Salaf Dan Fitnah Dalam Agama

dokumen-dokumen yang mirip
Salafus Shalih Dan Hak-Hak Makhluk

Salafus Shalih: Berbuat Baik Kepada Teman

Salaf Dan Sabar Terhadap Musibah

Salafus Shalih Tidak Suka Ketenaran

Salafus Shalih dan Sederhana dalam Tertawa dan Bercanda

Salaf dan Berbakti Kepada Ibu

Salafus Shalih Dan Adab Berbicara

Hukum Ucapan Fulan Mati Syahid

Hukum Berobat Kepada Dukun Dan Peramal

Salafus Shalih Dan Al-Qur`an

Tata Cara Qunut dan Kadarnya

Menghormati dan Menghargai Ulama

Tata Cara Shalat Malam

Hukum Berkabung Atas Kematian Raja dan Pemimpin

Apakah Boleh Bekerja di Bank Kovensional?

Mengangkat Kedua Tangan Saat Qunut

Hukum Bersiwak Bagi Yang Puasa Setelah Gelincir Matahari

Hukum Cerai Tanpa Sebab

E٤٨٤ J٤٧٧ W F : :

Sifat Shalat Istisqa (Minta Hujan)

Membatalkan Shalat Witir

Hukum Meyakini Bahwa Rasulullah SHALALLHU ALAIHI WA SALLAM Ada Di Setiap Tempat Dan Mengetahui Perkara Gaib

Hukum Onani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah Syaikh Muhammad al-utsaimin rahimahullah

Mengambil Ilmu dan Mendatangi Para Ulama

Bacaan dalam Shalat Malam

Hukum-Hukum Wasiat. Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah Dan Fatwa. Terjemah :Muhammad Iqbal A.Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Hukum Merokok Dan Menjualnya

Salafus Shalih Khawatir Dari Sifat Ujub

Hukum Meninggalkan Haji Sunnah Untuk Memberikan Kesempatan Kepada Kaum Muslimin

Mutiara Nasehat Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu anhu

Di Antara Kemungkaran Pakaian Wanita Dalam Pesta Perkawinan

Doa Setelah Khatam al-qur`an

[ Indonesia Indonesian

Tata Cara Sujud Tilawah

As-hamad, Penguasa Yang Maha Sempurna dan Tempat Bergantung Segala Sesuatu

Kisah Nabi Sulaiman alaihissalam

Mengobati Rasa Gelisah Dan Sedih

Nabi Yahya dan Lima Ajaran untuk Kaumnya

Qunut dalam Shalat Witir

Hukum Menyuap Dan Menerimanya حكم دفع الرشوة و أخذها

Shalat Isya Di Belakang Imam Yang Shalat Tarawih

Ikhlas Dalam Menuntut Ilmu

Khutbah Jumat Manfaatkan Nikmat Kehidupan

Bukti Cinta Kepada Nabi

Mutiara Nasehat Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib radhiyallahu anhu

Ternyata Hari Jum at itu Istimewa

Apakah Tasbih Termasuk Bid'ah?

Salafus Shalih Zuhud Di Dunia

Orang yang Terakhir Masuk Surga dan yang Paling Rendah

Hukum Memakai Emas Dan Intan Bagi Laki-Laki

MUZARA'AH dan MUSAQAH

Apakah Asal dalam Dakwah Adalah Tauqifi?

Seribu Satu Sebab Kematian Manusia

Isilah 10 Hari Awal Dzul Hijjah dengan Ketaatan

Kecemburuan Seorang Suami Kepada Istri


Jika Beragama Mengikuti Kebanyakan Orang

Apakah Masjidil Haram Sama Dengan Masjid-Masjid Lainnya Di Tanah Haram?

Penetapan Awal Bulan Ramadhan dan Syawal

PUSAT DOWNLOAD E-BOOK ISLAM. Copyright 1439 H/ 2018 M Untuk Umat Muslim

Syafaat Kubra. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Seorang Bapak Tidak Boleh Memaksa Putrinya Menikah

Hukum Sodomi Terhadap Istri

Dan kemarahan itu sering menimbulkan perkara-perkara negatif, berupa perkataan maupun perbuatan yang haram.

Hukum Bersumpah Atas Nama Nabi Muhammad shalallahu alihiwasallam

Pembunuh Sembilan Puluh Sembilan Nyawa

Menjampi Air Termasuk Ruqyah Yang Syar'i

Adab Makan. Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-syaqawi. Terjemah : Muzaffar Sahidu Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Ramadhan dan Taubat Kepada Allah

Janganlah Berlaku Zalim

Dusta, Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

Berani Berdusta Atas Nama Nabi? Anda Memesan Sendiri Tempat di Neraka

Hukum Menanam Saham Di Sebagian Perusahaan

Hukum Mengubah Nazar

Aku telah meminta hujan dengan Majaadiihus Samaa yang dengannya hujan diturunkan.

Apakah Hukum Isbal Hanya Untuk Orang Sombong?

Membaca Sebagian Al-Quran Dalam Khutbah Jum'at

Metode Bijak Memperbaiki Aib

E١١٧ J١٠٩ W F : :

Hukum Khitan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-'utsaimin - rahimahullah Dan Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmu Dan Fatwa

Mimpi Yang Dilihat Oleh Nabi Shalallahu'alaihi wasallam

Pemisah Antara Tarawih dan Qiyam

Pembelahan Dada Nabi Muhammad serta Peristiwa Mi rajnya

Kisah Sebuah Amanah. Abu Ishaq al-huwaini al-atsari. Terjemah : Abu Umamah Arif Hidayatullah Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

: :

Apa yang Dianjurkan Setelah Selesai Witir

Abu Ishaq al-huwaini al-atsari

Bersegera Memenuhi Seruan Allah dan Rasul-Nya

Istiqomah. Khutbah Pertama:

Apakah Wanita yang Dicerai Mendapat Warisan Dari Mantan Suaminya yang Wafat?

Cahaya di Wajah Orang-Orang Yang Memahami Ilmu Agama

Kematian Lebih Baik Bagi Seorang Mukmin

Surat Untuk Kaum Muslimin

Jangan Taati Ulama Dalam Hal Dosa dan Maksiat

3 Wasiat Agung Rasulullah

2. Jika memang ada haditsnya, Kenapa dosa meratapi mayit ditimpakan ke mayit, padahal yg melakukan kesalahan itu adalah orang lain.

Hukum Mandi Hari Jum'at

SERIAL BUKU ISLAM #

Memuji Orang-Orang Shalih dan Mendorong Mereka Agar Terus Berjalan Lurus

Transkripsi:

Salaf Dan Fitnah Dalam Agama [ إندونييس Indonesian ] Indonesia Abdul Aziz bin Nashir al-julayyil Bahauddin bin Fatih Aqil Terjemah : Muhammad Iqbal A. Gazali Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad 2014-1435

السلف والفنت ىف ادلين «باللغة اإلندونيسية» الشيخ عبدالعزيز بن نارص اجلليل الشيخ بهاء ادلين بن فاتح عقيل ترمجة: حممد إقبال أمحد غزايل مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو 2014-1435

Muqodimah Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Abdul Karim al-jazary meriwayatkan dari Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar bin Yasir, ia berkata: Orang-orang musyrik menangkap (menyiksa) Ammar radhiyallahu anhu, mereka tidak melepaskannya hingga ia mencela Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan menyebutkan kebaikan sembahan-sembahan (berhala-berhala) mereka. Maka tatkala ia datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, Beliau bertanya: Apa yang terjadi di belakangmu? Ia menjawab: Keburukan, wahai Rasulullah, demi Allah, mereka tidak melepaskan aku hingga aku mencela engkau dan aku menyebutkan kebaikan sembahansembahan mereka. Beliau bersabda: Bagaimana engkau merasakan dalam hatimu? Ia menjawab: Tenang/damai dengan iman. Beliau bersabda: Jika mereka kembali maka kembalilah engkau. 1 1 Siyar A lam Nubala 1/411 dan hadits tersebut diriwayatkan al-hakim 2/357, ia menshahihkannya dan sepakati oleh adz-dzahabi, Ibnu Sa ad dalam Thabaqat 3/189, Abu Nu aim dalam al-hilyah 1/140, dan ath-thabary dalam Tafsir 14/122. 3

Dari Syu bah dan Hisyam, dari Qatadah, dari Yunus bin Jubair, ia berkata: Kami mengunjungi Jundub radhiyallahu anhu, aku berkata kepadanya: Berikanlah pesan/wasiat kepada kami. Ia berkata: Aku berwasiat kepadamu agar bertaqwa kepada Allah Shubhanahu wa ta ala dan aku berwasiat kepadamu dengan al- Qur`an, sesungguhnya ia merupakan cahaya di malam yang gelap dan petunjuk di siang hari. Amalkanlah al-qur an kendati berat dan susah. Jika datang bala maka berikanlah hartamu, jangan agamamu. Jika bala/cobaan terus berlanjut maka berikanlah harta dan jiwamu, jangan agamamu. Sesungguhnya orang yang rusak adalah yang rusak agamanya dan orang yang dirampas adalah orang yang dirampas agamanya. Ketahuilah, sesungguhnya tidak ada kefakiran setelah surga dan tidak ada kekayaan setelah neraka. 2 Abu Hisyam ar-rifa i berkata: Abu Bakar al-ayyasy rahimahullah berkata kepada Hasan bin Hasan rahimahullah di Madinah: Apakah fitnah masih tersisa darimu? Ia (Hasan) bertanya: Fitnah apakah yang engkau lihat padaku? Ia menjawab: Saya melihat mereka mencium tanganmu dan engkau tidak melarang mereka. 3 2 Siyar A lam Nubala 3/174. 3 Siyar A lam Nubala 8/500. Dan Abu Bakar al Ayyasy, namanya adalah Syu bah menurut pendapat yang masyhur, ia adalah teman Hasfh dalam mengambil qira ah dari Ashim. 4

Shafwan bin Shalih berkata: Abdullah bin Shalih al-katsir ad-dimisyqi al-qary berkata: Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menceritakan kepada kami. Ia berkata: Kami bersama Raja` bin Haiwah rahimahullah, maka kami mudzakarah tentang syukur terhadap nikmat. Ia berkata: Tidak ada seorang pun yang melaksanakan syukur terhadap nikmat dan di belakang kami ada seorang laki laki yang di kepalanya terdapat selendang-, ia berkata: Dan tidak pula Amirul Mukminin? Kami berkata: Kenapa Amirul Mukminin disebut di sini, bukankan ia juga seorang laki laki dari kaum mukminin? Ia berkata: Maka kami melupakannya, lalu Raja` menoleh namun tidak melihatnya. Ia berkata: Kamu didatangkan dari pemilik selendang. Jika kamu dipanggil untuk bersumpah maka bersumpahlah! Maka kami tidak mengetahui kecuali tiba-tiba pengawal khalifah sudah datang, ia berkata: Wahai Raja`, disebutkan amirul mikminin maka kamu tidak membelanya? Ia berkata: Aku berkata: Apakah itu wahai Amirul mukminin? Ia berkata: Kamu menyebutkan syukur terhadap nikmat, lalu kamu berkata: Tidak ada seorang pun yang melaksanakan syukur nikmat. Dikatakan kepadamu: Dan tidak pula amirul mukminin? Lalu engkau berkata: Amirul mukminin adalah seorang laki laki dari manusia! Aku berkata: Kejadiannya bukan seperti itu. Ia berkata: Demi Allah? Aku menjawab: Demi Allah. Lalu ia menyuruh algojo untuk 5

mencambuknya, lalu dicambuk tujuh puluh cambuk. Lalu aku keluar sedangkan ia berlumuran darah. Ia berkata (kepada dirinya sendiri): Ini dan engkau Raja` bin Haiwah? Aku berkata: Tujuh puluh kali cambuk lebih baik dari pada darah seorang mukmin. Ibnu Jabir berkata: Maka setelah itu, apabila Raja` duduk di satu majelis, ia berkata: Hati-hati terhadap pemiliki selendang. 4 Hanbal berkata: Aku menghadiri Abu Abdillah (imam Ahmad rahimahullah) dan Ibnu Ma in rahimahullah di sisi Affan rahimahullah setelah dipanggil oleh Ishaq bin Ibrahim untuk diuji (ditanya tentang al-qur`an), dan yang pertama tama diuji dari manusia (maksudnya para ulama Sunnah) adalah Affan. Yahya bin Ma in bertanya kepadanya esok harinya setelah diuji, Abu Abdillah hadir dan kami bersamanya, ia berkata: Beritakanlah kepada kami apa yang dikatakan oleh Ishaq? Ia berkata: Wahai Abu Zakariya, aku tidak menghitamkan wajahmu dan wajah sahabat sahabatmu, sesungguhnya aku tidak menerima ajakannya. Ia (Ibnu Ma in) bertanya kepadanya: Bagaimana yang terjadi? Ia berkata: Ia memanggilku dan membaca kepadaku surat dari khalifah al- 4 Siyar A lam Nubala 4/561. Saya katakan: Raja` bin Haiwah mengatakan hal itu untuk menjaga orang orang yang duduk di majelis agar tidak sampai mendapat siksaan dari polisi yang bisa membawa kepada terbunuhnya salah seorang dari mereka. Dengan hal ini ia berusaha menghindarkan bahaya yang lebih besar dengan sesuatu yang lebih ringan, seperti yang dijelaskan di akhir cerita. 6

Makmun dari al-jazirah, suratnya berbunyi: Uji Affan dan ajaklah ia mengatakan al-qur`an adalah seperti ini dan seperti itu. Jika ia mengatakan hal itu maka tetapkanlah ia di atas perkaranya (biarkanlah, lepaskanlah dia). Jika ia menolak apa yang kutulis kepadamu ini maka putuskanlah (hentikanlah) gaji yang diberikan kepadanya Khalifah Makmun memberikan kepada Affan rahimahullah setiap bulan sebanyak lima ratus dirham- maka tatkala ia selesai membaca surat, Ishaq berkata kepadaku: Apa yang engkau katakan? Lalu aku membaca kepadanya surah al-ikhlash hingga akhir surah. Aku berkata: Apakah ia makhluk? Ia berkata: Wahai Syaikh, sesungguhnya amirul mukminin berkata: Sesungguhnya jika engkau tidak memenuhi ajakannya, ia akan memutuskan tunjangan setiap bulan yang diberikan kepadamu. Aku menjawab: }2 ]اذلاريات: ] 22 آء الس م ق ك م ر ز و م ات وع د ون و ف Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (QS. adz-dzariyat:22) 7

Kemudian ia diam membisu dan aku pulang. Maka Abu Abdillah dan Yahya merasa senang dengan hal itu. 5 Dari Haitsam bin Khalaf ad-dury, sesungguhnya Muhammad bin Suwaid ath-thahhan menceritakan kepadanya, ia berkata: Kami berada di sisi Ashim bin Ali, dan bersamanya ada Abu Ubaid, Ibrahim bin Laits dan jamaah, dan imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sedang dipukul (dicambuk), lalu Ashim berkata: Adakah seorang laki-laki yang berdiri bersamaku, lalu kita mendatangi laki-laki ini, lalu kita berbicara dengannya? Ia berkata: Tidak ada seorang pun yang menjawab, kemudian Ibnu Abi Laits berkata: Wahai Abu Husain, aku menyampaikan kepada putri putriku, aku ingin berwasiat kepada mereka. Maka kami mengira ia pergi menyiapkan kapan dan wewangian. Kemudian ia datang seraya berkata: Aku pergi kepada mereka, lalu mereka menangis. Ia berkata: Datang surat dari dua putri Ashim dari Wasith (yang isinya): Wahai bapak kami, sesungguhnya sampai berita kepada kami bahwa laki-laki ini menangkap imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, lalu mencambuknya agar ia mengatakan: al-qur`an adalah makhluk, maka bertaqwalah kepada Allah subhanahu wa ta ala, janganlah engkau memenuhi permintaannya. Demi Allah, sungguh datang 5 Siyar A lam Nubala 10/244. 8

kepada kami berita kematianmu lebih kami sukai dari pada datang kepada kami berita bahwa engkau mengabulkan permintaannya. 6 Dari Abu Ja far al-anbary, ia berkata: Tatkala imam Ahmad rahimahullah dibawa kepada khalifah al-makmun, aku diberitahu, lalu aku menyeberangi sungai Furat, ternyata ia duduk di penginapan, lalu aku memberi salam kepadanya, ia berkata: Wahai Abu Ja far, engkau telah bekerja keras. Aku berkata: Wahai ini, engkau sekarang adalah pemimpin (sebagai panutan) manusia (umat Islam) mengikutimu. Demi Allah, jika engkau mengikuti ajakan untuk mengatakan al-qur`an itu adalah makhluk niscaya manusia juga menerimanya, dan jika engkau tidak menerima ajakan itu niscaya manusia yang sangat banyak juga tidak menerimanya. Bersama hal itu, sesungguhnya jika laki-laki tidak membunuhmu maka sesungguhnya engkau akan wafat, tetap akan wafat, maka bertaqwalah kepada Allah Shubhanahu wa ta ala dan janganlah engkau menerima ajakan. Maka mulailah imam Ahmad rahimahullah menangis dan berkata: Masya Allah. Kemudian ia berkata: Wahai Abu Ja far, ulangi kata-kata itu. Lalu aku mengulanginya, dan ia berkata: Masya Allah. 7 6 Siyar A lam Nubala 9/264. 7 Siyar A lam Nubala 11/239. 9

Shalih bin Ahmad rahimahullah berkata: Bapakku (imam Ahmad rahimahullah) dan Muhammad bin Nuh rahimahullah dibawa dari Bagdad dalam kondisi dibelenggu, maka jadilah kami bersama keduanya ke Anbar. Abu Bakar al-ahwal rahimahullah bertanya kepada bapakku: Wahai Abu Abdillah, jika engkau dihadapkan kepada pedang (akan dibunuh), apakah engkau memenuhi ajakan mereka? Ia menjawab: Tidak. Kemudian keduanya dibawa berjalan, lalu aku mendengar bapakku berkata: Kami berada di Rahbah 8. Kami berangkat dari sana pada waktu tengah malam. Maka seorang laki-laki menghadang kami, ia berkata: Siapakah di antara kalian yang bernama Ahmad bin Hanbal? Dikatakan kepadanya: Ini. Ia berkata kepada penarik unta: Perlahan. Kemudian ia berkata: Wahai engkau, tidak mengapa engkau dibunuh di sini dan engkau masuk surga. Kemudian ia berkata: Aku menitipkan engkau kepada Allah Shubhanahu wa ta ala, dan ia berlalu. Maka aku bertanya tentang dia, dikatakan kepadaku: Ini adalah seorang laki laki dari Arab Rabi ah yang bekerja membuat kain dari bulu unta di perkampungan. Dikatakan namanya Jabir bin Amir, ia seorang yang baik. 9 8 Yaitu Rahbah Malik bin Thuq yang terletak di antara Bagdad dan Riqqah. 9 Siyar A lam Nubala 11/241 10

Dari Ahmad bin Hawari, ia berkata: Ibrahim bin Abdullah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: Aku tidak mendengar satu kalimat sejak aku terjebak dalam perkara ini yang lebih kuat dari kalimat seorang Arab Badawi yang berbicara kepadaku di Rahbah Thuq, ia berkata: Wahai Ahmad, jika kebenaran membunuhmu niscaya engkau wafat sebagai syahid, dan jika engkau hidup niscaya engkau hidup secara terpuji, maka ia menguatkan hatiku. 10 Hanbal berkata: Abu Abdillah (imam Ahmad rahimahullah) berkata: Aku belum pernah melihat seseorang dalam usianya yang muda belia dan kadar keilmuannya yang lebih lurus dengan perkara/perintah Allah Shubhanahu wa ta ala dari pada Muhammad bin Nuh, sesungguhnya aku berharap bahwa ia wafat dalam keadaan baik. Ia berkata kepadaku pada suatu hari: Wahai Abu Abdillah, takutlah kepada Allah Shubhanahu wa ta ala, takutlah kepada Allah Shubhanahu wa ta ala, sesungguhnya engkau bukan seperti aku, engkau seorang laki laki yang dijadikan panutan. Semua orang telah memanjangkan leher mereka kepadamu, apa yang terjadi darimu. Maka takutlah engkau kepada Allah Shubhanahu wa ta ala dan teguhlah untuk perkara Allah Nya, atau semisal yang demikian itu. 10 Siyar A lam Nubala 11/242. 11

Lalu ia wafat dan aku menshalatkan dan menguburnya. Aku mengira ia berkata: Di Anah. 11 11 Siyar A lam Nubala 11/242. Anah adalah satu kota yang terkenal di antara Riqqah dan Hiit, menghadap ke sungai Furat dan di sana ada benteng pertahanan. 12