BAB I PENDAHULUAN. Bandung, 2011, hlm Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2005, hlm5

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. dalam memahami Psikologi anak Usia SD, SMP, dan SMA, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009, hlm. 219.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Ibid, hal Moh Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002, hal. 4

BAB I PENDAHULUAN. negara. 1 Di atas sudah jelas bahwa pendidikan hendaknya direncanakan agar

BAB I PENDAHULUAN. 1 Tatang, Ilmu Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2012), hlm Ibid., hlm

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan.

A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil,

BAB I PENDAHULUAN. kondisi sosial kultural masyarakat Indonesia( Hamalik, 2001: 1)

BAB I PENDAHULUAN. Novan Ardy Wiyani, Desain Pembelajaran Pendidikan, Ar-ruz Media, Yogyakarta, 2013, hlm.18. 2

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan. Agus Mahfud, Ilmu Pendidikan Islam Pemikiran Gus Dur, Nadi Pustaka, Yogyakarta, 2012, hlm. 73.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB. I. Pendahuluan. Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan. menciptakan pembelajaran yang kreatif, dan menyenangkan, diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian dan kemampuan menuju kedewasaan serta pembentukan manusia

BAB I PENDAHULUAN. rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

BAB I PENDAHULUAN. Menyambung yang Terputus dan Menyatukan yang Tercerai), Alfabeta, Bandung, 2009, hlm. 2.

BAB I PENDAHULUAN. secara sistematis dan terencana dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. Lembaga Pendidikan Islam baik MI, MTs, MA, maupun PTAI sering

BAB I PENDAHULUAN. 2015, hlm Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2001, hlm

BAB I PENDAHULUAN. sering diterjemahkan dengan tarbiyah yang berarti pendidikan. 1 Istilah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, Sinar Grafika, Jakarta, 2003, hlm. 2.

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu pondasi utama yang dapat menjadikan

BAB I PENDAHULUAN. . Trianto, Model Pemblajaran Terpadu, Jakarta, 2011: Penerbit SINAR GRAFIKA OFFSET. hlm 3. 2

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dan lewat

BAB I PENDAHULUAN. Allah SWT berfirman pada Al Quran surat Az-Zuhruf ayat 43 :

BAB I PENDAHULUAN. terutama generasi muda sebagai pemegang estafet perjuangan untuk mengisi

BAB I PENDAHULUAN. terbelakang. Pendidikan harus benar-benar diarahkan untuk menghasilkan

BAB I PENDAHULUAN. untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pendidikan formal informal dan non-formal. Penerapan

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. diantara ajaran tersebut adalah mewajibkan kepada umatnya untuk melaksanakan

BAB I PENDAHULUAN. dan perkembangan bangsa. Pendidikan Agama Islam akan mengenalkan bangsa

BAB I PENDAHULUAN. 1 Undang-Undang, Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) 2003, Sinar Grafika, Jakarta, 2006,

BAB I PENDAHULUAN. karena belajar merupakan kunci untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Tanpa

BAB I PENDAHULUAN. Faturrahman Dkk, Pengantar Pendidikan, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2012, hlm 2

BAB I PENDAHULUAN. sesuatu yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa dan Negara,

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik. kedewasaan dan bertanggung jawab atas segala perbuatannya.

BAB I PENDAHULUAN. manusia tidak dapat berkembang dengan baik. Pendidikan dapat diartikan

BAB I PENDAHULUAN. Mempelajari pendidikan Islam sangat penting bagi kehidupan setiap. muslim karena pendidikan merupakan suatu usaha yang membentuk

BAB I PENDAHULUAN. dari yang diharapkan. Banyak siswa yang mempunyai perilaku menyimpang,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. bangsa Indonesia. Berbagai kajian dan pengalaman menunjukkan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, Kencana, Jakarta, 2008, hlm. 17 2

BAB I PENDAHULUAN. tahun dan 9 tahun. Anak-anak yang bersekolah di tingkat Sekolah Dasar (dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. rangka mewujudkan dinamika peradaban yang dinamis.

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pendidikan adalah usaha sadar

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 2005, Hlm, 28

BAB I PENDAHULUAN. Media Group, Jakarta, 2010, hlm Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Prenada

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun Oleh:

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan pada hakikatnya merupakan kegiatan mendidik, mengajar,

BAB I PENDAHULUAN. Allah swt Berfirman. dalam surat Al-Mujadallah ayat 11.

BAB I PENDAHULUAN. Undang No. 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3 sebagai berikut. Hal ini sejalan pula dengan Hadist Rasulullah SAW dari Abu Hurairah r.a.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Munculnya berbagai problematika remaja yang terjadi saat ini

BAB I PENDAHULUAN. * Seluruh Teks dan terjemah Al-Qur`ān dalam skripsi ini dikutip dari Microsoft Word Menu Add-Ins

BAB I PENDAHULUAN Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2003, hlm. 2.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan nasional merupakan pelaksanaan pendidikan suatu negara

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan. melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu untuk

BAB I PENDAHULUAN. Fungsi pendidikan di Indonesia telah dijabarkan dalam Undang-Undang. Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. berperan dengan sebaik-baiknya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

BAB I PENDAHULUAN. bangsa yang mempunyai perbedaan berbagai macam adat istiadat, bahasa,

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Sebagai suatu kegiatan yang sadar akan tujuan, maka dalam pelaksanaannya

BAB I PENDAHULUAN. Ulil Amri Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur an, PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta, 2012, hlm. 57.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai. keterampilan-keterampilan pada siswa. 1

BAB I PENDAHULUAN. potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri,

BAB I PENDAHULUAN. Implementasi Kurukulum 2013 Pada Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti

BAB I PENDAHULUAN. Bandung, Hlm E. Mulyasa, Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum 2013, Remaja Rosdakarya,

BAB I PENDAHULUAN. hlm Adri Efferi, Materi dan Pembelajaran Qur an Hadits MTs-MA, STAIN Kudus, Kudus, 2009, hlm. 2-3

BAB I PENDAHULUAN. semakin pesat dapat membawa perubahan kearah yang lebih maju. Untuk itu perlu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya suatu tujuan Pendidikan Nasional. bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tersebut.

Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 85.

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Masalah

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Tugas dan Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana dalam Ilmu Pendidikan Agama Islam

BAB I PENDAHULUAN. hlm Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003,

BAB I PENDAHULUAN. globalisasi seperti sekarang ini akan membawa dampak diberbagai bidang

BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah diajarkannya cara menulis Al-Quran dan Hadits. Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah suatu proses yang disosialisasikan sebagai usaha

BAB I PENDAHULUAN. guru agar anak didik mudah memahami materi yang diberikan. Jika guru kurang

Arif Rohman, Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan, LaksBang Mediatama, Surabaya, 2009, hlm

BAB I PENDAHULUAN. berbangsa dan bernegara. Maju mundur suatu bangsa sebagian besar ditentukan

BAB I PENDAHULUAN. didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya,

BAB I PENDAHULUAN. sektor pendidikan sebagai andalan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,

BAB I PENDAHULUAN. nasional sebagaimana yang dirumuskan dalam Undang-Undang RI No.20 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan masalah yang sangat dominan bagi kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan manusia. Negara Indonesia sebagai negara yang berkembang, telah

BAB I PENDAHULUAN. seluruh aspek kepribadian manusia yang berjalan seumur hidup. Penyelenggaraan

BAB I PENDAHULUAN. seperangkat ajaran tentang kehidupan manusia; ajaran itu dirumuskan berdasarkan

BAB I PENDAHULUAN. terkecuali bangsa Indonesia. Pemerintah selalu berupaya untuk mewujudkan

BAB I PENDAHULUAN. proses optimalisasi yang memerlukan waktu serta tahapan-tahapan tertentu. yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan berprestasi.

BAB I PENDAHULUAN. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang termulia dan sempurna. Ia

memberikan gairah dan motivasi kepada para siswa. Sesuai dengan Undang dengan visi misi pendidikan nasional dan reformasi pendidikan menyebutkan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya, dan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekwat dalam kehidupan masyarakat. 1 Dalam pengertian yang agak luas, pendidikan dapat diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan. 2 Undang-Undang tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional secara jelas disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. 3 Pendidikan merupakan proses interaksi antara pendidik dan anak didik dalam upaya membantu anak didik mencapai tujuan-tujuan pendidikan. 4 Adapun pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. 5 1 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2005, hlm. 3 2 Muzdalifah, psikologi Pendidikan, STAIN Kudus, Kudus, 2008, hlm 2 3 Sulthon, Ilmu Pendidikan, Nora Media Enterprise, Kudus, 2011, hlm. 55 4 Nik Haryati, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), ALFABETA, Bandung, 2011, hlm. 14 5 Oemar Hamalik, Kurikulum dan Pembelajaran, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2005, hlm5 1

2 Sasaran pendidikan adalah manusia. Oleh karena itu manusia seyogyanya dibimbing dan diarahkan, dengan kata lain manusia harus mengenyam pendidikan, agar kehidupannya berjalan lebih baik dan terarah. Pendidikan juga bermaksud membantu peserta didik untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi kemanusiaan yang dimilikinya. Peserta didik sebagai pribadi yang unik adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, peserta didik dalam proses pembelajaran terikat dengan karakteristik, kemampuan dan perilaku individu tersebut. Mendidik bukan hal yang mudah, guru dan orang tua harus paham betul dengan kondisi, perilaku dan karakter Peserta didik dengan baik. Seorang Peserta didik bisa jadi unggul dibidang tertentu dan lemah di bidang lain. Dengan kata lain, Peserta didik memiliki tipe kecerdasan yang berbedabeda. Lebih lanjut dinyatakan bahwa kecerdasan ada pada diri setiap Peserta didik tetapi dengan tingkat yang berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa setiap Peserta didik memiliki cara yang unik untuk menyerap dan mengaktualisasikan informasi dan pengetahuan. Kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengembangkan potensi, serta mengekspresikan dirinya. 6 Kecerasan intrapersonal berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri, kecerdasan ini melibatkan kemampuan secara akurat dan realistis menciptakan gambaran mengenai kekurangan dan kelebihan, kesadaran akan mood atau kondisi emosi dan mental diri sendiri, kesadaran akan tujuan, motivasi, keinginan, proses berfikir dan kemampuan untuk melakukan disiplin diri, mengerti diri sendiri dan harga diri. 7 Kecerdasan intrapersonal juga mengandalkan pemahaman terhadap aspek internal diri sendiri. 8 Tidak semua peserta didik memiliki Kecerdasan intrapersonal yang 57 hlm 29. 6 Andi Yudha Asfandiyar, Kenapa Guru Harus Kreatif?, DAR! Mizan, Bandung, 2009, hlm. 7 Adi W, Genius Learning Strategy, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2003, hlm 238 8 Suyono, Implementasi Belajar dan Pembelajaran, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2015,

3 baik, karena setiap peserta didik memiliki Kecerdasan intrapersonal yang berbeda-beda. Pada anak usia SLTP kemampuan individu mengalami perkembangan, namun masih banyak peserta didik yang kurang dalam hal mengenali dan mengembangkan potensi, serta mengekspresikan dirinya di antaranya ketika pembelajaran masih ada peserta didik yang belum mengetahui apa kelemahan dan kelebihan yang ada pada pesrta didik, dalam hal ini kekurangan dan kelebihan dalam proses berfikir,pemahaman terhadap aspek internal diri sendiri, pemahaman materi, motivasi dan keinginan dalam pembelajaran. 9 Selain itu kenyataanya dalam pembelajaran bagaimana peserta didik memahami materi pembelajaran dan bagaimana perkembangan kemajuan pembelajaran peserta didik menjadi salah satu aspek pengajaran yang kurang diperhatikan dan sering diabaikan. Sejauh ini pembelajaran yang dilaksanakan kebanyakan hanya mengacu pada bagaimana guru bisa membangun interaksi antara peserta didik dan materi pembelajaran. Selain itu fokus pembelajaran terhadap bagaimana guru bisa menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Akan tetapi, bagaimana peserta didik memahami materi pembelajaran dan bagaimana perkembangan kemajuan pembelajaran peserta didik masih jarang diperhatikan. Meskipun ada pendekatan, strategi, evaluasi, model, metode, teknik pembelajaran yang dapat membangun keaktifan pembelajaran peserta didik. Menumbuhkan atau meningkatkan Kecerdasan intrapersonal dalam pembelajaran, peserta didik perlu diberi kesempatan pembelajaran yang aktif. Pendidik hendaknya dapat memotivasi dan merangsang peserta didik untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan membangun interaksi dalam pembelajaran. Peserta didik harus diberi pondasi khususnya pendidikan agama. Pendidikan agama merupakan salah satu mata pelajaran yang diwajibkan dari segi utama yang mendasari semua segi pendidikan yang lain. Pendidikan 9 (Hasil Wawancara dengan Siti Muzdalifah, Guru SKI di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak, pada tanggal 24 Januari 2016, pukul 10.05 WIB)

4 agama bertujuan untuk membentuk manusia taqwa yang berbudi luhur memahami dan menyakini serta mengamalkan ajaran agamanya.pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam menyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. 10 Salah satu dari pendidikan Agama Islam adalah mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Sejarah Kebudayaan Islam merupakan suatu bidang studi yang memberikan pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan islam, meliputi masa sebelum kelahiran islam, masa Nabi dan sesudahnya, baik pada daulah islamiyah maupun pada Negara-negara lainnya di dunia, khususnya perkembangan agama islam. Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek Al Qur an, Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tarikh, dan Kebudayaan Islam. Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan alam sekitar. Sejarah kebudayaan islam merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Madrasah Tsanawiyah yang mempelajari tentang kejadian, peristiwa penyebaran agama islam yang dilakukan oleh Nabi, sahabat dan dilanjutkan oleh ulama, yang benar-benar terjadi pada masa lampau sampai sekarang. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dalam perkembangan pendidikan di Madrasah semakin menduduki posisi yang penting. Karena dengan mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam peserta didik menjadi kebuka wawasannya tentang keadaan pendidikan islam pada masa lampau sampai pada masa sekarang ini. Firman Allah mengenai pentingnya pembelajaran sejarah tertuang dalam Q S Al-fatihah ayat 7 yang berbunyi: 10 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam, PT Remaja Rosdakarya, Bandung,2004, hlm. 75

5 ص ر اط ال ذ ين أ ن ع م ت ع ل ي ه م غ ير ال م غ ض وب ع ل ي ه م و لا ال ضال ين Yang artinya (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 11 Sejarah memberikan petunjuk jalan yang benar, dimana jalan yang diberi Nikmat oleh Allah maka itu dijadikan contoh untuh menjalankan kehidupan dengan yang lebih baik. Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak, dilaksanakan dengan alokasi waktu dua jam pelajaran setiap minggunya. Dua jam pelajaran di kelas memang tidaklah akan cukup untuk menyampaikan informasi yang begitu kompleks. Apabila jika guru tidak pandai mensiasatinya maka informasi yang diterima siswa dikhawatirkan hanya akan menyentuh aspek kognitif saja sementara aspek afektif dan psikomotorik tidak tercapai. Guru harus bisa memaksimalkan waktu tersebut dengan baik dan sesuai kebutuhan belajar peserta didik. Di sini peserta didik sangat memerlukan motivasi agar mereka mau melakukan kegiatan pembelajaran dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan tujuan pembelajaran yang baik pula. Pendidikan, khususnya sekolah harus memiliki sistem pembelajaran yang menekankan pada proses dinamis yang didasarkan pada upaya meningkatkan keingintahuan ( curiosity) peserta didik tentang dunia. Pendidikan harus mendesain pembelajarannya yang responsive dan berpusat pada peserta didik agar minat dan kemajuan pembelajaran mereka terus meningkat. Dalam konteks ini, sekolah bertanggung jawab penuh untuk membangun pemahaman dan kemajuan pembelajaran peserta didik dengan menerapkan komunikasi intrapersonal. Di antaranya adalah dengan mengembangkan proses pembelajaran aktif. Salah satu alasan dikembangkannya pembelajaran aktif adalah mengacu pada pendapat yang 11 Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahnya, CV Penerbit Diponegoro, Bandung, 2001, hlm 2

6 mengatakan bahwa proses belajar terjadi di dalam diri orang yang belajar. Menurut ahli pendidikan, murid yang belajar sudah memiliki pengetahuan ataupun pengalaman sebelumnya yang dapat dikembangkan. 12 Teknik pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan bahan ajar yang telah disusun (dalam metode) berdasarkan pendekatan yang dianut. Teknik-teknik belajar aktif dibangun berdasarkan cara-cara orang belajar secara alamiah. Mereka belajar secara alami dengan menemukan sendiri melalui uji coba baik pengalaman langsung,maupun pengalaman kedua seperti dengan membaca, mendengarkan orang lain. Proses belajar biasanya terjadi pada saat mereka berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama teman, antara orang yang belajar dengan guru. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan tujuan yang dirumuskan pendidik, maka pendidik perlu mengetahui dan mempelajari beberapa teknik mengajar, lalu mempraktikannya pada saat mengajar. Mengingat didalam kelas peserta didik itu mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda, maka seorang pendidiklah harus mampu menghidupkan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak menjadi lebih menarik dan peserta didik pun diharuskan semua terlibat dan faham akan materi yang disampaikannya sehingga peserta didik mampu mengetahui kelemahan dan kelebihan terhadap materi yang disampaikan. Sebagaimana yang terjadi di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak dalam mengembangkan atau meningkatkan kecerdasan intrapersonal peserta didik melalui teknik one minute paper dan teknik ask the winner. Hal ini dirancang dengan menggabunggkan kedua teknik pembelajaran dengan menuntut peserta didik untuk bertanya atau mengajukan masalah, memecahkan suatu masalah sehingga setiap masing-masing peserta didik mampu berkomunikasi antar temannya dan mampu mendiskusikan permasalahan sehingga peserta didik mampu mengandalkan pemahaman terhadap aspek internal diri sendiri. 251-252. 12 Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, PT. Remaja Rosdakarya Ofset, Bandung, 2013, hlm.

7 Penggunaan teknik one minute paper merupakan teknik evaluasi yang digunakan untuk mengecek pemahaman peserta didik untuk persiapan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. 13 Sesuai dengan realitas pelaksanaan teknik pembelajaran one minute paper di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak, mengungkapkan bahwa pendidik memberikan tugas-tugas secara terstruktur kepada peserta didik baik tugas secara individu maupun kelompok. Dimana peserta didik secara individu maupun kelompok diberikan batasan waktu untuk menghasilkan beberapa ide berdasarkan materi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan dituliskan dalam kertas untuk di periksa pemahaman materi dan dievaluasi, hal ini bertujuan untuk memecahkan persoalan yang diberikan oleh pendidik. Dalam penerapan teknik one minute paper memiliki prinsip saling membantudan saling bekerja sama dalam memahami materi pembelajaran yang berupa persoalan yang diberikan oleh pendidik, maka peserta didik lain dalam kelompok masing-masing segera membantunya. Dengan begitu maka peserta didik yang awalnya kesulitan dalam memahami materi pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara individual, kini semakin terbantu dengan teman kelompok yang mampu menjawab persoalan-persoalan Sejarah Kebudayaan Islam dengan maksimal. Sehingga materi pembelajaran bisa benar-benar dikuasai peserta didik. 14 Selain menggunakan teknik one minute paper juga diterapkan teknik ask the winner, teknik ask the winner merupakan teknik pembelajaran yang dilakukan setelah guru memberikan tugas latihan menyelesaikan soal dan ada beberapa peserta didik yang dapat menyelesaikan soal tersebut secara tepat. 15 Penerapan teknik ini melatih semua peserta didik untuk ikut berperan aktif dalam pembelajaran dan dituntut untuk bertanya. Pelaksanaan teknik ask the winner di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak diterapkan 13 Ridwan Abdullah Sani, Inovasi Pembelajaran, PT Bumi Aksara, Jakarta, 2013 hlm. 254 14 (Hasil Wawancara dengan Siti Muzdalifah, Guru SKI di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak, pada tanggal 24 Januari 2016, pukul 10.05 WIB) 15 Ridwan Abdullah Sani, ask the winner merupakan teknik pembelajaran yang dilakukan setelah guru memberikan tugas latihan menyelesaikan soal dan ada beberapa peserta didik yang dapat menyelesaikan soal tersebut secara tepat, Op. Cit, hlm. 256

8 dalam pembelajaran secara individu maupun kelompok. sehingga peserta didik aktif, dapat bekerja secara mandiri untuk mendapatkan informasi mengenai materi tersebut. Peserta didik secara individu maupun kelompok diberikan tugas latihan menyelesaikan soal kemudian bagi peserta didik yang jawabannya benar disuruh mengangkat tangan kemudian ditugaskan untuk menuliskan jawabannya di papan tulis, adapun peserta didik yang jawabannya masih salah ditugaskan untuk bertanya kepada peserta didik yang jawabannya benar. Sehingga dalam pembelajaran setiap masing masing peserta didik mampu mengoptimalkan pemahaman materi Sejarah Kebudayaan Islam dan peserta didik juga akan termotivasi untuk saling membantu anggota kelompoknya sehingga tercipta semangat dalam proses belajar. Hal ini tampak dari keberanian peserta didik dalam memberikan penjelasan atau uraian yang lebih rinci dari kata-katanya sendiri dari pembelajaran yang telah didapatnya yang sebelumnya dari beberapa proses pembelajaran yang dilalui peserta didik yaitu dengan bertanya dan mengungkapkan pendapat, aktif berdiskusi dan memecahkan masalah di depan kelas, aktif berpartisipasi dan memberikan penjelasan kepada temannya. 16 Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang peneliti lakukan, yaitu dengan melihat peserta didik di dalam kelas benar-benar memahami pembelajaran yaitu mampu meberikan penjelasan dengan kata-katanya sendiri dengan baik. Peserta didik mempunyai keberanian untuk menjelaskan materi di depan kelas, bertanya dan berpendapat. Sehingga dapat peneliti simpulkan, bahwa pemahaman peserta didik pada kegiatan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Dengan diterapkannya kedua teknik pembelajaran yaitu teknik one minute paper dan teknik ask the winner, maka peserta didik mampu untuk memahami pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Sehingga peserta didik mampu menjelaskan dengan pemahaman aspek 16 (Hasil Wawancara dengan Siti Muzdalifah, Guru SKI di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak, pada tanggal 24 Januari 2016, pukul 10.05 WIB)

sendiri. 17 Berawal dari diterapkannya teknik pembelajaran one minute paper 9 internal yang ada pada dirinya sendiri dengan menggunakan kata-katanya dan teknik ask the winner dalam proses pembelajaran di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak ini dapat berlangsung dengan menyenangkan dan peserta didik mampu mengoptimalkan pemahaman materi sejarah Kebudayaan Islam, karena penggunaan teknik ini dalam proses pembelajaran melibatkan seluruh peserta didik aktif secara individual sehingga peserta didik mampu mengoptimalkan pemahaman terhadap aspek internal pada dirinya sendiri. Dan tujuan pendidik disini diharapkan untuk aktif bertanya tentang materi tersebut dan dapat menguasai materi pembelajaran sejarah Kebudayaan Islam, baik dari peserta didik yang berprestasi, sedang berprestasi maupun peserta didik yang kuran berprestasi pun dibuat untuk aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan dari latar belakang masalah tersebut, maka penulis tertarik dengan permasalahan di atas dan berniat mengadakan penelitian dengan bahasan: Pengaruh Teknik One Minute Paper dan Teknik Ask The Winner Terhadap Kecerdasan Intrapersonal Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak Tahun Pelajaran 2015/2016. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang pemilihan judul diatas, maka dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana penerapan teknik one minute paper, teknik ask the winner, pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak? 17 Hasi Observasi di dalam kelas VII, VIII dan IX, Pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, (tanggal 15 Maret 2016, pukul 09.15)

10 2. Bagaimana kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak? 3. Adakah pengaruh teknik one minute paper terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak tahun pelajaran 2015/2016? 4. Adakah pengaruh teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak tahun pelajaran 2015/2016? 5. Adakah pengaruh teknik one minute paper dan teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak tahun pelajaran 2015/2016? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini tidak terlepas dari permasalahan yang dimunculkan sebagai respon terhadap latarbelakang yang telah dipaparkan dan juga untuk membetulkan konstruksi dari judul yang diajukanyaitu: pengaruh teknik one minute paper dan teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak Berdasarkan rumusan masalah yang telah diajukan, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui adanya teknik one minute paper dan teknik ask the winner pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak 2. Mengetahui adanya pengaruh teknik one minute paper terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah

11 kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak tahun pelajaran 2015/2016 3. Mengetahui adanya pengaruh teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak tahun pelajaran 2015/2016 4. Mengetahui adanya pengaruh pengaruh teknik one minute paper dan teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak tahun pelajaran 2015/2016 D. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan oleh penulis dari penelitian ini adalah: 1. Secara Teoritis Verifikasi teori pengaruh teknik one minute paper dan teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam 2. Secara Praktis a. Bagi Madrasah Sebagai bahan masukan bagi lembaga pendidikan pada umumnya dan khususnya bagi lembaga pendidikan di mana tempat penelitian ini berlangsung, mengenai teknik one minute paper dan teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak b. Bagi Pendidik Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pendidik dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta didik dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam dengan menggunakan teknik one minute paper dan teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata

12 pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak c. Bagi Peserta Didik Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk dapat meningkatkan pemahaman materi sejarah kebudayaan islam menggunakan teknik one minute paper dan teknik ask the winner terhadap kecerdasan intrapersonal peserta didik pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam di MTs Manba ul Huda Kalitekuk Karanganyar Demak