EXPERT SYSTEM / ES. Sistem Pakar

dokumen-dokumen yang mirip
Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Sistem Pakar. Sistem Pakar 1/17

Definisi Keuntungan dan kelemahan Konsep Dasar Bentuk dan Struktur Sistem Basis Pengetahuan Metode Inferensi Ciri-ciri Aplikasi dan Pengembangannya

EXPERT SYSTEM /(Sistem Pakar)

SISTEM PAKAR (SP) Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, M.AB

BAB 1 PENGENALAN SISTEM PAKAR

Sistem Pakar Dasar. Ari Fadli

PENGENALAN SISTEM PAKAR

Pendahuluan PENGERTIAN SISTEM PAKAR

BAB 2 LANDASAN TEORI

Untung Subagyo, S.Kom

BAB VI SISTEM PAKAR. Bahan Ajar Kecerdasan Buatan

Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor 4-tak Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining

SISTEM PAKAR. Jurusan Teknik Informatika

MODEL HEURISTIK. Capaian Pembelajaran. N. Tri Suswanto Saptadi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Menggunakan Metode Forward Chaining diperoleh berdasarkan referensi yang

Struktur Sistem Pakar

SISTEM PAKAR. Entin Martiana, S.Kom, M.Kom

SISTEM PAKAR. Entin Martiana Jurusan Teknik Informatika - PENS

1. Pendahuluan. dengan reformasi adminstrasinya telah menyediakan layanan prima pada jam

BAB 2 LANDASAN TEORI

Expert System. Siapakah pakar/ahli. Pakar VS Sistem Pakar. Definisi

Pengantar ke Expert System 1

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DALAM MEMBANGUN SUATU APLIKASI

MENGENAL SISTEM PAKAR

2/22/2017 IDE DASAR PENGANTAR SISTEM PAKAR MODEL SISTEM PAKAR APLIKASI KECERDASAN BUATAN

Pengenalan Sistem Pakar. Sistem Pakar

BAB II DASAR TEORI. Sistem pakar atau Expert System biasa disebut juga dengan knowledge

APLIKASI SHELL SISTEM PAKAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Pakar. Pertemuan 2. Sirait, MT

INTELEGENSI BUATAN. Sistem Pakar. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :

Pengenalan Sitem Pakar

SISTEM PAKAR. (Expert System) L/O/G/O

Sistem Pakar Pertemuan 5. Diema Hernyka S, M.Kom

Pengetahuan 2.Basis data 3.Mesin Inferensi 4.Antarmuka pemakai (user. (code base skill implemetation), menggunakan teknik-teknik tertentu dengan

IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR DALAM PENDETESIAN KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

Pengantar Sistem Pakar

Definisi Sistem Pakar

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

IMPLEMENTASI INFERENCE ENGINE DENGAN RANGKAIAN MUNDUR PADA SISTEM PAKAR UNTUK SIMULASI SELEKSI TERNAK

SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN PENDAHULUAN HENKI FDS R

P12 AI, ES & DSS. A. Sidiq P. Universitas Mercu Buana Yogyakarta

BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR

SISTEM CERDAS UNTUK PENGENALAN PENYAKIT PADA AYAM RAS

BAB 2 LANDASAN TEORI

SISTEM PRODUKSI (PRODUCTION SYSTEM) -Muhlis Tahir-

By: Sulindawaty, M.Kom

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 3.1 Arsitektur Sistem Pakar (James Martin & Steve Osman, 1988, halaman 30)

Pengenalan Algoritma & Pemrograman

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEMANFAATAN TEKNOLOGI KNOWLEDGE-BASED EXPERT SYSTEM UNTUK MENGIDENTIFIKASI JENIS ANGGREK DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA PEMROGRAMAN JAVA

PEMAKAI SISTEM PAKAR UTHIE

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang

Sistem Pakar. Perancangan Sistem Pakar. Kelas A & B. Jonh Fredrik Ulysses

EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS

PERANCANGAN SYSTEM PAKAR GENERIC MENGGUNAKAN BINARY TREE

BAB I PENDAHULUAN. produksi secara keseluruhan sangat ditentukan oleh pemilihan jenis perlengkapan

LATIHAN SOAL SISTEM BERBASIS PENGETAHUAN

Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar

Expert System. MATA KULIAH : Model & Simulasi Ekosistem Pesisir & Laut. Syawaludin A. Harahap 1

Backward Chaining & Forward Chaining UTHIE

SISTEM PAKAR DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE BASE MENGGUNAKAN PROBABILITAS BAYES DAN MESIN INFERENSI FORWARD CHAINING

PENGEMBANGAN APLIKASI DIAGNOSA PENCARIAN PENYEBAB KERUSAKAN MODEM SPEEDY BERBASIS SISTEM PAKAR

Materi yang akan dibahas: 11-1

Sistem Pakar Kerusakan pada Perangkat Keras (Hardware) di SMA Negeri 11 Kabupaten Tangerang

Kecerdasan Buatan dan Sistem Pakar

Sistem Pakar untuk Diagnosa Kerusakan Pada Printer Menggunakan Metode Forward Chaining

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SALURAN PENCERNAAN MENGGUNAKAN METODE DEMPSTER SHAFER

BAB 2 LANDASAN TEORI

APLIKASI WEB PADA SISTEM PAKAR FORWARD CHAININGUNTUK DETEKSI KERUSAKAN PC (PERSONAL COMPUTER)

APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI

Visualisasi Konsep Umum Sistem Pakar Berbasis Multimedia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JAGUNG BERBASIS WEB (STUDI KASUS : DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KAB INHIL)

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

V. SISTEM PAKAR. Sistem Pakar terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia.

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT PARU-PARU PADA MANUSIA BERBASIS WEB

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT GANGGUAN TIDUR DENGAN TURBO PROLOG 2.0

BAB I Pengenalan Kecerdasan Buatan (Artificial Inteligent / AI ) Created A.Tohir from Dosen Mr.Zulkifli

KECERDASAN BUATAN Artificial Intelligence (AI)

Pertemuan 4 LINGKUP DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) DAN EXPERT SYSTEM (ES)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Pengantar Sistem Pakar

---Sistem Pakar--- By Anjik Sukmaaji

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA BERBASIS ANDROID

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN MELON

MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS Raymond McLeod, Jr. and George Schell

Transkripsi:

EXPERT SYSTEM / ES (Sistem Pakar) Definisi : - Secara umum ES adalah system yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke computer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli. - ES tidak untuk menggantikan kedudukan seorang pakar tetapi untuk memasyaratkan pengetahuan dan pengalaman pakar tersebut. - ES dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI tahun 1960an. ES yang pertama adalah General Purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon. Beberapa ES yang terkenal : Sistem Pakar MYCIN Dirancang oleh Edward Feigenbaum (Universitas Stanford) th 70 an DENDRAL XCON & XSEL Dikembangkan oleh Digital Equipment Corporation (DEC) dan Carnegie Mellon Universitas (CMU), akhir 70 an SOPHIE PROSPECTOR Didesign oleh Sheffield Research Institute, akhir 70an Kegunaan Diagnosa Penyakit Mengidentifikasi struktur molecular campuran yang tidak dikenal Membantu konfigurasi system computer besar Analisis sirkuit elektronik Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit 2-Pendahuluan ES 1

FOLIO Membantu memberikan keputusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi DELTA Pemeliharaan lokomotif listrik diesel Keuntungan ES : 1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli 2. bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis 3. menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar 4. meningkatkan output dan produktivitas 5. meningkatkan kualitas 6. mampu mengambil dan melestarikankeahlian para pakar 7. mampu beroperasi dalam lingkungan berbahaya 8. memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan 9. memiliki realibilitas 10. meningkatkan kapabilitas system computer 11.memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian 12. sebagai media pelengkap dalam pelatihan 13. meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah 14. menghemat waktu dalam pengambilan keputusan Kelemahan : 1. biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal 2. sulit dikembangkan. Hal ini erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dalam bidangnya 3. system pakar tidak 100% bernilai benar 2-Pendahuluan ES 2

Konsep Dasar ES Menurut Efraim Turban, system pakar harus mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan,membaca atau pengalaman. Bentuk pengetahuan : o fakta-fakta pada lingkup permasalahan tertentu o teori-teori pada lingkup masalah tertentu o prosedur-prosedur berkenaan dengan lingkup masalah tertentu o strategi-strategi global untuk menyelesaikan masalah o meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan) Blok diagram ES User Facts Expertise Knowledge Base Inference Engine Expert System - Knowledge base (basis pengetahuan) berisi pengetahuanpengetahuan dalam penyelesaian masalah. o Domain pengetahuan seorang pakar pada dasarnya adalah spesifik terhadap domain masalah. Problem Domain Knowledge Domain 2-Pendahuluan ES 3

- Inference engine (motor inferensi) bertugas untuk menganalisis pengetahuan dan menarik kesimpulan berdasarkan knowledge base. Sistem Konvensional vs. Sistem Pakar (ES) Sistem Konvensional Informasi dan pemrosesan biasanya jadi satu dengan program Biasanya tidak bisa menjelaskan mengapa suatu input data itu dibutuhkan atau bagaimana output itu diperoleh Pengubahan program cukup sulit Sistem hanya akan beroperasi jika system tersebut sudah lengkap Eksekusi dilakukan langkah demi langkah Menggunakan data Tujuan utamanya adalah efisiensi Sistem Pakar (ES) Basis pengetahuan merupakan bagian terpisah dari mekanisme inferensi Penjelasan adalah bagian terpenting dari system pakar Pengubahan aturan dapat dilakukan dengan mudah Sistem dapat beroperasi hanya dengan beberapa aturan Eksekusi dilakukan pada keseluruhan basis pengetahuan Menggunakan pengetahuan Tujuan utamanya adalah efektivitas Ciri-ciri ES : o Memiliki fasilitas informasi yang handal o Mudah dimodifikasi o Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer o Memilki kemampuan untuk belajar beradaptasi. 2-Pendahuluan ES 4

Permasalahan yang Disentuh oleh ES (Domain ES) : - Interpretasi. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dll - Prediksi : prediksi demografi, prediksi ekonomi, dll. - Diagnosis : diagnosis medis, elektronis, mekanis, dll. - Perancangan : perancangan layout sirkuit, bangunan. - Perencanaan : perencanaan keuangan, militer, dll - Monitoring : computer aided monitoring system - Debugging : memberikan resep obat terhadap kegagalan - Instruksi : melakukan instruksi untuk diagnosis, debugging dan perbaikan kinerja - Kontrol : melakukan kontrol terhadap interpreasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakukan sistem. Bentuk ES : 1. Berdiri sendiri. Sistem jenis ini merupakan s/w yang berdiri sendir tidak tergabung dengan s/w lain. 2. Tergabung. Sisetm ini merupakan bagian program yang terkandung di dalam suatu algoritma (konvensional). 3. Menghubungkan ke s/w lain. Bentuk ini biasanya merupakan ES yang menghubungkan ke suatu paket program tertentu, misalnya DBMS. 4. Sistem mengabdi. Sistem ini merupakan bagian dari computer khusus yang dihubungkan dengan suatu fungsi tertentu. Elemen ES - User interface (antarmuka) : mekanisme komunikasi antara user dan ES - Explanation facility (subsistem Penjelasan) : digunakan untuk melacak respon dan memberikan penjelasan tentang kelakuan sistem pakar secara interaktif 2-Pendahuluan ES 5

- Working memory : database global dari fakta yang digunakan dalam prosedur - Agenda : daftar prioritas prosedur yang dibuat oleh motor inferensi dan direkam dalam working memory - Inference engine (motor inferensi) : program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi-informasi dalam basis pengetahuan untuk memformulasikan konklusi. - Knowledge acquisiton facility : berisi pengetahuanpengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasikan dan menyelesaikan masalah. Struktur ES Knowledge Base (Rules) Inference Engine Agenda Working Memory (Facts) Explanation Faacility Knowledge Acquisition Facility User Interface Bahasa, Shell dan Tools ES - Bahasa ES difokuskan pada fleksibilitas dan robust dalam merepresentasikan penetahuan - Bahasa ES merupakan bahasa tingkat tinggi yang dirancang secara khusus untuk representasi pengetahuan dan alas an (reasoning). - Contoh Bahasa ES : SAIL, KRL, KQML, DAML - ES Shell : tools khusus yang dirancang untuk mendukung aplikasi ES, pada saat user memasukkan basis pengetahuan. - Contoh ES Shell : EMYCIN (untuk MYCIN), CLIPS 2-Pendahuluan ES 6

Basis Aturan (Rule Based) ES - Pengetahuan dalam ES direpresentasikan dalam bentuk IF-THEN atau dalam bentuk Production Rules. - Motor inferensi menentukan aturan awal (rule antecedents) yang sesuai. o Sisi kiri harus cocok dengan fakta yang ada di memori kerja - Aturan yang sesuai ditempatkan di agenda dan dapat diaktivasi - Aturan yang terdapat di agenda dapat diaktivasi o Aktivasi aturan akan membangkitkan fakta baru di sisi kanan o Aktivasi dari satu aturan adalah bagian dari aktivasi aturan yang lain. - Contoh Basis Aturan : IF. THEN Rules Rule : Red_Light IF the light is red THEN stop Rule : Green_Light IF the light is green THEN go Antecedent (left hand side) Consequent (right hand side) Production Rules Antecedent (left hand side) The light is red The light is green stop go Consequent (right hand side) 2-Pendahuluan ES 7

Siklus Motor Inferensi (Inference Engine Cycle ) Menggambarkan eksekusi dari aturan pada motor inferensi : - Conflict resolution : pemilihan aturan dengan prioritas tertinggi dari agenda - Execution : aksi consequent dari aturan yang terpilih - Match : pengkinian (update) agenda Siklus berakhir ketika tidak ada lagi aturan di agenda atau ketika ditemui perintah stop. Ada 2 cara yang dapat dilakukan dalam melakukan inferensi : 1. Forward Chaining. Pencocokkan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kiri (IF dulu). Dengan kata lain, penalaran dimulai dari fakta terlebih dahulu untuk menguji kebenaran hipotesis. Observasi A aturan R1 fakta C Kesimpulan 1 Aturan R3 Observasi B aturan R2 fakta D Kesimpulan 2 Aturan R2 fakta E 2. Backward Chaining. Pencocokkan fakta atau pernyataan dimulai dari bagian sebelah kanan (THEN dulu). Dengan kata lain, penalarana dimulai dari hipotesis terlebih dahulu, dan untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut dicari fakta-fakta yang ada dalam basis pengetahuan. Observasi A aturan R1 fakta C Aturan R3 Observasi B aturan R2 fakta D Tujuan 1 Aturan R2 2-Pendahuluan ES 8

Contoh : 1. Pada tabel di bawah ini terlihat 10 aturan yang tersimpan dalam basis pengetahuan. Fakta awal yang diberikan hanya A & F (artinya A dan F bernilai benar). Ingin dibuktikan apakah K bernilai benar (hipotesis : K)? No Aturan R-1 IF A & B THEN C R-2 IF C THEN D R-3 IF A & E THEN F R-4 IF A THEN G R-5 IF F & G THEN D R-6 IF G & E THEN H R-7 IF C & H THEN I R-8 IF I & A THEN J R-9 IF G THEN J R-10 IF J THEN K Penyelesaian dengan Forward Chaining : Fakta A R-4 G R-5 R-9 R-10 J D K R-3 F R-6 H E Fakta Fakta Baru Aturan Fakta Baru R-3 F R-4 G R-5 D R-6 H R-9 J R-10 K (terbukti) 2-Pendahuluan ES 9

Penyelesaian dengan Backward Chaining : Fakta R-10 K J I C A R-8 R-7 R-1 A H B Pertama : Gagal R-10 R-9 R-4 K J G A Fakta Kedua : Sukses Tidak Diketahui 2. Diketahui sistem pakar dengan aturan-aturan sebagai berikut: R1 : IF suku bunga turun THEN harga obligasi naik R2 : IF suku bunga naik THEN harga obligasi turun R3 : IF suku bunga tidak berubah THEN harga obligasi tidak berubah R4 : IF dollar naik THEN suku bunga turun R5 : IF dollar turun THEN suu bunga naik R6 : IF harga obligasi turun THEN beli obligasi Apabila diketahui bahwa dollar turun, maka buatlah keputusan apakah akan membeli obligasi atau tidak? Solusi Forward Chaining Dollar turun R-5 Suku bunga naik R-2 Harga obligasi turun R-6 Beli obligasi Solusi Backward Chaining Dollar turun R-5 Suku bunga naik R-2 Harga obligasi turun R-6 Beli obligasi 2-Pendahuluan ES 10

Fondasi ES Sistem Produksi Salah satu tipe ES yang terkenal adalah sistem yang berdasarkan pada aturan Alasannya : o modular nature o memiliki fasilitas penjelasan o kesamaan dalam pemrosesan cognitive Sistem Produksi Post o aturan produksi yang digunakan oleh Emil L.Post (sekitar awal 1940an) dalam simbol logika o Teori Post : Setiap sistem matematik atau logika dapat ditulis dalam bentuk sistem produksi o Prinsip aturan produksi Suatu aturan yang mengatur konversi sebuah set string ke dalam set string yang lain. Manipulasi string dalam sintaks sederhana Contoh : BNF grammar pada bahasa pemrograman 2-Pendahuluan ES 11

Algoritma Markov o Sekitar 1950an A.A.Markov memperkenalkan prioritas sebagaii strktur kendali pada sistem produksi. o aturan dengan prioritas tertinggi dijalankan terlebih dahulu o efisiensi eksekusi dalam sistem produksi o namun untuk set aturan yang besar, tidak efisien Algoritma Rete o Dibangun oleh Charles L.Forgy (1970an) untuk Official Production System CMU sebagai perbaikan Algoritma Markov o Algoritma yg mengetahui tentang seluruh aturan/baris sistem dan dapat menerapkan suatu baris tanpa harus mencoba setiap baris tanpa berangkai (mencari perubahan dalam gabungan setiap cycle) o Merupakan gabungan pola yang sangat cepat, yang mendapatkan kecepatannya dengan menyimpan informasi tentang baris dalam jaringan Klasifikasi Paradigma Pemrograman 1. Paradigma PROSEDURAL PROSEDURAL IMPERATIF FUNGSIONAL ADA PASCAL C LISP APL 2-Pendahuluan ES 12

ALGORITMA adalah metode untuk pemecahan masalah dalam sejumlah tahap/langkah tertentu. Implementasi algoritma dalam suatu program disebut program prosedural. Pemrograman algoritma (prosedural) dan konvensional untuk program type non-ai. Sinonim untuk pemrograman prosedural adalah prog. Sequential. Pada pemrograman prosedural programmer harus menentukan sesungguhnya bagaimana pemecahan masalah harus di-code-kan. Pembuat code adalah pemrograman non prosedural. 2. Paradigma NON PROSEDURAL Non Prosedural Deklaratif Non Deklaratif Object Logic Rule Frame Dasar Induksi Oriented Based Based Small Talk Prolog KEE Master Ans CLIPS ART OPSS Penekanan pemrograman Non prosedural adalah penentuan apa yg akan diselesaikan dan membiarkan system menentukan bagaimana menyusunnya. 2-Pendahuluan ES 13

PEMROGRAMAN DEKLARATIF Memisahkan tujuan dari metode yg digunakan untuk mencapai tujuan. PEMROGRAMAN OBJECT ORIENTED Ide : membuat design program dg mempertimbangkan data yg digunakan dalam program sebagai objek dan mengimplemnetasikan operasi pada objek tersebut. PEMROGRAMAN LOGIKA Pembuktian teori logika dg Logic Theorirt Program (Newell & Simon) pada Darmouth Conference A.I (1956) Rangkaian backward dapat digunakan untuk mengekspresikan pengetahuan dalam representasi deklaratif maupun kontrol proses pemberian alasan. Keuntungannya : pembuatannya dapat diproses secara paralel yaitu jika ada beberapa processor dapat bekerja secara simultan EXPERT SYSTEM Disebut pemrograman deklaratif krn programmer tdk menetukan bagaimana prog. hrs mendapatkan tujuannya pada level algoritma 2-Pendahuluan ES 14