15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

dokumen-dokumen yang mirip
IV.B.15. Urusan Wajib Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera

15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

URUSAN WAJIB KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

URUSAN WAJIB KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 2019

Oleh; Drs. Ipin.Z.A Husni, MPA Kepala Biro Perencanaan BKKBN

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

TABEL 5. REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2018 KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

RENCANA KERJA ANGGARAN PERUBAHAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL Tahun Anggaran 2015

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2016

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

RENCANA AKSI PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2018 DINAS KELUARGA BERENCANA, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK KABUPATEN GRESIK

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (RENJA - SKPD) TAHUN ANGGARAN 2016

RENCANA AKSI TAHUN 2018 DP2KBP3A KABUPATEN KEDIRI

IV.B.14. Urusan Wajib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Penjabaran dari urusan Kependudukan dan Catatan Sipil kami uraikan sebagai berikut :

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN RENCANA KERJA BAPERMAS KOTA SALATIGA TAHUN 2017

Tabel Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2015 dan Prakiraan Maju Tahun Rencana Tahun Target Capaian Kinerja

DAFTAR ISI B. PROGRAM KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA C. PROGRAM KETEHANAN DAN PEMBERDAYAAN KELUARGA D. PROGRAM PENGUATAN PELEMBAGAAN KELUARGA KECIL

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF V.1 Rencana Program V.1.1. Rencana Program Keluarga

DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

ANALISIS DAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEPENDUDUKAN & KB NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BULAN JULI 2012

MATRIK RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2015

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

BAB III TUJUAN, SASARAN PROGRAM DAN KEGIATAN

DOKUMEN PELAKSANAAN PERUBAHAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH. PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL Tahun Anggaran 2016

RENCANA UMUM PENGADAAN. Melalui Swakelola. Sumber Dana Penyediaan Jasa Surat Menyurat 360 Rp ,00 APBD (

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Rekapitulasi Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Belanja Langsung Menurut Program dan Kegiatan. Target Kinerja (kuantitatif) Lokasi Kegiatan

Evaluasi Hasil Renja SKPD Perangkat Daerah : Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bima Periode Pelaksanaan: 2016

Grafik 1. Cakupan Laporan JANUARI 45,67 39,75 FKB SWASTA DPS BPS LAINNYA

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN APBD PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2017

Penetapan Kinerja Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Tahun 2014

BAB II. GAMBARAN PELAYANAN SKPD

ANALISIS DAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEPENDUDUKAN & KB NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BULAN AGUSTUS 2012

1. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi

RUMUSAN PROGRAM DAN KEGIATAN DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2018 DAN PRAKIRAAN MAJU TAHUN 2019

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KOTA CIMAHI TAHUN ANGGARAN 2015

Grafik 1. Cakupan Laporan Kaltim FEBRUARI 24,86 FKB FKB SWASTA DPS BPS LAINNYA PEMERINTAH. Grafik 2. Cakupan Laporan Kaltara FEBRUARI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Indonesia merupakan Negara yang dilihat dari jumlah penduduknya ada

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN APBD PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2017

KABUPATEN GRESIK RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI PENDAPATAN,BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN ANGGARAN 2017

O. BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN 1 2 3

KEGIATAN STRATEGIS BIDANG DALDUK

ANALISIS DAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEPENDUDUKAN & KB NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BULAN SEPTEMBER 2012

Grafik 1. Cakupan Laporan Kaltim MARET 64,96 57,01 28,49 FKB SWASTA DPS BPS LAINNYA. Grafik 2. Cakupan Laporan Kaltara MARET 46,30

RAPAT KERJA DAERAH (RAKERDA) PROGRAM KB NASIONAL Mamuju, 1 8 Maret 2009

ANALISIS DAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEPENDUDUKAN & KB NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BULAN FEBRUARI 2013

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH,ORGANISASI, PENDAPATAN,BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN ANGGARAN 2014

BAB I PENDAHULUAN. dalam pelaksanaan hingga saat ini juga masih mengalami hambatan hambatan.

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN APBD PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2017

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Februari 2012 Kabid ADPIN, Minarti, SE NIP

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2017 KABUPATEN BLITAR

PERATURAN BUPATI KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DAERAH

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Maret 2012 Kabid ADPIN, Minarti, SE NIP Narasi Radalgram Data s.d Maret P a g e

RAPAT PENGENDALIAN PROGRAM ( RADALGRAM ) MARET 2016 PROVINSI ACEH

KABUPATEN JEMBRANA RINCIAN PERUBAHAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN TAHUN ANGGARAN 2013

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Januari 2012 Kabid ADPIN, Minarti, SE NIP Narasi Radalgram Januari 2012 Page 1

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Mei 2012 Kabid ADPIN, Minarti, SE NIP Page 1

RAPAT PENGENDALIAN PROGRAM DAN ANGGARAN

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Desember 2012 Kabid Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Minarti, SE NIP

LAPORAN PENGENDALIAN PROGRAM KB NASIONAL PROPINSI SUMATERA SELATAN BULAN JUNI 2008

RESUME UMPAN BALIK PELKON dan DALLAP 2014 PERWAKILAN BKKBN PROVINSI RIAU

L. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN APBD PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2016

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Agustus 2012 Kabid Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Minarti, SE NIP

9. SKPD : BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. (1969) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam

LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN KEGIATAN APBD PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN ANGGARAN 2016

ANALISIS DAN EVALUASI PENGENDALIAN LAPANGAN BULAN DESEMBER 2015

ANALISIS DAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEPENDUDUKAN & KB NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SAMPAI DENGAN BULAN DESEMBER

SKPD : BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KELUARGA BERENCANA

RENCANA KERJA DAN ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN ANGGARAN 2014

MATRIK RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN LUMAJANG TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN. bayi sebagai upaya untuk menjarangkan jarak kehamilan. terbentuknya keluarga kecil yang berkualitas (BkkbN, 2013)

ANALISIS DAN PENILAIAN MULTI INDIKATOR PROGRAM KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL SEMESTER II TAHUN 2013

LAPORAN PENGENDALIAN PROGRAM KB NASIONAL PROPINSI SUMATERA SELATAN BULAN APRIL 2009

BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

L. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA

ANALISIS DAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN PROGRAM KEPENDUDUKAN & KB NASIONAL PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SAMPAI DENGAN BULAN DESEMBER

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Maret 2013 Kabid Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Minarti, SE NIP

PETUNJUK TEKNIS STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA DI KABUPATENBANYUWANGI

KATA PENGANTAR. Palembang, 15 Januari 2013 Kabid Advokasi, Penggerakan dan Informasi, Minarti, SE NIP

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENDAHULUAN. I. Pelayanan Kontrasepsi. Bersumber dari Rek.Kab.F/II/KB/08 berisi tentang ulasan yang membahas 2 (dua) bagian pembahasan yaitu :

LAPORAN AKHIR TAHUN 2008 PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI PROVINSI GORONTALO

A. Cakupan Laporan. B. Hasil Pelayanan Kontrasepsi. PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2013 yaitu sebanyak 248 juta jiwa. akan terjadinya ledakan penduduk (Kemenkes RI, 2013).

RAPAT PENGENDALIAN PROGRAM & ANGGARAN. (Data Bulan Maret 2014)

BAB I PENDAHULUAN. lepas dari berbagai masalah kependudukan. Masalah di bidang. Indonesia sebesar 1,49% per tahun.

Transkripsi:

15. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA Pembangunan dalam urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera diarahkan pada peningkatan kualitas dan jangkauan layanan KB melalui klinik pemerintah dan swasta. Dalam pelaksanaannya masih dihadapkan pada beberapa permasalahan diantaranya masih tingginya laju pertumbuhan penduduk, pengetahuan dan kesadaran remaja dan pasangan usia subur tentang KB dan kesehatan reproduksi masih rendah, kesertaan KB aktif masih belum optimal, partisipasi keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak dan remaja belum optimal (Bina Keluarga Balita/Remaja), pembinaan dan kemandirian peserta KB belum optimal Berdasarkan permasalahan tersebut maka pembangunan urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera tahun 2011 diarahkan pada upaya peningkatan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, peningkatan pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) a. PROGRAM DAN KEGIATAN Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan tersebut pada tahun 2011 telah dilaksanakan berbagai program dan kegiatan dengan tetap memfokuskan pada upaya untuk meningkatkan jangkauan pelayanan KB dan pembentukan keluarga kecil dan berkualitas. Melalui Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2011 telah dialokasikan sebesar Rp 6.522.548.000 atau sebesar 0,64% dari total APBD Tahun 2011 yang berjumlah Rp 1.014.666.738.473 dari alokasi tersebut terealisasi sebesar Rp. 6.400.005.277 atau 98,12%. Anggaran tersebut diantaranya digunakan untuk pendataan dan pengelolaan data KB, pengadaan obat, alat dan sarana kontrasepsi, pelayanan kontrasepsi, pemberdayaan keluarga, pembinaan remaja serta kegiatan pendukung program lain. Adapun rincian dan realisasi anggaran untuk urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel IV.B.15.1 Program dan Realisasi Anggaran Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Tahun 2011 No Program Alokasi (Rupiah) Realisasi (Rupiah) A. BELANJA LANGSUNG 1.644.727.000,00 1.629.932.872,00 1 Program Keluarga Berencana 1.209.572.000,00 1.195.805.000,00 2 Program Kesehatan Reproduksi 20.000.000,00 20.000.000,00 Remaja 3 Program Pelayanan Kontrasepsi 60.000.000,00 59.885.750,00 4 Program Pemberdayaan Keluarga 85.000.000,00 84.998.000,00 5 Program Pelayanan Administrasi 198.952.000,00 198.184.122,00 Perkantoran 6 Program peningkatan sarana dan 71.203.000,00 71.060.000,00 prasarana aparatur B. BELANJA TIDAK LANGSUNG 4.877.821.000,00 4.770.072.405,00 1 Belanja Pegawai 4.877.821.000,00 4.770.072.405,00 2 Belanja Bantuan - - Total 6.522.548.000,00 6.400.005.277,00 Sumber : APBD Kabupaten Wonosobo 2010 (diolah) LKPJ 2011 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 133

b. REALISASI PROGRAM DAN KEGIATAN Program Keluarga Berencana Program ini bertujuan untuk meningkatkan capaian peserta KB, khususnya untuk Pasangan Usia Subur (PUS). Melalui program KB telah dilaksanakan berbagai kegiatan diantaranya pengelolaan data keluarga dengan formulir R/I/KS/10 di 15 kecamatan 265 desa dengan sasaran seluruh keluarga terdata. Hasil dari pengumpulan data ini berguna sebagai bahan evaluasi dan perencanaan program dan kegiatan pada tahun-tahun mendatang. Peningkatkan akses dan kualitas program KB diupayakan melalui pengadaan sarana prasarana KB berupa 36 unit Obgyn bed untuk pemeriksaan dan pelayanan kandungan, termasuk untuk pemasangan dan dan pencabutan IUD, 45 set KIE kit (alat peraga anatomi alat reproduksi, lembar balik, contoh alat kontrasepsi, VCD animasi proses pembuahan dan VCD sosialisasi kontrasepsi) sebagai alat bantu PLKB dalam melaksanakan penyuluhan dan konseling, 118 BKB Kit yang berisi materi dan media yang digunakan untuk memberi penyuluhan kepada keluarga yang memiliki balita usia 0-5 tahun agar dapat mengembangkan dan mengoptimalkan kecerdasan balita serta pembangunan 1 gedung gudang Alkon dan 1 Gedung KaUPT. Kegiatan lain untuk mendukung program ini juga dilakukan dengan refresh RR untuk petugas lapangan KB dan petugas klinik, monitoring dan evaluasi program KB, penerangan dan info KB, peningkatan partisipasi pria dalam KB dan KR dengan optimalisasi paguyuban Priyo Utomo, pameran pembangunan KB, Rehab Billboar. Untuk meningkatkan keberhasilan program KB maka perlu dukungan lintas sektoral, TNI bersama jajarannya ikut berperan aktif dalam keberhasilan program KB dan kesehatan melalui kegiatan-kegiatan TMKK (TNI Manunggal KB Kesehatan). Program Kesehatan Reproduksi Remaja Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan hak-hak reproduksi bagi remaja serta untuk mencegah remaja dari pergaulan sex bebas, penggunaan obat-obat terlarang narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) dan perilaku menyimpang lainnya dan merupakan upaya untuk pendewasakan usia perkawinan. Program ini dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan PIK (Pusat Informasi dan Konseling) dan orientasi/ pengembangan dan peningkatan kualitas pengurus PIK KRR (Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja) di 15 kecamatan. Program Pelayanan Kontrasepsi Upaya untuk meningkatkan peserta KB baru dan KB aktif terus dilaksanakan melalui pengadaan alat dan obat kontrasepsi. Kebutuhan alat atau obat kontrasepsi yang berasal dari BKKBN melalui BKKBN Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 dirasa belum mencukupi, oleh karena itu dilakukan penambahan pengadaan kebutuhan alat atau obat kontrasepsi sebanyak 6000 strip pil KB dan 160 set implant. Selain itu bagi calon peserta KB yang menginginkan metode KB mantap yang tingkat kegagalannya rendah pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Badan KB terus mengupayakan pelayanan KB medis operasi (MOP dan MOW) dengan sasaran peserta KB berasal dari keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I. LKPJ 2011 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 134

Program Pemberdayaan Keluarga Program ini bertujuan untuk membentuk keluarga yang mandiri dan sejahtera. Melalui program ini telah dilaksanakan beberapa kegiatan diantaranya pelatihan Panca Bina Keluarga bagi para kader guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam membina kelompok bina keluarga. Selanjutnya untuk meningkatkan peran PPKBD dilaksanakan pelatihan bagi 269 PPKBD di 15 kecamatan. Dalam hal pemberdayaan ekonomi keluarga tahun 2011 terus dilakukan pembinaan kelompok UPPKS di tiap-tiap kecamatan dan untuk memantau dan mencatat perkembangan anak dalam pola asuh tumbuh kembang anak balita melalui pengadaan KKA (Kartu Kembang Anak) sebanyak 1966 lembar. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Tujuan program ini adalah menyediakan sumber daya dalam pelaksanaan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. Untuk mencapai tujuan tersebut, Badan Keluarga Berencana telah melaksanakan kegiatan penyediaan jasa surat menyurat, penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik, penyediaan jasa administrasi keuangan, penyediaan alat tulis kantor, penyediaan barang cetakan dan penggandaan, penyediaan komponen instalasi listrik/ penerangan bangunan, penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan, penyediaan makanan dan minuman, rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah, rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam daerah, penyelesaian pekerjaan kantor dan penyediaan jasa pelayanan umum pemerintah. Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Program ini mencakup pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor, pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional, pemeliharaan rutin/ berkala alat-alat kantor. Capaian Kinerja Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Capaian kinerja urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera tahun 2011 berdasarkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) penyelenggaraan pemerintahan daerah tersaji pada tabel berikut : Tabel IV.B.15.2 Capaian kinerja Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Tahun 2011 Berdasarkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah No. 1 2 Indikator Kinerja Berdasarkan EKPPD Prevalensi peserta KB aktif (Σ peserta program KB aktif) / (Σ pasangan usia subur) x 100% Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I (Σ keluarga pra sejahtera dan sejahtera I) / (Σ jumlah keluarga) x 100% Sumber : Badan KB Capaian Kinerja 2010 2011 81,41 % 47,58 % 134.515 --------- x100% 165.752 =81,15% 108.669 --------- x100% 235.274 =46,19% LKPJ 2011 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 135

Capaian kinerja Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera selain berdasarkan Indikator Kinerja Kunci (IKK) penyelenggaraan pemerintahan daerah juga dapat dilihat berdasarkan beberapa indikator kinerja yang tersaji pada tabel berikut: Tabel IV.B.15.3 Kinerja Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Tahun 2011 No. Indikator Capaian Kinerja 2010 2011 1 Total Fertility Rate (TFR) 2,35% 2,26% 2 Contrasepsi Participatory Rate (CPR) 81,41% 81,15% 3 Jumlah Pasangan Usia Subur menjadi peserta KB Baru 25.896 22.620 4 Peserta KB baru Pria 4,10% 3,30% 5 Cakupan PUS yang ingin ber KB tidak terpenuhi 8,14% 9,97% (unmeet need) 6 Dropout KB 9,65% 19,23% 7 Terbentuknya PIK KRR di setiap kecamatan 29 35 8 Pasangan Usia Subur (PUS) yang istrinya di bawah usia 20 tahun 3,14% 3,12% Sumber : Badan KB Kinerja pembangunan dalam urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada tahun 2011 telah berhasil menurunkan prosentase keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I sebesar 1,39% dari 47,58% pada tahun 2010 menjadi 46,19% pada tahun 2011, menurunkan angka kelahiran total TFR (Total Fertility Rate) sebesar 0,09% dari 2,35% pada tahun 2010 menjadi 2,26% pada tahun 2011. Selanjutnya dalam upaya pendewasaan usia perkawinan tingkat pencapaian PUS yang istrinya di bawah usia 20 tahun pada tahun 2011 menurun sebesar 0,02% dari 3,14% menjadi 3,12% (dibawah rata-rata 3,5%), ini menunjukkan bahwa program Keluarga Berencana di Kabupaten Wonosobo dalam upaya pendewasakan usia perkawinan pertama telah tercapai. Pencapaian ini didukung dengan terbentuknya PIK KRR di setiap kecamatan yang terus mengalami peningkatan dari 29 PIK KRR tahun 2010 menjadi 35 PIK KRR tahun 2011. Jika dilihat dari laju pertumbuhan penduduk masih sebesar 0,66%, bahkan cenderung meningkat dibandingkan tahun 2010. Selanjutnya untuk angka prevalensi peserta KB aktif pada tahun 2011 sudah melebihi target SPM tahun 2014 sebesar 65%, namun sedikit mengalami penurunan sebesar 0,26% dari capaian 81,41% pada tahun 2010 menjadi 81,15% pada tahun 2011 dengan komposisi penggunaan alat kontrasepsi jangka pendek seperti suntik, implant, IUD, kondom dan pil masih mendominasi. Data terkait dengan metode kontrasepsi bagi perserta KB tersaji pada tabel berikut: LKPJ 2011 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 136

Tabel IV.B.15.4 Peserta KB Menurut Metode Kontrasepsi Tahun 2011 No. Metode Kontrasepsi 2010 (%) 2011 (%) 1 IUD 10,12 10,03 2 MOW 8,83 8,82 3 MOP 1,45 1,40 4 Kondom 0,75 0,85 5 Implant 18,35 18,30 6 Suntik 48,82 50,55 7 Pil 11,69 10,05 Sumber: Badan KB Di sisi lain kepesertaan KB pria juga masih rendah bahkan menurun sebesar 1,70% dibandingkan tahun 2010. Angka ini menunjukkan kesadaran pria dalam ber KB masih sangat rendah. Hal ini disebabkan karena masih adanya anggapan sebagian masyarakat bahwa KB merupakan urusan wanita saja, selain itu juga adanya kekhawatiran pria dalam menggunakan alat kontrasepsi (kondom dan MOP) dapat menurunkan libido. Peserta KB baru tahun 2011 sejumlah 22.620 akseptor atau sekitar 82,41% dari PPM PB (Perkiraan Permintaan Masyarakat Peserta baru) sejumlah 27.447. Cakupan Pasangan Usia Subur yang ingin ber KB tapi tidak terpenuhi (unmeet need) di Wonosobo masih tinggi bahkan meningkat sebesar 1,83% dibandingkan tahun 2010 yaitu sekitar 9,97%, hal ini berkaitan dengan tingkat pengetahuan, akses, kualitas pelayanan dan ketersediaan alat kontrasepsi. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan suatu pendekatan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) dan peningkatan pelayanan operasional sehingga diharapkan kebutuhan Pasangan Usia Subur yang ingin ber KB dapat meningkat/ terpenuhi. c. PERMASALAHAN DAN SOLUSI Kinerja dalam urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera tahun 2011 masih dihadapkan pada beberapa permasalahan di antaranya: Laju pertumbuhan penduduk masih tinggi Akses, kualitas pelayanan dan ketersediaan alat kontrasepsi masih belum merata Keikutsertaan pria dalam ber KB masih rendah Tingkat dropout/berhenti menggunakan alat/obat kontrasepsi masih tinggi Masih kurangnya tenaga penyuluh KB (PLKB), saat ini tenaga penyuluh KB 1 PLKB membina 4-5 desa, idealnya 1 PLKB membina 2-3 desa/ kelurahan Solusi pemecahan yang dapat dilakukan antara lain : Revitalisasi program KB Perlu dukungan dari semua pihak dalam rangka menggalakkan kembali dan memasyarakatkan program KB Mengoptimalkan akses, kualitas pelayanan dan pengelolaan program KB Meningkatkan pelayanan kontrasepsi yang tepat sasaran LKPJ 2011 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 137

Terus meningkatkan peran pria dalam ber KB dengan mengoptimalkan Priyo Utomo Pemberdayaan dan peningkatan peran PPKBD dan sub PPKBD membantu PLKB dalam penyuluhan KB. LKPJ 2011 Bab IV Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah 138