PENGARUH LATIHAN GERAK KAKI (STRETCHING)

dokumen-dokumen yang mirip
PENURUNAN KELUHAN NYERI SENDI PADA LANSIA MELALUI SENAM LANSIA DECREASING JOINT PAIN TO ELDERLY THROUGH ELDERLY EXERCISE ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. ekonomi, perbaikan lingkungan hidup, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi

PENGARUH TERAPI OKUPASIONAL TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI LUHUR KOTA JAMBI TAHUN 2014

Abstrak. Kata kunci: nyeri pinggang bawah, kompres hangat, lansia. Abstract

PENDIDIKAN KESEHATAN JIWA MENINGKATKAN KEKEBALAN IMUN DARI STRES PADA LANSIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: RITA SUNDARI

SKRIPSI HUBUNGAN KEAKTIFAN SENAM DENGAN TINGKAT FLEKSIBILITAS SENDI LUTUT LANSIA. Di Kelompok Senam Geriatri As-Sakinah Aisyiyah Ponorogo

ABSTRAK PENGARUH PELAKSANAAN SENAM LANSIA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DI PUSKESMAS KALUKU BODOA MAKASSAR TAHUN 2015

UPAYA MENURUNKAN KELUHAN NYERI SENDI LUTUT PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA SEJAHTERA

1 GAMBARAN PERILAKU PERAWAT DALAM PENCEGAHAN TERJADINYA FLEBITIS DI RUANG RAWAT INAP RS. BAPTIS KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Seiring dengan keberhasilan pemerintah dalam pembangunan

DESKRIPTIF TENTANG KARAKTERISTIK LINGKUNGAN YANG BERISIKO TERJADINYA JATUH PADA LANSIA DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG

PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES AIR HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PUNGGUNG IBU HAMIL TRIMESTER

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Keberhasilan pemerintah dalam pembangunan Nasional telah mewujudkan

BAB I PENDAHULUAN. perubahan struktur umur penduduk yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah

EFEKTIVITAS STRETCHING TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI LUTUT PADA LANSIA

PENGARUH MULLIGAN EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI LUTUT PADA LANJUT USIA

KEMANDIRIAN FUNGSIONAL LANSIA DIABETES MELITUS DI KELURAHAN BANGSAL KOTA KEDIRI

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI ORANG TUA DALAM MEMANFAATKAN ALAT-ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI RUANG ANAK RS. BAPTIS KEDIRI ABSTRACT

DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA PADA PASIEN GANGGUAN ANSIETAS MENYELURUH DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT BAPTIS KEDIRI

PERBEDAAN LINGKUP GERAK SENDI FUNGSIONAL TRUNK PADA LANSIA DI POSYANDU ASOKA DAN POSYANDU JAGA RAGA VII

PENGARUH POSISI TIDUR MIRING TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU LANSIA PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG ABSTRAK

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN PERSEPSI NYERI PADA LANSIA DENGAN ARTRITIS REUMATOID

EFEKTIFITAS PEMBERIAN STRETCHING TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI SENDI PADA LANSIA DI UNIT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA WENING WARDOYO UNGARAN

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT LANJUT USIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PASURUAN) KEC. BABAT KAB LAMONGAN

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA 2016

Efektivitas Stretching terhadap Penurunan Nyeri sendi lutut Pada Lansia

BAB I PENDAHULUAN. pembunuh diam diam karena penderita hipertensi sering tidak. menampakan gejala ( Brunner dan Suddarth, 2002 ).

PEMBERIAN INTERVENSI SENAM LANSIA PADA LANSIA DENGAN NYERI LUTUT

HUBUNGAN KEPUASAN PASIEN ANTENATAL CARE

PERBEDAAN NORMALITAS TEKANAN DARAH PADA WANITA MIDDLE AGE YANG MENGIKUTI SENAM DAN TIDAK SENAM DI KELURAHAN BANDUNGREJOSARI MALANG ABSTRAK

PENGARUH NAFAS DALAM MENGGUNAKAN PERNAFASAN DIAFRAGMA TERHADAP NYERI SAAT PERAWATAN LUKA PASIEN POST OPERASI DI RUMAH SAKIT SARI ASIH SERANG

BAB I PENDAHULUAN. hingga kematian. Proses menua berlangsung secara alamiah dalam tubuh yang

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU SEJAHTERA GBI SETIA BAKTI KEDIRI ABSTRACT

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan gejala utama nyeri (Dewi, 2009). Nyeri Sendi merupakan penyakit

HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN TERJADINYA INSOMNIA PADA LANSIA USIA TAHUN DI DESA MAYANGGENENG KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO

BAB I PENDAHULUAN. yaitu: usia pertengahan (middle age) adalah tahun, lanjut usia

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN DERAJAT KECEMASAN PADA LANSIA DI PANTI WREDHA ST. YOSEPH KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pada tahun 2000 jumlah lansia di Indonesia diproyeksikan sebesar

BAB I PENDAHULUAN. menghilangnya secara perlahan lahan kemampuan jaringan lunak untuk. memperbaiki kerusakan yang dideritanya disebut menua aging

PENGARUH PELATIHAN PATIENT HANDLING TERHADAP PENURUNAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG AKIBAT KERJA

PENGARUH RENDAM KAKI MENGGUNAKAN AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BENDUNGAN KECAMATAN KRATON PASURUAN

BAB 1 PENDAHULUAN. bisa dihindari. Lanjut usia (lansia) menurut Undang-Undang Republik

BAB I PENDAHULUAN. telah meningkatkan kualitas hidup manusia dan menjadikan rata-rata umur

STRATEGI KOPING DAN INTENSITAS NYERI PASIEN POST OPERASI DI RUANG RINDU B2A RSUP H. ADAM MALIK MEDAN

Oleh Sherli Mariance Sari Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada Palembang

BAB I PENDAHULUAN. diprediksikan jumlah lansia sebesar 28,8 juta jiwa (11,34%) dengan usia

Pengaruh Range of Motion (ROM) terhadap nyeri sendi pada lansia

SKRIPSI PENGARUH TERAPI BERMAIN PRETEND PLAY TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK RETARDASI MENTAL RINGAN DI SLB BHAKTI SIWI SLEMAN

BAB I PENDAHULUAN. Lanjut usia (Lansia) adalah seseorang yang berusia di atas 60 tahun (UU 13

TERAPI BERMAIN : GAMES PENGARUHI TINGKAT ADAPTASI PSIKOLOGIS ANAK USIA SEKOLAH

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan penduduk serta meningkatkan umur harapan hidup manusia.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Nyeri pada penderita artritis reumatoid adalah gejala yeng sering

EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT MENINGKATKAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY DAILY LIVING PADA LANSIA DENGAN NYERI SENDI

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan disegala bidang selama ini sudah dilaksanakan oleh

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI SMALL GROUP DISCUSSION

HUBUNGAN STRESOR DENGAN STRES DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA STUDI COSS SECTIONAL DI STIKES YARSI SUMBAR BUKITTINGGI TAHUN 2014

SENAM TAI CHI TERHADAP FLEKSIBILITAS PUNGGUNG LANSIA

PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

Mata Ajar                   : Keperawatan Komunitas. Pokok Pembahasan    : Rematik (Artritis reumatoid dan Osteoartritis)

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan, dan tingkat pendapatan semakin meningkat. Salah satu penanda

PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWI KELAS X TENTANG PERTOLOGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: ROSIANA NUR IMALLAH NIM:

PERBEDAAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI SEBELUM DAN SESUDAH PELATIHAN SENAM LANSIA MENPORA PADA KELOMPOK LANSIA KEMUNING, BANYUMANIK, SEMARANG

Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat...

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KETERAMPILAN KELUARGA DALAM MELAKUKAN ROM PADA PASIEN STROKE

GAMBARAN KARAKTERISTIK LANSIA DENGAN GANGGUAN TIDUR (INSOMNIA) DI RW 1 KELURAHAN BANGSAL KOTA KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN. psikologik, dan sosial-ekonomi, serta spiritual (Nugroho, 2000).

EFEKTIFITAS DAN KENYAMANAN TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION

Kata kunci : Tekanan darah, Terapi rendam kaki air hangat, Lansia.

SKRIPSI AUTO STRETCHING

STUDI KOMPARASI TINGKAT STRES LANJUT USIA YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI SENAM BUGAR LANSIA (SBL) DI DUSUN MRISI DESA TIRTONIRMOLO KASIHAN BANTUL

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI POST OPERASI DI RUMAH SAKIT Dr.OEN SURAKARTA

PERBEDAAN EFEK PEREGANGAN AKUT SELAMA 15 DAN 30 DETIK TERHADAP KEKUATAN KONTRAKSI OTOT BICEPS BRACHII. Oleh : RUDY TANUDIN

PENGARUH FREE ACTIVE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN RANGE OF MOTION SENDI LUTUT WANITA LANJUT USIA

Study Tingkat Kecemasan Penderita Diabetes Mellitus Di Poli Rawat Jalan Puskesmas Ngawi Purba Kabupaten Ngawi

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH KEBUTUHAN TIDUR PADA LANJUT USIA INSOMNIA

PENGETAHUAN LANSIA TENTANG GOUT

2013 GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT REUMATIK PADA WANITA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA BUDI PERTIWI BANDUNG

ABSTRAK. iii Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN. organ dan jaringan tubuh terutama pada sistem muskuloskeletal dan jaringan

ARTIKEL EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG CEMPAKA RSUD UNGARAN

Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Kepuasan Hidup Lansia di Kelurahan Bebel Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan

Lampiran 1 SURAT IJIN PENELITIAN

PENELITIAN TINGKAT KECEMASAN MASYARAKAT YANG MENGALAMI PROSES PENUAAN. Di Dusun Besar Desa Prayungan Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo

EFEK KAFEIN TERHADAP KEJADIAN TREMOR TANGAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA ANGKATAN TAHUN 2010.

NASKAH PUBLIKASI TRI NURIKA Disusun Oleh:

PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TENTANG POSYANDU LANSIA TERHADAP KEAKTIFAN LANSIA DI POSYANDU LANSIA

Jurnal Harapan Bangsa Vol. 1 No. 1, Juli 2013

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan dengan cepat, tepat dan benar. Diberikan melalui

EFEKTIFITAS SENAM AEROBIK LOW IMPACT TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI DI EKSTREMITAS BAWAH PADA LANSIA DI DUKUH JUWANGI TEMPURSARI NGAWEN

PERBEDAAN TINGKAT DISMENOREA PRIMER DENGAN PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER PADA SISWI SMA NEGERI 3 SURAKARTA KARYA TULIS ILMIAH

PENYULUHAN BATUK EFEKTIF TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA PASIEN TUBERKULOSIS PARU

HUBUNGAN PERUBAHAN PSIKOSOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA

PERBEDAAN SKALA NYERI PADA IBU INPARTU KALA I FASE AKTIF DENGAN MASASE PUNGGUNG DAN TANPA MASASE PUNGGUNG

Transkripsi:

ISSN 2085-0921 PENGARUH LATIHAN GERAK KAKI (STRETCHING) TERHADAP PENURUNAN NYERI SENDI EKSTREMITAS BAWAH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA SEJAHTERA GBI SETIA BAKTI KEDIRI Yohanita Pamungkas Mahasiswa STIKES RS. Baptis Kediri Email :stikesbaptisjurnal@ymail.com Dewi Ika Sari, SST., M.Kes Dosen STIKES RS. Baptis Kediri Email :dewikasari@yahoo.com ABSTRACT Backgorund : Aging is naturally experienced by human. The process includes some changes such as: biological, psychological, social, and spiritual state. Physiological alternation appears in musculoskeletal system which causes joint pain. Some treatments can be used to overcome it. One of them is stretching. Stretching increases the elasticity and strength of muscle and also reduces joint pain. The research aimed at studying the influence of stretching toward extremity of joints pain of the elderly on Posyandu Lansia Sejahtera Setia Bakti Baptist Church Kediri. Method : This research Pre Experimental Research, one group pre test post test design. Sample was 35 respondents who met the inclusive criteria. It was taken using Purposive Sample. The variable was extremity of joints pain. The data were collected through observation and interview before and after the treatment given. Further, it was analyzed using Wilcoxon test with significant level p < 0.05. The result showed 33 respondent (94.2%) experiencing low extremity of joint pain after having stretching. Conclusion : The conclusion that stretching reduces the extremity of joints pain of the elderly because the treatment relaxed muscle. Besides, decreasing the pain, the elderly would be more active, productive, and comfort in running their lives. Key words : Stretching, Joint Pain, and the Elderly Pendahuluan Proses menua (aging) merupakan proses yang terus-menerus (berlanjut secara alamiah) yang dimulai sejak lahir dan umumnya dialami oleh semua makhluk hidup (Nugroho, 2000; 13). Perubahan fisiologis yang terjadi pada lansia dapat mengenai sistem muskuloskeletal, yaitu rasa nyeri sendi pada ekstremitas bawah adalah keluhan yang paling sering muncul pada lansia (Taslim, 2009;1). Ada beberapa cara untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya adalah dengan latihan gerak kaki (stretching). Pada tahun 2005 lansia di Indonesia berjumlah 17,7 juta jiwa atau 7,97%. Diperkirakan pada tahun 2010 akan meningkat menjadi 19,9 juta jiwa atau 8,48% dari total penduduk Indonesia (Ananta dan Anwar, 1994 yang dikutip oleh Nugroho, 2000;2). Sekitar 80% lansia mengalami kondisi kronis yang dihubungkan dengan nyeri (Stanley, 2007;289), dan hampir 8% orang-orang berusia 50 tahun ke atas mempunyai keluhan pada sendinya. Nyeri sendi yang paling banyak adalah pada sendi-sendi penahan berat tubuh (panggul, lutut dan kaki) (Nugroho, 2000;4). Beberapa kelainan akibat perubahan sendi yang banyak terjadi pada lansia antara lain osteoartritis, artritis reumatoid, dan gout. Kelainan ini dapat menimbulkan gangguan berupa rasa nyeri, 8

bengkak, kekakuan sendi, keterbatasan luas gerak sendi, gangguan berjalan dan aktivitas keseharian lainnya, dan peningkatan resiko jatuh. Upaya untuk mengatasi nyeri sendi pada lansia, dapat dilakukan dengan relaksasi. Salah satu teknik relaksasi yang digunakan adalah olah raga ringan seperti latihan gerak kaki (stretching). Berdasarkan data di atas, peneliti tertarik untuk menganalisa pengaruh latihan gerak kaki (stretching) terhadap penurunan nyeri sendi ekstremitas bawah pada lansia di Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan desain Pra-Eksperimen dengan rancangan One-Group Pra-Test Post-Test Design. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 35 orang lansia di Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri. Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah wawancara (dengan skala) untuk mengetahui data demografi dan status kesehatan lansia (penyakit nyeri sendi). Untuk pengukuran skala nyeri, dilakukan pada responden sebelum dan sesudah pemberian latihan gerak kaki (stretching) dengan menggunakan lembar observasi intensitas nyeri, Sampling penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Uji statistik yang di pakai dalam penelitian ini adalah Wilcoxon Match Pair Test. Hasil Penelitian a. Tabel 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Lamanya Nyeri Sendi di Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri Pada Tanggal 7 Sep 2009 sampai 3 Okt 2009 Jumlah Lama Nyeri Sendi Responden 1. 3-6 bulan 6 17,14 2. 6 bulan 1 tahun 12 34,29 3. Lebih dari 1 tahun 17 48,57 Tabel menunjukkan paling banyak responden mengalami nyeri sendi selama lebih dari 1 tahun yaitu berjumlah 17 responden (48,57%). b. Tabel 2 Nyeri Sendi Sebelum Diberikan Latihan Gerak Kaki (Stretching) Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri Pada Tanggal 7 Sep 2009 sampai 3 Okt 2009 Tingkat Nyeri Jumlah Sendi Responden 1. Tidak nyeri 0 0 2. Nyeri ringan 7 20 3. Nyeri sedang 20 57,14 4. Nyeri parah 8 22,86 5. Nyeri sangat parah 0 0 Tabel menunjukkan lebih dari 50% responden yang mengalami nyeri sendi sedang sebelum diberikan latihan gerak kaki (stretching) yaitu berjumlah 20 responden (57,14%). c. Tabel 3 Nyeri Sendi Sesudah Diberikan Latihan Gerak Kaki (Stretching) Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri Pada Tanggal 7 Sep 2009 Sampai 3 Okt 2009 Tingkat Nyeri Jumlah Sendi Responden 1. Tidak nyeri 9 25,71 2. Nyeri ringan 20 57,14 3. Nyeri sedang 6 17,14 4. Nyeri parah 0 0 5. Nyeri sangat 0 0 parah Tabel menunjukkan lebih dari 50% responden yang mengalami nyeri sendi ringan sesudah diberikan latihan gerak kaki (stretching) yaitu berjumlah 20 responden (57,14%). d. Tabel 4 Nyeri Sendi Ekstremitas Bawah Sebelum dan Sesudah Diberikan Latihan Gerak Kaki (Stretching) Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri Pada Tanggal 7 Sep 2009 sampai 3 Okt 2009 Tingkat Nyeri Sendi Sebelum Latihan Sesudah Latihan Jumlah % 1. Tidak nyeri 0 0 2. Nyeri ringan 7 20 3. Nyeri sedang 20 57,14 4. Nyeri parah 8 22,86 5. Nyeri sangat parah 0 0 Tabel menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden sebelum latihan gerak 9

kaki (stretching) mengalami nyeri sedang sebanyak 20 responden (57,14%). Sedangkan setelah latihan gerak kaki (stretching), lebih dari 50% responden mengalami penurunan tingkat nyeri sendi menjadi nyeri ringan sebanyak 20 responden (57,14%). Berdasarkan uji statistik Wilcoxon Match Pair Test didapatkan nilai p < 0,000, maka Ho ditolak berarti ada penurunan tingkat nyeri sendi ekstremitas bawah yang signifikan. Jadi berpengaruh latihan gerak kaki (stretching) terhadap penurunan nyeri sendi ekstremitas bawah pada lansia di Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri. Pembahasan 1. Tingkat Nyeri Sendi Ekstermitas Bawah Pada Lansia Sebelum Diberikan Latihan Gerak Kaki (Stertching) Di Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri Berdasarkan hasil penelitian sebelum diberikan latihan gerak kaki (stretching) didapatkan 20% mengalami nyeri ringan sebanyak 7 responden, 57,14% mengalami nyeri sedang sebanyak 20 responden, dan 22,86% mengalami nyeri parah sebanyak 8 responden. Lansia mengalami proses menua (aging) yaitu proses yang terus-menerus (berlanjut secara alamiah) yang dimulai sejak lahir dan umumnya dialami oleh semua makhluk hidup (Nugroho, 2000;13). Pada proses penuaan ini disertai oleh adanya penurunan kondisi, biologis, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain (Pudjiastuti, 2003; 4). Perubahan fisiologis yang terjadi dapat mengenai sistem muskuloskeletal, dan rasa nyeri pada ekstremitas bawah adalah keluhan yang paling sering muncul pada lansia (Taslim, 2009;1). Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan tidak menyenangkan bersifat sangat subjektif karena perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkatannya, dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri yang dialaminya (Hidayat, 2006; 214). Intensitas nyeri dapat diketahui dengan melakukan observasi kepada pasien melalui skala nyeri 0 4, yaitu 0 bila tidak merasakan nyeri, 1 bila nyeri ringan, 2 bila nyeri sedang, 3 bila nyeri parah, dan 4 bila nyeri sangat parah. 2. Tingkat Nyeri Sendi Ekstermitas Bawah Pada Lansia Sesudah Diberikan Latihan Gerak Kaki (Stertching) Di Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mayoritas responden (lebih dari 90%) mengalami penurunan nyeri sendi ekstremitas bawah sesudah diberikan latihan gerak kaki (stretching). Rasa nyeri sering terjadi pada lansia. Hal ini terjadi karena menua (menjadi tua = aging) adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas (termasuk infeksi) dan memperbaiki kerusakan yang diderita (Constantinides, 1994 dikutip oleh Tjokronegoro, 1999;3). Rasa nyeri sendi dapat dikurangi dengan dua cara, yaitu tindakan non farmakologis dan tindakan farmakologis. Latihan gerak kaki (stetching) termasuk dalam teknik relaksasi. Teknik relaksasi memberikan individu kontrol diri terhadap rasa tidak nyaman atau saat nyeri, stres fisik dan emosi pada nyeri. Stretching atau peregangan adalah penghubung penting antara kehidupan statis dan kehidupan aktif, yang membuat otot tetap lentur, membuat siap bergerak dan membantu tubuh beralih dari kehidupan kurang gerak ke aktivitas banyak gerak tanpa menimbulkan ketegangan (Anderson, 2008;11). Latihan gerak kaki ini merupakan segala upaya yang dilaksanakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kondisi fisik pada lansia (Pudjiastuti, 2003;102). Latihan gerak kaki (stretching) dapat bermanfaat secara optimal apabila 10

dilakukan dengan benar dan teratur. Frekuensi latihan yang dianjurkan adalah 3 atau 5 kali per minggu secara teratur dan terus-menerus. Selain itu, latihan gerak kaki (stretching) harus dilakukan selama 15-30 menit (Pudjiastuti, 2003;104).Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melakukan latihan, yaitu memilih latihan yang bermanfaat, aman, sesuai dengan kebutuhan, melakukan latihan tidak dilakukan 1 2 jam setelah makan, tidak pada cuaca panas dan kelembaban tinggi, tidak duduk segera setelah latihan dan jangan mandi air dingin. 3. Analisis Pengaruh Latihan Gerak Kaki (Stretching) Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Ekstermitas Bawah Pada Lansia Di Posyandu Lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri Berdasarkan hasil penelitian, jumlah responden yang mengalami penurunan tingkat nyeri setelah dilakukan latihan gerak kaki (stretching) yaitu yang tidak mengalami nyeri sendi dari 0 menjadi 9 responden (25,71%), nyeri ringan dari 7 responden (20%) menjadi 20 responden (57,14), nyeri sedang dari 20 orang (57,14) menjadi 6 orang (17,14%), dan yang nyeri parah dari 8 orang (22,86%) menjadi 0 responden. Hal ini disebabkan karena latihan gerak kaki (stetching) termasuk dalam teknik relaksasi. Stretching atau pergangan ketegangan otot menjadi berkurang, tubuh terasa lebih relaks, memperluas rentang gerak, menambah rasa nyaman, dan membantu mencegah cedera (Anderson, 2008;14). Faktor yang mempengaruhi keberhasilan latihan gerak kaki (stretching) antara lain lansia dapat melakukan latihan ini dengan tepat dan intensitas yang sesuai, adanya motivasi dan dukungan keluarga. Hasil penelitian di atas menunjukkan adanya pengaruh latihan gerak kaki (stretching) terhadap penurunan nyeri sendi ekstremitas bawah pada lansia. Hal ini dikarenakan setelah lansia melakukan latihan gerak kaki (stretching) secara benar dan teratur, otot-otot yang tegang akan berkurang dan mempertahankan atau meningkatkan kelenturan tubuh sehingga tubuh terasa lebih relaks. Selain itu rentang gerak lansia menjadi lebih luas sehingga membuat aktivitas yang berat menjadi lebih mudah dilakukan. Dengan adanya penurunan rasa nyeri sendi tersebut maka lansia dapat menjadi lebih aktif, produktif dan dapat menjalani masa tuanya dengan lebih nyaman. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat dirumuskan kesimpulan sebagai berikut : 1. Sebelum diberikan latihan gerak kaki (stretching) terdapat 7 responden (20%) dengan nyeri ringan, 20 responden (57,1%) dengan nyeri sedang, dan 9 responden (22,9%) dengan nyeri parah. 2. Setelah diberikan latihan gerak kaki (stretching) terdapat 33 responden (94,2%) yang mengalami penurunan nyeri sendi ekstermitas bawah. 3. Terdapat pengaruh latihan gerak kaki (stretching) terhadap penurunan nyeri sendi ekstermitas bawah pada lansia di posyandu lansia Sejahtera GBI Setia Bakti Kediri dengan uji statistik Wilcoxon Match Pair Test dengan tingkat kemaknaan p = 0,00 Daftar Pustaka Arikunto, (2002). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta : Rineka Cipta. Anderson, (2008). Stretching (Peregangan). Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta. Darmojo, (1999). Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), Edisi 2. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Dempsey, (2002). Buku Ajar dan Latihan : Riset Keperawatan. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. 11

Harnawati, (2008). Lansia. www//http:harnawatij.wordpress.com Tanggal 11 Juni 2009. jam 21.30 WIB. Hidayat, (2006). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia: Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan, Buku 1. Jakarta: Salemba Medika. Indawati, (2005). Identifikasi Beberapa Faktor yang Berkaitan dengan Banyaknya Lansia di Kabupaten Lamongan (Studi Eksplorasi Data). www//http.lib.unair.ac.id Tanggal 11 Juni 2009. jam 21.25 WIB. Nugroho, (2000). Keperawatan Gerontik, Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC Nursalam, (2001). Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Info Medika. Nursalam, (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. Suryabrata, (2003). Metodologi Penelitian. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Tamher dan Noorkasiani, (2009). Kesehatan Usia Lanjut dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika. Taslim, (2009). Gangguan Muskuloskeletal Pada Usia Lanjut, Bagian 1. www//:binhasyim.wordpress.com Tanggal 11 Juni 2009 jam 21.10 WIB. Tjokronegoro, (2001). Neurogeriatri. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Tjokronegoro, (2004). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I Edisi Ketiga. Jakarta: Gaya Baru. (2007). Buku Pedoman Penyusunan Proposal Dan Skripsi. Surabaya : PSIK Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Potter dan Perry, (2006). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Konsep, Proses, dan Praktik, Volume 2, Edisi 4. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. Pudjiastuti, (2003). Fisioterapi pada Lansia. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Setiadi, (2007). Konsep Dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu. Smeltzer, Suzanne C., (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth, Volume 1 Edisi 8. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Stanley, (2007). Buku Ajar Keperawatan Gerontik, Edisi 2. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. 12