Bertobat lewat Tindakan

dokumen-dokumen yang mirip
JADWAL MISA. Yesus Dimuliakan di Atas Bukit: "Dengarkanlah Dia! 21 Februari 2016 Tahun VII No. 07

Ayahku Seorang Guru Kehidupan

Jalan Hamba Allah yang Menderita

Pada-Mu sendiri pula Kau kembalikan semuanya. Tak ada sesuatupun dalam diriku dapat membuat-mu mencintai aku atau memaksa-mu menginginkan aku.

JADWAL MISA. 08 Mei 2016 Tahun VII No. 18 Pesan Paus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2016 Komunikasi dan Kerahiman

Tiga Godaan Iblis terhadap Yesus

Sukacita Natal: Sukacita Keluarga

JADWAL MISA. 05 Juni 2016 Tahun VII No. 22 Dekorasi Altar Ramah Lingkungan Merawat Ibu Bumi Rahim Kehidupan

Belajar Menjadi Umat Kristiani yang Baik

JADWAL MISA. Rekoleksi Dewan Paroki Pleno Membangun Kepemimpinan dan Pelayanan Pastoral

5. Pengantar : Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi yang akan dirayakan saat itu.

JADWAL MISA. Bulan Kitab Suci Nasional Memahami dan Memaknai Pancasila dalam Terang Sabda Allah

JADWAL TUGAS LITURGI TAHUN 2012 PAROKI SANTA MARIA REGINA BINTARO JAYA

Liburan ngapain, ya? Ikut Bible Fun Day, yuk!

OMK Sanmare Ikuti Joyful Run 2017 Badan Sehat, Hati Senang, Menang Hadiah

Dipanggil Untuk Melayani

Gaudete! Bersukacitalah!

Sudahkah Kita Setia dalam Perkara Kecil?

JADWAL MISA. 01 Mei 2016 Tahun VII No. 17 Rosario Merah Putih

Hatiku Berkobar-kobar

Tuhan Yesus, Aku Mengandalkan Engkau!

KELUARGA KATOLIK: SUKACITA INJIL Hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia IV (sambungan minggu lalu)

TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH

TANDA SALIB DAN SALAM Umat berdiri

Mengikuti Yesus Sepenuh Hati

Tuhan sebagai Fokus yang Paling Utama

Janganlah Menjadi Redup dan Hambar

Bersama Bapa Uskup Merayakan Hari Jadi ke-6 Gereja SanMaRe

Selama ini selain bulan Mei, kita mengenal bulan Oktober adalah bulan Maria yang diperingati setiap

Bersyukurlah atas Sakramen Pembaptisan!

Bersiaplah memberi yang terbaik: DIRI KITA SENDIRI

Pesan "Urbi et Orbi" Paskah 2017 Dari Vatikan untuk Dunia

SPIRITUALITAS EKARISTI

Belajar Mengikuti Otak

Berbahagialah Orang yang Murah Hati Sharing Iman Hari Orang Muda Sedunia di Krakow, Polandia

Doa Tuhan: Doa Bapa Kami

Kegalauan Usai Paskah

JADWAL MISA. 09 April 2017 Tahun VIII No. 15 Tersanjung, Siap Tersungkur

ANGIN DAN DANAU PUN TAAT KEPADA YESUS

Hendaklah Kamu Saling Mengasihi!

Berkah dari Menaati Perintah Tuhan

Memperkuat Iman lewat Mukjizat

Malaikat dan Pengusaha

Saling Menghibur dalam Tuhan

Menggenapi Hukum dengan Memberi Iman

LITURGI SABDA. Bacaan pertama (Kis. 4 : 32-35) Mereka sehati dan sejiwa. Bacaan diambil dari Kisah Para Rasul

Belajar Berkorban Bersama Yesus

Undangan Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga

Menantikan Penggenapan Janji Tuhan

DATANGLAH KERAJAAN-MU

Tuhan, Tambahkanlah Imam Kami!

Merawat Bumi, Menabur Damai Sejahtera

Biarkan Tuhan Memberi Kejutan

KAMIS DALAM PEKAN SUCI. Misa Krisma

Pengharapan akan Terang saat Gelap

Kamping Remaja SanMaRe 2017: Dunia Gue

Finding Jesus in Bible Fun Day

Sibuk bagi Tuhan atau Diri Sendiri?

PANDUAN UMUM TIM PENGGERAK PAROKI, KOMUNITAS, DAN TAREKAT TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH - KAJ 1. LATAR BELAKANG dan TUJUAN Dalam Tahun Suci

Menjadi Sempurna seperti Bapa

What are you going to give up this Lent? (Kamu mau pantang apa dalam masa Prapaskah ini?)

Bersedia untuk Setia?

Memahami Misteri Tritunggal Mahakudus

Jangan Menyerah terhadap Iblis

Two is better than one

Menyambut Adven dengan Sukacita

Kuarahkan Mata Hati Pada Mahkota Kehidupan

SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2018 KELUARGA KATOLIK YANG BERKESADARAN HUKUM DAN MORAL, MENGHARGAI SESAMA ALAM CIPTAAN

RANGKUMAN PELAJARAN AGAMA KATOLIK KELAS 3 SEMESTER

KELUARGA KATOLIK: SUKACITA INJIL Hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia IV

APA KATA TUHAN? RENUNGAN SINGKAT! POKOK ANGGUR YANG BENAR. Yoh 15:1-8

Berdoa Tanpa Henti JADWAL MISA. 16 Oktober 2016 Tahun VII No. 41

Sudahkah Api Roh Kudus Mengobarkan Hatiku?

Apakah Kaitan antara Iman dan Perbuatan Baik?

Di Balik Telur-Telur Paskah

Tiada Syukur Tanpa Mewartakan Injil

Satu Dekade ASAK Keuskupan Agung Jakarta

Perayaan Ekaristi Hari Minggu Adven ke-1

Berbuah Bagi Allah JADWAL MISA

TIDAK DITERIMA JADWAL MISA. 05 Juli 2015 Tahun VI No.27

Pokok Anggur dan Rantingnya

Kiranya Roh-Mu yang Baik Itu Menuntunku!

Kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi (Luk 24:49)

Siapakah Yesus Kristus? (3/6)

Betapa Luhur Sebuah Perkawinan

PEMEKARAN WILAYAH DAN LINGKUNGAN: Menuju SanMaRe yang Semakin Partisipatif dan Transformatif

SAKRAMEN TOBAT: MENERIMA RAHMAT DAN KERAHIMAN ALLAH

(mempelai wanita) & (mempelai pria) MISA KUDUS SAKRAMEN PERKAWINAN. Dipimpin oleh

Transkripsi:

JADWAL MISA Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wib Hari Sabtu : 17.00 wib Hari Minggu : 06.30-09.00-17.00 wib Misa Jumat Pertama : 06.00-12.00-19.30 wib Adorasi Ekaristi : Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium) PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian) Hari Senin, 17.00 18.30 wib Romo A.S. Gunawan, Pr. Hari Kamis, 17.00 18.30 wib Romo Anton Baur, Pr. PELAYANAN MISA REQUIEM DI GEREJA Dapat diselenggarakan pada hari Senin hingga Jumat. Hubungi Sekretariat Paroki. Website: www.parokisanmare.or.id Facebook Group: SanMaRe Kontribusi artikel, pengumuman, iklan: komsos@parokisanmare.or.id 28 Februari 2016 Tahun VII No. 08 Bertobat lewat Tindakan Bacaan Injil pekan ini sesuai dengan tema Prapaskah, yaitu panggilan untuk bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan. Konsep dosa dan hukuman yang dikatakan oleh Paulus ini juga menjadi pola pikir di orang-orang Yahudi di balik pertanyaan yang mereka ajukan kepada Yesus, seperti kita baca di dalam Injil. Kisah Keluaran dari Mesir menunjukkan bahwa orang yang melakukan dosa akan menerima hukuman. Akan tetapi mereka berpikir dengan cara terbalik. Bukan dosa membawa akibat kematian yang mengerikan, tetapi kematian yang mengerikan merupakan pertanda adanya dosa yang telah dilakukan. Penderitaan menjadi pertanda dari hukuman Tuhan. Cara pikir umat Yahudi pada umumnya itu dikoreksi oleh Yesus. Injil pecan ini memaparkan tanggapan Yesus atas pendapat tradisional tersebut. Sebenarnya soal ini sudah dibahas di dalam kitab Ayub. Namun menjadi cukup menarik karena Yesus bukan hanya menjawab soal tetapi juga pengalaman hidupnya sendiri menjadi jawaban. Dia mengalami kematian yang mengerikan meskipun Dia samasekali tidak berdosa. Sebelum membahas Injil lebih jauh, mungkin penting jika kita mengamati sejumlah hal khusus di dalam teks. Di dalam Injil disebut tentang Galilea, Pilatus, hukuman mengerikan yang - 1 -

dijatuhkan kepada orang-orang Galilea itu. Serentak kita dapat menghubungkan informasi itu dengan Yesus. Ia juga orang Galilea (Nasaret), Ia juga dihukum oleh Pilatus secara mengerikan. Perikop ini hanya terdapat pada Lukas. Bukan mustahil jika Lukas secara tidak langsung menghubungkan laporan itu dengan kisah Yesus sendiri. Tanggapan Yesus dalam perikop ini sekaligus menjadi semacam pengajaran bagi para pendengar jika nanti Yesus akan mengalami hal yang sama. Penghukuman yang mengerikan bukanlah pertanda dari kutukan Allah. Masih ada kesempatan bertobat Kutipan ini dimulai dengan laporan tentang orang-orang Galilea yang dihukum Pilatus ketika mempersembahkan korban, dan darah mereka dicampurkan dengan darah persembahan mereka. Ini sungguh tindakan yang amat sangat menyakitkan bagi perasaan keagamaan orang Yahudi karena tradisi korban mereka telah dilecehkan. Anehnya, para pelapor tidak mengadu pada Yesus atas sikap Pilatus yang kejam itu. Laporan mereka mempunyai arah lain. Para pelapor lebih mengarahkan perhatian pada nasib orang-orang Galilea tersebut. Yesus menangkap apa yang ada di balik laporan mereka. Mereka berpendapat bahwa orang-orang Galilea itu mengalami kematian yang ngeri karena mereka tentu telah melakukan dosa. Yesus menanggapi laporan itu dengan menambahkan suatu fakta lain, yaitu mengenai delapan belas orang yang mati ditimpa menara dekat Siloam. Baik kematian yang mengerikan dari orang Galilea tersebut maupun dari delapan belas orang yang kejatuhan menara tidak dapat menjadi petunjuk bahwa mereka telah berbuat dosa. Yesus kemudian mengalihkan obyek pembicaraan dari fakta tentang orang-orang yang tewas tersebut kepada nasihat agar para pendengarnya bertobat. Ia berkata kepada para pendengarnya, jika mereka tidak bertobat maka akan mengalami nasib serupa (dalam pengadilan terakhir). Kematian yang dimaksud Yesus di sini tentunya kematian abadi. Memang, semua orang nantinya akan harus menuai tindakannya. Untuk memperjelas pesan-nya, Yesus membuat perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Pohon ara itu ditanam di kebun anggur. Tidak jelas mengapa si pemilik menanam pohon ara di kebun anggur. Ada kemungkinan, karena kebun anggur itu tanahnya subur, sehinga ia berharap bahwa pohon ara dapat berbuah lebih baik di sana. Rupanya setelah tiga tahun buahnya tidak kunjung tampak. Tiga tahun dianggap waktu yang normal untuk menantikan buah ara. Ketika pemilik kebun ingin memotongnya, pengurus kebun meminta diberi kesempatan untuk merawat secara khusus pohon ara tersebut. Siapa tahu tahun depan akan dapat berbuah. Jika tidak, pohon ara dapat ditebang. Tidak disebut di dalam perumpamaan, tetapi dapat diandaikan bahwa pemilik kebun anggur masih memberi kesempatan kepada pohon ara untuk menghasilkan buah. Pesan dari perumpamaan ini cukup jelas. Jika mereka mendengar peristiwa kematian yang tragis seperti yang dialami oleh orang-orang Galilea itu, hendaknya mereka berpikir mengenai pertobatan mereka sendiri. Mereka masih diberi hidup, maka masih ada waktu untuk bertobat. Namun, pertobatan baru dapat disebut sebagai suatu pertobatan yang sejati jika menghasilkan buah-buah yang nyata dalam tindakan, bukan sekedar keinginan atau sikap hati saja. Hidup yang masih kita miliki ini hendaknya disikapi sebagai kesempatan untuk bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan. Di dalam hal ini Allah masih menunjukkan belas kasih-nya dengan senantiasa memberikan kita kesempatan untuk bertobat. Sama dengan kebun ara yang masih diberi waktu untuk menghasilkan buah. - 2 - Sumber: renungan (alm) Rm. A. Hari Kustono Pr. di pujosumarto.web.id

Disiapkan oleh Rm Anton Baur Pr. Misericordiae Vultus Memahami Wajah Kerahiman Allah (7) (Sambungan) Paus Fransiskus menyatakan, tahun 2016 adalah Tahun Yubelium Luar Biasa Kerahiman Allah. Hal ini dikatakan oleh beliau dalam Bulla Misericordiae Vultus (Wajah Kerahiman Allah) yang disampaikan pada 11 April 2015. Tahun Yubelium Luar biasa ini dimulai pada Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda pada 8 Desember 2015 dan diakhiri pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam pada 20 November 2016. Di dalam Bulla inilah, dijelaskanlah maksud rohani yang utama dari adanya Tahun Yubelium Luar Biasa ini. Bapa Paus memiliki refleksi yang begitu mendalam akan Wajah Kerahiman Allah. Kini, kita akan bersama-sama mencoba mengenali Bulla ini dalam beberapa kesempatan di Warta paroki kita. Kita akan mengenalinya paragraf per paragraf dalam terjemahan Bahasa Indonesia. 9. Dalam perumpamaan-perumpamaan yang ditujukan untuk kerhaiman, Yesus menyatakna sifat Allah seperti sifat seorang Bapa yang tidak pernah menyerah sampai ia telah mengampuni anaknya yang bersalah dna mengasi penolakan dengna kasih sayang dan kerahiman. Kita mengenal perumpaan-perumpaan ini dengan baik, khususnya tiga perumpamaan: domba yang hilang, dirham yang hilang, dan ayah dengan dua anak laki-laki (Luk 15:1-32). Dalam perumpamaan-perumpamaan ini, Allah selalu disajikan sebagia penuh sukacita, terutama ketika Ia mengampuni. Dalam kisah-kisah itu, kita menemukan inti dari Injil dan inti dari iman kita, karena kerahiman disajikan sebagai sebuah kekuatan yang mengatasi segala sesuatu, memenuhi hati dengan kasih, dan membawa penghiburan melalui pengampunan. Dari perumpamaan lain, kita menyisihkan suatu ajaran penting bagi kehidupan Kristiani kita. Dalam menjawab pertanyaan Petrus tentang berapa kali perlu mengampuni, Yesus berkata, Aku berkata kepadmu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (Mat 18: 22). Ia kemudian melanjutkan menceritakan perumpaan tentang hamba yang kejam yang dipanggil oleh tuannya untuk mengembalikan sejumlah besar, memohon kepadanya sambil berlutut untuk kerahiman. Tuannya membatalkan utangnya. Tetapi ia kemudian bertemu sesame hamba yang berutang kepadanya beberapa sen dan yang pada gilirannya memohon sambil berlutut untuk kerahiman, tetapi hamba pertama menolak permintaannya dan mencampakkannya ke dalam penjara. Ketika sang tuan mendengar hal itu, ia menjadi sangat marah dan memanggil pelayan pertama kembali kepadanya sambil berkata, Bukankah engkau pun harus mengasihi kawanmu seperti aku telah mengasihi engkau? (Mat 18:33). Yesus menyimpulkan, Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."( Mat 18:35). Perumpamaan ini berisi ajaran yang mendalam bagi kita semua. Yesus menegaskan bahwa kerahiman bukan hanya suatu tindakan Bapa, tetapi menjadi sebuah kriteria untuk memastikan siapa anak-anak-nya yang sejati. Singkatnya, kita dipanggil untuk menunjukkan kerahiman karena kerahiman pertama-tama telah ditampilkan kepada kita. Mengampuni pelanggaran-pelanggaran menjadi ungkapan yang paling jelas dari kasih yang penuh kerahiman, dan bagi kita orang-orang Kristiani, pengampunan menjadi sangat penting, termasuk dalam mengampuni diri kita sendiri. Kadang-kadang betapa sulit tampakknya mengampuni! - 3 -

Namun, pengampunan adalah alat yang ditempatkan ke dalam tangan kita yang rapuh untuk mendapatkan ketenangan hati. Melepas amarah, murka, kekerasan, dan balas dendam adalah kondisikondisi yang diperlukan untuk hidup dengan penuh sukacita. Karena itu, marilah kita mengindahkan nasihat Rasul Paulus: Janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Ef 4:26). Terutama, marilah kita mendengarkan kata-kata Yesus yang menjadikan kerahiman sebagai sebuah ideal kehidupan dan sebuah kriteria untuk kredibilitas iman kita: Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan (Mat 5:7): sabda bahagia yang kepadanya seharusnya secara khusus kita citacitakan di Tahun Suci ini. Seperti yang kita lihat dalam Kitab Suci, kerahiman adalah sebuah kata kunci yang menunjukkan tindakan Allah terhadap kita. Ia tidak membatasi diri-nya hanya untuk menegaskam kasih-nya, namun membuatnya terlihat dan nyata. Kasih, terutama, jangan hanya sebuah keniskalaan. Pada dasarnya, ia menunjukkan sesuatu yang nyata: niat, sikap, dan perilaku yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari. Kerahiman Allah adalah perhatian-nya yang penuh kasih kepada kita masing-masing. Ia merasa bertanggung jawab, yakni, Ia menginginkan kesejahteraan kita dan ingin melihat kita bahagia, penuh sukacita, dan penuh damai. Ini adalah jalan yang juga harus diarungi kasih yang penuh kerahiman dari orang-orang Kristiani. Sebagaimana Bapa mengasihi, demikian juga anak-anak-nya. Sama seperti Ia penuh kerahiman, demikian juga kita dipanggil untuk penuh kerahiman satu sama lain. *** (bersambung) PANITIA PASKAH 2016 PAROKI SANTA MARIA REGINA BINTARO JAYA PERSEMBAHAN PASKAH 2016 Panitia Paskah mengedarkan amplop Persembahan Paskah yang dapat digunakan umat sebagai ungkapan rasa syukur dapat mempersiapkan diri dalam masa pra Paskah sekaligus wujud kepedulian kita membantu keuangan Paroki dalam penyelenggaraan misa-misa besar selama Pekan Suci Perayaan Paskah. Umat juga dapat mentransfer Persembahan Paskah ke rekening khusus Paskah di bawah ini: BCA no. 474 032 0004 An. PGDP Paroki Santa Maria Regina Terima kasih atas partisipasi umat, Tuhan memberkati - 4 - Inagurasi Peserta KEP Panitia Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) Paroki Santa Maria Regina mengundang semua peserta KEP Angkatan Pertama dan semua Alumni KEP untuk dapat hadir pada Misa Penutupan dan Inagurasi yang akan diselenggarakan pada: Hari Selasa, 1 Maret 2016 mulai pukul 19.00 WIB di Aula Gereja Mohon keterlibatan semua peserta KEP

LITURGI Tindakan Inderawi dalam Liturgi (bagian pertama) Tindakan inderawi sebagai simbol-simbol liturgi mencakup: mendengarkan, melihat, menyentuh, merasakan dan membau. a. Mendengarkan Mendengarkan bukanlah sekadar tindakan reseptif, yang hanya menerima saja; melainkan juga tindakan aktif. Sebab jika kita mendengarkan, kita sebenarnya sedang membuka diri untuk menerima dengan sadar sapaan, suara, atau kata-kata dari luar diri kita. Tindakan mendengarkan juga tindakan aktif untuk memberi perhatian dan mau masuk ke dalam diri pribadi si pembicara serta dengan sadar mau mengambil bagian dalam peristiwa yang didengarkan itu. Demikianlah dalam liturgi, tindakan mendengarkan ini begitu dominan. Kita mendengarkan sabda Tuhan, homili, doa, nyanyian, musik, bel dan sebagainya. Secara khusus, dengan mendengarkan sabda Tuhan, kita membuka diri terhadap sapaan dan daya kuasa Allah yang hadir melalui sabda itu dan dengan demikian kita mengambil bagian di dalam karya keselamatan Allah yang dihadirkan dalam sabda itu. Maka, mendengarkan merupakan bentuk ungkapan liturgi yang menyatakan kesiapsediaan iman dan ketaatan. b. Melihat Melihat merupakan bentuk ungkapan liturgi untuk melihat kemuliaan Allah. Sebab dalam wajah Kristus, kita dapat melihat kemuliaan Allah (2 Kor 4:6). Melalui penglihatan mata, kita menyadari dunia dan isinya dan kita pun menjalin relasi dengan sesama manusia dan dunia. Demikian pula dengan penglihatan mata dalam liturgi, kita menyadari komunikasi Allah yang terpantul melalui berbagai simbol liturgi dan dengan demikian menjalin relasi kita dengan Allah dan sesama jemaat. Berbagai dekorasi indah di dalam gedung gereja, khususnya di sekitar altar, salah satunya untuk menghadirkan kemuliaan Allah dengan melihat keindahan bunga yang dirangkai di sekitar altar, kita melihat kemuliaan Allah sendiri. c. Menyentuh Liturgi juga menggunakan indera sentuhan sebagai simbol liturgi. Tindakan menyentuh dalam liturgi mengungkapkan persekutuan kita dengan Allah dan sesama umat beriman di dalam ikatan Roh Kudus. Misalnya, doa-doa Mazmur banyak menyebut aspek sentuhan ini untuk mengungkapkan iman akan kebersamaan umat dengan Allah (mis Mzm 139:10). Dalam Perjanjian Baru, Yesus berkali-kali menunjukkan kasih-nya dengan memeluk anak-anak, membasuh kaki para murid, dan menyembuhkan orang-orang sakit dengan sentuhan tangan- Nya. Dalam Liturgi, tindakan sentuhan juga kita lakukan pada saat penerimaan komuni, salam damai entah dengan berciuman pipi entah berjabat tangan, mencium altar atau Injil (oleh Imam) dan mencium salib pada hari Jumat Agung. Sentuhan juga melambangkan penganugerahan Roh Kudus kepada umat beriman. Dalam liturgi ini, tampak misalnya pada saat penumpangan tangan (Tahbisan), pengurapan dengan minyak (Krisma, Orang Sakit). *** (bersambung) Sumber: Liturgi Pengantar untuk Studi dan Praksis Liturgi, Emanuel Martasudjita, Pr., hlm. 133-135. - 5 -

Agenda Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah. 1. Gerakan Rohani Pekan Pertama setiap bulan. Adorasi, Rekoleksi, Novena, Amal Kasih* 4 & 5. Maret 2016. 1 & 2. April 2016. 6 & 7. Mei 2016. 3 & 4. Juni 2016. 1 & 2. Juli 2016. 5 & 6. Agustus 2016. 2 & 3. September 2016. 7 & 8. Oktober 2016. *Amal Kasih dinyatakan dalam amplop putih, tersedia di pintu Gereja. 2. Ziarah 9 gereja di Keuskupan Agung Jakarta. Mengikuti Buku Panduan Gerakan Rohani Keuskupan Agung Jakarta. 3. Sakramen Tobat. 4 5 Maret 2016. Kamis minggu ke 2 bulan April November 2016 pkl 19.00 22.00.* Diadakan Sakramen Tobat bergilir setiap wilayah. * bila ada perubahan akan diberitahukan. 4. Novena Kerahiman Ilahi Jumat Agung 25 Maret 2016 hingga Pesta Kerahiman Ilahi 3 April 2016. 5. Novena Roh Kudus. 15 Mei 2016. 6. Misa 9.00 Penutupan Tahun Kerahiman Allah Hari Raya Kristus Raja Alam Semesta 20 November 2016. Pemberian Berkat Indulgensi. Rekoleksi Keluarga Kerahiman Allah Panitia Kerahiman Allah Paroki Sanmare mengundang umat untuk ikut dalam Rekoleksi Keluarga Sanmare dengan tema Bagaimana Mencapai Keluarga Bahagia menurut Kehendak Allah yang akan diselenggarakan pada: Hari : Sabtu, 5 Maret 2016 Waktu : 08.00 11.00 Tempat : Aula Gereja SanMare Fasilitator : Tim Rekoleksi Keluarga SanMare Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi: Fatma 08159930265, Anna 0811836348, Doddy 081280245490-6 -

JADWAL LITURGI HARI MINGGU PRAPASKAH IV, 6 Maret Bacaan: Yos. 5:9a,10-12; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7; Ul:9a; 2Kor. 5:17-21; Luk. 15:1-3,11-32 Saran Lagu: PS 486, 597, 601, 603, 604, 697, 857, 965 Sabtu, 5 Maret, pukul 17.00 Koor dan Tatib: Sta. Khatarina Lektor: Carin Faradina / Yasinta Dhyaning Putra/i Altar: Y. Purba Sangga Becik, A. Kevin Bagas Ksatria, C. Susan Mahadewi Gadis Amara, M. F. Chelsea Novelia Prodigma Gunawan, Agata Anjani Cita Permata Kusuma, Gabriel Fawnia Santoso, Thomas Becket Tegar Surya Christy, Shannon Wijaya, C.atherine Inez Maharani P., T.A. Revabelle Maharani, Alexandra Ashley Soetardy Prodiakon: Daniel Bala Batti, Hartawan Makmur, Heru Santosa, G. Godong, Temmy Royani, Paul August Liqui, Lily Irene Tantra, Tjhong Vincentius Minggu, 6 Maret, pukul 06.30 Koor dan Tatib: Sta. Helena Lektor: Christiana E.N. Hendarjudani / Angelina Wardhani E Putra/i Altar: Th. Carissa Indurasmi, Nathanel Eldrian Ramawas, T. Alana Dewi, Helena Amithya da Rato, Mikhael Abhiseka Pramono, Timotius Gerwyn Jovian, Joety Johannes Aaron Bongku, Maria Ajeng Cipta Wening, Elisabeth Novadiana Kurniasavitri T, Kristina Irmadani Darwin Prodiakon: Gatot Kusumo Atmojo, Bayu Rajasa, Arden Andreas Barus, Fifi Amaliawaty, Florentina Ratna Supeni H., Donanta Octaviardi Minggu, 6 Maret, pukul 09.00 Koor dan Tatib: St. Yohanes de Brito Lektor: Ista Anindita / Connita Yongkong Putra/i Altar: Brigitta Merlyn Bulu, Eudes Pendar Gandlewa Hening, Honoratus Pavel Galis Hening, Andreas Mado Laba, Patricia Dias Riandari, Jonathan Mark, Maria Kiara Anindita, Fransisca Mariana Rasendrya Z., Andreas Widiatmoko Prabowo, Ignatius Prayogo Prodiakon: Grace Theresia Supit, I. Y. Supriyanto, HARI MINGGU PRAPASKAH V, 13 Maret Bacaan: Yes. 43:16-21; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6;Ul:3; Flp. 3:8-14; Yoh. 8:1-11 Saran Lagu: PS 486, 487, 598, 599, 601, 606, 830, 965 Sabtu, 12 Maret, pukul 17.00 Koor dan Tatib: Sta. Yosephine Bakhita Lektor: F. Heru Setiawan / Chresentia Flavia D Putra/i Altar: Peter Bradley, Alvin Kindy Setiawan, Estherania N, Margaretha Yosilia Paskalovana, Brigitta Stephanie, Antonius Totonafo Harefa, Michael Cathney, Rafael Christian, Bernadette Nathania Sukieche, Benedict Matthew Sukieche Prodiakon: Agnes Bertha Tabarani, Alfonsus Haryanto, Anna Retno Hapsari, Josz Juswanto, Franciscus Xaverius Andri, Probel Gultom, Johanes Sumardi, Cynthia Catharina Minggu, 13 Maret, pukul 06.30 Koor dan Tatib: St. Fransiskus Xaverius Lektor: Anastasia Raras / Anggia Kandhi Putra/i Altar: Ferdinand Harly Kusnadi, Antonius Adrian Nathaniel, Benedikta Awinna Resy Christi Br. Pinem, Devosia Klaudia A.S., Feodora Susan, Florentina Harly Kusnadi, Gabriela Liviana, Anselmus Abimayung Prayudi, Antonius Rangga Hapsoro W, Debritto Maurizt Angara Sitorus Prodiakon: Prima Widi Hatmi, Ronald C. Sampayan, Thomas Erwin Kurniawan, Yohanes Budi Purwanto, Bambang Tedjo Nugroho, Esther Meinelsa Manurung Minggu, 13 Maret, pukul 09.00 Koor dan Tatib: Sta. Beatrix Lektor: Luisa Maretha Verena Wibowo / Thomas Aldi Adi Saputro Putra/i Altar: Fr. Vannia Rahmadi, Ivana Permata Ariesta, F. Safira Rahardjo, V. Agna Permatasari, Fridolin Oktafandy Rahardjo, O. Owen Christopher, S. Antonio Sandika, Edward Verian Grasa Toda, Maximillian Ernesto Toda, Brigtita Grace Simon, Laurentia Judith Vannessa Rahmadi - 7 -

Saly Listiyadhi, Heru Yuniriyanto, Didi Hartanto, Veronika Kani, Yosep Yendi, Rudyanto Gunawan, Dwi Respati, Bambang Sulistyo P., F. A. Soedjarno, Noegroho Tjiptorahardjo, Joachim Sulistyo, Kamilus Arifin, Maria Yoke Edna, Petrus Lazarus Mardjono, Ping Julianto Widjaja, Willem Dagi, Yuliana Yelly, Agnes A. Sayan Rampisela, Albertus Sugianto Supriadi, Wahid Gunawan Minggu, 6 Maret, pukul 17.00 Koor dan Tatib: St. Albertus Agung Lektor: Cecilia Andria Permata Sari / Kineta Putra/i Altar: Robertus Darren Radyan, Bernadette Claudia Kartikasari Sutandi, Michael Rama Aviandri Santoso, Margaretha Velicia, Aurelia Anindita Herputri, Katarina Sari Dewi Mursito, Genoveva Audrey Divavolney Dhayawardhana, Marcus Aurelius Brehatmaja D.D. Prodiakon: Saras Damai Susetyo, Irwan Wijaya, Agustono Widjaja, Helfina M. Tisnakusuma, Marcus B. Samosir, Maryono Suwargo, Romualdus Ponidjan, Hesti Purbaningsih, Yasinta Fatmawati, Yustinus F. Irjayanto Jalan Salib diadakan dua kali pada pukul 12.00 (tanpa Misa) dan 19.30 (dengan Misa) Jalan Salib 4 : Jumat, 4 Maret 2016 19.30 WILAYAH 4 Jalan Salib 5 : Jumat, 11 Maret 2016 19.30 WILAYAH 5 Jalan Salib 6 : Jumat, 18 Maret 2016 19.30 WILAYAH 6 PENGUMUMAN Prodiakon: Metty Suprapti, A. E. Nelwan, Agung Wahyu Wibowo, Fr. P. Narendra, H. Darno, Agus Munandar, Ag. Darmawan, Rinto Setiono, Royandi Ernestus DP, Gunawan Wibowo, Agustinus Fadjar AS, Y. T. Mudjihardjo, Haryono Widarta, Daniel Bala Batti, Lily Irene Tantra, Hartawan Makmur, Heru Santosa, G. Godong, Temmy Royani, P. August Liqui, Soetojo Dharmadi, Tjhong Vincentius Minggu, 13 Maret, pukul 17.00 Koor dan Tatib: Sta. Regina Lektor: Vinsensia Arindita / Agnesia Nanik Hartini Putra/i Altar: P. Kayla Putri Cahyono, Y. Purba Sangga Becik, G.M. Prita Pradita, Alexandra Ashley Soetardi, Th. Avila Revabelle Maharani, Andreas Kevin Bagasksatria, Catherine Inez Maharani P., Caroline Susan Mahadewi Gadis Amara, Agata Anjani Cita Permata Kusuma, Maria Fransiska Chelsea Novelia Prodigma Gunawan Prodiakon: Y. Pudjiastoto, Gatot Kusumo A., Bayu Rajasa, Arden Andreas Barus, Fifi Amaliawaty, Fl. Ratna Supeni H., G. Theresia Supit, I. Y. Supriyanto, Saly Listiyadhi, Ingewati Kusuma PDKK mengundang bapak/ibu untuk mengikuti Adorasi pada hari Kamis, 3 Maret 2016 pukul 19.30 di Aula Sanmare yang akan dipimpin oleh Ibu Edith Witoha. Diharapkan kehadiran umat. PT. Global Ziarah Wisata (Ziarah Katolik) membutuhkan karyawan sbb: A. Staf Data Entry & Dinas Luar, syarat: pria Katolik, SMA/SMK, umur 18 25 tahun, domisili di sekitar Bintaro. B. Staff, syarat: pria/ wanita Katolik, umur 18-30 tahun, domisili di sekitar Bintaro. Lamaran dikirim ke: holylamaran@gmail.com Dibutuhkan karyawati Administrasi dan Akuntansi & bisa buat laporan pajak usia max 28 tahun, tinggal sekitar Bintaro, CV, pas foto 3X4, fc KTP, fc KK harap datang langsung ke kantor Bintaro Trade Center Blok E2 no 3A Sektor 7, Bintaro Jaya 15224 bisa hub. Andreas HP 087881519185. Perusahaan Tour & Travel,membutuhkan 1 Orang untuk Ticketing staff & 1 Orang Tour staff: Pria / Wanita, berpengalaman dibagian ticketing & tour, umur 22-25 thn,lulusan pariwisata (travel), dapat lisan dan tulisan dalam bahasa Inggris, dapat bekerja sama dalam Team work, memiliki pengetahuan dan keterampilan menggunakan komputer, berdomisili di Jakarta Selatan, Bintaro & sekitarnya. Kirim CV & lamaran lengkap ke alamat : Ibu Shinta, Jl. Terogong Raya No.14E, Cilandak Barat Jakarta Selatan 12430 atau email ke : shinta2208@yahoo.com, akunting@transatour.net. IKLAN BARIS Wahana bagi umat yang ingin mengiklankan informasi lowongan pekerjaan atau mencari pekerjaan. Materi iklan diserahkan ke sekretariat paroki setiap hari kerja atau email ke: sekretariat@parokisanmare.or.id - 8 -