Konsep Krisis danangsetyobudibaskoro.wordpress.com

dokumen-dokumen yang mirip
Crisis Theory & Life Events. Adhyatman Prabowo, M.Psi, Psi

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai manusia yang telah mencapai usia dewasa, individu akan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dalam tahap perkembangannya akan mengalami masa berhentinya haid yang dibagi

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori yang akan dibahas dalam bab ini adalah teori mengenai self-efficacy dan

TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Stres pada Wanita Karir (Guru) yang dialami individu atau organisme agar dapat beradaptasi atau menyesuaikan

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TERMINAL (KEPUTUSASAAN )

BAB II LANDASAN TEORI. A. Wanita

BAB II LANDASAN TEORI. Lazarus menyebut pengatasan masalah dengan istilah coping. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian (Latar Belakang Masalah) (WHO), Setiap tahun jumlah penderita kanker payudara bertambah sekitar tujuh

BAB II LANDASAN TEORITIS. reaksi fisik yang disebabkan karena persepsi seseorang terhadap kehilangan (loss).

MASALAH KELUARGA DAN MEKANISME PENANGGULANGANNYA

Implementasi PFA pada Anak dan Remaja di Satuan Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. upaya-upaya dalam rangka mendapatkan kebebasan itu. (Abdullah, 2007

Postraumatik stress bisa timbul akibat luka berat atau pengalaman yang menyebabkan organisme menderita kerusakan fisik maupun psikologis

134 Perpustakaan Unika LAMPIRAN

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. semua orang, hal ini disebabkan oleh tingginya angka kematian yang disebabkan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. manusia, ditandai dengan perubahan-perubahan biologis, kognitif dan sosial-emosional

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap individu akan melewati tahap-tahap serta tugas perkembangan mulai dari lahir

2015 KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang yang penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis seorang

PSIKOLOGI UMUM 2. Stress & Coping Stress

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Weiten & Lloyd (2006) menyebutkan bahwa personal adjustment adalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PENGANTAR. kebiasaan, visi hidup, maupun strata pendidikan. Perbedaan dan keunikan masingmasing

BAB I PENDAHULUAN. xiv

1. Bab II Landasan Teori

BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penurunan kondisi fisik, mereka juga harus menghadapi masalah psikologis.

Adhyatman Prabowo, M.Psi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ketersediaan sumber dukungan yang berperan sebagai penahan gejala dan

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP PERCERAIAN ORANG TUA DENGAN OPTIMISME MASA DEPAN PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN. Skripsi

BAB I PENDAHULUAN. masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa yang terdiri dari dewasa awal,

BAB I PENDAHULUAN. bagi masyarakat, karena banyakdari kaum laki-laki maupun perempuan, tua

DITA RACHMAYANI, S.PSI., M.A YUNITA KURNIAWATI, S.PSI., M.PSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. di masyarakat. Mahasiswa minimal harus menempuh tujuh semester untuk dapat

Pengantar Psikologi Abnormal

MASA DEWASA Dewasa Awal ( tahun ) Dewasa Madya ( tahun ) Dewasa Akhir ( di atas 60 tahun )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Penyesuaian Diri. dalam dirinya, ketegangan-ketegangan, konflik-konflik, dan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN. manusia yang dapat memberikan kepuasan dan tantangan, sebaliknya dapat pula

BERDUKA DAN KEHILANGAN. Niken Andalasari

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menempuh berbagai tahapan, antara lain pendekatan dengan seseorang atau

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kesehatan merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi setiap manusia.

BAB I PENDAHULUAN. Setiap orang cenderung pernah merasakan kecemasan pada saat-saat

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan, persoalan-persoalan dalam kehidupan ini akan selalu. pula menurut Siswanto (2007; 47), kurangnya kedewasaan dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Meninggalnya seseorang merupakan salah satu perpisahan alami dimana

BAB 1 PENDAHULUAN. operasi melalui tiga fase yaitu pre operasi, intraoperasi dan post. kerja dan tanggung jawab mendukung keluarga.

BAB I PENDAHULUAN. terlihat sembab, sakit kepala, dan nyeri dibagian perut 1. dengan PMS (Premenstruation Syindrom). Bahkan survai tahun 1982 di

BAB I PENDAHULUAN. sebagai contoh kasus tawuran (metro.sindonews.com, 25/11/2016) yang terjadi. dengan pedang panjang dan juga melempar batu.

1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. tekanan mental atau beban kehidupan. Dalam buku Stress and Health, Rice (1992)

Proses Adaptasi Psikologi Ibu Dalam Masa Nifas

Gangguan Mental Terkait Trauma. Pusat Kajian Bencana dan Tindak Kekerasan Departemen Psikiatri FKUI/RSCM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kecemasan

BAB I PENDAHULUAN. Bandung. Rumah sakit X merupakan rumah sakit swasta yang cukup terkenal di

PENGARUH ORIENTASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK PRA SEKOLAH DI BANGSAL ANAK RUMAH SAKIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG. Eni Mulyatiningsih ABSTRAK

Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya anxiety berasal dari Bahasa Latin. angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti mencekik.

GAMBARAN POLA ASUH KELUARGA PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID (STUDI RETROSPEKTIF) DI RSJD SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa

Kesehatan Mental. Mengatasi Stress / Coping Stress. Aulia Kirana, M.Psi, Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori subjective well-being

BAB I PENDAHULUAN. orang disepanjang hidup mereka pasti mempunyai tujuan untuk. harmonis mengarah pada kesatuan yang stabil (Hall, Lindzey dan

BAB I PENDAHULUAN. adalah peristiwa kodrati yang harus dilalui tetapi sebagian lagi menganggap

BAB II LANDASAN TEORI

Psikologi Konseling Konseling Berbasis Problem

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan. Perawat dalam pelayanan kesehatan dapat diartikan sebagai tenaga

BAB II KONSEP DASAR A. PENGERTIAN. Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya

BAB II TINJAUAN TEORI PERILAKU KEKERASAN. tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. normal dan sehat, bekerja me nyajikan kehidupan sosial yang mengasyikkan dan

BAB I PENDAHULUAN. Kanker adalah istilah umum yang digunakan untuk satu kelompok besar penyakit

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dari konsep kesejahteraan subjektif yang mencakup aspek afektif dan kognitif

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. penderitanya semakin mengalami peningkatan. Data statistik kanker dunia tahun

PROSES TERJADINYA MASALAH

KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA PENYANDANG KANKER PAYUDARA

kalangan masyarakat, tak terkecuali di kalangan remaja. Beberapa kejadian misalnya; kehilangan orang yang dicintai, konflik keluarga,

BAB I PENDAHULUAN. Setiap individu akan mengalami perubahan pada dirinya baik secara fisik

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan yang khas yang menghadapkan manusia pada suatu krisis

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. sumber daya manusia yang berkualitas agar perusahaan dapat bersaing dan

BAB II TINJAUAN TEORI. (DepKes, 2000 dalam Direja, 2011). Adapun kerusakan interaksi sosial

BAB I PENDAHULUAN. Remaja atau adolescence (Inggris), berasal dari bahasa latin adolescere

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap individu di dalam hidupnya selalu berusaha untuk mencari

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ANSIETAS

`BAB I PENDAHULUAN. mengalami kebingungan atau kekacauan (confusion). Suasana kebingunan ini

STRESS DALAM PEKERJAAN. Armaidi Darmawan, dr, M.Epid Bagian Kedokteran Komunitas/Keluarga FKIK Unja

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat. Di era sekarang perceraian seolah-olah menjadi. langsung oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah

Transkripsi:

Konsep Krisis danangsetyobudibaskoro.wordpress.com

Krisis merupakan suatu titik balik yang memungkinkan individu untuk tumbuh dan berkembang, atau menyebabkan dirinya merasa tidak puas, gagal, dan kehidupannya kacau balau. Krisis dapat terjadi ketika mekanisme coping individu tidak dapat berfungsi dengan baik atau tidak mendapat dukungan dari orang lain saat ia membutuhkannya.

Krisis merupakan peristiwa tidak terduga yang terjadi pada diri individu saat menghadapi bahaya eksternal. Hal ini dapat menyebabkan individu merasa tidak berfungsi secara optimal, kehidupan yang tidak seimbang, dan kecemasan, depresi, serta tekanan darahnya meningkat. Krisis juga terkait dengan ketidak mampuan mekanisme coping individu dan ketidakmatangan emosi dirinya.

Mendifinisikan krisis terjadi ketika individu menghadapi masalah yang tidak dapat diselesaikan. Sehingga timbul ketegangan, tanda-tanda kecemasan, keadaan emosional dan disfungsi sosial untuk waktu yang lama. Demikian pula, Roberts (2000) mendefinisikan krisis sebagai "periode ketidakseimbangan kondisi psikologis seseorang, sebagai akibat dari peristiwa berbahaya atau situasi yang sangat kacau yang tidak dapat diperbaiki dengan menggunakan mekanisme copingnya. James dan Gilliland (2005) mendefinisikan krisis sebagai peristiwa atau situasi yang sulit dianggap sebagai kondisi yang sang sangat berat melebihi sumber daya yang tersedia individu dan mekanisme copingnya.

Personal Sosial

KOGNITIF Menyalahkan diri sendiri/org lain Disorientasi Hipersensitif Bingung Kurang konsentrasi Kurang mampu menyelesaikan masalah FISIK Detak jantung cepat Tremor Lesu Sakit kepala Pusing meriang AFEKTIF Apatis Depresi Mudah marah Cemas Panik Tidak berdaya Tak punya harapan Marah Takut Menyesal Denial

Hazardous Event (peristiwa berbahaya) The Vulnerable State (Tahap Rentan) The Precipitating factor (faktor persepsi) The state of active crisis (tahapan krisis yang aktif) Mengalami gejala sress fisik dan psikis Sikap panik dan tidak berdaya Fokus meminta bantuan pada orang lain Efisiensi diri yang rendah

1. Awal ketegangan telah dialami yang membangkitkan respon-respon kebiasaan yang adaptif. 2. Tegangan meningkat di bawah stimulasi yang terusmenerus dan kurangnya keberhasilan yang dialami dalam mengatasi masalah dan pengurangan ketegangan. 3. Ketegangan meningkat sampai sumber-sumber darurat, internal dan eksternal, dikerahkan. 4. Suatu fase akut menyertai jika krisis tidak diredakan pada tahap ketiga atau dicegah dengan penolakan atau dihentikan. Puncak ketegangan pada titik di mana disfungsi mayor dalam perilaku berkembang dan/atau kontrol emosi ini telah hilang.

Adequate Perception Limited Duration Adequate Network Coping Mechanisms

Aktif Menginginkan orang untuk mengontrol dan melindunginya Menginginkan orang membantu dirinya untuk menata kontak dengan realita Merasakan kekosongan dan membutuhkan cinta Individu yang membutuhkan rasa aman Individu yang berusaha mencari cara untuk menghilangkan rasa bersalahnya Individu yang sangat membutuhkan untuk mengeluarkan isi pikirannya. Pasif Ketidakmatangan emosional Kondisi fisik yang lemah Menghindari realita yang ada Pesimis terhadap masa depan Perasaan bersalah yang berlebihan Menyalahkan orang lain Ketergantungan atau kemandirian yang berlebihan Fanatik terhadap agama yang berlebihan

Memiliki aturan yg baru Perubahan fisik Kebutuhan dalam krisis Perubahan Geografis Perubahan sosioekonomi

Level 1 faktor resiko 1. Korban 2. Bunuh diri 3. Melakukan kekerasan? Level 2 1. Resiliensi 2. Faktor protektif 3. Strategi coping 4. Motivasi internal

Identifikasi sumber krisis : Apakah peristiwa yang membahayakan terjadi? Apakah emosi yang timbul ada hubungannya dg peristiwa yg terjadi?apakah ada faktor sosiokultural yang berperan juga? Perkembangan Krisis : apakah orang tersebut ada di initial atau acute phase Manifestasi : bagaimana seseorang mengintepretasi event secara emosional, kognitif, behavior dan biofisikal? Apakah merasa terancam, kehilangan atau tertantang? Apakah ia mampu untuk menghadapi stress tersebut? Identifikasi sumber daya : meliputi pribadi, keluarga, interpersonal dan materi Pengaruh sosiokultural: faktor lingkungan apakah yang menyebabkan keluarga ini berada didalam krisis

Ibu W adalah seorang wanita berusia 50 thn. Suaminya baru saja meninggal, dan ia merasa sangat sedih atas peristiwa tsb. Ia merasa sangat kehilangan karena sebelumnya ia selalu menggantungkan hidupnya pada suaminya. Sebelumnya ia selalu saja ditemani dan dimanja oleh suaminya. Ia hanya memiliki sedikit sahabat karena diperkotaan sangat jarang untuk kesempatan baginya untuk menjalin relasi sosial. Pada saat bersamaan, sahabat yang sering mendengar keluhannya selama ini juga akan pindah keluar kota. Begitu juga dengan ketiga anaknya yang telah menikah dan tinggal jauh dengannya. Ia sering berpikiran dg marah mengapa semua ini terjadi padaku, mengapa mereka tega? dan kenapa semuia terjadi secara bersamaan? semakin hari ia merasa tangisannya semakin dalam saja, dan ia mengira akan mengalami kegilaan. Ia tidak tahu harus meminta bantuan kemana lagi. Akhirnya ia hanya mengurung diri di rumah, dan tidak bersedia melakukan aktifitas seperti biasanya. Ia mulai merasa nyeri dibagian ulu hatinya. Ia juga sering merasa jantungnya berdebar-debar dan pusing. lakukanlah asesmen, dan berikan saran apa yang seharusnya ia lakukan..!!