ST ANDAR PERPUST AKAAN UMUM

dokumen-dokumen yang mirip
Perpustakaan umum kabupaten/kota

Perpustakaan umum kabupaten/kota

PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN PROVINSI

Perpustakaan khusus instansi pemerintah

2017, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Le

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG

SNI 7496:2009. Standar Nasional Indonesia. ICS Badan Standardisasi Nasional 1!!J'Ii!I'I)

STANDAR PERPUSTAKAAN. Tanggal: 31 Juli Lampiran Surat Keputusan Ketua STMIK KHARISMA Makassar Nomor: Tanggal:

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2015 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN

Perpustakaan khusus instansi pemerintah

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN DI KABUPATEN TANGERANG

PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN KHUSUS

Taman Perpustakaan Cengkareng Arsitektur Hijau

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN DESA/KELURAHAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2017, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Le

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 8 TAHUN 2012 TENTANG BUPATI PURWAKARTA,

KEPUTUSAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG

Perpustakaan perguruan tinggi

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR NASIONAL PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

Perpustakaan sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah

RANCANGAN PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR... TAHUN TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 10 TAHUN 2013

PEMERINTAH KABUPATEN TULUNGAGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TULUNGAGUNG NOMOR 27 TAHUN 2012 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 295/PRT/M/2005 TENTANG BADAN PENGATUR JALAN TOL MENTERI PEKERJAAN UMUM,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2007 TENTANG PERPUSTAKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

Gubernur Jawa Barat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA BARAT,

BAB II BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI PROVINSI SUMATERA UTARA. Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2007 TENTANG PERPUSTAKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH PROPINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH PROPINSI JAWA TIMUR NOMOR 44 TAHUN 2000 TENTANG BADAN PERPUSTAKAAN PROPINSI JAWA TMUR

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2014 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2007 TENTANG PERPUSTAKAAN

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 83 TAHUN 2016 TENTANG

Perpustakaan sekolah

PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 90 TAHUN 2008 T E N T A N G RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN BANTUL

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA 17 /PER/M.

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN BUPATI LUWU TIMUR NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN DAN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUWU

STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) BIDANG PERPUSTAKAAN

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 25 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM KABUPATEN TEMANGGUNG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT

KEPUTUSAN WALIKOTA TASIKMALAYA NOMOR : 51 TAHUN 2004 TENTANG

B U P A T I B O Y O L A L I P R O V I N S I J A W A T E N G A H

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 74 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 14 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPUSTAKAAN

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 79 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP PROVINSI BALI

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 60 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK BADAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP PROVINSI BALI

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 132/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 34 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PUSTAKAWAN WALIKOTA SURABAYA,

Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 1997 TENTANG PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

SALINAN WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 50 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI KANTOR PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BATU

WALIKOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG,

PERATURAN DAERAH SERAM BAGIAN TIMUR NOMOR 08 TAHUN 2011 TENTANG PERPUSTAKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERAM BAGIAN TIMUR,

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 26.TAHUN 2017 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN PROVINSI SUMATERA BARAT

BUPATI TEMANGGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TEMANGUNG,

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 132/KEP/M.PAN/12/2002 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PENANAMAN MODAL DAN PERIJINAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

ANGGARAN RUMAH TANGGA IKATAN PUSTAKAWAN INDONESIA. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1. Pengertian

BUPATI MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARA ENIM NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERPUSTAKAAN

BUPATI SUMBAWA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 98 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 1991 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

PERATURAN KEPALA PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN NOMENKLATUR DINAS PERPUSTAKAAN DAERAH

2. Sub Bagian Keuangan; 3. Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan. c. Bidang Layanan Perpustakaan, membawahkan: 1. Sub Bidang Layanan Sirkulasi da

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

Penyusunan Instrumen Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi melalui Penilaian Mandiri

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

RENCANA STRATEGIS PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SERAH SIMPAN KARYA CETAK DAN KARYA REKAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO,

Transkripsi:

ST ANDAR PERPUST AKAAN UMUM \I KABUPATEN/KOTA, PERPUST AKAAN NASIONAL RI Proyek Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan Nasional Tahun 2002

DAFT AR ISI DAFTAR ISI """""""""""""'" i KATA PENGANTAR '" ii 1. RUANG LINGKUP 1 1.1. Rujukan, 1 1.2. Definisi """"""""""""""""""""""""""" 2 2. ORGANISASI DAN MANAJEMEN 4 2.1. Organisasi 4 2.2. Sistem Manajemen " 5 3. SUMBER DAYA MANUSIA... """'" 6 3.1. Kebutuhan Jumlah... 6 3.2. Kebutuhan Mutu/Kualifikasi.""""""""""""""."""""""""""'" 6 3.3. Kebutuhan Pengembangan... '" 7 4. ANGGARAN... """ '" '" 8 5. SARANA DAN PRASARANA... 8 5.1. Gedung Perpustakaan Umum """,... 8 5.2. Perabot dan Peralatan... '" 9 6. KOLEKSI DAN PENGOLAHAN... 9 6.1 Koleksi 9 6.2 Pengolahan..., 10 7. LAYANAN... 11 8. PUBLIKASI... '" 11 9. PROMOSI '" """""""""" 12 1

~~~.. KAT A PENGANTAR Standar Perpustakaan Umum ini dipersiapkan oleh Panitia Teknis Perumusan Standar Nomor 46 S bidang Perpustakaan dan Kepustakaan berdasarkan Ketetapan Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) nomor 1637/BSN- 1/HK. 74/10/99. Panitia Teknis ini beranggotakan sepuluh (10) orang dari berbagai lembaga terkait dan pemerhati Perpustakaan Umum. Standar ini sebelum ditetapkan menjadi Standar Nasional Indonesia perlu memperoleh kesepakatan melalui rapat konsensus yang dihadiri oleh para wakil dari unsur pemerintah, pengelola perpustakaan dan pustakawan, akademisi di bidang perpustakaan dan pemakai perpustakaan umum. Standar ini hanya memberikan norma/kriteria dasar/umum mengenai pengelolaan Perpustakaan Umum. Untuk ketentuan yang lebih rinci perlu disusun standar teknis. Apabila di dalam penerapan standar ini terdapat hal-hal yang kurang jelas, dapat menghubungi Badan Standarisasi Nasional (BSN) atau Perpustakaan Nasional RI Cq. Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. Telepon (021) 3448812, e-mail marsela@indo.net.id. ii

TIM PENYUSUN 1. Hernandono, MLS 2. OR. Soekarman K 3. Ora. Nurasih Suwahyono, M.Lib. 4. Ors. Idris Kamah 5. Ora. B. Rohingah, MM 6. Ors. Athailah Baderi 7. Ors. OjuharnoI ~ij;... 111.

1. RUANG LlNGKUP. Standar ini mencakup hal-hal yang berkaitan dengan persyaratan pengelolaan Perpustakaan Umum, dengan pembahasan meliputi: 1). Def;n;s;, memuat batasan istilah yang digunakan dalam menyusun standar. 2) Organ;sas; dan Manajemen, berisi hal-hal yang mengatur tentang kelembagaan, ruang lingkup, struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi organisasi serta tata hubungan organisasi dengan lingkungannya, 3) Sumber Daya Manus;a, meliputi pengaturan kebutuhan jumlah, mutu/kualifikasi tenaga kerja perpustakaan dan pengembangannya. 4) Anggaran. mengatur tentang pengendalian, prosedur dan pertanggungjawaban anggaran, 5). Sarana dan Prasarana. membahas tentang persyaratan minimal yang harus dimiliki oleh perpustakaan seperti gedung dan perlengkapannya, alat komunikasi serta lokasi, 6). Ko/eks;, mengatur tentang manajemen koleksi yang meliputi jumlah, program pengembangan, keterkinian, program penyiangan & pelestarian, pengolahan, pengorganisasian, penggunaan dan pendistribusiannya. 7) Layanan, membahas tentang persyaratan layanan perpustakaan, mencakup model/jenis layanan, jam buka, sarana dan prasarana, layanan prima dan pengembangannya. 8). Prom os;, pemasyarakatan perpustakaan. 9). Pub/;kas;, mengatur tentang jenis-jenis publikasi yang diterbitkan sebagai alat untuk pendistribusian maupun akses informasi yang menjadi koleksi perpustakaan, 1.1. RUJUKAN 1.1.1. Pedoman BSN 8-2000 : Penulisan Standar Nasional Indonesia (2000), Jakarta, Badan Standar Nasional. 1.1.2. Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Umum (t999), Jakarta, Perpustakaan Nasional RI. 1

1.2. DEFINISI Perpustakaan adalah institusi/lembaga yang menyediakan koleksi bahan perpustakaan tertulis, tercetak dan terekam sebagai pusat sumber informasi yang diatur menurut sistem dan aturan yang baku dan didayagunakan untuk keperluan pendidikan, penelitian dan rekreasi intelektual bagi masyarakat. Sistem Nasional Perpustakaan adalah totalitas sumber daya berbagai jenis perpustakaan yang secara teratur saling berkaitan dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan dan layanan perpustakaan kepada masyarakat dalam lingkup nasional. Sumber Daya Perpustakaan adalah mencakup sumber daya manusia, finansial, sarana dan prasarana serta koleksi perpustakaan. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku yang berkedudukan di ibukota negara. Perpustakaan Kabupaten/Kota adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah Kabupaten/Kota serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum. Pustakawan adalah seseorang yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk 2

melaksanakan kegiatan kepustakawanan yang ditujukan untuk r memberikan layanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu perpustakaan, informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. dokumentasi dan Bahan pustaka adalah buku dan semua hasil karya intelektual tertulis, tercetak dan terekam lainnya. Layanan perpustakaan dan informasi adalah upaya menyediakan akses terhadap bahan perpustakaan dan pendayagunaaan yang berbasis media dalam koleksi kepada masyarakat. informasi Kerjasama perpustakaan adalah kegiatan pemanfaatan layanan perpustakaan secara bersama untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berbasis koleksi bagi masyarakat. Pelestarian bahan perpustakaan adalah kegiatan pemeliharaan dan perawatan bahan perpustakaan dalam bentuk alih media. baik dalam bentuk fisik asli maupun Pembinaan perpustakaan adalah pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, arahan dan supervisi di bidang perpustakaan. Pengembangan perpustakaan adalah kegiatan meningkatkan perpustakaan baik jumlah maupun mutunya, meliputi pengkajian, perencanaan, dan pelaksanaan pembangunan. Pendayagunaan perpustakaan adalah pelaksanaan fungsi perpustakaan secara maksimal dalam upaya pemanfaatan jags 3

-,,~_.'" ~ ",- ~..,,-...c perpustakaan yang mencakup penyediaan bahan perpustakaan dan informasi berbasis media koleksi. Kepustakawanan adalah ilmu dan profesi di bidang pembinaan dan pengembangan gena penyelenggaraan perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Standar perpustakaan adalah ketentuan teknis yang harus dipenuhi dalam pengelolaan perpustakaan. 2. ORGANISASI DAN MANAJEMEN 2.1 Organisasi 2. ].] Organisasi perpustakaan harus memiliki kepastian status kelembagaannya yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku dan keputusan Kepala Oaerah yang berwenang serta memiliki kejelasan tentang kewenangan koordinasi, komunikasi dengan unit kerja lain, pengelolaan anggaran, pertanggungjawaban kebijakan dan pelaksanaan program kegjatan perpustakaan. 2.1.2 Eselonisasi Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota sekurangkurangnya eselon III. 2.1.3 Susunan organisasi Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4 ~;

r r 2.2 Sistem Manajemen 2.2.1 Perpustakaan harus melaksanakan fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, dalam semua kegiatan. pelaksanaan dan pengawasan 2.2.2 Perpustakaan wajib memiliki kebijakan dan prosedur manajemen perpustakaan. 2.2.3 Perpustakaan harus menetapkan rencana strategis (Renstra lima tahunan) yang berorientasi pad a keputusan pengguna. 2.2.4 Perpustakaan harus menetapkan program umum, program kerja jangka pendek dan jangka panjang serta program kerja tahunan termasuk jaminan memperoleh anggaran untuk pengembangan dan pembinaan. 2.2.5 Perpustakaan harus menyusun dan menetapkan tats tertib penyelenggaraan perpustakaan dengan pendekatan manajemen sistem mutu. 2.2.6 Pimpinan tertinggi perpustakaan adalah Kepala Perpustakaan yang bertanggung jawab langsung kepada Bupati/Walikota. 2.2.7 Perpustakaan harus menetapkan sistem dan format pelaporan yang harus dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja dan atau fungsi kegiatan untuk keperluan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kinerja organisasi. 5

3. SUMBER DAY A MANUSIA 3.1 Kebutuhan Jumlah 3.1.1 Perpustakaan secara proporsional harus memiliki tenaga profesional, tenaga para profesional dan tenaga non professional perpustakaan dengan rasio 1 : 2: 4 3.1.2 Perpustakaan harus menambah jumlah 50M sesuai dengan volume kerja perpustakaan. 3.2 Kebutuhan Mutu 3.2.1 Kualifikasi Kepala Perpustakaan adalah seorang pustakawan profesional yang sekurang-kurangnya harus berpendidikan formal dan berijazah strata I (51) di bidang ilmu perpustakaan, atau bidang lain ditambah pelatihan penyetaraan bidang perpustakaan setara 728 jam atau menu rut peraturan yang berlaku. 3.2.2 Tenaga para profesional perpustakaan sekurang-kurangnya harus berpendidikan formal dan berijazah 011 perpustakaan atau 011 bidang lain ditambah pelatihan penyetaraan bidang perpustakaan setara 728 jam atau menurut peraturan yang berlaku. 3.2.3 Tenaga non profesional perpustakaan terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu tenaga teknis perpustakaan dan tenaga administrasi pendukung perpustakaan. 6

f, a. Tenaga teknis perpustakaan, sekurang-kurangnya berpendidikan formal setingkat SMU ditambah pelatihan teknis perpustakaan minimal 480 jam atau menurut peraturan berlaku. b. Tenaga pendukung perpustakaan (administrasi) sekurangkurangnya harus berpendidikan SL TP ditambah pelatihan administrasi perpustakaan minimal 100 jam atau menurut peraturan yang berlaku. 3.3 Kebutuhan Pengembangan 3.3.1 Perpustakaan harus memiliki kebijakan tertulis mengenai pengembangan sumber daya manusia perpustakaan sesuai dengan kebutuhan keahlian cakupan bidang tugasnya, baik di bidang kepustakawanan maupun penjenjangan kedinasan. 3.3.2 Pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui pendidikan formal, pelatihan dan atau keikut sertaan secara aktif dalam berbagai seminar, lokakarya dan sejenisnya yang sesuai dengan substansi tugasnya., 3.3.3 Tenaga profesional dan para profesional menjadi anggota it asosiasi profesi perpustakaan. 7

4. ANGGARAN 4.1. Anggaran perpustakaan umum Kabupaten/Kota harus tersedia melalui APBD. 4.2. Sumber anggaran perpustakaan umum Kabupaten/Kota terdiri alas anggaran periodik, dan anggaran aktifitas. 4.3. Perpustakaan umum Kabupaten/Kota dapat menggali sumber anggaran lainnya yang syah dan tidak mengikat. 4.4. Setiap penerimaan dan pengeluaran anggaran harus dipertanggung jawabkan menurut sistem dan mekanisme yang berlaku. 4.5. Perpustakaan umum Kabupaten/Kota dapat menarik biaya dari anggotanya berupa uang iuran tahunan dan denda. 5. SARAN A DAN PRAsARANA 5.1. Gedung Perpustakaan umum 5.1.1. Perpustakaan umum Kabupaten/Kota harus menempati gedung sendiri, dengan mengacu pad a perhitungan. 5.1.2. Lokasi gedung harus berada di pusat kegiatan masyarakat dan mudah dijangkau. 5.1.3 Gedung perpustakaan umum Kabupaten/Kota harus mempunyai ruangan-ruangan yang terdiri dari : ruang koleksi, ruang 8

r majalah, ruang surat kabar, ruang pandang dengar, ruang kerja dan ruang rapat. 5.2 Perabot dan Peralatan 5.2.1. Perabot Perabot perpustakaan umum Kabupaten/Kota mengacu kepada buku pedoman perabot perpustakaan oleh Perpustakaan Nasional RI. umum yang diterbitkan 5.2.2. Peralatani i.. Peralatan perpustakaan umum Kabupaten/Kota mengacu kepada buku pedoman peralatan perkantoran peraturan yang berlaku. sesuai dengan 5.2.3. Peralatan Komunikasi Peralatan komunikasi terdiri dari pesawat telepon, faximile, jaringan internet. 5.2.4. Jumlah perabot dan peralatan perpustakaan umum Kabupaten/Kota disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing. 6. KOLEKSI DAt.J PENGOLAHAN 6.1 Koleksi 6.1.1 Jumlah koleksi perpustakaan umum Kabupaten/Kota 1000 judul 3 eksemplar dengan 2 eksemplar dilayankan 1 eksemplar koleksi tendon. 9

6.1.2 Jenis koleksi perpustakaan umum Kabupaten/Kota terdiri atas berbagai disiplin ilmu. 6.1.3 Bentuk koleksi perpustakaan umum Kabupaten/Kota terdiri atas koleksi karya cetak, karya rekam dan bentuk lain yang mengakomodasikan kebutuhan anak-anak. 6.1.4 Penambahan koleksi perpustakaan sekurang-kurangnya mencakup terbitan 5 tahun terakhir. 6.1.5 Perpustakaan harus memiliki program penyiangan sekurangkurangnya 5 tahun sekali. 6.1.6 Perpustakaan harus melanggan sekurang-kurangnya dua (2) judul surat kabar terbitan lokal dan atau nasional. 6.1.7 Perpustakaan harus melanggan sekurang-kurangnya 3 (tiga) judul majalah. 6.2 Pengolahan 6.2.1 Koleksi perpustakaan harus diolah dengan menggunakan sistem katalog AACR 2 dan diklasifikasikan dengan menggunakan Dewey Decimal Classification ( DOC ). 6.2.2 Perpustakaan harus mempunyai program perawatan koleksi bahan pustaka sekurang-kurangnya satu kali dalam satu (1) tahun. 10

7. LA YANAN 7.1. Perpustakaan harus mempunyai kebijakan program yang mengarah pads pemanfataan teknologi informasi untuk layanan perpustakaan. 7.2. Perpustakaan harus membuat statistik. 7.3. Perpustakaan harus menyelenggarakan layanan bimbingan pengguna, anak-anak, remaja, dewasa, rujukan, kunjungan, jaringan kerjasama perpustakaan. 7.4. Perpustakaan keliling, terapung, dan layanan paket ( book loan ). 7.5. Perpustakaan harus membuat statistik layanan. 8. PUBLIKASI 8.1 Perpustakaan harus menerbitkan terbitan berkala (newsletter, buletin atau brosur) minimal dua kali setahun. 8.2 Perpustakaan harus menerbitkan kliping surat kabar setempat minimal 4 (em pat) kali setahun. 8.3 Perpustakaan harus dapat membuat visualisasi. 11

--~c.c"",, 9 PROMOSI 9.1 Perpustakaan harus menyelenggarakan promosi jasa kesiagaan bagi pemerintah daerah, penyelenggara program ekstra kurikuler, pusatpusat kesehatan masyarakat maupun organisasi sosial kemasyarakatan, dan konfrensi pers. 9.2 Perpustakaan harus menyelenggarakan pameran, lomba -lomba, pertunjukan, seminar, reklame, poster, bookmark, baleho.j 9.3 Perpustakaan harus ikut berpartisipasi kegiatan masyarakat setempat. 9.4 Perpustakaan harus menyelenggarakan promosi melalui media cetak dan media elektronika. 9.5 Perpustakaan harus menyelenggarakan kampanye minat baca di sekolah, pusat pemukiman, dan pusat kegiatan masyarakat. 12