Integrated Tax Administration Self Assessment

dokumen-dokumen yang mirip
Integrated Tax Administration SIMPAD NG Air Tanah

i-tax BPHTB NG Latest Technology, Web Based and Ease of Use CARTENZ E-GOVERNMENT APLIKASI

Dokumen Teknis. Prasyarat Kebutuhan I-Tax SIMPAD NG Self-Assessment. Abstrak.

i-tax DASHBOARD NG Latest Technology, Web Based and Ease of Use CARTENZ E-GOVERNMENT SOFTWARE

Dokumen Teknis. Prasyarat Kebutuhan Pajak Daerah Payment Online System. Abstrak.

Dokumen Teknis. Prasyarat Kebutuhan I-Tax SISMIOP NG. Abstrak.

Dokumen Teknis. Prasyarat Kebutuhan BPHTB Payment Online System. Abstrak.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Online

Dokumen Teknis. Prasyarat Kebutuhan Online BI and Reporting NG. Abstrak.

Profil Perusahaan. PT Cartenz Technology International. Plaza Central Building, 20th Floor Jenderal Sudirman Kav Jakarta Selatan, 12930

PT Cartenz Technology International

PT Cartenz Technology International

PT Cartenz Technology International

CARTENZ E-GOVERNMENT SOFTWARE. i-tax SISMIOP NG

i-tax SISMIOP NG Latest Technology, Web Based and Ease of Use CARTENZ E-GOVERNMENT SOFTWARE

Aplikasi Client Reader

- 1 - BUPATI TULUNGAGUNG PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 34 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMUNGUTAN PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN

BAB III OBJEK DAN DESAIN PENELITIAN. III.1.1 Sejarah Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

BUPATI TOLITOLI PROVINSI SULAWESI TENGAH

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN, ANGSURAN DAN PENUNDAAN PEMBAYARAN PAJAK DAERAH BUPATI PURWAKARTA,

Paragraf 2 Bagian Kesatu Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Pasal 22. Pasal 23

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR

TUGAS, POKOK DAN FUNGSI BADAN PENDAPATAN DAERAH KAB. SERDANG BEDAGAI

BUPATI BLORA PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI TANGERANG, 3. Undang...

DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG,

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 26 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 36 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDAPATAN KOTA BATU

WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT

PROSEDUR PENAGIHAN BPHTB A. GAMBARAN UMUM

PROSEDUR PENAGIHAN BPHTB

PEMBUAT DOKUMEN. Kasubbag Program KADIPENDA Kasubbag Umum KADIPENDA Perda Pajak Dipenda Bupati INHU 2011

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG

STANDARD OPERATING PROCEDURES DINAS PENDAPATAN KOTA DENPASAR TAHUN 2011

WALIKOTA PAREPARE PROVINSI SULAWESI SELATAN

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 21 TAHUN 2017 TENTANG

Daftar Isi. Daftar Gambar

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BULUNGAN,

LAMPIRAN I : PROSEDUR PENDAFTARAN OP BARU FUNGSI PENDATAAN DAN PENGUKURAN FUNGSI PERHITUNGAN, VERIFIKASI DAN PENETAPAN

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 06 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK PARKIR

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. PAJAK. Tata Cara, pengelolaan, pajak, sarang burung walet.

Petunjuk Penggunaan Aplikasi

Petunjuk Penggunaan Aplikasi. Menu untuk Wajib Pajak

Daftar Isi. Daftar Gambar

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK AIR TANAH

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL KABUPATEN PEMALANG I. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENDAFTARAN OBJEK PAJAK BARU HOTEL.

BUPATI BULULUKUMBA. PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA Nomor : 3 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH

WALIKOTA DENPASAR PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Daftar Isi. Daftar Gambar

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 6 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA

Daftar Isi. Daftar Gambar

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 7 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

WALIKOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG,

PT Cartenz Technology International

PERATURAN BUPATI KUNINGAN NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA AMBON NOMOR - 2 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK RESTORAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA AMBON,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA

PEMERINTAH KABUPATEN PAKPAK BHARAT

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENDAPATAN DAERAH KOTA SAMARINDA Nomor : 800 / 768 / T E N T A N G

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

BUPATI LAMANDAU PERATURAN BUPATI LAMANDAU NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG

BAB III PEMBAHASAN. A. Tata Cara Perekaman Data Dengan Menggunakan Aplikasi Sistem

Transkripsi:

Cartenz Data Sheet CARTENZ E-GOVERNMENT SOFTWARE Integrated Tax Administration Self Assessment FITUR UTAMA Manajemen Pengguna mengadministrasikan profil masing-masing pengguna. setiap pengguna baru dapat di sesuaikan hak akses terhadap modul aplikasinya yang disesuaikan dengan tupoksinya. registrasi pengguna dilakukan oleh administrator aplikasi yang ditunjuk. password akses hanya diketahui oleh pengguna yang bersangkutan, bahkan admin tidak mengetahui password akses pengguna. Manajemen Aplikasi Mengubah template tampilan surat keluaran sesuai lampiran Perda/Perbup yang berlaku. Template pendataan untuk setiap jenis pajak bisa disesuaikan melalui menu ini. Data referensi umum seperti waktu tenggang teguran maupun STPD juga bisa diatur secara dinamis melalui menu ini. itax adalah sistem informasi terintegrasi yang dikembangkan untuk melakukan administrasi pengelolaan pajak daerah bagi Dinas Pengelola Pajak Daerah. Pada aplikasi itax termasuk di dalamnya pengelolaan untuk jenis Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), BPHTB, self assessment (kecuali BPHTB), Reklame dan Air Tanah. itax Self Assessment adalah sistem informasi terintegrasi yang didalamnya mencakup administrasi pengelolaan untuk jenis Pajak Hotel, Restoran, Parkir, Hiburan, Penerangan Jalan, Walet dan Mineral Bukan Logam dan Batuan. Fungsi-fungsi dalam itax Self Assessment adalah melalui studi dan observasi proses bisnis pengelolaan pajak beberapa Pemda. Pengembangannya mengikuti UU 28 Tahun 2009 dan mengedepankan integrasi data untuk mendapatkan profil Subjek/Wajib Pajak. itax Self Assessment dibangun dengan menggunakan teknologi terbaru dalam pembangunan sistem informasi yakni dengan penerapan Rich Internet Application, teknologi yang web-based application dengan user experience layaknya desktop based. Selain itu dimungkinkan juga untuk melakukan pemilihan basis data baik dengan SQL Server DB maupun Oracle DB. itax Self assessment pada dasarnya adalah sebuah produk jadi siap konfigurasi dan implementasi. Manajemen Pengguna Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan registrasi pengguna beserta ketentuan administrasinya dalam hal authentifikasi dan authorisasi. Authentifikasi adalah menentukan pengguna mana yang boleh melakukan akses aplikasi dengan diberikan id pengguna dan password. Authorisasi adalah menentukan menu mana saja yang bisa diakses oleh pengguna.

Perubahan-perubahan template surat keluaran bisa dilakukan secara mandiri tanpa perbaikan sistem. Referensi Data Berisi manajemen untuk merubah daftar jenis pajak yang diadministrasikan dan tenggang waktu pelaporannya. Tiap jenis pajak diisikan jenis klasifikasinya dan tarif pajak yang berlaku. Melalui menu ini juga bisa diatur kelompok penanggung jawab yang biasanya dibagi berdasarkan kewilayahan. Referensi tarif diatur sesuai dengan masa berlakunya. Perubahan nilai tarif tidak akan merubah data tarif pajak yang sebelumnya. Setiap pengguna yang didaftarkan oleh admin aplikasi ditentukan hak aksesnya masing-masing. Hak akses nantinya adalah untuk mengunci/menyembunyikan menu-menu yang tidak diperuntukan untuknya. Hanya menu yang memang menjadi (tugas pokok fungsi) tupoksi-nya yang akan ditampilkan untuk pengguna tersebut. Hak akses aplikasi/password hanya akan diketahui oleh pengguna yang bersangkutan, admin sekalipun tidak dapat mengetahui password tersebut dari aplikasi. Hal ini untuk mengedepankan sekuritas penggunaan aplikasi. Managemen pengguna berbeda dengan data kepegawaian, namun tiap pengguna aplikasi nantinya akan dibuatkan skema relasi terhadap data kepegawaiannya yang menyangkut NIK, jabatan, dll. Manajemen Aplikasi Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan manajemen umum terhadap aplikasi. Diantaranya yang perlu diatur adalah template/editorial surat keluaran dan isian pendataan. Surat keluaran untuk setiap pelayanan maupun penerbitan yang sifatnya resmi dapat dilakukan pengaturan melalui menu ini. template /editorial dari bentuk surat dapat disesuaikan dengan bentuk lampiran peraturan yang berlaku. Registrasi Wajib Pajak/Objek Pajak Bisa dilakukan baik secara pelayanan maupun hasil ekstensifikasi petugas. Penentuan nomor NPWPD bisa mengikuti penomoran yang kami sediakan maupun secara penomoran manual. Registrasi berstruktur WP-OP dimana selain penomoran terhadap WP, juga ada penomoran terhadap OP sehingga Surat Keputusan hasil pelayanan dan surat resmi lainnya yang bisa di atur adalah : SK Angsur Bayar, SK Keberatan, SK Kelebihan Bayar, SK Pembatalan, SK Pembetulan, SK Pengurangan Denda Administrasi, SK Pengurangan, SK Tunda Bayar, SKPD Jabatan, Surat Pengukuhan, SKPDKB, SKPDKBT, SKPDLB, SKPDN, SSPD, STPD, Surat Keterangan Lunas, Surat Paksa, Surat Teguran, Tanda terima NPWPD dan SSPD Massal. Editorial dari bentuk surat bisa di atur menurut lampiran yang berlaku seperti KOP surat dan penandatangan, namun isian dan field isiannya disesuaikan dengan isian dari struktur data sistem yang ada.

memungkinkan menangkap informasi WP yang memiliki banyak OP. Registrasi dilakukan secara bertahap mulai dari rekam data - pencetakan surat pengukuhan - penandatanganan surat pengukuhan pengesahan dan pencetakan kartu NPWPD. Selain itu melalui menu ini juga bisa dilakukan pengaturan terhadap isian SPTPD agar mengikuti isian dari blanko SPTPD yang berlaku. Referensi Data Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan pengelolaan data yang sifatnya referential. Data referential (referensi) adalah data yang pola perubahan dan penambahannya tidak sering dilakukan. Contoh data referensi adalah data kewilayahan, daftar jenis pajak, daftar klasifikasi pajak, tarif dan kelompok kerja. Laporan Pendataan dan Rekapitulasi Realisasi Segala bentuk laporan yang terkait profil data wajib pajak dan rekapitulasi realisasi disajikan melalui menu ini. Hasil keluaran dapat dicetak menjadi bentuk excel, pdf, word maupun langsung di cetak menjadi bentuk fisik melalui printer. Modul Jenis Pajak Model administrasi dibagi menjadi bermacam jenis pajak sehingga memungkinkan pemecahan tanggung-jawab administrasi secara jenis pajak. Untuk melakukan penambahan dan perubahan data referensi, tidak diperlukan perbaikan sistem. Hal ini sangat baik untuk pemerintah daerah, karena produk yang kami buat tidak memberikan ketergantungan yang tinggi kepada pihak penyedia sistem. Pihak dinas dapat dengan mudah melakukan pemeliharaan basis data yang ada. Pada manajemen referensi data ini, seluruh data referensi tersebut tidak diperkenankan untuk dihapus. Hal ini karena data referensi adalah data yang digunakan pada transaksi lainnya. Apabila penghapusan data referensi dilakukan, misalnya data referensi kecamatan dengan nama kecamatan alam dihapus, maka membuat data objek yang sudah diregistrasikan kepada kecamatan tersebut menjadi tidak valid karena kecamatan alam sudah tidak ada di database. Ketika terjadi perubahan kebijakan dalam hal tarif pajak, cukup merubah data referensi tarif dan di atur masa berlaku tarif tersebut. Perubahan tarif baru tidak akan mempengaruhi pengenaan tarif yang berjalan sekarang. sistem akan otomatis menyesuaikan besaran tarif melalui referensi tarif ini. Pelayanan Terdapat 15 jenis pelayanan yang bisa ditangani melalui aplikasi. Setiap jenis pelayanan memiliki nomor pelayanan yang unik dan dapat ditentukan waktu penyelesaiannya. Registrasi Wajib Pajak/Objek Pajak Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan perekaman data Wajib Pajak/Objek Pajak. Secara struktur, aplikasi membedakan antara Wajib Pajak dengan Objek Pajak. Wajib Pajak dalam pajak self assessment adalah orang pribadi atau badan yang mengusahakan suatu objek usaha kena pajak self assessment. Sedangkan Objek Pajak adalah jasa pelayanan barang/jasa/penyelenggaraan atas objek usaha kena pajak

Setiap pelayanan memiliki surat keluaran yang berbeda-beda bergantung jenis pelayanannya. Pelayanan bisa diwakilkan maupun bisa dilakukan secara jabatan apabila sifatnya kebijakan. Penyelesaian Pelayanan Setiap pelayanan yang masuk di selesaikan oleh bagian back office melalui menu ini. Hal ini memungkinkan pemisahan fungsi pelayanan yang harus berada di loket dengan bagian lain yang memang berwenang dalam penyelesaian pengajuan masyarakat. Cetak hasil Pelayanan Setiap pelayanan menghasilkan surat keluaran yang bisa berupa surat keputusan, surat ketetapan maupun surat keterangan. Menu ini memungkinkan untuk melakukan pencetakan atas surat hasil pelayanan tersebut. Pendataan Pendataan untuk pajak self assessment yang rutin adalah pendataan terhadap pelaporan omzet yang nantinya akan menjadi dasar pengenaan pajak self assessment. Melalui aplikasi, memungkinkan pengisian 1 wajib pajak terhadap 1 atau lebih objek pajak. Proses dalam registrasi wajib pajak melalui aplikasi dimulai dari perekaman data wajib pajak dan objek pajak. Lalu dilakukan pencetakan surat pengukuhan. Surat pengukuhan kemudian perlu di review dan ditanda tangani oleh kepada dinas atau pemangku keputusan lainnya. Setelah ditandatangani, dilakukan proses pengesahan melalui aplikasi untuk menerbitkan kartu NPWPD. Namun apabila dirasa data calon WP tersebut tidak sah untuk menjadi WP aktif, maka bisa dilakukan penolakan atas pengajuan tersebut. Format NPWPD yang dikeluarkan oleh sistem adalah otomatis dengan ketentuan format : Dimana : [P] [0] [2015] [000003] [51] [01] [020] [033] [P] adalah statis dan menandakan Pajak. [0] menandakan 1 untuk pribadi dan 2 untuk berbentuk badan. [2015] menandakan tahun. [000003] nomor urut yang akan berulang tiap tahun. [51] menandakan kode propinsi [01] menandakan kode dati2 atau kabupaten [020] menandakan kode kecamatan tempat wajib pajak [033] menandakan kode kelurahan tempat wajib pajak Contoh : P120150000035108080001 Catatan : format yang sudah ada adalah sudah baku dari sistem dan tidak bisa diganti. Namun apabila tidak dikehendaki, format ini bisa tidak diaplikasikan dan diganti dengan isian manual dari operator atau pendata. Hasil dari kartu NPWPD nantinya bisa dicetak dan hasil cetakannya bisa disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, editorial dari surat pengukuhan juga bisa diubah sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Pemda. Penyesuaian bisa dilakukan secara mandiri oleh admin Pemda sehingga tidak perlu bergantung pada penyedia jasa. Laporan Pendataan dan Rekapitulasi Realisasi Merupakan fitur yang menyediakan laporan yang berhubungan dengan data Wajib Pajak/Objek Pajak. Sekaligus juga dari fitur ini

Selain pendataan terhadap pelaporan tentunya adalah pendataan untuk menjaga konsistensi status dan karakteristik lapangan dengan data yang ada untuk tujuan perkiraan potensi menyediakan data realisasi yang sifatnya rekapitulasi dari seluruh jenis pajak yang ada. Laporan yang dimunculkan adalah laporan standard dari aplikasi. Laporan disajikan pada layar dan berbentuk tabular. Laporan yang dihasilkan bisa dilakukan cetak ke mesin printer maupun disimpan ke dalam format word/excel/pdf. Penetapan Proses penetapan bagi jenis pajak self assessment adalah diperuntukan setelah adanya proses pemeriksaan. Selain itu juga penetapan dilakukan untuk wajib pajak yang belum melaporkan omzetnya setelah lewat jatuh tempo dan sudah dilakukan penghimbauan pelaporan. Jenis ketetapan yang dikeluarkan terhadap jenis pajak self assessment adalah SKPD KB, SKPD KBT, SKPD N, SKPD LB. Editorial template surat ketetapan dapat di atur sesuai dengan lampiran peraturan yang berlaku. *Permintaan perubahan untuk modul laporan adalah terbatas. juduljudul laporan yang ada saat ini adalah sudah merupakan rekapitulasi dari observasi beberapa pemda. Pengelolaan per Jenis Pajak Pengelolaan per jenis pajak adalah model penggunaan terhadap aplikasi. Setiap jenis pajak dimunculkan melalui menu yang terpisah namun menggunakan sumber data yang sama. Dengan begini, pemisahan tanggung jawab pengelolaan dapat dibuat lebih dinamis, per jenis pajak maupun per fungsi. Pelayanan Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan perekaman data permohonan pelayanan dari WP. Modul pelayanan dibuat agar selaras dengan aplikasi itax - sismiop-ng yang memiliki fitur serupa. Modul pelayanan dibuat agar dinas dapat menerapkan mekanisme pemisahan antara fungsi pelayanan kepada wajib pajak yang harus excellence dengan fungsi verifikasi atau penelaahan permohonan yang sifatnya birokratis dan butuh waktu pengerjaan. Penagihan Dalam proses penagihan dapat didahului oleh oleh penerbitan surat teguran. Penerbitan surat tagihan dapat dilakukan secara individu per objek pajak maupun secara massal berdasarkan data pencarian yang akan di cetak. Penggunaan menu ini dalam operasional administrasi nantinya bukanlah merupakan suatu keharusan. Tanpa modul ini, dinas tetap bisa melakukan perekaman data pelaporan, registrasi, penagihan, dll. Modul ini disediakan bagi pemda yang ingin menerapkan pemisahan fungsi pelayanan dengan fungsi verifikasi. Menu pelayanan ini bisa digunakan atas permohonan WP maupun kehendak dari dinas sendiri (secara jabatan), misalnya melalui ekstensifikasi paksa dimana registrasi WP dilakukan oleh Dinas tanpa adanya permohonan dari WP.

Penerimaan Mencatatkan transaksi pembayaran pajak oleh WP. Bukti pembayaran bisa dicetak sebagai SSPD dengan format SSPD mengikuti lampiran peraturan yang berlaku. Monitoring Fungsi untuk melakukan pemantauan atas data-data yang ada. Data yang dipantau biasanya data tunggakan, baik bagi WP yang belum bayar maupun WP yang belum melakukan pelaporan. Secara otomatis melalui filter data, sistem akan memunculkan data mana saja yang menunggak untuk kemudian dilakukan aksi berikutnya berupa penerbitan Teguran, SKPD maupun STPD. Juga dapat melakukan pemantauan atas kinerja pelayanan dari jumlah pelayanan yang masuk dan dikerjakan tiap hari nya. Laporan Ada lebih dari 80 judul laporan yang dapat dicetak melalui sistem. Format laporan mengikuti laporan pemeriksaan BPK dari beberapa daerah. Melalui menu pelayanan ini, ada 15 jenis pelayanan yang bisa diajukan oleh wajib pajak, yaitu : 1. Pendaftaran Wajib Pajak. Untuk mendaftarkan Wajib Pajak baru yang belum teregistrasi. 2. Pendaftaran Objek Pajak. Untuk mendaftarkan Objek Pajak baru dimana Wajib Pajaknya sudah sebelumnya didaftarkan. 3. Penutupan Wajib Pajak. Untuk melakukan penutupan administrasi atas semua usaha dari WP misalnya WP sudah dinyatakan bangkrut dan tutup usaha. 4. Penutupan Objek Pajak. Untuk melakukan penutupan suatu objek pajak. 5. Pelaporan SPTPD. Permohonan untuk melaporkan pengenaan SPTPD bulanannya. 6. Pembetulan SPTPD/SKP. Permohonan untuk melakkan revisi/perbaikan atas kesalahan pelaporan maupun kesalahan penerbitan SKPD. 7. Pembatalan SKP. Permohonan untuk membatalkan pengenaan SKP pada masa pajak tertentu. 8. Keberatan atas SKP. Permohonan untuk pengajuan keberatan atas pengenaan SKPD masa pajak tertentu yang diterbitkan. 9. Pengurangan Ketetapan. Permohonan untuk mendapatkan pengurangan atas ketetapan masa pajak tertentu yang diterbitkan. 10. Pengurangan Denda. Permohonan untuk mendapatkan pengurangan atas denda berjalan dari masa pajak tertentu. 11. Pengurangan Sanksi Admin. Permohonan untuk mendapatkan pengurangan atas pengenaan sanksi administrasi dari masa pajak tertentu. 12. Kompensasi. Permohonan untuk melakukna restitusi pembayaran atas terjadinya kelebihan pembayaran dari suatu masa pajak tertentu. 13. Penundaan Jatuh Tempo. Permohonan untuk mengundur waktu jatuh tempo pembayaran pajak. Permohonan ini hanya bisa dilakukan apabila permohonan piutangnya masih belum melewati jatuh tempo. 14. Angsuran SPTPD/SKP/STP. Permohonan untuk mengajukan cicilan/angsuran atas pengenaan pajak tertentu.

Tiap modul laporan dibagi berdasarkan fungsi Penerimaan, Penagihan, Pelaporan, Penetapan dan Monitoring. Laporan dapat disimpan kedalam bentuk excel, pdf maupun word. Laporan juga dapat langsung dilakukan pencetakan ke mesin printer. 15. Surat Keterangan Lunas. Permohonan untuk mendapatkan surat keterangan yang menyatakan WP sudah melunasi pengenaan pajaknya pada masa pajak tertentu. Modul pelayanan akan sangat berkaitan dengan modul penyelesaian pelayanan yang umumnya dilakukan oleh staff back office/pemeriksa yang biasanya lebih birokratis. Melalui modul penyelesaian pelayanan, staf pemeriksa dapat melakukan verifikasi atas berkas pengajuan permohonan dan mengambil keputusan. Penyelesaian pelayanan juga dilakukan perekaman proses keputusannya melalui sistem, sehingga hasil keputusannya bisa segera diketahui oleh bagian lainnya yang berkepentingan. Semua muara keluaran atau hasil keluaran dari proses pelayanan, bisa dilakukan pencetakan melalui modul cetak hasil pelayanan. Hasil pelayanan dapat berupa SKPD, Surat Keputusan atau Surat Keterangan, bergantung dari jenis pelayanan yang di mohonkan. Pendataan/Pelaporan Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan perekaman proses pendataan. Dalam pengelolaan pajak self assessment, pendataan adalah pekerjaan rutin dimana staff akan melakukan perekaman data SPTPD bulanan dari WP. Selain itu juga mungkin melakukan proses intensifikasi atas WP yang teregistrasi. Setiap SPTPD yang masuk dan belum ada pembayaran, masih dapat diubah melalui aplikasi apabila terdapat kesalahan, namun apabila sudah ada pembayaran atas SPTPD tersebut, maka proses pengubahan isian SPTPD sudah tidak dapat diubah. Bagi beberapa pemda, SPTPD dianggap bukan merupakan ketetapan yang digunakan untuk dasar pembayaran pajak, walaupun melalui UU 28/2009 dikatakan Setiap Wajib Pajak wajib membayar Pajak yang terutang berdasarkan surat ketetapan pajak atau dibayar sendiri oleh Wajib Pajak berdasarkan peraturan perundangundangan perpajakan.

Untuk itu, bagi pemda yang masih menerbitkan SKP setelah SP melaporkan SPTPD, disediakan menu untuk menerbitkan SKP. Konfigurasi seperti ini sifatnya permanen dan tidak bisa diganti-ganti ditengah jalan karena akan merusak tatanan data dan proses. SKP yang diterbitkan pada dasarnya adalah SKP secara jabatan namun pengenaannya adalah berdasarkan pelaporan dan tidak dikenakan sanksi administrasi dan bunga apabila masih dalam jangka sebelum jatuh tempo. Dalam proses perekaman data pelaporan WP, data yang menjadi konsumsi pengenaan pajak adalah total omzet, sedangkan data lainnya yang sifatnya lampiran seperti data karakteristik Objek Pajak, tetap dapat juga di masukan kedalam aplikasi. Selain itu apabila ada data lampiran yang bentuknya file digital, dapat juga dimasukan ke dalam aplikasi sebagai arsip digital. Penetapan Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan perekaman proses penetapan. Penetapan atas jenis pajak self assessment dapat dilakukan untuk ketetapan secara jabatan, Kurang Bayar, Kurang Bayar Tambahan, Lebih Bayar dan Nihil. Editorial surat ketetapan dapat diubah oleh operator tanpa merubah aplikasi. Dalam penerbitan SKPD secara jabatan (untuk WP yang tidak melaporkan SPTPD nya) dikenakan denda keterlambatan 2% perbulan dihitungan dari masa pajaknya ditambah sanksi administrasi sebesar 25%. Penerbitan SKPD jabatan tidak bisa dilakukan apabila sebelumnya sudah dilakukan perekaman SPTPD. Dalam penerbitan SKPD KB, dikenakan denda keterlambatan 2% perbulan atas kekurangannya dan maksimal 24 bulan dihitung dari terhutang masa pajaknya. Dalam penerbitan SKPD KBT, dikenakan sanksi administrasi sebesar 100% apabila WP tidak melaporkan kekurangannya sendiri, namun apabila WP melaporkan kekurangannya sendiri, maka denda administrasi 100% dihilangkan.

Penagihan Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan perekaman proses penagihan kepada wajib pajak. Proses pada penagihan adalah proses penerbitan STPD dan teguran. Penerbitan surat tersebut bisa dilakukan secara satuan maupun secara massal. Pencetakan STPD dan teguran dapat dilakukan kapan saja, artinya aplikasi tidak mengunci dari tanggal jatuh temponya. Penentuan kapan penerbitan teguran atau tagihan di serahkan kepada mekanisme SOP. Pada dasarnya penerbitan STPD harus dilanjutkan dengan penerbitan Paksa dan Sita, namun pada aplikasi mekanisme tersebut tidak diterapkan. Penerimaan Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan perekaman proses penerimaan pembayaran pajak. Melalui proses ini, hitungan pengenaan denda (apabila ada) sudah dihitungkan secara otomatis. Modul ini pada dasarnya adalah modul yang disiapkan apabila masih ada pembayaran pajak yang dilakukan di dinas. Harapan kedepan, pembayaran pajak dilakukan sepenuhnya melalui layanan perbankan, dan dibentuk jalur komunikasi antara data bank dengan data pemda sebagai sumber tagihan. Monitoring Merupakan fitur yang tersedia untuk melakukan monitoring proses administrasi. Monitoring dilakukan untuk memantau pelaporan maupun pembayaran pajak dari WP. Fitur monitoring secara otomatis akan menampilkan list WP mana saja yang belum melakukan pelaporan ataupun pembayaran pajak. Dari list yang muncul tersebut dapat dilakukan aksi lanjutan baik berupa penerbitan surat teguran, penerbitan surat ketetapan maupun penerbitan surat penagihan.

Fitur ini dapat meningkatkan kinerja tim penagihan karena kemudahan dalam melakukan monitoring yang diberikan. Sistem sudah memilah dari data yang ada sehingga data yang dikeluarkan adalah data yang perlu di monitor. Laporan Merupakan fitur yang menyediakan laporan yang berhubungan dengan pengelolaan administrasi tiap jenis pajak. Laporan pada dasarnya dibagi per fungsi, mulai dari laporan pendataan/pelaporan, laporan penagihan, laporan penetapan dan laporan penerimaan. Laporan yang dimunculkan adalah laporan standard dari aplikasi. Laporan disajikan pada layar dan berbentuk tabular. Laporan yang dihasilkan bisa dilakukan cetak ke mesin printer maupun disimpan ke dalam format word/excel/pdf. *Permintaan perubahan untuk modul laporan adalah terbatas. juduljudul laporan yang ada saat ini adalah sudah merupakan rekapitulasi dari observasi beberapa pemda.

HUBUNGI KAMI Untuk informasi lebih lanjut mengenai Cartenz itax Self Assessment, silakan kunjungi www.cartenz.co.id atau telepon +62 21 2977 2992 melalui staf representatif kami Making Government More Efficient Through Information Technology Copyright 2015, Cartenz and/or its affiliates. All rights reserved. This document is provided for information purposes only, and the contents hereof are subject to change without notice. This document is not warranted to be error-free, nor subject to any other warranties or conditions, whether expressed orally or implied in law, including implied warranties and conditions of merchantability or fitness for a particular purpose. We specifically disclaim any liability with respect to this document, and no contractual obligations areformed either directly or indirectly by this document. This document may not be reproduced or transmitted in any form or by any means, electronic or mechanical, for any purpose, without our prior written permission.