Pembangunan Smart City Septo Indarto (Team Double S)

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SMART CITY untuk DEPOK BERSAHABAT. Dr. Prihandoko, MIT Talkshow Depok ICT Award Mei 2017

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Angkutan umum sebagai bagian sistem transportasi merupakan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam wilayah suatu negara akan ada kota yang sangat besar, ada kota

PEMILIHAN LOKASI PERUMAHAN

Pelaksanaan Green Jobs di Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. di perkotaan-perkotaan salah satunya adalah kota Yogyakarta. Ini

5.3. VISI JANGKA MENENGAH KOTA PADANG

BAB I PENDAHULUAN. Transportasi telah menjadi media untuk melakukan perpindahan barang ataupun orang dari

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

TEORI Kota Cerdas dari Dimensi Mobilitas Cerdas

Strategi Pengembangan Manajemen Sistem Informasi Publik

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

VISI DAN MISI DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TANAH DATAR

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

SMART CITY MAKALAH. Disusun sebagai tugas mata kuliah Regulasi Telematika

Ekosistem bisnis adalah sebuah kiprah perusahaan untuk bersaing menjadi

SMART CITY Security Monitoring Automation SMART. SECURE. STUNNING

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1. BAB I PENDAHULUAN

I. PENDAHULUAN. sosial memegang peranan yang sangat penting dalam tindakan-tindakan yang

BAB I PENDAHULUAN. Bertambahnya penduduk seiring dengan berjalannya waktu, berdampak

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Walikota dan Wakil Walikota Samarinda. Periode

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN BAB II PEMBAHASAN. Pengolahan Data Terdistribusi 1 A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. ini berpengaruh pula pada pembuatan alat-alat canggih, yaitu alat yang

Penyediaan fasilitas parkir untuk sepeda

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

L E B A K B U L U S BAB 1 PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Transportasi merupakan salah satu elemen yang sangat penting bagi kebutuhan manusia

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI KEP. BANGKA BELITUNG

TUGAS TEORI ORGANISASI UMUM 2 MASALAH POKOK EKONOMI. Oleh: Asmara Nuryadi

KEBIJAKAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN

No Peraturan Pemerintah ini mengatur ketentuan mengenai usaha penyediaan tenaga listrik, yang mencakup jenis usaha, wilayah usaha, pelaku usah

SEKILAS TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH

BAB V PEMBAHASAN. Kota Surakarta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Tujuan Permasalahan. Pada dasarnya, alat transportasi di Indonesia terbagi dua, yaitu alat

BAB 1 PENDAHULUAN. ke tahun. Ini disebabkan karena pemerintah tidak menyediakan saran atransportasi

BAB I Pendahuluan 1.1 Objek Penelitian Sejarah Singkat Go-Jek Gambar 1.2 Logo Go-Jek Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan masyarakat akan pelayanan transportasi saat ini semakin

KOTA GUNUNGSITOLI NIAS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

MEMBANGUN MANUSIA UNGGUL JAKARTA

TUJUAN 1. TERWUJUDNYA KOTA BOGOR SEBAGAI KOTA YANG CERDAS, BERDAYA SAING DAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI MELALUI SMART GOVERMENT DAN SMART PEOPLE

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1. Perkembangan jumlah kendaraan bermotor dirinci menurut jenisnya

2.4. Permasalahan Pembangunan Daerah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Infrastruktur adalah bangunan yang mendukung dan atau meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. bencana kebakaran yang dapat terjadi setiap saat. yang terlambat ( tahun 2010)

BAB I PENDAHULUAN. yaitu angkutan/kendaraan pribadi dan angkutan umum atau publik.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2012 TENTANG KEGIATAN USAHA PENYEDIAAN TENAGA LISTRIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENGUKURAN RISIKO TI. Sebagaimana individu, perusahaan, dan ekonomi semakin bergantung pada sistem

Scientific News Magazine Edisi September 2016

KAPITA SELEKTA Internet of Things (Smart Bus Public Transportation )

Model X2 SE dan i2 SE

BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan pemakaian secara bersama data, perangkat lunak dan

STUDI KINERJA PELAYANAN SISTEM ANGKUTAN KERETA REL LISTRIK JABODETABEK TUGAS AKHIR

Smart City, Menuju Kota Kita Yang Dnamis dan Smart Kota Yang Menjadi Impian Masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi manusia dan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam kehidupan manusia, tampak dari usaha-usaha manusia untuk senantiasa

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

V BAB V PENYAJIAN VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

RENCANA AKSI NASIONAL PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA (RAN-GRK)

STIKOM SURABAYA BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Wireless LAN (Local Area Network) adalah suatu system jaringan

BAB III TINJAUAN KHUSUS TEMA

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada saat ini pandangan perkembangan pertanian organik sebagai salah satu teknologi alternatif untuk menanggulangi

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB V ANALISIS TINGKAT KESIAPAN KOTA SURAKARTA TERHADAP DIMENSI MOBILITAS CERDAS

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

Transkripsi:

Pembangunan Smart City Septo Indarto (Team Double S) Mobilitas masyarakat modern yang begitu tinggi menyebabkan beban kota akan semakin berat dari waktu ke waktu. Populasi masyarakat kota yang terus akan bertambah seiring dengan jalannya waktu akan menciptakan banyak persoalan baru yang akan dihadapi oleh pemerintah kota dan masyarakat kota. Ini membutuhkan rencana jangka panjang untuk menyelesaikannya. Kota membutuhkan sistem managemen yang baik untuk mengelolanya. Pembangunan smart city adalah salah satu langkah awal yang bagus dan tepat dalam jangka menengah dan jangka panjang untuk mengelola kota dalam mencari setiap solusi dari semua permasalahan yang di hadapi perkotaan, seperti bencana kebakaran, bencana banjir, pembangunan infrastruktur, penyediaan jaringan teknologi informasi dan masih banyak lagi untuk diselesaikan oleh pemerintah kota. 1

Beban kota akan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di sisi lain warga kota menginginkan berbagai macam kemudahan untuk menunjang mobilitas mereka dalam aktivitas bekerja dan bersantai. Semua itu tentunya membutuhkan banyak perencanaan yang harus dibuat dan diimplementasikan dalam kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kota. Smart City membutuhkan penyediaan teknologi informasi yang memadai untuk menunjang aktivitas warga. Teknologi informasi menawarkan banyak kemudahan dalam mobilitas warga baik dalam mencari informasi, interkoneksi dan juga dalam bekerja. Smart City juga akan mendukung kinerja birokrasi pemerintah untuk bekerja lebih pintar dan lebih efisien. Para pegawai pemerintah mampu menyediakan pelayanan yang baik, cepat dan murah karena sistem informasi yang sudah terintegrasi satu sama lain. Penduduk kota dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk melihat fasilitas-fasilitas yang dibangun oleh pemerintah kota, membaca informasi tentang peluang bisnis, membaca informasi tentang bencana alam dan bagaimana menanggulanginya, membaca informasi mengenai prosedur pengurusan surat-surat yang harus diurus oleh warga kepada pemerintah kota. 2

Smart City juga bisa dimanfaatkan bagaimana pengunaan energi yang ramah lingkungan yang dimanfaatkan oleh masyarakt kota, masyarakat kota dapat memeriksa berapa jumlah energi yang telah digunakan untuk keperluan sehari-hari melalui program melalui jaringan komputer yang sudah di integrasikan dan dapat terus memantaunya setiap saat. Sehingga akan mengurangi penggunaan energi dalam jumlah yang berlebihan. Smart City menyangkut mobilitas warga, aktivitas ekonomi, dan juga lingkungan yang ramah kepada warganya. Pembangunan Smart City ditujukan untuk mendukung mobilitas warga sehingga kota menjadi lebih produktif dan menciptakan kemakmuran. Pembangunan Smart City harus dirancang untuk menjawab semua permasalahan yang ada yang dihadapi oleh warga kota, sehingga warga kota merasa nyaman untuk tinggal dan beraktivitas. 3

Penggunaan software yang mudah digunakan sangat dipertimbangkan dan jaringan keamanan adalah hal yang mutlak dari serangan para hacker. Penggunaan software yang mudah digunakan dan sudah terintegrasi adalah sebuah prioritas utama, karena warga menginginkan kemudahan dalam penggunaannya sehingga akan meningkatkan produktivitas warga dalam bekerja. Warga kota menginginkan kemudahan mengakses banyak informasi yang mereka perlukan untuk menunjang aktivitas mereka dalam bekerja dan bersantai. Seperti informasi mengenai kemaceta lalu lintas, warga kota sangat membutuhkannya, ketika warga ingin bekerja atau berkreasi bersama keluarga menginginkan perjalanan yang lancar dan tidak ingin mendapatkan kemacetan, karena akan menguras waktu dan tenaga dan menyebabkan polusi suara dan polusi udara. Hal ini semua telah menjadi sebuah fasilitas yng diperlukan oleh warga. Informasi mengenai kemacetan akan di akses melalui smartphone, notebook, PC Tablet. Jaringan informasi sudah saling terintegrasi untuk memudahkan warga dalam mengaksesnya. Konsep Smart City melibatkan tiga pihak yaitu pemerintah, industri, dan masyarakat. Pemerintah harus bekerja sama dengan pihak industri dalam pelaksanaan program Smart City. Pemerintah harus membangun 4

infrastruktur Smart City untuk masyarakat, sehingga masyarakat dapat menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas kerja yang efisien. 5