METODE PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran

dokumen-dokumen yang mirip
PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Analisis dan Perancangan Sistem Hanif Al Fatta M.kom

SISTEM KONSULTASI ONLINE AGRIBISNIS CABAI (Capsicum annuum. L) BERBASIS MOBILE ERLAN DARMAWAN

BAB II LANDASAN TEORI. tenaga kerja pada perusahaan, fokus yang dipelajari MSDM ini hanya masalah yang. berhubungan dengan tenaga kerja manusia saja.

BAB 3 Analisa dan Perancangan Sistem

PENDAHULUAN PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI

Pertemuan 3 Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

SIKLUS REKAYASA PERANGKAT LUNAK (SDLC)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Hanif Fakhrurroja, MT

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Jenis Metode Pengembangan Perangkat Lunak

PROSES DESAIN. 1. Metodologi Pengembangan Sistem

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

Ringkasan Chapter 12 Developing Business/ IT Solution

1 BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI. ABSTRAK... vii. KATA PENGANTAR... viii DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... xiv. DAFTAR TABEL... xvi. DAFTAR LAMPIRAN...

Hanif Fakhrurroja, MT

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pengembangan Sistem Informasi

SDLC SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE. Materi ke-2. Pengembangan Sistem Informasi 5KA28 // 4KA14

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

chapter 7 Integrating quality activities in the project life cycle Empat model proses pengembangan perangkat lunak akan dibahas dalam bagian ini:

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pengembangan Sistem Informasi

BAB I PENDAHULUAN. untuk mencari referensi berkenaan tugas yang diberikan oleh dosen atau pun

Meskipun jumlah tahapan dalam SDLC dalam berbagai litertur berbeda-beda, namun pada prinsipnya secara keseluruhan semua proses yang dilakukan sama

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan pada masa globalisasi ini

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian di Indonesia masih memegang peranan penting dari

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. METODOLOGI A. Waktu dan Tempat B. Alat dan Bahan C. Metodologi Penelitian

1 BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada Toko Nada Bandung yang beralamat di

BAB II LANDASAN TEORI

Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Arsitektur Sistem Informasi. Tantri Hidayati Sinaga, M.Kom.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB I

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 METODE PENELITIAN

PEMELIHARAAN PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE MAINTENANCE)

METODOLOGI SCRUM. Introduksi

BAB III LANDASAN TEORI. mengumpulkan (input), memanipulasi (process), menyimpan, dan menghasilkan

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Penulis melakukan penelitian pada toko AP Music Gallery Bandung yang

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAB III LANDASAN TEORI. Landasan teori ini merupakan dasar tentang teori-teori dalam melakukan

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN BARANG PADA TOKO USAHA BARU SUMPIUH. Oleh : Wahyu Andri Turdiawan Teknik Informatika,STMIK Amikom Purwokerto

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Data mahasiswa baru Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Jaya kampus II Bekasi pada periode tahun 2014

PERTEMUAN 2 METODE PENGEMBANGAN SISTEM

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisa Sistem Dan Desain

TESTING DAN IMPLEMENTASI SISTEM. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

PERANAN TEAM SOFTWARE PROCESS PADA REKAYASA PERANGKAT LUNAK

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Komponen Utama Sistem Informasi

DAFTAR ISI.. RIWAYAT HIDUP PENULIS Abstrak Abstract Lembar Pengesahan KATA PENGANTAR... UCAPAN TERIMA KASIH..

LAPORAN TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MAJALENGKA

APLIKASI MANAJEMEN PENAGIHAN PADA PH&H LOBBY FIRM.

BAB I PENDAHULUAN. dalam memperkenalkan identitas suatu bangsa. Provinsi Jawa Barat adalah salah

BAB I PENDAHULUAN. hal proses pengolahan data, baik itu data siswa, guru, administrasi sekolah maupun data

BAB II LANDASAN TEORI. Dalam penyelesaian Tugas Akhir ini digunakan landasan teori yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Ringkasan Chapter 12 Developing Business / IT Solutions

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. berbagai perusahaan untuk merombak sistem manual yang sudah sejak lama diterapkan

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Form Master Klien untuk Admin. Gambar 4.98 Perancangan Layar Aplikasi Form Master Klien untuk Admin

BAB II LANDASAN TEORI. beberapa ahli, definisi sistem adalah sebagai berikut.

BAB I PENDAHULUAN. Badan Pusat Statistik ( BPS ) Provinsi Kepulauan riau adalah salah satu

Brigida Arie Minartiningtyas, M.Kom

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem Aplikasi Administrasi Penjualan pada Rumah Makan

1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SIKLUS HIDUP SISTEM INFORMASI

1. BAB 1 PENDAHULUAN. Latar Belakang

Transkripsi:

METODE PENELITIAN A. Kerangka Pemikiran Konsumsi cabai rata-rata penduduk Indonesia adalah 5.21 Kg/kapita/tahun. Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah sebanyak 237.641.326 jiwa, yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1.49 % per tahun (BPS, 2011). Berdasarkan kondisi tersebut dapat diketahui bahwa konsumsi cabai dalam negeri pada tahun 2010 mencapai 1.378.727 ton dengan luas panen 233.904 ha dan produktivitas rata-rata sebesar 5.89 ton/ha (BPS, 2011). Angka konsumsi cabai jika dibandingkan dengan produksinya maka terjadi surplus sebesar 141.058 ton (10.23% dari total produksi). Oleh karena itu perlu dilakukan langkah antisipasi agar produksi cabai dapat memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan intensifikasi kegiatan agrbisnis cabai. Tantangan yang dihadapi petani dalam rangka mengoptimalkan kegiatan agribisnis cabai, salah satu diantaranya adalah kurangnya informasi dan pengetahuan terkait dengan kegiatan agribisnis cabai Untuk menyediakan informasi dan pengetahuan bagi petani dan stake holder yang terlibat dalam bidang pertanian maka perlu dibangun sebuah sistem konsultasi online agrobisnis berbasis mobile. Hal ini dikarenakan semua lapisan masyarakat khususnya para pelaku agribisnis dalam hal ini adalah para petani cabai, rata- rata telah memiliki perangkat mobile seperti handphone. Sehingga sistem konsultasi ini dikembangkan untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi dan pengetahuan (knowledge) dalam kegiatan agribisnis dengan harapan dapat menjadi media diseminasi informasi dan pengetahuan agribisnis kapan saja dan dimana saja. Adapun kebutuhan informasi dari kegiatan agribisnis cabai dapat didefinisikan ke dalam empat komponen utama yaitu perencanaan usaha tani, pelaksanaan usaha tani, evaluasi usaha tani, dan mengatasi permasalahan usaha tani. 32

Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi Mengatasi masalah Usaha tani Peningkatan produksi dan mutu sayuran Ketersediaan Saprotan Permodalan Teknologi dan pengolahan hasil Pengorganisasian penyediaan sarana produksi Pengorganisasian penyediaan dan penggunaan modal Teknologi budidaya/produksi Prosedur kerja usaha tani Cara menilai proses pelaksanaan usaha tani Jenis-jenis pengembangan yang mungkin terjadi Teknik managerial Rantai pemasaran sayuran Proses produksi dan perusahaan mitra Analisis usaha tani In terjasd Teknologi panen dan pasca panen Hambatan-hambatan yang mungkin terjadi Gambar 10 Kebutuhan Informasi Agribisnis B. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2011 sampai dengan Agustus 2011. Penelitian akan dilaksanakan di : 1. Laboratorium Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor 2. Laboratorium Departemen Agronomi dan Holtikultura, Institut Pertanian Bogor 3. Studi Lapangan (Liwa Lampung Barat, Desa Cisantana dan Desa Sukamukti Kabupaten Kuningan Jawa Barat) C. Metodologi Penelitian Pembuatan Sistem Konsultasi Online Agribisnis Cabai (Capsicum annum L) berbasis mobile dilakukan dengan menggunakan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) adaptif. Metodologi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Extreme Programming (XP) yang merupakan salah satu metode yang tergolong ke dalam Agile Methodology. Terdapat lima tahapan utama yang akan dilalui dalam pengembangan sistem konsultasi online agribisnis cabai (Capsicum annum L) (Gambar 11) 33

Gambar 11 Tahapan Pengembangan Sistem Tahapan-tahapan utama perancangan sistem adalah tahapan utama dalam pengembangan sistem informasi dengan menggunakan Extreme programming (XP) yaitu (Abrahamson, 2002) : eksplorasi, planning, iterasi pengembangan sistem (analisisi,desain, testing), produksi, maintenance, dan mengakhiri proyek dengan mengeluarkan final release. Akhir disetiap fase yang dikembangkan merupakan milestone atas fase tersebut sebelum bergerak ke fase berikutnya. Adapun tahapan-tahapan pengembangan sistem dengan menggunakan XP adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Explorasi Pada tahap ini calon pengguna sistem menuliskan kebutuhankebutuhan informasi yang akan dicover didalam sistem untuk release pertama. Masing-masing cerita yang dituliskan oleh pengguna kemudian dibuat menjadi sebuah modul program. Di sisi lain, tim yang lain mengidentifikasi teknologi dalam pelaksanaan proyek. Tahap ini dapat dilaksanakan dalam beberapa minggu, tergantung pada kerumitan sistem yang akan dibangun. Hasil yang diinginkan pada tahap ini adalah berupa : a. Dokumentasi atas visi dan ruang lingkup pekerjaan b. Dokumentasi struktur proyek yang akan dikembangkan c. Dokumentasi teknologi yang akan digunakan 34

2. Tahapan Planning Pada fase planning, yang berorientasi kepada analisa dan desain sistem, yang didalamnya berisikan kebutuhan akan analisa atas kebutuhan bisnis, kebutuhan pengguna, kebutuhan operasi, dan kebutuhan sistem. Setelah tahapan atas, tahapan ini dilalui, tim pengembang akan menghasilkan : a. Spesifikasi fungsional atas suatu sistem b. Perencanaan jadwal pelaksanaan proyek 3. Iterasi Peluncuran Perangkat Lunak Pada tahapan ini terdiri dari beberapa iterasi peluncuran dari perangkat lunak yang akan dikembangkan. Perangkat lunak dikeluarkan mulai dari rilis pertama hingga sistem dapat diterima dan dapat di implementasikan secara penuh. Tahapan-tahapan dalam iterasi ini terdiri dari : a. Tahap analisis Tahap ini merupakan tahap penting sebelum program atau sistem ditulis atau dibangun. Tahap analisis meliputi beberapa aspek dalam sistem, seperti lingkungan organisasi, analisis sistem untuk memenuhi kebutuhan waktu sekarang, analisis system requirement (input, output, process, storage, and control). b. Tahap desain Tahap desain juga melibatkan rancangan interface dan prosedur yang mendukung fungsional sistem. Pada tahap ini dilakukan koreksi pada sistem informasi, sehingga kesalahan pada sistem bisa diperbaiki sedini mungkin. Aktivitas desain sistem meliputi (1) desain interface. Desain interface berfokus pada interaksi sistem dengan pengguna, input dan output yang interaktif serta efesien abagi penggunanya. Konversi informasi dan data menjadi bahasa yang bisa dibaca mesin dan manusia, kualitas proses konversi informasi dan data ditentukan pada desain interface sistem. (2). Desain fisik. Desain fisik sistem adalah desain database dan file berfokus pada struktur dan data yang digunakan sistem secara rincian. Data yang diusulkan pengguna akan 35

disusun berdasarkan atributnya dan relasi yang dibutuhkan. (3). Desain logika. Desain logika adalah desain sistem bagaimana mengembangkan secara umum input, proses pengolahan informasi, output, penyimpanan database, aktivitas kontrol sesuai dengan yang direncanakan pada tahap analisis. c. Tahap pengujian (testing) Pada tahap ini sistem yang akan diluncurkan di uji terlebih dahulu. Pengujian dilakukan terhadap fungsional sistem dan terkait dengan hal-hal teknis sistem. Pada setiap iterasi pekerjaan diluncurkan untuk kemudian dievaluasi kembali untuk kemudian dilakukan perbaikan oleh tim. d. Peluncuran Rilis Akhir Perangkat Lunak Tahapan ini merupakan sesi akhir dalam pengembangan sistem dengan menggunakan XP. Sistem yang telah di uji kemudian di implementasikan sesuai dengan kebutuhan client. Perangkat lunak yang diaplikasikan merupakan rilis akhir, hasil dari iterasi dan perbaikan dari versi-versi sebelumnya 36