BAB III SISTEM TRACKING ARMADA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV PENERAPAN LAYANAN LBS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SMS GATEWAY

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK TRACKING ARMADA TRANSPORTASI LOGISTIK DENGAN MEMANFAATKAN BASE TRANSCEIVER STATION DAN PERALATAN HANDPHONE

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II JARINGAN GSM. telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European

BAB 1 PENDAHULUAN. GPS (Global Positioning System) merupakan sistem satelit navigasi dan penentuan posisi.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki pesona alam dan budaya yang beraneka ragam yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI. Beberapa acuan yang digunakan dalam pengembangan sistem dan aplikasi

BAB III PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PERANCANGAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

BAB II TEKNOLOGI GSM DAN STANDAR PROTOKOL SMS

BAB I PENDAHULUAN. masukan (input) dari kegiatan produksi, perdagangan, pertanian, dan

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI PENDETEKSI KEBERADAAN TELEPON SELULAR BERBASIS GPS (GLOBAL POSITIONING SYSTEM)

1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang memanfaatkan kecanggihan telekomunikasi tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi suara atau pesan saja. Seiring perkembangan zaman, mobile phone

PENGANTAR SISTEM KOMUNIKASI SELULER

Teknologi Automatic Vehicle Location (AVL) pada Sistem Komunikasi Satelit

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

GSM Attack (IMSI Catch and Fake SMS) Arif Wicaksono & Tri Sumarno

BAB II TEORI PENUNJANG

Kajian Teknologi Layanan Free-Repply-SMS

APLIKASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK SISTEM PEMESANAN TAKSI ONLINE PADA PLATFORM ANDROID

PEMANFAATAN TEKNOLOGI LOCATION BASED SERVICE DALAM PENGEMBANGAN APLIKASI PROFIL KAMPUS UNIVERSITAS MULAWARMAN BERBASIS MOBILE

BAB III PEMODELAN BISNIS, DATA, DAN PROSES

BAB 2 LANDASAN TEORI

Oleh : Budi Nugroho ( L2F )

Perkembangan Teknolgi Wireless: Teknologi AMPS Teknologi GSM Teknologi CDMA Teknologi GPRS Teknologi EDGE Teknologi 3G, 3.5G Teknologi HSDPA, HSUPA

Arsitektur Jaringan GSM. Pertemuan XIII

BAB I PENDAHULUAN. Android merupakan sebuah sistem operasi yang sedang. populer, pada tanggal 3 September 2013 telah mencapai 1 miliar

PROPOSAL Penawaran GPS Tracker Vehicle

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB III ANALISIS MASALAH

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PERSYARATAN PRODUK

BAB I PENDAHULUAN. I.1. LatarBelakang

Implementasi Short Message Service pada Jaringan GSM Menggunakan OpenBTS v 5.0

PERUMUSAN MASALAH

BAB II LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dapat digunakan seperti SMS (Short Message Service), MMS. (Multimedia Messaging Service), WAP (Wireless Application Protocol),

BAB I PENDAHULUAN. memiliki fitur SMS. SMS juga tetap dapat terkirim walaupun ponsel penerima

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB DENGAN SMS GATEWAY

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. informasi tersebut. Berkembangnya teknologi informasi dan komputer

BAB II. Tinjauan Pustaka Dan Dasar Teori. Tabel 2.1 Tinjuan Pustaka

APLIKASI PEMETAAN JALAN WISATA PANTAI PULAU BATAM DENGAN LAYANAN LOCATION BASED SERVICE BERBASIS ANDROID. Abstrak

AKUISISI DATA GPS UNTUK PEMANTAUAN JARINGAN GSM

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

Aplikasi Enkripsi Short Message Service (SMS) Berbasis Android Menggunakan Metode XXTEA

BAB II ARSITEKTUR SISTEM CDMA. depan. Code Division Multiple Access (CDMA) merupakan salah satu teknik

APLIKASI SISTEM PELACAKAN KINERJA PENGIRIMAN PADA TRUK PENGANGKUT BARANG BERBASIS ANDROID

D a t a b a s e M e n a r a T e l e k o m u n i k a s i. Page 26

Jurnal Informatika dan Komputer PENS

SISTEM PENCARIAN RUTE LOKASI MENGGUNAKAN GLOBAL POSITIONING SYSTEM DAN APP INVENTOR SECARA VISUAL

2 TINJAUAN PUSTAKA. Unmanned Surface Vehicle (USV) atau Autonomous Surface Vehicle (ASV)

Gambar 4.1 Susunan hardware



IMPLEMENTASI LOCATION BASED SERVICE UNTUK MENCARI LOKASI ATM DI WILAYAH DEPOK

BAB III LANDASAN TEORI. Menurut Wahana Komputer (2005 : 7) Short Message Service yang lebih

BAB II LANDASAN TEORI

Kata Pengantar. 2. Bapak Putu Wira Buana, S.Kom., M.T., selaku pembimbing II yang sudah membimbing dan mengarahlan penulis.

BAB 1 PENDAHULUAN - 1 -

BAB III LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dipaparkan teori teori yang melandasi didalam pembangunan aplikasi yang akan dibuat.

SISTEM UNTUK MENGAKSES INTERNET

MODUL TEKNOLOGI KOMUNIKASI (3 SKS) Oleh : Drs. Hardiyanto, M.Si

PEMANFAATAN MOBILE VOUCHER PADA APLIKASI M-COMMERCE UNTUK PEMESANAN FOOD DELIVERY BERBASIS TEKNOLOGI WAP

BAB I. Persyaratan Produk

APLIKASI GPS TRACKING DENGAN MENGGUNAKAN HANDPHONE / SMARTPHONE. Oleh : Mayor CTP Edy Sumanto, S.Si, M.Sc.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

FLEET MANAGEMENT SOFTWARE & GPS TRACKER PELACAK ONLINE

PEMROGRAMAN PERANGKAT LUNAK APLIKASI SISTEM PENJEJAKAN POSISI DENGAN GPS MELALUI JARINGAN GSM-CSD BERBASIS VISUAL BASIC TUGAS AKHIR

Aplikasi Pelacakan Lokasi Rute Perjalanan Mobil dengan GPS via SMS

RANCANG BANGUN LAYANAN SMS PADA TEKNOLOGI VMES (VESSEL MESSAGING SYSTEM) UNTUK SISTEM KOMUNIKASI KAPAL LAUT

4.2. Sistem Penerima Data Stasiun Cuaca HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Teknologi Ponsel Struktur Menu

BAB I PENDAHULUAN. PT. PANDU SIWI SENTOSA Bandung merupakan perusahaan yang

BAB I PENDAHULUAN wisatawan mengunjungi lokawisata Baturaden. Sedangkan untuk. banyak wisata alam yang ada dibanyumas.

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ANTRIAN BERBASIS SMS GETEWAY PADA KLINIK HERONA MEDICAL PARE PARE Wilem Musu 1, Komang Aryasa 2

BAB II DASAR TEORI II-1

MOBILITY MANAGEMENT DALAM SISTIM NIRKABEL BERGERAK

ANALISIS DAN SIMULASI MOBILE TRACKING PADA SISTEM KOMUNIKASI SELULAR (SISKOMSEL) MENGGUNAKAN LOCATION BASED SERVICE (LBS)

DAFTAR ISTILAH. sistem seluler. Bit Error Rate (BER) : peluang besarnnya bit salah yang mungkin terjadi selama proses pengiriman data

Desain Sistem Informasi Equipment Stop Alert Menggunakan SMS Gateway

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan manusia dengan dorongan untuk menuju. kehidupan yang lebih baik lagi, manusia berusaha untuk dapat

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Analisa Performansi Pengiriman Short Message Service (SMS) Pada Jaringan CDMA

II. TINJAUAN PUSTAKA. elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan

Pencarian Lokasi Fasilitas Umum Terdekat Pada Perangkat Mobile Dengan Penentuan Posisi User Menggunakan Cell ID

KONSEP LAYANAN INFORMASI UNTUK PASIEN RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN SMS. Dodo Zaenal Abidin,M.Kom Dosen tetap STIKOM Dinamika Bangsa Jambi

APLIKASI PENDETEKSIAN LOKASI KENDARAAN BERDASARKAN KODE IDENTITAS SEL BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) MENGGUNAKAN SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGISIAN PULSA ELEKTRIK BERBASIS J2ME PADA STUDI KASUS FLOW CELLULAR SKRIPSI

Transkripsi:

BAB III SISTEM TRACKING ARMADA Pada Bab ini akan dibahas mengenai penjelasan tentang konsep sistem tracking armada, baik itu klasifikasi tracking maupun perbandingan sistem tracking armadanya. 3.1 KLASIFIKASI SISTEM TRACKING Klasifikasi sistem tracking dijelaskan sebagai berikut: 3.1.1 Berdasarkan Penggunaan Alat Berdasarkan media yang digunakan untuk melakukan tracking (pelacakan), sistem tracking dapat dibedakan menjadi : 1. Sistem Tracking Manual Sistem tracking berlangsung secara manual. Pelacakan hanya berdasarkan informasi tertulis pada buku petunjuk atau berupa laporanlaporan dan melalui informasi telepon dari layanan yang menyediakan informasi lokasi 2. Sistem Tracking Jaringan Sistem tracking berdasarkan posisi objek dalam jaringan. Pelacakan objek di dalam jaringan komunikasi melalui posisi cell mobile device. 3. Sistem Tracking Dengan Alat Khusus Sistem tracking berlangsung dengan menggunakan perantara alat bantu pelacakan khusus seperti GPS (Global Positioning System). 3.1.2 Berdasarkan Waktu Lacak Sistem tracking berdasarkan waktu lacak terdapat 2 macam, yaitu : 1. On-Line/Real Time Tracking dilakukan secara real time atau secara langsung sesuai dengan waktu tracking saat itu. 20

2. Off-Line/Reply Tracking dilakukan secara Off-Line yaitu data posisi lokasi hasil penelusuran disimpan sementara dalam unit alat untuk kemudian dapat di download kembali. 3.2 TEKNIK PELACAKAN OBJEK DALAM SUATU JARINGAN CELL Pada teknologi LBS berbasis jaringan celuler, penentuan posisi sebuah peralatan komunikasi bergerak (mobile device) ditentukan berdasarkan posisi relatif peralatan tersebut terhadap lokasi BTS (Base Transceiver Station). Posisi geografis dari sebuah mobile device dapat ditentukan melalui teknik sebagai berikut : 1. Cell of Origin (COO) Ini merupakan cara yang paling mudah untuk memulai sebuah Location Based Service karena semua mobile device, dalam hal ini adalah handset, sudah mendukung teknologi ini. Penentuan posisi didasarkan pada daerah geografis yang tercakup oleh sebuah cell berhubungan dengan daerah cakupan dari sinyal radio. Ketika sebuah handphone terhubung secara aktif dengan sebuah base station, berarti handphone tersebut diasumsikan berada dalam cell dari base station tersebut. Keakuratan data tergantung dari area cell-nya. Meskipun keakuratannya tidak tinggi dan tidak dapat digunakan untuk keperluan yang darurat, tetapi pemakaiannya cukup populer dikalangan operator seluler karena tidak memerlukan modifikasi lagi pada handset ataupun pada jaringan. Karenanya, teknik ini terhitung murah untuk diimplementasikan. 2. Time of Arrival (TOA) Perbedaan TOA pada sinyal mobile device ke lebih dari satu base station digunakan untuk menghitung lokasi dari mobile device. Analisis keuntungannya tidak sebanding jika dibandingkan dengan 21

pemakaian teknologinya, karena biaya implementasi yang mahal dibandingkan perbaikan performanya. Cara ini menjadi mahal karena dibutuhkan banyak Location Measurement Units (LMUs). Keakuratan TOA tentu saja lebih baik daripada COO tetapi sekali lagi tergantung pada visibilitas (jarak pandang) dari terminal transmisi LMUs. 3. Angle of Arrival (AOA) AOA merupakan sistem yang menghitung angle/sudut pandang dari sinyal datang pada dua base station dari handset, dengan menggunakan triangulasi untuk mencari lokasi. Kinerja AOA kurang baik pada daerah pemukiman, karena bangunan-bangunan dapat mengganggu kualitas sinyal. 4. Enhanced-Observed Time Difference (E-OTD) Dalam jaringan GSM yang sering digunakan adalah Enhanced-OTD (E-OTD). E-OTD adalah metode pencarian posisi yang berdasarkan pada waktu. Untuk menentukan posisi relatif, sebuah handphone harus aktif terhadap tiga base station dan perlu ditentukan terlebih dahulu jarak handphone terhadap masing-masing base station berdasarkan waktu yang ditempuh oleh sebuah sinyal dari handphone ke masingmasing base station. Selanjutnya, dengan menggunakan rumus matematika untuk triangulasi, maka dapat ditentukan posisi dari handphone yang sedang aktif tersebut. Cara ini merupakan teknik yang paling akurat tetapi persoalannya terletak pada penempatan base station. Teknik ini menjadi masalah karena dapat terjadi penurunan kualitas sinyal di tempat yang banyak bangunannya. Faktanya setiap halangan geografis yang mempengaruhi sinyal akan menyebabkan berkurangnya keakuratan. 5. Assisted GPS (Global Positioning Services) Teknik ini sering disebut sebagai metode advanced positioning, yang merupakan penggabungan dari teknologi mobile dan GPS. A-GPS juga merupakan metode yang berbasis pada waktu. Pada metode ini, akan dilakukan pengukuran waktu tiba dari sebuah sinyal yang dikirim dari 22

tiga buah satelit GPS. Hal ini berarti handset harus memiliki fasilitas untuk mengakses GPS. A-GPS juga menghasilkan akurasi secara vertikal dan estimasi jarak yang baik. Akurasinya pun sampai kurang dari 10m. Tetapi mahal bagi end user jika mereka harus berinvestasi pada peralatan handset GPS. Selain itu, handset GPS membutuhkan setidaknya terlihat oleh tiga atau lebih satelit, karenanya pengimplementasiannya sangat sulit di area bangunan atau indoor, dimana orang menghabiskan sebagian besar waktunya. AGPS dapat membantu memperkaya layanan bagi end user seperti self navigation (posisi lokasi user) dan layanan darurat sehubungan dengan keakuratannya. 3.3 PERBANDINGAN SISTEM TRACKING ARMADA MELALUI SMS GATEWAY DAN MELALUI GPS Berikut ini juga dijelaskan perbandingan dari Sistem Tracking Armada Melalui SMS Gateway dan Sistem Tracking Armada Melalui GPS untuk dianalisa lebih lanjut kelebihan dan kekurangannya. 23

Tracking Armada Perbandingan Melalui SMS Gateway Definisi Merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan teknologi GSM selular untuk melacak armada. Pada sistem ini informasi yang diambil berasal dari provider yang memberikan layanan untuk mengambil nilai dari Home Location Register yang berisi informasi region dimana ponsel yang digunakan saat itu berada. Cara Kerja Pada sistem ini, data informasi Visitor Location Register (VLR) yang salah satunya berisi data area cellphone yang disimpan dalam database utama cellphone Home Location Register (HLR) dari Base Transceiver Station (BTS) diambil oleh provider sebagai informasi lokasi armada. Data inilah yang nantinya diolah oleh sistem. Tracking Armada Melalui GPS Merupakan sebuah sistem yang memanfaatkan teknologi GPS untuk melacak armada. Pada sistem ini informasi yang diambil berasal dari gelombang yang dikirim oleh sinyal transmitter GPS ke satelit GPS untuk selanjutnya informasi tersebut diolah lebih lanjut. Pada sistem ini, data diambil dari sinyal satelit GPS yang diterima oleh GPS receiver. Komunikasi antara sebuah unit GPS dan sebuah PC ataupun unit lain perlu distandarisasi salah satunya adalah NMEA. Standard 0183 NMEA (National Marine Electronics Association) mengcover peralatan kelautan termasuk GPS, dan meskipun tidak memiliki semua fitur dari protocol, ia dapat bekerja pada semua GPS. Informasi yang didapat Wilayah region berdasarkan posisi cell BTS yang terdekat dengan mobile device. Posisi longitude dan latidude, kecepatan, jarak Pengembangan Untuk jangka panjang, teknologi ini masih dapat dikembangkan menjadi lebih baik, murah dan masih tergolong dalam teknologi baru. Untuk ukuran aplikasi standar dirasa sudah cukup memenuhi kebutuhan dari perusahaan logistik. Sedangkan kelemahannya, informasi yang diberikan hanya berupa region saja, tidak hanya tracking barang atau armada saja. Untuk pengembangan lebih lanjut sistem ini sangat baik karena memberikan informasi yang lebih presisi berupa titik koordinat dari peralatan dengan transmitter GPS. Memang untuk kepentingan tertentu seperti armada pembawa uang bank, nilai presisi sangat penting tetapi untuk kebutuhan yang lebih umum kurang diperlukan, sehingga kurang efisien penggunaannya jika tanpa tujuan khusus yang sangat penting seperti untuk pengamanan armada pembawa kotak uang, pengamanan jalur kereta api, dan 24

lain-lain. Biaya Biaya untuk implementasi sistem ini relatif lebih murah untuk investasi, karena menggunakan teknologi sederhana seperti peralatan Handphone, dan maintenance cukup mudah. Biaya untuk aplikasi Sistem Tracking Armada Melalui GPS jauh lebih mahal karena selain peralatan yang belum umum berada di pasaran juga karena harga peralatannya masih mahal, serta maintenance alat perlu dipertimbangkan juga biayanya. Tabel 3 Perbandingan Sistem Tracking Armada Melalui SMS Gateway dan Sistem Tracking Melalui GPS Gambar 3.1 Sistem kerja Tracking Armada Melalui SMS Gateway Gambar 3.2 Sistem kerja Tracking Armada Melalui GPS 25

3.4 GAMBARAN UMUM SISTEM TRACKING ARMADA MELALUI SMS GATEWAY Gambaran umum dari Sistem Tracking Armada Melalui SMS Gateway adalah sebagai berikut : TRANSAKSI PELANGGAN Armada diberangkatkan Request Pelanggan MONITORING SMS GATEWAY INFORMASI ARMADA Request Pos Barang ARMADA BTS Gambar 4.1 Gambaran Umum Sistem Tracking Armada Melalui SMS Gateway 1. Transaksi Pelanggan melakukan transaksi dengan pihak perusahaan logistik. Sistem secara otomatis memberikan alternatif armada yang tersedia pada perusahaan logistik tersebut dan masih dapat digunakan sesuai kapasitas yang ada. Petugas akan memilih armada sesuai kebutuhan. 2. Monitoring Mobile phone (handphone) diletakkan pada armada. Pada saat tertentu perusahaan logistik dapat melakukan request posisi armada ke 26

provider seluler yang memberikan layanan informasi pelacakan berdasarkan posisi cell-nya. Handphone diletakkan pada armada yang diberangkatkan sehingga dapat diketahui posisinya secara real time meskipun hanya sebatas posisi regionnya saja. Sedangkan untuk status update (terbaru) mengenai penerimaan barang pelanggan, pengemudi armada melakukan pengiriman sms secara manual yang menginformasikan bahwa barang sudah diterima oleh pihak penerima barang. 3. SMS Gateway SMS Gateway berfungsi untuk menerima dan mengirimkan SMS dengan menggunakan terminal mobile (handphone) pada sebuah server. Semua SMS incoming dan outgoing yang dilakukan oleh management perusahaan logistik (pemilik atau armada) dan pelanggan akan melalui SMS Gateway ini. 4. Informasi Armada Jika pada suatu waktu pelanggan ingin mengetahui posisi barangnya, dapat mengirimkan SMS sesuai dengan format khusus dan sistem secara otomatis akan memberikan notifikasi pada pelanggan. 3.5 CONTENT SERVICE I-TRACE INDOSAT Content service I-TRACE dari provider INDOSAT ini digunakan dalam pembuatan system tracking sehubungan dengan pelayanan yang diberikan untuk dapat mengetahui lokasi armada logistic. Untuk dapat menggunakan content service ini langkah-langkah yang harus dilakukan adalah : 1. Melakukan pendaftaran untuk masing-masing no HP armada. No Handphone yang digunakan untuk server (MSISDN A#) melakukan pendaftaran layanan LBS untuk masing-masing no HP armada (MSISDN B#), dengan cara mengetik syntax : DAFTAR <MSISDN B#> 27

kirim ke 9111. Hal yang sama juga dilakukan untuk mendaftarkan no HP armada yang lainnya. 2. Notifikasi dan Konfirmasi MSISDN A# akan menerima notifikasi : Terima kasih. Konfirmasi persetujuan akan dikirimkan ke <MSISDN B#> MSISDN B# menerima SMS Konfirmasi : Nomor <MSISDN A#> meminta anda agar menjadi teman untuk layanan LBS. Ketik Y bila setuju, ketik N bila tidak 3. Persetujuan MSISDN B# mengirimkan respon SMS Y MSISDN A# akan menerima SMS balasan : <MSISDN B#> berhasil terdaftar, <MSISDN B#> sedang berada di Jl. Medan Merdeka Barat 17 Jakarta (+/- 20 km). Utk melihat peta lokasi, balas SMS ini dgn PETA 4. LACAK Selanjutnya apabila no HP server akan mengetahui lokasi armada LACAK <MSISDN B#> Maka sistem akan memberikan SMS balasan berupa informasi posisi berdasarkan region BTS yang terdekat dengan nomor tersebut. 28