditandai angka tersebut. Gambar 4.1.8.9. Memotong image sesuai luas area yang telah ditentukan 10. Langkah selanjutnya adalah memotong tombol-tombol yang ada secara terpisah. Letakkan pointer pada angka 3, klik dan tahan sambil menyeret ke bagian lain yang telah ditandai dengan garis bantu. Gambar 4.1.8.10 Posisi awal dan akhir pointer Slice tool 11. Lakukan dengan cara yang sama untuk memotong bagian lain sehingga akan terbentuk seperti gambar berikut. Gambar 4.1.8.11. Area yang sudah ditandai dengan Slice tool 75

12. Untuk bagian yang memiliki fungsi sama, sebaiknya tidak perlu dipisah/dipotong. Gambar 4.1.8.12. Mengabaikan bagian yang tidak dipotong 13. Perlu diperhatikan, ketika memotong pada bagian lain usahakan irisannya tepat pada irisan sebelumnya agar tidak muncul irisan lain yang tidak diinginkan. Jika hal itu terjadi, hasilnya tidak akan maksimal dan tidak sesuai seperti yang kita harapkan. Anda dapat memotong gambar yang terlalu besar menjadi beberapa bagian agar proses koneksi lebih cepat ketika menampilkan gambar. Gambar 4.1.8.13. Irisan harus tepat pada bagian sebelumnya 14. Langkah selanjutnya, irislah tombol-tombol pada bagian kanan. Gambar 4.1.8.14. 15. Berikutnya, memotong gambar yang bukan berfungsi sebagai tombol. Gambar 4.1.8.15. Beberapa bagian yang telah dipotong 76

16. Untuk gambar yang akan dijadikan latar belakang, irislah menjadi dua bagian saja seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 4.1.8.16. Memotong bagian sebagai latar belakang 17. Begitu pula pada bagian lain, irislah gambar sesuai keperluan. Gambar 4.1.8.17. Memotong pada bagian lain 18. Apabila sudah mengiris gambar menjadi beberapa bagian maka akan nampa sepeti gambar berikut. Gambar 4.1.8.18. Hasil akhir pemotongan dengan Slice tool 77

19. Dan untuk langkah selanjutnya adalah menyimpan dokumen tersebut menjadi web (Save for web). Pilih menu File > Save for Web. Gambar 4.1.8.19. Memilih menu Save for Web 20. Maka akan muncul kotak dialog Save for Web. Klik tombol Save. Gambar 4.1.8.20. Kotak dialog Save for web 78

21. Maka akan muncul kotak dialog Save Optimized As. Tentukan folder untuk menyimpan file kemudian beri nama file tersebut, misal index lalu pilih HTML and images untuk Save as type, Seting=Default Setting, dan Slice=All Slices. Setelah selesai klik tombol Save untuk menyimpan. Gambar 4.1.8.21. Kotak dialog Save Optimized As 22. Setelah menyimpan dokumen tersebut, akan nampak nama file index.html dan folder images yang berisi beberapa gambar yang telah dipotong menggunakan Slice tool. Gambar 4.1.8.22. Beberapa potongan gambar terkumpul jadi satu folder 79

23. Tahap selanjutnya adalah mengeditnya menggunakan Macromedia Dreamweaver untuk menambahkan teks dan membuat menu pull down agar tampilan situs lebih menarik dan lebih profesional. Teknik pembuatannya akan dibahas pada bab selanjutnya dalam buku ini. 4.2. SITUS BISNIS Gambar 4.2.1. Bentuk Layout yang akan disempurnakan Sketsa seperti gambar di atas hanyalah salah satu contoh bentuk situs untuk bisnis, Anda dapat membuat yang lebih bagus lagi. Tampilan tersebut hanyalah sekadar contoh saja untuk mempermudah dalam mengembangkan web. Pembahasan dalam buku ini hanyalah sekadar memandu teknik pembuatannya, masalah desain dan penambahan script dapat Anda kembangkan sendiri. 80

4.2.1. Membuat Dokumen Baru Pada pembahasan sebelumnya kita telah membuat sebuah situs pribadi dengan ukuran 800x600 pixel. Kini kita akan mencoba membuat sebuah situs Bisnis dengan ukuran 780x890 pixel. 1. Pertama kali buatlah dokumen baru dengan cara memilih menu File > New atau dapat pula menekan tombol Ctrl+N. Gambar 4.2.1.1. Membuat dokumen baru 2. Masukkan gambar sketsa dari CorelDraw ke dalam dokumen Adobe Photoshop dengan cara meng-copy dan paste. Gambar 4.2.1.2. Memasukkan sketsa ke dokumen Photoshop 81

4.2.2. Membuat Interface Bentuk interface sangat mempengaruhi feed back pengguna terhadap situs kita. Apabila bentuk interface menarik dan ditambah dengan artikel yang menarik, maka pengunjung akan merasa betah menikmati artikel yang disuguhkan. Bentuk interface situs komersial berbeda dengan situs pribadi. Umumnya, situs komersial/bisnis mengedepankan jasa ataupun produk yang dimiliki. Pada bagian berikut ini, kita akan mencoba membuat bentuk interface situs bisnis/komersial dengan cara mencontoh dari sketsa yang telah dibuat. 1. Pertama kali tentukan warna yang akan digunakan sebagai latar belakang (background) situs kita dengan cara mengklik ikon Set Foreground and Background. Diasumsikan, Anda memilih warna #02bfe5. Gambar 4.2.2.1. Icon Foreground and Background 2. Buatlah layer baru dengan cara mengklik ikon New Layer pada bagian bawah palet Layers, kemudian gantilah namanya menjadi warna dasar. Gambar 4.2.2.2. Membuat layer baru 3. Tekan Alt+Backspace untuk mengisi warna tersebut. 4. Agar sketsa tidak menutupi rancangan website yang akan dibuat, sebaiknya tingkat kepekatan (opacity) Layer 1 (gambar sketsa) dikurangi hingga 25% saja. 82

5. Langkah selanjutnya, buatlah layer baru dan beri nama menjadi navigasi atas. Kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool, buatlah seleksi memanjang dari kiri ke kanan seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 4.2.2.3. Membuat seleksi dengan Rectangle Marquee tol 6. Aturlah warna Foreground #eeeeee dan Background #acacac, kemudian aktifkan Gradient tool lalu pilih tipe Linier. Gambar 4.2.2.4. Mengaktifkan Gradient tool 7. Letakkan pointer di atas, lalu seret ke arah bawah secara tegak lurus agar menghasilkan warna gradasi yang diinginkan. Gambar 4.2.2.5. Posisi awal dan akhir pointer Gradient tool 83

8. Untuk mempersingkat pekerjaan Anda, buatlah duplikasi layer tersebut dengan cara mengaktifkan layer tersebut, lalu klik tombol mouse kanan. Pilih Duplicate Layer, setelah muncul kotak dialog gantilah nama layer hasil duplikasi. Gambar 4.2.2.6. Membuat duplikat layer 9. Pindahkan layer hasil duplikasi ke bawah, kemudian perkecil ukurannya dengan cara menekan tombol Ctrl+T. Seret handle bagian bawah ke atas. Setelah selesai tekan Enter. Gambar 4.2.2.7. Mengubah ukuran objek 10. Buatlah layer baru dan gantilah namanya menjadi navigasi kiri, kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool dan buatlah seleksi di bagian kiri. Tentukan warna Foreground #246494 dan tekan Alt+Backspace untuk mengisi seleksi tersebut. Setelah selesai tekan Ctr+D untuk membuang seleksi (Gambar 4.2.2.8.) 11. Buatlah duplikasi navigasi atas sekali lagi, kemudian letakkan pada bagian bawah seperti nampak pada Gambar 4.2.2.9. 84

Gambar 4.2.2.8 Membuat interface untuk navigasi kiri Gambar 4.2.2.9.. Membuat navigasi bawah 12. Buatlah layer baru dengan nama badan teks kemudian buatlah seleksi menggunakan Rectangle Marquee tool. Gambar 4.2.2.10. Membuat seleksi 85

13. Aturlah warna Foreground #cccccc dan Background #ffffff. Selanjutnya aktifkan Gradient tool, pilih tipe Linier. Gambar 4.2.2.11.Mengaktifkan Gradient tool 14. Buatlah warna gradasi pada seleksi tersebut dengan cara meletakkan pointer di bagian atas kemudian klik dan seret pointer ke bawah. Setelah selesai tekan Ctrl+D. Gambar 4.2.2.12. Membuat warna gradasi 15. Langkah selanjutnya adalah membuat papan navigasi di tengah-tengah badan teks. Pertama kali buatlah layer baru dengan nama navigasi tengah, kemudian buatlah seleksi menggunakan Rectangle Marquee tool. Aturlah warna Foreground # bcbaba dan Background #dad5d5. 16. Aktifkan Gradient tool, pilih tipe Linier. Buatlah efek gradasi dari atas ke bawah. Setelah selesai tekan Ctrl+D untuk menghilangkan seleksi. 86

Gambar 4.2.2.13. Membuat warna gradasi 17. Sekarang kita akan mencoba membuat asesoris untuk navigasi kiri. Pertama kali, aktifkan Pen tool kemudian pilih Shape Layer pada option bar di bagian atas. Gambar 4.2.2.14. Mengaktifkan Shape Layer 18. Aturlah Foreground dengan warna #02bfe5. Selanjutnya klik pointer di sebelah kiri kemudian klik di tempat lain sehingga membentuk sebuah Shape tertutup seperti nampak pada gambar berikut. 87

Gambar 4.2.2.15. Membuat bentuk Shape untuk asesoris 19. Ubahlah bentuknya menggunakan Convert Point tool, sehingga akan berbentuk seperti gambar berikut. Gambar 4.2.2.16. Mengaktifkan Convert Point tool 20. Buatlah bentuk lain untuk di bagian bawah. Gambar 4.2.2.17. Bentuk asesoris di bagian lain 88

4.2.3. Menambahkan Efek pada Interface Efek yang ditambahkan pada sebuah objek sangat mempengaruhi sudut pandang dan efek natural yang ditimbulkan. Sebagai contoh, objek yang diberi efek shadow akan lebih Nampak realistis dibandingkan yang tidak diberi efek sama sekali. Pada bagian ini kita akan mencoba membahas tentang penambahan efek pada interface yang baru saja dibuat. 1. Aktifkan layer Navigasi Atas Gambar 4.2.3.1. Mengaktifkan layer navigasi atas 2. Pilih menu Layer Style di bagian bawah palet Layers (seperti huruf f). Gambar 4.2.3.2. Menu Layer Style 89

3. Setelah muncuk kotak dialog Layer Style, klik Blending mode Drop Shadow dan aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada gambar berikut. Setelah selesai klik OK. Gambar 4.2.3.3. Kotak dialog Layer Style 4. Anda bisa menduplikasi efek layer style ke Layer yang lain. Aktifkan layer yang sudah memiliki efek (misal: navigasi atas), klik tombol mouse kanan kemudian pilih Copy Layer Style. Gambar 4.2.3.4. Memilih menu Copy Layer Style 90

5. Aktifkan layer yang akan diberi efek (misal: navigasi atas copy), klik tombol mouse kanan kemudian pilih Paste Layer Style. Gambar 4.2.3.5. Memilih menu Paste Layer Style 6. Beri efek layer style ke seluruh navigasi yang ada sehingga akan nampak seperti gambar berikut. Gambar 4.2.3.6. Hasil penambahan efek dengan layer style 91

7. Sekarang aktifkan layer Shape 2, kemudian klik tombol mouse kanan. Pilih Blending Options. Gambar 4.2.3.7. Menambahkan efek blending mode 8. Setelah muncul kotak dialog Layer Style, pilih Drop Shadow kemudian aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada gambar berikut. Setelah selesai klik OK. Gambar 4.2.3.8. Kotak dialog Layer Style 92

4.2.4. Membuat Tombol Setelah selesai membuat interface dengan penambahan beberapa efek, langkah selanjutnya adalah membuat tombol (button) pada navigasi yang telah dibuat sebelumnya. Tentukan terlebih dulu tombol apa saja yang akan ditampilkan di halaman muka. Anda bisa melihat beberapa situs di Internet sebagai referensi. Ada beberapa menu yang umumny ditampilkan di halaman muka yaitu: Home, About, Us, Support, Contact Us, dan Service. Apabila Anda mengikuti petunjuk buku ini, kita akan mencoba membuat tombol menu tersebut. 1. Pertama kali, buatlah garis bantu menggunakan Vertical Ruler Guide dengan cara mengklik garis bantu (Ruler) kemudian seret ke tempat yang diinginkan. Buatlah menjadi enam bagian sebagai tempat tombol menu. Gambar 4.2.4.1. Membuat garis Bantu secara vertikal 2. Sekarang aktifkan Line tool untuk membuat garis tipis. Gambar 4.2.4.2. Mengaktifkan Line tool 93

3. Pada option bar di bagian atas, tentukan 1 pixel untuk ketebalan garis (Weight). Aturlah warna Foreground #858d8f. Buatlah garis vertikal dengan posisi tepat pada garis bantu yang telah dibuat sebelumnya. Gambar 4.2.4.3. Membuat garis tipis 4. Aktifkan Layer Style, pada Blending Options pilih Drop Shadow kemudian aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada gambar berikut. Setelah selesai klik OK. Gambar 4.2.4.4. Kotak dialog Layer Style 5. Buatlah beberapa duplikasi garis tersebut dan pindahkan sesuai posisi garis bantu sehingga akan terbentuk tombol seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 4.2.4.5. Beberapa duplikasi garis tipis 94

6. Sekarang kita akan mencoba membuat teks menu: Home, About Us, Service, Support, Client, dan Contact Us. Pertama kali, aktifkan Horizontal Text tool, kemudian pada Option bar pilihlah jenis huruf (font) yang disukai. Jangan lupa menentukan ukuran font. Apabila mengikuti petunjuk buku ini, gunakan jenis font Verdana, Regular 14 point. Warna #515759. Gambar 4.2.4.6. Mengaktifkan Horizontal Type tool 7. Buatlah duplikasi teks Home tersebut kemudian gantilah teksnya sesuai dengan menu yang akan dibuat. Gambar 4.2.4.7. Teks untuk tombol sudah terbentuk 8. Buat pula teks menu pada bagian lain dengan cara menduplikasi layer teks Home. Gambar 4.2.4.7. Teks untuk keterangan produk 95

4.2.5. Membuat Heading Setiap situs, baik yang bersifat komersial maupun sosial pasti memiliki ciri khas tersendiri. Profil dan jasa sebuah perusahaan misalnya, akan teraktualisasi melalui gambar yang ada di situs dan letaknya di bagian atas yang disebut dengan heading. Sebuah image dapat pula dijadikan image branding suatu perusahaan, maka kita harus benar-benar membuat gambar yang dijadikan heading memiliki kualitas yang sempurna. Gambar yang dijadikan sebagai heading juga harus sesuai dengan profil perusahaan itu sendiri. Sebagai contoh, perusahaan elektronik akan sangat sangat janggal situsnya bila gambarnya didominasi oleh bunga atau sebaliknya. Pada bagian ini kita akan mencoba membuat sebuah image yang berfungsi sebagai heading. Apabila Anda mengikuti petunjuk buku ini, silakan gunakan beberapa gambar yang berhubungan dengan computer. Misalnya: notebook, mouse, keyboard, printer, kartu memori, monitor, dan lain-lain. 1. Pertama kali, bukalah beberapa gambar yang akan dijadikan sebagai heading. Gambar 4.2.5.1. Beberapa gambar yang akan digabungkan 96

2. Masukkan gambar-gambar tersebut ke dokumen website Anda dengan cara mengaktifkan layer Background (gambar sumber) lalu klik dan seret (click and drag) ke tempat tujuan. Gambar 4.2.5.2. Memasukkan sebuah gambar ke dokumen 3. Apabila ukurannya terlalu besar, perkecil dengan cara menekan Ctrl+T, kemudian seret salah satu handle. Setelah selesai tekan Enter atau klik tombol Commit yang berada di Option bar. Gambar 4.2.5.3. Mengubah ukuran gambar 4. Lakukan dengan hal yang sama untuk gambar lain. Apabila semua gambar telah berada pada dokumen website, gabungkan gambar-gambar tersebut dengan teknik montage. 97

Gambar 4.2.5.4. Tiga buah gambar telah dimasukkan ke dokumen 5. Sekarang aktifkan Eraser tool, dan aturlah beberapa spesifikasi pada Option bar. Gambar 4.2.5.5. Pengaturan untuk Brush tool pada Option bar 6. Aktifkan salah satu layer gambar kemudian klik ikon Add Layer Mask di bagian bawah palet Layers. Gambar 4.2.5.6. Membuat Layer Mask 7. Arsirlah secara perlahan-lahan pada bagian tepi setiap gambar menggunakan Eraser tool seperti nampak pada gambar berikut. 98

Gambar 4.2.5.7. Hasil perpaduan gambar dengan teknik montage 8. Seleksi gambar-gambar tersebut dengan cara menekan tombol Shift sambil mengklik layer gambar tersebut. Klik menu option Layer, pilih Merge Layers atau tekan Ctrl+E. Gambar 4.2.5.8. Menggabungkan beberapa layer 9. Anda bisa juga menambahkan efek lain pada heading sehingga akan nampak seperti gambar berikut. Gambar 4.2.5.9. Hasil akhir gambar sebagai heading 99

4.2.6. Teknik Slice Setelah terbentuk sebuah halaman web yang siap ditampilkan, langkah selanjutnya adalah memotong (slice) dokumen tersebut agar dapat diedit dengan Macromedia Dreamweaver maupun software yang sejenis. Anda tidak dapat menyimpan begitu saja website tersebut dalam sebuah image. Anda harus menyimpan menjadi beberapa gambar agar dapat memasukkan teks pada saat diedit menggunakan Macromedia Dreamweaver. Sedangkan untuk menyimpan menjadi beberapa bagian, Adobe Photoshop menyediakan Slice tool untuk memotong gambar sesuai keinginan. Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas tentang teknik memotong dokumen menjadi halaman website yang siap diedit. 1. Buatlah garis bantu untuk membagi gambar tersebut dengan cara mengklik dan menyeret Ruler dari tepi kiri dan atas. Gambar 4.2.6.1. Membuat garis Bantu secara vertical dan horisontal 100

2. Setelah semua gambar terbagi oleh garis bantu menjadi beberapa bagian, langkah selanjutnya adalah memotong gambar sesuai dengan garis bantu yang telah dibuat. Aktifkan Slice tool, klik dan seret membentuk kotak sesuai besarnya gambar. Secara otomatis akan muncul nomor di sudut kiri atas sebagai tanda urutan gambar yang telah dipotong. Apabila tidak tepat dalam memotong bagian sebelumnya, maka secara otomatis akan dibuat nomor berikutnya. Oleh karena itu, usahakan meletakkan irisan tepat pada irisan sebelumnya. Pertama kali, potonglah bagian atas terlebih dulu. Gambar 4.2.6.2. Gambar siap dipotong 3. Kemudian potonglah pada gambar yang berisi tombol menu Home, About Us, Service dan seterusnya. Gambar 4.2.6.3. Memotong bagian atas untuk membuat top menu 4. Jangan lupa, pada bagian menu sebelah kiri juga di-slice sesuai luas tombol yang ada. Gambar 4.2.6.4. Membuat tombol untuk menu kiri 101

5. Sebagai langkah akhir, kita akan menyimpan dokumen tersebut dalam format html sehingga dapat diedit melalui Macromedia Dreamweaver. Mula-mula, pilih menu File > Save for Web. Gambar 4.2.6.5. Menyimpan dalam bentuk web 6. Setelah muncul kotak dialog Save for Web, aturlah beberapa spesifikasi. Gambar 4.2.6.6. Pengaturan untuk menyimpan dalam format web 7. Klik tombol Save, kemudian akan muncul kotak dialog untuk menentukan nama file, nama folder, tipe penyimpanan, setting, dan slice. Aturlah spesifikasi seperti nampak pada gambar berikut. 102

Gambar 4.2.6.7. Spesifikasi untuk nama file dan ekstensi 8. Setelah tersimpan, secara otomatis seluruh gambar (image) akan tersimpan dalam folder images. Gambar 4.2.6.8. Beberapa gambar hasil pemotongan dengan Slice tool Sedangkan untuk mengedit file index.html, kita dapat memanfaatkan Macromedia Dreamweaver. Dengan software tersebut, kita dapat memasukkan beberapa teks maupun animasi. Teknik mengedit melalui Macromedia Dreamweaver akan dibahas pada bab selanjutnya. 103

BAB 5 PROSES EDITING Ada sebagian web designer dalam membuat situs professional tidak memanfaatkan Adobe Photoshop dalam merancang web, padahal dengan software tersebut kita akan lebih mudah dan lebih praktis dibandingkan harus membuat kode html. Ketika dokumen Adobe Photoshop tersimpan dalam bentuk web maka secara otomatis akan membuat tag html sendiri sehingga tidak perlu bersusah payah mengetik kode html. Anda dapat membuktikan sendiri seperti nampak pada gambar berikut. 5.1. EDITING AWAL Situs yang telah dibuat, tidak secara otomatis dapat diisi dengan komponen (baik teks maupun grafik/gambar). Hal ini dikarenakan kode html masih dalam bentuk gambar <img src> bukan latar belakang <background>. Apabila kode html masih dalam status objek gambar maka Anda tidak dapat memasukkan teks maupun grafik. 104

5.1.1. Mengubah Objek menjadi Background Tidak semua gambar (image) yang pada web yang telah kita buat diganti. Jika image tersebut berfungsi sebagai tombol, maka Anda dapat menambahkan menu pull down agar tampilan website lebih menarik. Anda juga dapat membuat tombol dalam bentuk mouse over, dan lain sebagainya. Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas tentang teknik penggantian objek gambar menjadi latar belakang (backgrdound) agar kita dapat memasukkan beberapa komponen di dalamnya (teks maupun grafik). 1. Pertama kali, bukalah file index.html menggunakan Macromedia Dreamweaver. Gambar 5.1.1.1. Membuka dokumen di Macromedia Dreamweaver 2. Setelah file terbuka, tentukan terlebih dahulu image mana saja yang akan di jadikan latar belakang dan bagian mana saja yang akan dijadikan sebagai tombol. Sebagai contoh, klik image di bagian bawah teks New Product. 105

Gambar 5.1.1.2. Memilih objek yang akan dihapus 3. Pada bagian Properties, tertulis Src = images/index_26.gif hal itu berarti kita tidak dapat memasukan teks di atas gambar tersebut karena objek tersebut adalah image, bukan merupakan background. Tekan Del untuk menghapusnya. Gambar 5.1.1.3. Objek telah terhapus 106

4. Klik pada Background URL of cell untuk memilih gambar yang akan dijadikan latar belakang (background). Oleh karena nama file yang baru saja dihapus adalah index_26.gif maka gunakan file tersebut sebagai latar belakang. Gambar 5.1.1.3. Menentukan file gambar sebagai background 5. Ketikkan images/index_26.gif pada kolom Bg. Gambar 5.1.1.4. Memasukkan nama file untuk background 6. Lakukan hal yang sama pada bagian lain apabila ingin dijadikan sebagai latar belakang agar kita dapat memasukkan objek berupa teks, animasi, maupun gambar. 107

5.1.2. Memasukkan Objek Objek yang dimaksud dapat berupa animasi, gambar, maupun teks. Dalam Macromedia Dreamweaver proses memasukkan objek sangat mudah karena sudah disediakan tool yang sangat lengkap. Anda tinggal memilih objek apa yang akan dimasukkan. Berikut ini akan membahas masalah teknik memasukkan objek berupa teks. 1. Letakkan kursor pada tempat yang akan ditambahkan teks. Gambar 5.1.2.1 Menempatkan kursor pada area teks 2. Pada penel Properties, aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 5.1.2.2. Panel Properties 3. Ketikkan beberapa kalimat yang berisi berita, kemudian aturlah format teks tersebut seperti nampak pada gambar berikut. 108

Gambar 5.1.2.3. Memasukkan teks pada dokumen 4. Anda bisa memasukkan image di antara teks tersebut. Untuk melakukan hal itu, pertama kali letakkan kursor di awal paragraf kemudian pilih menu Insert > Image. Gambar 5.1.2.4. Memilih menu Insert 5. Pilih file gambar yang akan dimasukkan dalam dokumen tersebut. Gambar 5.1.2.5. Menentukan file sumber 109

6. Apabila berhasil memasukkan gambar, maka akan terlihat objek tersebut berada di depan paragraf. Namun posisinya masih kurang sempurna karena susunan teks terdorong oleh gambar tersebut. Gambar 5.1.2.5. Mengklik objek gambar 7. Agar tampilan lebih rapi, Anda dapat mengatur posisi gambar sehingga seluruh teks akan berada di sebelah kanan gambar. Untuk melakukan hal tersebut, pada panel Properties pilih Left untuk Align. Gambar 5.1.2.6. Mengatur alignment untuk objek gambar 110

5.2. MEMBUAT LINK DAN NAVIGASI Menu yang mudah digunakan (user friendly) dapat membantu pengguna ketika mencari informasi yang dibutuhkan. Sebaiknya menggunakan tombol menu yang umum, seperti: Home, Product, Service, dan Contact Us. Dalam Macromedia Dreamweaver, kita membuat Pop-up Menu, dan Jumping Menu secara mudah. Anda tidak bersusah payah menuliskan script yang panjang dalam bahasa Javascript karena telah disediakan tool yang sangat mudah dan fleksibel. 5.2.1. Membuat Pop-up Menu Keunggulan software Macromedia Dreamweaver dibandingkan dengan aplikasi lain yang sejenis adalah adanya tool untuk membuat menu pop-up yang dibuat dengan bahasa Java. Bagi mereka yang masih awan dengan bahasa Java, tidak perlu bingung karena disediakan panel Behavior untuk mempermudah dalam pembuatan menu pop-up. Sebelum membuat pop-up menu terlebih dulu harus menyiapkan nama file sebagai link. Sebagai contoh: ketika user memilih menu PC maka yang akan muncul adalah pilihan nama computer seperti Acer, HP, BenQ, dan lain sebagainya. Dan ketika user memilih salah satu opsi (missal: Acer) maka akan terhubung ke file tersebut. Dengan demikian, Anda harus membuat beberapa file dengan bentuk interface yang sama seperti halaman utama, yaitu menyimpan dengan nama lain (contoh: Save As > acer.html). Diasumsikan, Anda telah memiliki beberapa file sebagai link yang dimaksud. 1. Pertama kali, klik menu PC. Gambar 5.2.1.1. Mengaktifkan salah satu objek gambar 111

2. Jika panel Behaviors belum muncul, aktifkan terlebih dulu dengan cara memilih menu Window > Behaviors. Gambar 5.2.1.2. Mengaktifkan panel Behaviors 3. Pada panel Behaviors (berada di sebelah kanan), klik tombol Add (tanda plus) untuk membuka menu Gambar 5.2.1.3. Membuka menu Behaviors 4. Selanjutnya pilih Show Pop up Menu. Gambar 5.2.1.4. Mengaktifkan menu Show Pop-up Menu 5. Setelah mengklik pilihan tersebut, maka akan muncul kotak dialog Show Pop-up Menu yang masih kosong. 112

Gambar 5.2.1.5. Kotak dialog Show Pop-up Menu 6. Pada Tab Contents, masukkan nama menu pada kolom Text (misal: Acer). Gambar 5.2.1.6. Memasukkan judul untuk menu 7. Kemudian masukkan alamat URL pada kolom Link. Gambar 5.2.1.7. Menentukan alamat Link 8. Selanjutnya pada kolom Target, pilih _parent. Gambar 5.2.1.8. Menentukan target 9. Untuk membuat menu yang baru, klik tanda plus (+) di bagian atas. Kemudian lakukan hal sama seperti pada tahap 6. 113

Gambar 5.2.1.9. Membuat beberapa menu baru 10. Selanjutnya, klik Tab Appearance untuk mengatur warna teks dan latar belakang pop up menu. Tentukan jenis dan ukuran font yang digunakan. Lalu tentukan pula warna teks dan warna cell ketika mouse berada di atas teks. Gambar 5.2.1.10. Mengatur spesifikasi untuk teks menu 11. Klik Tab Advanced untuk menentukan lebar, tinggi dan warna border kotak pop up menu. Gambar 5.2.1.11. Mengatur spesifikasi kotak menu 114

12. Klik Tab Position untuk menentukan posisi pop up menu. Gambar 5.2.1.12. Menentukan posisi pop-up menu 13. Setelah selesai klik OK. Untuk melihat hasilnya, klik tombol F12. Gambar 5.2.1.13. Hasil akhir pembuatan pop-up menu 14. Untuk mengasah keterampilan Anda, buatlah pop-up menu pada tombol lain. 115

5.2.2. Membuat Rollover Image Macromedia Dreamweaver selain menyediakan tool untuk membuat Pop up Menu juga menyediakan tool untuk membuat Rollover Image sebagai tombol. Yang harus Anda lakukan pertama kali adalah menyediakan dua buah gambar yang ukurannya sama tapi warnanya berbeda. 1. Buatlah duplikasi gambar tombol yang telah ada. Gambar 5.2.2.1. Menyiapkan dua buah gambar 2. Kemudian editlah file hasil duplikasi tersebut menggunakan Adobe Photoshop. Pilih menu Image > Adjustment > Hue/Saturation. Gambar 5.2.2.2 Memilih menu Hue/Saturation 3. Setelah muncul kotak dialog Hue/Saturation, aktifkan pilihan Colorize. Kemudian geser Slider Hue maupun Saturation sesuai kebutuhan. Setelah selesai klik OK, simpan dokumen tersebut dengan cara menekan Ctrl+S. 116

Gambar 5.2.2.3. Kotak dialog Hue/Saturation 4. Sekarang kembali ke Macromedia Dreamweaver. Klik gambar About Us. Gambar 5.2.2.4. Mengaktifkan salah satu objek 5. Hapuslah objek tersebut dengan cara menekan tombol Del. Selanjutnya pilih menu Insert > Image Objects > Rollover Image. Gambar 5.2.2.5. Mengaktifkan menu Rollover Image 6. Setelah muncul kotak dialog Insert Rollover Image, berilah nama gambar pada kolom Image name kemudian tentukan 117

gambar asli pada kolom Original Image. Untuk mempermudah pencarian file, klik tombol Browse. Tentukan pula file untuk gambar rollover pada kolom Rollover Image. Gambar 5.2.2.6. Menentukan gambar asli dan gambar rollover 7. Masukkan teks alternat pada kolom Alt, lalu tentukan nama file sebagai link ketika tombol tersebut di klik. Gambar 5.2.2.7. Menentukan alternat dan alamat URL 8. Untuk melihat hasilnya, tekan tombol F12. Gambar 5.2.2.8. Hasil akhir pembuatan rollover image menu 118